Jurnal Ayurveda Medistra ISSN. 2656-3142 | Volume 5 Nomor 2 Agustus 2024 | pages: 1 - 6 Avalaible online at http://ojs. stikesmedistra-indonesia. PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENINGKATAN BOUNDING ATTACHMENT ORANG TUA DAN BAYI THE EFFECT OF BABY MASSAGE ON IMPROVEMENT BOUNDING ATTACHMENT OF PARENTS AND BABIES Sugi Purwanti1*. Tanti Fitriyani1*. Beby Yohana1* 1Program Studi Di Kebidanan STIKes Bina Cipta Husada sugipurwanti@gmail. ABSTRAK Hubungan antara orang tua dan anak di mulai sejak mulai dalam kandungan, pada saat bayi . wal masa nifa. , usia anak balita bahkan anak menjelang dewasa. Adanya interaksi antara orang tua dan bayi yang baik secara terus menerus dapat meningkatkan bounding attachment. Interaksi tersebut dapat dilakukan melalui pemijatan oleh orang tua terhadap bayi. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan distribusi frekuensi bounding attachment antara orang tua dan bayi sebelum dan setelah pemijatan. Mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap bounding attachment orang tua dan bayi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif dan pendekatan waktu menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel penelitian adalah pijat bayi dan bounding attachment antara orang tua dan bayi. Populasi penelitian adalah semua bayi dengan umum 0-6 bulan berjumlah 12 bayi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei menggunakan kuesioner. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariate menggunakan uji paired T test. Hasil penelitian yaitu distribusi frekuensi pada bounding attachment sebelum pemijatan, nilai mean sebesar 47, skor terendah 45, skor Distribusi frekuensi pada bounding attachment setelah pemijatan, nilai mean sebesar 49, dengan skor terendah 46 dan skor tertinggi 52. Nilai koefisien korelasi . 687 dengan nilai signifikansi sebesar 028 . ilai sig < 0. , maka hasil penelitian yaitu ada pengaruh antara pijat bayi terhadap peningkatan bounding attachment orang tua dan bayinya. Kata Kunci : Pijat bayi, bounding attachment ABSTRACT The relationship between parents and children begins from the beginning of the womb, at the time of infancy . arly postpartum perio. , and from the age of toddlers to even children before adulthood. The existence of good and continuous interaction between parents and babies can increase bounding attachment. This interaction can be done through massage by parents to the baby. The objection of the study was to describe the frequency distribution of attachment bounding between parents and babies before and after the massage, knowing the effect of infant massage on the bounding attachment of parents and babies. This type of research is comparative descriptive research, a time approach using a cross-sectional approach. The variables of the study were infant massage and bounding attachment between parents and babies. The study population is all infants with a general 0Ae6 months total of 12 infants. The data collection method was carried out through a survey using a questionnaire. Sample determination using purposive Univariate analysis uses frequency distribution and bivariate analysis uses paired T tests. The results of the study were the frequency distribution of the bounding attachment before massage. The mean value was 47, the lowest score was 45, and the highest score was 49. The frequency distribution on the bounding attachment after massage had a mean value of 49, with the lowest score of 46 and the highest score of 52. The value of the correlation coefficient . 