Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 05 No. 02 (June 2. 74 Ae 89 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Urgensitas Missions And Mission Bagi Kehidupan Bergereja Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai. Sekolah Tinggi Teologi Basom Batam, yulianuskadesi@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Bani et al. AuUrgensitas Missions And Mission Bagi Kehidupan BergerejaAy Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 5, no. 2 (September 26, 2. : 74-89, accessed September 26, 2025, https://doi. org/10. 52489/juteolog. American Psychological Association 7th edition (Bani, et al. , 2025, p. Received: 06 Agustus 2025 Accepted: 17 September 2025 Published: 26 September 2025 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact yulianuskadesi@gmail. Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai Abstract A common problem in church life is the issue of missions and mission, which should be the foundation and purpose of the church, but in reality, these missions and missions often encounter obstacles. This study uses a naturalistic paradigm with a modified qualitative approach, to suit theological research. Data collection and analysis techniques were carried out through interviews and observations. The findings of this study indicate a lack of understanding of missions and mission, a weak understanding of the purpose of church life, and a lack of understanding of the urgency of missions and mission for church life today. The church understands the importance of the role of missions and missions for the existence of the church. Church leaders do not give full attention to missions and evangelism. The church still has a shallow understanding of missions and church life, which is passive and work life is exclusive. Keywords: Urgency. Missions. Mission. Church Life Abstract Masalah yang sering muncul dalam Bergereja adalah masalah Missions and mission, yang seharusnya menjadi dasar dan tujuan Bergereja, tetapi kenyataannya, mission and missions ini sering mengalami kendala. Penelitian ini menggunakan paradigma naturalistik dengan pendekatan kualitatif yang dimodifikasi, agar cocok dengan penelitian theologia. Teknik pengumpulan dan analisis data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil temuan dari penelitian ini adalah masih kurangnya pemahaman mengenai Missions and mission, lemahnya pemahaman mengenai tujuan kehidupan bergereja. kurangnya pemahaman mengenai urgensitas Missions and Mission bagi Kehidupan Bergereja pada masa kini. Gereja memahami pentingnya peran mission dan missions bagi wujudnya gereja. Para pemimpin gereja tidak memberikan perhatian penuh dalam misi dan penginjilan. Gereja masih memiliki pemahaman yang dangkal tentang misi dan hidup bergereja yang bersifat pasif serta kehidupan bergerja yang bersifat eksklusif. Kata Kunci: Urgensitas. Missions. Mission. Kehidupan Bergereja PENDAHULUAN Penginjilan menjadi tugas penting kehidupan orang Kristen di sepanjang zaman. Penginjilan mendorong gerakan berdirinya badan-badan misi yang telah ada di dunia sebagai salah satu usaha untuk mengorganisir pekerjaan misi. Melalui lembaga-lembaga misi ini. Tuhan menggerakan banyak orang yang diutus sebagai misionaris ke seluruh dunia untuk memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Pergerakan misi ini tidak lepas dari peran para pemimpin (Arifianto, 2. gereja dan badan misi yang memungkinkan pengabaran Injil kepada jutaan orang yang mewakili ribuan kelompok etnis dan budaya terwakili. Alkitab telah diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa dan dialek. Dalam beberapa puluh tahun terakhir, tempat-tempat baru di dunia ini menunjukkan respon gereja terhadap kebutuhan dan pentingnya misi bagi seluruh benua. Pergerakkan misi inilah yang mengakibatkan gereja mulai didirikan di daerah yang Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai sebelumnya belum terjangkau oleh injil. Benua Asia menjadi salah satu pengutus misi ke benua Afrika sampai saat ini. Para pemimpin menjadi faktor penentu dalam memutuskan pelaksanaan misi ke tempat-tempat lain. Missions and mission pada masa kini harus dilihat sebagai sebuah tanggung jawab yang urgen untuk segera dilakukan oleh setiap orang Kristen di seluruh penjuru bumi. Zaman dimana teknologi sangat maju, menjadi salah satu kesempatan yang dapat dinikmati oleh semua orang. Tidak terkecuali juga berdampak baik bagi pekerjaan misi yang disampaikan melalui internet dan media-media sosial yang dikelola oleh badan misi maupun secara pribadi. Pergerakkan ini ditandai dengan gereja-gereja yang telah turut aktif dalam melakukan penginjilan melalui media infomasi seperti facebook, instagram dan youtube. Setiap badan misi maupun gereja selalu memiliki visi yang jelas yaitu bagaimana injil dapat menjaungkau banyak orang. Visi gereja ini didasarkan atas Amanat Agung Tuhan Yesus tentang injil di dalam Matius 28:19-20. Matius mencatat bahwa sebelum Yesus terangkat ke surga. Dia telah