J-ICON. Vol. 9 No. Oktober 2021, pp. DOI: 10. 35508/jicon. PERANCANGAN PENGUJIAN FUNGSIONAL DAN NON FUNGSIONAL APLIKASI SIAPPARA DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Riyanthi Angrainy Sianturi1. Arnaldo Marulitua Sinaga2. Yohanssen Pratama3. Hotni Simatupang4. Julio Panjaitan5 dan Sandy Sihotang6 1,2,3,4,5,6 D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak. Institut Teknologi Del Laguboti. Indonesia Email: riyanthi@del. ABSTRAK SIAPPARA adalah aplikasi yang dibangun untuk Dinas Koperasi. Perdagangan Dan Industri Kabupaten Humbang Hasundutan dalam melakukan administrasi dan penatausahaan retribusi di pasar Aplikasi SIAPPARA terdiri dari dua platform yaitu aplikasi web yang digunakan oleh admin dan bendahara serta aplikasi mobile yang digunakan oleh petugas pasar. Saat ini aplikasi telah digunakan oleh petugas pasar di 12 pasar rakyat di Kabupaten Humbang Hasundutan. Untuk menjamin bahwa seluruh fungsi pada aplikasi telah berjalan sesuai dengan rancangan dan kebutuhan, maka perlu dilakukan pengujian kembali baik secara fungsional maupun secara non fungsional. Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk menemukan ketidaksesuaian fungsi pada aplikasi yang sudah digunakan. Sebelum melakukan pengujian aplikasi, peneliti membuat rancangan pengujian mencakup pemilihan metode dan tahapan pengujian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan eksperimen. Peneliti menggunakan metode studi literatur dalam mengumpulkan referensi teori dan informasi yang berhubungan dengan pengujian fungsional dan non fungsional pada aplikasi. Peneliti menggunakan metode eksperimen untuk memilih metode pengujian yang akan digunakan serta membuat perancangan pengujian untuk metode yang telah dipilih. Hasil dari penelitian ini adalah berupa rancangan skema kerja dari kegiatan pengujian yang akan dilakukan serta rancangan pengujian untuk metode pengujian Category Based Partition, metode pengujian Usability Testing dengan teknik Heuristic Evaluation, dan metode Performance Testing. Kata kunci: Pengujian Perangkat Lunak. Category Based Partition. Heuristic Evaluation. Performance Testing ABSTRACT SIAPPARA is an application used to manage market retribution by Dinas Koperasi. Perdagangan Dan Industri kabupaten Humbang Hasundutan. The SIAPPARA application consists of two platforms, namely a web application used by the admin and treasurer and a mobile application used by market officers. The application has been used by market officers in 12 people's markets in Humbang Hasundutan. ensure that all functions in the application have been running according to the design and requirements, it is necessary to test both functional and non functional features. Testing is carried out with the aim of finding failures in applications that have been used. Before testing the application, the researcher makes a test design including the selection of methods and stages of testing. The method used in this research is literature study and experiment. Researchers used the literature study method in collecting theoretical references and information related to functional and non functional testing of applications. Researchers use the experimental method to choose the test method to be used and make a test design for the method that has been selected. The results of this study is a design of testing activities using Category Based Partition testing method, the Usability Testing test method with the Heuristic Evaluation technique, and the Performance Testing method. Keywords: Software Testing. Category Based Partition. Heuristic Evaluation. Performance Testing PENDAHULUAN Latar Belakang Aplikasi SIAPPARA adalah aplikasi yang dibangun khusus untuk kabupaten Humbang Hasundutan. Aplikasi ini berfungsi untuk membantu petugas pasar dalam melakukan administrasi dan penatausahaan retribusi pasar. Aplikasi yang dibangun berbasis web dan mobile. Aplikasi berbasis web digunakan oleh admin dan bendahara, sementara aplikasi mobile digunakan oleh petugas pasar. Aplikasi ini digunakan di 12 pasar yang ada di kabupaten Humbang Hasundutan yang akan terintegrasi ke dalam ISSN: 2337-7631 . ISSN: 2654-4091 (Onlin. J-ICON. Vol. 9 No. Oktober 2021, pp. DOI: 10. 