Jurnal E-Bis:Ekonomi Bisnis Vol. 9 No. https://jurnal. politeknik-kebumen. id/index. php/E-Bis p-ISSN : 2580-2062 e-ISSN : 2622-3368 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Pada Sektor Makanan Dan Minuman Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 Manajemen. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Indonesia *Email:arifdwimaulidin@gmail. com1, d. prapanca@umsida. setiyono@umsida. Doi: https://doi. org/10. 37339/e-bis. Diterbitkan oleh Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Info Artikel Diterima : 2025-02-24 Diperbaiki : 2025-03-05 Disetujui : 2025-03-10 ABSTRAK Pandemi covid memberikan dampak terhadap pasar saham, sehingga terdapat fluktuasi nilai perusahaan yang terdaftar di bursa saham. Fluktuasi nilai perusahaan ini dikarenakan adanya keputusan menjual dan membeli dari investor menggunakan data laporan keuangan. Penelitian ini ingin mengkonfirmasi teori signaling pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar pada BEI pada tahun 2019-2023 dengan menggunakan variabel likuiditas, leverage dan profitabilitas. Penelitian ini termasuk peneliatian kuantitatif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Variabel nilai perusahaan dinilai menggunakan TobinAos Q, likuiditas menggunakan Current Ratio (CR), leverage menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) dan profitabilitas menggunakan Return on Asset (ROA). Hasil penelitian likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci : Likuiditas. Leverage. Profitabilitas. Nilai Perusahaan ABSTRACT The Covid pandemic has had on impact on stock market, so that there are fluctuations in the value ofcsompanies listed on the stock exxhenge. These company value fluctuations are due to buying and selling decisions from investors using financial report data. This research aims to confirm the signaling theory in food and beverage companies listed on the IDX in 2019-2023 using liquidity, leverage and profitability This research includes quantitative research using a purposive sampling method. The firm value variable is proxied by Tobin's Q, liquidity is proxied by Current Ratio (CR), leverage is proxied by Debt to Equity Ratio (DER) and profitability is proxied by Return on Assets (ROA). The results of the liquidity research have no effect on company value, leverage has no effect on company value, profitability has an effect on company value. Keywords: Likuidity . Leverage. Profitability. Company value Alamat Korespondensi Jl. Letnan Jenderal Suprapto No. 73 Kebumen. Jawa Tengah. Indonesia 54311 PENDAHULUAN Pandemi Covid 19 mempengaruhi pada aspek kehidupan di seluruh dunia, tidak hanya sektor kesehatan sektor ekonomi dan bisnis sangat terpukul karena pandemi ini. Pandemi covid 19 ditemukan pertama kali di Indonesia pada maret 2020 dan ditetapkan menjadi pandemi melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 (Yahya, 2. Pandemi Covid Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 menyebabkan terbatasnya akses bisnis seperti penetapan lockdown, penutupan swalayan, hingga pembatasan impor dan ekspor yang dilakukan di Indonesia. Hal ini menimbulkan ketidakpastiaan terhadap usaha-usaha yang dilakukan khususnya di Indonesia. Karena ketidakpastian ekonomi tersebut mengakibatkan banyak investor yang panic sehingga menjual harga saham secara bersaman sehingga dampak Indeks Harga Saham Gabungan di Indonesia (IHSG) pada saat itu selalu turun (Evandarius, 2. Nilai perusahaan ialah suatu gambaran didalam perusahaan/industri yang dinilai oleh masyarakat umum. Gambaran tersebut dinilai dari naik turunnya harga saham perusahaan yang diperjual belikan di sekuritas. Harga saham menggambarkan keputusan-keputusan yang diambil manajemen yang mempengaruhi arah perusahaan sehingga dapat disimpulkan bahwasanya nilai perusahaan merupakan akibat manajemen (Aldi. Erlina, & Amalia, 2. Nilai perusahaan yang tinggi membuat investor percaya terhadap prospek kinerja perusahaan di masa yang akan datang begitupula sebaliknya nilai perusahaan yang rendah akan membuat investor ragu terhadap kinerja perusahaan dikemudian hari (Tanjung & Fuadati, 2. Nilai perusahan dapat diukur melalui TobinAos Q. TobinAos Q menunjukan kemungkinan yang akan terjadi pada pasar keuangan saat ini yang berkaitan dengan nilai harapan hasil pengembalian setiap berinvestasi. TobinsAos Q yang baik bernilai satu yang berarti perusahaan sudah baik dalam hal menghasilkan nilai perusahaan (Widhiastuti & Anggraini, 2. Nilai perusahan erat kaitannya dengan teori signal (Signaling Theor. Signaling teori adalah perusahaan menggunakan informasi untuk mengirimkan sinyal kepada pasar yang diharapkan investor akan meresponnya dengan melakukan transaksi jual beli saham (Rohmatulloh, 2. Terdapat banyak sinyal yang dikirmkan oleh manajer kepada investor di pasar saham salah satunya menggunakan laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan tahunan perusahaan berisi tentang rasio-rasio yang digunakan untuk pengambilan keputusan investor antara lain rasio likuiditas, leverage, profitabilitas dan lainnya. Rasio-rasio ini berisi tentang harapan dan resiko perusahaan di masa yang akan datang. Likuiditas adalah kemampuan suatau perusahaan untuk membayar pinajaman pada saat jatuh tempo, khususnya pinjaman yang berjangka waktu kurang dari 1 tahun atau disebut kewajiban jangka pendek / kewajiban lancar. Perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban tersebur tentunya disukai oleh investor sehingga nilai perushaan akan meningkat (Setyadi & Iskak, 2. Berbeda dengan penelitian sebelumnya Ferdila. Mustika, and Martina . menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara likuidtias dengan nilai peusahaan lebih lanjut Ferdila et al. Rasio lancar yang tinggi tidak hanya digunakan perusahaan dalam pembayaran utang jangka pendek melainkan kegiatan bisnis yang lain seperti pengembangan usaha,pembayaran biaya dan utilitas perusahaan, serta biaya-biaya lain yang timbul dari aktivitas bisnis. Selain likuiditas, leverage termasuk faktor yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui porposi hutang perusahaan yang digunakan untuk menjlankan aktivitas perusahaan. Leverage yang tinggi mengartikan resikonya juga tinggi, dikarenakan perusahaan memiliki aset yang didapatkan dari hutang, sehingga saat perusahaan terdapat gagal bayar aset perusahaan tersebut akan disita (Valentini. Putri. Celia, & Ovami, 2. Hal ini mengakibatkan investor akan berpikir ulang dalam menginvestasikan dananya. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Tanjung and Fuadati Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 . yang menghasilkan leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Tanjung and Fuadati . menjelaskan bahwa investor tidak akan melihat perusahaan dari Debt Equity Ratio (DER) karena DER hanya menunjukan kemampuan perusahaan untuk menutupi semua hutangnya dengan modal sendiri, investor lebih cenderung melihat dari segi profitabilitas Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Mahmood . yang memberikan hasil bahwa DER tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Investor merasa tidak penting menilai nilai perusahan melalui tingkat leverage perusahaan dikarenakan setiap perusahaan pasti akan berusaha menghasilkan laba tanpa memilih menggunakan dana dari pihak manapun. Profitabilitas ialah rasio yang menilai efektifitas perusahaan dalam mencari laba/profit. Rasio profitabilias yang meningkat menandakan bahwa semakin efektif perusahaan untuk mencari laba perusahaan. Tanjung and Fuadati . menjelaskan bahwa profit dalam perusahaan akan membuat investor tertarik dan percaya terhadap kemungkinan harapan perusahaan yang akan mempengaruhi return saham yang akan didapat oleh investor. Penelitian yang dilakukan oleh Ardian and Wahyudi . menjelaskan pada perusahaan LQ45 profitabilitas menjadi faktor yang paling diperhatikan oleh investor dalam menilai suatu Penelitian yang dilakukan oleh Borges and Wulandari . memberikan hasil yang serupa yaitu pada perusahaan manufaktur yang meyatakan bahwa investor secara aktif melakukan respon informasi profit yang diakui oleh perusahaan. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Pratama. Prapanca, and Sriyono . yang dilakukan pada perusahaan subsektor otomotif dan komponen menjelaskan bahwa laba yang diproksikan dari Return On Aset memberikan pengaruh terhadap harga saham pada peusahaan-perusahaan yang diteliti. Berdasarkan uraian yang berhubungan dengan likuiditas, leverage, profitabilitas, dan nilai perusahaan tersebut peneliti akan menguji kembali perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang makanan dan minuman yang listing pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun Alasan penenliti memilih objek tersebut adalah pada periode tersebut terdapat periode sebelum Covid . , pada saat covid . ahun 2020 sampai dengan 2. hingga penetapan status endemi . Peneliti menilai covid sangat mempengaruhi nilai perusahaan dikarenakanan aktivitas perusahaan yang terganggu mengakibatkan ketidakstabilan kegiatan perusahaan dan meningkatkan resiko yang akan ditanggung perusahaan dan investor di kemudian hari. Aktivitas perusahaan yang terganggu antara lain selama pandemi Covid pada sektor makanan dan minuman mengalami penurunan pada penjualan (Putri, 2. Lebih lanjut pandemi juga mempengaruhi pesanan barang jadi, tingkat produksi, jumlah karyawan, kecepatan penerimaan input barang pesanan, dan volume persediaan barang jadi (Sianipar. Kotel, & Pratama, 2. Penelitian yang dilakakukan Pagiling. Pagalung, and Darmawati . menyatakan hal yang sama bahwa rasio aktivitas dan profitabilitas perusahaan menurun selama pandemi covid. Penelitian tentang dampak covid ini sangat penting dikarenakan kita dapat mempersiapkan jika terjadi pandemi lain di kemudian hari khususnya pada sektor manufaktur dibidang makanan dan minuman yang memiliki peran vital karena sektor tersebut ialah sektor yang unggul dibandingkan sektor lain (Zahro. Hidayati, & Habib, 2. Berbeda dengan penelitian sebelumnya mengenai nilai perusahaan yang kebanyakan memakai proksi Price Book Value (PBV) dalam memperhitungkan nilai perusahaan, penelitian ini memakai proksi TobinAos Q. Alasan peneliti menggunakan proksi tersebut dikarenakan TobinsAoQ memperhitungkan aktiva/aset tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan sehingga Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 mencerminkan keseluruhan aset perusahaan. Selain itu penggunaan TobinAos Q dapat melihat analisis prospek atau spekulasi perusahaan karena pada proksi TobinAos Q kenaikan dan penurunan aktiva diperhitungkan sebagai pembagi berbeda dengan PBV yang hanya menghitung nilai-nilai buku dan tidak memperhitungkan hutang perusahaan. Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan disertai dengan beberapa hasil dari peneliti terdahulu, peneliti ingin menguji kembali pengaruh likuiditas, leverage, profitabilitias terhadap nilai perusahaan. Peneliti mengangkat judul AuFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan pada Sektor Makanan dan MinumanAy. Adanya hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan kedepannya serta memberi informasi baru untuk perusahaan maupun calon investor perusahaan. KAJIAN PUSTAKA Teori Signal (Signaling Theor. Signaling teori adalah perusahaan menggunakan informasi untuk mengirimkan sinyal kepada pasar yang diharapkan investor akan meresponnya dengan melakukan transaksi jual beli saham (Rohmatulloh, 2. Sinyal tersebut berupa suatu tindakan yang telah dikerjakan kepada manajemen, sehingga dapat merealiasikan harapan yang diinginkan pemiliknya (Fitri & Sabana, 2. Terdapat banyak sinyal yang dikirmkan oleh manajer kepada investor di pasar saham salah satunya menggunakan laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan tahunan perusahaan berisi tentang rasio-rasio yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investor antara lain rasio likuiditas, leverage, profitabilitas dan lainnya. Rasio-rasio ini berisi tentang harapan dan resiko suatu keputusan yang harus diambil perusahaan kedepannya. Investor merespon bahwasanya informasi dari manajemen berupa transakasi jual beli saham yang dapat mengakibatkan harga saham naik dan turun sehingga nilai perusahaan dapat Manajemen akan menggupayakan memberikan suatu informasi yang baik dapat membuat daya tarik investor untuk membeli harga suatu saham dan selanjutnya nilai perusahaan akan meningkat terkait naiknya harga saham dalam perusahaan. Begitupun sebaliknya jika terdapat informasi buruk dari laporan keuangan atau laporan non keuangan investor akan meresponnya dengan menjual sahamnya, sehingga perusahaan mengalami penurunan harga yang mengakibatkan suatu nilai perusahaan turun. Likuiditas Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar suatu pinjaman pada saat jatuh tempo, pinjaman tersebut ialah kewajiban jangka pendek . urang dari 1 tahu. atau biasa disebut kewajiban lancar (Kasmir, 2. Likuiditas dikatakan baik jika meliki rasio 200 % atau 2: 1 yang artinya total harta lancar perusahaan 2 kali lipat dibandingkan dengan hutang perusahaan likuiditas memiliki signifikan 0,465 dan beta -0,036 berarti likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Semakin likuid perusahaan maka resiko yang diambil investor semakin kecil dikarenakan perusahaan mampu membayar kewajiban yang akan jatuh tempo (Wicaksono. Asyik, & Wahidahwati, 2. Indikator yang dipakai dalam penelitian ini adalah rasio lancar alasannya rasio lancar dapat digunakan untuk mengukur seluruh total kekayan perusahan yang lancar . yang tersedia dalam perusahaan baik untuk memenuhi operasional perusahaan maupun untuk membayar kewajiban jangka pendeknya Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 Rasio lancar atau current ratio menunjukan apakah tuntunan dari kreditur jangka pendek dapat dipenuhi oleh aset yang diperkirakan dapat dengan mudah diungkan dalam periode yang sama dengan tanggal jatuh tempo utangnya. Current rasio yang rendah biasanya dianggap menjadi masalah dalam likuiditas aset perusahaan sebaliknya suatu perusahaan yang memiliki rasio lancar tinggi juga kurang bagus dikarenakan terdapat banyak dana yang menganggur yang tidak digunakan untuk operasional perusahaan sehingga bisa disimpulkan mengurangi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Rasio lancar merupakan rasio untuk menguruk kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain seberapa banyak kewajiban jangka pendek yang mampu ditutupi oleh aset lancar yang dimiliki perusahaan. Rasio lancar dapat digunakan untuk mengukur tingkat keamanaan . argen sedet. yang dimiliki oleh suatu Perhitungan rasio lancar dilakukan dengan cara membandingkan antara total aset lancar dengan total utang lancar (Kasmir, 2. Menurut Kasmir . Rasio lancar dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: yaycycycyceycuyc ycIycaycycnycu . aycI) = Aset Lancar . aycycycyceycuyc yaycycey. Utang Lancar (Current Liabiitie. Leverage Leverage atau bisa disebut rasio solvabilitas merupakan rasio yang menilai proposi perolehan aset perusahaan melalui hutang perusahaan (Kasmir, 2. Rasio leverage juga dapat dipahami sebagai kemampuan suatu perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya jika perusahaan tersebut dibubarkan . Tingginya leverage perusahaan menunjukan resiko keuangan yang lebih besar. Risiko tersebut yaitu perusahaan akan lebih sulit untuk mendapatkan tambahan pinjaman dikarenakan kekawatiran pemberi pinjaman akan resiko gagal bayar dan perusahaan tidak dapat menutupi pinjamannya dengan kekayaan yang dimiliki oleh perusahan. Didalam penelitian ini peneliti memilih untuk menggunakan Debt Equity Ratio (DER). Alasan peneliti mememilih menggunakan DER adalah karena DER dapat memberitahukan tingkat keseluruhan resiko investor dalam memutuskan untuk menginvestasikan dana ke perusahaan. DER dipilih dikarenakan sesuai dengan penelitian yang menilai saham biasa sebagai salah satu variabel yang diiteliti, karena pemegang saham biasa akan dibayarkan/dibagikan pembagian saham terakhir setelah semua hutang/kewajiban perusahaan sudah dibayarkan ke kreditur dan investor lainnya. Menurut Kasmir . rumus yang digunaakan unruk mengetahui Debt Equty Ratio (DER) adalah sebagai berikut : yayceycayc ycycu yaycycycnycyc ycIycaycycnycu . ayaycI) = Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. Total Utang. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 Profitabilitas Rasio profitabilitas ialah rasio yang mengukur kemampuam perusahaan untuk mendapatkan suatu laba . / Rasio ini disebut juga dapat mengukur efektifitas manajemen dalam menjalankan perusahaan. Pengukuran efektifitas manajemen dapat dilihat dari perbandingan antara laba yang dihasilkan oleh manajemen dibandingkan denganinvestasi yang sudah dilakukan oleh investo. Kenaikan dan penurunan rasio profitabilitas dapat digunakan untuk menilai prospek keuangan perusahaan dimasa mendatang penilaian tersebut antara lain dapat digunakan untuk memutuskan menambah produksi perusahan, menghemat biaya yang dikeluarkan, bahkan rasio profitabilitas dapat digunakan untuk mengestimasi keputusan untuk merubah produk yang selama ini dihasilkan oleh perusahaan. Semakin baiknya rasio profitabilitas . mengartikan bahwa perusahaan dalam keadaan bagus. Dalam penelitian ini yang digunakan untuk mengetahui rasio profitabilitas ialah Return On Asset (ROA). Menurut Kasmir . rumus yang digunakan mengetahui Return On Asset (ROA) adalah : Laba setelah pajak ycIyceycycycycu ycCycu yaycycyceyc . cIycCy. = Total Aset Nilai Perusahaan Nilai perusahaan ialah suatu gambaran didalam perusahaan/industri yang dinilai oleh masyarakat umum. Gambaran tersebut dinilai dari naik turunnya harga saham perusahaan yang diperjual belikan di sekuritas. Nilai perusahaan dapat diartikan sebagai pemikiran investor terhadap kemampuan manajer dalam mengelolah keuangan dan sumber daya baik, sumber daya manusia dan sumber daya material yang dimiliki perusahaan yang dipercayakan kepadanya tercemin dalam harga saham (Natalia & Santioso, 2. Bagi perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia . ersifat go publi. , sehingga nilai pasar wajar ditentukan oleh mekanisme supply dan demand di bursa saham yang tercermin di harga saham. Transaksi pembelian saham akan menaikan nilai perusahaan begitupula sebaliknya saat investor menjual saham maka harga saham akan turun. Nilai perusahaan yang tinggi merupakan keinginan para stakeholder perusahaan sebab dengan nilai yang tinggi akan memberikan kesejahteraan seluruh pemegang saham. (Eyrangga, 2. Nilai perusahaan erat kaitannya dengan signaling theory dikarenankan nilai perusahaan dianggap respon terhadap seluruh sinyal yang diberikan perusahaan baik sinyal dari laporan keuangan maupun data non keuangan. Indikator yang dipakai pada penelitian ini adalah TobinAos . TobinsAos Q, seringkali disebut Q Ratio, adalah rasio dari perbandingan nilai pasar dari aktiva berwujud sebuah perusahaan terhadap biaya penggantinya, atau dapat diartikan bahwa nilai pasar sebuah perusahaan sebanding dengan biaya yang diperlukan untuk menggantikan perusahaan tersebut. TobinsAos Q merupakan hubungan nilai pasar dengan nilai intristik yang dimiliki oleh suatu perushaan serta dapat mengukur apakah saham perusahaan tergolong mahal . ataukah murah . Terdapat 3 keunggulan TobinAos Q dalam menilai perusahaan. TobinAos Q mencerminkan aset dari suatu perusahaan secara keseluruhan. TobinAos Q mencerminkan sentimen pasar, analisis yang dilihat dari prospek perusahaan Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 TobinAos Q dapat mengatasi masalah dalam memperkirakan tingkat keuntungan atau biaya marjinal perusahaan Rumus yang digunakan untuk mencari TobinsQ adalah : ycNycuycaycnycuAyc ycE = (Jumlah saham beredar x harga penutupan saha. Total hutang Total Aset Kerangka Konseptual Dalam penelitian terdapat rerangka konseptual yaitu: Likuiditas Leverage H1 ( ) H2 (-) Nilai Perusahaan H3 ( ) Profitabilitas Gambar 1 Kerangka konseptual Keterangan : H1 Likuiditas memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan H2 Leverage memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan H3 Profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan Pengaruh Likuiditas dengan Nilai Perusahaan Likuiditas perusahaan yang baik menandakan bahwa perusahaan mampu membayar suatu hutang jangka pendeknya. Kemampuan tersebut tentunya diinginkan oleh investor jika nilai perusahaan naik (Setyadi & Iskak, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Vilantika and Santoso . pada perusahaan LQ45 menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif terhadap nilai Hal ini dapat disimpulkan bahwa likuiditas yang baik dalam perusahaan LQ 45 menjadikan signal baik yang direspon oleh investor sehingga investor membeli saham Sejalan dengan penelitian tersebut Hasanah and Handini . menyatakan likuditas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan secara positif. H1 Likuiditas memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan Pengaruh Leverage dengan Nilai Perusahaan Leverage merupakan rasio yang membandingkan jumlah pinjaman dengan harta yang dimiliki perusahaan, semakin tinggi hutang/pinjaman maka resiko pemegang saham akan naik. Resiko ini tentulah tidak disukai oleh perusahaan karena kemungkinan kebangkrutan perusahaan lebih tinggi, sehingga modal yang ditanamkan akan hilang. Menurut teori signaling investor akan selalu merespon sinyal yang diberikan oleh perusahaan, baik sinyal yang baik ataupun sinyal yang buruk. Respon yang buruk ini akan direspon oleh investor dengan menjual saham yang dimilikinya sehinnga harga saham akan turun dan berpengaruh terhadap nilai Beberapa penelitian yang mengukur hubungan