Hymnos Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen Volume 1 No. :15-28 e-ISSN 3109-2586 DOI: https://doi. org/x A Ragil Kristiawan: Aprilia Vrischilla Lumiling, 2024 Diajukan: 28 Desember 2024 Direvisi: 30 Desember 2024 Diterima: 31 Desember 2024 HIKMAT DALAM MENGATUR PERKATAAN: STUDI TEMATIS PENGGUNAAN KATA AuLIDAHAy DALAM KITAB AMSAL Ragil Kristiawan1. Aprilia Vrischilla Lumiling2 Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega kristiawan@gmail. Abstract: The book of Proverbs is a collection of wise sayings attributed to King Solomon as the wisest king in Israel. One of the themes taught in this book is about being wise in keeping words. The authors of the book of Proverbs often echo this theme with tongue allegations. This study aims to explore the teachings of the book of Proverbs regarding the use of the tongue by believers. The main question we want to discuss is: what is the teaching of Proverbs about wisdom in regulating words for social life? By using a literature study with topical methods, the truth about the use of tongues in this book of Proverbs is produced. The book of Proverbs warns about the dangers of speaking hastily or thoughtlessly, emphasizing the need for thoughtful and kind words. Negative words should be shunned by On the other hand, positive words that slide out of the tongue give an indication of the existence of wisdom in a person's life. For Proverbs, life and death are actually influenced by the tongue. For those who can keep their words, they will gain life and success. On the contrary, for those who cannot keep their word, the destruction of life will be an inevitable certainty. Keywords: Wisdom in words. Tongue. Teachings of Proverbs. Key Words: Thematic Study. Messianic Motif. Book of Isaiah Abstrak: Kitab Amsal merupakan kumpulan ucapan bijak yang dikaitkan dengan Raja Salomo sebagai raja paling berhikmat di Israel. Salah satu tema yang diajarkan dalam kitab ini adalah tentang berhikmat dalam menjaga Penulis kitab Amsal sering menggemakan tema ini dengan kiasan lidah. Studi ini bertujuan untuk menggali ajaran kitab Amsal berkenaan dengan penggunaan lidah oleh orang percaya. Pertanyaan utama yang ingin dibahas adalah: bagaimana ajaran Amsal mengenai hikmat dalam mengatur perkataan bagi kehidupan bermasyarakat? Dengan menggunakan kajian pustaka dengan metode topikal, maka dihasilkanlah kebenaran tentang penggunaan Lidah dalam kitab Amsal ini. Kitab Amsal memperingatkan tentang bahaya berbicara dengan tergesa-gesa atau tanpa pemikiran, menekankan perlunya kata-kata yang bijaksana dan baik. Kata-kata yang negatif hendaknya dijauhi oleh orang percaya. Sebaliknya kata-kata positif yang meluncur dari lidah memberikan indikasi adanya hikmat dalam hidup seseorang. Bagi Amsal, hidup dan mati sejatinya dipengaruhi oleh lidah. Bagi mereka yang dapat menjaga perkataannya, maka akan memperoleh kehidupan dan keberhasilan. Sebaliknya, bagi mereka yang tidak dapat menjaga perkataannya, kehancuran kehidupan akan menjadi kepastian yang tidak dapat dielakkan. Kata-kata kunci: Hikmat dalam perkataan. Lidah. Ajaran Amsal. Copyright 2024 by author. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ambon Pendahuluan Kitab Amsal adalah kumpulan ucapan dan ajaran bijak yang dikaitkan dengan Raja Salomo sebagai penulisnya, yang dikenal karena kebijaksanaan dan pemahamannya. 1 Kitab ini merupakan salah satu kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab dan dianggap sebagai bagian dari literatur hikmat Ibrani. 2 Kitab ini terdiri dari berbagai pernyataan kebenaran dan singkat yang menawarkan nasihat praktis tentang bagaimana menjalani kehidupan yang bajik dan memuaskan selama hidup di dunia. Mayoritas Amsal berfokus pada tema-tema seperti kejujuran, kerendahan hati, ketekunan, dan pentingnya mencari kebijaksanaan yang sering dikontraskan dengan kebodohan. Ajaran-ajaran dalam Amsal dimaksudkan untuk membimbing individu dalam membuat pilihan yang bijaksana dan hidup selaras dengan orang lain. Ajaranajaran abadi ini terus relevan hingga saat ini, karena menawarkan wawasan berharga tentang bagaimana menavigasi kompleksitas kehidupan dengan integritas dan rahmat dari atas. 3 Amsal menekankan pentingnya mencari pengetahuan dan pemahaman, serta nilai kerendahan hati dalam hubungan dan pengambilan keputusan. Setiap hikmat dalam kitab ini dirumuskan dengan kalimat pendek yang mudah diingat sehingga mudah untuk dipelajari. Salah satu tema yang menonjol dalam kitab Amsal ini adalah tentang berhikmat dalam mengatur perkataan maupun ucapan. Dalam Perjanjian Baru, tema yang serupa dapat ditemukan dalam Kitab Yakobus. 