35508/jicon. satu server. Aplikasi SIAPPARA digunakan oleh petugas pasar yang berumur 40 tahun ke atas, sehingga diharapkan aplikasi ini memiliki user interface yang user friendly sehingga dapat dengan mudah digunakan oleh petugas pasar. Aplikasi SIAPPARA telah digunakan di pasar rakyat Humbang Hasundutan. Setelah penggunaan aplikasi secara langsung di pasar rakyat, aplikasi SIAPPARA belum pernah diuji kembali baik secara fungsional maupun secara non fungsional. Pengujian perlu dilakukan kembali untuk mengetahui apakah semua fungsi pada aplikasi ini sudah dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan pengguna, apakah aplikasi ini memberikan performa yang baik dan apakah user interface memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menggunakannya. Oleh karena itu, peneliti perlu melakukan pengujian pada aplikasi ini. Pengujian dilakukan untuk menemukan failure dan masalah yang terdapat pada aplikasi, memastikan semua fungsionalitas dan non fungsionalitas telah berjalan sesuai dengan requirement yang telah ditentukan oleh developer serta untuk menghilangkan bugs yang terdapat pada aplikasi. Sebelum melakukan pengujian pada aplikasi, peneliti membutuhkan skema kerja dalam melaksanakan kegiatan pengujian serta rancangan pengujian yang akan digunakan. Dengan adanya skema kerja dan rancangan pengujian, peneliti akan memiliki gambaran yang jelas tentang pelaksanaan pengujian yang akan dilakukan dan peneliti akan memiliki pedoman dan panduan dalam menguji aplikasi. Tujuan dari pelaksanaan pengujian ini adalah untuk merancang skema kerja pada pelaksanaan pengujian aplikasi SIAPPARA serta untuk menghasilkan rancangan pengujian fungsional dan non fungsional yang dapat digunakan untuk menguji aplikasi SIAPPARA. Tinjauan Pustaka Perangkat Lunak Perangkat lunak adalah suatu data yang diprogram sedemikian rupa dan disimpan dalam bentuk digital yang tidak terlihat secara fisik tetapi tersimpan dalam media penyimpanan komputer . Perangkat lunak merupakan seluruh perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat keras tidak akan berfungsi dengan optimal tanpa adanya keberadaan perangkat lunak . Aplikasi Aplikasi merupakan program siap pakai yang dapat digunakan untuk menjalankan perintah dari pengguna aplikasi untuk memperoleh hasil yang lebih akurat sesuai tujuan pembuatan aplikasi tersebut. Aplikasi merupakan pemecahan masalah menggunakan salah satu teknik pemrosesan data aplikasi yang biasanya berpacu pada sebuah komputasi yang diinginkan atau pemrosesan data yang diharapkan . Pengujian Perangkat Lunak Pengujian perangkat lunak merupakan salah satu teknik yang paling sering digunakan untuk melakukan verifikasi dan validasi kualitas perangkat lunak. Software testing adalah sekumpulan proses yang dirancang untuk memastikan kode program yang telah dirancang bekerja sesuai dengan rancangan yang telah dibuat dan tidak melakukan hal-hal lain diluar rancangan tersebut . Pengujian perangkat lunak merupakan suatu prosedur untuk menjalankan program atau sistem dengan tujuan menemukan kesalahan . Pengujian Fungsional Pengujian fungsional adalah proses jaminan kualitas yang mendasarkan kasus pengujiannya pada spesifikasi komponen perangkat lunak yang diuji. Fungsi diuji dengan memberikan masukan