LONTARA ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6. No. 1 Juni 2025 p-ISSN: 2721-2742 e-ISSN: 2747-2213 PENINGKATAN PENGETAHUAN PENGOBATAN GASTRITIS: STUDI DI PONDOK PESANTREN NURUL FALAH KABUPATEN BANGKA TENGAH Al Khodri1. Mirnawati Zalili Sailan2. Ratih Puspita Kusumadewi Purba*3 1,2,3 Program Studi Di Farmasi. Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang Kota Pangkalpinang. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung *E-mail: ratihp. puspita@gmail. Artikel info: Received: 2025-04-13 Revised: 2025-05-13 Accepted: 2025-06-24 Publish: 2025-06-30 Abstract Providing education and information to improve knowledge of disease treatment is important in self-medication. Knowledge in selfmedication is important to avoid mistakes in using drugs such as the emergence of unwanted side effects, not getting the efficacy of the drug, and the emergence of new diseases. The activity involved 100 students as participants using audio-visual media on the lecture method. There was a significant difference between knowledge before and after the counseling with a p-value of 0. 001 (<0. , increasing from 50% of knowledge level before the community service to 77% of knowledge level after the activity. The significant increase in knowledge happened on each statement indicator, namely general information, drug logo, pharmacological treatment, non-pharmacological treatment, side effects, and how to store drugs. In conclusion, the activity is effective in improving the gastritis treatment knowledge of the students at the Nurul Falah Islamic Boarding School Bangka Tengah Distric Area. Keywords: counseling, gastritis treatment, knowledge Abstrak Pemberian edukasi dan informasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengobatan penyakit merupakan hal penting dalam Pengetahuan dalam swamedikasi penting dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan obat seperti munculnya efek samping yang tidak diinginkan, tidak mendapatkan khasiat obat, dan munculnya penyakit baru. Kegiatan ini melibatkan 100 peserta didik sebagai peserta dengan menggunakan media audio visual pada metode Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan nilai p-value sebesar 0,001 (<0,. , yaitu peningkatan pengetahuan dari 50% sebelum pengabdian menjadi 77% setelah kegiatan. Peningkatan pengetahuan yang signifikan terjadi pada setiap indikator pernyataan yaitu informasi umum, logo obat, pengobatan farmakologis, pengobatan nonfarmakologis, efek samping, dan cara penyimpanan obat. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan pengobatan gastritis bagi santri Pondok Pesantren Nurul Falah Wilayah Kabupaten Bangka Tengah. Kata Kunci: pengetahuan, pengobatan gastritis, penyuluhan LONTARA ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6. No. 1 Juni 2025 p-ISSN: 2721-2742 e-ISSN: 2747-2213 PENDAHULUAN Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang disebabkan oleh kesalahan dalam gaya hidup, sanitasi yang buruk, pola makan yang salah, infeksi bakteri helicobacter pylori dan obatobatan antiinflamasi nonsteroid (Nurus et al. , 2. Menurut WHO (World Health Organizatio. tahun 2020 kejadian gastritis di Indonesia mencapai 40,8% yaitu tercatat sebanyak 274. 396 kasus dari 952 jiwa penduduk (Prastiwi, 2. Penyakit gastritis di Bangka Tengah menduduki peringkat ke delepan dari sepuluh penyakit terbanyak tercatat 3. 523 kasus (BPS, 2. Gastritis terjadi disebabkan oleh makan yang tidak teratur akibatnya kadar asam lambung meningkat sehingga permukaan lambung terkikis dan menimbulkan tukak pada lambung (Herlina et al. Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kenaikan produksi asam lambung yang berlebihan sehingga mengiritasi mukosa lambung. Infeksi bakteri helicobacter pylori bisa menyebabkan gastritis karena saat bakteri helicobacter pylori menginfeksi bagian perut dapat merusak jaringan pada perut dan sisi pertama usus kecil. Infeksi bakteri helicobacter pylori rentan terjadi pada pemukiman yang padat dan lingkungan dengan kondisi sanitasi yang buruk (Nurus et al. , 2. Pondok pesantren merupakan tempat yang sering mengalami penyakit gastritis. Hal ini disebabkan rutinitas santri hampir tidak ada waktu luang membuat santri harus meninggalkan atau menunda makan (Premesti & Riyadi, 2. Menurut (Herlina et al. , 2. pondok pesantren telah menyediakan makan pada saat sarapan, makan siang dan makan malam, tetapi masih ada santri yang lebih memilih untuk membeli makanan yang dekat dengan area pondok pesantren seperti membeli mie instan, minuman bersoda dan makanan cepat saji. Makanan yang berlemak tinggi seperti makanan olahan atau makanan instan. minuman bersoda yang mengandung kafein dan asam fosfat yang tinggi dapat memicu peningkatan produksi asam lambung juga menghasilkan hormon gastrin yang merangsang produksi asam lambung (Suwindri et al. , 2. Selain pola makan yang tidak sehat santri juga berisiko terinfeksi bakteri helicobacter pylori karena kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan dan kebiasaan dalam meminjam peralatan makan teman tanpa dicuci. Penyakit gastritis juga terjadi pada santri yang ada di Pondok Pesantren Nurul Falah Kabupaten Bangka Tengah sehingga diperlukan adanya kesadaran dari semua pihak untuk melakukan pencegahan dan pengobatan. Pada tahun 2023 terdapat 60 kasus yang terjangkit penyakit gastritis dari 970 orang. Faktor santri terkena gastritis adalah menunda atau meninggalkan waktu makan. Selain menunda waktu makan santri sering membeli makan di area pondok pesantren dengan mengkonsumsi makanan yang pedas walaupun pondok pesantren sudah menyediakan makan pada saat sarapan, makan siang dan makan malam. Santri sering menggunakan peralatan makan pribadi secara bersama-sama, menggunakan peralatan makan teman tanpa tanpa dicuci terlebih dahulu dan kurang terbiasa mencuci tangan sebelum makan sehingga mudah terinfeksi bakteri helicobacter pylori. Selain dari pola makan yang tidak sehat, terdapat kesalahan dalam penggunaan obat seperti mengonsumsi obat tidak sesuai dosis. Santri di Pondok Pesantren Nurul Falah melakukan pengobatan sendiri . untuk kasus penyakit seperti gastritis. Oleh karena itu, perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan seorang siswa terhadap penyakit gastritis yaitu dengan cara memberikan edukasi penyuluhan. Penyuluhan adalah komunikasi yang efektif bagi para masyarakat dalam membentuk kesadaran perilaku dengan berbagai aspek (Wardhani et al. , 2. Media audio visual adalah satu dari berbagai macam media yang memunculkan lebih banyak panca indra seperti unsur suara dan unsur gambar pada saat menyampaikan informasi atau pesan (Setiyawan, 2. Dinnisa . menyatakan penyuluhan dengan penggunaan media audio visual di SMA Negeri 7 Samarinda terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pengobatan gastritis yaitu dari 22% menjadi 38%. Oleh karena itu, menggunakan media audio visual terbukti dapat meningkatkan pengetahuan seseorang karena menarik, mudah dimengerti dan informatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengobatan gastritis pada santri di Pondok Pesantren Nurul Falah Kabupaten Bangka Tengah sehingga diharapkan tercapai tujuan terapi jika para santri melakukan pengobatan gastritis secara swamedikasi. LONTARA ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6. No. 1 Juni 2025 p-ISSN: 2721-2742 e-ISSN: 2747-2213 METODE Kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan media audio-visual berupa video edukasi pengobatan gastritis. Video pengobatan gastritis diberikan sebagai media penyuluhan kepada 100 orang santri kelas XII di Pondok Pesantren Nurul Falah Kabupaten Bangka Tengah. Tahap Persiapan Persiapan dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan pengelola Pondok Pesantren Nurul Falah Kabupaten Bangka Tengah. Studi pendahuluan dilakukan untuk mengetahui kondisi awal dan memperkuat latar belakang dilakukannya kegiatan pengabdian Masyarakat. Tim pengabdian menyusun kuesioner untuk mengukur pengetahuan santri. Kuesioner yang digunakan