[VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA TERHADAP KOMUNIKASI INTERPERSONAL Jesika Nindi Arsita1. Siti Fitriana2. Chr. Argo Widiharto3 1,2Universitas PGRI Semarang e-mail: *1jesikanindia@gmail. com , 2sitifitriana@upgris. 3argowidiharto@upgris. Abstract. The aim of the study was to determine whether or not there was an influence of group guidance using the sociodrama technique on interpersonal communication at SMP N 37 Semarang. This type of research is quantitative. The research method used in this study was a pre-experimental design with a onegroup pretest-posttest research design. The population of this study was class Vi E SMP N 37 Semarang. Samples taken by 10 students with purposive sampling technique. The data in this study were obtained through a psychological scale. The Paired Sample T test shows a significant number of pretest and post-test values with a significant value . -taile. p = 0. 000 <0. 05 thus Ho is rejected and Ha is accepted, which means "there is an influence of group guidance services with the sociodrama technique on interpersonal communication at SMP N 37 SemarangAy. Based on the results of this study, the suggestion that can be conveyed is that group guidance services using the sociodrama technique can be used by counseling teachers to improve students' interpersonal communication. Keywords: Group Guidance. Sociodrama. Interpersonal Communication. Abstrak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal di SMP N 37 Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitaif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre experimental design dengan desain penelitian one group pretest-postest. Populasi penelitian ini adalah kelas Vi E SMP N 37 Semarang. Sampel yang diambil 10 siswa dengan teknik purposive sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui skala Uji Paired Sample T test menunjukkan angka yang disignifikan anara nilai pre test dan pos test dengan nilai signifikan . -taile. p= 0,000 < 0,05 dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti Auada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal di SMP N 37 SemarangAy. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan yaitu layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat digunakan guru BK untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Kata Kunci : Bimbingan Kelompok. Sosiodrama. Komunikasi Interpersonal [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . PENDAHULUAN Pada Sebagai makhluk hidup sosial, setiap orang yang hidup di dalam suatu kelompok masyarakat, dalam menjalani aktivitas sehari-hari sejak bangun tidur di pagi hari hingga kembali tidur lagi pada malam harinya senantiasa terlibat dalam kegiatan manusia yaitu komunikasi. Hal ini dilakukan sebagai konsekuensi dari hubungan sosial dengan orang-orang sekitar melalui interaksi. Jika diamati lebih lanjut mengenai aktivitas manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari, maka Sebagian besar diisi dengan kegiatan yaitu berkomunikasi, mulai dari menonton televisi, mendengarkan radio, mengobrol, membaca koran, dan sebagainya. Dapat dijelaskan bahwa komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan berupa ide, informasi, keterampilan, emosi dan sebagainya melali simbol yang dapat menimbulkan efek berupa tingkah laku. Seperti pendapat yang dikemukakan Berger . alam Ety, 2013:. bahwa komunikasi adalah suatu pengamatan terhadap produksi, sebuah proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambing melalui pengembangan teoriteori yang dapa diuji dan digeneralisasikan dengan tujuan menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan produksi, pengaruh, dan proses dari sistemsistem tanda dan lambang. Komunikasi secara ilmiah juga dapat diartikan sebagai proses penyampaian sebuah pesan maupun informasi dari pengirim kepada penerima dengan menggunakan lambang tertentu baik secara langsung maupun Komunikasi dibagi menjadi dua bentuk yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Dari dua bentuk komuikasi tersebut, komunikasi verbal banyak digunakan untuk kehidupan sehari-hari dalam berkomunikasi. Menurut Hardjana . alam Suranto AW, 2011:. , mengungkapkan bahwa interaksi tatap muka anar dua atau beberapa orang, di mana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . menerima dan menanggapi secara langsung pula. Berdasarkan hasil penelitian Artayasa . di SMK N 1 Seririt terdapat beberapa siswa memiliki karakteristik keterampilan komunikasi yang interpersonal yang rendah. Hal tersebut ditandangi dengan adanya ciriciri mengalami kesulitan untuk mengkomunikasikan apa yang menjadi kendala selama siswa praktek, kurang terbuka, belum mampu berkomunikasi yang baik dengan tamu yang datang sebagai salah satu bentuk pelayanan yang baik, sering memotong pembicaraan orang lain yang belum selesai berbicara. Ketika bertanya maupun menjawab sering menyinggung perasaan orang lain, dan komunikasi mengenai hubungan sosial dengan senior atau kakak kelas kurang baik. Kondisi tersebut menandakan bahwa tingkat komunikasi interpersonal siswa masih rendah. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bimbingan dan konseling pada tanggal 28 November 2022 didapakan hasil sebagai berikut: komunikasi interpersonal siswa kelas Xi E dibuktikan dari tidak adanya respon di Whatsapp grup Ketika guru memberikan tugas online. Hal tersebut dilakukan karena pada saat itu Ketika sedang tidak bisa mengajar dikelas karena kepentingan tertentu. Sehingga siswa banyak yang menyimak atau hanya membaca tugas yang diberikan oleh gurunya, meskipun siswa ketika mengerjakan tetapi untuk responnya sangat minim. Hal ini berdampak pada siswa yang selalu dirumah dan jarang melakukan aktivitas dengan teman maupun orang-orang di lingkungan sekitar, sehingga komunikasi interpersonal semakin rendah. Peneliti melakukan wawancara lebih lanjut dengan wali kelas Vi E pada tanggal 28 November 2022, hasil wawancara sebagai berikut: diketahui bahwa siswa kelas Vi E memiliki komunikasi interpersonal yang kurang cukup baik. Hal tersebut dibuktikan dengan perilaku siswa yang tidak memiliki rasa empati dan simpati terhadap teman maupun gurunya. Siswa tidak saling mendukung antar teman tetapi saling menjatuhkan, siswa saling canggung, dan siswa menjadi pasif di kelas sehingga susah untuk terbuka juga. Wawancara lebih lanjut untuk menggali data dengan ketua kelas Vi E [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] pada tanggal 28 November 2022, hasil wawancara sebagai berikut: diketahui bahwa siswa kelas Vi E seringkali bermain media sosial ketika kegiatan mengajar berlangsung dikelas dan ketika diajak bicara guru siswa cenderung cuek dan tidak peduli baik sesame teman maupun gurunya. Siswa kelas Vi E terlalu banyak bermain media sosial tetapi tidak digunakan untuk hal positif yaitu berkomunikasi dengan orang lain, tetapi digunakan untuk membuka aplikasi tertentu, seperti tiktok. FB, dan instagram. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua kelas menunjukan bahwa sebagian kelas Vi E memiliki permasalahan mengenai komunikasi interpersonal. Berdasarkan hasil observasi di SMP N 37 Semarang. Observasi yang pertama dilakukan saat magang 3 yaitu pada tanggal 3 Agustus 2022 dan observasi kedua dilakukan peneliti pada tanggal 28 November 2022 bertempatan dengan wawancara di sekolahan tersebut. Hasil observasi menunjukan masih ada siswa yang memiliki permasalahan komunikasi interpersonal. Hal tersebut diketahui dengan perilaku siswa ketika berbincang di kelas banyak yang pasif, ada yang malu-malu, harus ditanya dulu maupun harus dituntun supaya mau berbicara, siswa memiliki empati yang kurang terhadap guru maupun tema sebaya, siswa tidak saling peduli dan cuek. Hal ini bisa dilihat dari ciri-ciri dan keterampilan komunikasi interpersonal akan berjalan dengan baik jika di dalamnya dikuasai dan dijalankan. Sesuai dengan pendapat Zuhara . alam Feida, dkk, 2020:. teknik sosiodrama dijadikan alat untuk mengatasi siswa yang memiliki kelebihan yaitu dapat membantu siswa dalam memahami asal mula kehidupan dan suatu permasalahan khususnya permasalahann sosial atau konflik-konflik sosial. Persoalan yang dapat timbul dalam pergaulan orang lain termasuk konflik Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka peneliti tertarik dengan judul AuPengaruh Layanan Bimbingan [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . Kelompok Dengan Teknik Sosiodrama Terhadap Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas Vi SMP N 37 SemarangAy. LANDASAN TEORI Komunikasi Interpersonal Pengertian Komunikasi Interpersonal Menurut Nadya dan Indra . bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi anara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non-verbal. Menurut Devito . alam Suranto AW, 2. komunikasi interpersonal adalah penyampaian oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera. Komunikasi interpersonal ini yang dilakukan oleh dua orang lebih terjadi pergantian pesan baik sebagai komunikan maupun komunikator dengan tujuan untuk mencapai saling pengertian mengenai masalaha yang dibicrarakan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal adalah suatu proses komunikasi untuk menyampaikan dan menerima sebuah inromasi atau pesan antara individu dengan individu maupun individu dengan kelompk yang saling membutuhkan satu sama lain dengan tujuan agar terjadnya umpan balik. Komunikasi interpersonal dapat dilakukan secara langsung yaitu secara tatap muka dengan penyampaian non verbal maupun verbal. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal Menurut Devito . faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal antara lain: Pengiriman dan penerimaan pesan Dalam proses komukasi terdapat pengirim dan penerima pesan. Agar menerjemahkan Kembali pesan-pesan yang dikirimkan menjadi [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . sebuah ide. Kompeensi Kompetensi interpersonal diperlukan dalam komunikasi yang prosesnya bersifat timbal balik. Kompetensi interpersonal adalah kemampuan penyesuaian diri dalam berkomunikasi. Pesan Dalam berkomunikasi pesan harus dikirim dan diterima. Pesan dapat berbentuk suara, suara gambar, aroma atau gabungan dari Selama proses komunikasi terjadi pertukaran umpan balik antar komunikator. Berdasarkan penilaian terhadap umpan balik tersebut, komunikator dapa menyesuaikan, menambah, menguatkan atau mengubah isi yang ada di dalam pesan. Saluran komunikasi Perantara yang menjadi jalan untuk penyampaian sebuah pesan. Umumnya memberdayakan lebih dari satu saluran. Contohnya, dalam komunikasi taap muka, saluran komunikasi terdiri dari visual, saluran suara, dan penciuman. Bising Segala sesuatu yang dapat mengganggu pengiriman pesan. Terdapat 3 jenis bising, yaitu bersifa fisik, psikologis dan semantic. Konteks Konteks memberi pengaruh pada bentuk dan isi komunikasi. Konteks komunikasi memiliki dimensi fisik, budaya, sosial psikologis, dan temporal. Dampak Setiap proses komunikasi pasti ada dampak terhadap individu yang terlibat dalam proses komunikasi. Apabila komunikasi berdampak pada lingkungan atau konteks, maka dampak itu [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . akan dirasakan pula oleh partisipan. Etika Etika komunikasi adalah penilaian baik atau buruknya berkenan dengan suatu Tindakan komunikasi. Menurut Suranto 1:30-. faktor-faktor mempengaruhi komunikasi interpersonal adalah toleransi, ,sikap sikp yang seimbang, sikap menghargai orang lain, sikap mendukung bukan sikap bertahan, sikap terbuka, pemilikan bersama atas informasi, kepercayaan, keakraban, kesejajaran, kontrol atau pengawasan, respon, suasana emosional. Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi interpersonal yaitu sikap saling terbuka, sikap saling percaya satu sama lain, sikap support satu sama lain, saling menghargai satu sama lain, saling mengenal satu sama lain, dan toleransi satu sama lain. Apabila komunikasi interpersonal sudah dikatakan berhasil apabila dipengaruhi faktor-faktor tersebut. Ciri-ciri komunikasi interpersonal Menurut Permata . alam Mufadhal, mengemukakan ciri-ciri komunikasi interpersonal antara lain: Terjadi secara spontanitas dengan media utama yaitu tatap muka secara langsung. Komunikasi interpersonal berkaitan dengan penetapan tujuan dengan masalah yaitu tidak memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Komunikasi interpersonal terjadi secara kebetulan diantara peserta yang identitasnya kurang jelas, pembicaraan secara interpersonal, hubungan dan identitas seseorang akan dapat [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . Komunikasi interpersonal merupakan sebuah bentuk akibat dampak yang disengaja maupun tidak disengaja. Akibat disini yang dimaksud adalah hasil dari pembicaraan komunikasi Komunikasi interpersonal sifatnya berbalas-balasan. Salah satu ciri dari komunikasi interpersonal adalah adanya timbal balik bergantian dan saling memberi maupun menerima informasi antara komunikator dan komunikan secara bergantian. Komunikasi interpersonal mempersyaratkan hubungan paling sedikit dua orang dengan hubungan yang bervariasi dan bebas yang berkaitan dengan masalah jumlah orang, suasana dan Komunikasi pesan-pesan lambang- lambang bermakna. Menurut Devito alam Suranto AW, mendefinisikan komunikasi interpersonal memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Keterbukaan . Keterbukaan mengungkapkan informasi tenang dirinya sendiri yang sesuai. Keterbukaan merupakan sikap yang dapat menerima masukan dari orang lain serta berkenan menyampaikan informasi penting kepada orang-orang. Keterbukaan yaitu tidak bohong dan tidak menyembunyikan informasi yang sebenarnya ada. Empati (Emphat. Empati adalah kemampuan seseorang unuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada saat kondisi tertentu. Orang yang memiliki empati akan mampu memahami perasaan, motivasi dan pengalaman orang lain baik secara verbal maupun [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . non verbal. Sikap mendukung (Supporivenes. Hubungan hubungan dimana terdapat sikap mendukung. Dengan adanya dukungan dari orang lain dapat membantu seseorang lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas serta meraih sebuah tujuan yang diinginkan. Sikap positif . Sikap positif ditunjukkan dalam bentuk sikap dan perilaku bahwa pihak-pihak yang terlibat di dalam komunikasi interpersonal harus memiliki perasaan dan pikiran yang positif bukan prasangka dan curiga. Kesetaraan (Equalit. Kesetaraan adalah pengakuan bahwa kedua belah pihak sama-sama berharga dan bernilai serta saling memerlukan satu sama lain. Kesetaraan yang dimaksud berupa pengakuan atau kesadaran serta kerelaan untuk menempatkan diri setara . tidak ada yang superior ataupun inferio. dengan lawan Dari berbagai ciri-ciri komunkasi interpersonal di atas, mempunyai ciri-ciri meliputi komunikasi berada dalam jarak yang dekat secara fisik maupun psikologis, adanya hubungan umpan balik di dalam komunikasi, mampu menerima dan mengirim pesan secara verbal maupun non verbal, adanya kedua belah pihak yang berkomunkasi saling tergantung satu dengan Dalam komunikasi interpersonal harus memiliki empati, saling terbuka satu sama lain, dan menumbuhkan sikap yang [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . Tujuan komunikasi interpersonal Menurut Muhammad . alam Desi, 2. mengemukakan enam tujuan komunikasi interpersonal, antar lain: Menemukan diri sendiri Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah menemukan personal atau pribadi. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain. Komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai, atau mengenai diri kita. Adalah sangat menarik dan mengasyikan bila berdiskusi mengenai perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita sendiri. Dengan membicarakan diri kita dengan orang lain, kita memberikan sumber balikan yang luar biasa pada perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita. Menemukan dunia luar Hanya komunikasi interpersonal menjadikan kita memahami lebih banyak tentang diri kita dan orang lain yang berkomunikasi dengan kita. Banyak informasi yang kita ketahui dating dari komunikasi interpersonal, meskipun banyak jumlah informasi yang dating kepada kita dari media massa hal itu seringkali di diskusikan dan akhirnya dipelajari atau didalami melalui komunikasi interpersonal. Membentuk dan menjaga hubungan yang penuh arti Hubungan yang penuh arti salah satu keinginan orang yang paling besar adalah membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain. Banyak dari waktu kita pergunakan dalam komunikasi interpersonal dengan orang lain. Berubah sikap dan tingkah laku menjaga hubungan social [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Banyak waktu kita pergunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal. Kita boleh menginginkan mereka memilih cara tertentu, misalnya mencoba diet yang baru, membeli barang tertentu, melihat film, menulis membaca buku, memasuki bidang tertentu, dan percaya bahwa sesuatu itu benar atau salah. Kita banyak menggunkan wakti-waktu terlibat dalam posisi interpersonal/ Untuk bermain dan kesenangan Bermain mencangkup semua aktivitas yang mempunyai tujuan utama adalah mencari kesenangan. Berbicara dengan teman mengenai aktivitas kita pada waktu akhir pekan, berdiskusi mengenai olahraga, menceritakan cerita dan cerita lucu pada Hal itu merupakan pembicaraan yang untuk Dengan interpersonal semacam itu dapat memberikan keseimbangan yang penting dalam pikiran yang memerlukan rileks dari semua keseriusan di lingkungan kita. Untuk membantu ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis dan terapi menggunakan komunikasi interpersonal Dalam kegiatan profesional mereka Kita semua juga berfungsi membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita sehari-hari. Kita berkonsultasi dengan seorang teman yang putus cinta, berkonsultasi dengan mahasiswa tentang mata kuliah yang sebaiknya diambil dan lain Menurut Suranto interpersonal itu berbagai macam-macam, beberapa diantaranya berikut ini: Mengungkapkan perhatian kepada orang lain [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . Salah sau tujuan komunikasi inerpersonal adalah untuk mengungkapkan perhatian kepada orang lain. Dalam hal ini seseorang berkomunikasi dengan cara menyapa tersenyum, melambaikan tangan, membungkukkan badan, menanyakan kabar kesehatan partner komunikasinya, dan sebagainya. Menemukan diri sendiri Artinya, seseorang melakukan komunikasi interpersonal karena ingin mengetahui dan mengenali karakterisik diri pribadi berdasarkan informasi dari orang lain. Menemukan dunia luar Dengan komunikasi interpersonal diperoleh kesempatan untuk mendapatkan berbagai informasi dari orang lain, termasuk informasi penting dan aktual. Membangun dan memilihara hubungan yang harmonis Sebagai makhluk sosial, salah satu kebutuhan setiap orang yang paling besar adalah membentuk dan memelihara hubungan baik dengan orang lain. Mempengaruhi sikap dan perilaku Dalam prinsip komunikasi, ketika pihak komunikan menerima pesan aau informasi, berarti komunikan telah mendapatkan pengaruh dari proses komunikasi. Mencari kesenangan atau hanya sekedar menghabiskan waktu Ada kalanya, seseorang melakukan komunikasi interpersonal sekedar mencari kesenangan aau hiburan. Berbicara dengan teman mengenai acara perayaan hari ulang tahun, menghabiskan waktu, dan berdiskusi mengenai olahraga. Menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi Komunikasi interpersonal dapat menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi . is communicatio. dan salah satu interpretasi . is interpretatio. yang terjadi antara sumber penerima pesan. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Memberikan bantuan . Ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis dan terapi menggunakan komunikasi interpersonal dalam kegiatan professional mereka untuk mengarahkan kliennya. Dari tujuan komunikasi interpersonal tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan dari komunikasi interpersonal yaitu Mempelajari secara lebih baik dunia luar. Memelihara hubungan Mempengaruhi sikap-sikap dan perilaku orang lain. Menghibur diri atau bermain. Komunikasi interpersonal mempunyai tujuan sebagai proses belajar menuju perubahan yang lebih baik dan dapat menemukan pengalaman di dunia luar yang lebih Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama Pengertian Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama Menurut Romlah . alam Henri, dkk, 2. bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok dimana pimpinan kelompok menyediakan informasi-informasi dan mengarahkan diskusi agar anggota kelompok menjadi lebih sosial atau membantu anggota-anggota kelompok untuk mencapai tujuanujuan bersama. Menurut Sukardi . alam Henri, dkk, 2. bimbingan kelompok dadalah dimaksudkan untuk memungkinkan siswa secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber . erutama guru pembimbin. yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baik sebagai pelajar, maupun sebagai individu, masyarakat, dan anggota keluarga. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Dari berbagai pengertian bimbingan kelompok diatas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok merupakan usaha untuk memberikan bantuan secara kelompok kepada individu maupun siswa melalui kegiatan kelompok untuk memecahkan masalah secara bersama. Menurut Winkel . alam Nur, sosiodrama merupakandramatisasi daripersoalan-persoalan yang dapat timbul dalam pergaulan dengan orang lain, tingkat konflikkomflik yang dialami dalam pergaulan sosial. Menurut Sukardi . alam Drajat, bimbingan kelompok yang berfungsi unuk keperluan terapi bagi masalah konflik-konflik sosial. Selain itu, teknik sosiodrama yang difokuskan untuk menangani masalah sosial individu. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan sosiodrama merupakan permainan peran untuk memecahkan suatu masalah seseorang atau siswa dengan bermain drama Berdasarkan bimbingan kelompok dan sosiodrama dari beberapa pendapat, dapat disimpulkan bimbingan kelompok dengan sosiodrama merupakan suatu proses bantuan yang diberikan oleh pembimbing kepada siswa dengan memanfaatkan permainan yaitu bermain peran dalam mendramatisikan tingkah laku sebagai alat bantu untuk melatih hubungan sosial serta menyampaikan materi dengan drama yang dimainkan oleh siswa sesuai dinamika kelomok yang berlaku. Tujuan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama Menurut Tohirin . alam Drajat, dkk, 2. menjelaskan [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . bahwa tujuan bimbingan kelompok dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Menurut Crow Crow . alam Syifa mengemukakan tujuan dari layanan bimbingan kelompok, . bimbingan kelompok ditunjukan untuk memberikan dan memperoleh informasi dari individu, . mengadakan usaha dan pemahaman bersama tentang sikap, minat dan pandangan yang betbeda dari tiap-tiap individu, . membantu memecahkan masalah dengan bersama-sama dan . untuk menemukan masalah pribadi yang ada pada tiap individu. Dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan tujuan bimbingan kelompok yaitu untuk untuk memberikan dan memperoleh informasi dari individu/siswa, mengadakan usaha dan pemahaman bersama tentang sikap siswa, minat dan pandangan yang betbeda dari tiap-tiap siswa, membantu memecahkan masalah dengan bersama-sama dan untuk menemukan masalah pribadi yang ada pada tiap Tujuan teknik sosiodrama menurut Edriani ( 2. yaitu : . agar siswa dapat menghayati dan menghargai perasaan orang . dapat belajar bagaimana membagi tangguung jawab, . dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan, . melatih untuk berfikir dan memecahkan masalah, . dapat menghilangkan malu dan menjadi percaya diri, menjadi terbiasa dan terbuka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Menurut Tatiek . alam Novi, 2. kegiatan sosiodrama [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] lebih bertujuan untuk mendidik atau mendidik Kembali daripada kegiatan penyembuhan. Sosiodrama biasanya digunakan untuk menangani masalah yang berkaitan dengan masalah sosial seperti krisis kepercayaan diri jika dihadapan kelompok, menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial dan rasa tanggung jawab serta untuk mengembangkan ketrampilan Dari beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa tujuan teknik sosiodrama untuk menangani masalah yang berkaitan dengan masalah sosial seperti krisis kepercayaan diri jika dihadapan kelompok, menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial dan rasa tanggung jawab siswa. Berdasarkan beberapa pendapat mengenai tujuan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama yaitu dapat melatih kemampuan siswa untuk berkomunikasi dan bersosialisasi melalui bermain peran untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan memainkan peran secara Kelebihan dan kekurangan teknik sosiodrama Menurut Arliani . alam Fitri, sosiodrama dapat digunakan untuk melatih keterampilanketerampilan berkomunikasi menyampaikan sesuatu yang dipikirkan dan dirasakan dengan cara membimbing siswa untuk mempraktikan peristiwa-peristiwa dalam hubungan sosial yang dikemas dalam bentuk naskah sosiodrama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelebihan teknik sosiodrama adalah melatih anak untuk mendramatisasikan sesuau serta melatih keberanian, metode ini akan lebih menarik