data dan memeriksa hasil keluarannya, dan struktur program internal jarang dipertimbangkan . Pengujian fungsional adalah pengujian software mengenai layanan yang harus diberikan oleh sistem tentang bagaimana sistem berinteraksi terhadap masukan data dan bagaimana sistem seharusnya berperilaku dalam suatu kondisi atau situasi tertentu . Category Based Partition Category Based Partition adalah pengujian berbasis spesifikasi yang dikembangkan oleh Ostrand dan Balcer untuk menghasilkan kasus uji dari spesifikasi fungsional. Metode ini efektif dalam menghasilkan pembuatan kasus uji fungsional. Tujuan dari metode ini adalah untuk menemukan semua kemungkinan pilihan diantara batasan secara lebih efektif dan menghasilkan kasus uji dengan lebih efisien. Pengujian Non Fungsional Pengujian non fungsional merupakan suatu pengujian yang tidak secara langsung menggambarkan layanan spesifik dalam sistem perangkat lunak, non fungsional sistem biasanya menggambarkan seberapa bagus suatu perangkat lunak atau sistem terhadap development process, standar dan waktu . Usability Testing Teknik Usability Testing merupakan salah satu cara untuk melakukan evaluasi terhadap sebuah produk . Usability Testing adalah sebuah alat penelitian yang berakar pada metodologi eksperimental klasik . ISSN: 2337-7631 . ISSN: 2654-4091 (Onlin. J-ICON. Vol. 9 No. Oktober 2021, pp. DOI: 10. 35508/jicon. Heuristic Evaluation Heuristic Evaluation dilakukan dengan melihat suatu interface dan mencoba untuk mendapatkan pendapat mengenai interface tersebut, apakah baik atau tidak. Heuristic Evaluation biasanya dilakukan oleh usability specialist atau orang yang setidaknya memiliki keterlibatan pada proyek tersebut. Idealnya seorang ahli akan melakukan evaluasi atau ulasan berdasarkan prinsip kegunaan dari badan penelitian dan pengalaman professional sebelumnya. Tujuan dari Heuristic Evaluation adalah untuk menemukan masalah usability dalam user interface design sehingga dapat dijadikan sebagai bagian dari proses desain berulang. Sudut pandangnya adalah target spesifik yang akan menggunakan produk tersebut. Performance Testing Performance Testing adalah jenis pengujian untuk memastikan perangkat lunak akan bekerja dengan baik di bawah beban kerja yang diharapkan. Performance Testing bertujuan untuk memverifikasi performa sistem secara spesifik, seperti waktu respon, ketersediaan layanan, dan jumlah halaman yang Pengujian dilakukan dengan cara simulasi oleh banyak pengguna secara serentak dengan rentang waktu yang telah ditentukan . MATERI DAN METODE Studi Literatur Pada penelitian ini akan dilakukan studi literatur yaitu dengan cara mengumpulkan referensi teori dan informasi yang berhubungan dengan pengujian fungsional dan non fungsional pada aplikasi. Studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini adalah jurnal, buku, laporan penelitian, dan bahan pustaka Peneliti melakukan studi literatur ini dengan cara membaca, mempelajari dan mengkaji literaturliteratur yang relevan dengan metode pengujian fungsional dan non fungsional yang akan digunakan dalam pengujian aplikasi SIAPPARA. Tujuan utama peneliti melakukan studi literatur adalah untuk mencari dasar pijakan/fondasi dalam memperoleh dan membangun landasan teori, kerangka berpikir mengenai pengujian fungsional dan non fungsional, sehingga peneliti mempunyai pemahaman yang lebih luas dan mendalam terhadap topik yang diteliti. Eksperimen Pada penelitian ini juga menggunakan metode penelitian eksperimen dan percobaan untuk melihat hasil yang didapatkan. Metode eksperimen pada penelitian ini diterapkan dengan cara melakukan implementasi langsung serangkaian eksperimen dan pengamatan. Eksperimen dilakukan untuk memilih metode pengujian yang akan digunakan