memberikan mandate pengijilan yang harus dilaksanakan oleh setiap orang percaya. Mandat ini bukan sekedar dilakukan dalam jangka waktu tertentu, tetapi harus sepanjang masa sampai kedatanganNya yang kedua kali. Pelaksanaan mandate penginjilan ini menjadi salah satu jalan untuk memuliakan Allah. Setiap orang yang melakukan penginjilan tidak ditinggalkan begitu saja, tetapi akan disertai Allah dalam setiap Kemuliaan Allah merupakan sebuah dorongan yang kuat bagi setiap orang percaya untuk melakukan penginjilan. Dorongan Allah melalui penginjilan menjadi faktor utama setiap orang harus melaksanakan mandat ini dengan baik. Misi merupakan kabar sukacita bagi setiap orang yang melaksanakan dan menerimanya. Sukacita ini didapatkan karena ada Roh Allah yang mendorong kita dan merealisasikan misi Allah (Sie, 2. Misi Kristen dikerjakan oleh Allah melalui orang percaya yang bertujuan memuliakan Allah. Memuliakan Allah adalah tujuan setiap manusia yang telah percaya kepada Kristus. Orang Kristen tidak memberitakan injil disebabkan oleh beberapa alasan: pertama, karena ada pemahaman bahwa penginjilan merupakan tugas pendeta bukan tugas jemaat. Kedua, beranggapan bahwa penginjilan tidak harus dilakukan karena Allah telah menentukan siapa yang akan diselamatkan. Ketentuan Allah ini akan dengan sendirinya mengarahkan seseorang untuk sampai menerima injil pada waktunya tanpa diinjili. Namun, secara theologis orang yang menerima kedaulatan Allah yang mutlak menyadari bahwa Dia memakai manusia untuk mengerjakan misiNya. Misi ini berkaitan dengan Amanat Agung Allah, karena Dia tidak mungkin memberikan amanat diwaktu bersamaan kita tidak diminta melakukannya (J. Packer, 1. Alasan inilah yang menyadarkan setiap orang Kristen bahwa Allah yang memberikan tugas kepada setiap kita untuk mengabarkan injil kepada orang yang belum percaya. Perkembangan teknologi disertai dengan peraturan pemerintah Indonesia tentang penistaan agama menjadi penyebab missions and mission berjalan lambat (Intan, 2. Penginjilan tetap menjadi prioritas dari setiap orang Kristen, tetapi sering terintimidasi dengan aparat hukum. Keadaan inilah yang harus disadari bahwa sejak para Murid melaksanakan mandat Agung Tuhan, tidak selalu berjalan dengan baik. Namun demikian. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai missions and mission akan terus berjalan ditengah situasi apapun karena Allah yang menjamin misiNya. Tujuan kajian ini untuk memberikan bukti bahwa missions and mission terus berjalan ditengah tantangan. Bukti-bukti ini menjadi pendorong bagi orang Kristen pada masa kini untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Firman Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa Dia akan menyertai kita sampai pada akhir zaman. Pekerjaan yang urgen ini tidak dikerjakan sendiri, tetapi ada tangan Tuhan yang kuat menopang setiap orang percaya. Badan misi diseluruh Indonesia terus mengupayakan cara terbaik untuk pelaksanaan mandate misi ini dengan baik. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah studi leteratur melalui data kualitatif deskriptif (Zaluchu, 2. Peneliti menggunakan sumber-sumber pustaka untuk melakukan kajian yang berhubungan dengan topik. Peneliti selanjutnya membuat dalam kerangka dan menguraikan semua yang berkaitan dengan topik penelitian (Nurmalasari & Erdiantoro. Peneliti pertama menganalisis pemahaman tentang urgensitas missions and mission bagi kehidupan bergereja, merumuskan dan menetapkan tujuan. Sumber lain yang dirujuk oleh peneliti berasal dari sumber jurnal yang sudah dikumpulkan untuk mendapatkan bahan demi tercapainya penelitian ini yang kemudian dianalisis dan dilakukan interpretasi data. HASIL DAN PEMBAHASAN Urgensitas Missions and Mission Urgensitas Missions and mission di alami di dunia terlebih Indonesia. Pelaksanaan mandat penginjilan menjadi sangat urgen bagi orang Kristen di setiap zaman. Gereja fokus untuk mendorong jemaatnya supaya tidak hanya menjadi orang Kristen biasa, tetapi orang Kristen yang bermisi. Jemaat yang bermisi membuka peluang bagi pembukaan gereja-gereja baru yang dapat menampung orang yang baru percaya. Gereja baru tentu memiliki beberapa keuntungan diantaranya dekat dengan rumah dan dapat menjaungkau orang di sekitarnya. Tujuan dari Amanat Agung adalah terjadinya pelipat gandaan baik secara kualitas maupun Urgensitas gereja dalam melakukan tugas pekabaran injil sangat terlihat jelas dari berbagai belahan dunia. Namun, tugas ini terasa mulai sedikit dikaburkan dengan berbagai macam aktifitas yang sifatnya sosial tetapi tidak sampai kepada memberitakan injil kepada orang lain. Bahkan ada gereja yang membangun kerajaannya sendiri tanpa memberikan dukungan terhadap misi. Jika setiap gereja memberikan perhatian kepada misi Allah, maka akan banyak orang yang dipersiapkan dan diutus untuk memberitakan injil. Gereja harus fokus pada pelaksanaan misi Allah bagi dunia. Yesus pada masa hidup dan pelayanannya telah memilih dan mempersiapkan para Murid agar mereka diutus untuk mencari domba-domba yang terhilang. Tuhan memakai gereja menjadi alat untuk mengutus setiap jemaat yang siap menyampaikan Amanat Agung kepada orang lain. Pengutusan dapat diartikan sebagai orang-orang yang telah percaya kepada Tuhan Yesus dan dipersiapkan di gereja untuk terjun ke dunia nyata melalui setiap profesinya masing-masing (Harold R. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai Cook, 1. Para utusan misi ini hanya fokus untuk menjangkau jiwa-jiwa, sedangkan kebutuhan hidupnya didukung oleh gereja. Kata misi biasanya dimengerti dalam dua istilah bahasa Inggris yaitu missions dan Missions yang merujuk pada misi Allah atau missio Dei dipahami juga sebagai pengutusan oleh Gereja. Sementara kata mission dipahami sebagai tugas dari misi Allah yang dilakukan oleh gereja. Missions berasal dari hati Allah dan mission adalah tugas-tugas missions, yaitu tugas pengutusan untuk melaksanakan, menggenapkan dan menyempurnakan keseluruhan rancangan dan karya Allah yang kekal dalam konteks waktu semesta (Christian Johan Lasut, 2. Mission juga merujuk pada karya Allah secara keseluruhan. Secara epistimologis mission atau misi yang berarti studi tentang pengetahuan yang berkaitan dengan tujuan, sumber, dan validitas dari sebuah misi. Sedang missions yang berarti studi interdisipliner tentang misi Kristen yang melibatkan penyebaran injil Kristus. Missions yang berasal dari kata latin yang dijelaskan sebagai Authe task of missionAy oleh Charles Van Engen yang menekankan tentang aspek dan nilai praksis dari misi. Yang mendefinisikan AumissionsAy adalah tugas dari misi Allah yang dipercayakan oleh Allah kepada Umat-Nya. Missions melaksanakan tugas-tugas yang telah ditetapkan oleh Allah untuk dilakukan dengan jaminanNya (Charles Van Engen, 1. Upaya missions untuk melaksanakan mission Allah dapat berupa penginjilan, pelayanan kasih, dan pembangunan gereja lokal. Ketika kita memikirkan mission, kita memikirkan misi Tuhan yang mencakup segalanya untuk menebus umat manusia dan membawa kesembuhan kepada setiap orang. Itu tercermin dalam Doa Bapa Kami ketika kita meminta supaya Tuhan menyatakan kehendakNya di bumi seperti di Surga penuh kemuliaan. Tuhan kita adalah Tuhan dalam misi, untuk menebus dan memulihkan. Sedangkan missions adalah kategori luas yang mengacu pada apa yang dilakukan gereja sebagai upaya untuk menyampaikan berita injil. Missions, di sisi lain, secara umum terkait dengan pekerjaan khusus orang percaya untuk memberitakan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kepada orang lain. Ini melibatkan penginjilan, pembaptisan, pemuridan, perintisan gereja pada intinya, bahkan juga berfokus pada orang miskin, yang tidak berdaya, dan mereka yang menderita ketidakadilan. Missions, kemudian paling erat kaitannya dengan Amanat Agung karena panggilan khusus untuk Aumemuridkan semua bangsaAy. Missions and mission saling berkaitan sehingga tidak dapat Namun, apapun missionsnya fokusnya tetap kepada mission Allah agar manusia mengenal Kristus (Bani et al. , 2. Missions and Mission Dalam Perjanjian Lama Misi dalam Perjanjian Lama bersifat Theosentris yang mengaju pada Kristosentris. Misi Theosentris menekankan kepada orang Israel sebagai umat pilihan bahwa Allah yang harus menjadi pusat dari segala sesuatu. Para Nabi, para Imam, para Raja dan umat Allah dijadikan alat untuk menyatakan tentang Allah dan kuasaNya bagi bangsa-bangsa lain. Melalui orang Israel dan para Nabi secara khusus. Allah menekankan pemberitaannya kepada Mesias yang akan menyelamatkan mereka. Mesias yang dijanjikan menunjuk kepada Kristus yang akan datang ke dunia untuk mati dan menebus umatNya. Kristus akan menjadi Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai pusat dari penyembahan manusia dalam Perjanjian Baru karena Dia Allah yang imanen sekaligus transenden (Yoh. Allah di Perjanjian Lama tidak memberikan mandat khusus kepada orang Israel untuk memberitakan keselamatan dari Allah keapda bangsa lain. Namun. Yunus salah satu contoh yang telah diberikan tugas untuk menyampaikan Firman Tuhan kepada orang Niniwe karena mereka hidup jahat dihadapan Tuhan. Selain itu, orang Niniwe juga sering menjadi musuh orang Israel yang menganggu hidup mereka sebagai umat Allah. Walaupun orang Israel tidak diutus ke bangsa-bangsa lain untuk memberitakan tentang Allah, tetapi bangsa lain datang untuk menyaksikan kebesaran Tuhan di Israel. Ratu negeri Syeba dan bangsa lain berkunjung ke Yerusalem untuk melihat kemegahan Rumah Allah dan menyaksikan hikmat Tuhan kepada Salomo (Kuiper, 2. Israel dipilih menjadi umat pilihan Allah karena perkenanNya kepada mereka (Kel. 19:5-. Bangsa Israel dipilih dituntun dan dipelihara oleh Allah disepanjang zaman. Israel telah menerima perintah dan ketetapan Allah untuk dilaksanakan sesuai kehendakNya. Allah tentu memiliki tujuan bagi orang Israel agar melalui mereka nama Allah di kenal oleh bangsabangsa lain. Dipilih untuk menjadi berkat merupakan salah satu tujuan Allah bagi mereka yaitu melalui Kristus. Melalui