AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. PERAN BUDAYA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM Kamaruzzaman Email : azzam0072@gmail. Abstrak Budaya merupakan ciri khas cara hidup dari suatu bangsa atau daerah yang menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa. Setiap bangsa tentunya memiliki ciri khas yang berbeda-beda cara hidupnya. Sedangkan Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai agama Islam untuk membentuk prilaku dan akhlak manusia mendekatkan diri pada Allah SWT. Dengan pemanfaatan budaya yang ada dapat meningkatkan mutu pendidikan Islam. Faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam dengan peran pemanfaatan budaya yaitu ditinjau dari kondisi lingkungan lembaga seperti kepemimpinan, pendekatan fokus terhadap pelanggan, iklim lembaga, tim pemecahan masalah, dan pendidikan serta Peran budaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu pendidikan agama Islam diarahkan untuk menguatkan the bound civility . katan keberadaba. , untuk mewujudkan kerukunan, kedamaian dan tercipta kebersamaan hidup serta toleransi yang dinamis dalam membangun bangsa Indonesia yang bertuhanan Yang Maha Esa. Kata Kunci: Budaya. Pendidikan Islam. PENDAHULUAN Kesadaran ditanamkan sedalam mungkin ke dalam jiwa masyarakat, tentunya melalui jalur pendidikan. Di titik inilah, pendidikan berbasis kebudayaan adalah alat paling ampuh dalam rangka menanamkan kesadaran berkebudayan dengan karakter yang terdiri dari jati diri yang sesungguhnya dan melestarikan nilainilai kearifan lokal . ocal wisdo. Didalam pendidikan yang berorientasi menanamkan nilai-nilai kebudayaan, memiliki landasan argumentatif yang cukup kuat untuk terus didemonstrasikan. Ada dua alasan penting yang dapat diidentifikasi sehingga pendidikan tetap up to date untuk dikaji dalam kacamata kebudayaan. Pertama. KAMARUZZAMAN Al-Mabhats with CC BY-SA license. Copyright A 20, the author. AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. kebutuhan akan pendidikan memang pada hakikatnya krusial karena bertautan langsung dengan ranah hidup dan kehidupan Membincangkan pendidikan berarti berbicara kebutuhan primer manusia. Sebaliknya, menghindari wacana pendidikan budaya sama halnya dengan menghancurkan jati diri dan identitas suatu bangsa itu sendiri. Dampak buruk memisahkan dan menjauhkan manusia dari pendidikan budayanya sangatlah mudah terkontaminasi jati diri suatu bangsa, semisal terombang-ambingnya generasi muda karena kehilangan identitas budaya dan tergulung oleh arus informasi di era globalisasi yang menghapus jati diri. Kedua, pendidikan berbasis budaya juga merupakan wahana strategis bagi upaya perbaikan mutu kehidupan manusia, yang ditandai dengan meningkatnya level kesejahteraan, menurunnya derajat kemiskinan dan terbukanya berbagai alternatif opsi dan peluang mengaktualisasikan diri di masa depan. Tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa masyarakat yang sadar budaya akan bertransformasi menjadi masyarakat yang maju dan beradab. Hal ini adalah pertanda bahwa nilai-nilai kebudayaan yang berhasil tertanam dengan baik dalam jiwa masyarakatnya akan membuah hasil yang menjanjikan. Karenanya, pendidikan yang berperan besar dalam rangka menanamkan kesadaran budaya tersebut ikut menempati posisi penting pula. Pendidikan secara praktis tak dapat dipisahkan dengan nilainilai budaya. Dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan sendiri, secara proses mentransfernya melalui pendidikan yang efektif. Pendidikan dan kebudayaan, keduanya sangat erat sekali hubungannya karena saling melengkapi dan mendukung antara satu sama lainnya. Tujuan pendidikan pun adalah melestarikan Peran Budaya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. dan selalu meningkatkan kebudayaan itu sendiri, dengan adanya