20 KORELASI ANTARA PENGETAHUAN LINGKUNGAN DENGAN SIKAP TERHADAP LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT BANJAR BIAUNG DESA KESIMAN KERTALANGU DENPASAR Ni Nyoman Parmithi dan I Gede Putra Wirawa N Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP PGRI Bali ABSTRACT Correlation between the Environmental Knowledge with Attitude toward the Environment in the Community Banjar Biaung Desa Kesiman Kertalangu Denpasar This study aims to determine the correlation between the knowledge society with its attitude towards the environment in the village of Banjar Biaung Kesiman Kertalangu Denpasar, the 2014. Populasi in this study were residents in the village of Banjar Biaung Kesiman Kertalangu Denpasar the number of residents in 1010 and used as a sample of 50 members community using Proportional Stratified Random Sampling. Data collection was conducted by questionnaire and the data obtained were then analyzed by simple correlation Results of regression analysis regression line equation y = 10. 88 X. From the above regression equation can be interpreted that if the value of the knowledge society incremented by 1, then the average value of its attitude to the environment increased to 0. or any value knowledge society increases of 50, then the value of his attitude to the environment at 44. From the analysis of the data obtained r value of 0. This is in relation to the interpretation of the correlation coefficient indicates a strong relationship. The correlation coefficient indicates that the variance between the variables that occur in the knowledge society with its attitude towards the environment by 62. 3% and the remaining 7% is determined by other factors. Thus concluded that there is a significant relationship between the knowledge society with its attitude towards the environment in the village of Banjar Biaung Kesiman Kertalangu Denpasar, 2014. Keywords: knowledge society, public attitudes towards the environment PENDAHULUAN Banyak realita kehidupan masyarakat yang sering terjadi pada masa sekarang ini, baik yang secara langsung maupun tidak langsung yang diakibatkan oleh sikap masyarakat pada lingkungannya. Di antara realita itu adalah ketidakpedulian masyarakat pada lingkungan sekitar. Adapun faktor penyebab dari kenyataan tersebut adalah karena kurangnya rasa kepedulian terutama dalam sikap dari masing-masing individu dan kurangnya perhatian dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi lingkungan. Kurangnya sikap dalam masyarakat mungkin pula dipengaruhi oleh lingkungan itu sendiri. Lingkungan bagi manusia merupakan salah Namun manusia yang tak banyak mau tahu dengan Fenomena peristiwa, dan bencana lingkungan yang akhir-akhir ini banyak terjadi, akan tetapi banyak anggota masyarakat yang menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa dan wajar. Menurut Gustavo lingkungan adalah jumlah total dari semua kondisi yang mempengaruhi eksitensi, pertumbuhan, dan kesejahteraan dari unsur organisme yang ada di bumi. Setiap unsur kehidupan kita merupakan bagian dari Kepedulian pada permasalahan lingkungan secara sungguh-sungguh masih kurang karena belum terwujudnya dalam suatu tindakan yang memadai. Kalaupun ada aksi yang dilaksanakan dalam kegiatankegiatan ataupun acara tertentu saja. Bila kondisi seperti ini terus berlanjut, tak ubahnya sikap kita pada lingkungan seperti memelihara bom waktu pada saatnya ia akan muncul dalam bentuk bencana lingkungan. Selain itu, tanpa disadari bahwa kita sebenarnya tengah bunuh diri pelan-pelan secara ekologis. Bencana lingkungan itu sendiri sebenarnya telah banyak kita alami, namun bencana yang dialami tersebut hanya mampu mengingatkan kita sesaat saja. Setelah bencana berlalu, kepedulian terhapap lingkungan ikut pula berlalu dari ingatan dan sikap masyarakat. Bencana hanya menjadi sebuah kenangan tanpa makna walaupun tidak sedikit yang menorehkan trauma. Bencana lingkungan yang telah dianggap rutin di musim penghujan ini misalkan banjir yang diakibatkan oleh sikap manusia yang membuang sampah sembarangan. Upaya pencegahan seakan tak pernah tersentuh oleh banyak individu. Program pencegahan untuk meminimalisasi bencana dan dampaknya lebih banyak terlupakan, kalaupun ada terkesan dilakukan seadanya. Program yang penanggulangan dampak bencana, bukan antisipasi tindakan prevetif terhadap kemungkinan bencana yang akan datang. Adanya berbagai permasalahan lingkungan, menuntut masyarakat untuk bersikap peduli pada lingkungan yang mampu memecahkan permasalahan bencana lingkungan yang ada dan dapat mencapai tujuan untuk hidup sehat dan bersih. Dengan demikian, diharapkan masyarakat mampu menjaga lingkungan dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap lingkungan. Bila kita merujuk pada berbagai bencana masyarakat terhadap lingkungan masih lingkungan yang asri dan layak dihuni maka perlu adanya kesadaran masyarakat untuk Ketidakpedulian masyarakat pada lingkungan diakibatkan oleh aktivitas manusia antara lain : . Degradasi lingkungan, . Penurunan tanah/lahan karena akibat ulah Membuang sembarangan sehingga menyebabkan banjir akibat menumpuknya sampah, dan . Munculnya diakibatkan lingkungan yang tidak sehat. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian Korelasi Antara Pengetahuan Lingkungan Masyarakat Dengan Sikapnya Terhadap Lingkungan Di Banjar Biaung Desa Kesiman Kertalangu Denpasar. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui korelasi pengetahuan lingkungan masyarakat dengan sikapnya terhadap lingkungan di Banjar Biaung Desa Kesiman Kertalangu Denpasar. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini termasuk penelitian ex-postfactoAy. Penelitian ex-postfacto merupakan penelitian dimana variabelvariabel bebas telah terjadi ketika penelitian mulai dengan pengamatan variabel terikat dalam suatu penelitian. Rancangan atau desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Paradigma Sederhana yang dimana terdiri atas satu variabel independen dan dependen. Adapun desain digambarkan sebagai berikut. Gambar Hubungan antar variabel penelitian Populasi dalam penelitian ini seluruh warga masyarakat di Banjar Biaung Desa Kesiman Kertalangu, yang berumur antara 16-60 tahun dengan jumlah 1010 warga masyakat (Sumber: Kantor Kepala Desa Kesiman Kertalang. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota masyarakat yang terdapat di wilayah Banjar Biaung Desa Kesiman Kertalangu. Sampel diambil Stratified Proporsional Random Sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan lingkungan Variabel terikat dalam penelitian ini adalah sikapnya terhadap lingkungan. jenis data dalam penelitian ini adalah data primer karena peneliti secara langsung meneliti di Banjar Biaung Desa Kesiman Kertalangu. Dilihat dari sifatnya, jenis data dalam penelitian ini termasuk jenis data kuantitatif karena data yang disajikan dalam bentuk angka-angka yang diperoleh dari penyebaran angket. HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data tentang pengetahuan masyarakat tentang lingkungan dengan sikapnya terhadap lingkungan di Banjar Biaung Desa Kesiman Kertalangu Denpasar Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 Maret 2014 sampai 13 Maret 2014. Data tentang pengetahuan lingkungan masyarakat dengan sikapnya terhadap lingkungan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang telah diuji Data tentang pengetahuan lingkungan masyarakat mempunyai pengukuran sentral yaitu mean . ata-rat. = 74,6. median = 74,2. =30. simpangan baku (SD) = 6,62. varians = 43,8. Data tentang pengetahuan lingkungan masyarakat dikelompokan menjadi 3 katagori dalam katagori baik . kor Ou . , cukup . kor 60-. , dan kurang . kor < . , dan data tentang sikapnya terhadap lingkungan dikelompokan menjadi 4 katagori sangat baik . kor Ou . , baik . kor 80-. , cukup baik . kor 60-. , dan kurang baik . kor < . Analisis data menunjukkan koefisien korelasi . antara pengetahuan lingkungan masyarakat (X) dengan sikapnya terhadap lingkungan (Y) sebesar 0,789, sedangkan rtabel sebesar 0,279 . = . pada taraf signifikansi 5% ( = 0,. Dengan demikian Ho yang menyatakan tidak dapat menyatakan terdapat korelasi yang signifikan antara pengetahuan lingkungan masyarakat (X) dengan sikapnya terhadap lingkungan (Y), ditolak. Sebaliknya Ha menyatakan terdapatnya korelasi yang signifikan antara pengetahuan lingkungan masyarakat (X) dengan sikapnya terhadap lingkungan (Y), diterima. Sementara itu, lingkungan masyarakat dengan sikapnya terhadap lingkungan sebesar 62,3%. Berdasarkan hasil analisis tersebut terdapat pengetahuan lingkungan masyarakat dengan sikapnya terhadap lingkungan. Berdasarkan persamaan = 10,19 0,88 X. Dari persamaan regresi di atas dapat diartikan bahwa jika nilai pengetahuan lingkungan masyarakat bertambah 1, maka nilai rata-rata sikapnya terhadap lingkungan bertambah 0,88 ,atau setiap nilai pengetahuan lingkungan masyarakat bertambah 50, maka nilai sikapnya terhadap lingkungan sebesar Bila koefisien korelasi . tinggi, pada umumnya koefisien regresi . juga tinggi, sehingga daya prediktif akan tinggi. Sebaliknya jika koefisien regresi . rendah, pada umumnya koefisien regresi . juga rendah, sehingga daya prediktifnya rendah. Berdasarkan hasil penelitian bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin luas pengetahuan dan wawasan atau Masyarakat berpendidikan tinggi dan pendidikan rendah sama-sama akan mempengaruhi tingkat pengetahuan terhadap lingkungan termasuk dalam hal meningkatkan kepedulian terhadap Masyarakat yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah paham dan Masyarakat yang berpendidikan rendah akan sulit berkembang untuk menerima informasi baru dan memiliki pola mengakibatkan kurang kepedulian terhadap Hasil menunjukkan bahwa pendidikan pada responden yaitu pendidikan SD berjumlah 4 orang . %), berpendidikan SMP berjumlah 8 orang . %), berpendidikan SMA berjumlah 13 orang . %), berpendidikan SMK berjumlah 9 orang . %), lulusan perguruan tinggi/Diploma berjumlah 6 orang . %), dan lulusan perguruan tinggi/Sarjana berjumlah 10 orang . %). Pekerjaan pendapatan keluarga. Responden bekerja akan membantu pendapatan keluarga akan kepeduliannya pada lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 13 orang . %) bekerja sebagai PNS (Gambar Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah dan jenis hewan peliharaan (Gambar . jika dilihat dari kepeduliannya untuk menjaga kebersihan hewan peliharaan, hampir semua jenis hewan harus memiliki kepedulian khusus, hal ini disebabkan hewan memiliki reservoir berbagai jenis penyakit sehingga perlu untuk menjaga kebersihan kandang, dan pemeriksaan kesehatan hewan secara rutin. Sikapnya terhadap lingkungan merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulasi atau objek tertentu. Berdasarkan hasil penelitian yaitu 2 orang . %) memiliki sikap sangat baik terhadap lingkungan, sebanyak 14 orang . %) memiliki sikap baik terhadap lingkungan, dan sebanyak 34 orang . %) memiliki sikap cukup baik terhadap Pengetahuan masyarakat akan mempengaruhi baik buruk sikapnya terhadap lingkungan. Apabila pengetahuan lingkungan masyarakat baik maka sikapnya terhadap lingkungan baik, sebaliknya jika pengetahuan lingkungan masyarakat kurang baik maka sikapnya terhadap lingkungan juga kurang baik. Hal ini sesuai kajian empiris yang telah diuraikan pada bab sebelumnya yaitu pengaruh pencemaran lingkungan terhadap perilaku SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan terdapat korelasi yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan sikapnya terhadap lingkungan di Banjar Biaung Desa Kesiman Kertalangu Denpasar, tahun 2014, dimana terdapat korelasi yang kuat antara pengetahuan lingkungan masyarakat dengan sikapnya terhadap lingkungan yaitu 0,789. Sikapnya terhadap lingkungan ditentukan oleh pengetahuan lingkungan masyarakat sebesar 62,3% dan sisanya 37,7% ditentukan oleh faktor lain Berdasarkan uraian di atas, maka penulis dapat menyarankan sebagai . Kepada masyarakat diharapkan untuk lebih meningkatkan kepedulian mencegah dan menanggulangi berbagai bencana alam yang diakibatkan oleh manusia itu sendiri. Kepada instansi terkait seperti Dinas Kebersihan maupun Dinas Kesehatan hendaknya dapat memberikan penyuluhan masyarakat paham terhadap lingkungan dan . Disarankan bagi peneliti lain yang berkaitan dengan lingkungan untuk mencari faktor lain yang mempengaruhi sikap masyarakat terhadap lingkungan selain ditentukan oleh pengetahuan lingkungan DAFTAR RUJUKAN Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta. Depdiknas. Arnyana,B. Buku Ajar Dasar-dasar Metodelogi Penelitian. Denpasar: Bagian Ilmu Faal FK. UNUD. Azwar, 2003. Sikap Manusia. Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka. Pelajar. Cahyonoputra, 2002. Faktor Ae Faktor yang Mempengaruhi Sikap. Surabaya Desmita. Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Panduan bagi Orang Tua dan Guru dalam Memehami Psikologi Anak Usia SD. SMP, dan SMA). Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Gustavo. Chiras. Enviromental Science: Action for a Sustainable Future. California: The Benyamin Pub. Co. Inc. Hamzah. Syukri. Pendidikan Lingkungan. Bengkulu: Penerbit Aditama Keraf. Sony. Etika Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Kumbara. Andika. Pengaruh Pencemaran Lingkungan Terhadap Perilaku Masyarakat. Skripsi. Universitas Gajah Mada. Koyan. Wayan. Statistik Pendidikan Teknik Analisis Data Kuantitatif. Singaraja : Universitas Pendidikan Ganesha Press. Melodica. Diva. Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Sikap Dan Hasil Belajar Siswa. Skripsi. Universitas Gajah Mada. Notoadmodjo, 2003. Pendidikan dan Sikap atau Perilaku. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Salim. Emil. Pembangunan Berwawasan Lingkungan. Jakarta : LP3ES. Soemarwoto. Otto. Atur Diri Sendiri Paradigma Baru Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Gajahmada University Press. Soeriaatmadja. Ilmu Lingkungan. Bandung: Penerbit ITB Sudarmayanti dan Syarifudin. Metode Untuk Penelitian Populasi dan Sampel. Bandung : Rineka Cipta Sugiyono, 2013. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Sukardi, 2011. Metodelogi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Prateknya. Jakarta: Penerbit Rineka