UN | PENMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri Volume 5. Number 2 . , pp. 149-157 e-ISSN 2810-000X PENMAS https://jurnal. id/index. php/un-penmas Optimalisasi Pengelolaan TPST3R di Desa Bentek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Amar Sajali, 2Pitojo Tri Juwono, 3Rini Wahyu Sayekti, 4Rahmah Dara Lufira. Laode Almay Fi Ahsany Taqwim, 6Muhammad Azzikri Aditya Gama, 7Ilham Rifqi Zaputra Departemen Teknik Pengairan. Fakultas Teknik. Universitas Brawijaya. Indonesia e-mail: amar@ub. id *, pitojo_tj@ub. id 2, rini_ws@ub. id 3, rahmahdara@ub. maihasballah@student. id5, gamaaditya@student. ilhamrifqizap@student. *Coresponding Author 1*2345678 Submit: 16 Maret 2025. revisi: 25 Agustus 2025, diterima: 30 November 2025 ABSTRAK Optimalisasi pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce. Reuse. Recycle di Desa Bentek. Kecamatan Gangga. Kabupaten Lombok Utara. Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Bentek. Kabupaten Lombok Utara, masih didominasi praktik konvensional merusak seperti pembakaran terbuka dan pembuangan liar ke saluran air akibat ketiadaan infrastruktur pengolahan memadai. Program pengabdian ini bertujuan mengoptimalisasi manajemen persampahan desa melalui pendekatan terintegrasi mencakup perencanaan infrastruktur fisik dan intervensi perubahan perilaku. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Participatory Rural Appraisal yang meliputi survei timbulan sampah sebagai basis data, analisis perencanaan teknis, serta sosialisasi edukatif kepada siswa Madrasah Tsanawiyah. Hasil kegiatan menunjukkan dua capaian strategis: . Tersusunnya dokumen perencanaan teknis berupa desain bak sampah terpilah dan Rencana Induk TPST3R yang diserahkan sebagai acuan pembangunan fisik desa. Peningkatan kapasitas generasi muda dalam pengelolaan sampah, dibuktikan dengan keberhasilan siswa memproduksi Ecobrick fungsional sebagai solusi konkret reduksi sampah plastik. Sinergi antara ketersediaan cetak biru infrastruktur dan kesiapan sumber daya manusia ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi Desa Bentek untuk mewujudkan kemandirian pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kata kunci: Pengelolaan sampah. TPST3R. Masterplan. Ecobrick, partisipasi masyarakat. ABSTRACT Optimization of the Integrated Waste Management Place Reduce. Reuse. Recycle in Bentek Village. Gangga District. North Lombok Regency. Waste management issues in Bentek Village. North Lombok Regency, are still dominated by destructive practices such as open burning and illegal dumping due to inadequate infrastructure. This program aims to optimize village waste management through an integrated approach covering physical infrastructure planning and behavioral change interventions. The implementation method uses Participatory Rural Appraisal, comprising waste generation surveys for database creation, technical planning analysis, and educational socialization for Tsanawiyah Madrasah Results indicate two strategic achievements: . Formulation of technical planning documents, 29138/un-penmas. Nama belakang penulis pertama, singkatan nama depan penulis pertama et al. Judul artikel. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. including sorted waste bin designs and a Masterplan for the Integrated Waste Processing Site (TPST3R), submitted as a reference for physical development. Capacity building of the younger generation in 3R management, evidenced by students' success in producing functional Ecobricks as a concrete solution for plastic waste reduction. The synergy between infrastructure blueprints and human resource readiness is expected to be a solid foundation for Bentek Village to achieve sustainable environmental independence. Keywords: Waste management. TPST3R. Masterplan. Ecobrick, community participation. Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Desa Bentek, yang terletak di Kecamatan Gangga. Kabupaten Lombok Utara, merupakan wilayah dengan potensi pengembangan desa mandiri yang strategis. Namun, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, desa ini menghadapi tantangan serius dalam aspek manajemen lingkungan, khususnya pengelolaan persampahan. Observasi awal menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara volume timbulan sampah harian dengan ketersediaan infrastruktur pengolahan yang memadai. Indikator utamanya adalah belum beroperasinya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce. Reuse. Recycle (TPST3R) yang semestinya berfungsi sebagai sentra manajemen residu desa. Ketiadaan sistem pengelolaan sampah yang terlembaga menyebabkan pola perilaku masyarakat cenderung stagnan pada metode konvensional yang destruktif. Sebagian besar warga Desa Bentek masih mengandalkan metode pembakaran sampah . pen burnin. di pekarangan rumah atau membuang residu padat ke saluran drainase dan sungai. Praktik pembakaran sampah terbuka ini melepaskan emisi gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO) dan dioksida (CO. yang berkorelasi langsung dengan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) (Faridawati & Sudarti, 2. Sementara itu, praktik pembuangan sampah ke badan air . pen dumpin. berpotensi memicu penyumbatan saluran irigasi pertanian dan degradasi kualitas air tanah akibat lindi (Hasibuan et al. , 2023. Wulandari, 2. Kondisi ini diperparah dengan belum optimalnya pemahaman masyarakat mengenai konsep ekonomi sirkular. Sampah masih dipandang sebagai residu tidak bernilai yang harus segera dimusnahkan, padahal dengan pendekatan 3R, sampah anorganik memiliki potensi nilai ekonomi dan sampah organik dapat diolah menjadi Oleh karena itu, urgensi pembangunan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi tidak terelakkan. Diperlukan intervensi yang bersifat holistik, mulai dari penyediaan desain infrastruktur TPST3R yang sesuai dengan karakteristik timbulan sampah desa, hingga edukasi perubahan perilaku sejak dini. Program pengabdian masyarakat ini hadir dengan tujuan utama untuk mengoptimalisasi pengelolaan TPST3R di Desa Bentek. Fokus kegiatan mencakup: . Analisis timbulan dan karakteristik sampah sebagai dasar perencanaan teknis. Penyusunan desain sarana persampahan yang aplikatif. Edukasi pemilahan 29138/un-penmas. Nama belakang penulis pertama, singkatan nama depan penulis pertama et al. Judul artikel. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. sampah kepada generasi muda untuk membangun kesadaran kolektif. Melalui optimalisasi ini, diharapkan Desa Bentek dapat bertransformasi mengatasi permasalahan lingkungannya secara mandiri dan berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini mengadopsi pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yang menempatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai instrumen utama dalam pemetaan masalah hingga perumusan solusi persampahan desa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara luring di Desa Bentek pada tanggal 4Ae14 Juli 2024 melalui alur kerja sistematis yang terintegrasi. Tahap awal difokuskan pada pemetaan komprehensif kondisi lingkungan melalui survei lapangan dan wawancara mendalam . n-depth intervie. dengan perangkat desa serta warga. Pada fase ini, tim pengabdi melakukan identifikasi titik-titik timbulan sampah liar . llegal dumpin. , pengukuran volume sampah harian rumah tangga, serta analisis karakteristik . Data primer yang terkumpul menjadi basis krusial untuk menentukan spesifikasi teknis infrastruktur pengolahan yang tepat guna. Berlandaskan pada data lapangan tersebut, kegiatan berlanjut