pendidikanlah kita bisa mentransfer kebudayaan dari generasi ke generasi selanjutnya. Pendidikan Islam yang berkembang dimasyarakat akan terasa sangat melekat di dalam diri seseorang jika disampaikan diiringi dengan kebudayaan yang ada dilingkungan sekitarnya. Pendidikan Islam yang terlahir memiliki nilai mutu yang baik ditengah-tengah masyarakat. Masyarakat dapat menemukan bahwa identitas kebudayaan itu sendiri berasal dari ajaran agama Islam. Dan dapat memilah Ae milah mana yang sebenarnya kebudayaan yang sesuai dengan pendidikan Islam yang merupakan kebudayaan sesungguhnya bagi umat muslim. Perkembangan pemikiran dan ekspektasi yang selalu meninggi dalam kualitas dunia pendidikan Islam di kalangan masyarakat melahirkan tuntutan mutu sekolah/madrasah yang lebih baik. Dari konteks tersebut, mengenai mutu memang bukanlah sebuah persoalan sederhana. Ada berbagai perspektif mengenai hakekat mutu pendidikan Islam yaitu mutu diidentifikasi sebagai adanya kecocokan kurikulum yang disusun sebuah lembaga pendidikan Islam dengan kebutuhan masyarakat . itness for us. Hal tersebut dapat dipahami bahwa mutu yang baik dimaknai sebagai sistem pendidikan yang dilaksanakan di lembaga pendidikan Islam menghasilkan alumni . dapat melestarikan dan mengembangkan kebudayaan masyarakat yang berdasarkan pendidikan agama Islam itu sendiri. Dari uraian di atas dapat kita telusuri bagaimana hubungan kebudayaan dengan pendidikan Islam dan bagaimana kebudayaan dapat meningkatkan mutu pendidikan Islam. Budaya KAMARUZZAMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Pengertian Budaya Ashley Montagu dan Cristper Dawson mengemukakan, kebudayaan diartikan sebagai way of life, yaitu cara hidup yang memancarkan identitas dari suatu bangsa. Sementara menurut Koentjoroningrat dalam Gering Supriyadi . 3: . , budaya adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan segala hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar. Budaya merupakan ciri khas cara hidup dari suatu bangsa atau daerah yang menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa, setiap bangsa tentunya memiliki ciri khas yang berbeda-beda cara hidupnya. Asal muasal budaya itu sendiri berasal dari hasil budi manusia, dalam berbagai bentuk hal dan menifestasinya, dikenal sepanjang sejarah sebagai milik satu bangsa yang fleksibel tidak kaku, akan tetapi selalu berkembang dan berubah dalam membina manusia untuk menyesuaikan diri dengan perubahanperubahan kondisi kultural dan tantangan zaman tradisional yang semakin modern. Artinya budaya bisa saja berubah-rubah sesuai tuntutan keadaan zaman akan lebih baik lagi budaya disesuaikan dengan bagaiman syariat Islam dijalankan. Manusia sebagai mahluk berakal selalu berupaya untuk melakukan perubahan-perubahan dalam kehidupan. Dengan sifatnya yang kreatif dan dinamis manusia terus berinovasi meningkatkan kualitas hidup yang semakin terus maju, ketika kondisi lingkungan yang mengendalikan kegiatan atau cara hidup manusia, maka dengan sifat manusia yang rasa ingin tahu yang begitu besar dan terus berkembang, sehingga makin lama daya rasa, cipta dan karsanya telah dapat mengubah setiap kondisi lingkungan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan dapat fleksibel dengan cara hidup manusia itu sendiri, maka posisi dapat terbalik menjadi kondisi lingkunganlah yang Peran Budaya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. dikendalikan oleh manusia. Akan tetapi budaya itu sendiri merupakan karya manusia yang mencakup diantaranya filsafat, kesenian, agama, penafsiran dan penilaian mengenai Manfaat Budaya Manfaat budaya sebagai jalan mengenal perilaku lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja. berikut urain manfaat budaya (Koentjaraningrat, 2002: . Sebagai bekal utama untuk pergaulan hidup. Sebagai sikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya. Mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku. Dapat menciptakan sifat kebudayaan yang universal dan Dapat mengenal lebih dalam tentang budaya yang terdapat di Negara yang kita cintai dengan melihat dari kesenian, bermacam-macam suku, adat istiadat, bahasa, budaya daerah dan budaya nasional. KAMARUZZAMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Mampu menciptakan hubungan yang harmonis antar manusia dan kelompok. Dengan adanya manfaat budaya tersebut, maka perubahan-perubahan yang ada di masyarakat dapat di antisipasi dengan baik. Manfaat-manfaat tersebut pula lah yang menjadikan kebudayaan Indonesia berbeda dengan kebudayaan di Negara-Negara lain. Dengan adanya budaya, hendaknya pola pikir manusia dalam bertindak dapat semakin maju dan berkembang, namun dapat juga menyaring hal-hal negative yang masuk sehingga tidak menjatuhkan nama baik Negara. Hal ini lah yang paling utama di jadikan sebagai tujuan mengapa ilmu budaya dasar wajib di pelajari dan di terapkan, terutama bagi generasi-generasi muda agar tidak salah dalam menyaring budaya budaya yang masuk di suatu negara. Mutu Pendidikan Islam Pendidikan secara etimologi disepadankan dengan istilah pedagogi, dari bahasa Yunani yang berasal dari asal kata paid artinya anak dan agogos artinya membimbing. pedagogi dapat diartikan sebagai ilmu dan seni mengajar anak (Juanda: 2. Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat . :AuPendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasanabelajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktifmengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, sertaketerampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Ay Dalam khazanah Islam, istilah pendidikan dikenal istilah tarbiyah, tahdzib dan taAlim (Muhaimin, 2008:. Istilah tarbiyah berakar dari kata rabba yang berarti mendidik, mengasuh dan Peran Budaya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Kata yang serumpun rabba yang memiliki arti memperbaiki, menambah atau berkembang (Achmadi, 2004: . Istilah taAlim merupakan masdar dari kata Aallama yang berarti pengajaran yang bersifat pemberian atau penyampaian pengetahuan dan ketrampilan (Ramayulis, 2008: . Sedangkan istilah taAdib yang lazimnya diterjemahkan dengan pendidikan sopan santun, tata karma, adab, budi pekerti, moral, etika dan akhlak (Abuddinnata, 2010: . Kemudian Muhammad Fadhil Al-Jamali dalam Abudinnata. 0: . , memberikan pengertian pendidikan islam sebagai upaya mengembangkan, mendorong, serta mengajak manusia untk lebih maju dengan berlandaskan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia, sehingga terbentuk pribadi yang lebih sempurna, baik yang berkaitan dengan akal, perasaan, maupun perbuatan. Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai agama Islam untuk membentuk prilaku dan akhlak manusia mendekatkan diri pada Allah SWT. Pendidikan yang berkualitas yaitu pendidikan yang memiliki mutu. Menurut Oemar Hamalik . 9: . Pengertian mutu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu segi normatif dan segi Normatif yaitu mutu ditentukan berdasarkan pertimbangan . uru sebagai pendidik yang sesuai dengan standar idea. dan ekstrinsik . nstrumen untuk mendidik, lembaga penyelenggar. Sedangkan deskriptif yaitu mutu ditentukan berdasarkan keadaan hasil tes prestasi belajar. Menurut Syafarudin dan Irwan Nasution . 