Kristus semua bangsa mendapatkan berkat yang kekal yaitu surga yang telah disediakan bagi mereka yang percaya kepadaNya. Missions and mission dalam Perjanjian Lama dimulai dari janji yang telah diberikan Allah kepada manusia pertama Adam dan Hawa (Kej. Setelah manusia melanggar perintah Allah yaitu dengan memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, maka Allah mencari Allah tidak membiarkan manusia itu sendiri dalam masalah mereka, tetapi Dia menemukan mereka dan memberikan janji keselamatan melalui keturunan perempuan. Allah mengenapi janjiNya dengan memanggil Abraham. Ishak dan Yakub yang kemudian dari keturunan merekalah janji keselamatan digenapi. Allah menjadi manusia dalam Kristus. Dia berasal dari keturunan Abraham yang ditentukan untuk menyelamatkan manusia dari dosa Kristuslah yang telah dinubuatkan juga oleh para Nabi yang telah berulang-ulang tampil di tengah orang Israel untuk menyatakan bahwa Mesias akan datang. Melalui Mesiaslah kaum di bumi akan mendapatkan berkat keselamatan (Kej. 12:1-. Missions and mission menjadi pengharapan dalam Perjanjian Lama berkaitan dengan keadaan bangsa Israel dimasa mendatang. Pengharapan Israel ini tidak terlepas dari Mesias yang akan membebaskan mereka dari perbudakan, baik secara jasmani maupun rohani. Allah akan memerintah selamanya di atas taktha kudusnya, tidak seperti raja-raja Israel yang memerintah dengan melawan ketetapan-ketetapanNya. Pemerintahan Allah ini menjadi final dari pemerintahan yang penuh dengan kegagalan di Israel selama mereka dipimpin raja-raja yang tidak hidup benar (Yes. Selain itu. Mesias juga digambarkan sebagai seorang Hamba Tuhan yang menderita untuk menaggung dosa umat-Nya (Yes. 42:1-7. 49:1-7. 50:49. 52:13-53:. Mesias akan memerintah selama-lamanya dengan keadilan, belas kasihan dan kebenaran. Karena itu, semua kaum pilihan akan dibawa kembali ke tanah pusaka mereka untuk beribadah kepada Allah yang benar . :5-6. 42:1-. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai Missions and Mission Dalam Perjanjian Baru Misi dalam Perjanjian Baru tidak dapat dilepaskan penginjilan yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Misi dalam Perjanjian Baru bermula dari Amanat Agung Tuhan Yesus agar semua orang percaya pergi, jadikan, dan baptis semua bangsa menjadi murid-Nya. Amanat Agung juga dilanjutkan dengan mengajar mereka untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintah oleh Yesus, karena Dia menyertai setiap orang percaya (Mat. 28:1. Tuhan Yesus memerintahkan kepada setiap orang percaya agar memberitakan injil kepada orang lain supaya mereka percaya dan diselamatkan. Istilah misi yang biasanya dipergunakan dalam bahasa Yunani diantaranya. euangelion yang bermakna upah yang diberikan kepada seorang pembawa kemenangan dari medan pertempuran dan lebih dimaksudkan pada berita kemenangan. Kekristenan mengadopsi kata AueuangelionAy dengan arti berita sukacita atau kabar baik dari Allah tentang Yesus Kristus dan karya penubusan-Nya bagi dunia (Rom. 1:16, 1 Kor. 15:1-. (Yakob Tomatala, 2. Kedua. Prosthethis dari asal kata prostithenal yang ditemukan di Kisah Para Rasul 2:41, dan Kisah Para Rasul 47:11-24 yang menunjuk pada pengertian misi. Maksud kata prosthethis adalah Tuhan menambahkan bilangan orang-orang yang diselamatkan ke dalam jemaat-Nya (J. H Bavinck, 1. Kata prosthethics juga dikaitkan dengan kata halieutics, yang artinya Aumenjala orangAy. Ketiga, apostolateAy yang menekankan tentang apostolic martryia . dengan tugas didakhe . , dan kerygma . tentang Kristus (Harianto GP, 2. Mission dalam Perjanjian Baru dapat dipahami sebagai aspek AupengutusanAy yang memiliki kesamaan arti dengan kata Yunani apostole. Dua istilah Yunani yang sering digunakan adalah kata apostalken artinya Bapa mengutus Aku dan kata pempo yang memiliki arti aku mengirim (Yoh. Pada umumnya kedua kata di atas seringkali diartikan mengutus atau mengirim yang menunjuk pada pekerjaan Allah kepada gereja dan gereja kepada setiap jemaat. Mission menekankan pada aspek Allah sebagai sumber yang melaksanakan misinya memakai dan bagi manusia. David J. Bosch menyatakan bahwa Missio Dei merupakan misi tunggal, bagaimana Allah menyatakan diriNya karena Dia mengasihi dan terlibat dalam dunia. Keterlibatan Allah ini menunjukkan bahwa Dia tidak hanya berdiam di surga . , tetapi Dia juga aktif bekerja di dunia . Kerlibatan Allah ini memungkinkan gereja untuk ikut dan diutus memberitakan injil kepada orang lain (David J. Bosch, 1. Allah terlibat untuk memilih, mempersiapkan, dan mengutus setiap orang percaya untuk mengerjakan perintah Agung-Nya (Yoh. 20:21. Mat. 28:18-. Missio Christi . isi Yesu. adalah puncak dari gerakan mission Dei. Allah tidak bisa hanya mengharapkan manusia bekerja untuk menjalankan misi-Nya, tetapi Allah sendiri di samping bekerja (PL) juga berinkarnasi dalam mission Christi (PB) (Harianto GP, 2. Dengan demikian tidak heran apabila dasar misi Kristen, baik dalam lingkup organisasi gerejawi maupun bukan, adalah perintah