Al Marhalah Volume. No. 2 November 2025 P-ISSN 0126-043X E-ISSN 27162-400 TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL: STUDI KASUS DI SMP N 1 JEPON Uzlifatil Jannah1. Ahmad Syaifulloh2. Siti Nurkayati3 IAI Khozinatul Ulum Blora Email: uzlifatilj51@gmail. IAI Khozinatul Ulum Blora Email: ahmadsyaifuloh1988@gmail. IAI Khozinatul Ulum Blora Email: nurhayatimilitary92@gmail. ABSTRACT This research aims to examine the transformation of Islamic Religious Education (PAI) in the digital era, using a case study at SMP Negeri 1 Jepon. This transformation is crucial because advances in information and communication technology have brought about significant changes in the learning process, including in Islamic Religious Education (PAI). A qualitative approach was used in this study, with data collected through observation, interviews, and The results indicate that the use of digital media, such as elearning platforms, learning applications, and social media, can improve the effectiveness of Islamic Religious Education (PAI) learning, both in terms of material distribution and teacher-student interaction. Factors supporting this transformation include the availability of technological facilities, teachers' ability to utilize digital media, and students' desire to learn. However, the study also found several obstacles, such as limited internet access, differences in students' digital literacy, and the need for intensive teacher mentoring. Overall, the PAI transformation undertaken at SMP Negeri 1 Jepon demonstrates that digitalization helps make learning more interactive, contextual, and relevant to the needs of the digital generation. Keyword: : transformation. Islamic Religious Education, digital era ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital dengan mengambil studi kasus di SMP Negeri 1 Jepon. Perubahan ini sangat penting karena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam proses pembelajaran, termasuk mata pelajaran PAI. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital, seperti platform elearning, aplikasi pembelajaran, dan media sosial, dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI baik dalam hal penyebaran materi maupun interaksi gurusiswa. Faktor-faktor yang mendukung transformasi ini melputi ketersediaan fasilitas teknologi, kemampuan guru untuk memanfaatkan media digital, dan keinginan siswa untuk belajar. Namun, penelitian juga menemukan bahwa ada 139 | Al Marhalah | Uzlifatil Jannah. Ahmad Syaifulloh. Siti Nurkayati beberapa hambatan seperti keterbatasan jaringan internet, perbedaan dalam literasi digital siswa, dan kebutuhan untuk pendampingan yang intensif dari guru. Secara keseluruhan, transformasi PAI yang dilakukan di SMP Negeri 1 Jepon menunjukkan bahwa digitalisasi membantu pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital. Kata Kunci: transformasi, pendidikan agama islam, era digital PENDAHULUAN Pada abad kedua puluh satu, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah menghasilkan transformasi yang sangat cepat dalam hampir semua aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Pemanfaatan perangkat elektronik, internet, dan media sosial yang semakin meningkat menandai era Pemanfaatan ini berdampak pada cara orang berinteraksi, bekerja, dan bahkan belajar. Pendidikan adalah faktor utama dalam pembentukan sumber daya manusia berkualitas tinggi. Dengan kemajuan teknologi ini, institusi pendidikan harus berubah untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan siswa generasi digital. (Fuadah et al. , 2. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi strategis dalam pendidikan nasional karena berfungsi sebagai mata pelajaran yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia, serta membentuk karakter siswa berdasarkan ajaran Islam. PAI tidak hanya memperhatikan aspek kognitif, tetapi juga membantu orang menjadi lebih religius dan berperilaku secara religius dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masalah besar muncul ketika PAI harus diberikan kepada generasi yang lahir dan tumbuh dalam budaya digital. Karena itu, pembelajaran PAI harus diubah agar relevan secara materi dan kontekstual dengan dunia digital yang akrab dengan kehidupan siswa. (Adila Jamal & Jannah. Di era digital, transformasi pembelajaran PAI dapat dilihat dalam berbagai cara, seperti penggunaan platform e-learning, aplikasi pembelajaran daring, dan pemanfaatan media sosial dan konten multimedia interaktif. Proses belajarmengajar melalui media digital lebih fleksibel dan interaktif, dan mereka tidak terbatas pada ruang kelas konvensional. Siswa dapat mengakses pelajaran kapan pun dan di mana pun, sementara pendidik dapat menggunakan metode baru untuk menyampaikan pelajaran, seperti kuis interaktif, video pembelajaran, atau diskusi (David Maulana Ghufron, 2. Oleh karena itu, transformasi digital memiliki potensi untuk meningkatkan keinginan peserta didik untuk belajar, meningkatkan pemahaman mereka tentang keagamaan, dan menumbuhkan kemandirian mereka dalam memahami nilai-nilai Islam. Meskipun teknologi digital dalam pembelajaran PAI menawarkan banyak peluang, namun juga ada beberapa tantangan. Di antaranya adalah keterbatasan sarana dan prasarana teknologi di sekolah, perbedaan dalam literasi digital siswa dan guru, dan risiko penyalahgunaan internet yang dapat membawa siswa ke konten yang tidak sesuai dengan agama. Selain itu, guru harus memiliki kemampuan digital yang cukup untuk mengelola media pembelajaran dengan Oleh karena itu, transformasi PAI tidak dapat dilakukan secara instan. Sebaliknya, perlu direncanakan secara sistematis dengan mempertimbangkan elemen pendukung dan hambatan yang ada. 140 | Al Marhalah Transformasi Pendidikan Agama Islam A Sebagai sekolah menengah pertama di Kabupaten Blora. SMP Negeri 1 Jepon telah melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran, termasuk mata pelajaran PAI. Sekolah ini berusaha memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat karakter religius peserta didik, dan memenuhi kebutuhan generasi yang tumbuh di tengah arus digitalisasi yang cepat. Namun, penelitian mendalam masih diperlukan tentang bagaimana pembelajaran PAI di sekolah ini berubah, komponen apa yang mendukung keberhasilan, dan hambatan yang dihadapi selama implementasi. Berdasarkan uraian tersebut, studi kasus ini dilakukan di SMP Negeri 1 Jepon untuk mempelajari transformasi pendidikan agama Islam di era digital. Penelitian ini akan berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran PAI yang lebih adaptif, kreatif, dan sesuai dengan tantangan yang dihadapi oleh praktisi pendidikan dan pembuat kebijakan di era digital. (Sindi Septia Hasnida et al. Penelitian ini berfokus pada inovasi pembelajaran PAI berbasis digital, faktor pendukung dan penghambat yang muncul, dan bagaimana hal-hal ini berdampak pada kinerja pembelajaran siswa. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis pendekatan studi kasus karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam proses transformasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 1 Jepon dalam konteks era digital. Studi kasus digunakan karena penelitian ini difokuskan pada satu lokasi tertentu, yakni SMP Negeri 1 Jepon, dengan tujuan memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai bagaimana transformasi pembelajaran PAI di sekolah ini berlangsung, faktor-faktor apa saja yang mendukung, serta kendala yang dihadapi. Studi kasus memungkinkan peneliti untuk mendalami peristiwa dalam konteks kehidupan nyata, sehingga hasil penelitian lebih detail dan kontekstual. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah yang mana sebagai pengambil kebijakan dan yang menentukan arah trasformasi digital di sekolah, guru Pendidikan Agama Islam sebagai pelaksana transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis digital, serta siswa SMP Negeri 1 Jepon sebagai penerima manfaat dan yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran digital. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: . observasi dilakukan secara langsung di sekolah untuk mengamati pelaksanaan pembelajaran PAI, baik di kelas maupun melalui platform Fokus observasi adalah pengamatan terhadap interaksi guru dengan siswa, penggunaan teknologi dan media digital dalam pembelajaran, serta interaksi siswa dengan materi pembelajaran agama Islam, . wawancara dilakukan secara langsung atau tatap muka dengan kepala sekolah, guru PAI, dan siswa SMP Negeri 1 Jepon. Teknik ini memungkinkan peneliti memperoleh informasi lebih luas dan mendalam mengenai bentuk transformasi, faktor pendukung, dan hambatan dalam pembelajaran PAI di era digital, . dokumentasi yang dilakukan berupa pengumupulan data dari arsip sekolah, catatan kegiatan pembelajaran digital, dan dari sumber lain yang Dokumentasi penting dilakukan karena untuk melengkapi data dari observasi dan wawancara serta menjadi bukti nyata dari transformsi yang terjadi. 141 | Almarhalah | Uzlifatil Jannah. Ahmad Syaifulloh. Siti Nurkayati Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif analisis data. Analisis dimulai dari tahap pengumpulan data dan berakhir pada tahap penarikan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana transformasi Pendidikan Agama Islam di era digital yang terjadi di SMP Negeri 1 Jepon. HASIL PEMBAHASAN Bentuk Transformasi Pendidikan Agama Islam di Era Digital Transformasi Pendidikan Agama Islam di era digital bukan hanya tentang mengadaptasi teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membentuk karakter Islami yang kuat di tengah derasnya arus informasi. (Mohammad Firmansyah, 2. Transformasi pendidikan agama Islam berarti mengubah, meningkatkan, atau mengembangkan sistem, metode, kurikulum, dan orientasi pendidikan Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman sambil mempertahankan nilai-nilai dasar Islam. Sedangkan dalam pengelolaan pendidikan Islam, transformasi digital memberikan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pendidikan Islam. Peluang tersebut mencakup penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, pengelolaan data, serta pengembangan kurikulum. Teknologi pendidikan berkembang bersamaan dengan perubahan zaman. Dunia saat ini mengalami kemajuan teknologi yang sangat cepat. Komponen lain perlu berubah untuk mengikuti kemajuan teknologi ini. Dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, kita didorong untuk hidup dalam kehidupan baru yang serba digital dan canggih. Munculnya kemajuan modern memengaruhi berbagai aspek kehidupan, terutama teknologi pembelajaran. (David Maulana Ghufron, 2. Dengan adanya transformasi diharapkan ada perubahan yang akan meningkatkan kualitas dunia pendidikan jauh lebih baik daripada sebelumnya. (Nurlaela Muna. Menurut hasil wawancara dengan kepala sekolah SMP Negeri 1 Jepon, transformasi pendidikan agama Islam (PAI) di era digital dan internet dianggap sebagai kemestian yang tidak dapat dihindari. Hal ini selaras dengan tuntutan kurikulum yang mendorong guru maupun siswa untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran. Beliau juga menyebutkan bahwa sekolah sepenuhnya mendukung digitalisasi, tetapi siswa harus diawasi oleh orang tua dan guru mereka. Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Jepon juga mengungkapkan bahwa transformasi pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Jepon terlihat dari pemanfaatan berbagai media sosial, aplikasi digital, hingga artificial intelligence (AI). Jika dahulu pembelajaran lebih banyak mengandalkan PowerPoint, kini guru mulai menggunakan media yang lebih beragam seperti Canva. ChatGPT, hingga platform digital lain yang akrab dengan siswa. Untuk mengatur penggunaan gawai, sekolah menerapkan aturan khusus, yaitu siswa hanya diperbolehkan membawa HP pada jam tertentu sesuai instruksi, dan selebihnya dikumpulkan. Sekolah juga menggunakan proyektor dan jaringan internet sekolah untuk membantu siswa belajar. Mayoritas siswa menyatakan bahwa cara guru PAI mengajar menggunakan media digital terasa menyenangkan dan lebih modern yang membuat siswa menjadi tidak mudah jenuh saat belajar. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi telah memainkan peran besar dalam kemajuan pendidikan Islam, pengajaran, akses ke sumber daya agama, dan 142 | Al Marhalah Transformasi Pendidikan Agama Islam A interaksi komunitas muslim. (Nurrahma et al. , 2. Jadi bentuk transformasi yang terjadi di SMP Negeri 1 Jepon antara lain: Pemanfaatan Media Digital saat Pembelajaran Jika sebelumnya pembelajaran PAI lebih banyak bergantung pada ceramah, buku teks, dan papan tulis, kini guru PAI di SMP Negeri 1 Jepon memanfaatkan berbagai media digital. Guru PAI mulai memanfaatkan media digital seperti PowerPoint, video pembelajaran, dan tutorial ibadah. Ini membuat pembelajaran lebih variatif, menarik, dan mudah dipahami siswa. Penggunaan Platform dan Aplikasi Digital Penggunaan platform dan aplikasi digital dalam proses pembelajaran juga menunjukkan transformasi. Baik guru maupun siswa memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram untuk pengumpulan tugas. YouTube sebagai sumber video pembelajaran, dan WhatsApp untuk koordinasi dan komunikasi. Selain itu, aplikasi Canva dan ChatGPT mulai digunakan oleh guru sebagai alat kreativitas dalam pembuatan materi dan tugas siswa. Integrasi Artificial Intelligence (AI) Penggunaan AI oleh guru PAI adalah salah satu transformasi terbaru. membantu proses penyusunan materi, memberikan referensi tambahan, dan membantu guru dan siswa mempelajari pengetahuan keagamaan dengan lebih cepat dan lebih mudah. Ini adalah bentuk adaptasi terhadap kemajuan teknologi modern yang semakin penting bagi dunia pendidikan. Kebijakan Penggunaan Gawai di Sekolah Sekolah menetapkan aturan ketat untuk penggunaan gawai (HP) agar teknologi benar-benar bermanfaat. Siswa hanya diizinkan membawa dan menggunakan HP pada waktu yang telah ditentukan oleh guru. Jika tidak ada intruksi. HP akan disimpan untuk mencegah penyalahgunaan. Kebijakan ini tidak hanya memberikan kontrol tetapi juga mengajar siswa untuk menggunakan teknologi dengan baik, terutama dalam pembelajaran. Penyediaan Fasilitas Digital di Sekolah Transformasi tidak lepas dari dukungan fasilitas yang disediakan oleh Beberapa ruang kelas di SMP Negeri 1 Jepon telah dilengkapi dengan LCD proyektor, jaringan internet, dan laboratorium komputer yang dapat digunakan untuk pembelajaran. Fasilitas ini memungkinkan guru PAI menggunakan media digital dengan lebih mudah, dan memungkinkan siswa menggunakan teknologi lebih banyak. Pendampingan. Supervisi, dan Observasi Melalui pendampingan, supervisi, dan observasi kelas, kepala sekolah dan pengawas PAI memainkan peran penting dalam memastikan transformasi berjalan dengan baik. Hal ini membantu guru tetap termotivasi untuk melakukan hal-hal baru dengan teknologi. Selain itu, guru senior memberikan contoh dan bimbingan kepada rekan sejawat yang masih memiliki keterbatasan dalam literasi digital. Proses transformasi PAI di SMP Negeri 1 Jepon menunjukkan pergeseran dari paradigma pembelajaran konvensional menuju pembelajaran berbasis digital. Pergeseran ini mencakup penggunaan media digital, penggunaan aplikasi dan platform modern, penggabungan AI ke dalam kebijakan pengendalian gawai, penyediaan fasilitas teknologi, dan pendampingan intensif dari sekolah. Strategi pembelajaran yang lebih interaktif membuat siswa tidak hanya lebih tertarik mengikuti pelajaran, tetapi mereka juga lebih mudah memahami materi PAI. 143 | Almarhalah | Uzlifatil Jannah. Ahmad Syaifulloh. Siti Nurkayati Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Proses Transformasi Pendidikan Agama Islam di Era Digital Karakter dan etika orang muslim sangat dipengaruhi oleh pendidikan agama Islam. Pembelajaran agama Islam saat ini menghadapi tantangan baru karena perkembangan teknologi digital yang pesat (Riyanto & Hastuti, 2. Proses transformasi pendidikan agama Islam di era digital dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efektivitas metode pengajaran. (Rosidin, 2. Faktor-faktor penting yang membantu perubahan kurikulum PAI diantaranya kebijakan pemerintah yang mendukung, pelatihan guru yang berkelanjutan, dan ketersediaan teknologi dan sumber belajar yang inovatif. (Maulidin et al. , 2. Keberhasilan transformasi PAI di sekolah ini tidak terlepas dari adanya faktor pendukung yang kuat. Adanya komitmen sekolah untuk menghadapi era digital ditunjukkan dengan dukungan mereka dalam penyediaan infrastruktur teknologi. Keterlibatan guru yang memadai dalam menggunakan media digital juga sangat penting untuk keberhasilan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan teori Hidayat . bahwa kemampuan guru untuk