Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. ISSN: 1978-1520 Pemberdayaan Kader dalam Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan Aplikasi Pronalin-cek Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan Aplikasi Pronalin-cek (Empowering Cadres in the Childbirth and Complication (P4K) Program (Empowering Cadres inPlanning the Childbirth Planning andPrevention Complication Prevention with the with Pronalin-check Applicatio. (P4K) Program the Pronalin-check Applicatio. Received: 02 Desember 2025 Revised: 10 Desember 2025 Accepted: 24 Desember 2025 Yati Budiarti1. Santi Yuliastuti2. Bayu Irianti*3 1,2,3Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Jawa Barat. Indonesia *e-mail: bayu. irianti@dosen. Abstract Abstract Maternal mortality mortality remains remains high high in Indonesia, presenting a major Maternal major challenge challenge to theSustainable Sustainable DevelopmentGoals Goals (SDG) (SDG) target target of of 70 deaths per 100,000 live births Development births by In2023, 2023,the theMaternal MaternalPerinatal Perinatal DeathNotification Notification(MPDN) (MPDN) Death 4,129 4,129 deaths, with disorders . of pregnancy . , . disease case. , heart ,504 of pregnancy case. , haemorrhage case. , heart . causes Despite . ,504 case. Despite a national obstetric complicationAamanagement a national complicationAamanagement coverage of 94. in West Java, the West Java,ofthe prevention of inIn2023. Tasikmalaya in 2023, the maternal Tasikmalaya the maternal ratio wasmortality 1 per ratio waslive 100,000 of which 27% weredisorders due to hypertensive or haemorrhage 100,000 which live 27%births, were due to hypertensive or haemorrhage and 46% due to infection, 46% due to infection. Birth Planning and Complication disease and The Birthand Planning andThe Complication Prevention ProgrammePrevention (P4K) is a Programme (P4K) is maternal a strategyand to accelerate maternal reduction and neonatal mortality reduction to accelerate neonatal mortality by improving access to by quality ofaccess and quality care, skilled birth care, care,care, referral and skilled of referral obstetric and family P4K family planning. P4K their families and communities to recognise risk plan and danger their pregnant families and to recognise risk and danger signs and for safe Digital AuPronalin-CekAy Digital education media such as the AuPronalin-CekAy application enable broader, flexible delivery flexible by P4K information by health or health Given that and P4K or health cadres. Given that cadres communityAabased communityAabased closely connected to Pronalin-Cek families, empowering them via approach. Pronalin-Cek an effective to families, them via offers an effective Thisoffers This serviceAeproject in the Kelurahaninvolved Mulyasari Ae Tamansari in the Kelurahan Mulyasari Tamansari subAadistrict 16 cadres . = . subAadistrict being trained to use 16 cadres . = . being trained to educational use the Pronalin-Cek as a P4K The Pronalin-Cek as a P4K The method . &capacity of cadres with a . pre-test. P4Kof&digital post-test, . pre-test. P4K and post-test, and use and of the of digital use of theResults . average Results . ongoing 18 . Most cadres 18 the . average = 0. SD 1. 59 toscore Most cadres were housewives . These findings findings suggest suggest that that empowering health cadres with digital These digital P4K P4K tools tools can can significantly and potential potential contribution contribution to maternal health services. It isis recommended recommended to conductlongAaterm longAaterm evaluations evaluations of of cadre behaviour and maternal maternal health health outcomes, outcomes,and adoptquasi-experimental quasi-experimental Keywords:health cadre,P4K. P4K,Pronalin-Cek Pronalin-Cekapp, app,knowledge, knowledge,community Keywords: Abstrak Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih menunjukkan angka yang tinggi dan merupakan tantangan utama dalam upaya pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDG) yaitu O 70 per 100. 