dari Tuhan Yesus (Mat. 28:18-. Perintah Mission merupakan proklamasi kemenangan Kristus yang diembankan kepada penerus-Nya sehingga seluruh dunia dimenangkan bagi Dia. Inilah pengutusan orang percaya, yang disampaikan oleh Yesus bahwa sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai Aku mengutus kamu (Yoh. 28:18-. Dia telah datang untuk merealisasikan misi Bapa, yaitu menyatakan misi Bapa kepada dunia (Yoh. 1:14,. Missio Christi dapat dipahami sebagai berikut: pertama, tindakan Tuhan Yesus dalam pekerjaan misi dan kedua, ajaran Yesus tentang gerakan misi. Sedangkan aspek missions dalam Perjanjian Baru lebih menekankan pada apa yang menjadi perintah Yesus kepada para Murid agar mereka memberitakan injil. Amanat Agung merupakan berita khusus yang disampaikan berkaitan dengan otoritas Kristus adalah Allah yang memberikan jaminan bagi setiap manusia. Peters menyatakan bahwa Amanat Agung merupakan suatu penyajian terakhir yang logis dan merupakan ekspresi alami dari karakter Allah, seperti diwahyukan dalam Alkitab. Amanat Agung Yesus ini juga mengekspresikan maksud dan tujuan misioner dari Allah kepada manusia. Selain itu. Amanat Agung juga mengekspresikan sifat, pekerjaan Roh Kudus, hakikat dan rencana dari gereja (George W. Peters, 2. Mandat tersebut berupa empat kata kerja present tense yaitu Aupergilah . EAC), jadikanlah murid (AA), baptislah (AAC) dan ajarlah (AC). Setelah selesai memberikan perintah kepada murid-Nya. Yesus menambahkan sebuah janji penyertaan bahwa Ia tidak akan meninggalkan para murid-Nya melainkan akan selalu menyertai sampai akhir zaman. Janji itu berlaku untuk setiap murid di setiap zaman dan Allah berjanji untuk menyertai yang memberikan penekanan bahwa Dia akan membantu dan memihak pada setiap orang percaya (Hasan Sutanto, 2. Missio Ecclesia yang merupakan pekerjaan missioner dari jemaat Kristen sepanjang sejarah yang di dalamnya terdapat pengutusan para Rasul untuk memberitakan Injil keselamatan kepada segala bangsa (Kuiper, 2. Gereja harus diajar untuk memiliki kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah sehingga mereka dapat menggekspresikannya dalam hidup sehari-hari. Selain itu, gereja juga harus mengalami kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (Ef. 4:13-. Gereja harus terus dipersiapkan untuk berkarya dalam Kristus menjangkau dunia yang jahat tanpa pengenalan akan Allah. Menjadikan setiap orang milik Kristus akan menolong mempertegas peran orang Kristen sebagai terang bagi dunia yang gelap dengan dosa (Yoh. 17:18. Allah yang memulai misi dan akan mengakirinya sesuai dengan tujuan-Nya (Ranto G. Simamora, 2. Missio Ecclesia menunjukkan bahwa gereja memiliki keharusan untuk mewartakan Injil kepada orang yang belum percaya. Tugas ini wajib dikerjakan oleh setiap orang yang menyatakan dirinya telah percaya kepada Kristus (Yakub Haribrabowo, 2. Rasul Paulus bahwa berani menyatakan bahwa celakalah aku jika tidak memberitakan injil. Orang Kristen tidak boleh menawar untuk memberitakan injil karena sebuah keharusan (David J. Bosch. Missio Ecclesia juga berkaitan dengan eskatologi, dimana Yesus akan datang kembali sebagai hakim. Yesus sebagai hakim untuk menentukan mereka yang akan masuk surga dan Neraka. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai Karakteristik Missions and Mission Missions and Mission Adalah Karya Kekal Allah Misi Allah dan karya keselamatan untuk menghimpun suatu umat dalam Yesus Kristus, bukanlah rencana dan karya AudadakanAy Allah. Rencana yang kekal dalam Yesus Kristus dan secara pasti dan efektif, telah, sedang dan akan diimplementasikannya. Dalam kekekalan. Allah Bapa menganugerahkan umat pilihan-Nya kepada Anak-Nya Yesus Kristus, dan Anak-Nya Yesus Kristus bertugas menebus umat pilihan-Nya dalam karya bersama Allah Roh Kudus (Luk. 22:29. Yoh. 6:37-40. Ibr. Ini adalah fondasi (A7-Point Biblical Theology of Mission, n. ) utama dari misi, yakni ada dan dimulai dalam kekekalan Allah Tritunggal, yakni ditetapkan dalam perjanjian penebusan antar Allah Tritunggal. Sesuai penyataan Allah dalam Alkitab, maka tegas dijelaskan bahwa dalam kekekalan Allah telah merencanakan dan melaksanakan misi-Nya yakni untuk menghimpun suatu umat dalam Yesus Kristus, yakni umat pilihan-Nya agar mereka dapat bersekutu dengan Dia, menikmati Dia dan memuliakan Dia dari kekal hingga kekal. Semua rencana dan karya anugerah ini dilakukan di dalam Kristus. Kristus memilih umat-Nya, di predestinasikan, dipanggil, dilahirkan kembali dan di dalam Dia kita beriman, menerima Roh Kudus dan menjadi keluarga Allah (Sinclair B. Ferguson, 2. Missions and Mission Berpusat Pada Yesus Kristus Misi merupakan karya Allah Tritunggal, tetapi juga harus ditegaskan bahwa misi berpusat pada Yesus Kristus karena misi atau rencana dan karya keselamatan yang dirancang Allah dalam kekekalan, dan dikerjakan oleh Allah berpusatkan Yesus Kristus (Manullang, 2. Baik rancangan dan karya keselamatan maupun realisasi rencana keselamatan dalam konteks waktu, diwujudnyatakan