antara variabel leverage dengan nilai perusahaan adalah penelitian Herdiani. Badina, and Rosiana . penelitian yang Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar pada saham syariah menunjukan bahwa investor tidak menyukai perusahaan yang memiliki tingkat hutang yang tinggi, hal ini dikarenakan pemakaian hutang menimbulkan biaya financial distress . iaya kebangkruta. Penilitian pada perusahaan manufaktur pada saham konvesional yang dilakukan oleh Febriani . juga memberikan hasil yang sama yaitu leverage berpengaruh negative terhadap nilai perusahaan. Widhiastuti and Anggraini . menambahkan pada perusahan pertambangan juga memberikan hasil penelitian yang serupa dimana leverage memberikan pengaruh negative terhadap nilai perusahaan. Pada perusahaan pertambangan investor merespon sinyal buruk dari tingginya beban bunga hutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan sehingga investor akan menjual dan enggan memiliki saham tersebut sehingga nilai perusahaan akan turun. H2 leverage memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusaahan Pengaruh profitabilitias dengan nilai perusahaan Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur efektifitas laba yang dihasilkan dari kita membeli saham pada perusahaan. Semakin baik tingkat rasio profitabilitas maka akan memberikan harapan untuk pembagian keuntungan lebih tinggi kepada investor. Menurut teori signaling investor akan merespon good issue atau sinyal baik dari perusahaan, profitabilitas yang tinggi merupakan salah satu kabar baik yang selanjutnya akan menentukan keputusan investor untuk membeli saham suatu perusahaan. Kegiatan membeli saham ini akan menaikan nilai perusahaan. Beberapa jurnal penelitian yang menganalisa hubungan antara profitabilitas dengan nilai perusahaan adalah Rossa. Susandya, and Suryandari . yang menyimpulkan bahwa pada perbankan Indonesia profitabilitas perusahaan mempengaruhi nilai perusahaan. Pada perusahaan perbankan tingginya profitabilitas akan meningkatkan prospek masa depan dan meningkatkan kemungkinan berrahan hidup dari kebangkrutan. Fitri and Sabana . menyatakan pada perusahaan LQ45 investor akan senantiasa memperhatikan profitabilitas dalam menentukan keputusan menjual dan membeli saham, saat profitabilitas naik investor akan lebih aktif untuk membeli saham begitupun sebaliknya saat profitabilitas turun investor akan menjual sahamnya. Khasbulloh and Qusaeri . dalam penelitiannya menjelaskan pada perusahaan pertambangan profitabilitas memberikan sinyal baik yang memberikan harapan kepada investor agar perusahaan sentiasa membagi dividen perusahaan. H3 Profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan METODE Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian kuantitatif dengan penedekatan analisis data. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang dilakukan dengan membuat kesimpulan dari hasil pengujian Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan, laporan tahunan perusahaan, jurnal penelitian dan buku yang sesuai dengan tema yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini ialah perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019-2023 yang diperoleh dari website idx. com dan masing masing laman perusahaan. Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 Teknik Pengambilan Sampel Pemilihan sampel dilakukan pada penilitian ini menggunakan metode purposive samping. Metode ini merupakan metode pengumpulan data yang menggunakan pertimbangan dan kriteria yang sudah ditentukan oleh peneliti. Kriteria dalam penelitian ini antara lain: Perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar pada BEI pada periode 2019-2023 serta menerbitkan annual report yang berakhir pada 31 Desember Perusahaan yang menyediakan laporan tahunan yang lengkap sesuai peiode pengamatan Berdasarkan kriteria tersebut didapatkan 22 perusahan sampel dari 23 perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel tersebut diperoleh dengan cara sebagai berikut: Tabel 1 Teknik pengambilan Sampel Kriteria Perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI pada tahun 2019-2023 Peneliti tidak menemukan laporan perusahaan yang dipublikasikan pada periode pengamatan di w. id dan laman resmi perusahaan Perusahan yang memenuhi kriteria Jumlah total perusahaan sampel . perusahaan x 5 tahun dari 2019-2. Sumber : diolah sendiri, 2024 Jumlah . Beberapa teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini mencakup uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolenaritas, uji heteroskeditas, uji autokorelasi sedangkan untuk uji hipotesis terdiri dari uji Koefisien Determinasi (R. Uji statistik t (T-tes. dan uji stastik F (F tes. atau uji kelayakan model. ANALISA DAN PEMBAHASAN Statistik deskriptif Tabel 2 Statistik Deskriptif Mean Std Deviation 2,018 1,300 2,866 2,586 DER ,879 ,696 ROA ,085 ,159 Sumber : Output SPSS 26, 2024 Hasil dari statistik deskriptif pada penelitian ini adalah : Nilai perusahaan yang diproksikan TobinAos Q (Q) memiliki nilai mean 2,018 dan standar deviasi sebesar 1,300 Likuiditas diprosikan rasio lancar (CR) memiliki nilai mean 2,866 dan standar deviasi 2,586 Leverage diproksikan debt to equity ratio (DER) memiliki mean 0,879 dan standar deviasi 0,696 Profitabilitas diproksikan return on asset (ROA) memiliki nilai mean 0,085 dan standar deviasi 0,159 Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 Uji Multikolenaritas Tabel 3 Uji Multikolenaritas Tolerance VIF (Constan. ,933 1,072 DER ,928 1,078 ROA ,993 1,007 Sumber : Output SPSS 26, 2024 Pada tabel 3 ditunjukan bahwa nilai VIF likuiditas 1,072, leverage 1,078, dan profitabilitas 1,007 dapat disimpulkan bahwa semua nilai VIF < 10 untuk semua variabel predikator/independen. Sedangkan toleransi dari masing masing variabel yaitu likuiditas 0,933, leverage 0,928, dan profitabilitas 0. 