5 Selain pentingnya ucapan manusia dalam kaitannya dengan orang lain. Amsal juga membahas dampak kata-kata manusia pada diri masing-masing. Kitab ini menunjukkan bahwa cara manusia berbicara adalah cerminan dari karakter dan nilai-nilai batin internal manusia itu. Dengan berbicara dengan jujur dan berintegritas, manusia tidak hanya membangun kepercayaan dengan orang lain, tetapi juga memperkuat karakter moralnya sendiri. Di pihak lain, dengan melibatkan kata-kata yang menipu, gosip, atau fitnah dapat menyebabkan reputasi yang ternoda dan kurangnya kredibilitas pada diri seseorang. Oleh karena itu. Amsal mendorong pembacanya untuk memperhatikan kata-kata mereka dan berjuang untuk kejujuran dan kebaikan dalam semua komunikasi. Dengan demikian, kata-kata tidak hanya dapat meningkatkan hubungan manusia dengan sesamanya, tetapi juga menumbuhkan rasa harga diri dan integritas. Penekanan pada kekuatan kata-kata ini adalah tema umum yang mewarnai seluruh kitab Amsal. Hal ini terjadi karena kata-kata memberikan dampak komunikasi terhadap individu dan masyarakat secara keseluruhan. Kitab ini memberikan kebijaksanaan praktis tentang cara menavigasi kompleksitas hubungan manusia dan menawarkan panduan tentang cara Ragil Kristiawan. Pengenalan Pada Perjanjian Lama (Semarang: KAO Press, 2. Mantor. AuAn Introduction to IsraelAos Wisdom Traditions,Ay Bulletin for Biblical Research 29, no. : 87Ae89, https://doi. org/10. 5325/bullbiblrese. hassel Bullock. Kitab-Kitab Puisi Dalam Perjanjian Lama (Malang: Gandum Mas, 2. Sidlow Baxter. Menggali Isi Alkitab 2: Ayub Sampai Dengan Maleakhi (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2. Ragil Kristiawan. Eni Rombe, and David Priyo Susilo. Pengantar Perjanjian Baru (Yogyakarta: Terakata, 2. Siradjuddin. AuPenerapan Pembiasaan Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar Inpres Andi Tonro Kota Makassar,Ay JURNAL PAJAR (Pendidikan Dan Pengajara. 5, no. https://doi. org/10. 33578/pjr. menggunakan bahasa dengan cara yang mempromosikan harmoni dan pemahaman. Dunia ini telah menawarkan bahwa kata-kata sering digunakan secara sembarangan atau jahat. Sebaliknya, ajaran Amsal berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya berbicara dengan niat dan integritas. 7 Saat manusia berusaha untuk mewujudkan nilai-nilai yang dianut dalam teks kuno ini, maka manusia sejatinya sedang menciptakan dunia yang penuh kasih dan jujur di antara Penulis kitab Amsal menghubungkan hikmat dalam mengatur perkataan dengan menggunakan kiasan lidah. Secara literal lidah merupakan indra pengecap yang dimiliki oleh Namun bukan arti ini yang dimaksudkan oleh penulis Amsal. Kata lidah diasosiasikan dengan perkataan yang sering kali dihasilkan olehnya. 8 Dalam kitab Amsal, penggunaan kata lidah muncul setidaknya 18 kali dalam kitab ini. Maraknya kemunculan ini memberikan indikasi bahwa hikmat dalam mengatur perkataan tidak boleh dikesampingkan begitu saja. Beberapa studi tematis tentang Amsal telah dilakukan, namun belum ada satu pun yang tertarik untuk mengkaji hikmat dalam mengatur perkataan. Penelitian tentang disiplin yang dihubungkan dengan kehidupan anak-anak telah dilakukan. 9 Takut akan Tuhan sebagai representasi hikmat dalam kehidupan seseorang juga pernah dilakukan. 10 Sejatinya hikmat dalam mengatur perkataan perlu untuk diadakan studi lebih lanjut dari kitab ini. Pertanyaan utama yang hendak dijawab dalam penelitian ini adalah: bagaimana ajaran Amsal mengenai hikmat dalam mengatur perkataan bagi kehidupan bermasyarakat? Tema lidah dalam Amsal berfungsi sebagai pengingat yang kuat akan dampak kata-kata orang percaya terhadap diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Melalui pelajaran berbagai ayat yang membahas kekuatan ucapan dan pentingnya menggunakan kata-kata kita dengan bijaksana, orang percaya dapat memperoleh wawasan berharga tentang cara berkomunikasi secara efektif dan dengan integritas. Dengan mempelajari tema penting ini, orang percaya dapat mengungkap kebijaksanaan abadi yang dapat membimbing mereka dalam interaksi sehari-hari dan membantu membina hubungan yang lebih kuat dan lebih bermakna. Metode Penelitian ini merupakan jenis kajian pustaka. Kajian jenis ini mengandalkan kepustakaan sebagai acuannya. Kitab Amsal merupakan pustaka utama yang digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan pustaka pendampingnya dapat berupa buku-buku tafsiran maupun penelitianpenelitian jurnal yang telah dipublikasikan. Metode utama yang digunakan adalah pendekatan topikal dimana dalam metode ini peneliti mencari tema tertentu yang mencolok dalam Alkitab Duguid. AuPREACHING CHRIST FROM PROVERBS,Ay UNIO CUM CHRISTO 1, no. : 173Ae89, https://doi. org/10. 