serta membuat perancangan pengujian untuk metode Category Based Partition. Heuristic Evaluation, dan Performance Testing yang telah dipilih. Eksperimen yang baik dilakukan untuk mendapatkan validasi terkait dengan metode yang diusulkan sehingga percobaan yang dilakukan dalam pembuatan perancangan pengujian akan memperoleh hasil yang efektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan rancangan skema kerja dari kegiatan pengujian yang akan dilakukan dan menghasilkan rancangan pengujian untuk setiap metode yang akan digunakan untuk menguji aplikasi SIAPPARA. Pengujian yang akan dilakukan adalah pengujian fungsional dan non Metode pengujian fungsional yang akan digunakan oleh peneliti adalah Category Based Partition, yaitu dengan menguji aplikasi berdasarkan kategori-kategori data masukannya. Pada pengujian non fungsional, peneliti akan menggunakan pengujian Performance Testing dan juga Usability Testing. Performance Testing dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan program untuk beroperasi dengan benar dipandang dari sisi acuan kebutuhan misalnya aliran data, ukuran pemakaian memori, kecepatan eksekusi. Pengujian ini mengevaluasi kemampuan program untuk beroperasi dengan benar dipandang dari aliran pemakaian memori . Usability Testing merupakan salah satu cara untuk melakukan evaluasi sebuah produk . Usability Testing dilakukan supaya peneliti dapat melihat dan mengetahui bagaimana user interface dari aplikasi SIAPPARA dan apakah user interface memberikan kemudahan bagi petugas pasar dalam melakukan tugas administrasi dan penatausahaan retribusi pasar di Kabupaten Humbang Hasundutan. Sebelum melakukan pengujian, dibutuhkan rancangan pelaksanaan kegiatan pengujian yang jelas yang dapat digunakan sebagai panduan dalam melakukan pengujian. Rancangan skema kerja dalam pelaksanaan kegiatan pengujian pada Aplikasi SIAPPARA yang telah dibuat oleh peneliti adalah sebagai Pengenalan Aplikasi Pada tahap ini, peneliti akan melakukan pengenalan dan pembelajaran terhadap aplikasi SIAPPARA yang sudah dikembangkan dengan cara menjalankannya. ISSN: 2337-7631 . ISSN: 2654-4091 (Onlin. J-ICON. Vol. 9 No. Oktober 2021, pp. DOI: 10. 35508/jicon. Analisis Aplikasi Pada tahap ini, peneliti melakukan analisis terhadap aplikasi SIAPPARA yang telah Hal-hal yang dianalisis oleh peneliti adalah fungsi-fungsi yang terdapat pada aplikasi web dan mobile SIAPPARA, alur kerja aplikasi. Perancangan Pengujian Pada tahap perancangan pengujian, peneliti akan merancang pengujian yang hendak dilakukan. Rancangan ini terdiri atas rancangan pengujian Category Based Partition. Usability Testing, dan Performance Testing. Pengujian Tahap 1 Pada tahap Pelaksanaan pengujian, peneliti akan melakukan pelaksanaan pengujian sesuai rancangan yang telah didefinisikan sebelumnya. Peneliti akan menguji objek kaji sesuai dengan teknik pengujian yang sudah ditentukan. Perbaikan Aplikasi Setelah melakukan pengujian pada aplikasi SIAPPARA, maka peneliti akan melakukan perbaikan terhadap aplikasi sesuai dengan hasil pengujian yang sudah dilakukan sebelumnya. Pengujian Tahap 2 Setelah melakukan perbaikan aplikasi SIAPPARA, maka peneliti akan melakukan pengujian Pengujian ulang yang dilakukan adalah fungsional dan non fungsional untuk memeriksa apakah proses pengujian yang dilakukan sebelumnya sudah benar. Pengujian tahap kedua dilakukan dengan menguji aplikasi SIAPPARA menggunakan test case yang sama dengan yang digunakan pada pengujian tahap pertama. Pada penelitian ini juga, peneliti telah membuat rancangan pengujian terhadap ketiga metode pengujian yang akan digunakan dalam menguji Aplikasi SIAPPARA. Rancangan untuk setiap pengujian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut. Rancangan