pada tahap analisis dan perancangan desain teknis infrastruktur persampahan. Analisis dilakukan secara mendalam untuk menghasilkan dua luaran utama: desain bak sampah terpilah yang ergonomis dan dokumen Masterplan (Rencana Indu. TPST3R. Perencanaan ini mencakup perhitungan teknis kebutuhan lahan serta zonasi ruang pengolahan yang meliputi area pemilahan, pengomposan, dan gudang daur ulang, yang semuanya disesuaikan dengan proyeksi volume timbulan sampah desa agar fasilitas dapat beroperasi secara berkelanjutan. Implementasi intervensi perubahan perilaku direalisasikan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk "Sosialisasi Pengelolaan Sampah Terpadu" yang menyasar siswa MTs Al-Jariyah NW. Materi yang disampaikan berfokus pada urgensi pemilahan sampah 3R (Reduce. Reuse. Recycl. serta edukasi mengenai bahaya kesehatan akibat emisi pembakaran sampah terbuka . pen burnin. Metode penyampaian materi dilakukan secara hibrida, mengombinasikan pemaparan visual teoritis dengan demonstrasi praktik langsung . ands-o. pembuatan Ecobrick sebagai solusi konkret reduksi sampah plastik. Sebagai langkah akhir, keberhasilan program diukur menggunakan pendekatan evaluasi berbasis luaran (Output-Based Evaluatio. Metode ini dipilih untuk menggantikan evaluasi kognitif konvensional, dengan menekankan penilaian pada aspek psikomotorik peserta. Indikator keberhasilan utama dilihat dari kemampuan peserta dalam mempraktikkan teknik pemilahan dan pembuatan produk daur ulang (Ecobric. secara mandiri, benar, dan memenuhi standar kualitas teknis yang diajarkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pengabdian di Desa Bentek difokuskan sepenuhnya pada penyelesaian krisis manajemen persampahan melalui pendekatan infrastruktur dan Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai capaian kegiatan: 29138/un-penmas. Sajali. A et al. Optimalisasi Pengelolaan TPST3R di Desa Bentek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utaral. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Analisis Situasi dan Perancangan Infrastruktur TPST3R Berdasarkan hasil survei lapangan dan observasi partisipatif, teridentifikasi bahwa akar permasalahan sampah di Desa Bentek bersifat multidimensi, mencakup ketidaksiapan infrastruktur fisik dan hambatan sosial-ekonomi. Ketiadaan sarana pemilahan dan pengolahan yang terstandarisasi memaksa warga mengadopsi mekanisme pertahanan diri yang destruktif bagi lingkungan, yakni membakar sampah di pekarangan atau membuangnya ke saluran irigasi. Kondisi "kumpul-angkut-bakar" ini telah terinternalisasi menjadi norma sosial yang merusak kualitas udara desa dan mengancam kesehatan masyarakat jangka panjang. Merespons kompleksitas ini, tim pengabdi menyusun dokumen perencanaan teknis sebagai solusi jangka panjang yang Desain Sarana Pemilahan dan Strategi Adaptasi Masterplan TPST3R Sebagai langkah fondasi pemilahan dari sumber, tim merancang desain bak sampah terpilah (Organik dan Anorgani. dengan dimensi ergonomis 2. 90 m x 1. 00 m (Gambar . Dimensi ini tidak ditentukan secara arbitrer, melainkan hasil kalkulasi proyeksi volume timbulan sampah per klaster rumah tangga agar mampu menampung residu harian sebelum diangkut. Desain ini mengadopsi kode warna standar internasional . ijau untuk organik, kuning untuk anorgani. sebagai instrumen komunikasi visual nonverbal, guna memudahkan identifikasi cepat oleh warga dengan berbagai tingkat Selain unit skala rumah tangga, tim melakukan kajian kelayakan operasional . easibility stud. untuk rencana pengembangan TPST3R. Berdasarkan diskusi mendalam dengan Kepala Desa Bentek. Bapak Warna Wijaya, terungkap fakta krusial mengenai hambatan sosial: adanya resistensi masyarakat yang kuat terhadap iuran retribusi Kegagalan program pemungutan