berpusat pada Yesus (Panjaitan & Siburian, 2. Yesus yang dalam kedaulatan Allah telah ditetapkan menjadi perantara untuk menyelesaikan masalah dosa dan hukuman dosa manusia, karena hanya Yesus yang dapat memenuhi tuntutan kasih, kebenaran, dan keadilan Allah, yang menjadi syarat mutlak untuk manusia dapat bersekutu dengan Dia (Manurung, 2. , menikmati Dia, dan memuliakan Dia yang Mahabenar dan yang Mahaadil. Melalui janji keselamatan dan penggenapan janji keselamatan serta penyempurnaan janji keselamatan, semuanya didasarkan dan diwujudkan dalam Yesus sebagai wujud kasih, kebenaran, dan keadilan Allah (Christian Johan Lasut. Missions and Mission Melibatkan Umat Pilihan Misi tetap berpusat pada Allah dan pada Yesus. Gereja hanyalah sebagai instrumen misi Allah, karena itu, sebagai instrumen, gereja harus mengikuti misi Allah Tritunggal sebagai pusat misi satu-satunya. Tetapi gereja adalah satu-satunya yang dipilih dan diutus Allah berdasarkan otoritas Allah sendiri (Yoh. 20:21- 22. Mat. 28:18-. Gereja sebagai instrumen untuk misi, seluruh tujuan gereja adalah untuk menjadi alat dalam mendukung misi Allah yakni mission Dei (Bosch, 1. Umat Allah, dicipta, diselamatkan, dan digerakkan oleh Allah menjadi mitra kerjaNya bagi terwujudnya rencana keselamatan-Nya. Karena itu, gereja yang sejati adalah gereja Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai yang mengikuti rancangan Allah, berpusat pada Yesus, dan bergantung pada pertolongan Allah untuk dapat menjadi mitra kerja Allah, menjadi Aukaki dianAy Allah bagi tercapainya kesempurnaan rancangan Allah untuk menghimpun suatu umat yang terwakilkan dari semua Indonesia menjadi salah satu negara yang menentang penginjilan dengan undangundang. Namun pendekatan toleransi dan kerukunan beragama dapat menjadi alat pekabaran injil (Arifianto & Stevanus, 2020. Mangantibe & Taliwuna, 2. Missions and mission juga dapat diterapkan dalam dunia pendidikan. Sekolahsekolah Kristen dan peran guru Pendidikan Agama Kristen (Betu & Arifianto, 2. juga dapat merapkan misi Kristen. Dunia pendidikan menjadi lahan yang sangat efektif untuk penginjilan karena melibatkan anak-anak secara langsung. Selain itu, umat Tuhan juga dapat melakukan misi di mana pun berada sesuai dengan profesi (Camerling & Wijaya, 2. Missions and Mission Berdasarkan Alkitab Sebagai Tolak Ukur Missions dan Mission Allah harus mempresuposisikan penerimaan Alkitab secara penuh (Alan Tippet, 1. Missions and Mission Allah, yakni pengutusan dan tugas pengutusan Allah secara mutlak harus berdasarkan tolok ukur Alkitab. Alkitab adalah kanon Allah, standard Allah yang juga harus menjadi standard misi atau buku misi atau manual misi Allah yang mutlak. Menolak keutuhan Alkitab berarti menolak konsep dan misi yang utuh, alkitabiah dan benar. Misi Allah harus menjadikan Alkitab sebagai panduan dan manual misi yang benar. Semua misi gereja dan tradisinya harus disoroti dan diukur berdasarkan Alkitab (Johannes Verkuyl, 1. , harus dibangun dan memberitakan apa yang ditulis dalam Alkitab (John H. Leith, 1. Alkitab bukan saja dasar untuk membangun theologia termasuk theologia misi tetapi juga sebagai laporan misi tentang perbuatan Allah mengenai misi keselamatan-Nya (George Peters, 2. Alkitab adalah sumber dan dasar iman, pengajaran, etika dan misi, sehingga jelaslah bahwa Alkitab adalah buku misi (Raymond J. Tallman, 1. Alkitab membukakan tentang sejarah misi dari kekal hingga kekal yang dimanifestasikan dalam konteks waktu. Alkitab juga adalah sumber theologia misi. Misi dikatakan theologis jika dirumuskan berdasarkan tolok ukur. Jika theologia misi tidak dirumuskan berdasarkan keutuhan kebenaran Alkitab maka misi tersebut bukanlah misi theologis dan tidak berhak menyebutnya theologia misi melainkan sekedar misi anthropologis atau misi sosiologis. Missions and Mission Bersifat Sentripetal Dan Sentrifugal Sentripetal merupakan istilah yang dipakai untuk menunjukkan bahwa misi dalam Perjanjian Lama berpusat pada Yerusalem tempat berdirinya Bait Suci. Bangsa-bangsa disekitar Israel yang terpukau dengan kemegahan Bait Suci Salomo datang untuk melihatnya. Peristiwa ini memberikan dampak yang sangat besar karena dengan demikian bangsa lain menyaksikan kebesaran Allah Israel yang hadir ditengah mereka. Sedangkan misi yang sentrifugal adalah misi yang meninggalkan Yerusalem menuju tempat lain sampai ke ujung bumi untuk memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Sentrifugal memberikan penekanan bahwa Allah tidak lagi menentukan hanya di Yerusalem tempat orang harus Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai menyembahNya, karena setiap orang akan menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran (Yoh. Dalam sejarah Perjanjian Lama pergerakan misi yang disengaja dari Israel ke bangsabangsa lain untuk menyembah Allah Israel tidak ditemukan terorganisir seperti pada Perjanjian Baru. Yunus mungkin satu-satunya pengecualian dimana dia diutus untuk memanggil bangsa di luar Israel untuk bertobat