Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 72-82 DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Available Online at: https://journal. id/index. php/jbpai Penerapan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Pelajaran PAI pada Siswa SMK Pesantren Darul Dakwah Lintang Nur Feka 1*. Nur Fitria Ningsih 2. Justsinta Sindi Alivi 3 Universitas Islam Majapahit. Indonesia Email : ln. feka@unim. id 1, nf. ningsih@unim. id 2, justsinta. alivi@unim. Alamat: Jl. Raya Jabon No. KM. 0,7. Tambak Rejo. Gayaman. Kec. Mojoanyar. Kabupaten Mojokerto. Jawa Timur 61364. Indonesia Korespondensi penulis: ln. feka@unim. Abstract. The purpose of this study is to see how the application of the problem-based learning (PBL) model can help students analyze Islamic Religious Education (PAI) lessons at SMK Pesantren Darul Dakwah. PBL is used to teach students to think critically, analytically, and find solutions to religious problems. This study used a qualitative approach with a classroom action research (PTK) design, which was conducted in two cycles. The results showed that PBL can help students analyze PAI materials. This was evident by the observation results which showed better task assessment, and more active and critical student participation in group discussions. This research proposes a wider application of PBL model in Islamic Education learning in SMK to improve students' understanding and analysis skills in the context of religious learning. Keywords: Problem Based Learning (PBL). Student Analysis Skills. Documents and Results Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dapat membantu siswa menganalisis pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Pesantren Darul Dakwah. PBL digunakan untuk mengajarkan siswa berpikir kritis, analitis, dan mencari solusi untuk masalah Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL dapat membantu siswa menganalisis bahan PAI. Ini terbukti oleh hasil observasi yang menunjukkan penilaian tugas yang lebih baik, dan partisipasi siswa yang lebih aktif dan kritis dalam diskusi kelompok. Penelitian ini mengusulkan penerapan model PBL lebih luas dalam pembelajaran PAI di SMK untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan analisis siswa dalam konteks pembelajaran agama. Kata kunci: Problem Based Learning (PBL). Kemampuan Analisis Siswa. Dokumen dan Hasil LATAR BELAKANG Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan mata pelajaran yang penting pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), karena tidak hanya memberikan pengetahuan tentang ajaran Islam, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia. Namun salah satu tantangan dalam pembelajaran PAI seringkali adalah mengembangkan kemampuan analisis siswa untuk memahami materi pelajaran. Hingga saat ini, permasalahan pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan adalah sekumpulan fakta yang harus dihafal. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan analisis siswa. Salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL). Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu Received: Desember 09, 2024. Revised: Desember 23, 2024. Accepted: Januari 16, 2025. Online Available: Januari 20, 2025 Penerapan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Pelajaran PAI pada Siswa SMK Pesantren Darul Dakwah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemecahan masalah dunia nyata, melibatkan siswa dalam proses pembelajaran yang menantang, dan mendorong mereka untuk berpikir kritis dan kreatif. Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemecahan masalah dunia nyata, melibatkan siswa dalam proses pembelajaran yang menantang, dan mendorong mereka untuk berpikir kritis dan kreatif. Dengan menggunakan PBL, siswa tidak hanya belajar memahami teori yang diajarkan, tetapi juga dilatih menganalisis situasi dan permasalahan terkait konsep PAI secara lebih mendalam dan aplikatif. Survei Kegiatan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa profesional pada kelas PAI melalui penerapan model pembelajaran problem based learning. Berdasarkan preliminary study yang dilakukan melalui wawancara dengan guru PAI di SMK Darul Dakwah, banyak siswa yang masih didapati cenderung pasif dan sulit untuk mengekspresikan pendapat mereka dalam pembelajaran di kelas PAI. Dengan demikian peneliti melakukan PTK dengan penerapan PBL lantaran berupaya buat mengatasi konflik, berkaitan dengan rendahnya kemampuan analisis siswa yang mana diharapkan bisa membantu perkembangan cara berpikir anak didik pada merampungkan konflik yang akan dihadapi, khususnya