2: . komponenkomponen dari mutu pendidikan dilihat dari sebagai berikut. Kepemimpinan, . Pendekatan fokus terhadap pelanggan, . Iklim organisasi, . Tim pemecahan masalah, dan . Pendidikan dan latihan KAMARUZZAMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Dalam lembaga pendidikan Islam, contonya di lingkungan pesantren dan madrasah merupakan motivator, event Organizer, bahkan penentu arah kebijakan lembaga pendidikan Islam yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Untuk mewujutkan hal tersebut maka pihak lembaga pendidikan Islam yang efektif adalah harus memiliki pemimpin yang memenuhi kriteria sebagai berikut: (Syafarudin dan Irwan Nasution, 2002: . Mampu guru-guru melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, lancar dan produktif Dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif dalam rangka mewujutkan tujuan sekolah dan Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pengawai lain di Bekerja dengan Tim manajemen. Berhasil mewujutkan tujuan sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan. Lembaga pendidikan harus membina hubungan yang baik terhadap pelanggan atau stakeholder lembaga pendidikan tersebut seperti masyarakat, lembaga yang menaungi ataupun lembaga-lembaga lainnya yang terlibat dalam kerjasama dengan lembaga pendidikan tersebut. Hal tersebut salah satu untuk mencari informasi bagaimana lembaga dapat memberikan pelayanan terbaik dan fokus terhadap stakeholder lembaga Peran Budaya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Pembinaan hubungan yang baik agar tercipta daya dukung dalam mencapai tujuan lembaga. Iklim organisasi merupakan kondisi dari organisasi atau lembaga pendidikan baik kondisi internal ataupun kondisi Budaya masyarakat merupakan salah satu iklim eksternal lembaga. Kebudayaan yang tercipta dimasyarakat dapat diadaptasi dan diangkat sebagai sarana penyampaian pendidikan Islam. Adanya tim pemecah masalah dalam organisasi atau lembaga pendidikan sebagai sarana penampungan aspirasiaspirasi stakeholder, sebagai tim pemberi solusi dalam pemecahan permasalahan lembaga pendidikan tersebut. Pendidikan dan pelatihan-pelatihan yang diadakan lembaga pendidikan dalam membangun mutu pendidikan Islam dengan pemanfaatan dan peranan budaya masyarakat yang ada. Pelatihan-pelatihan tersebut dapat dengan menerapkan pembiasaan-pembiasaan menurut ajaran agama Islam baik diterapkan kepada guru dan peserta didik. PEMBAHASAN Hubungan budaya dengan pendidikan Islam Dalam sejarah umat manusia, hampir tidak ada kelompok manusia yang tidak menggunakan pendidikan sebagai alat pembudayaan dan peningkatan kualitasnya. Secara alamiah kodrati manusia tidak bisa hidup tanpa proses pembelajaran dan pendidikan serta menjadi amat penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, pendidikan merupakan produk kebudayaan manusia dan pendidikan menjadi bagian dari kebudayaan. KAMARUZZAMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Nilai-nilai budaya yang diwariskan merupakan unsur luar yang masuk ke dalam diri manusia, sementara dalam diri manusia ada unsur yang menonjol keluar seperti perkembangan potensi yang dimiliki manusia. Tugas utama pendidikan adalah berusaha mewariskan nilai-nilai budaya tersebut, sesuai dengan potensi dan lingkungan pada individu dan masyarakat. Hasan Langgulung . 8: . , menyatakan sulit dibayangkan bahwa seseorang tanpa lingkungan yang memberi corak kepada watak dan kepribadian, sebab "lingkungan" inilah yang berusaha mewariskan nilai-nilai budaya yang dimilikinya dengan tujuan memelihara kepribadian dan identitas budaya tersebut sepanjang zaman. Sebab budaya dan peradaban bisa juga mati, apabila nilai-nilai, norma-norma dan berbagai unsur lainnya yang dimiliki berhenti dan tidak berfungsi, artinya tidak atau belum sempat mewariskan nilai-nilai tersebut pada generasi penerus untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Apabila kita memperhatikan budaya dan peradaban Islam, terdapat warisan Islam yang luar biasa daya dorongnya bagi peradaban ummat manusia yaitu al-Qur'an. Semangat memajukan peradaban digemakan oleh al-Qur'an, maka dapat dikatakan bahwa visi kultural menempati takaran yang besar. Apabila daya intelektual