Pengujian Category Based Partition Rancangan pengujian Category Based Partition yang telah dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 1. Hasil Rancangan Pengujian Category Based Partition Penjelasan untuk rancangan pengujian Category Based Partition pada gambar 1 adalah: Analisis spesifikasi fungsi Pada tahap ini, peneliti akan menganalisis spesifikasi, menentukan unit fungsional yang terdapat pada aplikasi, dan menentukan parameter dari masing-masing fungsional. Salah satu contohnya adalah fungsi Export Laporan Komoditi. ISSN: 2337-7631 . ISSN: 2654-4091 (Onlin. J-ICON. Vol. 9 No. Oktober 2021, pp. DOI: 10. 35508/jicon. Membuat Kategorisasi Masukan Data Pada tahap ini, peneliti akan mendefinisikan kategorisasi untuk setiap masukan data pada setiap fungsi yang terdapat pada aplikasi SIAPPARA serta menentukan tipe kategori untuk parameter dari setiap masukan data. Setelah peneliti membuat partisi kategori, maka peneliti akan menggunakan kategori tersebut untuk membuat test case. Contoh kategorisasi masukan data pada fungsi Export Laporan Komoditi yang dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Kategorisasi Masukan Data Fungsi Export Laporan Komoditi Parameter Kategori Tipe Kategori Tanggal awal Tanggal. Bulan. Tahun Enumerative Tanggal akhir Tanggal. Bulan. Tahun sebelum tanggal awal Enumerative Tanggal. Bulan. Tahun sesudah tanggal awal Enumerative Membuat Test Case Pada bagian ini peneliti akan merancang test case untuk setiap fungsi yang terdapat pada aplikasi SIAPPARA sesuai dengan kategorisasi masukan data yang telah dibuat sebelumnya. Test case akan di-generate dari kombinasi dari setiap kategori yang telah dibuat oleh peneliti. Contoh test case pada fungsi Export Laporan Komoditi dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Test Case Fungsi Export Laporan Komoditi No TC Tanggal Awal Tanggal Akhir TC01 Tanggal. Bulan. Tahun Tanggal. Bulan. Tahun sebelum tanggal awal TC02 Tanggal. Bulan. Tahun Tanggal. Bulan. Tahun sesudah tanggal awal Membuat Test Script Pada bagian ini peneliti akan membuat test script untuk setiap fungsi yang terdapat pada aplikasi SIAPPARA sesuai dengan test case yang telah dibuat sebelumnya. Pada skrip pengujian ini juga akan terdapat kolom untuk hasil yang diharapkan, dan hasil aktual dari pengujian yang akan Contoh test script pada fungsi Export Laporan Komoditi dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Test Script Fungsi Export Laporan Komoditi No TC Tanggal Awal Tanggal Akhir Hasil yang diharapkan TC01 20/04/2021 06/04/2021 Tidak dapat meng-export laporan komoditi, dan menampilkan message. Autanggal akhir tidak bisa lebih kecil dari tanggal awalAy TC02 06/04/2021 13/04/2021 Berhasil meng-export laporan komoditi Jalankan Pengujian Pada tahap ini, peneliti akan menjalankan pengujian terhadap aplikasi SIAPPARA sesuai dengan test script yang telah dibuat pada tahap keempat. Rancangan Pengujian Heuristic Evaluation Perancangan pelaksanaan pengujian Heuristic Evaluation yang akan dilakukan oleh peneliti dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Hasil Rancangan Pelaksanaan Pengujian Heuristic Evaluation ISSN: 2337-7631 . ISSN: 2654-4091 (Onlin. J-ICON. Vol. 9 No. Oktober 2021, pp. DOI: 10. 