687 with a significant value of 0. ig value < 0. , so the result of the study is that there is an influence between baby massage and the increase of bounding attachment of parents and babies Keyword : baby massage, bounding attachment PENDAHULUAN Hubungan antara orang tua dan anak di mulai sejak mulai dalam kandungan, saat persalinan yaitu pada saat pelaksanaan inisiasi menyusui dini (IMD). , pada saat awal-awal kelahiran bayi . wal masa nifa. , usia anak balita sampai bahkan anak menjelang dewasa. Interaksi harus tetap berlangsung secara intensif terutama pada saat awal-awal perkembangan . olden period. Berhasil atau tidaknya bounding antara orang bayi ditentukan pada saat usia 1-3 tahun. Pada usia 1-3 tahun adalah awal masa terbentuknya perkembangan psikologis, terbentuknya rasa percaya dan tidak percaya yang akan berpengaruh sampai ke daur kehidupan . Interaksi yang buruk karena ketidakberhasilan bounding pada saat awal kehidupan dapat mengakibatkan penurunan rasa percaya diri, dan tingkat kepercayaan kepada orang lain, risiko ancaman perbuatan yang bersifat kekerasan. Gangguan kognitif pada anak sebesar 39% terutama pada usia 4-6 tahun, 37 % dengan gangguan lainnya dan 17% anak sedikit mengalami gangguan kognitif. Menurut Setiawati . , menyampaikan bahwa 22,1% anak dengan pertumbuhan yang kurang sesuai, dan 10,85 memiliki perkembangan yang . Data WHO (World Health Organizatio. pada tahun 2020. Indonesia menduduki peringkat 117 dalam permasalahan pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak dengan keluhan di jawa tengah sebesar 35,03%. Permasalahan tertinggi adalah pada usia balita, jika di bandingkan golongan usia lainya yaitu sebesar 16%. Keberhasilan perkembangan anak tidak hanya terletak pada asupan gisi, pemberian ASI, pendidikan yang baik, akan tetapi interaksi setiap hari, kasih sayang orang tua juga berperan. Terbentuknya bounding orang tua pada bayi pada awal kehidupan memberikan manfaat yang baik terhadap kualitas kehidupan anak selanjutnya. Bounding yang baik akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Bentuk interaksi antara orang tua dan bayi dapat dilakukan melalui berbagai cara antara lain mengajak bicara anak, panggilan kasih sayang, pada saat meneteki, sentuhan. Salah bentuk sentuhan yang paling sederhana dan mudah adalah melalui pemijatan. Sentuhan yang lembut dari orang terdekat bayi akan memberikan pengalaman yang berharga, perasaan lebih dekat, perasaan lebih disayangi. Bounding Attachment adalah bentuk refleksi dari ikatan batin dan kasih sayang orang tua terhadap . Manfaat sentuhan pada saat pemijatan membuat bayi merasa di butuhkan kehadirannya, disayangi oleh orang tuanya. Perasaan tersebut akan meningkatkan rasa percaya diri anak, kemauan untuk memberikan yang terbaik kepada orang tuanya sehingga mendorong anak untuk banyak belajar, berperilaku baik, meningkatkan prestasi untuk memberi rasa bangga kepada Manfaat merangsang pertumbuhan dan pekembangan anak, psikologis anak yang akhirnya membentuk fisik dan pribadi anak yang berkualitas diseluruh daur kehidupannya. Pijat bayi merupakan kegiatan yang berupa sentuhan, tekanan pada permukaan tubuh yang pengurangan nyeri akibat peningkatan peredaran darah, dan stimulasi syaraf selama proses Pijat bayi merupakan kegiatan yang meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan, rasa aman kepada anak di awal kehidupan . Sentuhan fisik yang lembut bersamaan dengan tatapan penuh kasih sayang orang tua kpada bayinya, akan memberikan rangsangan pada otak untuk perkembangan kognitif. Perkembangan otak yang optimal akan meningkatkan pertumbuhan, nafsu makan, daya tahan yang baik. Kedekatan orang tua dengan bayi, menumbuhkan rassa percaya diri sehingga kondisi ini akan membentuk fisik dan pribadi anak yang baik sampai dewasa. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif komparatif yaitu penelitian yang bertujuan mengetahui pengaruh kedua variabel dengan membandingkan dan menganalisis nilai pada 2 kelompok yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di desa Pangebatan kecamatan Karanglewas. Pendekatan waktu menggunakan desain cross sectional. Variabel independentnya adalah pijat bayi dan variabel dependennya adalah bounding attachment orang tua dan bayi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi dengan umum 0-6 bulan yang jumlahnya 12 bayi. Penentuan sampel menggunakan purposive Kriteria sampelnya yaitu memiliki kedua orang tua lengkap dan menyetujui untuk menjadi responden. Besar sampel penelitian Pengambilan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 15 Jawaban menggunakan rentang nilai 1-4 sehingga skor penilaian kuesioner minimal adalah 15 dan skor paling tinggi 60. Metode pengumpulan data dilakukan pengumpulan data dilakukan 2 kali yaitu sebelum pemijatan dan 1 bulan setelah masa pemijatan. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariate menggunakan uji paired T test. HASIL DAN PEMBAHASAN Bounding attachment sebelum pijat bayi Pada saat bayi baru lahir akan mengalami adapatasi bayi baru lahir. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan adaptasi tersebut adalah dengan meningkatkan bounding. Bentuk nyata hubungan orang tua dengan anak melalui bounding saat melakukan sentuhan fisik, kontak mata, mengajak bicara, memberikan ASI pada saat awal-awal kelahiran sampai puncak usia 4-5 Tahapan dalam bounding attachment adalaha tahapan perkenalan, tahapan bounding, dan terakhir tahapan attachment. Tahapan perkenalan biasanya dilakukan dengan kontak mata, berbicara, sentuhan. Tahap ini dapat dimulai saat dalam kehamilan, ibu dapat merasakan gerakan bayi, mendengar denyut jantung bayi. Tahap perkenalan selanjutnya adalah saat pelaksanaan inisiasi menyusui dini di Tahapan bounding dan tahapan attachment terjadi saat orang tua melakukan kontak dengan anak secara terus menerus melalui sentuhan, pemberian ASI, kontak mata. Bounding akan berkembang terus seiring sejalan dengan interaksi yang meningkat setiap harinya antara orang tua dan bayi. Tabel 1. Skor bounding attachment sebelum pijat bayi Skor Total Berdasarkan tabel 1. ditunjukkan bahwa distribusi frekuensi pada bounding attachment sebelum pemijatan, untuk nilai mean sebesar 47, dengan skor terendah 45 dan skor tertinggi 49. Bounding yang biasa dilakukan oleh ibu dan bayi adalah pada saat pemberian ASI. Pada saat pemberian ASI terjadi sentuhan kulit ibu dan bayi, tatapan kasih sayang ibu. Pada saat ini, bayi akan lebih tenang, nyaman dan denyut jantung akan stabil. Interaksi lainnya antara ibu dan bayi adalah melalui kegiatan komunikasi dan aktifitas bermain. Orang tua yang sering mengajak anak bermain akan lebih dipercaya oleh anaknya. Interaksi dengan anak yang dibangun oleh sejak awal akan lebih mendekatkan orang tua dan anak. Hubungan kedua belah piha didasarkan pada kasih sayang. Pada ibu yang bekerja tetap harus melakukan interaksi dengan anaknya meskipun tetap memiliki tugas untuk menyelesaikan tugas . Bounding attachment sebelum pijat bayi Kualitas bounding antara orang tua dengan anak membutuhkan proses. Interaksi emosional orang tua dan bayi dipengaruhi seberapa sering bertemu dengan orang tua, komunikasi, bersentuhan terutama dengan ibu. Sentuhan akan memperkuat kualitas interaksi dan rasa kasih sayang ibu dan anak. Tabel 2. Skor bounding attachment setelah pijat bayi Skor Total Berdasarkan tabel 2 ditunjukkan bahwa, distribusi frekuensi pada bounding attachment setelah pemijatan, untuk nilai mean sebesar 49, dengan skor terendah 46 dan skor tertinggi 52. Adanya peningkatan rata-rata skor bounding attachment setelah dilaksanakan pemijatan menunjukkan adanya keterkaitan pijat bayi dengan bounding attachment. sentuhan pada saat dilaksanakan pemijatan memberikan rangsangan atau stimulus yang meningkatkan hormon epinefrin, norepinefrin yang membuat bayi nyaman dan meningkatkan kualitas . Orang tua memiliki peranan yang penting dalam kualitas tidaknya pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua yang memiliki interaksi kurang dengan anaknya mengakibatkan kelekatan yang kurang harmonis. Hal ini akan berdampak kurangnya kebutuhan kasih sayang, perhatian, stress pada anak. Anak yang memiliki hubungan positif dengan orang tuanya akan lebih merasa aman, mudah bergaul dengan temannya, memiliki kepercayaan diri yang kuat, sehingga kehidupan sehari dengan baik. Perlunya peran orang tua dalam meningkatkan kualitas bounding dengan anaknya. Salah satu peningkatan bounding adalah pelaksanaan pijat bayi. Pijat bayi yang dilakukan oleh orang tua setiap harinya akan meningkatkan interaksi anak dan orang tua. Pijatan dengan tekanan halus dan pelan akan memberikan efek relaksasi. Kualitas tidur