merupakan salah satu inti pencetus kebudayaan dan ilmu pengetahuan merupakan pusat kekuatan kebudayaan dari zaman ke zaman, maka keduanya menjadi muatan al-Qur'an yang amat berbobot. Pandangan al-QurAoan tentang kebudayaan, yaitu kebudayaan sebagai proses adalah meletakan kebudayaan sebagai Aueksistensi hidup manusiaAy, kebudayaan adalah suatu kegiatan total dari manusia, yang meliputi kegiatan akal yaitu AupemikiranAy dan AuzikirAy serta kesatuan dalam perbuatan (AsyAoarie,1992: . Peran Budaya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. Dari pandangan di atas, dapat dikatakan bahwa perdaban dan budaya Islam bermula dari turunnya wahyu yang kemudian disosialisasikan kepada individu dan masyarakat pengikutnya sehingga menjadi nilai-nilai dan norma-norma yang dianut dan diterapkan dalam tradisi kehidupan. Dari tradisi inilah mulai terbentuknya suatu kelompok manusia yang disebut ummah Islam yang terikat dengan aqidah, syariat, dan akhlak Islam yang terkandung dalam al-Qur'an dan Sunnah Nabi sebagai prinsip pokok yang dianut dan senantiasa disosialisasikan serta dikembangkan dalam kehidupan umat Hal tersebut mencerminkan bahwa pendidikan berfungsi untuk mewariskan ajaran-ajaran Islam dengan berbagai nilai-nilai kebudayaan dan peradaban ke dalam kehidupan individu dan masyarakat, yang senantiasa tumbuh dan berkembang sebagai nilai-nilai dan simbol-simbol tingkah laku dan menjadi panutan dan sebagai pola-pola kebudayaan dalam kehidupan. Pendidikan sesungguhnya merupakan produk dari kebudayaan manusia sendiri dan pendidikan menjadi bagian dari kebudayaan. Rancangan suatu pendidikan dalam kehidupan masyarakat sepenuhnya ditentukan oleh tingkat perkembangan dan kemajuan dari kebudayaan masyarakat itu Lebih lanjut. Musa AsyAoarie . 9: . , mengatakan bahwa Aupendidikan pada masyarakat yang tingkat kebudyaan masih dipengaruhi oleh pandangan mistis, tentu akan berbeda dengan pendidikan dalam masyarakat kebudayaan industrial dan tentu akan berbeda pula pendidikan di tingkat kebudayaan pasca industrial. Oleh karena itu, pendidikan berusaha untuk mengalihkan corak dan arus kebudayaan yang berlangsung. KAMARUZZAMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. berusaha memperbaharui dan mengembangkannya untuk kemajuan manusia. Dalam perkembangan suatu masyarakat, pendidikan semula menjadi bagian dari kebudayaan, telah berfungsi menjadi suatu pusat dari pengembangan kebudayaan, dan melalui kualitas proses pendidikan, tingkat kebudayaan suatu masyarakat dapat ditentukan kualitasnya. Maka dalam strategi penerusan, pembaruan dan pengembangan kebudayaan Islam, pendidikan menjadi bagian fundamental, sehingga dalam merancang strategi kebudayaan Islam pada hakekatnya adalah merancang suatu pendidikan. Dalam hubungan ini, (AsyAoarie,1992: . pendidikan Islam pada hakekatnya adalah pendidikan yang bercorak tauhid, baik dalam dataran kosmologis, epistemologis, metodologis maupun teologis. Kosmologis Pendidikan Islam, yang berkembang selama ini, pada umumnya diruang-waktukan pada dikotomi duniaakhirat. Ruang dunia dikategorikan dengan ruang pendidikan umum dan ruang akhirat diketegorikan ruang pendidikan Sedangkan ruang akhirat adalah ruang spritual yang ada di balik kehidupan dunia ini, dalam waktu besok yang sangat jauh yaitu kehidupan setelah kematian. Pendidikan Islam diidentikan dengan ruang akhirat yang berfokus pada pendidikan agama untuk membekali kehidupan akhirat. Epistemologis dalam Pendidikan Islam yaitu pendidikan sebagai pusat pengembangan kebudayaan merupakan pusat kajian dan pengembangan ilmu-ilmu dalam Islam. Metodologis dalam Pendidikan Islam yaitu metode AumembacaAy, yang mengandung pengertian adanya penegasan atas posisi spritualnya dalam kegiatan membaca, sehingga dapat Peran Budaya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. menangkap