MINAT INVESTASI MAHASISWA DI PASAR MODAL YANG DIDETERMINASI OLEH PENGETAHUAN INVESTASI. MANFAAT INVESTASI DAN MODAL MINIMAL INVESTASI (STUDI PADA MAHASISWA STIE PANCASETIA BANJARMASIN) Jumriaty Jusman*. Tina Lestari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia Banjarmasin e-mail: jo2lov3ly@yahoo. Abstrak: Perusahaan sekuritas dan lembaga keuangan juga dapat berkontribusi dengan memberikan informasi yang transparan dan mudah dipahami mengenai produk investasi yang mereka tawarkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui minat investasi mahasiswa di pasar modal yang dideterminasi oleh pengetahuan investasi, manfaat investasi dan modal minimal investasi pada mahasiswa STIE Pancasetia Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah Berdasarkan hasil analisis regresi, yang menunjukkan bahwa Pengetahuan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Minat Investasi. Meskipun nilai koefisien variabel manfaat cenderung menunjukkan peningkatan terhadap Minat Investasi, akan tetapi pengaruh ini tidak signifikan. Variabel Modal Minimal menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan terhadap Minat Investasi dengan nilai koefisien positif menunjukkan bahwa peningkatan dalam ketersediaan atau kemudahan akses terhadap modal minimal secara signifikan meningkatkan Minat Investasi. Kata kunci: Minat Investasi. Pengetahuan Investasi. Manfaat Investasi. Modal Minimal Investasi Latar Belakang Minat investasi di pasar modal di kalangan mahasiswa STIE Pancasetia Banjarmasin menunjukkan fenomena menarik yang dideterminasi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan investasi, manfaat investasi, dan modal minimal Menurut Rodiyah . pengetahuan investasi menjadi faktor utama yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk terlibat dalam aktivitas pasar modal. Pengetahuan yang mencakup pemahaman tentang mekanisme pasar modal, risiko dan keuntungan, serta strategi investasi memberikan rasa percaya diri bagi mahasiswa untuk berinvestasi. Mahasiswa yang memiliki pengetahuan yang baik tentang pasar modal cenderung lebih berani mengambil keputusan investasi karena mereka memiliki pemahaman yang cukup mengenai cara kerja pasar dan potensi keuntungan yang bisa didapatkan. Manfaat investasi juga berperan penting dalam meningkatkan minat mahasiswa terhadap pasar modal. Manfaat ini bisa berupa keuntungan finansial yang didapat dari hasil investasi, seperti dividen dan capital gain, serta manfaat nonfinansial seperti peningkatan literasi keuangan dan pengalaman praktis dalam mengelola keuangan. Menurut (Widiawati & Yuniasih, 2. mahasiswa yang menyadari manfaat ini lebih termotivasi untuk mencoba berinvestasi di pasar modal karena mereka melihatnya sebagai peluang untuk mengembangkan diri dan menambah Selain itu, investasi di pasar modal juga dianggap sebagai langkah awal untuk mempersiapkan masa depan finansial yang lebih baik, yang semakin mendorong minat mahasiswa untuk terlibat dalam aktivitas ini. Faktor ketiga yang menentukan minat investasi mahasiswa adalah modal minimal investasi. Modal yang dibutuhkan 186 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 185 Ae197 untuk memulai investasi sering kali menjadi kendala bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan finansial. Namun, dengan adanya berbagai produk investasi yang menawarkan modal awal yang rendah, seperti reksa dana dan saham dengan harga terjangkau, hambatan ini bisa diatasi. Mahasiswa yang mengetahui adanya pilihan investasi dengan modal minimal yang terjangkau lebih cenderung tertarik untuk berinvestasi karena mereka merasa mampu memulai dengan jumlah dana yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka (Hariani. Kebijakan dari perusahaan sekuritas yang menyediakan kemudahan akses dengan modal kecil juga turut mendorong minat investasi di kalangan mahasiswa. Dalam studi kasus di STIE Pancasetia Banjarmasin, ditemukan bahwa mahasiswa yang memiliki pengetahuan investasi yang baik, memahami manfaat investasi, dan mengetahui adanya opsi investasi dengan modal minimal menunjukkan minat yang lebih tinggi untuk berinvestasi di pasar Mereka cenderung lebih aktif mencari informasi terkait investasi, mengikuti seminar atau pelatihan tentang pasar modal, dan membuka rekening efek untuk mulai berinvestasi. Menurut (Nisa, 2. pengetahuan yang baik tentang investasi membuat mereka lebih siap dan yakin dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman tentang manfaat investasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang, memberikan motivasi tambahan bagi mereka untuk berpartisipasi di pasar Ketersediaan opsi investasi dengan modal minimal memungkinkan mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi untuk finansial yang mungkin mereka hadapi. Tidak semua mahasiswa memiliki minat yang sama terhadap investasi di pasar Ada juga yang merasa ragu atau takut untuk berinvestasi karena