Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar Setya Raharja. Tina Rahmawati. Priadi Surya. Endang Sri Budi Herawati*. Sukirjo Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia *Coresponding Author: endangsribudiherawati@uny. Dikirim: 17-07-2025. Direvisi: 21-07-2025. Diterima: 22-07-2025 Abstrak: Platform Merdeka Mengajar merupakan instrumen yang dikembangkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih mandiri dan sesuai dengan konteks sekolah. Dalam rangka memastikan keberhasilan implementasi platform ini, dibutuhkan penguatan kapasitas Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan manajemen sekolah dalam implementasi platform merdeka mengajar bagi Kepala Sekolah. Peserta pelatihan adalah Kepala Sekolah dan Tim Pengembang Sekolah Dasar di Kapanewon Girimulyo dan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo sebanyak 50 orang. Materi dalam pelatihan ini adalah tentang perencanaan berbasis data dan Penyusunan Rencana Kerja Sekolah berbasis data (Rapor pendidika. dan Pengelolaan kinerja guru & Kepala Sekolah melalui aplikasi EKinerja. Metode dalam pelatihan meliputi ceramah, diskusi kelompok, dan simulasi melalui aplikasi PMM dengan tujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kepala sekolah dan tim pengembang untuk menggunakan informasi dari rapor Pendidikan sebagai acuan penyusunan rencana kerja Pemahaman peserta terkait pengelolaan Kinerja guru & Kepala sekolah melalui aplikasi E-kinerja juga semakin baik. Peserta memahami langkah pengelolaan kinerja Guru & Kepala Sekolah di PMM. Tahapan pengerjaan Pengelolaan Kinerja, serta Tahapan penilaian dalam Pengelolaan Kinerja. Kata Kunci: Perencanaan Berbasis Data. E-Kinerja. Platform Merdeka Mengajar Abstract: The Merdeka Mengajar Platform is an instrument developed to support more independent learning and in accordance with the school context. In order to ensure the successful implementation of this platform, strengthening managerial capacity is needed. This activity aims to strengthen and improve school management in implementing the independent teaching platform for school principals. The training participants were 50 school principals and elementary school development teams in Kapanewon Girimulyo and Nanggulan. Kulon Progo Regency. The material in this training is about data-based planning and preparing databased school work plans . ducation report card. and managing the performance of teachers & principals through the E-Kinerja application. Training methods include lectures, group discussions and simulations through the PMM application with the aim of providing direct experience to participants. The results of the training showed an increase in the ability of school principals and development teams to use information from education report cards as a reference for preparing school work plans. Participants' understanding regarding managing teacher & principal performance through the E-Kinerja application is also getting better. Participants understand the steps for managing the performance of Teachers & Principals at PMM. Stages of Performance Management work. and Assessment stages in Performance Management. Keywords: Data-Driven Planning (PBD). E-Performance (E-Kinerj. Merdeka Mengajar Platform (PMM) @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raharja dkk. Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar PENDAHULUAN Pemerintah menerbitkan pedoman teknis baru terkait pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah melalui Perdirjen GTK nomor 7607/B. B1/Hk. 03/2023 pada Desember 2023. Pedoman ini memberikan arahan teknis bagi sekolah dalam mengelola kinerja guru dan kepala sekolah mereka. Pada pasal 3 dijelaskan bahwa dengan adanya peraturan ini diharapkan dapat tercapai: . peningkatan kualitas dan kemampuan Guru serta Kepala Sekolah. penguatan peran Kepala Sekolah. peningkatan kolaborasi antara Kepala Sekolah dengan Guru, sesama Guru, dan antara Guru dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam pendidikan. Ini merupakan bagian dari pengelolaan kinerja Guru dan Kepala Sekolah. ada 4, yaitu: . perencanaan kinerja yang meliputi penetapan