Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 SIKAP PETANI HORTIKULTURA SAYUR TERHADAP PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PEMBERDAYAAN PETANI DI DESA LEWOKELENG KECAMATAN ILE BOLENG KABUPATEN FLORES TIMUR (Vegetable FarmeAos Attitude towards the role of Extension Worker in FarmerAos Improving at Desa Lewokeleng. Kecamatan Ile Boleng. Kabpaten Flores Timu. Marselina Kewa Kian*. Mustafa Abdurrahman. Ignatius Sinu Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana *E-mail Penulis Korespondensi: kewaqian@gmail. Diterima: 03 Pebruari, 2022 Disetujui: 08 Pebruari 2022 ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Lewokeleng Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur pada bulan Desember sampai dengan Januari 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. mengetahui peran pertanian dalam pemberdayaan petani pedesaan di desa lewokeleng kecamatan ile boleng kabupaten flores timur . mengetahui sikap petani terhadap pengembangan pertanian di desa lewokeleng kecamatan ileboleng timur Kabupaten Flores. Identifikasi penelitian ini dilakukan dengan sengaja atas dasar pertimbangan bahwa itu adalah salah satu daerah sentra produksi sayuran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani sayur di desa lewokeleng yang berjumlah 50 KK. Semuanya diatur untuk sampel. Untuk mengetahui tujuan pertama data dianalisis secara kuantitatif dan untuk mengetahui tujuan kedua data dianalisis secara mendalam dengan menggunakan skala likert. Hasil analisis data menunjukkan bahwa : . peran pembinaan pertanian sejalan dengan pemberdayaan petani di desa lewokeleng. Peran petani dalam pembangunan pertanian memiliki 5 unsur yang terkait dengan usahatani hortikultura sayuran yaitu sebagai komunitator, inovator, pendidik, fasilitator dan motivator. perkembangan petani di masyarakat desa lewokeleng selama ini tidak menentu bagaimana skor rata-rata 34,24% berada pada kisaran 25-34. Hal ini menunjukkan bahwa para penyuluh di lokasi penelitian telah menjalankan perannya dengan baik sebagai komunikator, pendidik, inovator, fasilitator dan pembudidaya dalam peningkatan hortikultura sayuran namun belum dilakukan secara maksimal. ABSTRACT The study has been carried out in the village of lewokeleng . Ile boleng district, east Flores regency in December through January 2021. This research was intended to know. knowing the role of agriculture in the rural empowerment of farmers in the village of lewokeleng. Ile boleng sub district, east flores regency . know the farmersAo attitude toward the development of agriculture in the village of lewokeleng. Ileboleng sub district, east Flores regency. The identification of this study was done intentionally on the basis of consideration that it was one of the central areas of vegetable production. The population in this study included all the vegetable farmers in the village of lewokeleng of 50 families. EverythingAos set to sample. To know the first purpose of the data being analysed quantitatively and to know the purpose to both data was elaborately analysed using the likert scale. The results of the data analysis show that :. the role of guiding agriculture is consistent with the empowerment of farmers in the village of lewokeleng. The role of farmers in agricultural development has 5 elements, which are related to the vegetable horticultural farm, whichis as communitators, innovators, educaters, facilitators and . the development of farmers in the rural community of lewokeleng has been uncertain about how the average score of 34. 24 % rests on the 25-34 range. This shows that the instructors at the research site have performed their roles properly as communicators, educators, innovators, facilitators and multivators in the increased horticulture of vegetables but have not yet been done optimally. Keywords: FarmersAo Attitudes. Vegetable Farming. The Role Of Agriculture PENDAHULUAN Pembangunan merupakan bagian yang Indonesia penting dalam Kewa Kian, et al. Sikap Petani Hortikultura Sayur Terhadap Peran Penyuluh PertanianA. Page 35 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 Pembangunan pertanian mempunyai peranan penting dalam penyediaan pangan, dan lapangan kerja, penyumbang devisa melalui ekspor, mendorong kesempatan berusaha serta penyediaan faktor produksi. Mengingat besarnya peranan sektor pertanian maka perlu adanya kebijakan pertanian yang harus meliputi aspek mikro dan aspek makro (Mubyarto, 1. Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian petani. Pembangunan pertanian bertujuan, antara lain untuk menambah produksi pertanian. Pembangunan pertanian di bidang pangan khususnya hortikultura pada saat ini ditujukan untuk memantapkan swasembada pangan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperbaiki keadaan gizi Hortikultura merupakan salah satu sub sektor pertanian yang menempati posisi penting dalam memberi kontribusi bagi perekonomian Indonesia. Sub sektor hortikultura sebagai salah satu sub sektor unggulan dalam pembangunan pertanian, telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu komoditas yang cukup diminati pasar. Kondisi ini dipengaruhi oleh semakin tingginya kesadaran konsumen akan arti pentingnya komoditas hortikultura yang tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga mempunyai kontribusi pada aspek kesehatan, estetika dan lingkungan. Desa Lewokeleng merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur. Sebagian petani di kecamatan Ile Boleng menanam tanaman hortikultura khususnya aneka sayur. Kondisi alam pada daerah tersebut sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman aneka sayur. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS Kabupaten Flores Timu. jumlah produksi aneka sayur yakni pada tahun 2015 produksi mencapai 17,3 ton dengan luas panen 17 hektar sehingga produktivitas sebesar 4,3 ton/ha. Sementara pada tahun 2016, produksi sayuran mengalami peningkatan yaitu 17,45 ton dengan luas panen yaitu 13,5 hektar sehingga produktivitas sayuran sebesar 5,1 ton/ha. Untuk mencapai tujuan pembangunan pertanian perlu adanya inovasi baru serta upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan inovasi tersebut. Berkaitan dengan itu diperlukan penyuluhan pertanian. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Penyuluhan pendidikan di luar sekolah yang tidak sekedar memberikan penerangan atau menjelaskan, tetapi untuk mengubah perilaku sasarannya agar memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas serta sikap positif terhadap semua inovasi. Penyuluhan memiliki sifat progresif untuk melakukan perubahan dan inovatif terhadap sesuatu . serta terampil melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi peningkatan produktivitas, pendapatan atau keuntungan, maupun kesejahteraan keluarga dan masyarakat (Mardikanto, 1. Penyuluhan pertanian merupakan suatu upaya pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan non formal di bidang ekonomi, sosial maupun politik kesejahteraan dapat (Departemen pertanian, 2. Rahmawati . menyatakan bahwa penyuluhan pertanian sebagai bagian integral pembangunan pertanian yang merupakan salah satu upaya pemberdayaan petani dan pelaku usaha pertanian lainnya untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan. Untuk itu kegiatan penyuluhan harus dapat mengakomodasikan aspirasi dan peran aktif petani dan pelaku usaha pertanian lainnya melalui pendekatan partisipatif. Pengembangan pertanian di masa mendatang perlu memberikan perhatian yang khusus terhadap penyuluhan pertanian, karena penyuluhan pertanian merupakan salah satu kegiatan yang strategis dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan pertanian. Sasaran dari penyuluhan pertanian sebagai suatu kegiatan pendidikan non formal adalah terjadinya perubahan sikap kaum tani. Sikap merupakan produk dari proses sosialisasi dimana seseorang bereaksi sesuai dengan rangsang yang diterimanya. Jika sikap mengarah pada obyek tertentu, berarti bahwa penyesuaian diri terhadap obyek tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kesediaan untuk bereaksi dari orang tersebut terhadap obyek (MarAoat, 1. Syamsudin . mengemukakan bahwa sikap merupakan tingkah laku atau gerakan-gerakan yang tampak dan ditampilkan dalam interaksinya dengan lingkungan sosial. Interaksi tersebut terdapat proses saling merespon, saling mempengaruhi serta saling menyesuaikan diri Kewa Kian, et al. Sikap Petani Hortikultura Sayur Terhadap Peran Penyuluh PertanianA. Page 36 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 dengan lingkungan sosial. Sementara MarAoat . menyatakan bahwa sikap merupakan tingkatan afeksi . , baik yang bersifat positif maupun negatif dalam hubungannya dengan objek psikologi. Dengan demikian perasaan dalam merespon suatu objek dapat positif yaitu perasaan senang, menerima, terbuka dan lain-lain dan dapat negatif yaitu perasaan tidak senang, tidak menerima, tidak terbuka dan lainlain. Keberhasilan penyuluh pertanian pada suatu komunitas dengan berbagai peranan dalam rangka pemberdayaan petani, sudah tentu akan disikapi oleh petani dengan berbagai komponen warga masyarakat setempat. Keberhasilan pembangunan pertanian dalam komunitas tersebut tidak terlepas dari bagaimana pelaksanaan peran dalam pemberdayaan petani dan bagaimana sikap Sikap petani terhadap peran penyuluh dapat menjadi salah satu faktor penghambat atau Permasalahan yang sering dihadapi yaitu petani kurang menerapkan teknologi yang dianjurkan oleh penyuluh. Petani lebih mengikuti kebiasaan lama yang dilakukan turun-temurun karena dianggap lebih praktis dan efisien, oleh karena itu perlu adanya pemberdayaan petani dalam hal pembinaan manusia. Untuk menjawab masalah tersebut, penulis melakukan penelitian dengan judul: AuSikap Petani Hortikultura Terhadap Pelaksanaan Peran Penyuluh Pertanian dalam pemberdayaan petani Hortikultura Sayur di Desa Lewokeleng Kecamatan Ile Boleng. Kabupaten Flores TimurAy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan peran penyuluh dalam pemberdayaan petani dan untuk mengetahui sikap petani terhadap pelaksanaan peranan penyuluh pertanian dalam pemberdayaan petani hortikultura di Desa Lewokeleng Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur. METODE PENELITIAN Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Lewokeleng Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur dengan pertimbangan bahwa wilayah p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 tersebut merupakan salah satu daerah sentral produksi aneka sayur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember Ae Januari 2021. Metode dalam penelitian menggunakan metode Multistage Sampling Technique yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dalam beberapa tahap yaitu Tahap pertama pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja . urposive samplin. dengan dasar pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu daerah sentral produksi aneka sayur. Tahap kedua : penentuan responden dilakukan menggunakan metode sensus . ampling jenu. yaitu semua anggota populasi dijadikan sebagai Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani hortikultura sayur di Desa Lewokeleng Kecamatan Ile Boleng kabupaten Flores Timur yaitu sebanyak 50 KK, sehingga sampel dalam penelitian ini seluruhnya berjumlah 50 Orang. Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan petani yang berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disediakan. Data sekunder diperoleh melalui buku-buku, literature dan juga lembaga/instansi yang terkait dalam penelitian ini seperti Badan Pusat Statistik dan Dinas Pertanian Model Dan Analisis Data Untuk menjawab tujuan pertama, yaitu mengenai pelaksanaan peran yang dilakukan oleh penyuluh untuk pemberdayaan dalam rangka pengembangan hortikultura sayur, maka dilakukan analisis secara deskriptif kualitatif dan untuk menjawab tujuan kedua, yakni mengetahui sikap petani hortikultura sayur terhadap peran penyuluh menggunakan uji statistik dengan membuat kategori atau klasifikasi sikap petani hortikultura sayur terhadap pelaksanaan peran penyuluh pertanian dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut: C Niai tertinggi 3 x 15 = 45 C Nilai terendah 1 x 15 = 15 C Kelas interal sebesar (. = 10 Kewa Kian, et al. Sikap Petani Hortikultura Sayur Terhadap Peran Penyuluh PertanianA. Page 37 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Tabel 1. Skor Sikap dan Kategori Sikap Skor Rata-Rata Sikap Yang Di Peroleh 15 Ae 24 25 Ae 34 35 Ae 45 Kategori Sikap Responden Frekuensi (Oran. Persentase (%) Tidak Setuju Ragu-Ragu Setuju Sumber : Levis . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 2. di atas, dapat diketahui bahwa rencana kegiatan tahunan penyuluh pertanian ada 3 poin kegiatan yang dilakukan sebagai komunikator . emberikan informasi cara membudidayakan hortikultura sayuran yang baik dan benar. Memberikan informasi tentang cara atau solusi untuk mengatasi masalah yang dihadapi petani dalam berusahatani hortikultura sayuran, dan mendampingi petani melakukan perencanaan usahatani sayur. ), sebagai inovator tiga poin kegiatan yang dilakukan . emperkenalkan teknologi pertanian yang baru kepada petani dalam berusahatani hortikultura sayuran contoh dulu petani hanya menggunakan alat-alat hortikultura sayur seperti cangkul, tofa, dan parang sekarang petani sudah menggunakan alat-alat modern seperti traktor untuk pengolahan tanah, memperkenalkan praktik-praktik pertanian yang baru kepada petani dalam berusahatani hortikultura sayuran contoh dulu sebelum petani mengenal pupuk anorganik rata-rata petani di desa penelitian menggunakan pupuk organik namun sekarang lebih banyak petani sudah menggunakan pupuk anorganik dalam usahatani hortikultura sayur, dan memperkenalkan kelembagaan kepada petani contoh. Tabel 2. Rincian Peran Yang Dilakukan Penyuluh Pertanian Dalam Usahatani Hortikultura Sayur. No. Peranan yang Komunikator Inovator Edukator Fasilitator Kegiatan yang di lakukan Memberikan informasi cara membudidayakan sayuran yang baik dan benar. Memberikan informasi tentang cara atau solusi untuk mengatasi masalah yang dihadapi petani. Mendampingi petani melakukan perencanaan usahatani sayuran hortikultura Memperkenalkan teknologi pertanian yang baru kepada petani dalam berusahatani sayuran hortikultura Memperkenalkan praktek-praktek pertanian yang baru kepada petani dalam berusahatani sayuran hortikultura Memperkenalkan kelembagaan kepada petani Memberikan penyuluhan tentang cara pengolahan lahan untuk usahatani sayuran Memberikan penyuluhan tentang perawatan sayuran hortikultura dari penanaman sampai pada pasca panen. Memberikan penyuluhan tentang mengaplikasikan teknologi-teknologi baru kepada petani. Memfasilitasi petani ataupun kelompok tani dalam pembuatan proposal guna membantu usahatani Memfasilitasi petani dalam pengadaan benih Kewa Kian, et al. Sikap Petani Hortikultura Sayur Terhadap Peran Penyuluh PertanianA. Page 38 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 Motivator p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Memfasilitasi petani dalam pengadaan pupuk Memotivasi petani agar selalu memajukan usahatani sayuran hortikultura Memotivasi petani untuk bisa berinovasi Memotivasi petani untuk berwirausaha Sumber: Rencana Kegiatan Tahunan Penyuluh Pertanian 2020 Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa dulu hanya beberapa petani yang gabung dalam kelompok tani namun setelah penyuluh memperkenalkan kelembagaannya banyak petani yang sudah bergabung dalam kelompok tani Sebagai edukator tiga poin kegiatan yang dilakukan (Memberikan penyuluhan tentang cara pengolahan lahan untuk usahatani hortikultura sayur. Memberikan penyuluhan tentang perawatan hortikultura sayuran dari penanaman sampai pada pasca panen. Memberikan penyuluhan tentang cara mengaplikasikan teknologi- teknologi baru kepada ) contoh penyuluh memberikan cara langsung ke petani tentang pemberian dosis pupuk yang benar, sebagai fasilitator tiga poin kegiatan yang dilakukan (Memfasilitasi petani ataupun kelompok tani dalam pembuatan proposal guna membantu usahatani. Memfasilitasi petani dalam pengadaan benih. Mefasilitasi petani dalam pengadaan pupuk. ), sebagai motivator tiga poin kegiatan yang dilakukan (Memotivasi petani agar selalu memajukan usahatani hortikultura sayuran. Memotivasi petani untuk bisa berinovasi Memotivasi petani untuk berwirausah. contoh dulu petani hanya menanam beberapa jenis sayur seperti kangkung, bayam, dan sawi untuk di konsumsi sendiri namun sekarang dengan adanya motivasi dari penyuluh petani sudah menanam berbagai jenis hortikultura sayur untuk di konsumsi dan di pasarkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyuluh pertanian memiliki 15 poin kegiatan setiap tahunnya guna untuk meningkatkan usahatani hortikultura sayur. Dari kelima peran penyuluh tersebut yang dilakukan aksi dilapangan hanya peran sebagai inovator, fasilitator dan motivator saja. Peran sebagai inovator penyuluh menyebarluaskan informasi, ide ,inovasi dan teknologi baru kepada petani, fasilitator penyuluh memfasilitasi petani dengan pembuatan proposal untuk membantu usahatani petani dalam pengadaan benih dan pupuk dan peran sebagai motivator penyuluh memotivasi petani agar selalu memajukan usahatani hortikultura sayur dan juga memotivasi petani untuk bisa berinovasi. Sedangkan peran sebagai edukator penyuluh hanya memberikan materi saja tidak ada aksi di lapangan. Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Sikap Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Dalam Usahatani Hortikultura Sayuran. Skor Rata-Rata Yang Di Peroleh Jumlah Sumber: Data Primer diolah. Tahun 2020 Kategori Sikap Responden Tidak Setuju Ragu-ragu Setuju Sikap Petani Terhadap Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Usahatani Hortikultura Sayuran. Berdasarkan table 3 di atas dapat di ketahui bahwa sebagian besar petani responden berada pada sikap kategori Ragu-ragu yaitu 26 orang . %), sedangkan jumlah petani responden yang berada pada kategori setuju yaitu 24 orang . %). Frekuensi (Oran. Persentase (%) Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sikap petani terhadap usahatani hortikultura sayur di Desa Lewokeleng Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flotes Timur tergolong Ragu-ragu. Hal ini menunjukan bahwa penyuluh yang ada di lokasi penelitian sudah menjalankan perannya sebagai komunikator, innovator, edukator, fasilitator dan motivator dalam usahatani Kewa Kian, et al. Sikap Petani Hortikultura Sayur Terhadap Peran Penyuluh PertanianA. Page 39 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 hortikultura sayur akan tetapi belum dilakukan secara optimal. Sikap Petani Terhadap Masing-Masing Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pemberdayaan Petani Sikap Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Komunikator Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa sebagian besar petani responden berada pada sikap AuRagu-raguAy terhadap peran penyuluh pertanian yaitu sebanyak 47 orang dengan persentase 94%, artinya bahwa petani sayur di lokasi penelitian . mempunyai sikap yang ragu-ragu terhadap pelaksanaan peranan penyuluh pertanian sebagai Sedangkan sisanya yaitu 2 orang . %) masuk dalam kategori tidak setuju dan 1 orang . %) masuk dalam kategori setuju. Hal ini terjadi karena, penyuluh pertanian yang ada di lokasi penelitian menurut petani bahwa penyuluh belum mampu dalam mendampingi petani ketika petani membutuhkan pengembangan pengetahuan dan keterampilan dalam mengatasi masalah dilapangan. Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Sikap Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Komunikator. Skor Rata-Rata Kategori sikap Yang Di Peroleh 1 15-24 Tidak setuju 2 25-34 Ragu-ragu 3 35-45 Setuju Jumlah Sumber: Hasil Analisis Data Primer, 2020 Sikap Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Edukator Berdasarkan table 5 di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar petani responden berada pada sikap AuRagu-raguAy terhadap peran penyuluh pertanian yaitu sebanyak 36 orang dengan persentase 72%, artinya bahwa petani sayur di lokasi penelitian . mempunyai sikap Frekuensi . 2 orang 47 orang 1 orang Presentase (%) yang ragu-ragu terhadap pelaksanaan peranan penyuluh pertanian sebagai edukator. Sedangkan sisanya yaitu 14 orang . %) masuk dalam kategori tidak setuju Hal ini dikarenakan penyuluh tidak menjalankan perannya sebagai edukator dalam hal memberikan pelajaran dan pelatihan serta materi tentang usahatani hortikultura sayur. Tabel 5. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Sikap Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Edukator. Skor Rata-Rata Yang Di Kategori Sikap Proleh Responden Tidak Setuju Ragu-ragu Setuju Jumlah Sumber: Hasil Analisis Data Primer, 2020 Sikap Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Inovator Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui bahwa sebagian besar petani responden berada pada sikap Kewa Kian, et al. Sikap Petani Hortikultura Sayur Terhadap Peran Penyuluh PertanianA. Page 40 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 AuSetujuAy terhadap peran penyuluh pertanian yaitu sebanyak 44 orang dengan persentase 88%, artinya bahwa petani sayur di lokasi penelitian . mempunyai sikap yang setuju terhadap pelaksanaan peranan penyuluh pertanian sebagai p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Sedangkan sisanya yaitu 6 orang . %) masuk dalam kategori ragu-ragu Hal ini terjadi karena penyuluh sudah menjalankan perannya sebagai inovator dengan baik. Tabel 6. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Sikap Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Inovator Skor Rata-Rata Yang Di Peroleh 1 15-24 2 25-34 3 35-45 Jumlah Sumber: Hasil Analisis Data Primer, 2020 Kategori sikap Tidak Setuju Ragu-ragu Setuju Sikap Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Fasilitator Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui bahwa petani responden berada pada sikap AuSetujuAy terhadap peran penyuluh pertanian yaitu sebanyak 50 orang dengan persentase 100%. Frekuensi . Persentase (%) artinya bahwa semua petani sayur di lokasi penelitian . mempunyai sikap yang setuju terhadap pelaksanaan peranan penyuluh pertanian sebagai fasilitator. Hal ini terjadi karena penyuluh sudah menjalankan perannya sebagai fasilitator dengan baik. Tabel 7. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Sikap Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Fasilitator Skor Rata-Rata Yang Di Peroleh Kategori sikap Sikap Responden Frekuensi . Persentase (%) Tidak Setuju Ragu-ragu Setuju Jumlah Sumber: Hasil Analisis Data Primer, 2020 Sikap Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Motivator Berdasarkan tabel 8 dapat diketahui bahwa sebagian besar petani responden berada pada sikap AuSetujuAy terhadap peran penyuluh pertanian yaitu sebanyak 44 orang dengan persentase 88%, artinya bahwa petani sayur di lokasi penelitian . mempunyai sikap yang setuju terhadap pelaksanaan peranan penyuluh pertanian sebagai Sedangkan sisanya yaitu 6 orang . %) masuk dalam kategori ragu-ragu. Tabel 8. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Sikap Petani Terhadap Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Motivator Skor Rata-Rata Yang Di Kategori Sikap Frekuensi . Persentase (%) Kewa Kian, et al. Sikap Petani Hortikultura Sayur Terhadap Peran Penyuluh PertanianA. Page 41 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 Peroleh p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Responden Tidak Setuju Ragu-ragu Setuju Jumlah Sumber: Hasil Analisis Data Primer, 2020 Analisis komparatif . sikap petani untuk setiap jenis peran Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 9 tentang kategori sikap petani di lokasi penelitian 44-50 orang mempunyai sikap yang setuju terhadap pelaksanaan peran penyuluh pertanian yakni, sebagai, inovator 44 orang, sebagai edukator 44 orang, sebagai fasilitator 50 orang dan sebagai motivator 44 orang sedangkan 47 orang mempunyai sikap yang ragu-ragu terhadap pelaksanaan peran penyuluh pertanian. Tabel 9. Analisis Kompratif Sikap Petani Terhadap Pelaksanaan Peran Penyuluh Pertanian Peran yang di laksanakan penyuluh % Kategori komparatif sikap petani terhadap pelaksanaan peran penyuluh pertanian Komunikator Inovator Edukator Fasilitator Motivator Sumber: Hasil Analisis Data Primer, 2020 Tidak Setuju PENUTUP Kesimpulan Peran yang dilakukan penyuluh pertanian ada 5 unsur peranan dan masing-masing memiliki poin kegiatan dalam perencanaan guna menjalankan hortikultura sayur yaitu sebagai komunikator, inovator, edukator, fasilitator dan motivator. Sesuai dengan hasil penelitian dari ke 5 peranan tersebut penyuluh pertanian hanya melakukan peranan sebagai inovator,fasilitator dan motivator sedangkan peranan sebagai komunikator dan edukator belum dilakukan secara optimal. Sedangkan Sikap petani terhadap peran penyuluh pertanian dalam pemberdayaan petani hortikultura sayur di Desa Lewokeleng Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur tergolong ragu-ragu dengan skor rata-rata 34,24, dimana peran sebagai komunikator dan eduktor tergolong dalam kategori ragu-ragu . -47 oran. sedangkan peran sebagai inovator, fasilitator dan motivator tergolong dalam kategori setuju . -50 oran. Saran Ragu-ragu Setuju Mengacu pada kesimpulan di atas maka dapat di sarankan kepada. Pemerintah, agar jumlah penyuluh pertanian ditingkatkan dan diusahakan tempat tinggal penyuluh pertanian harus berdekatan dengan permukiman petani, perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menjalankan perannya sebagai komunikator dan Petani. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mengembangkan usahatani secara optimal dan Petani mampu menggunakan teknologi informasi seperti telepon dan internet sehingga pengelolaan usahatani dapat dilakukan secara optimal. DAFTAR PUSTAKA