kurangnya ketidakpastian mengenai keuntungan yang bisa diperoleh, dan kekhawatiran terhadap risiko kehilangan modal (Nurmalina, 2. Penting untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa melalui program edukasi dan pelatihan yang Lembaga pendidikan, dalam hal ini STIE Pancasetia Banjarmasin, dapat berperan aktif dengan menyediakan kurikulum yang memasukkan materi tentang investasi dan pasar modal, serta bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk mengadakan workshop dan seminar yang bisa diakses oleh mahasiswa. Perusahaan sekuritas dan lembaga keuangan juga dapat berkontribusi dengan memberikan informasi yang transparan dan mudah dipahami mengenai produk investasi yang mereka tawarkan. Dengan begitu, mahasiswa akan merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk mencoba berinvestasi di pasar modal. Dorongan dari lingkungan sekitar, seperti teman sebaya dan keluarga yang juga berinvestasi, dapat memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap minat investasi mahasiswa. Menurut (Pratiwi, 2. pemerintah dan otoritas pasar modal juga memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem investasi yang aman dan kondusif. Regulasi yang jelas dan perlindungan terhadap investor, mahasiswa, akan memberikan rasa aman dan kenyamanan dalam berinvestasi. Kampanye edukasi yang dilakukan oleh otoritas pasar modal dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya berinvestasi sejak dini. Minat investasi mahasiswa di pasar modal ditentukan oleh kombinasi dari pengetahuan investasi, manfaat investasi, dan modal minimal investasi. Dengan meningkatkan literasi keuangan, menyediakan opsi investasi yang terjangkau, dan menciptakan lingkungan yang mendukung, diharapkan lebih banyak mahasiswa yang tertarik dan berani untuk berinvestasi di pasar modal. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan pribadi mereka, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam pasar modal dan pembangunan ekonomi secara keseluruhan (Ulfa & Suarmanayasa, 2. Studi Literatur Minat Investasi Minat investasi adalah keinginan atau ketertarikan individu untuk menanamkan 187 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 185 Ae197 dananya dalam berbagai instrumen investasi dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Minat investasi tidak hanya muncul dari keinginan untuk mendapatkan keuntungan finansial, tetapi juga dari pemahaman akan pentingnya menabung dan mempersiapkan masa depan finansial yang lebih baik. Variabel ini didukung oleh teori Planned Behavior (Ajzen,1. yang menjelaskan bahwa sikap terhadap perilaku merupakan pokok penting yang sanggup memperkirakan suatu perbuatan, meskipun demikian perlu dipertimbangkan sikap seseorang dalam menguji norma subjektif serta mengukur kontrol perilaku persepsi orang tersebut. Dari beberapa pemaparan teori di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa Theory of Planned Behavior adalah teori yang menyatakan bahwa hubungan antara sikap, norma subjektif, dan persepsi akan mempengaruhi niat perilaku individu untuk melakukan suatu tindakan seseorang atau individu. Seseorang yang mengetahui akan banyaknya manfaat yang diperoleh dari berinvestasi maka dimulai dari munculnya minat untuk berinvestasi, kemudian ia akan cenderung melakukan tindakan seperti mencari tahu informasi dengan melakukan pelatihan terkait pasar modal, mencari literatur tentang saham, serta menyiapkan dana modal awal untuk berinvestasi. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wahyudi et al. ,2. yang menemukan bahwa pengetahuan investasi, modal minimal, dan manfaat berpengaruh signifikan terhadap minat berinvestasi di pasar modal. Menurut (Budiartha et al. , 2. beberapa faktor yang mempengaruhi minat berinvestasi, yaitu . neutral information yang artinya informasi tambahan dari luar yang diperoleh calon investor agar lebih . personal financial needs adalah informasi pribadi yang didapatkan investor sebagai pedoman pengetahuan berikutnya saat proses berinvestasi. self image/firm image coincidence adalah berhubugan citra perusahaan. social relevance adalah informasi tentang tanggung jawan perusahaan terhadap lingkungan sekitar, operasional perusahaan serta posisi saham perusahaan. classic adalah kemampuan investor untuk menentukan kriteria ekonomis perilaku. professional recommendation, adalah pendapat, saran, atau rekomendasi dari pihak-pihak, saran, atau rekomendasi dari pihak-pihak, professional atau para ahli di bidang investasi. Menurut Harahap et al. yang menjadi indikator minat berinvestasi yaitu: keinginan mencari tahu tentang investasi, meluangkan waktu untuk mempelajari lebih jauh tentang investasi, dan mencoba berinvestasi. Pengetahuan Investasi Pengetahuan sangat penting bagi calon investor pemula yang berminat melakukan investasi. Pengetahuan ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam aktivitas investasi, karena