dan klarifikasi Ekspektasi Kinerja. pelaksanaan, pemantauan, dan pembinaan kinerja yang meliputi pendokumentasian kinerja, pemberian umpan balik berkelanjutan, dan pengembangan kinerja. penilaian kinerja yang meliputi evaluasi kinerja. tindak lanjut hasil evaluasi kinerja yang meliputi pemberian penghargaan dan sanksi. Pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah tersebut tidak lepas dari penerapan Kurikulum Merdeka yang didukung oleh Platform Merdeka Mengajar (PMM). Platform Merdeka Mengajar membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Selain itu pemanfaatan PMM dapat membantu meningkatkan kompetensi pedagogik guru (Aulia et al. , 2. menyediakan akses yang lebih baik terhadap sumber daya pendidikan, pelatihan, dan kolaborasi antar guru (Hidayati et al. , 2024. Rahmadani & Kamaluddin, 2023. Ramdani et al. , 2022. Chamidi et al. , 2. , guru dapat meningkatkan kinerjanya dengan aktivitas yang dikembangkan sendiri, berkarya melalui ekosistem yang dibangun oleh PMM (Budianti & Setiawan, 2023. Nafila et al. , 2. Permasalahan yang ada di lapangan, masih banyak kepala sekolah dan guru SD yang mengalami kesulitan dalam merealisasikan PMM tersebut baik dalam penyiapan, proses, maupun menghasilkan produk pada setiap tahapan-tahapan yang harus dilewati. Hasil penelitian menunjukkan adanya sejumlah permasalahan penggunaan PMM baik yang berasal dari internal maupun eksternal. Rendahnya motivasi guru untuk belajar mandiri, belum mengoptimalkan penggunaan Platform Mengajar sebagai pendukung pergerakan kurikulum merdeka, dan pola pikir yang salah/ miskonsepsi terkait memanfaatkan fitur Belajar Mandiri pada platform Merdeka (Dewi et al. , 2. Faktor internal mencakup keterbatasan dalam penguasaan teknologi, kurangnya pemahaman guru terhadap fitur-fitur pada platform, ketidaksiapan guru dalam pembelajaran daring, serta keterbatasan spesifikasi Sementara itu, faktor eksternal meliputi keterbatasan sumber listrik, jaringan internet yang kurang stabil, komunitas belajar yang belum aktif, belum tersedianya pelatihan internal, serta ketiadaan buku penunjang untuk kurikulum merdeka di sekolah. Peneliti lain. Anwar & Utami . , menjelaskan bahwa sebagian besar guru mengalami permasalahan terkait PMM dalam membuat aksi nyata disebabkan sulitnya mendapatkan sertifikat yang akan diunggah, hal ini mengakibatkan guru tidak dapat menyusun tindakan nyata yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam PMM. Kondisi seperti tersebut di atas, juga dialami oleh para kepala sekolah dan guru di Kapanewon Girimulyo dan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo. Berdasarkan hasil wawancara singkat dengan salah satu anggota tim kepala sekolah, diperoleh informasi @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raharja dkk. Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar bahwa kepala sekolah dan guru-guru di kedua kapanewon tersebut masih mengalami kesulitan dalam semua langkah, perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan tindak Oleh karena itu para kepala sekolah dan guru-guru tersebut perlu segera mendapatkan bantuan yang sesuai agar mereka dapat dengan terampil dan mudah menyelesaikan tuntutan PMM, sehingga dapat konsentrasi pada proses pendidikan dan pembelajaran bagi para siswanya. Berdasarkan uraian di atas, beberapa permasalahan para kepala sekolah dan guru terkait dengan implementasi PMM bagi sekolah-sekolah di Kapanewon Girimulyio dan Nanggulan yang segera ditangani untuk diberi bantuan lewat kegiatan pengabdian ini, bagaimana penguatan kepala sekolah dan guru tim pengembang dalam manajemen sekolah untuk implementasi PMM, yang mencakup bagaimana penguatan manajemen sekolah bagi kepala sekolah dan guru tim pengembang SD, dalam: . Perencanaan kinerja yang mencakup penetapan dan penjelasan ekspektasi kinerja. pelaksanaan, pemantauan, dan pembinaan kinerja yang termasuk pendokumentasian kinerja. pemberian umpan balik secara berkelanjutan dan pengembangan kinerja. penilaian kinerja yang meliputi evaluasi. tindak lanjut dari hasil evaluasi kinerja yang mencakup pemberian penghargaan dan sanksi. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan ini dilaksanakan dengan dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan secara intensif kepada kepala sekolah dan tim pengembang sekolah dalam pemanfaatan platform merdeka mengajar sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah. Pelaksanaan kegiatan ini mencakup pelatihan, workshop, dan pendampingan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah di wilayah Kapanewon Girimulyo dan Nanggulan. Kulon Progo. Fokus utama kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman para peserta terhadap kebijakan Kurikulum Merdeka dan optimalisasi penggunaan platform, khususnya dalam konteks perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Selain itu, aspek manajerial juga akan menjadi perhatian dalam rangka menciptakan ekosistem sekolah yang lebih adaptif dan inovatif. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pola bimbingan teknis . dengan metode AuIn-On-InAy pada Gambar 1. Gambar 1. Kerangka Pemecahan Masalah @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raharja dkk. Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar Secara keseluruhan kegiatan ini akan dilaksanakan dengan model In-On-In. Peserta akan mengikuti workshop dan pematerian pada aktivitas In-1 secara luring, dilanjutkan AuOnAy dengan penugasan dan belajar mandiri untuk memperkuat pemahaman konsep. Selama penugasan ini, peserta yang telah dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dampingan, akan didampingi oleh tim pelaksana dan berkesempatan untuk berkonsultasi terkait pengerjaan tugas dengan tim pelaksana yang bertanggung jawab dalam kelompok tersebut. Setelah batas waktu pengumpulan tugas melalui g drive selesai, hasil pekerjaan peserta akan dicek dan diberi masukan oleh tim pelaksana. Hasil evaluasi penugasan akan didiskusikan bersama seluruh peserta kegiatan pada aktivitas In-2 secara luring. Tahapan pelaksanaan kegiatan tersebut secara detil adalah sebagai berikut: Tahap Persiapan Tahap persiapan terdiri dari 3 jenis kegiatan, yaitu: . koordinasi lapangan. penyusunan program pelatihan. penyusunan modul pelatihan. Dalam upaya memberikan materi yang sesuai dengan kebutuhan mitra, tim pengabdi terlebih dahulu melakukan penggalian informasi menggunakan google form berupa angket Identifikasi Kebutuhan Pelatihan Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar. Hasil menunjukkan bahwa dominasi kebutuhan materi adalah berkaitan dengan penentuan sasaran utama kinerja sekolah berdasarkan hasil rapor Pendidikan. Secara detil kebutuhan materi sesuai hasil penggalian informasi terlihat pada Gambar 2. Gambar 2. Hasil angket Identifikasi Kebutuhan Pelatihan Tahap Pelaksanaan terdiri dari 3 jenis kegiatan, yaitu: Pematerian tentang Perencanaan Berbasis Data (PBD) berdasar Rapor Pendidikan. Pada sesi ini, peserta yang terdiri dari kepala Sekolah dan tim pengembang sekolah, akan diajak untuk melihat hasil dari rapor Pendidikan masing-masing, dan mencermati dimana kekurangan yang harus diperbaiki, serta memetakan aktivitas/program yang mungkin bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan kekurangan yang ada dalam rapor Pendidikan tersebut. pematerian tentang E Kinerja, memahami komponen-komponen E Kinerja, serta langkah yang harus dilakukan dalam E Kinerja. Simulasi dan Latihan menyusun perencanaan kinerja berdasarkan hasil analisis Rapor Pendidikan dan perencanaan berbasis data yang telah disusun. Pada tahap pelaksanaan, akan digunakan variasi metode yaitu: metode ceramah, @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raharja dkk. Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar metode tanya jawab, penugasan secara berkelompok, dan simulasi. Sebelum aktivitas pematerian ini, peserta terlebih dahulu akan diberikan pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta terkait topik-topik yang akan dipaparkan dalam kegiatan workshop ini. Tahapan evaluasi, akan dilakukan posttest untuk mengetahui ketercapaian pemahaman materi yang disampaikan pada sesi pelaksanaan pelatihan. Selanjutnya diberikan penugasan untuk diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan, sebagai bahan evaluasi implementasi kegiatan secara keseluruhan. Peserta pelatihan dan workshop ini adalah Kepala sekolah dan tim pengembang sekolah pada jenjang Sekolah Dasar di Kapanewon Girimulyo dan Nanggulan Kabupaten Kulonprogo sebanyak 25 sekolah. Sehingga jumlah peserta secara keseluruhan adalah 50 orang. IMPLEMENTASI KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Implementasi Kegiatan Kegiatan PkM dengan judul AuPenguatan Manajemen Sekolah Dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar Di Sekolah Dasar Kapanewon Girimulyo Dan Nanggulan Kulon ProgoAy dilaksanakan dalam moda luring dan daring dengan model in on in. Pada sesi luring/tatap muka metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan Latihan dalam kelompok. Materi yang diberikan pada sesi luring/tatap muka adalah pada Tabel 1. Tabel 1. Daftar Materi pelatihan sesi luring/tatap muka Materi Sub Materi Perencanaan Berbasis Data . Mengenal Profil Pendidikan. Rapor Pendidikan dan Platform Rapor Pendidikan . Memahami Rapor Pendidikan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data . Langkah Sederhana dalam Perencanaan Berbasis data melalui Indentifikasi. Refleksi, dan Benahi (IRB) . Menentukan sasaran utama kinerja sekolah berdasarkan Hasil Rapor Pendidkan . Menuangkan rencana kerja sekolah pada ARKAS . Langkah pengelolaan kinerja guru & kepala sekolah di Platform Merdeka Mengajar (PMM) . Tahapan pengerjaan Pengelolaan kinerja . Tahapan penilaian dalam pengelolaan kinerja E-Kinerja Berdasarkan Tabel 1 dapat dijelaskan bahwa, peserta mendapatkan penguatan untuk memahami informasi yang tersaji dalam rapor Pendidikan dan memanfaatkan informasi tersebut dalam menyusun rencana sekolah. Hal ini dikenal dengan istilah Perencanaan Berbasis Data (PBD). Peserta bimtek juga mendapatkan penguatan tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan perencanaan berbasis data dengan model IRB sebagai sasaran utama kinerja sekolah kemudian menuangkannya kedalam ARKAS. Peserta diajak melakukan simulasi dengan memanfaatkan ARKAS masing-masing sekolah. Berkaitan dengan pengelolaan dan penilaian kinerja, peserta bimtek juga diberikan penguatan sehingga kepala sekolah dan tim pengembang sekolah nantinya akan mampu membantu guru di sekolahnya masing-masing untuk menyusun rencana kerja melalui platform E-Kinerja. @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raharja dkk. Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar Gambar 3. Workshop Penguatan Manajemen Sekolah Dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar Sebelum mengikuti kegiatan pelatihan, peserta terlebih dahulu mengerjakan soal pretest untuk mengetahui bagaimana pemahaman awal peserta terkait rapor Pendidikan dan pemanfaatannya dalam perencanaan berbasis data serta pengelolaan kinerja berbasis E- Kinerja. Hasil pretest menunjukkan hanya 20% saja peserta mencapai skor maksimal. Hal ini berarti, sebagian besar peserta masih belum memahami dengan baik materi yang akan disampaikan. Pada akhir kegiatan Bimtek di tahap in 2, peserta kembali diminta untuk mengerjakan soal yang sama sebagai salah satu cara mengevaluasi keterserapan pemahaman materi oleh peserta. Hasil posttest menunjukkan terjadi peningkatan yang sangat sifnifikan sebesar 72%, dimana prosentase peserta yang sanggup mencapai skor maksimal ideal sebesar 92%. Artinya hanya tersisa 8% saja yang masih memerlukan penguatan terkait topik yang disajikan. Adapun berdasarkan hasil pengerjaan tugas mandiri diperoleh informasi bahwa masih terdapat 8% peserta yang membutuhkan penguatan untuk membuat deskripsi kegiatan ARKAS berdasarkan rencana AuBENAHIAy yang telah disusun. Selanjutnya hasil evaluasi penyelenggaraan kegiatan, secara keseluruhan mendapatkan respon sangat baik dan baik serta sekolah merasakan kebermanfaatan kegiatan PkM ini untuk diimplementasikan di sekolah. Adapun ketercapaian pemberdayaan mitra secara detil terlihat pada Tabel 3. Tabel 3. Ketercapaian Pemberdayaan Mitra Masalah dan Ketercapaian Kegiatan Indikator Capaian Permasalahan: Penyusunan rencana kerja sekolah berbasis data rapor pendidikan. Indikator capaian: 100% Kepala Sekolah dan tim pengembang sekolah mampu untuk melakukan tahapan sebagai