ANDHARA Volume 1. Issue 1. Mei 2021 Page 55-65 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DASAR SECARA DARING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ASING PADA SISWA SMP PGRI KALIMULYA Wahyu Budi1. Irma Rahmawati2. Muhamad Ekhsan3 1,2,3 Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial. Prodi Sastra Inggris. Universitas Dian Nusantara. Jakarta Corresponding author E-mail: wahyu. budi@undira. Diterima : 1 April 2021 Direvisi : 15 April 2021 Dipublikasi : 6 Mei 2021 Abstrak: Salah satu aspek yang menentukan keberhasilan pembelajaran adalah strategi pembelajaran yang digunakan. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Terdapat beberapa strategi hemat Bahasa Inggris yang dapat dipilih dan digunakan oleh para guru dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam empat keterampilan Bahasa Inggris. Guru disarankan untuk menggunakan strategi variasi yang dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa. Strategi pembelajaran yang bervariasi dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan bahasa siswa. Kata Kunci: Strategi. Pembelajaran Bahasa Inggris. Hasil Belajar. Present Tense PENDAHULUAN Bahasa merupakan alat komunikasi lisan manusia yang sangat penting dan lisan merupakan media utama, demikian halnya dengan bahasa Inggris. Bahasa Inggris dijadikan sebagai bahasa kedua baik dalam proses kegiatan formal maupun nonformal. Pembelajaran bahasa asing terdapat dalam semua tingkat Pendidikan (Bhowmik, 2015. Motteram, 2. Penggunaan bahasa asing sebagai alat komunikasi lisan sering dijumpai dalam komunikasi sehari-hari. Oleh karena itu, berbicara tidak cukup mengandalkan kemampuan penguasaan kosa kata, tetapi juga harus memiliki pengetahuan gramatika yang memadai. Sebagai salah satu aspek berbahasa, berbicara menduduki peran penting dalam kehidupan sosial sehingga Available Online: http://jurnal. id/index. php/andhara Page 55 ANDHARA Volume 1. Issue 1. Mei 2021 Page 55-65 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 kemampuan berbicara mudak harus dikuasai oleh siapa pun. Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah - sekolah di Indonesia sejak dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Bahasa Inggris juga merupakan bahasa kedua atau bahasa asing yang diajarkan disekolah setelah bahasa pertama atau bahasa Indonesia. Oleh karenanya penguasaan bahasa baik lisan, tulisan dan isyarat merupakan hal yang tidak dapat dihindari termasuk bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, membuka cakrawala dunia dan komunikasi masyarakat global. Di samping itu, bahasa Inggris merupakan alat untuk berkomunikasi secara lisan dan tulis. Kemahiran bahasa komunikatif terdiri dari dua bagian yaitu pengetahuan bahasa dan strategi bahasa (Bachman et al. , 2. Berkomunikasi yang kita ketahui adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Kemampuan berkomuniasi disini dalam artian kemampuan berwacana yakni mampu memahami dan menghasilkan teks lisan atau tulisan yang direalisasikan dalam dua keterampilan berbahasa, yaitu ketrampilan reseptif dan keterampilan Keterampilan reseptif meliputi keterampilan menyimak . dan keterampilan membaca . , sedangkan keterampilan produktif meliputi keterampilan berbicara . dan keterampilan menulis . Oleh karena itu, mata pelajaran bahasa Inggris diarahkan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut agar lulusannya mampu berkomunikasi dan berwacana dalam bahasa Inggris pada tingkat literasi tertentu. Tingkat literasi dalam pembelajaran bahasa Inggris khususnya siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah tingkat di mana siswa diharapkan mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa. Dalam lingkungan pendidikan, siswa dituntut mampu berbicara dalam proses pembelajaran. Siswa harus mampu mengutarakan gagasannya. Mereka juga harus dapat menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan dengan baik selama pembelajaran berlangsung. Para siswa dituntut mampu mengemukakan pendapat, mempertahankan pendapat, menyanggah pendapat siswa lain, atau mempengaruhi siswa lain agar mengikuti alur pemikirannya. Siswa boleh jadi sudah menguasai tata cara berbicara, tetapi kemampuan yang dikuasai itu terutama hanya berupa kemampuan berbicara dalam keadaan bertatap muka atau dalam