Vol. XV. No. 1 Januari 2021 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 ESTU UTOMO HEALTH SCIENCE JURNAL ILMIAH KESEHATAN http : //w. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG NAPZA PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) PEMDA 1 KESUGIHAN Nila Rusdi Rahayu1. Siti Mutripah2 . , . Program Studi Diploma Tiga Farmasi Akademi Farmasi Kusuma Husada Purwokerto Email : nila. dosen@gmail. Ismaoktadiana@gmail. ABSTRAK Tindak pidana narkoba tingkat SLTP selalu meningkat dikalangan pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang Napza pada remaja SMP Pemda 01 Kesugihan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di SMP Pemda 01 Kesugihan dengan subjek penelitian siswa kelas IX sejumlah 50 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja SMP Pemda 01 Kesugihan mempunyai tingkat pengetahuan baik tentang pengetahuan Napza sebanyak 39 . %), 9 . %) mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup dan 2 . %) mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan Napza di SMP Pemda 01 Kesugihan dalam kategori baik. Kata Kunci : NAPZA. Remaja. SMP. Tingkat Pengetahuan ON OVERVIEW OF THE LEVEL OF KNOWLEDGE ABOUT DRUGS FOR TEENAGERS IN SMP PEMDA 01 KESUGIAN ABSTRACT Drug crime rate of SLTA is always increasing among students. This study aims to determine the description of the level of information about drug abuse on adolescent SMP Pemda 01 Kesugihan. This research is a descriptive study with a cross sectional approach. This research is conducted in the Smp Pemda 01 Kesugihan with subjects of 9th grade students researching 50 respondents. The result of this research stated that teenagers of SMP Pemda 01 Kesugihan have good knowledge about drug knowledge as much as 3 . %) and 9 . %) have sufficient level of knowledge and 2 . %) has a lack of Based on these result,It can be concluded that the picture of the level of drug knowledge in the SMP Pemda 01 Kesugihan is good. Keywords: Drugs. Teenage. SMP,Level of Knowledge ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XV. No. 1 Januari 2021 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan PENDAHULUAN Narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napz. adalah bahan/zat/obat yang bila masuk ke dalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama otak/susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan . serta ketergantungan . terhadap Napza. Penyalahgunaan Napza adalah penggunaan salah satu atau beberapa jenis Napza secara berkala atau teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial (Azmiyati. SR, dkk. , 2. Menurut data dari WDR (World Drug Repor. pada tahun 2012 mengatakan 153300 juta jiwa . ,4%-6,6%) penyalahgunaan narkoba dunianusia 15-64 tahun pernah mengkonsumsi narkoba sekali dalam setahun, dimana hampir 15,5-38,6 juta jiwa . %) dari pengguna adalah pecandu berat (United Nations office on Drugs and Crime (UNODC, 2. Berdasarkan hasil penelitian BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia tahun 2011 tentang survey nasional perkembangan Indonesia, penyalahgunaan narkoba 2,2% dari total populasi penduduk Indonesia bersia 10-59 Angka prevalensi diprediksikan meningkat menjadi 2,8% pada tahun 2015. Badan Narkotika Nasional (BNN) juga melaporkan pengguna narkotika dan obat terlarang di Indonesia tahun 2012 meningkat menjadi 4 juta orang atau meningkat 2% dari populasi dan meningkat dari riset sebelumnya yang sebesar 3,8 juta jiwa. Sedangkan pada tahun 2013 penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai 4,58 Dengan demikian jumlah tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahunnya peningkatan kasus narkoba juga mengalami peningkatan pada tahun 2014 berjumlah 109 orang. Dari jumlah tersebut sekitar 33% pengguna narkoba. Berdasarkan survey pendahuluan yang di lakukan di SMP Pemda 1 Kesugihan Tahun 2018, setiap tahunya terdapat kasus siswa karena penyalahgunaan Napza. Diantaranya merokok 15 kasus, penyalahgunaan minuman keras dan alkohol 3 kasus dan penggunaan obat komix yang berlebihan. Sekolah Menengah Pertama (SMP Pemda 1 Kesugiha. merupakan salah satu sekolah yang terletak di kabupaten Cilacap dengan mayoritas siswanya merupakan perempuan dan laki-laki di usia remaja. Siswa SMP Pemda 1 Kesugihan belum memiliki pengetahuan dasar mengenai obat-obatan termasuk Vol. XV. No. 1 Januari 2021 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 narkotika, psikotropika dan zat adiktif. Hal ini dibuktikan dengan belum adanya materi tentang pengetahuan napza dalam kurikulum/mata pelajaran. Berdasarkan latar belakang diatas, maka perlu diadakan penelitian tentang AoAoGambaran Tingkat Pengetahun Tentang Napza pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pemda 1 KesugihanAoAo. METODE Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel adalah bagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili populasi (Notoatmodjo, 2. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMP Pemda 1 Kesugihan sebanyak 50 siswa dengan menggunakan teknik total sampling atau sampel jenuh, yaitu dengan mengambil semua anggota populasi menjadi sampel, istilah lain total sampling adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian tentang Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Napza Pada Remaja Sekolah Menengah (SMP) Pemda 01 Kesugihan dapat dilihat pada tabel Tabel 1. 