perhatian anak sehingga suasana kelas lebih Menurut Cahyani, dkk . kelemahan dari meode [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . sosiodrama adalah: Sebagian anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang aktif Banyak memakan waktu, baik waktu persiapan dalam rangka pemahaman isi bahan pelajaran maupun pada pelaksanaan pertunjukannya. Dibutuhkan pemikiran yang intensif dari seorang guru untuk mengatur waktu dalam proses pembelajaran dengan meode sosiodrama tersebut Memerlukan tempat yang cukup luas, jika tempat bermain sempit menyebabkan Gerakan para pemain menjadi Siswa terkadang merasa keberaan dengan peran yang diberikan karena alas an psikologis, seperti malu, peran yang dimainkan kurang cocok dengan minat siswa. Bila dramatisasi gagal, siswa tidak dapat mengambil suatu Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelemahan teknik sosiodrama ialah sosiodrama memakan waktu yang cukup lama, membutuhkan kekuatan kreatif yang tinggi di pihak guru dan siswa, sebagian anak yang ditugaskan malu. Tahap-tahap bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama Menurut Hartinah (Julinda dan Erni, 2. menyatakan empat tahap bimbingan kelompok yaitu: Tahap pembentukan Tahap pembentukan sebagai tahap pengenalan dalam suatu Tahap peralihan Tahap peralihan meliputi menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya, menawarkan atau mengamati [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . apakah para anggota sudah siap menjalani kegiatan pada tahap selanjutnya, membahas suasana yang terjadi, meningkatkan kemampuan keikutsertaan anggota, jika perlu Kembali kebeberapa aspek tahap pertama atau tahap pembentukan. Tahap kegiatan Tahap kegiatan disini pemimpin kelompok mengemukakan suatu masalah atau topik untuk kelompok tugas sedangkan kelompok bebas yang dilakukan adalah mengemukakan permasalahan topik. Tahap pengakhiran Tahap pengakhiran yang diakukan meliputi pemberitahuan bahwa kegiatan segera diakhiri, pengambilan kesimpulan anggota kelompok, refleksi tentang kegiatan yang baru saja dilakukan, membicarakan rencana pertemuan selanjutnya dan diakhiri doa penutup. Menurut Harsini . alam Nandhini, 2. langkahlangkah teknik sosiodrama yaitu: Menentukan masalah Masalah harus signifikan dan dikenal oleh pemain maupun Masalah harus valid, jelas dan sederhana sehingga peserta dapat menduiskusikan secara rasional. Dalam hal ini baim pengamat maupun pemain harus benar-benar mengerti Membuat situasi Situasi harus memberikan sesuatu yang nyata kepada pemain dan kelompok saat yang sama memberikan pandangan umum dan pengetahuan yang diinginkan. Membentuk karakter Keberhasilan permainan peran sering ditentukan oleh pemain dan peran yang layak dipilih. Peran yang dimainkan harus [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . dipilih secara hati-hati. Pilihlah peran yang dapat mencapai tujuan pertemuan. Memainkan peran Permainan peran yang spontan tidak memerlukan pengarahan, akan tetapi permainan peran yang terencana memerlukan pengarahan dan prencanaan yang matang. Memahami peran Suatu hal yang baik bagi pengamat untuk tidak mengetahui peran apa yang sedang dimainkan. Permainan harus diatur waktunya secara hati-hati dan spontan. Mendiskusikan dan menganalisis permainan Diskusi harus lebih difokuskan pada fakta dan prinsip yang terkandung daripada evaluasi pemain. Berdasarkan penjelasan tahapan bimbingan kelompok dan tahapan teknik sosiodrama, dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama memiliki empat tahap Tahap pembentukan Tahap ini merupakan tahap awal pengenalan atau tahap pertama, tahap perlibatan diri, atau tahap memasukan diri kedalam kehidupan suatu kelompok dan menjelaskan topik yang akan dibahas serta Langkah-langkah kegiatan. Konsolidasi Yaitu mengaahkan di setiap kegiatan. Jadi, setiap anggota kelompok diberikan kesempaan oleh guru BK untuk bertanya mengenai Langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan. Tahap peralihan Tahap ini merupakan tahap jembatan anara tahapan pertama dan tahapan ketiga. Guru BK memberikan sebuah dorongan yaitu motivasi juga semangat pada anggota kelompok agar [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . melaksanakan kegiatan dengan teratur, kondusif dan Norming Yaiu guru BK Menanyakan Kembali atas kesiapan para anggotanya erlebih dahulu supaya kegiatan selanjutnya bisa berjalan dengan baik dan lancar. Tahap kegiatan Tahap ini merupakan tahap inti dari kegiatan bimbingan Dalam hal ini teknik kegiatan yang dilakukan bimbingan kelompok adalah teknik permainan simulasi yang dimana dalam prosesnya harus menjadi perhatian yang seksama dari pimpinan keompok. Tahap penutup Pada tahap pengakhiran bimbingan kelompok, pokok perhatian utama bukanlah pada beberapa kali kelompok harus bertemu, melainkan pada hasil kelompok yang telah dicapai oleh kelompok tersebut. METODE PENELITIAN Tempat penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri 37 Semarang khususnya pada kelas Vi atas dasar kondisi komunikasi interpersonal yang variabel terikat adalah variabel yang dapat dipengaruhi atau bisa menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu komunikasi interpersonal siswa (Y). variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengaruhi atau bisa menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen . Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama (X). Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan jenis penelitian kuantitatif. Metode ini dipilih karena untuk mencari [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . pengaruh variable independent/treathment/perlakuan tertentu terhadap dependen /hasil/output dalam kondisi yang terkendalikan dan sejalan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pre- Experimental Design dengan teknik one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas Vi E SMP N 37 Semarang, yang terdiri dari 222 siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 orang siswa untuk diberikan layanan bimbingan kelompok yang terdiri dari 8-15 anggota kelompok. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Menurut Supardi . 9: . menjelaskan bahwa purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan bertujuan atau pertimbangan tertentu. Teknik ini digunakan dengan dasar bahwa sampel yang diteliti harus mempunyai ciri-ciri seperti yang ditetapkan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data memegang peran yang penting kegiatan penelitian. Dalam teknik pengumpulan data ini diperoleh data mengenai variabel-variabel dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologis. Jenis skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Menurut Soegeng . alam Supardi, 2019: . skala likert adalah skala yang penilaian penyajian terakhir. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil hipotesis diperoleh nilai signifikasi . -taile. p = 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho pada penelitian ini ditolak dan Ha diterima yang berbunyi bahwa Auada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal siswa kelas Vi SMPN 37 SemarangAy. Selanjutnya hasil perhitungan tersebut dikonsultasikan dengan nilai t dengan df N-1 = 9 dengan taraf signifikasinya 5% sebesar 2,262. Hasil tersebut menunjukkan t-hitung > t-tabel yaitu 7,794 > 2,262 dapat disimpulkan bahwa Ho [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] ditolak dan Ha diterima. Sehingga hipotesis yang diajukan oleh peneliti yaitu Auada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal siswa kelas Vi SMPN 37 SemarangAy dalam penelitian ini terbukti yaitu ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal siswa kelas Vi SMPN 37 Semarang. PEMBAHASAN Pada penelitian ini permasalahan yang muncul yaitu kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas Vi yang rendah, sehingga untuk meningkatkan kemampuan tersebut peneliti memberikan treatment melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Pada pemberian treatment ini dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan dengan topik yang dibahas berbeda di setiap pertemuannya. Hal ini ditunjukan dari hasil Uji paired sample t test menunjukkan angkat yang signifikan antara nilai pre test dan post test dengan nilai signifikasi . -taile. p = 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho pada penelitian ini ditolak Auada kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal siswa kelas Vi SMPN 37 SemarangAy. Selanjutnya hasil perhitungan tersebut dikonsultasikan dengan nilai t dengan df N-1 = 9 dengan taraf signifikasinya 5% sebesar 2,262. Hasil tersebut menunjukkan t-hitung > t-tabel yaitu 7,794 > 2,262 dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga hipotesis yang diajukan oleh peneliti yaitu Auada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal siswa kelas Vi SMPN 37 SemarangAy dalam penelitian ini terbukti yaitu ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal siswa kelas Vi SMPN 37 Semarang. Ada pengaruh di dalam layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama karena [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . dapat dilihat dari setelah memberikan treatment sebanyak 5x sehingga ada pengaruh terhadap komunikasi interpersonal. Aspek yang paling rendah adalaha aspek kesetaraan dan aspek yang paling tinggi yang berhasil di Bimbingan komunikasi interpersonal karena bimbingan kelompok merupakan salah satu teknik bimbingan yang berusaha mmbantu individu agar mencapai perkembangannya seara optimal sesuai dengan kemampuan, bakat, minat, serta nilai-nilai yang dianutnya dan dilaksanakan dalam situasi kelompok dan mengembangkan potensi diri siswa, hal ini sesuai apa yang dijelaskan oleh Putro Muhammad . Selanjutnya menurut hasil penelitian dari (Rico. Fitriana & Lestari, 2019 : . Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang dilakukan secara langsung oleh individu untuk saling bertukar gagasan serta pemikiran kepada individu lain. Diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Siti Ghoriszah . 