000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Laporan AuMaternal Perinatal Death Notification (MPDN)Ay tahun 2023 mencatat 129 kematian ibu, dengan faktor utama hipertensi kehamilan . , perdarahan . , penyakit jantung . , dan penyebab lain . 504 kasu. Meskipun cakupan penanganan komplikasi kebidanan nasional mencapai 94,16 % dan di wilayah Jawa Barat mencapai 91,7 %, fokus pada pencegahan komplikasi masih sangat penting. Di Kabupaten Tasikmalaya tercatat AKI sebesar 192,1 per 100. 000 kelahiran hidup pada tahun 2023, dengan 27 % akibat hipertensi, 27 % perdarahan, dan 46 % infeksi kehamilan, penyakit kardiovaskuler atau anemia. Program Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu strategi percepatan penurunan AKI melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, persalinan, dan pencegahan komplikasi. Edukasi melalui teknologi digital seperti aplikasi Pronalin-Cek menawarkan potensi besar untuk menjangkau ibu hamil, keluarga dan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan di Kelurahan Mulyasari Ae Kecamatan Tamansari . = . dalam penggunaan aplikasi Pronalin-Cek sebagai media edukasi P4K. Metode yang dilakukan meliputi pelatihan kapasitas kader . re-test, pemberian materi, praktik aplikasi, post-tes. , pendampingan teknis literasi digital dan monitoring berkelanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Yati Budiarti. Santi Yuliastuti. Bayu Irianti skor pengetahuan kader dari 13,50 menjadi 16,18 . = 0,00. SD 1,59-1,. Sebagian besar kader merupakan ibu rumah tangga . ,5 %) dengan pendidikan SD hingga SMA. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi pemberdayaan kader melalui aplikasi edukasi digital efektif meningkatkan pengetahuan mereka dalam rangka mendukung implementasi P4K. Disarankan untuk memperluas cakupan, melakukan evaluasi jangka panjang terhadap perilaku kader dan dampaknya terhadap ibu hamil serta menggabungkan metode kuasi-eksperimental untuk mengukur perubahan outcome kesehatan ibu / bayi. Kata kunci: kader kesehatan. P4K, aplikasi Pronalin-Cek, pengetahuan, pengabdian masyarakat. PENDAHULUANE Times New Roman. Bold, 11 pt Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi dan menjadi tantangan utama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) yaitu 70 per 100. 000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) mencatat pada tahun 2023 129 kematian ibu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu hipertensi dalam kehamilan 801 kasus, perdarahan 741 kasus, jantung 232 kasus dan penyebab lain 1. 504 kasus. Cakupan penanganan komplikasi kebidanan di Indonesia mencapai 94,16%. Di Jawa barat cakupan penanganan komplikasi mencapai 91,7%. Walaupun cakupan pelayanan komplikasi mencapai angka yang cukup besar, namun yang lebih penting adalah bagaimana melakukan Pencegahan komplikasi untuk mencegah kesakitan dan kematian ibu. Tahun 2023 tercatat 192,1 kematian ibu di Tasikmalaya per 100. 000 kelahiran hidup, dengan 27% disebabkan oleh hipertensi dan perdarahan dengan persentasi yang sama, dan 46% lainnya disebabkan oleh infeksi kehamilan, penyakit cardiovaskuler dan anemia. Percepatan penurunan AKI menjadi hal prioritas dengan menjamin bahwa setiap ibu memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, baik pada kehamilan, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, asuhan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan bila terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga Berencana. Upaya yang dilakukan untuk menekan angka kematian ibu diantaranya dengan pengoptimalan layanan Kesehatan ibu dan anak, program keluarga berencana, program perencanaan dan penganggaran Kesehatan reproduksi terintegrasi, ayah siaha, layanan cepat penyedia darah serta program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan. Melalui P4K peningkatan pengetahuan ibu hamil, suami, keluarga dan masyarakat diberikan yaitu mengenai risiko dan tanda bahaya