Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Vol. 07 No. 01 | Maret 2026 Hal. 55 - 62 Inovasi Awal Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat di Lembang Saluallo. Kecamatan Sangalla Utara. Kabupaten Tana Toraja Azril Tangke Sombolinggi1. Rilva Toding Bua2. Abdias Tandi Arrang3 1,2,3 Universitas Kristen Indonesia Toraja. Sulawesi Selatan. Indonesia E-mail: 1azrilcivil@gmail. com, 2rilvatodingbua@ukitoraja. id, 3diastandy@gmail. Received : 12 Januari 2026 Revised : 9 Maret 2026 Accepted : 26 Maret 2026 Abstrak Pariwisata berbasis masyarakat . ommunity-based tourism/CBT) merupakan pendekatan pengembangan pariwisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi wisata. Pendekatan ini dinilai penting karena mampu mendorong keberlanjutan pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan Lembang Saluallo. Kecamatan Sangalla Utara. Kabupaten Tana Toraja memiliki potensi wisata alam dan budaya yang cukup besar, namun belum dikelola secara optimal melalui pendekatan pariwisata berbasis masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong inovasi awal pengembangan wisata berbasis masyarakat melalui pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat lokal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan melibatkan aparat lembang dan masyarakat setempat sebagai mitra utama. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, sosialisasi, diskusi, pelatihan, dan pendampingan masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi potensi wisata, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep CBT dan keberlanjutan, serta perumusan konsep awal pengelolaan wisata berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata. Masyarakat mulai mampu mengidentifikasi potensi wisata alam dan budaya lokal, serta menunjukkan inisiatif dalam pengembangan sarana pendukung wisata secara swadaya. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan dan pendekatan partisipatif efektif dalam mendorong kesiapan masyarakat sebagai pelaku utama pengembangan wisata. Kegiatan pengabdian ini memiliki makna penting sebagai langkah awal dalam membangun pengelolaan wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Lembang Saluallo. Kata Kunci: community-based tourism. inovasi wisata. pariwisata berkelanjutan. pemberdayaan masyarakat. Abstract Community-based tourism (CBT) is a tourism development approach that places local communities as the main actors in managing and utilizing tourism resources. This approach is considered important as it promotes tourism sustainability while improving community welfare. Lembang Saluallo, located in Sangalla Utara District. Tana Toraja Regency, has considerable natural and cultural tourism potential. however, it has not been optimally managed through a community-based tourism approach. Therefore, this community service activity aims to Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug encourage early innovation in community-based tourism development through community assistance and capacity building. The community service program was conducted by involving local government officials and community members as primary partners. A participatory approach was applied through field observation, socialization, discussions, training, and community mentoring. The stages of the program included identifying tourism potential, increasing community understanding of CBT and sustainability principles, and formulating an initial concept for community-based tourism management. The results indicate an improvement in community understanding and participation in tourism management. The community has begun to identify local natural and cultural tourism potentials and has shown initiative in developing supporting tourism facilities through self-help activities. These findings demonstrate that participatory assistance is effective in enhancing community readiness as the main actor in tourism development. This community service activity is significant as an initial step toward establishing sustainable community-based tourism management in Lembang Saluallo. Keywords: community-based tourism. community empowerment. sustainable tourism. Pendahuluan Pariwisata berbasis masyarakat . ommunity-based tourism / CBT) merupakan pendekatan pembangunan pariwisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya wisata. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mendorong keberlanjutan pariwisata karena mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang (Sumandi & Rizkikadduhani, 2025. Tohopi et al. , 2. Melalui keterlibatan aktif masyarakat, pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat lokal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBT memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi lokal dan mata pencaharian masyarakat. Studi di kawasan wisata berbasis komunitas di Tanzania menunjukkan bahwa CBT berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja masyarakat sekitar kawasan wisata (Gayo & Katonge, 2. Hal serupa juga ditemukan pada pengembangan desa wisata di Indonesia, di mana keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan destinasi mampu meningkatkan manfaat ekonomi secara lebih merata (Ermayanti et al. , 2025. Miastra et al. , 2. Meskipun demikian, implementasi pariwisata berbasis masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kapasitas sumber daya manusia, kelembagaan lokal, serta tata kelola destinasi wisata. Partisipasi masyarakat dalam beberapa desa wisata masih bersifat terbatas dan belum terorganisasi secara optimal, sehingga pengelolaan potensi wisata belum berjalan secara berkelanjutan (Chesa fabita et al. , 2024. Huballah et al. , 2. Selain itu, belum optimalnya inovasi dalam pengelolaan dan promosi wisata menyebabkan potensi wisata lokal belum berkembang secara maksimal. Inovasi menjadi elemen penting dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, khususnya dalam menjawab tuntutan keberlanjutan dan daya saing destinasi. Inovasi dalam pengelolaan, pemasaran, dan pengemasan produk wisata dinilai mampu meningkatkan nilai tambah destinasi serta memperkuat identitas lokal (Purnomo, 2025. Wibisono & Pradini, 2. Kegiatan pendampingan dan pengabdian kepada masyarakat berperan strategis dalam mendorong lahirnya inovasi tersebut melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan aparat desa sebagai pengelola wisata (E-commerce et al. , 2. ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Lembang Saluallo. Kecamatan Sangalla Utara. Kabupaten Tana Toraja, memiliki potensi wisata yang berbasis pada kekayaan alam dan kearifan lokal masyarakat. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dikelola secara optimal melalui pendekatan pariwisata berbasis Oleh karena itu, diperlukan upaya inovatif dalam pengembangan wisata yang melibatkan masyarakat secara aktif agar pengelolaan wisata dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong inovasi pengembangan wisata berbasis masyarakat di Lembang Saluallo melalui pendampingan, penguatan kapasitas, dan pengembangan konsep pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Lembang Saluallo. Kecamatan Sangalla Utara. Kabupaten Tana Toraja dengan melibatkan aparat lembang dan masyarakat lokal sebagai mitra utama. Pemilihan mitra dan lokasi didasarkan pada potensi wisata alam yang dimiliki wilayah tersebut, namun belum dikelola secara optimal melalui pendekatan pariwisata berbasis masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan konsep communitybased tourism yang menekankan peran aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara berkelanjutan (Huballah et al. , 2024. Tohopi et al. , 2. Gambar 1. Lokasi penelitian Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, diskusi, pelatihan, dan pendampingan masyarakat. Pendekatan partisipatif dipilih karena dinilai efektif dalam meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap pengelolaan wisata lokal. Melalui keterlibatan langsung masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas dan kesadaran kolektif dalam mengelola potensi wisata secara berkelanjutan (Chesa fabita et al. , 2024. Miastra et al. , 2. Tahap awal kegiatan dilakukan melalui identifikasi potensi wisata alam dan permasalahan pengelolaannya dengan cara observasi lapangan serta diskusi bersama aparat lembang dan Tahapan ini bertujuan untuk menggali kondisi eksisting, potensi unggulan, serta kendala yang dihadapi dalam pengembangan wisata lokal sehingga program pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat (Ermayanti et al. , 2025. Purnomo. Selanjutnya, dilakukan kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsep pariwisata berbasis masyarakat, prinsip keberlanjutan, serta pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan wisata. Kegiatan ini diikuti dengan pelatihan ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug pengelolaan dan pengemasan produk wisata serta strategi promosi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk mendorong munculnya inovasi dalam pengelolaan dan pemasaran wisata lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing (E-commerce et al. , 2025. Wibisono & Pradini, 2. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk menilai efektivitas pelaksanaan pengabdian melalui pengukuran tingkat pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan, observasi lapangan, serta diskusi dengan mitra. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan perubahan pemahaman, partisipasi, dan kesiapan masyarakat dalam mengelola wisata berbasis komunitas. Pendekatan evaluasi deskriptif ini umum digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk menilai dampak program secara praktis dan aplikatif (Gayo & Katonge, 2025. Sumandi & Rizkikadduhani, 2. Keberhasilan kegiatan diukur berdasarkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep pariwisata berbasis masyarakat, teridentifikasinya potensi wisata alam lokal, tersusunnya konsep awal pengelolaan wisata berbasis komunitas, serta respon positif dari mitra terhadap kegiatan pendampingan yang dilakukan. Indikator-indikator tersebut digunakan untuk memastikan bahwa kegiatan pengabdian memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Lembang Saluallo (Miastra et al. , 2024. Tohopi et al. , 2. Tabel 1. Dasar Penilaian Hasil Kegiatan Pengabdian Aspek yang Dinilai Kategori Penilaian Tingkat pemahaman dan Rendah partisipasi masyarakat Cukup Meningkat Hasil identifikasi potensi Kondisi awal Hasil kegiatan Tolak Ukur Operasional Sumber Penilaian Masyarakat pasif dalam diskusi. Observasi dan belum mampu menjelaskan konsep diskusi awal wisata berbasis masyarakat, serta belum mengemukakan gagasan pengembangan wisata Masyarakat mulai terlibat dalam Observasi dan diskusi dan memahami konsep dasar sosialisasi wisata berbasis masyarakat Masyarakat aktif berdiskusi, mampu Observasi, diskusi, menjelaskan kembali materi, serta dan dokumentasi mengemukakan usulan pengembangan Belum adanya inventaris atau Observasi dan pengemasan potensi wisata alam, diskusi awal budaya, dan aktivitas pendukung Tersusunnya daftar potensi wisata. Observasi, diskusi, dimasukkannya budaya lokal ke dalam dan dokumentasi konsep wisata, serta dirumuskannya gagasan awal aktivitas pendukung Hasil dan Pembahasan Sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan wisata di Lembang Saluallo belum berjalan secara terstruktur dan masih bersifat spontan. Berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi awal dengan aparat lembang serta masyarakat, pemahaman masyarakat mengenai konsep wisata berbasis masyarakat masih terbatas. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan wisata juga belum optimal, sementara potensi wisata alam, budaya lokal, dan aktivitas pendukung wisata belum terdata serta belum dikemas dalam suatu konsep pengembangan yang terarah. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat masih berada pada tahap awal dalam pengembangan wisata ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug berbasis komunitas, sehingga memerlukan pendampingan dan peningkatan kapasitas secara Gambar. 2 Sosialisasi Bersama aparat lembang Pelaksanaan kegiatan sosialisasi, diskusi, dan pendampingan menunjukkan adanya perubahan positif terhadap tingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat. Setelah kegiatan dilakukan, masyarakat mulai memahami peran mereka sebagai pelaku utama dalam pengembangan wisata berbasis masyarakat. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam diskusi, kemampuan menjelaskan kembali materi yang disampaikan, serta munculnya gagasan awal terkait pengembangan wisata di wilayahnya. Selain itu, partisipasi masyarakat juga terlihat dalam kegiatan lapangan dan gotong royong pembangunan sarana pendukung wisata. Tabel 2. Perubahan Kondisi Masyarakat Setelah Kegiatan PKM Aspek yang Dinilai Pemahaman konsep wisata berbasis Partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisata Kesadaran pengelolaan wisata berkelanjutan Kesiapan masyarakat pengembangan wisata Kondisi Sebelum Kondisi Setelah Kegiatan Dasar Penilaian Kegiatan Rendah. masyarakat Meningkat. masyarakat mampu Observasi, diskusi, belum memahami menjelaskan kembali konsep dan dan dokumentasi peran sebagai pengelola wisata Terbatas. keterlibatan Aktif. masyarakat terlibat dalam Observasi lapangan masih pasif diskusi, kegiatan lapangan, dan gotong dan dokumentasi Rendah. Meningkat. mulai memahami Hasil sosialisasi dan memperhatikan aspek pentingnya keberlanjutan lingkungan diskusi dan budaya Belum terstruktur. Mulai terarah. muncul inisiatif Observasi dan belum ada inisiatif pembangunan sarana pendukung secara swadaya Hasil perubahan kondisi masyarakat tersebut menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam mendorong keterlibatan aktif masyarakat. Temuan ini sejalan dengan prinsip community-based tourism yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata, sehingga keberlanjutan wisata dapat lebih ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Selain peningkatan pemahaman dan partisipasi masyarakat, kegiatan pengabdian juga menghasilkan kemajuan dalam proses identifikasi potensi wisata. Melalui observasi lapangan dan diskusi bersama masyarakat, potensi wisata alam yang sebelumnya belum terdata mulai teridentifikasi sebagai daya tarik wisata. Potensi budaya lokal yang sebelumnya belum dikaitkan dengan