1 Gambaran Jenis Kelamin Responden Remaja SMP Pemda 1 Kesugihan. Kabupaten Cilacap Kategori Frekuensi Presentase . (%) Perempuan Laki-laki Total 100,00 Sumber Data : Data Primer, 2019 Berdasarkan tabel 4. 1 dapat diketahui gambaran responden dalam penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 32 . ,00%) dan sisanya yaitu sebanyak 18 . ,00%) berjenis kelamin perempuan. Hasil ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Afandi, dkk . , faktor penyalahgunaan Napza salah satunya dipengaruhi oleh jenis kelamin. Hal senada diungkapkan pula oleh Ruminiati . bahwa remaja laki-laki lebih ambisius dan memiliki tingkat agresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja perempuan. Afandi . juga menegaskan bahwa jenis kelamin laki-laki lebih berisiko terhadap penyalahgunaan Napza. Diperkuat oleh pendapat yang dikemukakan oleh Kartono ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XV. No. 1 Januari 2021 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan . bahwa salah satu faktor yang memengaruhi kenakalan pada remaja adalah jenis Hawari . menyatakan bahwa pada masyarakat Jawa dan Sunda, dalam sudut pandang orang tua serta masyarakat umum menjadi hal yang wajar ketika anak laki-laki melakukan kesalahan dan kenakalan, berbeda dengan anak perempuan yang diharuskan untuk lebih banyak berdiam di dalam rumah dan tidak ditolerir untuk melakukan hal-hal seperti yang dilakukan oleh anak laki-laki seperti kenakalan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui gambaran responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah remaja SMP Pemda 1 Kesugihan. Kabupaten Cilacap berusia 15 tahun yaitu sebanyak 16 . ,06%), diikuti remaja usia 14 tahun dan 16 tahun sebanyak 14 . ,00%), remaja usia 17 tahun 4 . ,00%) dan sisanya remaja berusia 18 tahun yaitu sebanyak 2 . ,00%) PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa mayoritas remaja SMP Pemda 1 Kesugihan. Kabupaten Cilacap mempunyai pengetahuan yang baik terhadap Napza . arkotika, psikotropika dan zat adikti. yaitu sebanyak 39 . ,00%). Hal ini dimungkinkan mereka mengetahui tentang narkoba dari perolehan sumber informasi dari teman dengan sharing pengalaman/bertukar pikiran, media sosial berupa televisi dan handpone, dimana kita ketahui hampir setiap anak memiliki handpone (Akun Media Sosia. Sedangkan responden yang mempunyai pengetahuan cukup baik sebanyak 9 . ,00%) dan responden yang mempunyai pengetahuan kurang baik sebanyak 2 . ,00%). Dimungkinkan karena keadaan orang tuanya yang broken home, kurangnya responden dalam mencari sumber informasi tentang pengetahuan napza yang melalui media sosial karena belum mempunyai handpone yang dapat mengakses internet, kurangnya mencari informasi melalui media cetak seperti majalah dan Koran. Karna semakin banyak informasi yang diperoleh maka semakin tinggi Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mashita, 2. dengan judul Hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba pada kelompok remaja desa dumoga 1 kecamatan dumoga kabupaten Bolaang Mongondow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan Vol. XV. No. 1 Januari 2021 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 tentang Napza pada kelompok remaja Desa Dumoga I memiliki kategori Pengetahuan yang baik . ,6%) dan yang memiliki Pengetahuan cukup . %) , kurang baik sebanyak . ,4%). Pengetahuan merupakan informasi yang ditemui dan diperoleh oleh manusia melalui pengamatan akal untuk mengenali suatu benda atau kejadian yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Seringkali pengetahuan dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui tingkat kecerdasaan seseorang (Notoatmodjo, 2. Faktor yang mempengaruhi pengetahuann siswa tetang narkoba disebabkan oleh faktor tempat tinggal, umur, informasi, tingkat pendidikan, lingkungan. Lingkungan merupakan seluruh kondisi yang ada disekitar manusia dan pengaruhnya dapat mempengaruhi perkembangan seseorang. Jika seseorang berada dalam lingkungan yang buruk, maka pengetahuan yang akan diperoleh akan berkurang (Notoatmodjo, 2. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian diketahui gambaran remaja SMP Pemda 1 Kesugihan. Kabupaten Cilacap dalam penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 32 . ,00%) dan sisanya yaitu sebanyak 18 . ,00%) berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui gambaran remaja SMP Pemda 1 Kesugihan. Kabupaten Cilacap sebagian besar adalah berusia 15 tahun yaitu sebanyak 16 . ,06%), diikuti remaja usia 14 tahun dan 16 tahun sebanyak 14 . ,00%), remaja usia 17 tahun 4 . ,00%) dan sisanya remaja berusia 18 tahun yaitu sebanyak 2 . ,00%). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa remaja SMP Pemda 1 Kesugihan. Kabupaten Cilacap mempunyai pengetahuan yang baik terhadap Napza yaitu sebanyak 39 . ,00%). Responden yang mempunyai pengetahuan cukup baik . ,00%)p dan responden yang mempunyai pengetahuan kurang baik sebanyak 2 . ,00%). Persentase tingkat pengetahuan paling banyak yaitu pada kategori tingkat pengetahuan baik . %). ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XV. No. 1 Januari 2021 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan DAFTAR PUSTAKA