2 : . yang menyebutkan bahwa hasil komunikasi interpersonal siswa dalam kategori sangat tinggi yang artinya kemampuan tersebut sangat diharapkan oleh siswa agar dapat menjalani aktivitasnya dengan lancar. PENUTUP Pada penelitian ini permasalahan yang muncul yaitu kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas Vi yang rendah, sehingga untuk meningkatkan kemampuan tersebut peneliti memberikan treatment melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Pada pemberian treatment ini dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan dengan topik yang dibahas berbeda di setiap pertemuannya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti maka dapat disimpulkan bahwa hasil pre test pada kelompok eksperimen menunjukkan rata-rata 61,1 serta pada hasil rata-rata post test yaitu 85,1. Sehingga ada peningkatan dari hasil rata-rata pre test dan post test sebesar 24. Hasil tersebut [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] . menunjukkan t-hitung > t-tabel yaitu 7,794 > 2,262 dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga hipotesis yang diajukan oleh peneliti yaitu Auada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal siswa kelas Vi SMPN 37 SemarangAy dalam penelitian ini terbukti yaitu ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap komunikasi interpersonal Berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti menyimpulkan saran-saran bagi siswa yaitu supaya dapat membantu proses belajar siswa dan dapat meningkatkan komunikasi interpersonal di lingkungan sekolah. Bagi guru untuk dapat menambah wawasan maupun informasi yang terkait dengan keterampilan komunikasi interpersonal guru BK di sekolah dalam melaksanakan bimbingan kelompok dengan eknik sosiodrama dan dapat hubungan bai kantar guru BK dengan siswa. Bagi penelitidapat menjadikan citra diri yang tentang pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa. DAFTAR RUJUKAN Anggarasari. Nandhini Huda. Perbedaan Strategi Pembelajaran Sosiodrama Presentasi Dalam Proses Pembelajaran. Jurnal Pendidikan. Vol. No. Hal 1-9. Ariani. Komunikasi Keperawatan. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang. Artayasa. Pengaruh Program Pelatihan terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan di Hotel Puri Saron Singaraja Bali. Skripsi tidak diterbitkan Jurusan Manajemen Perhotelan Singaraja: STIE Tri Atma Mulya Singaraja. Aw. Suranto. Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Berger. Tafsir Sosial Atas Kenyataan. Jakarta: LP3ES. Cahyani. Nurma. Peningkatan Motivasi Belajar IPS Melalui Model TGT (Team Games Tournamen. Pada Peserta didik Kelas IV. Jurnal Pendidikan. Vol. 8 No. Crow. Lester D. dan Alice Crow. Psikologi Pendidikan (Educational Psycholog. Jilid I. Terjm. Kasijan. Surabaya. Bina Ilmu, 1984. Devito. Joseph A. The Internasional Communication Book Ed. Pearson. Edriani. Dini. Upaya Peningkatan Aktifitas Belajar Siswa Sma Kelas XI Melalui Metode Problem Possing. Jurnal Pelangi. Vol. No. 1, 75 Ae 81. Ghoriszah. Siti. Analisis Deskriptif Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas Vi Smp Negeri 14 Semarang. G-Couns : Jurnal Bimbingan Konseling. https://journal. id/index. php/bk/article/view/4372 Hardjana. Agus M. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Penerbit Kanisius. Harsini. , . Aktivitas antibakteri ekstrak etanolik kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale Linn. ) terhadap Staphylococcus aureus. Majalah Kedokteran Gigi Indonesia,Vol3. : 128-132. Hartinah. Sitti. Konsep Dasar Bimbingan Kelompok. Bandung: PT Refika Aditama, 2009. Muhammad. Arni. Komunikasi Organisasi. Bumi Aksara Jakarta. Permata. Pola Komunikasi Jarak Jauh Antara Orang Tua Dengan Anak (Studi pada Mahasiswa FISIP Angkatan . yang berasal dari luar daera. JURNAL ACTA DIURNA, 2. Rahmania. INTERPERSONAL Pamungkas. KOMUNIKASI KOMUNITAS ONLINE w. Jurnal Manajemen Komunikasi, 3. , 51. https://doi. org/10. 24198/jmk. [VOLUME 1 NOMOR 1. AGUSTUS] Rico. Dea . Siti Fitriana & Farikha W L. Metode Two Stay Two Stray Untuk Meningkatkankemampuan Komunikasi Interpersonal. Bisma The Journal of Counseling. Ae https://ejournal. id/index. php/bisma/article/view/22608 Romlah. Teori dan Praktik Bimbingan Kelompok: Malang. Universitas Negeri Malang. Sugiyono. Metode Penellitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta. Sukardi. K . Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling disekolah Jakarta Rineka Cipta. Supardi. Dasar Metodologi Penelitian. Semarang: UPGRIS Press. Supriyadi. SOSIALISASI KENAKALAN REMAJA MILENIAL. Majalah Ilmiah AuPELITA ILMUAy, 45-54. Sutanto I. Ismid I S. Sjarifuddin P K. Sungkar S. Tinea Pedis. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. Edisi Keempat. Jakarta: Badan Penerbit FK UI Jakarta. 2013: 325. Tatiek. R . Teori dan Praktek Bimbingan kelompok. Malang: Universitas Negeri Malang. Tohirin. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Jakarta: PT Radja Grafindo. Winkel. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan PT. Grasindo: Jakarta Zuhara. Ari. Efektivitas Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Bimbingan Konselin. Siswa. Jurnal Edukasi https://jurnal. id/index. php/cobaBK/article/view/319/295 (Media Ae 89. Kajian