Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Inovasi Pemanfaatan Sampah Anorganik Menjadi Produk Kreatif Bernilai Ekonomi Tinggi Melalui Workshop Trash To Treasure EcoBean di SMPN 3 Kramatwatu Ken Ima Damayanti1. Shohifah Annur1. Retno Wulandari2. Eva SafaAoah3. Lulu Rachman4. Wanda Restiana4 1Program studi Teknik Kimia. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya. Jl Raya CilegonSerang KM 5. 2Program studi Teknik Kimia. Fakultas Teknik. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Jl. Raya Perjuangan No. Marga Mulya. Bekasi Utara Jawa Barat, 17142 3Program studi Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Informatika. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Cilegon-Serang KM 5 4Program studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial. Politik, dan Ilmu Hukum. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Cilegon-Serang KM 5 Email k3n. ima@gmail. ABSTRAK Peningkatan volume sampah anorganik yang tidak tertangani secara optimal menuntut adanya pendekatan solutif yang bersifat inovatif dan edukatif, khususnya di kalangan pelajar. Program pengabdian masyarakat ini disusun dengan tujuan memberikan edukasi pada siswa SMPN 3 Kramatwatu melalui workshop bertema AuTrash to Treasure EcoBeanAy, yang berfokus pada pemanfaatan sampah anorganik menjadi bean bag ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Metodologi kegiatan mencakup penyuluhan, demonstrasi praktik, pelatihan aplikatif, serta evaluasi menggunakan basis pretest dan post-test. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan untuk aspek pengetahuan dan keterampilan siswa terkait pengelolaan sampah secara kreatif. Mayoritas peserta mampu menghasilkan produk bean bag yang fungsional dan memiliki potensi jual, serta menunjukkan antusiasme untuk mengembangkan produk secara mandiri. Program ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus mendorong semangat kewirausahaan berbasis ekonomi Diharapkan, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai model edukasi lingkungan yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi lokal. Kata kunci: Daur ulang kreatif, ecobean bag, edukasi lingkungan, ekonomi sirkular, sampah anorganik ABSTRACT The increasing volume of unmanaged inorganic waste necessitates innovative and educational solutions, particularly among students. This community service program was designed to educate students of SMPN 3 Kramatwatu through a workshop entitled "Trash to Treasure EcoBean", focusing on transforming inorganic waste into eco-friendly and marketable bean bags. The implementation method included awareness sessions, hands-on demonstrations, direct training, and evaluations through pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in studentsAo knowledge and skills in creatively managing waste. A significant number of participants successfully crafted functional and commercially viable bean bags, demonstrating a strong motivation to continue refining and expanding their creations independently. This program has proven effective in fostering environmental awareness while also encouraging student entrepreneurship within the framework of a circular economy. It is expected that this activity can serve as a sustainable model for environmental education and community empowerment based on local innovation. Keywords: Creative recycling. EcoBean Bag. Environmental education. Circular economy. Inorganic waste SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Pengelolaan menjadi salah satu tantangan signifikan dalam upaya pelestarian lingkungan, terutama di wilayah perkotaan dan Berdasarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume sampah yang dihasilkan Indonesia setiap tahun diperkirakan mencapai 68,5 juta ton, dengan proporsi terbesar berasal dari jenis sampah anorganik seperti plastik, styrofoam, dan kain sintetis (KLHK, 2. Sampah anorganik ini memiliki karakteristik sulit terurai secara alami, sehingga terus menumpuk dan menimbulkan dampak ekologis yang serius (Riyanti, 2024. Suryani et al. , 2. Akan tetapi, tingkat kesadaran masyarakat, khususnya di pertama, terkait pengelolaan sampah jenis ini masih tergolong rendah. Penerapan pendekatan edukatif yang disertai dengan unsur kreativitas telah terbukti efektif dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan kemampuan produktif, terutama melalui konsep ekonomi sirkular (Damayanti et al. , 2023. Pratiwi et al. Salah satu strategi yang dinilai potensial adalah pengolahan sampah anorganik menjadi produk fungsional bernilai ekonomis, seperti bean bag ramah lingkungan atau EcoBean. Inisiatif ini tidak pengurangan volume sampah, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif di kalangan pelajar dan masyarakat umum (Nikmah et al. , 2023. Azma et al. , 2. Selain menawarkan nilai estetika, produk EcoBean juga berfungsi sebagai media pembelajaran yang mengintegrasikan aspek kreativitas. Program Trash to Treasure yang SMPN Kramatwatu menjadi bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai ekonomi sirkular melalui aktivitas kreatif berbasis daur ulang sampah anorganik (Peni et al. Lestari et al. , 2. Kegiatan pelatihan ini memperkenalkan siswa pada konsep reduce, reuse, dan recycle . R) secara langsung dan aplikatif. Program ini juga bertujuan menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis limbah dengan menekankan pada penciptaan produk yang bernilai (Kusumawardani et al. , 2. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang menggabungkan edukasi lingkungan dan inovasi sosial, serta tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong pembentukan sikap dan perilaku peduli lingkungan melalui praktik nyata sejak usia dini. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan program pengabdian terstruktur untuk mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan literasi lingkungan dan keterampilan kewirausahaan siswa melalui inovasi pengolahan sampah EcoBean. Kegiatan dilaksanakan melalui enam tahapan utama sebagai berikut: Studi Awal Analisis Permasalahan Tahap memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai kondisi mitra, yakni SMPN 3 Kramatwatu. Aktivitas yang dilakukan meliputi observasi langsung sistem wawancara dengan pihak sekolah . epala sekolah, guru, dan OSIS) mengenai kebiasaan siswa dalam membuang sampah, serta survei terhadap jenis dan volume sampah anorganik yang umum Selain itu, dilakukan analisis SWOT untuk menilai kelayakan penerapan EcoBean. Temuan dari tahap ini menjadi dasar dalam merancang pendekatan yang sesuai dengan karakteristik peserta. Perencanaan Program Pengembangan Modul Berdasarkan hasil studi awal, tim menyusun desain kegiatan serta materi Modul dikembangkan dengan pendekatan kurikulum 3R (Reduce. Reuse. Recycl. yang terintegrasi dengan konsep Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 ekonomi sirkular dan kewirausahaan Pada tahap ini juga dilakukan perancangan produk EcoBean berbasis limbah plastik dan kain sintetis, penyusunan SOP pembuatan EcoBean, serta pengadaan alat dan bahan seperti limbah bersih, kain bekas, alat jahit, dan material dekoratif. Modul pelatihan diformulasikan secara partisipatif dengan pendekatan andragogik yang menekankan keterlibatan aktif siswa. Sosialisasi Program dan Seleksi Peserta Tim melakukan sosialisasi yang bersifat edukatif dan persuasif kepada siswa dan guru, dengan menampilkan presentasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan video pendek mengenai dampak pencemaran plastik serta manfaat daur Selanjutnya, dilakukan rekrutmen peserta workshop sebanyak 36 siswa dari kelas 7 dan 8 yang dipilih berdasarkan minat, komitmen, dan rekomendasi dari Pelaksanaan Workshop AuTrash to Treasure EcoBeanAy Workshop dilaksanakan selama dua Hari pertama berfokus pada edukasi dasar mengenai konsep 3R, ekonomi sirkular, serta tahapan teknis produksi EcoBean. Siswa dibagi dalam kelompok untuk merancang desain produk dan berdiskusi mengenai peran produk daur ulang dalam mendukung ekonomi hijau. Hari kedua difokuskan pada praktik langsung, mencakup proses pemilahan, penjahitan, dan dekorasi produk. Diikuti sesi branding berupa pemberian nama produk, pembuatan logo, dan penyusunan strategi pemasaran sederhana. Kegiatan diakhiri dengan presentasi produk oleh tiap kelompok yang kemudian dievaluasi oleh tim dosen dan guru pendamping. Evaluasi dan Monitoring Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas program, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik Evaluasi kuantitatif dilakukan melalui pre-test dan post-test, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui angket kepuasan, observasi keterampilan teknis peserta, serta refleksi individu terhadap Satu bulan pasca kegiatan, tim melakukan kunjungan lanjutan untuk melihat keberlanjutan dampak program, termasuk perubahan perilaku dan budaya sekolah terkait pengelolaan sampah. Diseminasi Hasil Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Di akhir kegiatan, tim menyusun rekomendasi kebijakan sekolah, seperti pembentukan Bank Sampah Siswa, pelatihan lanjutan, atau integrasi program dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai upaya keberlanjutan edukasi lingkungan berbasis inovasi lokal. Gambar 1. Alur Kerja Pelaksanaan Metodologi HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan workshop Trash to Treasure: EcoBean SMPN Kramatwatu berhasil melibatkan sebanyak 36 siswa sebagai peserta aktif. Evaluasi program dilakukan melalui metode kuantitatif dan kualitatif, mencakup pretest dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan siswa, serta observasi langsung terhadap keterampilan teknis untuk proses pembuatan produk daur ulang berbentuk bean bag. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Berdasarkan hasil analisis, terjadi peningkatan yang signifikan dalam aspek kognitif peserta. Hal ini dibuktikan oleh peningkatan skor rata-rata dari 52,3 pada saat pre-test menjadi 87,1 pada post-test. Peningkatan 66,5% mencerminkan efektivitas pendekatan edukatif yang diterapkan. Selain itu, mengalami peningkatan kesadaran dan kepedulian terhadap isu lingkungan setelah mengikuti kegiatan. Untuk aspek psikomotorik, seluruh peserta berhasil menyelesaikan produk EcoBean dari bahan limbah anorganik yang telah disediakan, seperti plastik kresek/bubble wrap bekas, serat sintetis/baju/kaos bekas, dan bungkus makanan. Berdasarkan sudut pandang kualitas produk, sekitar 80% hasil karya siswa dinilai layak untuk dipasarkan dengan harga bervariasi antara Rp25. 