kegiatan wisata mulai dimasukkan ke dalam konsep pengembangan wisata berbasis masyarakat. Di sisi lain, aktivitas pendukung wisata yang sebelumnya tidak terstruktur mulai dirumuskan secara awal sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata. Tabel 3. Identifikasi Potensi Wisata Lembang Saluallo Berdasarkan Hasil Kegiatan Jenis Potensi Wisata alam Kondisi Awal Hasil Kegiatan Potensi belum terdata Potensi alam teridentifikasi dan belum dipetakan sebagai daya tarik wisata Tolak Ukur Penilaian Belum adanya inventaris hingga tersusunnya daftar potensi hasil observasi Budaya lokal Kegiatan budaya Budaya lokal dimasukkan Belum dikemas sebagai belum dikaitkan dalam konsep pengembangan atraksi hingga dirumuskan dengan wisata sebagai bagian konsep wisata Aktivitas pendukung Belum ada aktivitas Aktivitas pendukung Tidak ada perencanaan wisata terencana dirumuskan secara awal hingga muncul gagasan bersama masyarakat aktivitas hasil pendampingan Sarana pendukung wisata Sarana belum tersedia Sarana pendukung mulai Tidak tersedia hingga adanya atau terbatas dibangun secara swadaya pembangunan awal berbasis gotong royong Hasil identifikasi potensi ini menunjukkan bahwa pendampingan mampu mendorong masyarakat untuk mengenali, memetakan, dan mulai merencanakan pemanfaatan potensi wisata yang dimiliki. Identifikasi potensi menjadi langkah awal yang penting dalam pengembangan wisata berbasis masyarakat karena menjadi dasar perencanaan dan pengelolaan destinasi secara berkelanjutan. Gambar. 3 Aktivitas budaya masyarakat dengan pakaian adat Dokumentasi kegiatan yang diperoleh selama pelaksanaan pengabdian memperkuat hasil yang disajikan pada tabel. Dokumentasi kegiatan budaya masyarakat menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata sekaligus identitas destinasi. Dokumentasi sosialisasi dan pendampingan menggambarkan proses transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami pengelolaan dan promosi wisata berbasis Selain itu, dokumentasi pembangunan sarana pendukung wisata secara swadaya menunjukkan adanya inisiatif dan semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung pengembangan wisata. Dokumentasi kondisi lanskap dan lingkungan alam Lembang Saluallo ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug juga menegaskan bahwa wilayah ini memiliki aset wisata alam yang potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Gambar. 4 Pembangunan sarana pendukung Secara keseluruhan, hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa inovasi pengembangan wisata berbasis masyarakat di Lembang Saluallo telah mulai diimplementasikan secara nyata. Pendekatan partisipatif dan pendampingan tidak hanya meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat, tetapi juga mendorong teridentifikasinya potensi wisata serta tersusunnya konsep awal pengembangan wisata berbasis Perubahan ini menjadi indikasi awal bahwa masyarakat memiliki kesiapan untuk terlibat aktif dalam pengelolaan wisata dan berpotensi mengembangkan destinasi wisata secara berkelanjutan apabila pendampingan dilakukan secara berkelanjutan. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Lembang Saluallo. Kecamatan Sangalla Utara. Kabupaten Tana Toraja menunjukkan bahwa pendekatan inovasi pengembangan wisata berbasis masyarakat dapat diterapkan secara efektif melalui metode partisipatif dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata, yang ditandai dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam diskusi, kegiatan lapangan, serta munculnya inisiatif dan gagasan awal pengembangan wisata. Selain peningkatan kapasitas masyarakat, kegiatan pengabdian ini juga menghasilkan teridentifikasinya potensi wisata alam, budaya lokal, dan aktivitas pendukung wisata yang sebelumnya belum terdata dan belum terkelola secara terstruktur. Potensi tersebut mulai dirumuskan dalam konsep awal pengembangan wisata berbasis masyarakat, yang menjadi langkah penting dalam perencanaan dan pengelolaan destinasi wisata secara berkelanjutan. Dokumentasi kegiatan memperkuat temuan bahwa keterlibatan masyarakat, gotong royong, serta pemanfaatan potensi lokal merupakan modal utama dalam pengembangan wisata berbasis komunitas. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kesiapan masyarakat Lembang Saluallo untuk berperan aktif sebagai pelaku utama dalam pengembangan wisata berbasis masyarakat. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat merupakan strategi yang tepat dalam mendukung pengembangan wisata berbasis masyarakat. Keberlanjutan pengembangan wisata di Lembang Saluallo memerlukan pendampingan lanjutan, penguatan kelembagaan lokal, serta kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah setempat, dan perguruan tinggi. ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Daftar Pustaka