993 yang artinya nilai toleransi >0,100 untuk semua variabel, maka dari kedua hal tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi kasus multikolenaritas anat veriable predikator/independent Uji Heteroskedasitas Gambar 2 Diagram Scatterplot Jika dilihat dari diagram Scatterplot maka titik-titik ploting berdistribusi acak serta tititktitik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi gejala herteroskedasitas Uji Autokorelasi Tabel 4 Uji Multikolenaritas Unstandardized Resiudal Test Value -0,7276 Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs ,353 Asym Sig . ,702 Sumber : Output SPSS 26, 2024 Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 Pada tabel 4 Uji Multikolenaritas nilai P-value yaitu 0,702 yang berarti lebih besar dari alpha 5% dapat diartikan semua asumsi residual independen telah dipenuhi / tidak terjadi autokorelasi data Uji Normalitas Tabel 5 Uji normalitas (One Sample Kolmogrof-Smirno. Unstandardized Residual Normal Parametesa,b Mosr Extreme Differences ,0000000 1,24184161 Mean Std Deviation Absolute ,083 Positive Negative ,079 ,083 ,083 ,062 Tes Statistic Asymp. Sig . Test distribution is Normal Calculated from data Lilifors Significance Correction Sumber : Output SPSS 26, 2024 Pada tabel 5 nilai p-value uji kolmogrof smirnov yaitu 0,062 atau diatas 5% maka dapat diartikan bahwa residual data berdistribusi normal Gambar 3 Normal P-P Plot Gambar 4 Diagram Histogram Jika dilihat dari diagram Normal P-P Plot maka titik ploting mengikuti garis diagonal sehingga dianggap normal dan jika dilihat dari diagram histogram maka dapat dilihat data berbentuk lonceng sehingga dapat diartikan bahwa data normal dan tidak menjorok ke kanan atau kiri Analisis koefisien determinasi (RA) Model Tabel 6 Uji koefisien determinasi R Square Adjusted R Square ,296 0,88 Preidctors (Constan. ROA. CR. DER Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. 0,62 Std Eror of the Estimate 1,25929 A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 Dependent Variable : Q Sumber : Output SPSS 26, 2024 R Square menunjukan bahwa variabel di dalam model penelitian ini dapat menjelaskan sebesar 8,8% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar model Uji kelayakan model / Uji F Tabel 7 Uji kelayakan model / Uji F Sum of Mean Squares Square Regresuin 16,123 5,374 Residual 168,097 1,586 Total 184,220 Dependent Variable Q Predictors (Constan. ROA. CR. DER Sumber : Output SPSS 26, 2024 Model Sig 3,389 0,21 Pada tabel diatas nilai signifikasinya yaitu 0,021 dibawah atau lebih kecil dari alpha 5% maka dapat disimpulkan bahwa model statistik layak untuk diuji Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 8 Analisis Regresi Linier Berganda Unstandardized Standardized Model Coefficients Coefficients Std. Beta Eror (Constan. 1,995 ,217 9,214 -,035 ,048 -,070 -,733 DER -0,074 ,074 -,097 -1,004 ROA 2,212 ,758 ,272 2,920 Dependent Variable Q Sumber : Output SPSS 26, 2024 Sig ,000 ,465 ,318 ,004 Dari data yang telah diperoleh didapat persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: ycU = 1. 955 Oe 0,035yaycI Oe 0,074 yayaycI 2,212 ycIycCya yce Persamaan regresu linier berganda diatas dapat diartikan yaitu: Nilai koefisisen dari variabel likuiditas perusahaan adalah -0. Tanda negative mejelaskan bahwa CR mempunyai hubungan tidak searah dengan variabel Q. Maka semakin tinggi likuiditas perusahaan makan nilai perusahaan semakin rendah. Nilai koefisien dari variabel leverage perusahaan adalah -0. Tanda negatif menjelaskan bahwa DER mempunyai hubungan tidak searah dengan variabel Q. Maka semakin tinggi leverage perusahaan maka nilai perusahaan semakin rendah. Nilai koefisien dari variabel profitabilitas adalah 2,212. Tanda positif menjelaskan bahwa ROA mempunyai hubungan searah dengan variabel Q. Maka semakin tinggi profitabilitas perusahaan maka nilai perusahaan semakin tinggi. Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 Uji Hipotesis (Uji . Model (Constan. DER ROA Sumber : Output SPSS 26, 2024 Tabel 9 Uji T Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std Error Beta 1,995 ,217 -,035 ,048 -,070 -0,74 0,74 -,097 2,212 ,758 ,272 9,214 -,733 -1,004 2,920 Sig ,000 ,465 ,318 ,004 Berdasarkan tabel 9 dapat disimpulkan bahwa. Pengujian hipotesis likuiditas (CR) terhadap nilai perusahaan (Q). Nilai signifikan uji t variabel likuiditas adalah 0,465 atau lebih besar dari 0,05 maka hipotesis pertama ditolak. Pengujian hipotesis leverage (DER) terhadap nilai perusahaan (Q). Nilai signifikan uji t variabel leverage adalah 0,318 atau lebih besar dari 0,05 maka hipotesis kedua ditolak. Pengujian hipotesis profitabilitas terhadap nilai perusahaan (Q). Nilai signifikasi uji t variabel profitabilitas adalah 0,004 atau lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis kedua diterima. Pembahasan Pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan Variabel likuiditas didalam penelitian ini memiliki nilai rata Ae rata sebanyak 2,866 lebih tinggi dari 2 yang memberikan arti bahwa likuiditas perusahaan sektor