yang bagus dan lama tidur sehingga meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan Hal ini karena pada saat tidur otak bayi akan berkembang dan tubuh lebih banyak meproduksi hormone jika dibanding pada saat anak terbangun. Pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan bounding attacment Setiap orang tua menginginkan mempunyai anak yang sehat, berkualitas dan memiliki masa depan yang baik. Orang tua akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup anaknya. Upaya orang tua antara lain memberikan nutrisi yang baik, jaminan kesehatan, pendidikan yang berkualitas. Interaksi orang tua dan anak juga diperlukan untuk mendukung upaya yang lain. Upaya untuk meningkatkan interaksi dapat dilakukan dengan menimang bayi, menggendong, memandikan dan melakukan pemijatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap bounding attachment. Berdasarkan uji normalitas, data bounding attachment sebelum pemijatan berdistribusi normal karena memiliki nilai sigfikansi 0. 330 yang lebih besar dari 0. Pada data bounding attachment setelah pemijatan juga berdistribusi normal dengan nilai signifikansi sebesar 0. Tabel 3. Hasil uji paired T test Paired Samples Statistics Mean Std. Deviation Skor Bounding Pijat Skor Bounding Pijat Std. Error Mean Paired Samples Correlations Correlation Sig. Berdasarkan hasil uji paired T test . diperlihatkan bahwa nilai rata-rata skor bounding attachment sebelum pijat bayi adalah 47 dan ratarata skor bounding attachment setelah pijat bayi Nilai standar deviasi bounding sebelum pijat sebesar 1,449 dan standar deviasi bounding setelah pijat bayi sebesar 1,874. Nilai koefisien korelasi . dengan nilai signifikansi sebesar 0. 028 karena nilai signifikansi 0. 028 lebih kecil dari nilai 05 maka dapat dikatakan bahwa ada pengaruh antara pijat bayi terhadap peningkatan bounding attachment orang tua dan Pijat adalah teknik terapi yang sudah dipraktikkan sejak dahulu. Pemijatan ini masih dilaksanakan sampai dengan sekarang antara lain sebagai salah satu asuhan terhadap bayi baru lahir. Ibu yang melakukan pemijatan pada bayinya akan memiliki kedekatan dengan Ibu dapat melewati masa-masa stress saat diawal masa nifas. Ibu dapat menjalani masa mengasuh bayinya dengan bahagia. Ibu memiliki peran yang penting dalam pelaksanaan pijat bayi. Ibu harus mengetahui manfaat pijat bayi dan prosesur pelaksanaan pijat Teknik pemijatan orang tua harus dilakukan dengan benar, hal ini untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan seperti dislokasi sendi, terkelupasnya kulit, munculnya rasa nyeri pasca Pelaksanaan ijat bayi dapat memberikan manfaat kepada ibu dan bayinya. Pemijatan pada bayi dapat meningkatkan berat badan, menurut Carolin . pijat bayi memberikan pengaruh pada berat badan bayi dengan nilai sigfikansi . Manfaat pijat bayi lainnya adalah membuat otot-otot bayi rileks, bayi merasa nyaman, meningkatkan perkembangan otak, meringankan sirkulasi oksigen. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Distribusi frekuensi pada bounding attachment sebelum pemijatan, untuk nilai mean sebesar 47, dengan skor terendah 45, skor tertinggi 49, dan standar deviasi 1,449. Distribusi frekuensi pada bounding attachment setelah pemijatan, untuk nilai mean sebesar 49, dengan skor terendah 46, skor tertinggi 52, dan standar deviasi sebesar 1,874. Nilai koefisien korelasi . 687 dengan nilai signifikansi sebesar 028 karena nilai signifikansi 0. 028 lebih kecil dari nilai probabilitas 0. 05 maka dapat dikatakan bahwa ada pengaruh antara pijat bayi terhadap peningkatan bounding attachment orang tua dan Saran Pemberian materi dan pelatihan pijat bayi dan bounding attacmenat kepada ibu hamil di kegiatan kelas ibu hamil sangat diperlukan, karena dapat meningkatkan pengetahuan dan skill orang tua tentang pemijatan pada bayi, sehingga bounding antara bayi dan orang tua tetap terjaga. Peningkatan dukungan suami, dan keluarga dalam pertumbuhan dan perkembangan anak melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan lembaga yang bergerak dalam bidang kesehatan anak. DAFTAR PUSTAKA