35508/jicon. Tahapan dalam pengujian Heuristic Evaluation adalah: Evaluasi Individu Evaluasi individu dilakukan oleh setiap evaluator untuk memeriksa user interface pada aplikasi SIAPPARA secara menyeluruh. Setiap evaluator bekerja sendiri-sendiri dan menuliskan semua temuan positif ataupun temuan negatif. Rancangan format untuk membuat temuan positif dari aplikasi SIAPPARA berdasarkan 13 prinsip desain, dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Rancangan Format Temuan Positif Visibility of System Status Penjelasan: Match Between System and The Real World Penjelasan: User Control and Freedom Penjelasan: Consistency and Standard Penjelasan: Error Prevention Penjelasan: Recognition Rather Than Recall Penjelasan: Flexibility and Efficiency of Use Penjelasan: Aesthetic and Minimalist Design Penjelasan: Help Users Recognize. Diagnose, and Recover from Errors Penjelasan: Help and Documentation Penjelasan: Affordance Penjelasan: Feedback Penjelasan: Visibility Penjelasan: Rancangan format untuk membuat temuan negatif dari aplikasi SIAPPARA, dapat dilihat pada Tabel 5. Rancangan Format Temuan Negatif Tugas Menjelaskan langkah-langkah yang digunakan oleh suatu actor tertentu, dalam melakukan suatu tugas, untuk dapat dilakukan evaluasi terkait dengan usability pada tugas tersebut. Pengamatan Evaluator akan menjelaskan temuan negatif yang ditemukan berdasarkan dengan pengamatan yang dilakukan Rekomendasi Kode Evaluator akan mendefinisikan rekomendasi perbaikan terhadap temuan negatif tersebut Membuat kode dari heuristic yang dilakukan contoh: H01T01/zz/02 Evaluator akan mendaftarkan semua temuan negatif yang diperoleh dengan mengisi tabel yang disediakan dengan format yang sama untuk 13 prinsip desain yang digunakan. Kemudian, masing-masing evaluator akan membuat rekomendasi perbaikan aplikasi yang dibuat dalam tabel dengan menggunakan Severity Rating untuk pemeringkatan keseriusan . ingkat keparaha. Severity Rating bertujuan untuk memberikan nilai pada permasalahan Usability yang ditemukan selama proses evaluasi. Severity Rating pada bagian Temuan, diisi dengan pemberian kode angka warna berdasarkan tingkat keparahan masalah. Pola pemberian warna dapat dilihat pada tabel 6. ISSN: 2337-7631 . ISSN: 2654-4091 (Onlin. J-ICON. Vol. 9 No. Oktober 2021, pp. DOI: 10. 35508/jicon. Tabel 6. Severity Rating Bukan termasuk masalah usability Masalah ditemukan tetapi tidak termasuk masalah Usability. Cosmetic problem Cukup mengganggu pengguna, tapi tidak terlalu menyebabkan masalah pada proses penyelesaian tugas-tugas. Perbaikan tidak terlalu Minor usability problem Masalah yang berpotensi menyebabkan pengguna mengalami kesulitan dalam proses penyelesaian tugas. Dibutuhkan perbaikan, tingkat prioritas Major usability problem Masalah yang sangat penting untuk diperbaiki, tingkat prioritas tinggi. Usability catastrophe Masalah yang wajib diperbaiki sebelum aplikasi dapat digunakan. Rapat/Diskusi hasil temuan Setelah melakukan evaluasi mandiri pada aplikasi SIAPPARA, maka evaluator akan berkumpul kembali untuk melakukan rapat dan mendiskusikan hasil temuan masing- masing. Setiap evaluator akan menyampaikan temuan-temuan yang berhasil ditemukan. Setelah itu, evaluator akan membuat rangkuman dari keseluruhan temuan yang diperoleh. Laporan Akhir Evaluator yang adalah peneliti dalam penelitian ini akan membuat laporan akhir dari kegiatan pengujian Heuristic Evaluation pada aplikasi SIAPPARA yang dilakukan. Rancangan Pengujian Performance Testing Perancangan pelaksanaan pengujian Performance Testing yang akan dilakukan oleh peneliti pada aplikasi SIAPPARA dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 3. Hasil Rancangan Pelaksanaan Performance Testing Identifikasi Lingkungan Pengujian Berikut merupakan lingkungan pengujian yang akan digunakan oleh peneliti dalam melakukan pengujian Performance Testing pada aplikasi SIAPPARA. ISSN: 2337-7631 . ISSN: 2654-4091 (Onlin. J-ICON. Vol. 9 No. Oktober 2021, pp. DOI: 10. 