35285/ucc5. Alqahtani. AuThe Importance of Vocabulary in Language Learning and How to Be Taught,Ay International Journal Teaching Education i, . 21Ae34, https://doi. org/10. 20472/te. Yushak Soesilo. AuPenggunaan Rotan Dalam Pendisiplinan Anak Menurut Kitab Amsal 23:13-14,Ay DUNAMIS: Jurnal Penelitian Teologi Dan Pendidikan Kristiani 1, no. : 1, https://doi. org/10. 30648/dun. Ril Tampasingi. AuTinjauan Teologis Tentang Takut Akan Tuhan Berdasakan Kitab Amsal Dan Implementasinya Dalam Kehidupan Sehari-HarianAy 2, no. : 118Ae47. khususnya adalah kitab Amsal. 11 Kata kunci yang digunakan adalah kata AulidahAy yang mempresentasikan hikmat dalam perkataan. Setelah itu, ayat-ayat yang mengandung kata ini di tafsirkan dan dikelompokkan menurut kategori yang logis sehingga memunculkan kebenaran tentang bagaimana berhikmat dalam mengelola perkataan. Temuan dan Pembahasan Kitab Amsal menyajikan sebuah perspektif khusus dan tegas mengenai lidah. Ajaran mengenai lidah sendiri mendapat perhatian yang signifikan, yang dapat terlihat dalam penggunaan kata AulidahAy sebanyak 18 kali di dalam kitab ini. Amsal mengajarkan bahwa lidah yang tidak terkendali dapat membawa dampak yang buruk. Amsal juga menuliskan beberapa nasihat mengenai lidah dalam hubungannya dengan kehidupan manusia. Baik para penerima maupun pembaca kitab Amsal harus memperhatikan pesan ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa yang disampaikan kitab Amsal mengenai lidah dalam beberapa pokok pembahasan sebagai berikut: Tabel 1. Pengelompokan Ayat-ayat Amsal yang Mengandung Kata Lidah Sesuai Topik TOPIK Nasehat mengenai lidah AYAT TENTANG LIDAH DALAM AMSAL 6:17 mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, 6:24 yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing. 8:7 Karena lidahku mengatakan kebenaran, dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku. 16:1 Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN. 17:4 Orang yang berbuat jahat memperhatikan bibir jahat, seorang pendusta memberi telinga kepada lidah yang 21:6 Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut. 21:23 Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran. 25:15 Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang. 31:26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya. SIA KOK SIN. AuPendekatan Topikal Dalam Menafsirkan Kitab Amsal,Ay SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika 6, no. : 1Ae27, https://doi. org/10. 47596/solagratia. Perbandingan lidah orang Akibat dari tidak bisa menjaga 10:20 Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya. 10:31 Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat. 12:18 Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. 12:19 Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selamalamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. 15:2 Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. 15:4 Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. 17:20 Orang yang serong hatinya tidak akan mendapat bahagia, orang yang memutar-mutar lidahnya akan jatuh ke dalam 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. 26:28 Lidah dusta membenci korbannya, dan mulut licin mendatangkan kehancuran. Berikut ini adalah penjabaran dari tabel yang telah dihasilkan dalam studi tematis penggunaan lidah dalam kitab Amsal. Nasehat Mengenai Lidah Selain memberikan nasihat tentang dampak buruk dari lidah. Amsal juga memberikan nasehat praktisnya. Amsal memperingatkan orang percaya tentang bahaya dari lidah dusta (Ams. Amsal mengingatkan orang percaya akan enam hal yang sangat dibenci Tuhan, salah satunya adalah berbohong. 12 Manusia sering kali berbohong karena berbagai alasan, seperti ingin mendapatkan keuntungan atau menghindari hukuman. Namun. Tuhan sangat tidak menyukai kebohongan karena hal ini bertentangan dengan kebenaran dan dapat merusak kepercayaan antara sesama dan Tuhan maupun manusia dengan sesamanya. Kebohongan adalah tindakan yang tidak disukai oleh Tuhan dan membawa dampak negatif bagi individu maupun masyarakat. Kebohongan akan merusak kepercayaan antara satu orang dengan orang lain. Ketika seseorang berbohong, orang lain akan sulit untuk mempercayai apa yang mereka katakan, kebohongan juga sering kali menjadi sumber konflik. Oleh karena itu, orang percaya sebagai manusia hendaknya senantiasa berusaha untuk hidup jujur dan berkata benar. Amsal 6:17 ini menggambarkan sifat dari orang jahat terhadap sesamanya dan yang berbahaya untuk dihadapi. Jika orang malas, yang tidak berbuat apa-apa, harus dikutuk, terlebih lagi orang-orang yang berbuat jahat, dan berusaha untuk melakukan segala kejahatan yang dapat Cannon. AuProverbs and the Wisdom of Literature: The Proverbs of Alfred and ChaucerAos Tale of Melibee,Ay Textual Practice 24, no. : 407Ae434, https://doi. org/10. 