dapat membantu mereka membuat keputusan yang lebih informasional dan bijaksana. Pengetahuan investasi adalah suatu informasi mengenai bagaimana cara mendapatkan keuntungan di masa depan. Informasi tersebut dapat diperoleh dari suatu pembelajaran yang diterima dari berbagai literatur yang ada dan telah diserap oleh memori manusia (Wibowo, 2. Jika dikaitkan dengan Theory of Planned Behavior, seseorang atau calon investor berminat melakukan investasi maka perlu berusaha atau melakukan sebuah Calon investor cenderung mencari tahu semua tentang pengetahuan berinvestasi di pasar modal. Hal ini sesuai dengan faktor perilaku dimana seuatu keyakinan seorang dalam melakukan sesuatu didasarkan dengan niat seseorang tersebut. Dengan adanya pengetahuan dan pemahaman tentang berinvestasi yang didapatkan oleh calon investor maka ia bisa lebih teliti memilih investasi mana yang bisa menguntungkan baginya. Hasil penelitian Pajar & Pustikaningsih . menunjukkan bahwa pengetahuan investasi berpengaruh signifikan dengan minat berinvestasi di pasar modal pada mahasiswa FE UNY. 188 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 185 Ae197 H1 : Pengetahuan investasi berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa di pasar modal. Manfaat Investasi Manfaat investasi adalah faktor penting yang harus diketahui oleh investor pemula sebelum melakukan investasi. Manfaat investasi sangat penting karena dengan mengetahui pentingnya investasi maka akan menimbulkan perubahan yang baik dimasa yang akan datang. Bagi seseorang yang baru memulai kegiatan investasi/calon investor, cenderung terlebih dahulu ingin mengetahui manfaat dari berinvestasi dipasar modal, baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Jika calon investor sudah mengetahui lebih dalam manfaat dari berinvestasi maka ia cenderung akan berminat melakukan investasi di pasar modal. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Saputra . bahwa modal minimal berpengaruh signifikan terhadap minat investasi. Hal tersebut sesuai dengan theory of planned behavior manfaat investasi dapat menentukan seseorang untuk berinvestasi. Hal ini sesuai dengan faktor kontrol berekspektasi terlalu tinggi tentang manfaat investasi dan menginginkan resiko yang rendah maka hal tersebut juga dapat membuat seseorang salah dalam mengambil Kontrol perilaku dapat membuat sesuatu dianggap mendukung dan dapat pula dianggap menghambat perilaku seseorang tergantung dengan keyakinan dari masing-masing individu. H2 : Manfaat terhadap minat investasi mahasiswa di pasar modal. Modal Minimal Investasi Modal minimal investasi adalah jumlah dana terendah yang diperlukan untuk memulai investasi dalam suatu instrumen keuangan atau pasar tertentu. Konsep ini penting karena menentukan aksesibilitas investasi bagi berbagai kelompok masyarakat, terutama bagi individu yang memiliki keterbatasan Modal minimal yang rendah dapat menjadi daya tarik bagi calon investor pemula, dalam hal ini modal minimal dijadikan bahan pertimbangan karena adanya perhitungan estimai dana, maka dari itu semakin minim modal yang dikeluarkan untuk investasi semakin tinggi minat seseorang untuk berinvestasi (Pajar & Pustikaningsih, 2. Jika dikaitkan dengan theory of planned behavior seseorang berminat berinvestasi dapat juga disebabkan karena mendengarkan pengalaman dari orang lain tentang modal minimal yang dikeluarkan untuk berinvestasi sehingga seseorang tersebut memiliki keinginan untuk melakukan investasi. Hal ini sesuai dengan faktor norma subyektif dimana keyakinan dan keinginan individu dari pengalaman Penelitian yang dilakukan oleh Nisa . memperoleh hasil bahwa modal minimal investasi berpengaruh terhadap minat mahasiswa berinvestasi. Hal ini di karenakan mahasiwa banyak yang belum memiliki penghasilan tetap maka dari itu modal minimal dapat berpengaruh terhadap minta mahasiswa berinvestasi. H3 : Modal minimal investasi berpengaruh terhadap minat investasi Mahasiswa di pasar modal. Pengetahuan Investasi Manfaat Investasi Modal Minimal Minat Investasi Gambar 1. Model Penelitian Metode Penelitian Metode penelitian kuantitatif yang digunakan dalam studi mengenai minat investasi mahasiswa di pasar modal yang dideterminasi oleh pengetahuan investasi, manfaat investasi, dan modal minimal investasi di STIE Pancasetia Banjarmasin berfokus pada pengumpulan dan analisis data numerik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antar variabel. Penelitian ini 189 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 185 Ae197 dimulai dengan penyusunan hipotesis yang didasarkan pada tinjauan literatur sebelumnya, yang kemudian diuji menggunakan data empiris yang diperoleh dari responden yang relevan, dalam hal ini mahasiswa STIE Pancasetia Banjarmasin. Alat utama yang digunakan dalam metode kuantitatif ini adalah kuesioner terstruktur yang dirancang untuk mengukur variabel-variabel yang diteliti, seperti tingkat pengetahuan investasi, persepsi terhadap manfaat investasi, dan persepsi mengenai modal minimal yang diperlukan untuk berinvestasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada sampel yang representatif dari populasi mahasiswa STIE Pancasetia. Teknik sampling yang sering digunakan dalam penelitian kuantitatif ini adalah stratified random sampling atau purposive sampling, yang memastikan bahwa sampel mencakup berbagai demografi dan karakteristik yang Setiap responden diminta untuk menjawab serangkaian pertanyaan dengan Likert, memungkinkan pengukuran tingkat setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan yang berkaitan dengan minat investasi dan faktor-faktor penentunya. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STIE Pancasetia Banjarmasin dengan pengambilan sampel yang memenuhi kriteria yaitu mahasiswa yang pernah mengikuti kegiatan seminar pasar modal dan sekolah pasar modal yang berjumlah 74 siswa. Setelah data dikumpulkan, tahap selanjutnya adalah analisis data menggunakan teknik statistik. Analisis deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran umum tentang karakteristik responden dan distribusi jawaban mereka. Kemudian, analisis inferensial seperti regresi linier digunakan untuk menguji hipotesis penelitian dan menentukan sejauh mana variabel independen . engetahuan investasi, manfaat investasi, dan modal minimal investas. mempengaruhi variabel dependen . inat Penggunaan software statistik seperti SPSS sering kali diperlukan untuk mempermudah analisis data yang kompleks dan memastikan hasil yang akurat. Metode kuantitatif ini tidak hanya memberikan data yang objektif dan dapat diukur, tetapi juga memungkinkan generalisasi hasil ke populasi yang lebih luas, selama sampel yang digunakan representatif. Oleh karena itu, penelitian kuantitatif dalam konteks ini sangat berguna untuk memberikan bukti empiris yang kuat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi minat investasi mahasiswa, yang pada gilirannya dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan atau program edukasi yang lebih efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam pasar modal. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Uji Normalitas Tabel Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation2,90736482 Most ExtremeAbsolute ,063 Differences Positive ,063 Negative -,050 Test Statistic ,063 Asymp. Sig. -taile. ,200c,d Sumber: Data Diolah . Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. adalah sebesar 0,200. Hal ini memiliki arti bahwa nilai Asymp. Sig > 0,05. Maka dapat berdistribusi normal. Tabel 2. Uji R Square Adjusted R Model R Square Square 1 ,701a ,492 ,470 Sumber: Data Diolah . Std. Error of the Estimate 2,969 Tabel 2 menunjukkan bahwa besar R Square sebesar 0,492 atau 49,2%. Angka tersebut menunjukkan bahwa 49,2% variabel minat investasi (Y) dipengaruhi oleh variabel modal minimal, manfaat pengetahun. Sedangkan sisanya sebesar dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 190 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 185 Ae197 Tabel 3. Uji F (ANOVA) Sum of Mean Model F Sig. Squares Square 1 Regression 597. 434 3 199. Residual 052 70 8. Total Sumber: Data Diolah . Berdasarkan Tabel 3 nilai Sig. diperoleh ketiga variabel bebas yaitu modal minimal, manfaat dan pengetahun yaitu 0,000 pada tingkat alpha 0,05 Fhitung sebesar 591 sedangkan Ftabel sebesar 3,111. Pada penelitian ini Fhitung . > Ftabel . dan Sig. < 0,05, maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya bahwa modal minimal, manfaat dan pengetahuan berpengaruh positif terhadap minat investasi. Tabel 4. Uji t Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1(Constan. 8,457 2,701 3,131,003 Pengetahuan -,037 ,069 -,064 -,528 ,599 Manfaat ,187 ,103 ,194 1,818,073 Modal 1,005 ,162 ,645 6,196,000 Minimal Model Sumber: Data Diolah . Berdasarkan Tabel 4, dapat dilihat masing-masing independen terhadap variabel dependen, yaitu Minat Investasi. Berikut pembahasan mengenai masing-masing variabel: Konstanta (Intercep. Koefisien konstanta sebesar 8,457 dengan nilai t sebesar 3,131 dan nilai (Sig. 0,003. Ini menunjukkan bahwa ketika semua variabel independen bernilai nol. Minat Investasi memiliki nilai awal sebesar 8,457, yang signifikan pada tingkat 0,05. Pengetahuan Koefisien untuk variabel pengetahuan adalah -0,037 dengan nilai t sebesar 0,528 dan nilai Sig. 0,599. Nilai Sig. yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa variabel pengetahuan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Minat Investasi. Koefisien negatif ini menunjukkan bahwa peningkatan dalam pengetahuan sedikit mengurangi Minat Investasi, namun pengaruh ini tidak signifikan. Manfaat Koefisien untuk variabel manfaat adalah 0,187 dengan nilai t sebesar 1,818 dan nilai Sig. 0,073. Nilai Sig. sedikit di atas 0,05 menunjukkan bahwa pengaruh manfaat terhadap Minat Investasi mendekati