kehamilan, persalinan agar mereka mampu membuat perencanaan persalinan yang aman. P4K memberikan dampak signifikan dalam mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu dengan meningkatkan peran serta keluarga dalam melakukan deteksi dini komplikasi persalinan, selain itu P4K meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil untuk P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. ISSN: 1978-1520 memahami kehamilannya dan melakukan deteksi komplikasi lebih awal, sehingga mempercepat penatalaksanaan terhadap komplikasi. STIKIM) Edukasi P4K dapat dilakukan dengan menggunakan media buku KIA dan masa pandemi yang lalu telah menghadirkan media P4K melalui sebuah aplikasi Layanan Edukasi Pronalin Cek. Penggunaan media edukasi dapat disesuaikan dengan ketersediaan sumber daya yang dimiliki ibu hamil dan keluarga. Muatan P4K telah dilakukan inovasi dengan mengintegrasikannya pada aplikasi edukasi kehamilan AuPronalin-cekAy yang memudahkan penyampaikan informasi kehamilan dan P4K secara leih luas tanpa terbatas waktu dan tempat. Edukasi P4K dapat diberikan oleh tenaga kesehatan dan atau kader kesehatan. Kader kesehatan memiliki posisi strategis dan memiliki peran penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat, dengan mengoptimalkan penggunaan pronalin-cek memudahkan penyampaikan informasi lebih luas dan tidak terhalang waktu. Kader Kesehatan merupakan masyarakat yang dipilih dan diberikan pelatihan sehingga dapat membantu memberikan pelayanan dasar di komunitas. Kader kesehatan dekat dengan masyarakat serta berperan dalam memberikan edukasi, salah satunya terkait P4K kepada ibu hamil dan keluarga dan membantu mereka untuk membuat perencanaan persalinan yang sehat dan aman. Tasikmalaya merupakan salah satu daerah dengan cakupan penanganan komplikasi kebidanan yang masih rendah yaitu 70,5%. Salah satu cara untuk meningkatkan cakupan layanan kebidanan adalah dengan pemberdayaan kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat, dekat dan hidup di tengah masyarakat. Hal ini sangat strategis termasuk memberdayakan kader kesehatan dalam kemampuan untuk memberikan edukasi tentang P4K. Kelurahan mulyasari-Kecamatan Tamansari terdapat 11 Posyandu dengan jumlah kader sebanyak 55 orang, merupakan potensi dan sumber daya manusia yang sangat penting untuk diberdayakan dalam upaya peningkatan cakupan layanan kebidanan khususnya tentang bagaimana membantu ibu hamil, keluarga dan masyarakat dalam Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Kader kesehatan mulyasari belum dilibatkan secara terstruktur dalam mempromosikan P4K kepada ibu hamil, sehingga optimalisasi persiapan menghadapi komplikasi dan kegawatdaruratan maternal belum terlaksana secara Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat khususnya kader kesehatan dalam upaya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan menggunakan aplikasi Pronalin-Cek. P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Yati Budiarti. Santi Yuliastuti. Bayu Irianti METODEE Times New Roman. Bold, 11 pt Untuk mengatasi permasalahan, solusi yang ditawarkan disusun secara sistematis sesuai dengan prioritas permasalahan. Berikut adalah uraian solusi yang ditawarkan: Penguatan Kapasitas Kader melalui Pelatihan penggunaan Pronalin dalam edukasi P4K kepada ibu hamil. Pre test terkait P4K dan aplikasi pronalin-cek Pemberian materi dan praktik pemberian informasi P4K menggunakan pronalin-cek Post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman kader setelah pelatihan. Pendampingan Kader dalam Penggunaan Teknologi Meskipun aplikasi Pronalin-cek dirancang untuk mempermudah kerja kader, tidak semua kader memiliki literasi digital yang baik. Untuk mengatasi hal ini, ditawarkan solusi Bimbingan teknis dan mentoring dalam penggunaan aplikasi PRONALIN-CEK. Forum diskusi online dan offline untuk kader berbagi pengalaman serta mendapatkan bantuan teknis jika mengalami kendala. Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan Adapun tahapan pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. ISSN: 1978-1520 Gambar1. Pelaksanaan pengabdian masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun hasil dan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan pengukuran secara langsung terukur sebagai berikut: Karakteristik Umur Dewasa awal Dewasa Pendidikan SMP SMA Pekerjaan IRT Pedagang n=16 Tabel 1. Karakteristik kader Karakteristik p-val (SD) Pengetahuan Pre . 59-1,. Tabel 2. Hasil analisis perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya pemberian informasi menggunakan pronalin cek. Pengabdian Masyarakat ini melibatkan 16 kader . = . dengan distribusi karakteristiktergambar pada table 1. Sebagian besar kader berstatus ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 14 orang . ,5 %), sedangkan pedagang dan lainnya masingAamasing 1 orang . ,3 %). Sebelum intervensi aplikasi Pronalin-cek dalam kerangka program P4K, rata-rata skor pengetahuan kader adalah 13,50. setelah intervensi meningkat menjadi 16,18. peningkatan ini signifikan secara statistik . = 0,00. SD: 1,59-1,. Pemberdayaan pendampingan penggunaan aplikasi Pronalin-cek dalam kerangka program Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) meningkatkan pengetahuan mereka secara signifikan. Gambar 2. Pengenalan aplikasi pronalin cek dan penjelasan cara Peningkatan dari mean penggunaan pronalin cek P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Yati Budiarti. Santi Yuliastuti. Bayu Irianti 13,50 ke 16,18 menunjukkan bahwa intervensi memiliki efek positif, terutama pada kelompok kader dengan latar pendidikan menengah ke bawah dan mayoritas merupakan ibu rumah Karakteristik kader yang dominan IRT dan sebagian besar berusia dewasa hingga lansia menunjukkan bahwa kelompok yang mungkin selama ini kurang mendapatkan pelatihan teknis atau penggunaan aplikasi digital masih mampu merespon intervensi dengan baik. Hal penggunaan aplikasi yang disesuaikan dengan konteks lokal serta pelatihan yang spesifik untuk kader dapat menjadi strategi efektif. Literatur menunjukkan bahwa peran kader posyandu dalam pelaksanaan P4K sangat penting untuk menurunkan angka kematian ibu, karena mereka adalah Gambar 2 a dan b. kegiatan registrasi peserta . foto Bersama sebagai dokumentasi kegiatan penghubung antara ibu hamil, bidan, dan pengabdian Masyarakat. Sebagai contoh. Herlina dkk menemukan bahwa pelaksanaan P4K oleh kader telah cukup baik di Puskesmas Imogiri (Yogyakart. meskipun belum optimal. Selain itu, penelitian tentang pemberdayaan kader dalam program P4K menunjukkan bahwa edukasi kader secara langsung meningkatkan pengetahuan mereka sebelum dan sesudah pelatihan . isalnya peningkatan ratarata skor 90 %, p < 0,. dalam kegiatan seperti yang dilaporkan oleh JMM. A Hasil ini sesuai dengan hasil pengabdian masyarakat yang menunjukkan peningkatan pengetahuan kader setelah intervensi. Hal ini memperkuat argumen bahwa pemberdayaan kader merupakan strategi penting dalam implementasi P4K. KESIMPULAN DAN SARAN Intervensi pemberdayaan kader melalui penggunaan aplikasi Pronalin-cek dalam kerangka program P4K menunjukkan hasil yang positif dengan peningkatan pengetahuan signifikan pada kader yang mayoritas ibu rumah tangga dan berpendidikan SD-SMA. Hal ini menegaskan pentingnya peran kader dalam pelaksanaan P4K dan potensi aplikasi digital untuk memperkuat kapasitas mereka. Meski demikian, penelitian dengan cakupan yang lebih luas, analisis kontrol, dan pengukuran dampak jangka panjang perlu dilakukan agar efek intervensi dapat dipastikan lebih menyeluruh. P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. UCAPAN TERIMA KASIH (Bila Perlu ISSN: 1978-1520 Penulis mengucapkan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang telah memberikan dukungan pendanaan sehingga pengabdian Masyarakat dapat terlaksana. Selain itu ucapan terima kasih kepada Puskesmas Tamansari sebagai UPT tempat dilaksanakannya pengabdian Masyarakat . esa mulyasar. DAFTAR PUSTAKA