1080/09502360903471862. mereka lakukan. 13 "Lidah dusta" menunjukkan betapa pentingnya kejujuran dalam hidup orang Berbohong akan merusak kepercayaan orang lain dan menghancurkan hubungan yang sudah terjalin. Walaupun itu sulit tapi latihlah diri untuk selalu berkata yang benar dan menghindari godaan untuk membesar-besarkan atau menyembunyikan kebenaran. Kitab Amsal menasihati orang percaya untuk menghargai perintah ayah dan tidak mengabaikan ajaran ibu. Menghargai perintah ayah adalah bentuk bakti kepada mereka. Orang tua adalah sosok pertama kali mengajarkan orang percaya tentang kehidupan, nilai-nilai moral, dan etika serta menjadi guru pertama yang membimbing orang percaya menuju jalan yang 14 Dengan menghargai perintah ayah akan mempererat hubungan keluarga dan menciptakan suasana rumah yang harmonis. Ayah biasanya memiliki pengalaman hidup yang lebih banyak. Nasihat dan perintahnya seringkali didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman Ayat ini juga menggambarkan ajaran ibu sebagai sesuatu yang berharga, seperti perhiasan yang indah. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran ibu sangat bernilai dan layak dihargai. Ibu biasanya memiliki pengalaman hidup yang kaya dan kebijaksanaan yang telah ditempa oleh Ajaran mereka seringkali berdasarkan pada nilai-nilai yang benar dan pengalaman pribadi sehingga ajaran yang diberikan oleh ibu seringkali dibumbui dengan kasih sayang yang Oleh karena itu, dengarkan dengan seksama apa yang dikatakan ibu. Orang tua memiliki banyak pengalaman hidup yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi anak-anaknya, membantu mereka memahami tindakan yang harus diambil dalam menjalani kehidupan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa perintah seperti pelita, ajaran seperti cahaya, dan teguran yang mendidik adalah jalan menuju kehidupan. Perintah Tuhan dan ajaranajaran-Nya ibarat sebuah pelita yang menerangi jalan hidup orang percaya. Cahaya ini menuntun orang percaya untuk membedakan yang benar dari yang salah, yang baik dari yang buruk. Teguran yang bersifat mendidik, baik dari orang tua, guru, atau bahkan dari situasi yang orang percaya alami, adalah seperti petunjuk jalan yang membawa orang percaya menuju kehidupan yang lebih Ayat ini secara khusus memperingatkan tentang bahaya pergaulan bebas dan godaan "Perempuan jahat" dan "perempuan asing" di sini bisa diartikan secara luas sebagai segala bentuk godaan atau pengaruh buruk yang dapat menjerumuskan orang percaya ke dalam Ajaran Yesus Kristus menekankan pentingnya kesucian dan kasih. Perintah ini mengasihi sesama tidak berarti menjatuhkan diri ke dalam dosa. Ajaran ini membantu agar seseorang tidak mudah tertipu oleh bujuk rayu perempuan asing atau jahat, yang bisa diartikan sebagai pelacur (Ams. Penulis Amsal menyatakan bahwa hikmat lebih berharga daripada permata, dan tidak ada yang dapat menandinginya. Peribahasa "hikmat lebih berharga dari pada permata" Ragil Kristiawan. AuKemalasan Dalam Perspektif Kitab Amsal,Ay Jurnal Ilmiah Tafsir Alkitab 1, no. 22Ae32, https://doi. org/10. 69668/juita. Rahmat. AuPOLA ASUH YANG EFEKTIF UNTUK MENDIDIK ANAK DI ERA DIGITAL,Ay Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Missio 10, no. : 143Ae61, https://doi. org/10. 36928/jpkm. B Chakyroglu. Suiyerkul. Aitmukhametova. Turumbetova. , & Smanova. AuAnalysis of the Proverbs Related to the Lexemes AoTongue / Language. ,AoAy Opciyn: Revista De Ciencias Humanas Y Sociales 34, no. : 97Ae115. mengandung makna yang sangat dalam. Hikmat tidaklah sama dengan kecerdasan atau 16 Orang dengan indeks prestasi tinggi, punya banyak gelar yang setinggi langit sekalipun tidak menjamin bahwa mereka pasti punya hikmat dalam hidupnya. Orang lain bisa membeli permata atau batu mulia lainnya yang paling indah kapan jika memiliki uang yang cukup untuk itu. Sedangkan hikmat adalah sesuatu yang tidak dapat di beli, tidak dapat dicari, tidak akan lenyap. Itu sebabnya hikmat ini lebih berharga dari permata. Permata memang indah dan bernilai tinggi, namun hikmat adalah sesuatu yang jauh lebih berharga. 