35508/jicon. Spesifikasi hardware yang digunakan dalam pengujian Performance Testing adalah sebagai Oe Laptop : Lenovo Oe Processor : IntelI. CoreTM i5 @2,50 GHz Oe Memory : 8192 MB RAM Oe Hardisk: 2 TB Spesifikasi software yang digunakan dalam pengujian Performance Testing adalah sebagai Oe Sistem Operasi: Windows 10 pro 64 Bit Oe Tools. oftware yang digunakan ketika melaksanakan pengujia. : Browser (Google chrom. Apache JMeter. Oe DBMS: MySQL Identifikasi Performance Acceptance Criteria Aplikasi SIAPPARA digunakan untuk mensinkronisasikan data, sehingga diharapkan aplikasi mampu menahan beban yang diberikan serta memberikan waktu respon yang cepat. Kriteria performance yang akan diuji dari aplikasi SIAPPARA adalah: ketahanan server, response time, dan jumlah maksimum data yang dapat disinkronisasikan. Perencanaan dan Desain Pengujian Dalam melakukan Performance Testing peneliti menentukan apa saja yang akan diuji pada aplikasi SIAPPARA. Berikut merupakan rancangan test case untuk Performance Testing yang akan Memeriksa berapa user yang dapat menambahkan data pasar dalam waktu satu detik secara Memeriksa berapa user yang dapat menambahkan data tipe pasar dalam waktu satu detik secara bersamaan. Memeriksa berapa user yang dapat menambahkan data jenis tempat dalam waktu satu detik secara bersamaan. Memeriksa berapa user yang dapat menambahkan data biaya retribusi tempat dalam waktu satu detik secara bersamaan. Memeriksa berapa user yang dapat menambahkan data komoditi dalam waktu satu detik secara bersamaan. Memeriksa berapa banyak data user yang dapat ditambahkan dalam waktu satu detik secara Memeriksa berapa banyak user yang dapat melakukan export laporan Excel dalam waktu satu detik secara bersamaan. Memeriksa jumlah maksimum data yang dapat disinkronisasikan dalam waktu satu detik secara bersamaan. Konfigurasi Lingkungan Pengujian Peneliti akan melakukan konfigurasi lingkungan pengujian sebelum menjalankan Performance Testing pada aplikasi SIAPPARA. Konfigurasi dilakukan terhadap seluruh hardware dan software yang dibutuhkan selama proses pengujian berlangsung. Konfigurasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa lingkungan pengujian sudah siap untuk digunakan. Jalankan Pengujian Peneliti akan menjalankan Performance Testing pada aplikasi SIAPPARA berdasarkan rancangan pengujian yang telah didefinisikan dan ditentukan. Pelaporan Setelah melakukan pengujian, maka peneliti akan membuat laporan hasil pengujian. Laporan hasil Performance Testing berisi jumlah maksimum user yang dapat mengakses aplikasi SIAPPARA secara bersamaan dalam 1 detik. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan judul Perancangan Pengujian Fungsional dan Non Fungsional Pada Aplikasi SIAPPARA, dapat disimpulkan bahwa peneliti berhasil membuat rancangan skema pengujian yang dapat digunakan dalam proses pengujian aplikasi SIAPPARA. Rancangan skema pengujian meliputi pengenalan aplikasi, analisis aplikasi, perancangan pengujian, pengujian tahap 1, perbaikan aplikasi, pengujian tahap 2. Peneliti juga telah membuat rancangan pengujian untuk ketiga metode pengujian yang dipilih. Rancangan pengujian untuk pengujian fungsional dengan metode Category ISSN: 2337-7631 . ISSN: 2654-4091 (Onlin. J-ICON. Vol. 9 No. Oktober 2021, pp. DOI: 10. 35508/jicon. Based Partition terdiri dari kegiatan menganalisis spesifikasi fungsi, menentukan kategorisasi, membuat test case, membuat test script, dan melakukan pengujian. Rancangan pengujian non fungsional dengan metode Heuristic Evaluation yang telah dibuat adalah evaluasi individu, melakukan rapat untuk mendiskusikan hasil temuan, dan membuat laporan akhir pengujian. Rancangan pengujian non fungsional dengan metode Performance Testing adalah mengidentifikasi lingkungan pengujian, mengidentifikasi performance acceptance criteria, membuat perencanaan dan desain pengujian, melakukan konfigurasi lingkungan pengujian, menjalankan pengujian, serta membuat pelaporan hasil pengujian. DAFTAR PUSTAKA