sisi gaib yang menjadi bagian fundamental dari realitas yang ada. Teologis dalam Pendidikan Islam yaitu tujuan pendidikan Islam mencetak lahirnya khalifah-khalifah Allah di muka bumi sebagai subjek kreatif dalam berbagai aspek dan lapangan kehidupan manusia meliputi bidang sosial, politik, ekonomi, budaya, hukum dan agama. Jadi khalifah di muka bumi ini, bertugas untuk memakmurkan, menciptakan kesejahteraan, kedamaian dan keselamatan bersama melalui karya kreatif sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya dan menghindarkan diri dari perbuatan yang merusak kehidupan di muka bumi ini. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tugas adalah:Pertama, menggambarkan corak dan arus kebudayaan yang sedang Kedua, pendidikan berusaha untuk memperbarui, mengubah dan mengembangkan kebudayaan agar mencapai kemajuan baik individual maupun masyarakat. Kedudukan dan fungsi pendidikan adalah sebagai pusat pengembangan kebudayaan, pusat kajian, dan pengembangan ilmu-ilmu untuk mencapai kemajuan. Maka dalam hubungannya dengan pendidikan Islam, perlu dirumuskan kemudian adalah konsep ilmu-ilmu dalam Islam dan jika pendidikan Islam bercorak tauhid, maka konsep tauhid diimplementasikan dalam konsep ilmu-ilmu yang akan dikembangkan dalam penyelenggaraan pendidikan Islam. Peranan Budaya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam Dakam konteks kebudayaan, agama dipahami sebagai suatu sistem keyakinan dan tindakan yang diwujudkan oleh KAMARUZZAMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. suatu kelompok atau masyarakat dalam menginterpretasikan dan memberikan tanggapan terhadap apa yang dirasakan dan diyakini sebagai gaib dan suci (Mudjahirin, 2006: . Agama sebagai sistem keyakinan dapat menjadi bagian dalam sistem nilai yang ada dalam kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan, menjadi pendorong sekaligus pengendali bagi tindakantindakan anggota masyarakat tersebut agar tetap sesuai dengan nilai-nilai agama dan kebudayaannya(Suparlan, 1. Sebagai sistem normatif, agama dapat berpengaruh kuat terhadap sistem kebudayaan. Menurut Clifford Geertz . 3: . , agama dalam kebudayaan dapat berfungsi sebagai: . sistem simbolik yang berfungsi dalam mengatur keputusan tindakan manusia. untuk memantapkan, meresapkan perasaan-perasaan, motivasi-motivasi secara kuat, menyeluruh dan bertahan lama dalam diri manusia. dengan cara memformulasikan konsepsi-konsepsi keteraturan kehidupan dan . menyelimuti konsepsi-konsepsi tersebut dengan aura . sehingga perasaan-perasaan dan motivasi-motivasi tersebut tampak bersifat nyata. Berdasarkan pandangan di atas, sesungguhnya agama dengan sistem normatifnya mengatur seluruh bidang kehidupan manusia. Dalam konteks pendidikan nasional, fungsi dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana dijelaskan pada bab II pasal 3 UU Sisdiknas 2003 sebagai berikut: AyPendidikan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat. Peran Budaya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ay Jika dicermati ketentuan pasal di atas, tampak bahwa pendidikan nasional merupakan strategi dalam mewujudkan kebudayaan dan peradaban bangsa Indonesia yang bermartabat. Indikator watak dan peradaban bermartabat itu sendiri tentunya adalah ketika terbentuk gererasi yang betulbetul menghargai dan menghormati sistem nilai kebudayaan bangsanya. Pada bagian lain, tujuan pendidikan nasional yang berorietasi pada pengembangan potensi anak menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa mengindikasikan Aunilai agamaAy mempunyai kedudukan penting, menjadi bagian dari watak dan peradaban bangsa Indonesia. Oleh karena itu salah satu strategi dalam mengembangkan kebudayaan dan peradaban bangsa Indonesia yang AureligiusAy, pemerintah menetapkan pendidikan agama sebagai sub sistem pendidikan nasional, yang dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak Dalam konteks kebudayaan, pendidikan agama dapat dipahami sebagai proses pembudayaan untuk mentahbiskan seseorang mampu hidup dengan mempunyai pandangan hidup, sikap hidup dan ketrampilan hidup sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya dalam suatu budaya tertentu. Oleh karena itu pendidikan agama dapat dikatakan sebagai strategi kebudayaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Menurut Muhaimin . 