biaya sebelumnya mengindikasikan adanya krisis kepercayaan . rust issu. antara warga dan pengelola, serta rendahnya Willingness to Pay (WTP). Implikasinya, pembangunan fisik TPST3R yang kompleks dengan teknologi tinggi berisiko mangkrak karena ketidaksiapan desa dalam menanggung biaya operasional rutin (OPEX). Merespons realitas lapangan tersebut, strategi perencanaan teknis direkalibrasi. Fokus dialihkan pada penyediaan desain bak sampah terpilah sebagai stimulan infrastruktur awal yang bersifat mendasar. Desain ini diserahkan kepada pemerintah desa disertai rekomendasi kebijakan strategis . olicy brie. Rekomendasi tersebut menekankan prioritas penyusunan regulasi desa (Perde. yang mengatur skema retribusi yang transparan dan akuntabel. Pembangunan kepercayaan melalui regulasi ini diposisikan sebagai prasyarat mutlak . re-requisit. sebelum melangkah ke investasi fisik TPST3R skala besar, untuk menjamin keberlanjutan program di masa depan. 29138/un-penmas. Nama belakang penulis pertama, singkatan nama depan penulis pertama et al. Judul artikel. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Gambar 1 Desain Teknis Bak Sampah Terpilah dan Rencana TPST3R Sumber: Analisis Tim Pengabdi, 2024 Sosialisasi dan Edukasi Pengelolaan Sampah Terpadu Menyadari bahwa infrastruktur fisik akan sia-sia tanpa dukungan perilaku masyarakat, intervensi non-fisik dilaksanakan melalui program sosialisasi di MTs AlJariyah NW Dusun San Baro. Pemilihan siswa madrasah sebagai target audiens didasarkan pada strategi intergenerational influence, di mana generasi muda diposisikan sebagai agen perubahan . gent of chang. yang mampu menginfiltrasi kebiasaan baru ke dalam unit keluarga mereka. Materi sosialisasi dirancang untuk mendekonstruksi mitos kenyamanan metode Tim memaparkan secara visual bahaya laten dari metode pembakaran sampah . pen burnin. , menjelaskan bagaimana dioksin dan furan yang tidak kasat mata dapat memicu dampak kesehatan serius seperti kanker dan gangguan pernapasan. Sebagai antitesis, diperkenalkan metode 3R (Reduce. Reuse. Recycl. yang mengubah paradigma sampah dari "masalah" menjadi "sumber daya". Untuk memperkuat transfer pengetahuan, sesi ini menggunakan pendekatan keteladanan lokal . ocal role modelin. Tim menghadirkan purwarupa kursi Ecobrick yang telah berhasil dibuat secara mandiri oleh Kepala Desa Bentek. Keberadaan artefak nyata dari tokoh otoritas lokal ini memberikan dampak psikologis yang signifikan. siswa melihat bukti konkret bahwa sampah plastik desa mereka dapat diubah menjadi aset bernilai guna tinggi dengan ketekunan, bukan teknologi mahal. Antusiasme peserta terekam dalam dokumentasi kegiatan pada Gambar 2, di mana interaksi aktif terjadi antara pemateri dan siswa. 29138/un-penmas. Sajali. A et al. Optimalisasi Pengelolaan TPST3R di Desa Bentek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utaral. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Gambar 2 Partisipasi Siswa MTs Al-Jariyah NW dalam Sosialisasi Pengelolaan Sampah Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdi, 2024 Evaluasi Ketercapaian Program (Evaluasi Berbasis Luara. Untuk mengukur efektivitas program edukasi secara objektif, evaluasi dilakukan dengan pendekatan komparatif kualitatif, membandingkan kondisi pemahaman awal . dengan bukti fisik luaran praktik . yang dihasilkan siswa di akhir Kondisi Awal (Baselin. Kondisi awal dipetakan berdasarkan hasil survei lapangan terhadap perilaku masyarakat Desa Bentek secara luas. Teridentifikasi bahwa norma sosial pengelolaan sampah yang berlaku di tengah masyarakat masih sangat konvensional dan berisiko bagi lingkungan. Mayoritas warga tercatat masih melakukan praktik pembakaran sampah di lubang galian . pen burnin. sebagai metode utama pemusnahan limbah, sementara