dalam anak didik Sekolah Menengah Kejuruan di Darul Dakwah ini, melaui PTK ini diharapkan juga akan ditemukan Solusi praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI khususnya mengenai pengembangan kemampuan analisis siswa, yang pada akhirnya akan mengarah pada pengembangan karakter yang lebih sesuai dengan kebutuhannya, dunia kerja dan kehidupan sosial. KAJIAN TEORITIS Nurhadi dan Senduk . menyatakan bahwa PBL merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan peserta didik menggali pengalaman autentik sehingga mendorong mereka aktif belajar, mengkonstruksi pengetahuan, dan mengintegrasikan konteks belajar di sekolah dan kehidupan nyata secara ilmiah. Dengan diterapkannya model pembelajaran berbasis Problem Based Learning, diharapkan siswa dapat lebih berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan lebih mudah menghubungkan muatan mata pelajaran dengan isu lingkungan hidup. Menurut Nurhadi . bahwa Aubelajar akan lebih bermakna apabila siswa atau anak didik mengalami sendiri apa yang dipelajarinyaAy. Permasalahan umum pada kelas PAI adalah siswa yang merespons kelas memiliki kemampuan analisis yang rendah. Pendidikan berusaha mengembangkan potensi individu agar mampu berdiri sendiri (Fatah, 2009: . Lantaran Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 72-82 menggunakan begitu murid akan belajar buat menuntaskan masalah yang dihadapinya, dan murid akan belajar bagaimana menyebarkan potensi yang dimilikinya. Kegiatan belajar di kelas sering kali terpusat pada guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, dengan metode ceramah sebagai strategi utama. Kondisi ini berdampak negatif pada peserta didik, yang menganggap pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai pembelajaran yang membosankan (Sholeha, 2021. Misbahudin, 2. Akibatnya, motivasi mereka untuk belajar PAI pun menurun, yang secara otomatis mempengaruhi prestasi belajar Keterampilan analisis ini sangat penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengevaluasi, menafsirkan, serta penerapan konsep yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Agama Islam dalam dasarnya menempati posisi yang strategis pada mewujudkan tujuan pendidikan Nasional, terutama pada menciptakan iman dan takwa dan berbagi karakter siswa ke arah yang lebih positif. Senada dengan pendapat dari Darajdat . yang menyebutkan bahwa tujuan pendidikan Islam secara garis besarnya adalah membina manusia agar menjadi hamba Allah yang baik dalam seluruh aspek kehidupan, perbuatan, pikiran dan perasaannya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti metode pengajaran yang kurang menarik, penggunaan pendekatan yang kurang relevan dengan kehidupan nyata siswa, dan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. METODE PENELITIAN Dalam Kesempatan ini. Peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi kegiatan kelas pada mata Pelajaran PAI dan survei respon siswa terkait penerapan kegiatan PBL. Partisipan dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Darul Dakwah yang terdiri dari 15 siswa. Partisipan ditentukan dengan menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan permasalahan yang diperoleh dari preliminary study mengenai masih lemahnya kemampuan analisis siswa di kelas tersebut. Proses pembelajaran dimulai dengan pengenalan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, yang kemudian dipecahkan melalui diskusi dan penelitian lebih lanjut. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan penerapan PBL serta dampaknya terhadap kemampuan analisis siswa dalam pelajaran PAI. Tujuannya merupakan menaikkan mutu proses dan output pembelajaran, mengatasi kasus pembelajaran, menaikkan profesionalisme dan menumbuhkan budaya akademik. Penelitian Tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus dengan langkah-langkah berikut : Penerapan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Pelajaran PAI pada Siswa SMK Pesantren Darul Dakwah Perencanaan Selama tahap perencanaan, kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat langkah-langkah proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL), seperti diskusi kelompok, media pembelajaran, dan lembar kerja siswa (Surya, 2. Tindakan dan Observasi Tahap tindakan dan implementasi terjadi secara bersamaan. Dalam hal ini, peneliti menjadi guru yang melakukan pembelajaran berbasis RPP. Implementasi pembelajaran yang pertama adalah memberikan Anda materi pelajaran sesuai dengan bab yang sedang Anda pelajari. Kemudian, kami menerapkan model pembelajaran PBL berbasis diskusi kelompok. Peneliti mengamati