terdiri dari 24 pernyataan dengan kerangka kuesioner disampaikan pada Tabel 1. Tabel 1. Kerangka Kuesioner Item Pernyataan Informasi umum penyakit gastritis Logo dan penggolongan obat dalam pengobatan penyakit gastritis Pengobatan penyakit gastritis secara farmakologi Pengobatan penyakit gastritis secara non farmakologi Efek samping dalam pengobatan penyakit gastritis Cara penyimpanan obat gastritis Jumlah Jumlah Pernyataan Nomor Pernyataan 1,2,3,4, 5, 6,7,8,9 10,11,12,13 14,15,16 17,18,19,20,21 22,23,24 Media penyuluhan audio-visual berupa video dibuat dengan mengacu pada item-item pada kerangka kuesioner. Durasi video yang dibuat yaitu 7 menit 38 detik. Tahap Pelaksanaan Kegiatan dilakukan pada tanggal 23 Maret 2024 di Pondok Pesantren Nurul Falah Kabupaten Bangka Tengah dengan diikuti oleh 100 orang santri kelas XII. Sebelum dilakukan penyuluhan diberikan pre-test menggunakan instrumen berupa kuesioner. Video edukasi diputar pada saat penyuluhan dan dibagikan kepada para santri. Tahap Evaluasi Setelah 14 hari, tepatnya pada tanggal 5 April 2024 dilakukan post-test menggunakan kuesioner yang sama untuk mengukur peningkatan pengetahuan santri. Terhadap masing-masing hasil pre-test dan post-test dihitung rata-rata . rentang nilai terendah dan tertinggi. Selain itu, hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada kegiatan peningkatan pengetahuan pengobatan gastritis. Perbedaan pengetahuan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test . -value <0,. menunjukkan ketercapaian keberhasilan kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN Pada distribusi santri berdasarkan pengalaman yang terkena gastritis, sebagian besar santri pernah mengalami gastritis yaitu sebanyak 65 responden . %). Pengalaman dapat digunakan sebagai cara untuk memperoleh pengetahuan (Notoadmodjo, 2. Berdasarkan informasi terkait pengobatan gastritis terdapat 34 santri . %) yang pernah mendapatkan informasi mengenai pengobatan gastritis dan 66 santri . %) yang tidak pernah mendapatkan informasi mengenai pengobatan gastritis. Adapun informasi yang pernah didapatkan santri melalui media sosial dari instagram, facebook, dan yang berisi informasi terkait pengertian gastritis, gejala penyakit gastritis dan cara mencegah penyakit gastritis dan pendapat orang lain. Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber akan mempengaruhi tingkat LONTARA ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6. No. 1 Juni 2025 p-ISSN: 2721-2742 e-ISSN: 2747-2213 pengetahuan seseorang. Seseorang banyak memperoleh informasi maka ia cenderung mempunyai pengetahuan yang luas. Semakin sering orang membaca, pengetahuan akan lebih baik dari pada hanya sekedar mendengar atau melihat saja. Adapun untuk melihat hasil nilai dari peningkatan pengetahuan santri berdasarkan uji Wilcoxon disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengolahan Data Peningkatan Pengetahuan Pengobatan Gastritis Variabel Pengetahuan sebelum diberikan media audio visual Pengetahuan sesudah diberikan media audio visual Mean (MinimumMaksimu. P-Value 0,001 Berdasarkan hasil yang tertera pada Tabel 2 dapat diketahui nilai pengetahuan dari 100 santri kelas XII di Pondok Pesantren Nurul Falah Kabupaten Bangka Tengah yaitu untuk sebelum diberikan penyuluhan hasil tertinggi sebesar 75 dan hasil terendah sebesar 29 dengan rata-rata pengetahuan santri kelas XII sebelum diberikan audio-visual yaitu sebesar 50. Hasil untuk sesudah diberikan penyuluhan hasil tertinggi sebesar 96 dan hasil terendah sebesar 54 dengan rata-rata pengetahuan santri kelas XII sesudah diberikan audio visual yaitu sebesar 77. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan santri dari pre-test ke post-test. Pada kegiatan pengabdian ini jarak pre-test dan post-test dilakukan dengan rentang waktu selama 14 hari. Hasil penelitian Zantyka et al. , . terkait pengetahuan kesehatan yang menggunakan metode pretest-posttest dengan jarak 14 hari menyatakan adanya peningkatan pengetahuan pada responden. Menurut Notoadmodjo . ideal jarak pre-test ke post-test tidak terlalu pendek dan tidak terlalu lama, apabila terlalu pendek kemungkinan responden masih ingat pertanyaan-pertanyaan pada saat dilakukan pretest dan apabila terlalu lama kemungkinan terjadi perubahan variabel yang diukur. Terhadap seluruh item dalam kuesioner terdapat peningkatan jumlah jawaban benar. Hasil peningkatan pada setiap item kuesioner disajikan pada Gambar 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324 % Jawaban benar sebelum 8574173739324159519545868141603745143911 8 836760 % Jawaban benar setelah Gambar 1. Peningkatan Persentase Jawaban Benar pada Tiap Item Kuesioner Kuesioner yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari 6 kategori . nformasi umum gastritis. logo dan penggolongan obat. pengobatan secara farmakologi. pengobatan secara nonfarmakologi. samping obat. cara penyimpanan oba. dengan 24 pernyataan. Seluruh item kuesioner mengalami peningkatan persentase jawaban benar. LONTARA ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6. No. 1 Juni 2025 p-ISSN: 2721-2742 e-ISSN: 2747-2213 Menurut Fitri et al. , . penyuluhan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan seseorang. Penyuluhan juga merupakan salah satu media yang sering digunakan karena penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan. Selain itu, penyuluhan dengan penggunaan media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan seseorang mengenai pengobatan penyakit gastritis (Dinnisa, 2. Gambar 2. Tampilan Media Audio Visual Pengobatan Gastritis Media audio visual yang ditampilkan pada Gambar 2 diberikan kepada para santri melalui media sosial, yaitu Whatsapp dan juga disampaikan link https://youtu. be/h036kk5pLeU?si=zJDNLwCs_9HF7ZY apabila ingin mengakses melalui Youtube. Penyampaian video melalui platform Youtube dapat menjadi opsi dalam mensosialisasikan dan memberi edukasi kepada masyarakat sekaligus sebagai luaran dalam kegiatan pengabdian (Rahmawati et al. , 2. Media audio-visual merupakan media yang informatif dan sebagai sumber pengetahuan yang bersifat audio dan visual. Media video sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan karena menarik, mudah dimengerti, dan informatif (Aisah et al. , 2. Keuntungan media audio-visual dibandingkan media lainnya lebih praktis dan menghemat waktu karena media audio-visual dapat didengar kapan saja secara berulang-ulang. Pemberian media audio-visual menunjukkan hasil kenaikan pengetahuan yang signifikan. Kenaikan nilai pengetahuan pretest dan posttest menunjukkan bahwa media audio-visual yang diberikan efektif. Penelitian yang dilakukan oleh Wijayanti et al. , . mengenai penyuluhan remaja menggunakan media audio visual juga menunjukkan hasil nilai p-value 0,001<0,05 artinya media audio-visual dapat meningkatkan pengetahuan seseorang. Media audio visual dapat meningkatkan pengetahuan karena memiliki daya tarik tersendiri dan lebih efektif sebagai ilmu pengetahuan dibandingkan media lain. Media audio visual yang diberikan juga dilengkapi dengan ilustrasi gambar dan suara yang memudahkan santri Pondok Pesantren Nurul Falah untuk memahami pesan yang ingin disampaikan. Media audio visual dipilih dengan tujuan agar dapat memberikan informasi secara detail. KESIMPULAN Terdapat peningkatan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan penggunaan media audio visual terhadap pengetahuan santri kelas XII di Pondok Pesantren Nurul Falah Kabupaten Bangka Tengah mengenai pengobatan gastritis. Nilai siginifikansi yang didapatkan yaitu pvalue 0,001 (<0,. artinya penggunaan media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan LONTARA ABDIMAS Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6. No. 1 Juni 2025 p-ISSN: 2721-2742 e-ISSN: 2747-2213 UCAPAN TERIMA KASIH / PERSANTUNAN Terima kasih disampaikan kepada Pimpinan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang dan kepada Pengelola Pondok Pesantren Nurul Falah Kabupaten Bangka Tengah atas dukungan izin terhadap DAFTAR PUSTAKA