sebagian lainnya membuang residu rumah tangga ke aliran sungai terdekat. Realitas ekologis ini menjadi lingkungan tumbuh kembang para siswa, sehingga pola pikir mereka mengenai sampah turut terbentuk oleh kebiasaan lingkungan Oleh karena itu, meskipun permasalahan berakar pada perilaku masyarakat umum, strategi intervensi edukasi difokuskan secara spesifik kepada siswa MTs. Tujuannya adalah menanamkan literasi lingkungan sedini mungkin untuk memutus mata rantai perilaku destruktif tersebut, dengan harapan generasi muda ini dapat membawa pengaruh positif ke dalam unit keluarga mereka masing-masing. Capaian Akhir (Output-Based Evaluatio. Keberhasilan intervensi dibuktikan secara empiris melalui indikator psikomotorik dalam sesi praktik Ecobrick. Evaluasi bergeser dari "apa yang siswa ketahui" menjadi "apa yang siswa mampu ciptakan". Siswa dibimbing untuk mengonversi sampah plastik anorganik menjadi botol padat yang layak konstruksi melalui proses Quality Control sederhana: menimbang botol untuk memastikan kepadatan material. Indikator keberhasilan terlihat dari kemampuan siswa memadatkan plastik hingga mencapai berat standar minimum . g per botol 600m. agar kokoh menahan beban. Botol-botol yang lolos uji kepadatan ini kemudian dirangkai secara kolaboratif menjadi 29138/un-penmas. Nama belakang penulis pertama, singkatan nama depan penulis pertama et al. Judul artikel. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. modul tempat sampah sederhana. Keberhasilan siswa menciptakan tempat sampah dari limbah sampah ini menjadi simbol sirkularitas ekonomi yang kuat. Momen ini menandai titik balik pemahaman siswa: sampah plastik tidak lagi dilihat sebagai residu menjijikkan, melainkan sebagai "batu bata" masa depan yang fungsional. Transformasi mentalitas inilah yang menjadi capaian substansial dari kegiatan pengabdian, melengkapi dokumen teknis yang diserahkan ke desa. SIMPULAN Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Bentek 2024 telah berhasil meletakkan fondasi strategis bagi transformasi manajemen persampahan desa, menggeser paradigma dari penanganan konvensional menuju pengelolaan terintegrasi berbasis 3R. Berdasarkan analisis mendalam terhadap rangkaian kegiatan yang terlaksana, dapat ditarik kesimpulan komprehensif sebagai berikut: Pertama, dari aspek perencanaan infrastruktur fisik, program ini berhasil menjembatani kesenjangan teknis melalui penyediaan dokumen Detail Engineering Design (DED) bak sampah terpilah dan Masterplan spasial TPST3R. Dokumen perencanaan ini tidak hanya berfungsi sebagai acuan teknis pembangunan, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan strategis bagi pemerintah desa dalam penganggaran dana desa maupun pengajuan bantuan eksternal. Ketersediaan masterplan ini menjadi solusi preventif jangka panjang untuk mengeliminasi praktik pembuangan sampah liar, dengan menyediakan peta jalan . pembangunan fasilitas pengolahan yang terukur dan sesuai dengan kapasitas timbulan sampah desa. Kedua, dari aspek pemberdayaan sumber daya manusia, intervensi edukasi intensif kepada siswa MTs Al-Jariyah NW terbukti efektif dalam menanamkan literasi lingkungan sejak dini. Keberhasilan ini terukur secara valid melalui indikator psikomotorik, di mana siswa mampu mereplikasi teknik Ecobrick menjadi produk fungsional berupa tempat sampah. Capaian ini menandai pergeseran fundamental pola pikir generasi muda, dari yang sebelumnya memandang sampah sebagai residu yang harus dibakar, menjadi sumber daya material yang bernilai guna . ircular econom. Sinergi antara kesiapan blueprint infrastruktur dan transformasi perilaku generasi muda ini menjadi modalitas utama bagi Desa Bentek untuk mewujudkan kemandirian pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. SARAN