JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 830-839 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P. PADA KURIKULUM MERDEKA DI MIN 3 SUKOHARJO Praptiningsih1. Nurul Aulia Lilatul Udl-Hiyah2 1,2 Institut Islam Mamba'ul Ulum Surakarta. Indonesia Email: praptiningsih@dosen. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 9 July 2025 Final Revised: 18 August 2025 Accepted: 8 September 2025 Published: 15 September 2025 Keywords: Implementation Independent Curriculum Schools ABSTRACT The objectives of this research are. to find out how P5 is planned at MIN 3 Sukoharjo. to find out how P5 is implemented at MIN 3 Sukoharjo. to find out the P5 evaluation at MIN 3 Sukoharjo. This research uses a qualitative approach with data collection techniques of observation, documentation, and interviews. The data analysis technique used is the Miles & Huberman model, namely data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Testing the validity of the data in this research uses a data credibility test with extended observations, increasing persistence and triangulation. The results of this research are that the implementation of P5 at MIN 3 Sukoharjo includes 3 stages, namely. Planning, including. designing time allocation, forming an implementation team, determining the topic or theme, determining the model to be used, and designing the P5 module. Implementation. P5 is carried out in all classes from class 1 to class 6 with each class teacher in charge with the stages of project introduction, explanation of objectives, explanation of steps and art performance/work title. evaluation, evaluation is carried out by the teacher in charge of P5 in each class in the form of phase assessment rubrics, daily journals, assessment rubrics, presentations, portfolio assessment rubrics, and final assessment rubrics in formative and summative assessments. ABSTRAK Tujuan dalam penilitian ini adalah. untuk mengetahui bagaimana perencanaan P5 di MIN 3 Sukoharjo. untuk mengetahui bagaimana pelasanaan P5 di MIN 3 Sukoharjo. untuk mengetahui evaluasi P5 di MIN 3 Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles & Huberman yaitu data collection, data Reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan Uji kredibilitas data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi P5 di MIN 3 Sukoharjo meliputi 3 tahap yaitu. Perencanaan, meliputi. merancang alokasi waktu, membentuk tim pelaksana, menentukan topik atau tema, menetukan model yang digunakan, dan merancang modul P5. Pelasanaan. P5 dilaksanakan pada seluruh kelas dari kelas 1 sampai kelas 6 dengan penaggung jawab guru kelas masing-masing dengan tahapan pengenalan proyek, penjelasan tujuan, pemaparan langkah-langkah dan pentas seni/gelar . evaluasi, evaluasi dilakukan oleh guru penaggung jawab P5 pada masing-masing kelas berupa rubrik penilaian fase, jurnal harian, rubrik assessment, presentasi, rubrik assessment portofolio, dan rubrik asessmen akhir dalam penilaian formatif dan sumatif. Kata Kunci: Implementasi. P5. Kurikulum Merdeka. Sekolah Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Pada Kurikulum Merdeka Di MIN 3 Sukoharjo PENDAHULUAN Seiring dengan upaya pemerintah untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional. Kurikulum Merdeka muncul sebagai alternative jawaban atas tantangan yang dihadapi dunia Pendidikan. Di era globalisasi yang semakin menyebarnya budaya asing, dan perkembangan teknologi yang pesat, fondasi karakter yang kokoh sangat diperlukan bagi para pelajar (Muis, , et al. , 2. Nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, penghargaan terhadap perbedaan, dan cinta tanah air menjadi pilar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman yang ada (Arsalan. , et al. , 2. Secara keseluruhan, kurikulum merdeka mengarahkan guru dan murid untuk berkembang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila serta mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam berbagai bidang studi yang ada (Purnawanto. , 2. Melalui berbagai kegiatan dan proses pembelajaran, diharapkan para pelajar menjadi warga negara yang mencintai dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Tujuan P5 ini dilaksanakan sebagai upaya dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam menghasilkan projek yang disesuaikan dengan Profil Pelajar Pancasila (Saraswati, et al, 2. Sebagai dasar negara. Pancasila memuat nilai-nilai luhur yang menjadi panduan bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan tersebut (Antari. , & De Liska. , 2. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda, terutama para pelajar, untuk memahami, menghargai, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang diharapkan menjadi pandangan hidup untuk berbangsa dan bernegara (Unggul. , et al. , 2. Di dalam kerangka kurikulum merdeka memuat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. yang memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan karakter pelajar yang seimbang antara pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai Pancasila (Saifullah. , et , 2. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan inisiatif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam diri setiap pemuda Indonesia, sehingga mereka tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter yang sesuai dengan prinsipprinsip Pancasila. Selain itu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila diharapkan mampu menciptakan generasi pelajar yang siap menghadapi tantangan global namun tetap berakar pada jati diri bangsa (Henik. , 2. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dirancang untuk memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, serta beradaptasi dengan perubahan (Rohmah. , et al. , 2. P5 adalah pengetahuan interdisipliner untuk menelaah dan merenungkan pertimbangan untuk memperbaiki masalah di lingkungan sekitar, dimana penguasaan ini berbasis tantangan (PBL) yang termasuk ke dalam mata pelajaran di sekolah (Utami. , 2. Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara emosional dan sosial, serta memiliki karakter dan etika yang mencerminkan jati diri bangsa. Dengan adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter yang Melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan lingkungan sekolah, nilai-nilai Pancasila dapat tertanam secara mendalam dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas (Ramadhan. , et al. , 2. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki sikap nasionalisme yang kuat dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa (Yunizar. , & Karina. , 2. Sejak diberlakukanya kurikulum merdeka di MIN 3 Sukoharjo, sekolah mulai Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Pada Kurikulum Merdeka Di MIN 3 Sukoharjo memahami lebih lanjut bagaimana Implementasi kurikulum merdeka melalui workshop, dari berbagai pihak dan belajar mandiri melaui situs web. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang memerlukan effort yang tidak mudah termasuk pada penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. (Septiany. , et al. , 2. Sekolah harus memikirkan pelaksanaanya dengan matang agar P5 dapat di implementasikan dengan baik. Sejauh ini guru MIN 3 Sukoharjo mengimplementasikan P5 sebatas guru memahaminya. MIN 3 Sukoharjo berprisip bahwa guru harus beradaptasi dengan kebijakan pemerintah terkait diberlakukanya kurikulum merdeka dan guru harus terus belajar. Dari hasil penelitian terhadulu yang peneliti temukan sudah terdapat beberapa peneliti yang meneliti P5 diantaranya. penelitian yang berjudulAy Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. pada Kurikulum Merdeka di SD Muhammadiyah Plus Kota SalatigaAy penelitian tersebut memaparkan pelasksanan P5 pada kelas 1 dengan tema gaya hidup berkelanjutan dengan 6 tahapan. Pengenalan Sampah. Mengenal Jenis-jenis sampah. Aksi pemungutan sampah. Pembuatan kerajinan tangan dari barang bekas. JumAoat bersih dan . Gelar karya . Yang menjadi perbedaan dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah pada kajian terdahulu tersebut berfokus pada pelaksanaan P5 di kelas 1 (Khosiyatika & Erna Risfaula Kusumawati, 2. Kajian terdahulu yang kedua berjudul AuImplementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. pada Kurikulum Merdeka di SD Nasima Kota SemarangAy penelitian tersebut mendeskripsikan penerapan P5 dengan tema Kearifan Lokal AuMelestarikan Budaya Wayang OrangAy pada kelas IV dan V, dengan projek yang dihasilkan berupa . pembuatan mind mapping dan diskusi tentang wayang dengan pengembangan sendiri berdasarkan materi yang disajikan wali kelas. presentasi mind mapping di aula sekolah dan dilombakan. pementasan wayang orang oleh peserta didik di aula sekolah dengan lakon "Gatotkaca lahir". (Fandi. , 2. Dari kedua penelitian sebelumnya, terdapat kesamaan dengan penelitian ini, yaitu sama-sama meneliti implementasi P5. Namun, ada perbedaan dalam cakupan kajiannya, di mana kedua penelitian terdahulu hanya memfokuskan pada pelaksanaan di kelas tertentu dengan tahapan-tahapan spesifik, tetapi belum mengulas aspek perencanaan dan evaluasi. Oleh karena itu, peneliti berupaya untuk memperluas cakupan penelitian ini guna menjawab pertanyaan tentang bagaimana implementasi P5 dilakukan di sekolah secara menyeluruh, mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi atau peneliti di masa mendatang. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada falsafah postpositivisme atau enterpretif, digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti sebagai instrument kunci. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . abungan observasi, wawancara, dokumentas. , data yang diperoleh cenderung data kualitatif, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif bersifat untuk memahami makna, memahami keunikan, mengontruksi fenomena, dan menemukan hipotesis (Anggito. , & Setiawan. , 2. Tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena penelitian dengan mengumpulkan data yang dapat diukur secara numerik (Creswell dalam Jaelani, 2. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas hasilnya ke populasi yang lebih besar dan memberikan bukti empiris yang bersifat objektif. Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui tentang AuPerencanaan Projek Penguatan Profil Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Pada Kurikulum Merdeka Di MIN 3 Sukoharjo Pelajar Pancasila (P. pada Kurikulum Merdeka di MIN 3 SukoharjoAy. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan triagulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles & Huberman yaitu data collection, data Reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan selama proses pengumpulan data serta setelah proses pengumpulan data selesai dalam jangka waktu tertentu (Sugiyono, 2. Pada saat wawancara peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban dari informan . ang di wawancara. setelah di analisis peneliti merasa belum mendapatkan jawaban yang memuaskan sehingga peneliti mengajukan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu atau dalam periode tertentu dirasa peneliti telah mendapatkan data yang kredibel. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan Uji kredibilitas data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Triangulasi dalam pengujian kredibilitas data diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Terdapat 3 jenis triagulasi yaitu triagulasi sumber, triagulasi Teknik dan triagulasi waktu. Triagulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber (Susanto. & Jailani. , 2. Triagulasi Teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan mengecek data kepada sumber yang sama dengan Teknik yang berbeda. Triagulasi waktu dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi, atau Teknik lain dalam waktu/situasi yang berbeda. Pada penelitian ini peneliti menggunakan triagulasi sumber dan triagulasi waktu (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di MIN 3 Sukoharjo Berdasarkan hasil wawancara peneliti kepada kepala Madrasah, waka kurikulum dan guru di MIN 3 Sukoharjo terkait kurikulum merdeka, diperoleh keterangan bahwa MIN 3 Sukoharjo sudah menerapkan kurikulum merdeka pada tahun terakhir 2022 yaitu pada kelas 1 dan 4 kemudian berlanjut kelas 2 dan 5 hingga sekarang sudah dilaksanakan di seluruh kelas. Adapun dilihat dari kesiapan gurunya, awal mula kurikulum merdeka diterapkan MIN 3 Sukoharjo masih dibilang belum siap dikarenakan baru proses adaptasi dengan kurikulum merdeka, sehingga guru harus banyak belajar baik secara terbimbing melalui pelatihan, workshop maupun belajar mandiri dengan mencari tau kurikulum merdeka dari website. Sejak diterapkanya kurikulum merdeka dari tahun 2022 hingga sekarang para guru tetap terus belajar supaya implementasi kurikulum merdeka dapat dijalankan dengan berbagai macam keterbatasan yang ada. Sebagaimana wawancara peneliti dengan guru MIN 3 Sukoharjo mereka menjalankan kurikulum sesuai dengan apa yang mereka tangkap dan yang mereka fahami. Seperti pada penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. guru MIN 3 Sukoharjo mengisi kegiatan tersebut dengan membuat kerajinan dari barang bekas, membuat diorama hingga sekarang mulai berkembang dengan kegiatan lain seperti membuat bakiak, totebag ecoprint, membuat telur asin dan membuat minuman tradisional seperti kunir asem dan wedang uwuh. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. merupakan salah satu pencapaian profil pelajar Pancasila yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk Aumengalami pengetahuanAy sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya (Aulia. , 2. Dalam kegiatan proyek ini, siswa memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu-isu penting sehingga siswa dapat melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahap belajar dan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Pada Kurikulum Merdeka Di MIN 3 Sukoharjo Tema yang telah dipilih untuk satu tahun ajaran ditetapkan oleh satuan pendidikan dengan melibatkan guru, orang tua, siswa, dan masyarakat yang berada di lingkungan sekolah. Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di MIN 3 Sukoahrjo dilakukan terdiri dari 3 tahap: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Perencanaan Pelaksanaan kegiatan P5 dapat diimplemetasikan dengan fleksibel baik waktu pelaksanaan ataupun muatannya, dapat diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler maupun terpisah. Kemudian dalam segi muatan, kegiatan P5 dilakukan berdasarkan profil pelajar Pancasila yang sesuai dengan fasenya dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran tertentu (Septiani. , 2. Sebelum Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di laksanakan di sekolah perlu mempersiapkan hal-hal yang mendukung ketercapaian tujuan P5 tersebut. Hal-hal yang perlu di persiapkan adalah membuat Perencanaan pada dasarnya merupakan proses menentukan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya (Sasoko. , 2. Dalam perencanaan, seseorang dapat menetapkan langkah-langkah yang perlu diambil, memikirkan sumber daya yang di butuhkan, dan memastikan semuanya berjalan dengan lancar. Perencanaan merupakan suatu proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu (Banurea. , et al. , 2. Tujuan dibuat perencanaan tersebut supaya kegiatan P5 dapat terarah, terencana sehingga dapat berjalan sesuai harapan. Dengan perencanaan yang baik, suatu kegiatan akan dapat terarah dan terlaksana secara optimal sehingga dapat meminimalkan risiko, dapat menghemat waktu dan dapat mencapai tujuan yang di harapkan (Sasoko. , 2022. Perencanaan yang matang juga memberikan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan dan masalah-masalah yang mungkin muncul. Perencanaan dalam P5 di MIN 3 Sukoharjo terdiri dari 5 hal yaitu: Merancang alokasi waktu Guna memastikan setiap tahap kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. berjalan sesuai dengan yang diharapkan. MIN 3 Sukoharjo terlebih dulu mengalokasikan waktu P5 terkumpul dalam Alokasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam satu tahun ajaran adalah 664 JP. Kelas 1= 144 JP, kelas 2=180 JP, kelas 3-5= 180 JP, kelas 6= 160 JP. Untuk jam perminggu 2 JP, untuk semester 1 P5 ditambah selama 1 minggu yaitu bulan November tanggal 4-8 dan untuk semester 2 P5 ditambah selama 1 minggu yaitu bulan Mei tanggal 5-10. Pengaturan Alokasi waktu tersebut dilakukan oleh tim P5 dengan struktur kepengurusan yang terdiri dari ketua dan coordinator yang di ambil dari guru setiap kelas dari kelas 1 sampai kelas 6. Merencanakan kegiatan sangat penting untuk mengalokasikan waktu dengan baik agar setiap tugas memperoleh perhatian yang memadai (Febrian. , et al. , 2. Hal ini membantu memastikan bahwa semua tahapan dapat diselesaikan secara efektif dan Dengan membagi waktu secara optimal, kita dapat mencapai tujuan yang ditetapkan tanpa tergesa-gesa atau kekurangan waktu. Membentuk tim pelaksana Tim pelaksana Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. berperan penting dalam memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah Tim pelaksana P5 adalah kelompok yang bertanggung jawab untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengawasi kegiatan yang mendukung penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah (Ulandari. , & Rapita. , 2. Mereka terdiri dari para pendidik dan staf sekolah yang bekerja sama untuk memastikan program ini berjalan efektif, berfokus pada pengembangan karakter siswa. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Pada Kurikulum Merdeka Di MIN 3 Sukoharjo serta membangun sikap kritis, kreatif, dan peduli terhadap sesama dan lingkungan. Tim pelaksana P5 MIN 3 Sokoharjo tergabung dalam tim P5 yang terdiri dari ketua, koordinator terdiri dari guru masing-masing kelas dari kelas 1-kelas 6, seksi sarpras dan seksi humas. Tim tersebut berwenang dalam . menyusun rencana kegiatan P5 yang sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai profil pelajar Pancasila, membuat alokasi waktu, metode pelaksanaan dan memberikan gambaran tema yang akan di usung. Mengatur pembagian tugas dan tanggung jawab di antara anggota tim pelaksana P5. memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai rencana. melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program untuk memastikan kegiatan sesuai dengan target serta memperbaiki kekurangan yang ada. Tujuan dibentuknya tim P5 adalah untuk memudahkan koordinasi dalam menentukan tema P5 yang di ambil dan pelaksanaanya (Anisah. , et al, 2. Menentukan topik atau tema Topik atau tema dalam kegiatan P5 di MIN 3 Sukoharjo ditentukan oleh tim Pelaksana P5, dengan mempertimbangkan kebutuhan, minat, dan bakat peserta didik. Tema ini disesuaikan dengan karakter yang ingin dibangun dalam Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, bernalar kritis, dan kemandirian (Ulandari. , & Rapita. , 2. Selain itu, siswa juga diberi kesempatan untuk menyumbangkan ide terkait tema yang akan diusung. Guru dan siswa kemudian menyepakati tema, menentukan tujuan dan hasil yang diharapkan. Dengan begitu apa yang telah disepakati bersama dapat membangun rasa tanggung jawab serta komitmen dalam proyek P5 ini. Menentukan Model yang digunakan Implementasi P5 menggunakan model pembelajaran berbasis projek . roject based learnin. dimana kegiatan dirancang untuk mencapai sebuah tujuan tertentu dengan cara menelaah suatu tema menantang. Pendekatan yang sering digunakan dalam P5 di MIN 3 Sukoharjo adalah Projek Based Learning (PJBL). Model pembelajaran project based learning adalah sistem pembelajaran yang terfokus pada peserta didik, dimana peserta didik ditugaskan membuat projek yang dapat melatih kreatifitas mereka, dan pendidik sebagai fasilitator (Anggelia. , et al. , 2. Melalui PBL ini guru MIN 3 Sukoharjo mengajak para siswa untuk membuat hasil karya seperti membuat diaroma dan hasil masakan. Kegiatan P5 seperti membuat diorama dan memasak memiliki tujuan untuk mengembangkan berbagai aspek dalam Profil Pelajar Pancasila secara holistic. Dengan pendekatan PBL Siswa diajak untuk berpikir kritis dan kreatif, bekerja sama dalam tim, serta memahami keberagaman budaya (Navitri. et al. , 2. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan sikap mandiri dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, sambil memperkenalkan keterampilan praktis, seperti pengukuran bahan dan menjaga kebersihan dalam memasak (Qodriyah. & Fauziyah. , 2. Dengan pengalaman belajar yang interaktif ini, siswa diharapkan dapat menjadi pelajar yang berkarakter dan kompeten sesuai nilai-nilai Pancasila Merancang modul Pendidik atau guru memiliki kemerdekaan untuk membuat sendiri, memilih dan memodifikasi modul projek yang tersedia sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan pesera didiknya (Nengsih. , et al. , 2. Pemerintah menyediakan beragam contoh modul ajar dari berbagai fase dan tema yang berbeda untuk membantu pendidik yang membutuhkan referensi atau inspirasi dalam pengelolaan projek. Setelah adanya sosialisasi kurikulum merdeka terkait pelaksanaan P5, diharapkan para Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Pada Kurikulum Merdeka Di MIN 3 Sukoharjo guru di MIN 3 Sukoharjo yang bertanggung jawab atas P5 di setiap jenjang kelas dapat menyusun modul P5. Dalam proses penyusunan modul ini, para guru diberikan panduan mengenai cara pengembangannya, serta didorong untuk belajar secara mandiri melalui situs web. Penyusunan modul P5 disusun sesuai dengan fase atau tahapan perkembangan peserta didik. Komponen Modul yang disusun guru MIN 3 Sukoharjo meliputi. Profil modul. Tujuan, aktifitas dan asesmen. Profil modul memuat tema projek, fase/jenjang sasaran, durasi. Tujuan berisi rubrik rumusan kompetensi sesuai dengan fase perkembangan peserta didik (Kurniasih. , et al. , 2. Aktifitas mencangkup alur/ tahapan dalam pelaksanaan. Dan terakhir