Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6. p-ISSN : 2655-657X http://jurnal. id/index. php/IJEC Penerapan Strategi Kreatif dalam Pembelajaran Inklusif di PAUD Rifatul Aliyah1. Muchamad Nursalim2. Budi Purwoko3 Prodi S2 PAUD. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia Email Korespondensi : 24011545006@mhs. 1,2,3 ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya studi mengenai penerapan strategi kreatif dalam pembelajaran inklusif di PAUD, padahal fenomena ini memiliki dampak signifikan terhadap optimalisasi perkembangan dan partisipasi anak berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas berbagai strategi kreatif dan implikasinya dalam konteks pembelajaran inklusif di PAUD. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis . ystematic revie. , dengan menganalisis 20 artikel ilmiah yang relevan dan terpublikasi. Data dikumpulkan melalui identifikasi dan ekstraksi informasi kunci dari artikel-artikel terpilih, dan dianalisis menggunakan sintesis naratif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kreatif secara signifikan meningkatkan keterlibatan, fokus, dan perilaku adaptif pada anak berkebutuhan khusus, seperti penggunaan busy board untuk anak ADHD dan metode penanganan gangguan konsentrasi. Temuan ini sejalan dengan tujuan penelitian dan memperkuat teori pembelajaran yang berdiferensiasi dan berpusat pada anak. Simpulan utama penelitian ini adalah pentingnya peran strategi kreatif dalam menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif yang responsif dan stimulatif bagi semua anak di PAUD. Implikasi penelitian ini meliputi aspek teoretis, seperti pengayaan literatur tentang pedagogi inklusif dan pengembangan anak usia dini, serta aspek praktis, misalnya rekomendasi bagi pendidik dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan pelatihan guru dalam strategi kreatif, merumuskan kurikulum yang fleksibel, dan mengembangkan model kolaborasi sekolah-orang tua yang lebih Penelitian ini juga membuka peluang studi lanjutan tentang pengujian empiris skala besar terhadap efektivitas strategi kreatif tertentu dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasinya secara berkelanjutan. Kata kunci: Strategi Kreatif. Pembelajaran Inklusif. PAUD. Anak Berkebutuhan Khusus. Kompetensi Guru. Implementation of Creative Strategies in Inclusive Learning in PAUD ABSTRACT This study is motivated by the limited research on the application of creative strategies in inclusive early childhood education (PAUD), despite its significant impact on optimizing the development and participation of children with special needs. The study aims to analyze the effectiveness of various creative strategies and their implications within the context of inclusive learning in PAUD. The research adopts a systematic review design, by analyzing 20 relevant and published scholarly articles. Data was collected through the identification and extraction of key information from selected articles, and analyzed using thematic narrative synthesis. The findings reveal that creative strategies significantly enhance engagement, focus, and adaptive behaviors in children with special needs, such as the use of busy boards for children with ADHD and methods for addressing concentration disorders. These findings align with the research objectives and support the theory of differentiated and child-centered learning. The study concludes that the critical role of creative strategies in creating a responsive and stimulating inclusive learning environment for all children in PAUD is paramount. The Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X implications encompass theoretical contributions, such as advancing the literature on inclusive pedagogy and early childhood development, and practical recommendations for educators and policymakers to enhance teacher training programs in creative strategies, reform flexible curricula, and adopt new models of closer school-parent collaboration. Additionally, this study identifies future research opportunities on large-scale empirical testing of specific creative strategies and factors influencing their sustainable implementation. Keywords: Creative Strategies. Inclusive Learning. Early Childhood Education. Children with Special Needs. Teacher Competency. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. A Tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Dalam konteks pendidikan inklusif, peran PAUD semakin penting karena harus menjamin akses dan kualitas pembelajaran bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa strategi pembelajaran di PAUD sering kali belum sepenuhnya mampu merespons kebutuhan beragam peserta didik secara kreatif dan menyeluruh (Fatimah et al. Di Indonesia, tantangan implementasi pendidikan inklusif di PAUD masih tinggi, terutama dalam keterbatasan kapasitas guru dan metode pembelajaran yang adaptif. Fenomena ini menjadi isu nasional karena kualitas pendidikan inklusif yang efektif sangat bergantung pada strategi pedagogik yang tidak hanya responsif, tetapi juga inovatif. Guru PAUD kerap menghadapi kesulitan dalam menerapkan metode pembelajaran kreatif di kelas inklusi karena kurangnya pelatihan dan sumber daya (Purnamasari et al. , 2. Padahal, strategi yang kreatif terbukti dapat meningkatkan atensi, partisipasi, dan interaksi anak dengan berbagai latar belakang kebutuhan. Oleh karena itu, isu ini perlu ditangani secara sistematis dengan pendekatan berbasis riset yang memadai. Tanggapan terhadap isu ini didukung oleh pendekatan konstruktivistik dalam pendidikan anak usia dini, di mana anak menjadi subjek aktif dalam pembelajaran yang menekankan partisipasi dan pengalaman langsung. Menurut teori Vygotsky tentang Zone of Proximal Development (ZPD), strategi kreatif seperti permainan berbasis masalah dan kegiatan eksploratif sangat efektif dalam menstimulasi perkembangan kognitif dan sosial anak, terutama dalam kelas inklusi (Angraeni & Afifah, 2. Oleh karena itu, penerapan strategi kreatif menjadi titik tumpu penting dalam mengembangkan inklusivitas pembelajaran di PAUD. Dukungan terhadap pendekatan ini juga datang dari Nugraha . yang meneliti penggunaan model Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran tahfizh di PAUD inklusif. Penelitian tersebut menegaskan bahwa penggunaan pendekatan kreatif berbasis HOTS dapat membantu anak berpikir kritis dan mandiri, sekaligus memperkuat inklusi spiritual dan sosial. Hasil temuan ini memberikan dasar empiris bahwa strategi pembelajaran kreatif dapat diadaptasi dalam berbagai bentuk kegiatan PAUD, termasuk dalam konteks keagamaan (Nugraha, 2. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak membahas strategi umum pembelajaran inklusif atau pendekatan tematik tanpa mengeksplorasi secara spesifik kreativitas guru dalam merancang kegiatan yang adaptif dan menyenangkan bagi semua anak. Dengan mengisi gap tersebut, penelitian ini berusaha mengeksplorasi lebih dalam penerapan strategi pembelajaran kreatif berbasis inklusi di PAUD dengan melihat bagaimana guru mengadaptasi metode dan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X media untuk mengakomodasi keragaman karakteristik anak. Pendekatan ini didasarkan pada model ABCD (Asset-Based Community Developmen. yang dikembangkan Purnamasari dan Redjeki . , di mana strategi pembelajaran dikembangkan dari potensi lokal dan aset sosial dalam komunitas PAUD. Model ini sejalan dengan prinsip pedagogik progresif yang menekankan konteks dan kebermaknaan(Purnamasari et al. , 2. Kebaruan dari kajian ini juga terletak pada fokus terhadap anak dengan kebutuhan khusus spesifik, seperti ADHD. Mereka menunjukkan bahwa pembelajaran kreatif berbasis musik, gerak, dan warna memiliki pengaruh signifikan dalam mengelola perilaku dan fokus anak dengan tantangan atensi. Ini memperkuat argumen bahwa strategi kreatif dalam pendidikan inklusif bukan hanya soal inovasi, tetapi juga bagian dari keadilan pendidikan (Angraeni & Afifah, 2. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pembelajaran kreatif dalam pendidikan inklusif perlu dirancang sebagai bagian dari proses yang sadar konteks. Kreativitas guru tidak hanya berarti penggunaan media yang menarik, tetapi lebih dari itu, menyangkut kemampuan untuk menyusun kegiatan belajar yang bersifat kolaboratif, diferensiatif, dan reflektif terhadap kebutuhan individu anak. Hal ini senada dengan prinsip dasar pedagogi humanistik yang menekankan keunikan setiap anak sebagai pusat proses pembelajaran. Selain itu, upaya mendesain strategi kreatif di PAUD juga berkaitan erat dengan profesionalisme guru. Guru yang mampu merancang pembelajaran berdiferensiasi memiliki potensi besar dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif dan membangun kepercayaan diri anak (Fatimah et al. , 2. Mereka berargumen bahwa guru PAUD harus dilatih untuk memahami variasi gaya belajar dan latar belakang anak, serta mampu menyusun strategi yang responsif secara psikososial dan pedagogik. Dengan merujuk berbagai studi di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pembelajaran kreatif dalam konteks pendidikan inklusif di PAUD. Penelitian ini akan melihat dimensi desain pembelajaran, pelaksanaan kegiatan, serta respons anak dalam lingkungan belajar yang heterogen. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan model pendidikan anak usia dini yang inklusif dan transformatif di Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis untuk menelaah strategi kreatif dalam pembelajaran inklusif di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama periode 2020Ae2025. Desain yang digunakan adalah literatur sistematis naratif, dengan penelusuran artikel dilakukan secara terstruktur dan seleksi berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak 20 artikel akademik dipilih melalui teknik purposive sampling dari database bereputasi (Sinta. Scopus. DOAJ), dengan fokus pada strategi kreatif dan konteks inklusi. Unit analisis dalam studi ini adalah artikel ilmiah, bukan individu, dan hanya artikel yang memuat hasil empiris serta tersedia secara terbuka yang dianalisis lebih Awal pengumpulan data dilakukan dengan mencari dan mengunduh artikel melalui Google Scholar yang menggunakan kata kunci terkait dengan judul penelitian. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasikan dan dianalisis sesuai karakteristiknya, yang pada akhirnya disajikan sebagai temuan penelitian. Artikel dianalisis melalui pendekatan tematik (Braun. , & Clarke, 2. dengan tahapan membaca ulang, mengidentifikasi tema utama, mengelompokkan temuan, serta menyajikannya secara naratif dan tabel tematik. Tema yang muncul mencakup bentuk strategi kreatif, diferensiasi pembelajaran, respons anak dengan kebutuhan khusus, dan konteks pembelajaran berbasis komunitas. Analisis dilakukan secara sistematis dan teliti untuk menjamin objektivitas dan keterlacakan hasil. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Artikel Hasil penelitian menganalisis 20 artikel yang diterbitkan pada tahun 2020-2025, dengan fokus pada strategi kreatif dan konteks inklusi. Studi ini diambil dari artikel dari beberapa hasil dari sumber pengindeksan di Google Cendekia, dengan bantuan penerbitan atau pengluncuran. Dokumen yang dipilih terkait dengan menelaah strategi kreatif dalam pembelajaran inklusif di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Artikel-artikel yang didapatkan akan ditinjau dan diklasifikasikan berdasarkan variabel yang ditargetkan: strategi kreatif dan konteks inklusi. Artikel yang tidak relevan berdasarkan tahun publikasi dan temuan penelitian dikeluarkan dari studi ini. Berdasarkan artikel yang telah dianalisis, peneliti mengkategorikan artikel tersebut menurut tahun penerbitannya, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1, yang mencakup enam tahun terakhir . 0Ae2. Tren publikasi tertinggi pada tahun 2024 dengan total tujuh artikel tentang inklusi. Sebaliknya, tahun 2020 dan 2022 memiliki jumlah publikasi terendah hanya satu artikel. Tahun Publikasi Artikel Gambar 1. Tahun Publikasi Artikel Diagram di Gambar 2 secara hipotetis menggambarkan bahwa sebagian besar penelitian dalam kumpulan artikel ini berpusat pada aspek penanganan dan intervensi ABK di PAUD Ini menunjukkan adanya kebutuhan yang kuat untuk memahami bagaimana pendidikan inklusi dapat dijalankan secara efektif di lapangan. Sementara itu, topik-topik seperti manajerial-implementasi praktis dan pengembangan kurikulum juga menjadi perhatian signifikan, menunjukkan upaya untuk memperbaiki kualitas dan relevansi pendidikan inklusi. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Distribusi Artikel Berdasarkan Tema Utama Manajemen & Penanganan & Kurikulum & Implementasi Intervensi ABK Asesmen Pendidikan Inklusi Peran Lingkungan Pendukung Kompetensi Guru Inovasi & Tantangan Analisis Bibliometrik Gambar 2. Distribusi Artikel Berdasarkan Tema Utama Hasil analisis dari 20 artikel dalam Tabel 1 menunjukkan bahwa pendidikan inklusi di PAUD adalah area penelitian yang sangat aktif dan multidimensional. Temuan utama secara konsisten menggarisbawahi pentingnya strategi efektif dari guru, manajemen yang baik, dan kurikulum adaptif untuk memastikan keberhasilan pendidikan inklusi. Artikel-artikel ini juga menyoroti berbagai intervensi spesifik untuk anak-anak dengan kondisi seperti ADHD dan autisme, menunjukkan pendekatan yang lebih terfokus pada kebutuhan individual. Hasil pendukung memperkaya pemahaman kita tentang ekosistem pendidikan inklusi, mencakup peran krusial orang tua dan konsep sekolah ramah anak yang mendukung lingkungan belajar yang inklusif. Selain itu, ada pengakuan yang jelas akan kebutuhan pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi guru PAUD untuk menghadapi keragaman kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Dalam konteks "visualisasi data" dari artikel-artikel ini, dapat dilihat bahwa metodologi yang digunakan beragam, mulai dari studi kasus, penelitian eksperimen untuk efektivitas intervensi, survei untuk preferensi pendidik, hingga analisis literatur sistematis dan Artikel bibliometrik, secara spesifik menggunakan visualisasi data untuk menunjukkan tren dan jaringan penelitian dalam bidang gangguan spektrum autisme, memberikan gambaran yang lebih luas tentang lanskap penelitian (Mashadi et al. , 2. Meskipun demikian, ada beberapa data negatif atau anomali yang tersirat dari penelitian Tantangan utama yang muncul adalah kesenjangan kompetensi guru dalam menangani beragam kebutuhan ABK, serta kurangnya panduan yang jelas atau sumber daya memadai untuk implementasi inklusi yang efektif. Selain itu, ada indikasi bahwa pemahaman dan partisipasi orang tua masih perlu ditingkatkan. Kesulitan dalam menyesuaikan kurikulum standar agar sesuai dengan kebutuhan individual dan tantangan dalam menemukan inovasi yang berkelanjutan juga menjadi poin penting yang perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusi di masa depan. Secara keseluruhan, artikel-artikel ini memberikan gambaran komprehensif tentang upaya dan tantangan dalam mewujudkan pendidikan inklusi yang berkualitas di jenjang PAUD. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Tabel 1. Hasil Analisis Dua Puluh Artikel Penelitian Temuan Utama Hasil Visualisasi (Hasil Prime. Pendukung Data Strategi efektif guru Implementasi Fokus studi kasus dan mengimplementasika pendidikan n sekolah inklusi inklusi pada praktik terbaik. (Fadila & Latifah, jenjang PAUD serta secara (Insiatun et al. (Jauhari et al. , 2023. Rahma & Khamidi. Kurikulum Perlunya kurikulum Pembahasan Systematic dan Asesmen adaptif di lembaga kurikulum dan Literature PAUD Inklusi PAUD inklusi (Tanto pembelajaran Review (SLR) et al. , 2. dan program PAUD pendidikan konsep inklusi PAUD adaptif. Merdeka Belajar secara Merdeka Bermain komprehensif (Hastuti et al. , 2. (Kurniawati et asesmen. , 2. Peran Pentingnya peran Preferensi Survei Lingkungan orang tua dalam pendidik atas preferensi Pendukung konsep sekolah pendidik. (Orang Tua & pendidikan inklusi ramah anak di kasus. Sekolah (Fitriani et al. , 2. PAUD inklusi Ramah Ana. (Falera, 2. PAUD inklusi berbasis sekolah ramah anak (Fauziyah et al. , 2. Penanganan Efektivitas Implementasi Penelitian pembelajaran kreatif strategi Intervensi perilaku pembelajaran atau kualitatif ABK di ADHD (Angraeni & berbasis inklusif deskriptif PAUD Inklusi Afifah, 2. dan untuk anak tentang autisme (Lestari intervensi. gangguan konsentrasi & Nazarullail, pada anak dengan 2. GPPH (Aviandini et pengaplikasian , 2. permainan busy ADHD (Naufal et al. Pendidikan inklusi sebagai Tema Utama Artikel Manajemen Implementasi Pendidikan Inklusi PAUD Data Negatif/ Anomali Kurangnya panduan yang pelatihan yang memadai bagi Kesulitan dalam sesuai dengan individual ABK Kurangnya pemahaman atau partisipasi aktif orang tua dalam Kurangnya pelatihan guru menangani jenis ABK secara efektif. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Tema Utama Artikel Temuan Utama (Hasil Prime. Kompetensi Kompetensi Guru dan pedagogik Pelatihan PAUD memerlukan analisis implikasinya (Melati et al. , 2. Inovasi dan Tantangan Pendidikan Inklusi Analisis Bibliometrik (Aspek Penelitia. Tantangan pembelajaran inklusif untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusi di PAUD (Fitria et al. , 2. Hasil Pendukung solusi pelayanan ABK (Hidayati Warmansyah. Pelatihan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bagi guru PAUD (Yunitasari , 2. Implementasi program tahfizh Qur'an di PAUD inklusif dengan HOTS (Nugraha. Visualisasi Data Analisis Data Negatif/ Anomali Kesenjangan kompetensi guru kebutuhan ABK Penelitian Tantangan Analisis dan Menunjukkan Analisis Kesenjangan tren penelitian bibliometrik dalam penelitian dan kolaborasi . aringan atau area yang mengenai gangguan dalam topik kutipan, kata belum banyak autisme autisme. kunci, penulis, dieksplorasi pada anak (Mashadi terkait autisme et al. , 2. PAUD inklusi. PEMBAHASAN Kumpulan 20 artikel ini secara komprehensif mengulas berbagai aspek pendidikan inklusi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mengidentifikasi beragam temuan utama dan pendukung. Secara garis besar, penelitian ini menekankan pentingnya strategi guru yang efektif, manajemen program inklusi yang terencana, dan kurikulum yang adaptif sebagai pilar utama keberhasilan. Ditemukan bahwa intervensi spesifik, seperti pembelajaran kreatif untuk ADHD (Angraeni & Afifah, 2. dan penggunaan busy board (Naufal et al. , 2. menunjukkan efektivitas dalam penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Aspek pendukung yang tak kalah krusial adalah peran aktif orang tua (Fitriani et al. , 2. dan pengembangan konsep sekolah ramah anak (Falera, 2024. Fauziyah et al. , 2. yang menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Selain itu, urgensi peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan (Melati et al. , 2024. Yunitasari et al. , 2. menjadi sorotan, mengingat keragaman kebutuhan ABK yang harus diakomodasi. Meskipun ada inovasi dalam pembelajaran (Fitria et al. , 2. dan program khusus (Nugraha, 2. , tantangan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X implementasi masih menjadi isu sentral. Analisis bibliometrik (Mashadi et al. , 2. bahkan menunjukkan tren penelitian dalam bidang autisme, namun juga dapat mengindikasikan area yang belum banyak dieksplorasi. Literatur yang ada menunjukkan konsensus kuat mengenai perlunya pendekatan holistik dalam pendidikan inklusi di PAUD. Banyak artikel saling melengkapi dalam mengidentifikasi kebutuhan akan strategi guru yang adaptif dan manajemen yang baik (Fadila & Latifah, 2024. Jauhari et al. , 2023. Rahma & Khamidi, 2. Tren ini sejalan dengan pandangan global tentang pendidikan inklusi yang menekankan akses dan partisipasi penuh bagi semua anak. Perbandingan menunjukkan bahwa fokus tidak hanya pada "penempatan" anak, tetapi pada bagaimana lingkungan belajar dapat "beradaptasi" dengan kebutuhan anak, tercermin dari perhatian pada kurikulum adaptif (Tanto et al. , 2. dan asesmen berbasis "Merdeka Belajar" (Hastuti et al. , 2. Artikel-artikel ini juga melengkapi satu sama lain dengan memberikan bukti empiris tentang efektivitas intervensi spesifik . isalnya, untuk ADHD dan autism. , mengkonfirmasi bahwa pendekatan individual sangat diperlukan dalam kerangka inklusi. Namun, perbandingan juga menyoroti adanya kesenjangan umum yang masih perlu diatasi, seperti kurangnya pelatihan yang memadai bagi guru, yang merupakan benang merah kekhawatiran di beberapa penelitian (Melati et al. , 2024. Yunitasari et al. , 2. Temuan dari artikel-artikel ini memiliki implikasi praktis dan teoretis yang signifikan. Secara praktis, sangat mendesak bagi lembaga PAUD dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan program pelatihan guru yang lebih terstruktur dan berkelanjutan yang fokus pada penanganan ABK yang spesifik, serta pengembangan kompetensi pedagogik inklusif. Kurikulum PAUD juga perlu direvisi agar lebih fleksibel dan adaptif, memungkinkan individualisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan anak. Selain itu, pemerintah dan komunitas perlu lebih gencar dalam mengedukasi orang tua tentang peran mereka dalam mendukung pendidikan inklusi. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa pendidikan inklusi bukan hanya tentang akses fisik, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang ramah anak, suportif secara emosional, dan adaptif secara pedagogis. Implikasinya adalah bahwa model inklusi yang berhasil harus mempertimbangkan tidak hanya aspek akademik tetapi juga sosial-emosional dan dukungan keluarga. Meskipun memberikan wawasan berharga, penelitian-penelitian ini juga memiliki Mayoritas studi tampaknya bersifat deskriptif atau studi kasus, yang meskipun kaya akan detail, mungkin kurang memiliki generalisasi yang kuat di luar konteks penelitian Beberapa artikel yang diproyeksikan terbit pada tahun 2025 menunjukkan bahwa data yang disajikan mungkin masih dalam tahap awal atau ulasan literatur sistematis, yang meskipun penting, bukanlah data primer hasil eksperimen lapangan. Keterbatasan lain adalah kurangnya penelitian komparatif berskala besar yang dapat mengevaluasi efektivitas berbagai model inklusi atau intervensi di berbagai setting PAUD. Selain itu, beberapa artikel mungkin tidak merinci metodologi pengumpulan data secara mendalam, sehingga membatasi kemampuan untuk menilai keandalan dan validitas temuan. Tantangan yang sering disebutkan, seperti kurangnya sumber daya dan pelatihan, menunjukkan bahwa penelitian lebih lanjut perlu berfokus pada pengembangan solusi praktis dan terukur untuk mengatasi hambatan-hambatan SIMPULAN Berdasarkan analisis 20 artikel, dapat disimpulkan bahwa pendidikan inklusi di PAUD merupakan bidang yang kompleks dan multidimensional, dengan fokus utama pada strategi implementasi guru, manajemen program, dan pengembangan kurikulum adaptif. Hasil penelitian secara konsisten menyoroti pentingnya intervensi khusus untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), peran krusial orang tua, dan pembentukan lingkungan sekolah yang ramah Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Meskipun ada beragam inovasi dan upaya perbaikan, tantangan seperti kesenjangan kompetensi guru dan kurangnya sumber daya masih menjadi hambatan signifikan. Secara keseluruhan, artikel-artikel ini menegaskan bahwa pendidikan inklusi bukan hanya tentang akses, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan belajar yang mendukung secara holistik. Kontribusi utama penelitian ini terhadap ilmu pengetahuan terletak pada penyediaan bukti empiris dan konseptual yang memperkaya pemahaman tentang praktik dan tantangan pendidikan inklusi di tingkat PAUD. Literasi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai berbagai aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari pedagogi, manajemen, hingga dukungan eksternal. Selain itu, beberapa studi kasus dan tinjauan literatur sistematis juga membantu mengidentifikasi area-area kritis yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, serta memberikan gambaran tren penelitian dalam isu-isu terkait, seperti autisme. Untuk penelitian selanjutnya, sangat direkomendasikan untuk melakukan studi longitudinal dan komparatif yang lebih mendalam guna mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari berbagai model inklusi dan intervensi spesifik di PAUD. Penelitian di masa depan juga harus berfokus pada pengembangan dan pengujian program pelatihan guru yang inovatif dan terukur, serta strategi untuk meningkatkan partisipasi aktif orang tua dalam pendidikan Selain itu, investigasi terhadap faktor-faktor sistemik seperti kebijakan pemerintah, alokasi anggaran, dan ketersediaan fasilitas yang memadai untuk mendukung PAUD inklusi akan sangat bermanfaat. DAFTAR PUSTAKA