signifikan, tetapi tidak cukup untuk dikatakan signifikan pada tingkat 0,05. Ini meningkatkan Minat Investasi, namun pengaruhnya tidak cukup kuat untuk dikatakan signifikan. Modal Minimal Koefisien untuk variabel modal minimal adalah 1,005 dengan nilai t sebesar 6,196 dan nilai Sig. 0,000. Nilai Sig. yang jauh lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa variabel modal minimal memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap Minat Investasi. Koefisien positif ini menunjukkan bahwa peningkatan dalam modal minimal secara signifikan meningkatkan Minat Investasi Pembahasan Pengaruh Pengetahuan terhadap Minat Investasi Pengaruh pengetahuan terhadap minat investasi adalah topik yang sering dibahas dalam literatur keuangan dan manajemen. Berdasarkan hasil analisis regresi yang diperoleh, variabel pengetahuan memiliki koefisien sebesar -0,037 dengan nilai t sebesar -0,528 dan nilai signifikansi (Sig. ) 0,599. Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat investasi. Dalam konteks penelitian ini, nilai koefisien yang negatif menunjukkan bahwa setiap peningkatan dalam pengetahuan justru sedikit menurunkan minat investasi. Namun, pengaruh ini sangat kecil dan tidak signifikan, karena nilai signifikansi jauh di atas 0,05. Temuan ini menimbulkan beberapa pertanyaan penting mengenai peran pengetahuan dalam mendorong minat investasi. Pengetahuan meningkatkan minat investasi. Pengetahuan mengenai investasi mencakup pemahaman tentang berbagai instrumen investasi, risiko 191 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 185 Ae197 diversifikasi (Chossy Wiratama & Isra Hayati, 2. Dengan pengetahuan yang memadai, seseorang diharapkan dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik dan lebih percaya diri dalam Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam populasi yang diteliti, pengetahuan tidak memberikan dampak signifikan terhadap minat investasi. Ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan temuan ini. Pertama, meskipun individu memiliki pengetahuan tentang investasi, mereka mungkin merasa bahwa pengetahuan tersebut tidak cukup untuk mengambil langkah konkret dalam Dalam banyak kasus, pengetahuan saja tidak cukup tanpa adanya pengalaman praktis dan dukungan yang Individu mungkin merasa ragu atau khawatir akan kehilangan uang mereka meskipun mereka memiliki pengetahuan teoritis yang baik (Aisyanti et al. , 2. Pengetahuan yang dimiliki oleh individu mungkin tidak relevan atau tidak cukup mendalam untuk diterapkan dalam situasi nyata. Pengetahuan tentang investasi dapat sangat kompleks dan memerlukan pemahaman yang mendalam tentang pasar keuangan, analisis risiko, dan dinamika Jika pengetahuan yang dimiliki hanya pada tingkat dasar, maka tidak akan memberikan kepercayaan diri yang cukup untuk berinvestasi (Anan & Devi, 2. Ada kemungkinan bahwa faktor lain yang lebih kuat mempengaruhi minat Misalnya, faktor psikologis seperti risiko aversi, kepercayaan diri, dan pengalaman masa lalu dengan investasi dapat memiliki pengaruh yang lebih besar. Selain itu, faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, regulasi pemerintah, dan ketersediaan modal juga dapat memainkan peran yang signifikan dalam menentukan minat investasi (Cokro, 2. Dalam beberapa budaya atau konteks sosial, pengetahuan tentang investasi mungkin tidak dianggap penting atau Dalam budaya di mana investasi belum menjadi praktik umum atau masih dianggap sebagai sesuatu yang hanya pengetahuan mungkin tidak cukup untuk mendorong minat investasi. Ada kebutuhan untuk mengubah persepsi dan sikap masyarakat terhadap investasi agar pengetahuan dapat memainkan peran yang lebih signifikan (Yuliani et al. , 2. Untuk pengetahuan terhadap minat investasi, beberapa langkah dapat diambil. Pertama, program edukasi dan pelatihan yang lebih Program mencakup tidak hanya pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis dan studi kasus nyata yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Pendekatan ini dapat membantu individu merasa lebih percaya diri dan siap untuk berinvestasi (Biri & Hidayati, 2. Dukungan dan bimbingan dari profesional keuangan dapat sangat Banyak individu yang mungkin memiliki pengetahuan dasar tetapi memerlukan bimbingan dari ahli untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam keputusan investasi nyata. Konsultasi mendalam dan membantu individu membuat keputusan yang lebih baik. Upaya untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat harus terus ditingkatkan (Wardani, 2. Kampanye kesadaran dan edukasi publik tentang pentingnya investasi dan cara berinvestasi yang benar dapat membantu mengubah sikap dan persepsi Dengan meningkatkan literasi keuangan, lebih banyak orang akan memahami manfaat investasi dan merasa terdorong untuk mulai berinvestasi. Pemerintah dan lembaga keuangan dapat memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung Kebijakan yang mendukung akses mudah ke informasi investasi, transparansi pasar, dan perlindungan investor dapat meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat terhadap investasi. Selain itu, inisiatif untuk membuat produk investasi yang lebih mudah diakses dan dimengerti oleh masyarakat umum juga 192 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 185 Ae197 dapat meningkatkan minat investasi (Rahayu & Yuniarta, 2. Meskipun hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat investasi dalam penelitian ini, pengetahuan tetap merupakan komponen penting dalam pengambilan keputusan investasi. Ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi mengapa pengetahuan tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam konteks ini, termasuk tingkat pengetahuan yang dimiliki, relevansi pengetahuan, serta faktor-faktor psikologis dan eksternal Untuk meningkatkan pengaruh pengetahuan terhadap minat investasi, diperlukan pendekatan yang lebih holistik yang mencakup edukasi yang lebih baik, dukungan profesional, peningkatan literasi keuangan, dan kebijakan yang mendukung lingkungan investasi. Pengaruh Manfaat terhadap Minat Investasi Pengaruh manfaat terhadap minat investasi merupakan aspek penting yang sering dieksplorasi dalam studi perilaku Berdasarkan hasil analisis regresi yang diperoleh, variabel manfaat memiliki koefisien sebesar 0,187 dengan nilai t sebesar 1,818 dan nilai signifikansi (Sig. ) 0,073. Meskipun koefisien menunjukkan bahwa peningkatan dalam persepsi manfaat cenderung meningkatkan minat investasi, pengaruh ini tidak signifikan pada tingkat 0,05 karena nilai signifikansi sedikit di atas 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi manfaat dari investasi memiliki potensi untuk meningkatkan minat investasi, namun pengaruhnya belum cukup kuat dalam konteks penelitian ini. Mari kita telaah lebih lanjut mengapa persepsi manfaat ini penting dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi minat investasi. Secara teoritis, manfaat investasi merujuk pada keuntungan finansial dan non-finansial yang diharapkan dari suatu Keuntungan finansial bisa berupa pendapatan bunga. Sementara itu, manfaat non-finansial dapat mencakup peningkatan rasa aman finansial, peningkatan status sosial, dan pencapaian tujuan keuangan jangka panjang seperti pendidikan anak atau pensiun yang nyaman. Dalam konteks ini, persepsi manfaat mencerminkan sejauh mana individu yakin bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan ini jika mereka berinvestasi (Lioera et al. , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa persepsi manfaat merupakan faktor kunci yang mempengaruhi keputusan Ketika individu percaya bahwa investasi akan memberikan manfaat yang signifikan, mereka lebih cenderung untuk Namun, hasil analisis ini menunjukkan bahwa meskipun ada kecenderungan positif, persepsi manfaat tidak cukup kuat untuk secara signifikan mempengaruhi minat investasi. Beberapa faktor dapat menjelaskan mengapa persepsi manfaat tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam konteks penelitian ini. Persepsi manfaat dapat dipengaruhi oleh pengalaman dan informasi yang dimiliki individu tentang investasi. Jika individu memiliki pengalaman negatif atau kurang informasi yang akurat mengenai investasi, mereka mungkin meragukan manfaat yang dapat diperoleh. Misalnya, berita tentang kerugian investasi atau penipuan investasi dapat menurunkan persepsi manfaat dan membuat individu enggan untuk berinvestasi meskipun mereka tahu potensi keuntungan yang ada (Ramadani et al. , 2. Persepsi dipengaruhi oleh risiko yang dirasakan. Manfaat investasi tidak bisa dipisahkan dari risiko yang melekat. Jika individu merasa bahwa risiko terlalu tinggi, mereka mungkin akan lebih fokus pada potensi kerugian daripada manfaat yang bisa Ini bisa mengurangi minat mereka untuk berinvestasi. Dalam banyak kasus, individu yang tidak berpengalaman atau tidak memiliki pemahaman yang baik tentang manajemen risiko cenderung menghindari investasi meskipun mereka menyadari potensi manfaatnya (Zulchayra et al. , 2. Faktor psikologis seperti kepercayaan diri dan kecenderungan untuk menunda keputusan . juga bisa mempengaruhi persepsi manfaat. Individu 193 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 185 Ae197 yang kurang percaya diri dalam membuat keputusan keuangan mungkin tidak yakin bahwa mereka bisa memperoleh manfaat yang diharapkan dari investasi. Menurut (Hendrayanti Shavira, kecenderungan untuk menunda-nunda dapat membuat individu menunda untuk berinvestasi meskipun mereka menyadari Pengaruh lingkungan sosial dan budaya juga dapat mempengaruhi persepsi manfaat. Dalam budaya atau komunitas tertentu, investasi mungkin tidak dianggap sebagai cara yang efektif untuk mencapai keamanan finansial atau status Ini dapat mengurangi persepsi manfaat dan minat individu untuk Misalnya, dalam beberapa masyarakat, tabungan tradisional atau