asesmen yaitu Instrumen pengolahan hasil asesmen untuk menyimpulkan pencapaian projek profil. Pelaksanaan Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. diterpakan di MIN 3 Sukoharjo di setiap kelas dari kelas 1 sampai kelas 6. Tujuan dari kegiatan tersebut menjadikan siswa membentuk karakter Pancasila. Manfaatnya anak bisa lebih mandiri, dan anak bisa lebih mengetahui tentang apa yang diajarkan dalam Pancasila dan bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,Ay P5 melibatkan guru, siswa dan orang tua. Peran guru disini adalah sebagai fsilitator sedangkan siswa sebagai pelaksana dan orang tua sebagai support system baik dari pendanaan atau dukungan langsung kepada peserta didik seperti kehadiran orang tua dalam gelar karya (Kurniasih. , et al. , 2. Keterlibatan guru, siswa dan orang tua murid agar terjalin komunikasi antara semua pihak. Harapannya, baik siswa, guru, maupun orang tua murid dapat bersinergi bersama baik dalam hal akademik siswa maupun di luar hal lainnya (Khoiruna. , 2. Penanggung jawab pelaksanaan P5 di MIN 3 Sukoharjo adalah guru kelas masingmasing, dibantu oleh guru pendamping dalam pantauan tim P5. Tema-tema yang diangkat dalam kegiatan P5 ini bervariasi, di antaranya tentang gaya hidup berkelanjutan, pelestarian kearifan lokal, dan kewirausahaan. Beberapa prodak yang di hasilkan dalam kegiatan P5 yaitu kerajinan bakiak, totebag ecoprint, diorama, telur asin dan membuat minuman tradisional seperti kunir asem dan wedang uwuh. Tahapan pelaksanaannya meliputi pengenalan proyek, penjelasan tujuan, pemaparan langkah-langkah, hingga pentas seni atau gelar karya. Gelar karya bertujuan untuk meunjukkan hasil karya siswa dan untuk meningkatkan potensi dan semangat kolaborasi antar siswa, guru dan orang tua. Gelar karya diselenggarakan oleh tim P5 beserta dewan guru setelah ASAS . sessment sumatif akhir semeste. Evaluasi Evaluasi P5 dilakukan untuk melihat ketercapaian penerapan P5 sebagai bagian dari program kurikulum merdeka. Pelaksanaan evaluasi pada program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. merupakan salah satu upaya penting dalam sistem pendidikan di Indonesia untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian siswa (Akhyar. , et. al, 2. Evaluasi pelaksanaan program P5 di MIN 3 Sukoharjo dilakukan oleh guru penaggung jawab P5 pada masing-masing kelas pada penilaian formatif dan sumatif. Evaluasi ini berupa rubrik penilaian fase, jurnal harian, rubrik assessment, presentasi, rubrik assessment portofolio, dan rubrik asessmen akhir (Nurhaifa. , et al. , 2. Untuk ranah yang dikembangkan tergantung dari tema yang dipilih. Hasil dari capaian siswa pada P5 dicantumkan dalam nilai pada raport. KESIMPULAN Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. adalah salah satu upaya untuk mencapai profil pelajar Pancasila yang memberi siswa kesempatan untuk "mengalami pengetahuan" Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Pada Kurikulum Merdeka Di MIN 3 Sukoharjo dalam proses penguatan karakter dan belajar dari lingkungan sekitar mereka. menggunakan pendekatan interdisipliner untuk mengkaji dan mempertimbangkan solusi atas permasalahan di sekitarnya melalui pembelajaran berbasis tantangan (PBL) yang merupakan bagian dari mata pelajaran sekolah. Pelaksanaan kegiatan P5 dapat diterapkan dengan fleksibel, baik dari segi waktu maupun muatan, dan dapat diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler atau dilakukan secara terpisah. Dari segi isi, kegiatan P5 disusun sesuai dengan fase perkembangan siswa, tanpa harus terkait langsung dengan pencapaian pembelajaran mata pelajaran tertentu. Implementasi P5 di MIN 3 Sukoharjo meliputi 3 tahap yaitu tahap . Perencanaan, merancang alokasi waktu, membentuk tim pelaksana, menentukan topik atau tema, menetukan model yang digunakan, dan merancang modul P5 . Pelasanaan. P5 dilaksanakan pada seluruh kelas dari kelas 1 sampai kelas 6 dengan penaggung jawab guru kelas masingmasing dengan tahapan pengenalan proyek, penjelasan tujuan, pemaparan langkah-langkah dan pentas seni/gelar karya, . evaluasi, evaluasi di MIN 3 Sukoharjo dilakukan oleh guru penaggung jawab P5 pada masing-masing kelas. Evaluasi ini berupa rubrik penilaian fase, jurnal harian, rubrik assessment, presentasi, rubrik assessment portofolio, dan rubrik asessmen akhir pada penilaian formatif dan sumatif. REFERENSI