8: . , pendidikan . Islam tidak saja diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam dari peserta didik, yang di samping untuk membentuk KAMARUZZAMAN AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. kesalehan personal, sekaligus membentuk kesalehan sosial. Kesalehan personal tersebut diharapkan dapat berimplikasi pada kesalehan sosial, artinya mampu menjaga hubungan baik dengan masyarakat, baik yang seagama ataupun yang tidak seagama, serta dalam berbangsa dan bernegara sehingga dapat terwujud persatuan dan kesatuan nasional bahkan ukhuwah Selanjutnya ia juga menyatakan bahwa, masyarakat yang plural, seperti Indonesia membutuhkan ikatan keadaban . he bound of civilit. Artinya, pergaulan antara satu sama lain yang diikat dengan suatu A civilityA . Ikatan ini pada dasarnya dapat dibangun dari nilai-nilai universal ajaran agama. Berdasarkan pandangan di atas, maka peran budaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu pendidikan agama Islam diarahkan untuk menguatkan the bound civility ( ikatan keberadaba. , untuk mewujudkan kerukunan, kedamaian dan tercipta kebersamaan hidup serta toleransi yang dinamis dalam membangun bangsa Indonesia. Salah satu instrument penting yang menentukan pendidikan agama mampu atau tidaknya berfungsi menjadi agen the bound civility, adalah bagaimana guru agama mampu membelajarkan pendidikan agama yang difungsikan sebagai panduan dalam kehidupan masyarakat yang pluralis dan bagaimana guru agama mampu mengangkat dimensi-dimensi konseptual dan substansial dari ajaran agama seperti kejujuran, keadilan, kebersamaan, kesadaran akan hak dan kewajiban, diaktualisasikan dan direalisasikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang pluralis. Sedangkan meningkatkan mutu pendidikan Islam dengan peran Peran Budaya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam AlJurnalAePenelitian Mabhats Sosial Agama Vol. 5 No. pemanfaatan budaya yaitu ditinjau dari kondisi lingkungan lembaga seperti kepemimpinan. Pendekatan fokus terhadap pelanggan, iklim lembaga yang meliputi iklim lingkungan sekitar dan situasi kerja, memiliki tim pemecahan masalah, dan adanya pendidikan dan latihan bagi guru-guru dalam menerapkan kebudayaan lokal dalam meningkatkan keimanan dalam diri peserta didik. KESIMPULAN Kebudayaan merupakan karya manusia yang mencakup diantaranya filsafat, kesenian, kesusastraan, agama, penafsiran dan penilaian mengenai lingkungan. Kemudia budaya juga bermanfaat untuk perubahan-perubahan yang ada di masyarakat dapat di antisipasi dengan baik. Manfaatmanfaat tersebut pulalah yang menjadikan kebudayaan Indonesia berbeda dengan kebudayaan di Negara-Negara lain. Dimana kedudukan dan fungsi pendidikan adalah sebagai pusat pengembangan kebudayaan, pusat kajian, dan pengembangan ilmu-ilmu untuk mencapai kemajuan. Pendukung paling utama dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam dengan peran pemanfaatan budaya yaitu ditinjau dari kondisi lingkungan lembaga seperti kepemimpinan, pendekatan fokus terhadap pelanggan, iklim lembaga, tim pemecahan masalah, dan pendidikan serta pelatihan. Maka peran budaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu pendidikan agama Islam diarahkan untuk menguatkan the bound civility ( ikatan KEPUSTAKAAN