berikut: Membaca profil 100% peserta sudah dapat membaca rapor Pendidikan. Mereka telah sekolah melalui memahami dengan baik bahwa jika indikator mutu Pendidikan yang Rapor tertuang dalam rapor Pendidikan berwarna Merah artinya hasil capaian Pendidikan Kurang dan indikator Kesenjangannya Tinggi. Jika berwarna Kuning . emahaman artinya hasil capaian Sedang dan indikator Kesenjangannya Sedang. Jika indikator merah, berwarna Hijau hasil capaian Baik/Tinggi dan Indikator kesenjangannya kuning, hija. Hal ini terlihat dari hasil diskusi kelompok pada saat pelatihan, dimana peserta diminta untuk membaca rapor Pendidikan sekolah masing-masing. Menentukan 100% peserta sudah mampu menentukan sasaran utama kinerja sekolah utama sesuai hasil rapor Pendidikan sekolah masing-masing dengan mengikuti kinerja sekolah langkah sebagai berikut: Membaca kolom ringkasan untuk melihat indikator prioritas yang mendapat capaian tertinggi dan terendah kemudian memilih fokus @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raharja dkk. Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar Masalah dan Indikator Capaian rapor Pendidikan Ketercapaian Kegiatan . Memilih seluruh indikator prioritas yang memiliki capaian Kurang untuk dijadikan sasaran utama melakukan pembenahan. Misal, ada 3 indikator prioritas memiliki capaian kurang, maka dapat membuat kegiatan yang berfokus pada indikator tersebut. Jika hanya ada satu capaian kurang, dan lainnya dengan capaian sedang, maka menjadikan capaian kurang sebagai fokus utas, kemudian melihat hasil perbandingan tahun ini dengan tahun sebelumnya dari indikator dengan capaian sedang untuk kegiatan pembenahan selanjutnya. Jika semua capaian baik, dapat menentukan pembenahan dengan melihat hasil perbandingan tahun ini dengan tahun sebelumnya . ngka delt. yang memiliki selisih nilai paling tinggi. Jika semua capaian baik, maka dapat melihat skor hasil capaian indikator prioritas dengan menentukan mulai dari hasil skor yang paling rendah ke paling tinggi untuk prioritas pembenahan. Menuangkan . 92% peserta mampu menuangkan rencana kerja yang telah disusun berdasarkan rapor Pendidikan ke dalam aplikasi ARKAS termasuk menentukan skala prioritas sesuai dengan ketersediaan dana yang ARKAS dimiliki masing-masing sekolah. 8% peserta masih membutuhkan penguatan untuk membuat deskripsi kegiatan ARKAS berdasarkan rencana AuBENAHIAy yang Misalnya ARKASnya AuPengembangan diri terkait numerasi melalui PMMAy perlu dijabarkan lagi di ARKAS dalam kegiatan-kegiatan: . guru mengikuti pelatihan mandiri terkait numerasi di PMM. guru melakukan kegiatan sharing pengetahuan di komunitas belajar . x dalam sebula. , dll. Permasalahan: Pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah melalui apliksi E-kinerja Indikator capaian: 100% Kepala Sekolah dan tim pengembang sekolah mampu mengelola kinerja dalam aplikasi E-Kinerja melalui tahap-tahap sebagai berikut: Langkah 100% peserta mampu memahami bahwa dalam pengelolaan kinerja guru & kepala sekolah harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: kinerja Guru & . Variable yang dinilai dalam penilaian kinerja, yaitu: . praktik Kepala Sekolah . pengembangan kompetensi. perilaku kerja. di PMM dokumen Akuntabilitas. Praktik kinerja untuk guru dilihat dari indikator D1 Praktik Pembelajaran, dan untuk kepala sekolah dilihat dari inidikator D3 Kepemimpinan Pembelajaran. Tahapan 100% peserta memahami dengan baik bahwa Tahapan Pengerjaan Pengelolaan Kinerja terbagi dalam 3 tahapan, yaitu: Pengelolaan . Perencanaan. Pada tahap perencanaan, guru hanya perlu fokus Kinerja meningkatkan kinerja pada salah satu indikator rekomendasi berdasarkan capaian rapor pendidikan yang telah terintegrasi di PMM. Pelaksanaan. Di tahap pelaksanaan. Kepala Sekolah akan melakukan Observasi Kelas dan melakukan penilaian berdasarkan rubrik yang telah disediakan di PMM. Penilaian. Pada tahap Penilaian. Kepala Sekolah dapat melihat rangkuman pencapaian guru untuk Predikat Kinerja yang terintegrasi dengan sistem e-Kinerja BKN Tahapan 100% Kepala sekolah dan tim pengembang sekolah memahami bahwa: penilaian dalam . Penilaian dalam pengelolaan kinerja kepada guru/kepala sekolah Pengelolaan adalah kewenangan penuh pejabat penilai (KS/PS) sebagai pejabat Kinerja yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kinerja sekolah @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raharja dkk. Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar Masalah dan Indikator Capaian Ketercapaian Kegiatan . Aspek penilaian pada Praktik kinerja difokuskan pada: Upaya refleksi, upaya mempelajari dan perubahan praktik. Pada aspek Pengembangan Kompetensi, seorang pegawai . uru dan kepala sekola. wajib menyelesaikan kegiatan pengembangan kompetensi sejumlah 24 poin. Banyaknya poin yang didapatkan tidak dinilai tapi dipertimbangkan oleh pejabat penilai (KS/PS) dalam Penilaian Praktik Kinerja. Penilaian Perilaku kerja. Pejabat menilai upaya peningkatan 7 perilaku kerja oleh pegawai . uru dan kepala sekola. pada akhir masa pengelolaan kinerja. Tujuh aspek perilaku kerja yang dinilai adalah: Berorientasi Pelayanan. Akuntabel. Kompeten. Harmonis. Loyal. Adaptif dan Kolaboratif. Pada aspek Dokumen Akuntabilitas, seorang pegawai . uru dan kepala sekola. wajib mengumpulkan dokumen terkait sebagai bentuk akuntabilitas. Dokumen akuntabilitas tidak dinilai tapi bila tidak dikumpulkan maka Predikat Kinerja yang diperoleh seorang pegawai tidak bisa ditampilkan. Pembahasan Penyusunan Rencana Kerja Sekolah berbasis data (Rapor pendidika. Perencanaan berbasis data adalah pendekatan strategis dalam manajemen sekolah yang menggunakan data faktual sebagai dasar pengambilan keputusan dan Dalam konteks program Pengabdian Kepada Masyarakat ini, perencanaan berbasis data menjadi kunci bagi kepala sekolah dan tim pengembang sekolah untuk mengidentifikasi permasalahan, menentukan prioritas, dan merancang program pengembangan sekolah yang tepat sasaran. Dalam perencanaan berbasis data. Rapor Pendidikan berperan sebagai sumber informasi yang sangat penting bagi sekolah dalam menyusun strategi dan kebijakan pengembangan (Direktorat SMP. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, 2. Rapor Pendidikan menyajikan data yang komprehensif mengenai berbagai aspek kinerja sekolah, termasuk capaian akademik siswa, mutu layanan pendidikan, serta kondisi dan perkembangan sekolah secara umum (Kemendikbudristek, 2. Informasi ini menjadi referensi utama bagi kepala sekolah dan tim pengembang dalam merumuskan perencanaan yang berbasis bukti. Melalui Rapor Pendidikan, sekolah mendapatkan gambaran yang objektif mengenai kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Dengan data ini, sekolah dapat secara lebih tepat mengidentifikasi area-area yang membutuhkan perhatian khusus serta menentukan langkah perbaikan yang lebih Dapat dipahami bahwa pemanfaatan hasil rapor Pendidikan sebagai dasar penyusunan kerja sekolah masih merupakan hal baru bagi sekolah, sehingga sangat wajar bila masih banyak sekolah yang belum mendasarkan rencana kerja sekolah sesuai hasil rapor Pendidikan. Penelitian yang dilakukan oleh Baiq Sumarni Pengawas Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lombok Barat menyatakan bahwa dari 5 sekolah binaannya, hanya 1 sekolah saja yang telah melakukan perencenaan program sekolah berdasarkan hasil rapor Pendidikan (Sumarni, 2. Untuk memberikan penguatan terkait perencanaan berbasis data dengan memanfaatkan hasil rapor pendidikan, peserta workshop diberikan materi tentang: . Mengenal Profil Pendidikan. Rapor Pendidikan dan Platform Rapor Pendidikan. Memahami Rapor Pendidikan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data. Langkah @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raharja dkk. Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar Sederhana dalam Perencanaan Berbasis data melalui Indentifikasi. Refleksi, dan Benahi (IRB). Menentukan sasaran utama kinerja sekolah berdasarkan Hasil Rapor Pendidkan. Menuangkan rencana kerja sekolah pada ARKAS. Gambar 4. Pematerian tentang Pembelajaran Berbasis Data Sebagai sumber utama dalam perencanaan berbasis data. Rapor Pendidikan tidak hanya memberikan informasi mengenai capaian akademik, tetapi juga data terkait pengelolaan sekolah, termasuk efektivitas kepemimpinan, kualitas program pembelajaran, dan partisipasi warga sekolah dalam berbagai aktivitas. Data ini menjadi dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan strategis yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Sekolah diharapkan menggunakan Rapor Pendidikan secara optimal dalam perencanaan tahunan maupun jangka panjang. Dalam kegiatan pengabdian ini, kepala sekolah dan tim pengembang sekolah diajak untuk memahami pentingnya menganalisis data dari Rapor Pendidikan secara mendalam, mengaitkan hasil analisis tersebut dengan target yang ingin dicapai, serta menyusun rencana kerja yang terukur. Dengan mengacu pada rapor ini, sekolah dapat merancang programprogram pengembangan yang lebih akurat dan relevan dengan kebutuhan siswa serta tuntutan lingkungan pendidikan yang dinamis (Herfiyanti et al. , 2024. Rubiherlan et , 2. Hal ini karena Rapor Pendidikan dapat berfungsi sebagai alat dan metode untuk mengidentifikasi akar permasalahan (Syamsudin & Harianto, 2. , mengevaluasi capaian, serta menjadi bahan diskusi yang konstruktif dengan para pemangku kepentingan guna mencapai keberhasilan yang diinginkan (Murtadlo et al. Musakirawati et al. , 2. Pada akhirnya. Rapor Pendidikan bukan hanya sekadar laporan evaluasi, tetapi merupakan alat penggerak yang dapat mendorong sekolah untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Perencanaan berbasis data melalui pemanfaatan Rapor Pendidikan memungkinkan penyusunan RKS/RKT/RKAS yang lebih tepat sasaran karena didasarkan pada data yang akurat dan terkini sehingga lebih efisien, melibatkan lebih banyak partisipasi, transparan, akuntabel, serta lebih cepat dan mudah dilakukan (Ferry & Muspawi, 2023. Nurcahyati et al. , 2024. Nurdiansari & Utomo, 2. Dengan mengandalkan rapor ini sebagai panduan dalam perencanaan berbasis data, sekolah dapat lebih percaya diri dalam menentukan prioritas, merancang program pengembangan, serta memonitor dan mengevaluasi hasil implementasi yang Pengelolaan kinerja guru & Kepala Sekolah melalui aplikasi E-Kinerja Salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di sekolah adalah melakukan pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah. Dapat dipahami @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raharja dkk. Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar bahwa penerapan Kurikulum Merdeka menuntut evaluasi berkelanjutan dan perencanaan yang fleksibel agar bisa menyesuaikan dengan dinamika proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Oleh karenanya dibutuhkan adanya aplikasi yang memudahkan pengelolaan kinerja. Perkembangan teknologi saat ini mendorong pemerintah untuk memperkenalkan aplikasi E-Kinerja sebagai alat bantu dalam memantau, mengukur, dan mengevaluasi kinerja tenaga pendidik secara lebih sistematis dan transparan. E-Kinerja tidak hanya mempermudah dalam pencatatan dan pelaporan kinerja, tetapi juga mendukung kepala sekolah dalam mengelola pengembangan kompetensi guru serta mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih produktif dan akuntabel. Dengan E-Kinerja, perencanaan pendidikan dapat lebih terfokus pada pengembangan sekolah yang responsif terhadap perubahan. Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa pemanfaatan E-kinerja di berbagai instasi efektif, lebih transparan, dan fleksibel. untuk mengetahui hasil kinerja pegawai (Madhani et al. , 2024. Sufi et al. , 2. , meningkatkan produktifitas kerja (Rukmana et al. , 2020. Uno et al. , 2. serta kedisiplinan dalam melaksanakan tugas masing-masing dalam bentuk pertanggungjawaban, mutu penilaian pegawai dan penentuan tunjangan serta penambahan penghasilan (Latifah et al. , 2. E-Kinerja memungkinkan pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah berbasis data yang akurat dan real-time. Data ini sangat penting untuk menilai efektivitas penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah, seperti bagaimana guru mengadopsi pembelajaran berdiferensiasi dan proyek berbasis pengalaman. Gambar 5. Pematerian Pengelolaan kinerja guru & Kepala Sekolah melalui aplikasi E-Kinerja Mengingat Kurikulum Merdeka mengharuskan guru memiliki keterampilan dalam mengelola pembelajaran