dari penyembahan berhala. Memang ada dari bangsa-bangsa Israel yang datang untuk mengenal Allah Israel seperti Rahab. Ruth. Naaman, janda di Sarfat, dan ratu Sheba, tetapi secara umum, tidak ada pergerakan khusus keaktifan misionaris ke bangsa-bangsa di Israel. Pada Perjanjian Baru terjadi titik balik dari misi yang sentripetal ke misi yang sentrifugal di dalam dan melalui karya penebusan Tuhan Yesus. Sampai tuntasnya karya penebusan-Nya, pelayanan Tuhan Yesus lebih fokus pada Israel bukan pada bangsa-bangsa lain, setelah kematian dan kebangkitannya sebelum Dia naik ke Surga, barulah misi bersifat sentrifugal (Yoh. 20:21. Mat. 28:18-. Misi di era kerasulan dan seterusnya hingga sekarang ini, melalui penyertaan dan pertolongan Roh Kudus maka terjadilah misi sentrifugal yakni era pemulihan segala bangsa untuk menyembah Allah dalam Yesus (A7Point Biblical Theology of Mission, n. Kehidupan Bergereja Dasar Kehidupan Bergereja Orang Kristen dipanggil untuk hidup dalam kehendak Allah. Mereka harus hidup sesuai dengan penyataan Allah dalam Alkitab, maka tegas dijelaskan bahwa usaha untuk menghimpun suatu umat dalam Yesus Kristus, yakni umat pilihan-Nya, yang bertujuan agar mereka dapat bersekutu dengan Dia, menikmati Dia, dan memuliakan Dia, merupakan rencana Allah semata (Bani et al. , 2. Rencana Allah ini, telah dirancang, dikerjakan dan ditetapkan oleh Allah dalam kekekalan dalam Yesus Kristus. Dasar kehidupan bergereja adalah Allah sendiri yang telah memberikan segala ketentuanNya kepada manusia untuk Setiap orang yang hidup dalam standar Allah akan diberkati, sedangkan yang hidup dalam kejahatan akan dihukum. Masa kini orang lebih senang hidup menurut kehendaknya sendiri, tidak mau diatur dan tidak mau dikontrol. Firman Tuhan telah menyatakan dengan jelas bahwa Allah sudah menetapkan segala sesuatu sejak kekekalan atau dalam waktu Allah. Karena Allah telah menetapkan segala sesuatu sejak semula maka memungkin Allah untuk turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang percaya (Rom. 8:28-. Allah sejak semula telah menentukan segala sesuatu yang mempermuliakanNya. Dia memilih manusia untuk menyembah dan hidup sesuai kehendakNya (Panuntun, 2. Dengan jalan demikian Allah dipermuliakan atas namaNya sendiri. Rencana Allah telah dikerjakan-Nya sejak kekekalan dalam Yesus Kristus. Dalam Yesus Kristus juga dimanifetasikan dan direalisasikan dalam penciptaan janji keselamatan, serta pengenapan janji keselamatan, yang merupakan karya Allah Tritunggal semata. Janji keselamatan Allah ini berpusatkan Allah semata, yang berdaulat, yang memilih, dan yang Allah yang berdaulat dalam rencana keselamatanNya yang dirancang sejak Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai kekekalan dalam Yesus Kristus dan direalisasikan dalam sejarah dunia, yang tujuannya untuk menghimpun suatu umat, untuk membawa mereka ke dalam persekutuan dengan Dia. Allah yang memilih. Tidak dapat dipungkiri bahwa selain berdasarkan penyataan Allah, rancangan Allah dan kedaulatan Allah, maka tegas dibukakan di atas bahwa dasar keberadaan gereja (Purwoto, 2. adalah pemilihan Allah. Allah yang merancang keselamatan dalam Yesus berdasarkan kedaulatan-Nya. Dia juga yang dalam kedaulatanNya memilih orang-orang yang di kehendakiNya berhimpun menjadi suatu umat untuk bersekutu dengan Dia, menikmati Dia, memuliakan Dia, hingga kesempurnaan dalam kekekalan. Pemilihan Allah juga berkaitan dengan panggilanNya yang efektif bagi setiap orang. Melalui Firman Tuhan dan kesaksian orang Kristen, orang melihat dan menolak, tetapi pekerjaan Roh Kudus dalam diri seseorang tidak dapat ditolak. Baik rancangan keselamatan maupun realisasi rencana keselamatan, diwujudnyatakan dalam Yesus. Alasan utamanya karena hanya Yesus yang dalam kedaulatan Allah telah ditetapkan menjadi perantara untuk menyelesaikan masalah dosa dan hukuman dosa manusia, karena hanya Yesus yang dapat memenuhi tuntutan kasih, kebenaran, dan keadilan Allah, yang menjadi syarat mutlak untuk manusia dapat bersekutu dengan Dia, menikmati Dia, dan memuliakan Dia yang Mahabenar dan yang Mahaadil. Melalui janji keselamatan dan penggenapan janji keselamatan semuanya didasarkan dan diwujudkan dalam Yesus sebagai wujud kasih, kebenaran dan keadilan Allah. Kedudukan Kristus sebagai pusat rencana keselamatan Allah ada dua, yakni Dia sebagai jaminan dari suatu Perjanjian (Ibr. , dalam Yesus sejak kekekalan. Allah juga berjanji untuk memberkati semua manusia dengan berkat umum-Nya. Dalam Yesus. Allah tetap memelihara, menghidupkan, memberkati alam semesta dan manusia secara menyeluruh, yakni bersifat umum, walapun bagi orang yang tidak terpilih, anugerah umum ini sekaligus menjadi kutukan bahkan menjadikan mereka tidak dapat berdalih atas keberdosaan mereka terhadap kebaikan Allah (Rom. Tetapi karena pembebasan khusus yakni, bagi umat pilihan-Nya, maka difokuskan pada realisasi perjanjian anugerah Allah dalam Yesus, dalam sejarah umat manusia (Bani et al. , 2. Perjanjian anugerah yang bersifat khusus