makanan minuman tinggi(Kasmir, 2. Likuiditas yang baik mengindikasikan bahwa perusahaan tidak kesulitan dalam membayar hutang jangka pendek yang dimiliki perusahaan melalui aset lancar yang dimiliki perusahaan. Nilai mean nilai perusahaan menggunakan rasio Q adalah 2,018 yang tergolong tinggi atau tergolong overvalued tobins Q yang ideal adalah 1. Pada penelitian ini nilai signifikasi hubungan antara variabel llikuiditas yang diproksikan CR dan nilai perusahaan yang diproksikan Q adalah 0,465 yang berarti tidak ada hubungan antara likuiditas perusahaan dan nilai perusahaan. Likuiditas perusahaan yang tinggi dianggap wajar oleh investor sehingga tidak menjadikan patokan investor untuk membeli saham pada perusahaan sektor ini. Hasil dalam penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Vilantika and Santoso . pada perusahaan LQ45 menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif terhadap nilai saham. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Ndruru. Silaban. Sihaloho. Manurung, and Sipahutar . yang meneliti pada perusahaan manufaktur tahun 2015-2017 menghasilakan pengaruh likuiditas bernilai positif terhadap nilai perusahaan. Perbedaan ini bisa dijelaskan dikarenakan adanya perbedaan periode penelitian dan jenis perusahaan sampel Beberapa penelitian yang memiliki hasil yang sama dapat dilihat dari penelitian yang dilakukan oleh Aldi et al. yang memberikan kesimpulan pada perusahaan barang konsumsi pada tahun 2007-2018 tidak terdapat hubungan antara likuiditas dengan nilai Aldi et al. berpendapat bahwa investor enggan untuk menggunakan data Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 likuiditas untuk membeli saham perusahaan disebabkan Current Ratio yang tinggi salah satunya dapat terjadi karena adanya piutang tak tertagih dan persediaan yang belum dijual oleh karena itu perusahaan nampak baik dan dalam konisi yang likuid sehingga tidak dapat digunakan patokan pengambilan keputusan. Penelitian yang telah dilakukan oleh Ferdila et al. memberikan hasil yang serupa dimana likuiditas tidak memberikan pengaruh terhadap nilai perusahaan hal ini dikarenakan current rasio yang tinggi dapat diartikan terdapat banyaknya kas yang menganggur atau tidak produktif. Selain kedua penelitian tersebut terdapat beberapa penilitian yang telah memberikan hasil yang serupa yaitu penelitian yang sudah dilakukan Zujeny. Andriyani. Zanariah, and Nargis . pada perusahaan sub sektor semen periode 2016-2020 dan Rohmatulloh . pada perusahaan sub sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi periode 2017-2021. Dengan tidak berpengaruhnya variabel likuiditas terhadap variabel nilai perusahaan dapat menunjukan bahwa pada penelitian ini teori signaling tidak sesuai. Ketidaksesuain tersebut dikarenakan walaupun likuiditas perusahaan sektor makanan dan minuman memiliki likuiditas tinggi yang diharapkan investor meresponnya dengan membeli saham tersebut tetapi hal tersebut tidak terjadi. Investor enggan menggunakan data-data tersebut dikarenakan investor lebih memilih data yang berpengaruh langsung terhadap keuntungan perusahaan. Selain itu jika kita melihat periode pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini yang dilakukan pada masa-masa covid dan endemi dapat disimpulkan bahwa investor menilai wajar jika perusahaan memiliki likuiditas yang kurang baik dikarenakan kondisi ekonomi global yang tidak baik, sehingga data-data mengenai likuiditas tidak digunakan dalam pengambilan keputusan. Pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan Leverage adalah ratio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan pinjamannya jika perusahaan mengalami kepailitan. Rata-rata DER pada perusahaan ini ialah 0,879 atau berada dibawah angka 1 atau 100% hal ini berarti perusahaan dalam kondisi yang DER dibawah angka 1 berarti perusahaan mampu untuk mengganti /membayar seluruh hutangnya menggunakan aset yang dimiliki perusahaan. Dalam penilitian ini nilai signifikasi hubungan antara variabel leverage dan nilai perusahaan ialah 0,318 yang berarti hipotesis ditolak atau dapat diartikan leverage tidak mempengaruhi nilai perusahaan. DER yang tinggi tidak direspon oleh investor untuk membeli saham perusahaan sektor makanan dan minuman. Alasan investor untuk tidak memakai DER dalam mengambil keputusan pada penelitian ini ialah penelitian ini ada pada periode covid dan endemi sehingga nilai DER yang dihasilkan perusahaan tidak bisa dijadikan acuan dalam menilai kesehatan perusahaan. DER yang rendah pada penelitian ini bisa timbul dengan beberapa skema salah satunya adalah melepas aset yang masih memiliki hutang yang besar, jika nalai DER yang kecil tersebut dihasilkan dengan skema ini tentulah tidak dapat menginterpresentasikan kemampuan finansial perusahaan. Investor akan cenderung memilih data laporan keuangan yang lain yang langsung berdampak pada tingkat pengembalian modal yaitu seperti data mengenai laba/profitabilitas perusahaan. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Aldi et al. yang memberikan hasil leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan Valentini et al. yang meneliti di agricultural variabel leverage memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wimidhati. Indarti, and Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 Adnanti . pada perusahaan makanan dan minuman juga memngasilkan leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Perbedaan hasil ini dikarenakan perbedaan tempat penelitan dan periode penelitian. Periode penelitian yang dilakukan peneliti ada di rentang pandemic covid yang dapat menjadi salah satu faktor pembeda dengan penelitian Hasil pada penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan . Prasetya and Musdholifah . menyatakan bahwa investor kurang tertarik untuk memperhatikan besar kecilnya pinjaman yang dilakukan oleh perusahaan akan tetapi investor lebih tertarik meniliai seberapa besar efektifitas dalam meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian yang memiliki kesimpulan yang serupa yaitu penelitian yang dilakukan oleh Ardian and Wahyudi . serta penelitian yang dilakukan oleh yang memiliki hasil leverage tidak berpengaruh terhadap nilai Hasil pengujian hipotesis kedua ini tidak mendukung teori signaling teori signaling berpendapat jika DER yang tinggi seharusnya direspon investor untuk menjual sahamnya sehingga nilai perusahaan turun. Perbedaan dengan teori signaling ini bisa terjadi dikarenakan investor memahami resiko kebangkrutan yang mungkin terjadi di kemudian hari akan tetapi investor lebih memilih untuk menggunakan variabel lain dalam memutuskan pembelian dan penjualan saham. Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai perusahaan Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan laba. Proksi pengukuran rasio pada penelitian ini diwakili oleh ROA, rata-rata ROA dalam penelitian ini bernilai positif menggambarkan rata-rata perusahaan sektor makanan dan minuman pada periode pengamatan mengalami laba. Hubungan profitabilitias dengan nilai perusahaan dalm penelitian ini memiliki signifikasi 0,004 dan beta 2,212 yang dapat diartikan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan jadi semakin tinggi nilai profitabilitas perusahaan semakin tinggi pula nilai perusahaan sebaliknya semakin rendah nilai profitabilitas perusahaan maka semakin rendah pula nilai perusahaan. Pada penelitian ini rata-rata perusahaan adalah 0,085 dan bernilai positif mengartikan bahwa periode pengamatan ini perusahaan sektor makan dan minuman menghasilkan laba yang kecil akan tetapi dengan adanya hubungan antara profitabilitas dan nilai perusahaan mengindikasikan bahwa investor tetap menggunakan data profitabilitas untuk menentukan keputusan investor dalam menanamkan modal. Investor menilai bahwa laba perusahaan pada sektor makanan dan minuman yang kecil masih lebih baik dibandingkan sektor lain sehingga investor lebih memilih untuk menginvestasikan uangnya pada sektor ini. Keputusan ini sangat wajar jika dianilisis lebih lanjut bahwa sektor makanan dan minuman relatif lebih aman dibandingkan sektor lain seperti sektor property atau manufaktur secara keseluruhan. Beberapa penelitian yang memiliki hasil serupa dalam penelitian ini antara lain dari Valentini et al. yang meneliti pada perusahaan agricultural pada tahun 2020-2022 serta penelitian dari Tanjung and Fuadati . yang meneliti pada perusahaan sektor semen. Lebih lanjut Tanjung and Fuadati . menyatakan bahwa laba perusahaan dapat memberikan rangsangan kepada investor untuk merespon dengan membeli saham perusahaan yang pada akhirnya menaikan nilai perusahaan. Respon tersebut sesuai dengan teori signaling dimana teori tersebut menyatakan bahwa data perusahaan merupakan sumber data yang akan direspon dan Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A M. Arif Dwi Maulidin 1*. Detak Prapanca 2. Wisnu Panggah Setiyono 3 ditanggapi oleh investor. Data profitabilitas memberikan acuan dan memberikan harapan kepada investor untuk dapat memberikan return di masa datang (Fitri & Sabana, 2. Investor suka dalam menggunakan data ROA dalam mengambil keputusan pembelian saham karena rasio tersebut mengukur sejauh mana efektifitas aset yang dimiliki oleh perusahaan (Prasetya & Musdholifah, 2. ROA yang tinggi juga dapat memberikan sinyal bahwa perusahaan memiliki tingkat keberlangsungan hidup yang baik (Setiawan, 2. Ketertarikan investor dalam membeli saham dengan menggunakan ROA pada akhirnya akan meningkatkan nilai Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan Borges and Wulandari . serta penelitian Rohmatulloh . yang menghasilkan variabel profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. SIMPULAN Penelitian ini ingin mengkonfirmasi teori signaling dengan menggunakan variabel likuiditas, leverage dan profitabilitas terhadap variabel nilai perusahaan. Hasilnya likuiditas memiliki signifikasi 0,465 dan beta -0,036 berarti likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai Leverage memiliki signifikasi 0,318 dan beta -0,074 berarti leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas memiliki signifikasi 0,004 dan beta 2,212 berarti profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perushaan. Implikasi teoritis terhadap penelitian ini ialah penelitian ini mengkonfirmasi adanya teori signaling pada variabel profitabilitas akan tetapi tidak pada variabel likuiditas dan leverage. Implikasi praktik pada penelitian ini adalah pada periode pengamatan investor cenderung akan menggunakan datadata yang berkaitan dengan profitabilitas atau kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dibandingkan dengan data yang berkaitan dengan hutang dan kelancaran aset perusahaan. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain agar penelitian lebih luas dan komperhensif serta dapat menggunakan objek lain untuk memperkaya ilmu dan wawasan. REFERENSI