kelompok kecil. Available Online: http://jurnal. id/index. php/andhara Page 56 ANDHARA Volume 1. Issue 1. Mei 2021 Page 55-65 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Bahasa memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan kita sehari-hari. Peran mereka tidak hanya terbatas pada komunikasi, melainkan meluas ke cabang-cabang ilmu pengetahuan dan manusia yang sangat luas. Bahasa mampu mengembangkan pengetahuan manusia dan memperluasnya untuk kepentingan umat manusia (Zedan et al. , 2. Peran bahasa Inggris di atas akan dapat tercapai apabila sistem pendidikan berlangsung dengan baik, sebab Pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mendukung kemajuan bangsa dan negara. Dalam hal ini. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 menjelaskan: Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hal ini memberi makna bahwa pelaksanaan pendidikan nasional memiliki tujuan yang kompleks, di samping bertaqwa kepada Tuhan, pendidikan juga diharapkan mampu membentuk peserta didik menjadi sosok yang cakap terhadap ilmunya dan mandiri, demokratis dan bertanggung jawab. Dalam kenyataannya, banyak siswa yang berbicara secara resmi di depan umum kebanyakan hanya berupa pengajuan pertanyaan saja. Kalaupun ada hanya satu atau dua orang saja yang mampu dan berani berbicara didepan Kelas terkesan mati karena tidak terjadi interaksi seperti yang seharusnya terjadi dalam proses pembelajaran. Padahal keberhasilan suatu pembelajaran dipengaruhi juga oleh keaktifan para siswa dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Banyak faktor yang mengakibatkan siswa susah dalam berkomunikasi diantaranya adalah kurangnya peran guru dalam memfasilitasi siswa dengan model dan media pembelajaran yang tepat. Selain faktor tersebut, ada faktor lain yang mempengaruhi kemampuan berbicara siswa diantaranya adalah rendahnya penguasaan kosakata, sulitnya siswa dalam menyusun kalimat yang baik, dan ketidak mampuan siswa mengembangkan gagasan, kebiasaan menggunakan bahasa ibu dalam berkomunikasi, baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, dan juga seringnya para guru menggunakan teknik ceramah untuk menjelaskan bahan ajar. Untuk memahami suatu tuturan, pembelajar bahasa harus mengembangkan pemahaman tentang arti Available Online: http://jurnal. id/index. php/andhara Page 57 ANDHARA Volume 1. Issue 1. Mei 2021 Page 55-65 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 kata-kata dalam tuturan dengan memperoleh kosa kata, dan juga menentukan peran tata bahasa dari kata-kata tersebut dari struktur sintaksis kalimat (Rebuschat et al. , 2. SOLUSI DAN TARGET Sesuai judul, pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pelatihan berbasis daring. Peserta pelatihan adalah siswa di SMP PGRI KALIMULYA. Sebagai tenaga pelatih . adalah 2 Dosen dari Universitas Dian Nusantara yang akan dibantu oleh dosen dari universitas pelita bangsa berjumlah 1 orang. Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari secara online via group whatsapp dengan 1 kali pertemuan via google meet. Jika berdasarkan hasil evaluasi pelatihan ini bisa berhasil maka ini akan menjadi pertimbangan untuk melaksanakan pengabdian lanjutan dalam rangka meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa di SMP PGRI KALIMULYA menjadi lebih baik. Proses pembelajaran dalam pelatihan ini akan menggunakan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) yang mengedepankan penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi baik secara lisan maupun tulis. Dengan demikian pembelajar mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan semua kemampuan atau skill berbahasa yang meliputi kemampuan berbicara, mendengar, menulis dan membaca. Ciri khas dari penggunaan pendekatan ini adalah pembelajar mendapatkan kesempatan sebesar-besarnya untuk mempraktekkan bahasa yang dipelajarinya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengkondisikan pembelajar untuk bekerjasama dalam bentuk berpasangan ataupun berkelompok sehingga kesempatan untuk menggunakan bahasa yang dipelajarinya menjadi lebih banyak. Target dari kegiatan ini adalah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada siswa SMP PGRI KALIMULYA dalam menghadapi era digitalisasi dan globalisasi melalui pelatihan Basic English adalah sebagai berikut: Meningkatkan keterampilan Bahasa Inggris dasar siswa SMP PGRI KALIMULYA. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Bahasa Inggris. Selain itu, luaran yang ditargetkan oleh tim berupa draf artikel ilmiah yang akan dipublikasikan di jurnal pengabdian kepada masyarakat Available Online: http://jurnal. id/index. php/andhara Page 58 ANDHARA Volume 1. Issue 1. Mei 2021 Page 55-65 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 METODE Kegiatan Strategi pembelajaran bahasa inggris ini dilaksanakan dengan tahapan-tahapan Diskusi Analisis Kebutuhan Kegiatan ini diawali dengan diskusi dengan Guru, serta beberapa siswa SMP PGRI KALIMULYA. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk mengumpulkan informasi berkaitan dengan tersedia dan tidaknya pelatihan bahasa Inggris secara online dbagi siswa di tempat Karakteristik dan tingkat pengetahuan peserta yang dalam hal ini adalah siswa SMP PGRI KALIMULYA kelas dalam pelatihan bahasa Inggris, metode dan media dan materi pelatihan yang tersedia dan digunakan di SMP PGRI KALIMULYA, serta materi bahan ajar dan media yang dibutuhkan oleh para siswa. Diskusi ini juga dilakukan sebagai media untuk menyamakan persepsi dalam menentukan metode sebagai penguat landasan pelatihan bahasa Inggris yang komunikatif. Untuk memperjelas pemahaman tentang kecakapan komunikatif, merujuk kepada beberapa pakar linguistic. Kecakapan komunikatif mewakili kemampuan dan kepercayaan diri kita dan akan meningkatkan nilai dan rasa hormat kita kepada orang lain. Kecakapan ini berpengaruh pada kemajuan gaji, tanggung jawab, dan jalur pekerjaan. itu juga mempengaruhi cara kita mendapatkan bantuan dari orang lain (Mohammadi et al. , 2. Dari uraian konsep kecakapan komunikatif di atas, dapat disimpulkan bahwa kecakapan komunikatif itu adalah kemampuan pembicara dalam memahami, menafsirkan, dan merealisasikan bahasa sesuai dengan konteksnya. Penentuan Strategi Pembelajaran Bahasa Inggris Secara Daring . Memori Strategi belajar memori digunakan oleh pembelajar dengan memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman belajar sebelumnya. Strategi belajar ini banyak melibatkan ingatan dan proses pembelajaran yang menggunakan daya ingat. Misalnya, apabila pembelajar menghubungkan bunyi ujaran dengan hal-hal yang pernah diingatnya, maka ia sedang menggunakan strategi belajar memori. Termasuk dalam strategi belajar ini adalah mengulang pelajaran sebelumnya. Demikian pula, apabila pembelajar menggunakan Available Online: http://jurnal. id/index. php/andhara Page 59 ANDHARA Volume 1. Issue 1. Mei 2021 Page 55-65 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 gerakan-gerakan badan untuk membantu pemahaman, maka ia sedang mempraktikkan strategi belajar memori. Kognitif Strategi kognitif merupakan perilaku pembelajar dalam proses belajar mengajar yang behubungan dengan penggunaan daya pikir pembelajar. Strategi ini dapat berwujud berbagai kegiatan. Dalam suatu penelitan, ditentukan enam macam perilaku kognitif yang diharapkan dapat mewakili strategi ini. Keenam perilaku inin adalah: membetulkan kesalahan sendiri, menggunakan gerakan isyarat, melatih mengucapkan kata, menulis dalam buku catatan, membaca dari papan tulis, dan menatap media ajar. Kompensasi Strategi belajar kompensasi digunakan oleh pembelajar yang telah memiliki keterampilan- keterampilan yang cukup tinggi. Strategi belajar ini biasanya dimanfaatkan untuk menanggulangi beberapa keterbatasan dalam berbahasa. Pembelajar yang mengalami kesulitan dalam menerangkan sesuatu dalam bahasa yang dipelajari, misalnya dapat menggunakan definisi atau terjemahan dalam ujarnya untuk menjaga agar proses berbahasa tetap berjalan. Bahkan, gerakan-gerakan badan dapat digunakan untuk menutup keterbatasan yang ia hadapi. Termasuk dalam jenis strategi belajar ini adalah menentukan atau memilih sendri topik yang dibicarakan. Bahkan untuk menghindari topik yang sulit juga merupakan strategi dalam kelompok ini. Meta-kognitif Strategi meta-kognitif merupakan perilaku pembelajar yang berhubungan dengan teknik atau cara pembelajar untuk menghadapi dan mengelola bahan belajar mengajar. Dalam penelitian ini, strategi meta-kognitif diwujudkan berbagai macam kegiatan yang dapat dimasukan ke dalam tiga kategori berikut: memutuskan perhatian