kegiatan belajar mengajar di kelas. Fokus penelitian ini adalah pada penerapan model PBL berbasis diskusi kelompok terhadap mutu pembelajaran secara keseluruhan pada siklus I dan II. Siklus II akan dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang direncanakan pada Siklus I. Langkah-langkah Siklus II harus dikaitkan dengan hasil refleksi yang dilakukan pada Siklus I. Hasil tinjauan Siklus I akan menentukan apakah siklus penelitian akan dihentikan atau dilanjutkan sampai hasil belajar mahasiswa membaik. Tujuan utama pengumpulan data adalah untuk menentukan sejauh mana Anda dapat mengetahui apakah Anda telah mencapai tujuan Anda atau tidak. Refleksi Kegiatan refleksi disini adalah meminta siswa untuk mengisi angket atau kuesioner tentang pengalaman tanggapan mereka terkait penerapan kegiatan PBL dari dua siklus, terutama bagaimana kegiatan PBL bisa membantu dan memudahkan mereka untuk menganalisis suatu problem . eningkatkan kemampuan analisi. Dari hasil angket refleksi. PTK ini menerapkan kriteria sukses sebesar 75%, yang mana apabila sebanyak paling sedikit 75% dari responden memberikan respon positif terkait pembelajaran PBL yang telah mereka alami, maka kegiatan PBL dianggap efektif untuk meningkatkan kemampuan analisis siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Observasi Kelas Siklus I Dalam percobaannya, metode pembelajaran berbasis masalah menggunakan film, yang mana siswa diberi aktifitas untuk menonton potongan film dan kemudian diberikan Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 72-82 beberapa pertanyaan untuk didiskusikan bersama dengan siswa. Setelah diskusi, siswa diberikan lembar kerja untuk menilai kemampuan analisis secara individu. Namun, di kegiatan ini, banyak siswa yang masih tidak merespon atau bersemangat untuk berpartisipasi dalam kegiatan diskusi. Berdasarkan hasil observasi kelas di siklus 1, ada beberapa kendala dalam menerapkan metode Problem Based Learning ini, diantaranya adalah : Sebagian besar siswa yang ada di kelas tersebut sama sekali tidak memiliki antusias untuk melaksanakan konsep Problem Based Learning ini, karena kebanyakan siswa itu terlihat tidak mau ribet dengan metode-metode yang akan diajarkan kepadanya. Ketika penerapan PBL tersebut dilakukan, partisipasi dari peserta didik sangat C Siswa mau mengerjakan tugas yang sudah diberikan saja dan masih harus dipaksa agar mau mengerjakan. Siswa masih merasa kekurangan motivasi dalam belajar. Pada percobaan siklus I dirasa gagal karena dari 15 anak yang mengumpulkan jawaban hanya 5 anak saja. Siklus II Melihat hasil percobaan siklus I yang menggunakan media film yang kurang memuaskan untuk kegiatan PBL, maka peneliti melakukan evaluasi dan mencoba menggunakan media pencitraan kertas pada percobaan siklus II. Dan dibandingkan dengan sebelumnya, siswa terlihat lebih antusias dan mulai mau untuk memberikan pendapat Siswa juga terlihat lebih lebih mudah menganalisis dari pemahaman sendiri dibandingkan dengan penggunaan media film, dimana kebanyakan siswa hanya menikmati filmnya dan tidak mau mengenali kesan-kesan yang terkandung di dalamnya. Hasil Survey Setelah penerapan PBL di dua siklus, siswa diminta untuk mengisi kuesioner terkait pengalaman dan persepsi mereka terhadap kegiatan PBL dan pengaruhnya dalam kemampuan analisis mereka. Hasil kuesioner yang diambil dari 15 siswa . adalah sebagai berikut. Tabel 1 : hasil perolehan jawaban Apakah Pertanyaan Tidak Penerapan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Pelajaran PAI pada Siswa SMK Pesantren Darul Dakwah metode Problem Based Learning (PBL) ? Terkait pengalaman siswa tentang PBL, 10 siswa . %) menyatakan bahwa mereka mengenal PBL dan pernah mengalami proses belajar yang menerapkan PBL. Sedangkan 5 siswa . %) menyatakan kegiatan PBL adalah pengalaman baru bagi mereka. Tabel 2 : hasil perolehan jawaban Pertanyaan Sejauh Sangat Cukup Baik Baik Kurang Tidak Problem Based Learning Terkait tanggapan siswa mengenai pemahaman konsep problem based learning, 13 siswa . %) sudah memahami konsep PBL, sedangkan hanya 2 siswa . %) yang masih belum mengenal konsep PBL. Tabel 3 : hasil perolehan jawaban Pertanyaan Tertarik Bingung Tidak Tidak Tertarik Bagaimana reaksi atau perasaan kamu ketika metode PBL ? Dari pernyataan di atas terlihat bahwa sebanyak 47% siswa tertarik dengan metode PBL ketika pertama kali melaksanakan kegitatan PBL. 27% siswa masih belum memahami atau bingung dengan penerapan metode ini dan 26% tidak terlalu tertarik sehingga kurang berminat pada penerapan kegiatan PBL. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 72-82 Tabel 4 : hasil perolehan jawaban Pertanyaan Sangat Efektif Sejauh Cukup Tidak Tidak metode PBL ini Terkait respon siswa terhadap keefektifan metode PBL dalam membantu mereka lebih mudah memahami materi belajar, 87% memberikan respon positif atau merasa terbantu, dan 13% tidak memberikan pendapat atau masih bingung. Tabel 5 : hasil perolehan jawaban Pertanyaan Sangat Setuju Tidak Sangat Apakah merasa lebih aktif dan terlibat dalam PBL ? Terkait respon siswa terhadap keefektifan metode PBL dalam membantu lebih aktif dalam belajar, 93% merasa lebih aktif, dan 7% merasa tidak berefek pada peningkatan keaktifan belajar mereka. Penerapan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Pelajaran PAI pada Siswa SMK Pesantren Darul Dakwah Tabel 6 : hasil perolehan jawaban Pertanyaan Sangat Setuju Tidak Sangat Metode PBL Respon siswa terhadap penerapan PBL dalam membantu kemudahan berdiskusi dalam kelompok, menunjukkan bahwa 87% merasa terbantu atau lebih mudah dalam berdiskusi, dan 13% tidak merasa terpengaruh. Tabel 7 : hasil perolehan jawaban Pertanyaan Sangat Membantu Bagaimana PBL Tidak Tidak dalam praktik ? Respon siswa terhadap penerapan PBL dalam membantu mengaplikasikan materi yang dipelajari dalam praktek, menunjukkan bahwa 93% merasa terbantu, dan 7% tidak merasa Berdasarkan hasil pengamatan kegiatan PBL pada kedua siklus . ua kali pertemua. , terlihat dari tanggapan siswa bahwa pada proses pembelajaran siklus I, siswa belum tuntas dalam kegiatan diskusi kelompok. Hal ini diketahui bahwa jawaban mereka cenderung pendek, dan banyak siswa masih tampak enggan mengungkapkan pendapatnya. Berdasarkan evaluasi di siklus I, kegiatan di siklus 2 . engan media gamba. menunjukkan peningkatan siswa dalam keantusiasan berpendapat, walaupun terlihat tidak signifikan. Hal ini mungkin terjadi karena siswa belum memahami materi yang diajarkan sehingga mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. Lebih jauh lagi, siswa nampaknya masih kurang percaya diri saat Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 72-82 mengungkapkan pendapatnya. Oleh karena itu diperlukan juga bantuan, tuntunan atau pertolongan yang bermakna bimbingan. Miller . dalam (Suryana dan Suryadi, 2012, p. menyatakan bahwa bimbingan merupakan proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimal kepada sekolah, keluarga, masyarakat. Oleh karena itu, bimbingan sangat penting dalam proses berkembangnya seorang peserta didik dalam memperbanyak pengalaman. Penerapan Problem Based Learning (PBL) Penerapan PBL dalam pembelajaran PAI di SMK Pesantren Darul Dakwah dilakukan dengan cara memberikan masalah atau studi kasus yang relevan dengan topik pelajaran. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diminta untuk mengidentifikasi masalah, mencari solusi, serta mendiskusikan hasil temuan mereka. Beberapa contoh masalah yang digunakan antara lain adalah isu-isu sosial yang berkaitan dengan agama, seperti masalah toleransi antar umat beragama, perbedaan mazhab dalam Islam, dan masalah moralitas dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan Kemampuan Analisis Siswa Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan analisis siswa terhadap materi PAI setelah penerapan metode PBL. Siswa lebih mampu mengidentifikasi isu-isu agama secara kritis dan menghubungkannya dengan konteks sosial dan budaya. Namun, beberapa siswa juga menunjukkan bahwa mereka terlihat membutuhkan waktu lebih untuk beradaptasi dengan pendekatan ini, karena lebih menuntut keterlibatan aktif dan berpikir kritis. Persepsi Siswa terhadap Penerapan PBL berdasarkan angket yang diberikan kepada siswa, sebagian besar siswa merasa bahwa metode PBL membuat mereka lebih tertarik dan lebih mudah memahami materi PAI. Hal ini dilihat dari tabel keempat yang menunjukkan 87% siswa tertarik dengan metode PBL ini. Mereka juga merasa lebih terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan dapat mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Dapat kita lihat pada tabel kelima yang menunjukkan bahwa 93% siswa merasa lebih aktif di kelas dengan adanya metode PBL ini. Berdasarkan hasil survey respon siswa terhadap penerapan Problem Based Learning dalam pembelajaran PAI di SMK Pesantren Darul Dakwah bisa disimpulkan efektif dalam meningkatkan kemampuan analisis siswa karena lebih dari 75% siswa memberikan respon positif . ebih dari kriteria kesuksesa. Meskipun dalam observasi kelas menunjukkan rendahnya keaktifan siswa, ini bisa dikarenakan proses adaptasi siswa terhadap kegiatan PBL yang menurut mereka masih baru, dan kegiatan PBL