investasi dalam bentuk properti dianggap dibandingkan dengan investasi di pasar saham atau instrumen keuangan lainnya. Untuk persepsi manfaat terhadap minat investasi, beberapa strategi dapat diimplementasikan. Pertama, edukasi dan peningkatan literasi keuangan harus ditingkatkan. Program edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan dapat membantu individu memahami keuntungan dan risiko investasi serta cara untuk memaksimalkan manfaat yang diperoleh. Edukasi ini bisa dilakukan melalui berbagai media seperti seminar, workshop, kursus online, dan kampanye publik. Penyedia jasa keuangan perlu transparan dalam mengkomunikasikan potensi manfaat dan risiko investasi (Kriesmawati, 2. Informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami dapat membantu individu membuat keputusan investasi yang lebih baik. Penyedia jasa juga harus memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan untuk membantu investor memahami dan mengelola investasi mereka dengan lebih baik. Menciptakan lingkungan investasi yang mendukung juga sangat penting. Pemerintah dan regulator keuangan dapat memainkan peran kunci dalam hal ini dengan memastikan adanya kebijakan yang melindungi investor dan mempromosikan transparansi serta keadilan di pasar Langkah-langkah perlindungan terhadap penipuan investasi, regulasi yang jelas, dan pengawasan yang ketat dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi dan memperkuat persepsi manfaat. Mempromosikan kisah sukses dan studi kasus dari investor yang berhasil dapat membantu meningkatkan persepsi manfaat. Kisah-kisah ini dapat memberikan bukti nyata tentang bagaimana investasi dapat memberikan manfaat yang signifikan dan menginspirasi individu lain untuk mulai berinvestasi (Atarwaman, 2. Meskipun hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi manfaat tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat investasi dalam penelitian ini, persepsi manfaat tetap merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi keputusan Untuk meningkatkan pengaruh ini, diperlukan upaya yang terpadu dalam hal edukasi, transparansi informasi, dukungan lingkungan investasi, dan promosi kisah sukses. Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan lebih banyak individu akan menyadari manfaat investasi dan terdorong untuk berinvestasi, sehingga meningkatkan kesejahteraan finansial mereka di masa depan. Pengaruh Modal Minimal terhadap Minat Investasi Pengaruh modal minimal terhadap minat investasi adalah salah satu faktor kritis yang sering diperhatikan oleh para peneliti dan praktisi di bidang keuangan. Berdasarkan hasil analisis regresi yang diperoleh, variabel modal minimal menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan terhadap minat investasi dengan koefisien sebesar 1,005, nilai t sebesar 6,196, dan nilai signifikansi (Sig. ) 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa modal minimal memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap minat Koefisien positif yang besar menunjukkan bahwa peningkatan dalam ketersediaan atau kemudahan akses terhadap modal minimal secara signifikan meningkatkan minat investasi. Mari kita telaah lebih lanjut mengapa modal minimal memiliki pengaruh yang begitu signifikan 194 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 185 Ae197 dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi minat investasi secara keseluruhan. Secara umum, modal minimal merujuk pada jumlah dana yang diperlukan untuk memulai suatu investasi. Modal minimal dapat bervariasi tergantung pada jenis investasi yang dipilih. Misalnya, untuk berinvestasi di pasar saham, ada jumlah minimal yang harus disetorkan untuk membeli saham tertentu. Menurut (Fauziyanti et , 2. dalam investasi properti atau bisnis, ada modal awal yang diperlukan untuk memulai investasi tersebut. Ketersediaan modal minimal yang terjangkau dapat membuat investasi lebih dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal minimal memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap minat investasi. Hal ini dapat dijelaskan dari beberapa Menurut (Firdaus & Ifrochah, 2. ketersediaan modal minimal yang rendah memungkinkan lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam investasi. Banyak individu yang mungkin memiliki keinginan untuk berinvestasi tetapi terhalang oleh tingginya modal awal yang Dengan modal minimal yang rendah, hambatan finansial untuk memulai investasi dapat diatasi, sehingga lebih banyak orang dapat terlibat dalam aktivitas Modal minimal yang terjangkau juga dapat mengurangi risiko yang dirasakan oleh investor pemula. Bagi banyak orang, investasi pertama kali bisa sangat menakutkan karena mereka tidak ingin kehilangan jumlah uang yang besar. Dengan modal minimal yang rendah, risiko finansial yang dihadapi oleh investor pemula menjadi lebih kecil, sehingga mereka lebih berani untuk mencoba berinvestasi. Ini juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar dan mendapatkan pengalaman investasi tanpa risiko besar (Wardani. Modal minimal yang rendah dapat Diversifikasi adalah strategi penting dalam manajemen risiko, di mana investor menyebar investasinya ke berbagai aset untuk mengurangi risiko. Dengan modal minimal yang rendah, investor dapat dengan mudah menyebarkan investasinya ke berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan lainnya. Ini tidak hanya membantu dalam manajemen risiko tetapi juga meningkatkan peluang untuk mendapatkan pengembalian yang lebih Kebijakan dan inisiatif yang menurunkan modal minimal dapat merangsang pertumbuhan ekonomi (Ramadani et al. , 2. Ketika lebih banyak orang terlibat dalam investasi, aliran modal ke pasar keuangan dan sektor bisnis meningkat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan beberapa tantangan yang terkait dengan modal minimal yang rendah. Meskipun modal minimal yang rendah dapat meningkatkan aksesibilitas, ada risiko bahwa investor mungkin tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang investasi. Tanpa edukasi dan literasi keuangan yang memadai, investor pemula dapat membuat keputusan yang buruk yang dapat menyebabkan kerugian finansial. Inisiatif untuk menurunkan modal minimal harus disertai dengan program edukasi dan dukungan yang memadai untuk membantu investor memahami risiko dan manfaat dari investasi (Kriesmawati, 2. Penurunan modal minimal dapat meningkatkan volatilitas pasar. Dengan lebih banyak investor pemula yang masuk ke pasar dengan pengetahuan yang terbatas, keputusan investasi mereka dapat didasarkan pada emosi atau informasi yang kurang akurat, yang dapat meningkatkan volatilitas Oleh karena itu, penting bagi regulator pasar untuk memantau dan mengelola dampak dari peningkatan partisipasi investor pemula. Perlu adanya keseimbangan antara menurunkan modal minimal dan Regulator dan penyedia jasa keuangan harus memastikan bahwa investor, terutama yang pemula, dilindungi dari praktik penipuan dan investasi yang berisiko tinggi (Atarwaman, 2. Transparansi informasi dan regulasi yang ketat diperlukan untuk 195 Kindai. Vol. Nomor 2. Halaman 185 Ae197 melindungi kepentingan investor dan menjaga integritas pasar keuangan. Untuk memaksimalkan manfaat dari modal minimal yang rendah, beberapa strategi dapat diimplementasikan. Pertama, penyedia jasa keuangan dapat menawarkan produk investasi yang dirancang khusus untuk investor pemula dengan modal minimal yang rendah. Produk ini dapat mencakup reksa dana, saham fraksional, atau program tabungan investasi yang memungkinkan individu untuk memulai dengan jumlah kecil. Program edukasi dan literasi keuangan harus diperluas dan difokuskan pada kelompok masyarakat yang baru mulai berinvestasi. Edukasi ini harus mencakup pemahaman tentang risiko dan manfaat investasi, strategi diversifikasi, serta pentingnya memiliki tujuan investasi yang jelas (Fauziyanti et al. , 2. Kerjasama antara sektor publik dan swasta dapat ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan investasi yang lebih Pemerintah dapat memberikan insentif atau subsidi untuk program edukasi investasi, sementara sektor swasta dapat mengembangkan produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan investor pemula. Modal minimal yang rendah memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap minat Ketersediaan modal minimal yang terjangkau dapat membuka akses investasi bagi lebih banyak orang, mengurangi risiko yang dirasakan oleh investor pemula, dan mendorong diversifikasi portofolio. Namun, untuk memaksimalkan manfaat ini, diperlukan upaya yang terpadu dalam hal edukasi, perlindungan investor, dan pengembangan produk investasi yang Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan lebih banyak individu dapat terlibat dalam investasi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan investasi tidak berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa di pasar modal. Hal tersebut sejalan dengan theory of planned behavior minat seseorang berinvestasi dapat dipengaruhi oleh faktor norma subyektif dimana mahasiswa akan lebih berminat lagi melakukan investasi jika mendengarkan pengalaman dari siswa lainnya yang pernah berhasil atau mendapatkan keuntungan berinvestasi di pasar modal. Manfaat investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap investasi. Meskipun mahasiswa tersebut yakin akan manfaat dari investasi, tetapi minat untuk berinvestasi tidak ada dikarenakan hanya segelintir mahasiswa yang berinvestasi di pasar modal sehingga mahasiswa mendengar pengalaman mahasiswa yang melakukan investasi sangat minim. Modal minimal terbukti berpengaruh terhadap minat berinvestasi. Ketersediaan modal minimal yang rendah maka minat investasi mahasiswa semakin menigkat. Modal minimal tersebut bagi para responden /mahasiswa dirasa cukup murah dan mampu memenuhi modal menimal yang di tetapkan. DAFTAR PUSTAKA