17 Hikmat adalah kemampuan untuk berpikir dengan bijaksana, membuat keputusan yang tepat, dan memahami kehidupan dengan lebih mendalam. Hikmat bukan hanya membuat orang percaya mendapatkan sesuatu seperti pengetahuan yang membantu untuk mendapatkan sesuatu tetapi hikmat membuat orang percaya menikmati sesuatu yang orang percaya dapat menggunakannya. Hikmat adalah harta karun yang paling berharga. Dengan memiliki hikmat, orang percaya dapat menjalani hidup dengan lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Dengan kesadaran akan hal ini, penulis kitab Amsal menegaskan bahwa mulutnya hanya mengucapkan kebenaran, dan kefasikan adalah sesuatu yang menjijikkan bagi bibirnya (Ams. Ini merupakan nasihat bagi orang percaya agar menggunakan lidah untuk menyampaikan kebenaran, serta untuk hal-hal yang membangun, bukan untuk mengucapkan sesuatu yang 18 Pentingnya menggunakan lidah untuk menyampaikan kebenaran karena berbicara jujur adalah cerminan karakter yang baik. Dengan hidup jujur, orang percaya menjaga integritas diri dan mendapatkan kepercayaan orang lain. 19 Menggunakan lidah untuk menyampaikan kebenaran adalah kewajiban bagi setiap orang. Dengan jujur, orang percaya tidak hanya menjaga integritas diri, tetapi juga membangun hubungan yang baik dengan orang lain dan menciptakan lingkungan yang positif. Menggunakan lidah untuk membangun penting juga karena kata-kata yang baik dapat mempererat hubungan dengan orang lain. Pujian, ucapan terima kasih, dan katakata penyemangat dapat membuat orang merasa dihargai dan dicintai, lingkungan yang positif, yang dibangun melalui kata-kata yang baik, akan memberikan dampak positif pada kesehatan mental dan emosional orang percaya, dengan menggunakan kata-kata yang baik, orang percaya turut serta dalam menciptakan dunia yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang. Amsal 16:1 menyatakan bahwa manusia bisa memikirkan dan merencanakan banyak hal dalam hatinya, namun jawaban atau hasil akhir tetap berasal dari Tuhan. Ini mengajarkan bahwa meskipun manusia memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan pertimbangan, hanya Tuhan yang memiliki kendali penuh atas apa yang benar-benar terjadi. Karena itu, orang percaya harus selalu menyerahkan segala rencana dan pemikiran orang percaya kepada Tuhan, sebab hanya Dia yang dapat mewujudkannya sesuai kehendak-Nya. Ini adalah sebuah pemahaman mendalam tentang kehidupan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Prinsip ini mengajarkan orang percaya bahwa meskipun manusia memiliki kemampuan untuk Wahyuni. Pendidikan Karakter, 2021, https://doi. org/10. 21070/2021/978-623-6292-78-5. Lambek. AuValue and Virtue,Ay Anthropological Theory 8, no. : 133Ae57. Asante. AuFrom the HorseAos Own Mouth: Gender Perception in Some Akan and Ewe Proverbs,Ay Bibisem Journal of African Culture and Civilization 4, no. : 29Ae46. Tampasingi. AuTinjauan Teologis Tentang Takut Akan Tuhan Berdasakan Kitab Amsal Dan Implementasinya Dalam Kehidupan Sehari-Harian. Ay merencanakan dan berusaha, pada akhirnya Tuhanlah yang memegang kendali atas segala Orang percaya perlu memahami prinsip ini karena ketika terlalu fokus pada rencana manusia, mereka cenderung merasa cemas dan khawatir jika rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Memahami bahwa Tuhan memegang kendali akan membantu orang percaya merasa lebih tenang dan pasrah, tidak semua hal terjadi sesuai dengan waktu yang orang percaya Dengan memahami bahwa Tuhan memiliki waktu-Nya sendiri, orang percaya akan belajar untuk bersabar dan menunggu dengan penuh harapan. Memahami bahwa manusia berencana, tetapi Tuhan yang menentukan adalah kunci untuk menjalani hidup dengan lebih tenang dan bahagia. Dengan menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan, orang percaya akan menemukan kedamaian batin dan kebahagiaan yang sejati. Amsal 17:4 menyatakan bahwa seorang penjahat cenderung bergaul dengan penjahat lain, dan seorang pembohong juga suka bergaul dengan sesamanya. Ini menjadi peringatan bagi orang percaya untuk berhati-hati dalam memilih teman, karena pergaulan orang percaya sangat mempengaruhi siapa orang percaya. 