yang lebih dinamis dan kreatif sesuai dengan kemampuan dan minat siswa, data E-Kinerja membantu sekolah merencanakan pelatihan atau pengembangan professional yang sesuai dengan kebutuhan guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Oleh karenanya peningkatan kompetensi guru melalui data kinerja sangat penting. E-Kinerja memberikan informasi yang jelas tentang kinerja guru, termasuk kebutuhan pengembangan kompetensi mereka. Secara keseluruhan, penilaian kinerja menjadi fondasi bagi perbaikan dan inovasi dalam sistem pendidikan, memungkinkan sekolah untuk terus berkembang dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa. Pemanfaatan aplikasi E-Kinerja membawa sejumlah manfaat yang signifikan bagi peningkatan mutu pendidikan, antara lain: . Efisiensi dan Akurasi Penilaian: E-Kinerja memungkinkan pengelolaan kinerja yang lebih efisien dibandingkan dengan sistem manual. Dengan pengolahan data yang otomatis, proses evaluasi kinerja dapat dilakukan dengan cepat, tanpa @2025 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Raharja dkk. Penguatan Manajemen Sekolah dalam Implementasi Platform Merdeka Mengajar mengorbankan akurasi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penilaian kinerja benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Transparansi dan Akuntabilitas: Sistem berbasis teknologi seperti E-Kinerja memungkinkan terciptanya transparansi dalam penilaian kinerja guru dan kepala sekolah. Dengan laporan yang dapat diakses oleh pihak-pihak terkait, baik guru maupun kepala sekolah dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya di hadapan para pemangku kepentingan. Pengembangan Profesional yang Berkelanjutan: E-Kinerja mendorong adanya evaluasi berkelanjutan yang tidak hanya berhenti pada penilaian, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kompetensi. Data kinerja guru dan kepala sekolah dapat digunakan untuk merancang program pelatihan dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan individu, sehingga proses peningkatan kualitas tenaga pendidik dapat berjalan secara terus-menerus. E-Kinerja memiliki relevansi yang erat dengan implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada fleksibilitas, diferensiasi, dan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan sistem ini, kepala sekolah dan guru dapat memantau seberapa baik mereka menerapkan pendekatan Kurikulum Merdeka dalam kegiatan belajar-mengajar. Data yang dihasilkan oleh E-Kinerja dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan kurikulum serta merumuskan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. KESIMPULAN Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam membekali peserta dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengoptimalkan perencanaan dan manajemen kinerja di sekolah, yang pada akhirnya akan mendukung peningkatan mutu pendidikan secara Penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang memanfaatkan data dari Rapor Pendidikan memungkinkan sekolah untuk membuat rencana yang lebih tepat sasaran, sesuai dengan kondisi riil yang dihadapi sekolah. Data yang akurat dan terkini memberikan dasar yang kuat untuk mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi yang efektif. Hal ini menjadikan proses perencanaan lebih transparan, partisipatif, dan akuntabel. Aplikasi E-Kinerja berperan penting dalam mengelola dan memantau kinerja guru serta kepala sekolah. Sistem berbasis teknologi ini memungkinkan evaluasi yang lebih efisien, transparan, dan akurat, sehingga mendorong peningkatan profesionalisme dan akuntabilitas tenaga pendidik dan pengelola sekolah. E-Kinerja juga mendukung perbaikan berkelanjutan dengan memberikan umpan balik dan data yang dapat digunakan untuk pengembangan kompetensi secara lebih terarah. Dengan adanya perencanaan yang berbasis data dan pengelolaan kinerja yang sistematis, kualitas pendidikan di sekolah diharapkan dapat meningkat secara signifikan. Kedua pendekatan ini memastikan bahwa keputusankeputusan strategis di sekolah, baik dalam perencanaan maupun dalam evaluasi kinerja, didasarkan pada informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. DAFTAR PUSTAKA