000 hingga Rp50. 000 tergantung ukuran dan desain. Selain itu, sebagian peserta menunjukkan produk secara mandiri di luar sekolah, bahkan ada yang berencana memanfaatkan media sosial dan bazar sekolah sebagai saluran pemasaran. Respon dari pihak sekolah, termasuk guru pendamping, sangat positif. Bentuk tindak lanjut, sekolah menyatakan komitmen untuk membentuk Bank Sampah Sekolah dan mengintegrasikan kegiatan daur ulang kreatif ini ke dalam kegiatan ekstrakurikuler kewirausahaan Langkah pendidikan lingkungan berbasis praktik. Pelaksanaan menunjukkan keberhasilan pendekatan partisipatif, di mana siswa tidak sematamata informasi, melainkan sebagai aktor aktif dalam proses produksi. Kegiatan ini menggabungkan aspek edukatif dan pemberdayaan, di mana peserta belajar memahami konsep ekonomi sirkular melalui praktik langsung (Nurmalasari et , 2024. Yuliamir et al. , 2. Berdasarkan kegiatan yang pernah dilakukan oleh Siswara et al. keterlibatan aktif dalam kegiatan berbasis praktik terbukti efektif dalam membangun pengelolaan sampah secara kreatif. Gambar 2. Sosialisasi Klasifikasi Sampah Gambar 3. Edukasi konsep 3R Gambar 4. Edukasi teknik jahit yang pembuatan EcoBean Gambar 5. Pembagian Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 6. Persentasi EcoBean Setiap Kelompok Gambar 7. Pemberian apresiasi evaluasi terbaik Penemuan ini memperkuat bukti bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. sangat relevan untuk membentuk perilaku ramah lingkungan pada peserta didik usia sekolah (Lestari et al. , 2. Selain manfaat edukatif, program ini juga membuka peluang pengembangan wirausaha sosial melalui produk EcoBean, yang memiliki nilai ekonomis dan estetika. Beberapa menjadikan produk ini sebagai komoditas bisnis rumahan dengan dukungan orang tua mereka, sehingga kegiatan ini juga berfungsi sebagai stimulus kewirausahaan berbasis lingkungan (Damayanti et al. Azma et al. , 2. Berdasarkan Pembentukan unit seperti bank sampah sekolah atau koperasi siswa dapat menjadi sarana strategis untuk mengelola hasil produksi berbasis daur ulang sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi siswa. Sinergi antara sekolah, masyarakat, dan perguruan tinggi sangat diperlukan agar program tidak hanya berakhir sebagai kegiatan insidental, tetapi menjadi bagian dari gerakan literasi lingkungan yang berkelanjutan (Kusumawardani et al. Nurmalasari et al. , 2. Kegiatan ini terbukti mampu menjalankan dua fungsi utama, yakni sebagai media edukasi lingkungan sekaligus sebagai sarana pemberdayaan ekonomi lokal yang berbasis prinsip berkelanjutan KESIMPULAN Kegiatan melalui pelaksanaan workshop AuTrash to Treasure EcoBeanAy memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan literasi lingkungan, keterampilan teknis, dan kesadaran ekologis siswa di SMPN 3 Kramatwatu. Adanya pendekatan yang kreatif dan aplikatif, program ini berhasil mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan sampah anorganik serta mendorong semangat kewirausahaan berbasis ekonomi sirkular. Temuan mengindikasikan bahwa integrasi antara praktik daur ulang dan aktivitas kreatif mampu menghadirkan solusi konkret atas menciptakan peluang ekonomi baru. Produk bean bag hasil karya siswa tidak hanya menunjukkan keberhasilan teknis dalam memanfaatkan limbah, tetapi juga dikembangkan sebagai komoditas usaha ramah lingkungan. Hal ini mencerminkan bahwa peserta tidak hanya mengalami keterampilan, tetapi juga memperoleh pengalaman wirausaha yang aplikatif dan Keberhasilan program ini turut dipengaruhi oleh pendekatan edukatif yang bersifat partisipatif dan berbasis proyek. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Strategi ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan serta membentuk karakter siswa yang inovatif, mandiri, dan berorientasi pada solusi. Kolaborasi erat antara institusi pendidikan menengah dan perguruan tinggi menjadi elemen kunci yang mendukung tercapainya tujuan Sinergi lintas sektor ini dapat menjadi model untuk direplikasi pada konteks sekolah lain, dengan adaptasi sesuai kebutuhan dan potensi lokal masing-masing. Secara keseluruhan, kegiatan ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan siswa melalui proyek kreatif berbasis daur ulang tidak hanya relevan untuk mengatasi permasalahan lingkungan, tetapi juga berfungsi sebagai media untuk penguatan pendidikan karakter dan ekonomi hijau sejak usia dini. UCAPAN TERIMAKASIH Terselenggaranya kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan serta kontribusi aktif berbagai pemangku kepentingan, terutama peran signifikan yang diberikan oleh para guru dan kepala sekolah SMP Negeri 3 Kramatwatu, serta partisipasi aktif mahasiswa KKM 40 Kramatwatu Tahun 2025. DAFTAR PUSTAKA