21 Jika orang percaya terbiasa bergaul dengan orang yang suka berbohong, orang percaya pun bisa tanpa sadar ikut menjadi pembohong. Firman Tuhan juga menegaskan bahwa pergaulan yang buruk akan merusak kebiasaan baik. Oleh karena itu. Amsal menasihati orang percaya untuk bijak dalam memilih pergaulan agar tetap terjaga dari pengaruh buruk. Setiap hari orang percaya pasti bergaul dengan teman. Pergaulan orang percaya akan menentukan masa depan orang percaya. Jika orang percaya bergaul dengan orang bijak maka masa depan orang percaya akan jauh lebih baik. Tetapi jika orang percaya bergaul dengan orang bebal maka masa depan orang percaya akan menjadi malang. Itulah sebabnya orang percaya harus benar-benar menjaga pergaulan orang percaya. Mengapa orang percaya harus menjaga pergaulan orang percaya? Karena musuh membuat rencana jahat atas orang percaya. Mereka berusaha merusak hal-hal yang baik. Mereka berusaha merusak pikiran yang benar. Mereka juga mencoba mengubah cara orang percaya berinteraksi dengan orang-orang lainnya. Orang percaya hendaknya selektif dalam memilih teman atau sahabat yang perkataan dan perbuatannya tidak rohani dan cenderung membawa orang percaya semakin jauh dari Tuhan. Karena semakin orang percaya bergaul dengan mereka, semakin orang percaya membuka diri terhadap godaan Iblis. Orang percaya akan semakin akrab dengan dosa dan bisa dipastikan dalam waktu singkat orang percaya akan terjerumus ke dalamnya. Marilah orang percaya berbijaksana dalam bergaul sesuai dengan prinsip Firman Tuhan. Dan yang paling terutama bergaullah erat dengan Tuhan sendiri. Yesus Kristus mengatakan bahwa Dia adalah sahabat orang percaya. Bergaul dengan Tuhan membuat hidup dikuduskan sebab Tuhan adalah Bergaul dengan Tuhan membuat orang percaya diberkati Tuhan. Amsal 21:6 memberikan nasihat bahwa kekayaan yang diperoleh dengan cara curang tidak akan bertahan lama dan pada akhirnya akan membawa kehancuran. Firman Tuhan Ragil Kristiawan. AuPesan Teologis Penggunaan Nama Gabungan Allah( El-Shaddai ) Dalam PentateukhAy 1, no. : 93Ae109. Rangga. Putrawan. AuPeran Orangtua Dalam Mendidikan Anak Remaja,Ay SERVIRE Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. : 75Ae88, https://doi. org/10. 46362/servire. mengingatkan bahwa tidak ada yang tersembunyi selamanya. semua akan terungkap pada Konsep bahwa "tidak ada dosa yang tersembunyi di hadapan Tuhan" adalah sebuah kebenaran mendasar dalam banyak ajaran agama. Ini mengingatkan orang percaya bahwa Tuhan Maha Mengetahui. Maha Melihat, dan tidak ada satu pun perbuatan atau pikiran orang percaya yang luput dari penglihatan-Nya. Ini berarti, jika seseorang terbiasa berbohong atau melakukan hal yang tidak jujur, pada akhirnya perbuatannya akan diketahui orang lain. Misalnya, seseorang yang mencuri barang orang lain suatu hari pasti akan ketahuan, dan hal itu bisa membawa konsekuensi berbahaya bagi hidupnya, seperti dihukum oleh masyarakat atau dipenjara, yang bisa membahayakan hidupnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang percaya untuk menjaga perkataan dan tindakannya, selalu berkata jujur, dan tidak merugikan orang lain melalui perbuatan orang percaya. 22 Pemahaman ini mendorong orang percaya untuk sadar bahwa Tuhan selalu melihat. Dengan hal ini orang percaya akan terdorong untuk menjadi lebih jujur dalam segala hal. Kebohongan dan penipuan menjadi tidak berguna karena Tuhan sudah mengetahui semuanya dan juga mendorong orang percaya untuk selalu bertanggung jawab atas setiap perbuatan dan pikiran mereka. Orang percaya menyadari bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, termasuk dalam hal menjaga lidahnya. Amsal 21:23 menyatakan bahwa orang yang mampu mengendalikan perkataannya akan terhindar dari berbagai masalah. Firman Tuhan juga mengingatkan bahwa siapa yang ingin menikmati hidup yang baik harus menjaga lidahnya dari hal-hal jahat dan menahan bibirnya dari ucapan yang menipu. Sebagaimana sebuah ungkapan mengatakan "memang lidah tidak bertulang", artinya tidak memerlukan upaya yang besar untuk menggerakkannya. 23 Dengan lancar dan mudahnya perkataan demi perkataan meluncur dari lidah orang percaya yang jika tidak berhati-hati, orang percaya sendiri akan kesulitan dalam mengendalikannya. Ini berarti, jika orang percaya bisa menjaga lidah orang percaya untuk selalu mengatakan hal yang benar, maka orang percaya akan terhindar dari banyak kesulitan dalam hidup. Amsal 25:15 menasihatkan orang percaya untuk bersabar, karena dengan kata-kata yang lembut orang percaya bisa meredakan pertentangan yang keras. Ini berarti bahwa orang percaya harus selalu memiliki kesabaran agar dapat mengendalikan perkataan orang percaya dan menghindari perselisihan atau konflik yang bisa muncul jika orang percaya tidak mampu mengontrol apa yang orang percaya ucapkan. Dengan kata-kata yang lembut, orang percaya dapat menghindari perdebatan dengan orang-orang di seorang percaya orang percaya, sehingga sangat penting bagi orang percaya untuk