merencanakan dan menyusun kegiatan belajar mengajar, dan mengevaluasi proses belajar mengajar. Dapat ditekankan bahwa semua ini harus datang dari dan dikerjakan oleh pembelajar. Afektif Strategi afektif merupakan perilaku pembelajar yang berhubungan dengan sikap dan perasaan pembelajar dalam menghadapi proses belajar. Strategi ini lebih lanjut dibagi menjadi dua: afektif positif dan afektif negatif. Strategi afektif positif adalah prilaku pembelajar yang menunjukkan bahwa pembelajar menerima dan menghargai proses belajar mengajar. Strategi afektif negatif adalah prilaku pembelajar yang menunjukkan bahwa pembelajar menolak dan tidak menghargai proses belajar mengajar. Perlu Available Online: http://jurnal. id/index. php/andhara Page 60 ANDHARA Volume 1. Issue 1. Mei 2021 Page 55-65 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 diperhatikan bahwa istilah AunegatifAy sebagaimana digunakan di sini tidak mengandung makna jelek atau buruk. Penolakan pembelajar tehadap proses belajar mengajar harus dipandang sebagai sikap yang AunetralAy, yang tidak berhubungan dengan nilai baik-buruk. Strategi afektif positif diwakili oleh empat prilaku: tertawa dengan menunjukkan kesenangan atau kepuasan, tersenyum menunjukkan kepuasan dan menunjukkan kesenangan karena hal-hal yang lucu menyenangkan. Strategi afektif negatif diwakili oleh lima perilaku: menunjukkan kebingungan, mengeluh, tidak memperhatikan guru, berbicara dengan teman sebangku di luar relavansi belajar, dan menunjukkan sikap masa . Sosial Strategi sosial merupakan perilaku pembelajar yang berhubungan dengan kerja sama pembelajar dengan sejawatnya dalam mencapai tujuan belajar. Strategi ini diwujudkan dalam enam kegiatan: berbicara dengan teman sebangku mengenai pelajara, membantu teman sesuai dengan kegiatan belajar mengajar, minta bantuan kepada teman, memberikan pujian kepada teman, melecehkan atau menyoraki teman dan mengganggu Pelaksanaan Pelatihan Kegiatan pelatihan Bahasa Inggris Komunikatif bagi siswa ini direncakan selama 3 hari. Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan pada jumat, sabtu dan Minggu pagi pukul 09. 00 Ae Dimana untuk aktivitas pada hari jumat dan minggu pelatihan dilakukan menggunakan group Whatsapp sedangkan untuk hari sabtu dilakukan pelatihan mengunakan aplikasi zoom. Metode yang digunakan adalah pembelajaran yang berpusat pada pebelajar dan pembelajaran yang bersifat aktif. Dengan menggunakan kedua metode tersebut, diharapkan siswa dapat menguasai materi yang disampaikan dengan baik. Partisipasi siswa dalam kegiatan ini berupa: memberikan informasi yang diperlukan, . menyediakan tempat dan membantu tim mempersiapkan kelas untuk pelatihan . mengkoordinir siswa untuk mengikuti pelatihan sesuai jadwal Adapun gambaran jadwal kegiatan pelatihan dapat dilihat pada Tabel 1. Available Online: http://jurnal. id/index. php/andhara Page 61 ANDHARA Volume 1. Issue 1. Mei 2021 Page 55-65 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Tabel 1 Gambaran Jadwal Kegiatan Pelatihan Hari Jumat Sabtu Media Group WA Google meet Minggu Group WA Aktivitas Pre-Test Pelatihan: Simple Present Tense Imperative Present Continuous Tense Post-Test Evaluasi Hasil Pelatihan Selama pelatihan berlangsung, evaluasi akan dilakukan untuk melihat ketercapaian target dan luaran yang diharapkan. Terdapat dua jenis evaluasi yang akan dilakukan. Pertama, evaluasi terhadap pemahaman mengenai Materi yang diberikan. Kedua, evaluasi terhadap kegiatan pelatihan dalam mengerjakan soal-soal untu pretest dan posttest dalam testest Bahasa Inggris. Data yang diperoleh akan dianalisa secara kuantitatif untuk melihat peningkatan pemahaman dan keterampilan berdasarkan apa yang telah mereka peroleh selama kegiatan pelatihan. Dari hasil analisa data, tim pengusul akan mengevaluasi keberlanjutan program dan mengidentifikasi kebutuhan mitra yang lainnya guna peningkatan kualitas sumber daya mitra dan peningkatan keterampilan bebahasa Inggris mitra untuk tahun berikutnya. Statistik untuk Menganalisis Data dikumpulkan dan untuk selanjutnya dianalisis. Untuk keperluan analisis dapat digunakan perangkat lunak Microsoft Excel . HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan hasil studi analisis melalui wawancara dan observasi kepada mitra yaitu SMP PGRI KARYAMULYA