adalah perjanjian yang Allah lakukan dalam kekekalan untuk umat pilihanNya, yakni berkat penebusan, berkat kelahiran baru, berkat pembenaran, berkat pengudusan dan semua berkat keselamatan kekal yang menjadikan seseorang menjadi umat Allah (Siangian, 2. Hal ini dinyatakan melalui sejarah umat manusia dalam tiga tahapan utama, yakni dalam penciptaan dan janji keselamatan, dalam pengenapan janji keselamatan, dam dalam penyempurnaan janji keselamatan. Tujuan Kehidupan Bergereja Adapun yang menjadi tujuan kehidupan bergereja yakni menghimpun suatu umat untuk bersekutu dengan Allah, untuk menikmati Allah, dan untuk memuliakan Allah. Orang Kristen yang adalah gereja harus hidup memuliakan Allah dalam proses pengudusan hari ke Roh Kudus mengerjakan dalam diri setiap manusia untuk sampai pada memuliakanNya. Pertama. Roh Kudus membawa manusia untuk bersekutu dengan Allah. Manusia diciptakan oleh Allah agar mereka bersekutu denganNya (Susanta, 2. Pada Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai waktu hari sejuk Allah berjalan untuk bersekutu dengan manusia di taman Eden. Kedua, membawa manusia untuk memuliakan Allah. Tujuan ketiga dari rencana Allah menghimpun suatu umat, yakni umat pilihan-Nya hingga kekekalan, adalah agar umat pilihan-Nya tersebut dapat memuliakan Dia. Mencerminkan kemuliaan Allah bukan berarti manusia mampu untuk memuliakan Allah melainkan Allahlah yang memuliakan manusia (G. Williamson, 2. Manusia tidak ingin memuliakan dan menkimati Allah selamanya. Dalam kenyataannya, tidak ada seorang pun, kecuali mereka yang telah bertobat dari dosa mereka dan kemudian beriman di dalam Yesus Kristus yang menginginkannya, jika demikian, tampaknya keliru bila Kateksimus menyatakan bahwa Autujuan utama manusia adalah untuk memuliakan Allah (Nainggolan & Paradesha, 2. Ketiga. Membawa manusia untuk menikmati Allah. Konsekuensi dan impilkasi logis dari suatu persekutuan adalah saling menikmati, demikian juga persekutuan manusia dengan Allah dalam Yesus Kristus, menjadikan manusia dapat menikmati Allah, menikmati keberadaan Allah, menikmati sifat-sifat atau menikmati atribut-atribut Allah. Inilah tujuan Allah menciptakan dan menghimpun umat-Nya, yakni umat pilihan-Nya yaitu agar umat pilihan-Nya dapat menikmati Dia, menikmati kasih-Nya, menikmati kuasa-Nya, menikmati kekuasaan atau kedaulatan-Nya, dan menurut Galatia 5:22-23, ditegaskan yakni dengan istilah menikmati kehadiran buah Roh. Dan keberadaan menikmati Allah ini dapat kita alami sekarang dalam Yesus, tetapi akan mengalami konsumasinya pada kesempurnaan kekekalan bersama Tuhan dalam kemuliaan Sorga. Inilah anugerah Allah yang luar biasa dalam Tuhan Yesus yakni bukan saja manusia berdosa dapat brsekutu dengan Allah, tetapi juga dapat menikmati Allah, menikmati persekutuan dengan Allah yang maha segalanya. Sebagaimana persekutuan dengan Allah, demikian juga keberadaan menikmati telah dialami umat Allah disepanjang sejarah keselamatan Allah, pada masa Perjanjian Lama digambarkan melalui keberadaan suatu bangsa yakni bangsa Israel: dan pada masa Perjanjian Baru hingga saat ini dan kemudian (Karbui, 2. Melalui keberadaan umat pilihan-Nya dalam komunitas gereja yang am, yakni keberadaan yang dapat menikmati Allah, menikmati persekutuan dengan Allah yang akan mencapai kesempurnaannya pada kekekalan nanti. KESIMPULAN Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa adanya urgensitas missions and mission bagi kehidupan bergereja pada masa kini. Urgensitas missions and mission dalam kehidupan bergereja disebabkan tantangan yang dihadapi oleh gereja baik secara internal maupun Namun, berdasarkan sejarah perkembangan gereja, tantangan-tantangan ini sudah biasa dihadapi disepanjang zaman. Oleh karena itu. Missions and mission dalam kehidupan bergereja harus terus dilaksanakan sebagai tanggungjawab gereja kepada Tuhan Yesus. Gereja harus mempersiapkan dan mengutus jemaat untuk missions and mission kepada orang yang belum percaya kepada Kristus. Hasil Penelitian juga menunjukkan kehidupan orang percaya tidak dapat dipisahkan dari missions and mission. Tuhan telah memilih setiap orang Kristen bukan hanya untuk bersekutu dan menikmati Allah dalam hidupnya. Tuhan memilih orang Kristen supaya menyatakan kasih Allah kepada dunia yang hidup dalam kejahatan. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 June 2025 Yulianus Bani. Delfian Bin Liwat. Vinus Zai Seperti melalui Abraham dan keturunannya semua bangsa akan mendapat berkat. Melalui kita bangsa-bangsa mendapat berkat damai sejahtera di dalam Kristus. Missions and mission selalu melekat pada identitas orang Kristen di sepanjang zaman. Misi dan pekerjaan misi harus menjadi tanggung jawab dari setiap orang percaya di segala penjuru bumi. Pekerjaan misi sangat urgen untuk dilakukan oleh setiap orang Kristen karena merupakan salah satu dari kehendak Allah. Kehendak Allah adalah agar setiap orang percaya Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat sehingga mereka diselamatkan. DAFTAR PUSTAKA