menjaga emosi dan perkataan orang percaya. Mengontrol emosi dan menjaga perkataan adalah kunci untuk menjalani hidup yang lebih harmonis dan bahagia. Lidah orang percaya, sekecil apa pun, memiliki kekuatan yang sangat besar untuk membangun atau menghancurkan hubungan, menciptakan perdamaian atau Webster. AuSophia : Engendering Wisdom in Proverbs. Ben Sira and the Wisdom of Solomon,Ay Journal for the Study of the Old Testament 23, no. : 63Ae79. Hieu. Eriyanti. Iswatiningsih. AuPerbandingan Idiom Yang Berunsur Bagian Tubuh Manusia Pada Bahasa Vietnam Dan Indonesia (Comparison of Idioms with Human Body Parts in Vietnamese and Indonesia. ,Ay Indonesian Language Education and Literature 8, no. : 114, https://doi. org/10. 24235/ileal. Amsal 31:26 memuji seorang istri yang bijaksana, yang mampu menjaga perkataan atau Seorang istri yang baik akan dicintai oleh suaminya, dan suaminya akan mempercayainya karena ia bisa mengendalikan lidahnya untuk berbicara hal-hal yang baik serta menunjukkan kesabaran. 24 Seorang istri yang takut akan Tuhan akan terlihat dalam sikapnya, baik dalam perkataan maupun perbuatannya. Oleh karena itu. Amsal menasihatkan agar orang percaya hidup dengan hikmat dari Tuhan, sehingga orang percaya dapat menjaga perkataan dan tindakannya dalam kehidupan sehari-hari. Perkataan dan tindakan orang percaya adalah cerminan karakter orang percaya. Dengan menjaga keduanya, orang percaya akan membangun reputasi yang baik dan mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Perbandingan Lidah Orang Benar Amsal memberikan perhatian khusus pada lidah, membandingkan lidah orang benar dengan apa yang dihasilkannya. Salah satu perbandingan yang dibuat adalah bahwa lidah orang benar diibaratkan seperti emas pilihan, sedangkan pikiran orang fasik dianggap tidak berharga (Ams. Ini berarti bahwa perkataan dari orang yang baik layak didengar karena setiap kata yang mereka ucapkan memiliki makna dan nilai. Sebaliknya, perkataan orang fasik tidak bernilai, karena berasal dari hati yang tidak benar, sehingga mendengarkan perkataan mereka hanya akan membuang waktu. Perbandingan kedua berbicara tentang mulut orang benar yang selalu mengeluarkan kebijaksanaan, sementara lidah yang menipu akan dihentikan (Ams. Ini berarti bahwa orang yang baik akan memberikan nasihat yang bijaksana karena ia dipimpin oleh hikmat Tuhan, sedangkan nasihat dari seorang pembohong akan dibenci. 25 Perkataan orang benar selalu membawa manfaat, sedangkan kata-kata orang jahat hanya mengandung pemberontakan dan Perbandingan ketiga menjelaskan bahwa ada orang yang berbicara dengan lancang, seolah-olah menghunus pedang, sementara lidah orang bijak membawa kesembuhan (Ams. Ini berarti bahwa beberapa orang cenderung mengucapkan kata-kata yang menyakitkan dan menusuk hati, sedangkan ucapan orang bijak memberikan penghiburan dan 26 Orang bijak dapat menjadi sumber terang di mana pun mereka berada, sementara orang yang sering menyakiti dengan kata-kata sulit untuk mendapatkan teman yang Perbandingan keempat menyatakan bahwa bibir yang mengungkapkan kebenaran akan bertahan selamanya, sementara lidah yang penuh kebohongan hanya akan ada untuk waktu yang singkat (Ams. Ini berarti bahwa setiap ucapan orang yang benar akan selalu terbukti A Sipayung. Ginting. Barus. , & Gurusinga. AuPROFESIONALISME WANITA DALAM DUNIA KERJA: PEDOMAN-PEDOMAN INSPIRATIF ISTRI DALAM MENYIKAPI KONTROVERSI WANITA KARIR MENURUT PERSPEKTIF AMSAL 31:10-31,Ay SESAWI Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 4, no. 200Ae213, https://doi. org/10. 53687/sjtpk. Djadi. AuKepemimpinan Kristen Yang Efektif,Ay Jurnal Jaffray 7, no. : 16, https://doi. org/10. 25278/jj71. Dharmawan. , & Hermanto. AuPastoral Konseling Terhadap Jemaat Yang Menderita Hipertensi Akibat Pola Hidup Yang Tidak Sehat,Ay CARAKA Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika 4, no. 341Ae56. kebenarannya dan dapat diandalkan dalam jangka panjang. Sebaliknya, kata-kata orang yang gemar berbohong pada akhirnya akan terungkap, dan kebenaran tentang mereka tidak dapat disembunyikan lagi. Dengan demikian, orang yang jujur akan selalu mendapatkan pengakuan dan kepercayaan, sedangkan penipuan hanya akan membawa kebohongan yang sementara. Perbandingan kelima menyatakan bahwa lidah orang bijak mengungkapkan pengetahuan, sedangkan mulut orang bodoh hanya mengeluarkan kebodohan (Ams. Ini berarti bahwa seseorang yang bijaksana mampu mengajarkan pengetahuan yang benar dan bermanfaat, sementara orang yang bodoh seringkali hanya mengungkapkan pandangan atau perasaan mereka tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Dengan demikian, kata-kata orang bijak memiliki nilai dan makna yang mendalam, sedangkan ucapan orang bodoh cenderung mengandung kebodohan dan tidak membawa manfaat. Perbandingan keenam menunjukkan bahwa lidah yang lembut adalah seperti pohon kehidupan, sementara lidah orang yang curang dapat melukai hati (Ams. Ini berarti bahwa kata-kata dari seseorang yang berbicara dengan lembut dapat memberikan kehidupan dan kesehatan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang-orang di seorang percayarnya. Sebaliknya, lidah yang tajam dan pedas tidak memberikan kehidupan, melainkan menciptakan kepahitan bagi orang-orang di sekelilingnya. Hanya orang yang baik dan bijaksana yang mampu memberikan nasihat yang berguna, sedangkan orang yang jahat cenderung tidak mampu melakukan hal tersebut. Akibat Dari Tidak Bisa Menjaga Lidah Amsal juga mengungkapkan berbagai akibat yang dapat ditimbulkan oleh lidah. Meskipun lidah merupakan bagian kecil dari tubuh, ia memiliki kemampuan untuk membanggakan hal-hal yang besar, sebagaimana firman Tuhan katakan. Lidah mirip dengan api. walaupun kecil, ia bisa membakar hutan yang luas. Lidah juga dapat menjadi sumber kejahatan yang menodai seluruh Oleh karena itu, sangat penting bagi orang percaya untuk berhati-hati dalam berbicara dan menjaga lidah orang percaya agar tidak terlibat dalam hal-hal yang jahat. 28 Berikut ini adalah beberapa akibat atau dampak yang mungkin terjadi jika orang percaya tidak bisa mengendalikan lidah orang percaya. Akibat yang pertama adalah bahwa orang yang memiliki hati yang serong tidak akan menemukan kebahagiaan, dan mereka yang suka memutar-balikkan kata-kata akan terjerumus ke dalam kebinasaan (Ams. Ini berarti bahwa seseorang yang hatinya tidak tulus atau tidak berpegang pada kebenaran tidak akan merasakan ketenangan atau damai sejahtera. Selain itu, orang yang gemar berbohong akan menghadapi berbagai kesulitan, kemalangan, bencana, kesedihan, penderitaan, dan bahkan ujian dalam hidupnya. Akibat yang kedua adalah bahwa hidup dan mati berada di bawah pengaruh lidah, dan siapa pun yang menyukainya akan memetik hasilnya (Ams. Ini berarti bahwa lidah dapat Walean. AuParalelisme Hikmat Dengan Pendidikan Kristen Dalam Amsal 3:1-4,Ay Jurnal Salvation 2, no. : 19Ae28, http://jurnal. id/index. php/salvation/article/view/30. Irfandi Samosir and Sherly Ester Elaine Kawengian. AuBe Wise in Social Media,Ay Sanctum Domine: Jurnal Teologi 11, no. : 149Ae68, https://doi. org/10. 46495/sdjt. mengucapkan kata-kata yang membawa kehidupan atau kematian, sehingga orang yang banyak berbicara harus siap menghadapi konsekuensi dari ucapannya. Bahkan, ada kalanya seseorang kehilangan nyawa karena salah berbicara, karena lidah memiliki kekuatan untuk menyelamatkan atau merusak kehidupan. Akibat yang ketiga menunjukkan bahwa lidah yang penuh kebohongan membenci korbannya, sementara mulut yang licin dapat membawa kehancuran (Ams. Ini berarti bahwa mendustai seseorang sama halnya dengan membencinya, dan kata-kata manis dapat mengakibatkan malapetaka. Istilah "mulut manis" merujuk pada pujian palsu yang dapat melukai dengan sangat kejam. 29 Selain itu, orang yang memiliki lidah yang licin atau manis pada akhirnya akan terjerumus ke dalam kehancuran, yang bahkan bisa mengakibatkan kematian secara fisik, seperti yang diingatkan oleh firman Tuhan. Dari berbagai akibat yang ditimbulkan oleh lidah, orang percaya belajar betapa pentingnya untuk menjaga ucapan orang percaya, karena lidah memiliki pengaruh besar dalam kehidupan manusia. Kesimpulan Kitab Amsal memperingatkan tentang bahaya berbicara dengan tergesa-gesa atau tanpa pemikiran, menekankan perlunya kata-kata yang bijaksana dan baik. Ini juga menyoroti pengaruh kata-kata kita terhadap orang lain, membentuk persepsi dan emosi mereka. Lidah hendaknya menghasilkan kata-kata yang memberkati sebagai bentuk berhikmat dalam menggunakan Sebaliknya, kata-kata negatif hendaknya selalu dijauhi dan hal ini menandakan ketiadaan hikmat dalam hidup seseorang. Lidah atau perkataan dari orang benar tentunya akan menghasilkan berkat bagi diri sendiri maupun sesamanya. Bagi orang-orang yang tidak dapat mengendalikan lidahnya, sesungguhnya mereka berada dalam marabahaya. Hidup mati sejatinya dipengaruhi oleh lidah. Bagi mereka yang dapat menjaga perkataannya, maka akan memperoleh kehidupan dan keberhasilan. Sebaliknya, bagi mereka yang tidak dapat menjaga perkataannya, kehancuran kehidupan akan menjadi kepastian yang tidak dapat dielakkan. Daftar Pustaka