Tambun Selatan. Berdasarkan hasil analisis situasi tersebut, tim pelaksana mengidentifikasi beberapa permasalahan yang dihadapi mitra. Kegiatan pelatihan Bahasa inggris menjadi solusi bagi untuk meningkatkan kemampuan dasar Bahasa Inggris Siswa SMP PGRI KALIMULYA dan Available Online: http://jurnal. id/index. php/andhara Page 62 ANDHARA Volume 1. Issue 1. Mei 2021 Page 55-65 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 untuk mempersiapkan mereka terjun ke dunia kerja. Langkah awal yang dilakukan tim pelaksana adalah koordinasi dengan mitra dan menyepakati beberapa hal, yaitu: pendataan jumlah anggota yang bersedia mengikuti kegiatan pelatihan, . penyusunan jadwal . pelatihan, . penyediaan sarana dan prasarana pelatihan, . evaluasi hasil kegiatan. Mitra berperan aktif mengkoordinir anggota mitra untuk mengikuti pelatihan sesuai jadwal. Secara garis besar, terdapat 3 . kegiatan utama dalam pengabdian kepada masyarakat. Tahap Persiapan Kegiatan Pelatihan Persiapan kegiatan pelatihan Bahasa Inggris dimulai dengan koordinasi tim dengan mitra untuk mempersiapkan kegiatan. Persiapan tersebut meliputi pengaturan jadwal dan mengidentifikasialatdan bahanyang akan digunakan pada pelaksanaan Selanjutnya tim melakukan koordinasi internal untuk mempersiapkan alat dan bahan untuk pelatihan, termasuk media pembelajaran. Materi untuk pelatihan juga disiapkan dengan cara melakukan kajian terhadap beberapa literatur terkait dan menyusun materi sesuai kebutuhan mitra. Sebagai bahan untuk evaluasi, tim menyiapkan 2 . materi tes untuk pretest dan posttest. Pelaksanaan Pelatihan Bahasa Inggris Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan selama 3 kali pertemuan pada hari Jumat. Sabtu, dan Minggu dari pukul 09. 00 Ae 10. Pada pertemuan pertama, pelaksanaan pretes untuk menganalisa kemampuan awal peserta. Pertemuan kedua difokuskan pada pemberian materi kepada peserta secara intensif. Setelah itu, tim melaksanakan evaluasi pemahaman peserta melalui posttest pada pertemuan ketiga. Mereka sangat antusias untuk mengikuti pelatihan dan berharap mendapatkan pengalaman lebih dan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka. Hasil Analisa pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar peserta. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar yang juga dapat diartian sebagai peningkatan pemahaman Antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan ini sangat tinggi. Hal ini dibuktian dengan tingginya rata-rata tingkat kehadiran peserta pada tiap pertemuan. Jumlah peserta yang bersedia mengikuti pelatihan adalah 59 orang dan rata-rata kehadiran pada tiap pertemuan adalah 95% Available Online: http://jurnal. id/index. php/andhara Page 63 ANDHARA Volume 1. Issue 1. Mei 2021 Page 55-65 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Evaluasi Setelah pelatihan selesai dilaksanakan, tim mengevaluasi pelaksanaan kegiatan secara internal dan selanjutnya bersama mitra. Evaluasi dilakukan untuk menganalisa keberhasilan program dan mengidentifikasi rencana keberlanjutan program berdasarkan hasil tes, tingkat kehadiran, dan adanya peningkatkan kemampuan Bahasa Inggris Secara umum, langkah-langkahkegiatan yang dilakukan tim pelaksana pengabdian sebagai solusi memecahkan masalah mitra. Tabel 2. Statistik Deskriptif Hasil Pembelajaran Keterangan Mean Std. Deviasi Std. Error Mean Pre Test 64,70 7,22570 0,94878 Post Test 74,55 2,07044 0,27186 Dari tabel perbandingan di atas menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pre-test dan post-test. Tabel tersebut menyatakan bahwa hasil dari nilai pre-test adalah 64,70 dan hasil dari nilai post-test adalah 74,55. Hal ini bisa disimpulkan bahwa hasil nilai post-test yang lebih tinggi dibandingkan nilai pre-test menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan antara nilai pre-test dan nilai post-test. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Beberapa kesimpulan yang dapat diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat di SMP PGRI KALIMULYA yaitu: Program kegiatan Pelatihan Dasar secara Daring di sambut positif oleh siswa maupun pihak sekolah SMP PGRI KALIMULYA . Dorongan yang sangat tinggi dari Siswa SMP PGRI KALIMULYA untuk menambah ilmu dan ketrampilan dalam berbagai bidang khusunya penguasaan bahasa inggris. Saran