mengelola perangkat digital sangat memengaruhi kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Guru agama Islam dituntut untuk mampu merancang strategi yang efektif guna meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam itu sendiri. Meskipun dalam praktiknya, guru sering kali dihadapkan pada keterbatasan waktu yang relatif singkat di kelas untuk membimbing siswa di sekolah. Transformasi pembelajaran PAI di era digital di SMP Negeri Jepon didukung oleh berbagai aspek. Dari sisi kebijakan sekolah, kepala sekolah yang terus mendorong guru-guru agar memanfaatkan teknologi digital, baik dalam penyampaian materi maupun evaluasi pembelajaran. Respon positif dari siswa yang merasa lebih termotivasi berkat penggunaan media digital juga menjadi faktor pendukung kuat dalam keberhasilan transformasi pembelajaran ini. Penelitian yang dilakukan oleh Sulaeman . menyelidiki bahwa penggunaan media digital dalam pembelajaran agama Islam di Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan media digital dapat membuat pelajaran agama Islam lebih interaktif dan menarik bagi siswa. Namun, dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 1 Jepon terdapat juga hambatan seperti keterbatasan kemampuan guru dalam menggunakan IT (Information Technolog. , masih ada sebagian guru yang kurang termotivasi bahkan enggan mengikuti pelatihan teknologi perbedaan fasilitas, terutama para guru yang belum terlalu familiar dengan penggunaan teknologi, serta kurangnya sistem evaluasi atau penilaian yang lengkap masih menjadi hambatan terbesar. Kendala dalam pembelajaran pendidikan agama Islam tidak hanya karena kurangnya kemampuan guru, tetapi juga karena waktu belajar yang (Zahfa et al. , 2. Menurut penelitian Santoso . , jumlah waktu yang dialokasikan untuk mata pelajaran PAI terlalu sedikit dibandingkan mata pelajaran lain, sehingga siswa tidak punya cukup waktu untuk memahami materi secara mendalam. Dari sisi lain, keterbatasan jaringan internet yang tidak stabil serta kuota yang terbatas sering kali menghambat kelancaran dalam pembelajaran. Beberapa siswa juga mengalami hambatan karena keterbatasan memori ponsel sehingga tidak semua aplikasi dapat digunakan. Tantangan lainnya adalah munculnya halhal yang mengalihkan perhatian siswa saat menggunakan gawai, misalnya 144 | Al Marhalah Transformasi Pendidikan Agama Islam A bermain game yang menyebabkan fokus belajar berkurang. Tantangan-tantangan tersebut menunjukkan bahwa meskipun transformasi digital memberikan banyak manfaat, diperlukan pengawasan, pendampingan, serta peningkatan fasilitas agar implementasinya lebih optimal. Secara keseluruhan, pendidikan di era digital membawa perubahan signifikan dalam cara pengajaran dan pemahaman tentang proses belajar. (Kamila Rahma Shalehah et al. , 2. Integrasi teknologi digital dan internet memungkinkan proses edukasi yang lebih fleksibel, interaktif, serta dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan individu. Populasi tidak hanya mencakup orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam lainnya. 3 Dampak Transformasi Digital Terhadap Minat dan Pemahaman Peserta Didik dalam Pembelajaran PAI Pembelajaran digital berbeda dari pendekatan pembelajaran konvensional karena lebih mudah diakses, lebih interaktif, dan sumber daya yang lebih efisien. Pengalaman pendidikan yang lebih menarik dan unik didorong oleh media pembelajaran digital ini. Pembelajaran digital memungkinkan siswa mengakses konten di mana saja dan kapan saja, menghilangkan batasan geografis (Munna & Hossain, 2. Dengan menggunakan berbagai perangkat, pembelajaran tidak terbatas pada ruang kelas fisik (Krasavina et al. , 2. Dengan menggunakan konten multimedia dan alat kolaboratif, platform digital mendorong keterlibatan aktif dan pemikiran kritis siswa (Bilynska et al. , 2024. Munna & Hossain, 2. Salah satu dampak yang paling jelas dari teknologi digital adalah peningkatan akses siswa terhadap berbagai sumber belajar. Siswa SMP saat ini dapat dengan mudah mengakses materi pembelajaran PAI melalui internet di era (Itsnaya Rifani et al. , 2. Siswa dapat memperluas pemahaman mereka tentang agama Islam, melengkapi pelajaran di kelas, dan