ini hanya dilakukan dua kali. Penerapan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Pelajaran PAI pada Siswa SMK Pesantren Darul Dakwah Dengan adanya pembelajaran berbasis masalah, siswa tidak hanya belajar teori agama, tetapi juga dihadapkan pada tantangan untuk berpikir kritis dan menemukan solusi yang relevan dengan kehidupan mereka. PBL juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk bekerja secara kolaboratif, yang membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial dan Hal ini sangat penting mengingat bahwa pelajaran PAI tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga nilai-nilai sosial yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, penerapan PBL memerlukan persiapan yang matandemikig dari guru, baik dalam merancang masalah yang sesuai dengan materi, maupun dalam membimbing siswa selama proses pembelajaran (Auliah dan Febriyanti dan Rustini, 2. Oleh karena itu, guru perlu dilibatkan dalam pelatihan dan pengembangan profesional agar dapat mengimplementasikan metode ini dengan efektif. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil angket siswa, model pembelajaran berbasis masalah meningkatkan keterampilan analisis siswa dimana bisa dilihat dari presentase tanggapan siswa lebih dari 75%, terutama dalam hal membantu lebih aktif dalam berpendapat, memudahkan memahami materi, memudahkan pemecahan masalah dalam diskusi kelompok, dan memudahkan pengaplikasian teori ke praktik. Namun, dari hasil observasi kelas, masih banyak siswa yang masih pasif, pasif dalam menyelesaikan kegiatan diskusi kelompok. Hal ini disebabkan siswa belum memahami konsep yang disajikan, sehingga menyulitkan pemecahan masalah. Selain itu, siswa masih kurang percaya diri dalam berkomunikasi untuk mengemukakan ide dan pendapat. Penggunaan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dalam pembelajaran PAI di SMK Pesantren Darul Dakwah menunjukkan bahwa meskipun PBL dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan pemikiran kritis siswa, metode ini belum mencapai hasil yang diinginkan. Terbatasnya sumber daya yang mendukung pelaksanaan PBL dan waktu yang terbatas, dan rendahnya dorongan dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran berbasis masalah adalah beberapa kelemahan dari penerpan PBL di penelitian ini. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan penggunaan PBL dalam pembelajaran PAI, guru harus diberi pelatihan yang lebih baik, dan sarana dan prasarana harus diperbarui. Karya ini dapat dijadikan rujukan ketika menganalisis cara berpikir terhadap permasalahan masa kini, khususnya di bidang sains dan khususnya di bidang studi agama, tanpa melupakan nilai orisinalitas karya ini. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal 72-82 DAFTAR REFERENSI Auliah. Febriyanti. , & Rustini. Analisis Hambatan Guru dalam Penerapan Model Problem Based Learning pada Pembelajaran IPS Kelas IV di SDN 090 Cibiru Bandung. Journal on Education, 5. , 2025-2033. Iswandi. Pengaruh Metode Problem Based Learning (PBL) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMK IT Alqimmah. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5 . , 4197-4203. Misbahudin. Pengaruh Media Permainan Edukasi terhadap Motivasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran PAI (Doctoral dissertation. UIN Sunan Gunung Djati Bandun. Ngatiyem. Penerapan Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. ACTION: Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas Dan Sekolah, 1. , 149-157. Primadoniati. Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 9. , 77-97. Ramli. , & Ramli. Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) Siswa Kelas XI TKR SMK Negeri 3 Bulukumba Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Memanfaatkan Perpustakaan Digital. Jupiter, 16. Shalihah. Penerepan Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PAI di SMK NU Banjarmasin. Prosiding Pendidikan Profesi Guru Agama Islam (PPGAI), 3. Sholeha. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Pembelajaran Discovery Learning. Indonesian Journal of Teacher Education, 2. , 218-225. Sriyati. , & Si. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Bandung: Pustaka Book. Surya. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SDN 016 Langgini Kabupaten Kampar. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 1. , 38-53. Syahminan. Modernisasi Sistem Pendidikan Islam di Indonesia pada Abad 21. Jurnal Ilmiah Peuradeun. Syahri. TRADISI KEILMUAN PESANTREN DI INDONESIA. Pesantren Studies Annual Symposium on Pesantren Studies (Ansop. 2022 Prosiding Nasional.