bahkan mengeksplorasi topik seperti fiqih, tafsir, atau sejarah Islam dengan menggunakan sumber daya ini (Susanto, 2. Transformasi digital dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Jepon mengubah minat dan pemahaman siswa. Dampak transformasi ini pada peningkatan antusiasme dan keterlibatan mereka dalam kegiatan belajar. Sebagian besar siswa mengatakan bahwa pembelajaran melalui media digital lebih menarik dan menyenangkan daripada metode pembelajaran konvensional. Kelas menjadi lebih hidup dan tidak membosankan ketika ada media seperti video, animasi, dan presentasi visual seperti PowerPoint. Selain itu, ketika guru memberikan tugas berbasis teknologi kepada siswa, seperti membuat praktik ibadah dalam video atau mengikuti evaluasi interaktif yang dikemas, siswa merasa lebih termotivasi. Salah satu efek positif lainnya adalah siswa menjadi lebih terlibat dalam kelas, menjadi lebih kreatif dan bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas. Hal ini mendorong peningkatan keterampilan literasi digital dan literasi keagamaan, karena siswa tidak hanya belajar tentang materi agama tetapi juga belajar menggunakan teknologi secara bijak sesuai dengan adab Islam. Selain itu, adanya aturan jelas tentang bagaimana siswa dapat menggunakan gawai di sekolah meningkatkan kedisiplinan siswa dan tanggung jawab mereka untuk menyelesaikan tugas. Namun, transformasi digital juga menghadirkan masalah, terutama dalam hal pengawasan penggunaan teknologi. Sangat penting bahwa guru dan orang tua terus mendampingi siswa karena beberapa dari mereka masih terdistraksi dengan permainan atau media sosial ketika mereka diizinkan membawa gawai. Oleh 145 | Almarhalah | Uzlifatil Jannah. Ahmad Syaifulloh. Siti Nurkayati karena itu, peran guru dan orang tua sangat penting dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh siswa dan memastikan bahwa teknologi digunakan untuk tujuan yang positif (Fadhilah, 2. Secara keseluruhan, transformasi ke arah pendidikan agama Islam yang berbasis digital telah menghasilkan hasil yang menguntungkan, yaitu pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Pada akhirnya, inovasi dan transformasi dalam pendidikan Islam tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan zaman, tetapi juga untuk menghasilkan individu yang memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat, negara, dan dunia. Untuk memastikan bahwa pendidikan Islam tetap relevan dan berdaya guna di tengah dinamika zaman, kita sebagai generasi yang hidup di era teknologi harus memastikan bahwa kemajuan teknologi diimbangi dengan nilai-nilai luhur agama. (Alfi Lutfiyah, 2. KESIMPULAN Di SMP Negeri 1 Jepon, transformasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital menunjukkan bahwa digitalisasi sangat membantu proses Dengan menggunakan media digital seperti e-learning, aplikasi pembelajaran, media sosial, dan AI (Artificial Intelligenc. , pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital. Melalui penggunaan kuis interaktif, media visual, dan video, siswa menjadi lebih antusias dan termotivasi. Mereka juga lebih mudah memahami materi agama. Faktor pendukung utama transformasi ini termasuk ketersediaan fasilitas teknologi di sekolah, kebijakan kepala sekolah yang mendukung, kemampuan guru untuk menggunakan media digital, dan tanggapan positif siswa terhadap pembelajaran berbasis teknologi. Di sisi lain, faktor yang menghambat transformasi ini termasuk keterbatasan jaringan internet, perbedaan dalam literasi digital antara siswa dan guru, keterbatasan waktu PAI, dan kemungkinan siswa terganggu saat belajar. Secara keseluruhan, transformasi digital dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Jepon membuat siswa lebih tertarik untuk belajar dan lebih memahami ajaran Islam. Meskipun demikian, untuk mencapai hasil yang maksimal, diperlukan peningkatan fasilitas, dukungan terus menerus bagi guru, dan pengawasan yang ketat terhadap penggunaan teknologi oleh siswa. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, transformasi digital diharapkan dapat berlanjut dan membantu meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan literasi digital peserta DAFTAR PUSTAKA