Aksio: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Dakwah dan Komunikasi Volume 1 Nomor 2. Hal, 125 - 139 https://jurnal. id/index. php/jas/index Pendampingan Pengembangan Program Taman Baca Untuk Meningkatkan Budaya Literasi Anak Hizbul Wathoni1 Institut Agama Islam Al-Manan NU Lombok Timur wathoni@gmail. Abstrak Keberhasilan dalam membaca ditandai dengan pemahaman seseorang yang telah diperoleh melalui kegiatan Literasi. Literasi sangat berhubungan dengan membaca dan menulis. Minimnya penanaman literasi sejak dini menjadi penyebab bangsa dan daerah menjadi tingkat literasi yang sangat rendah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara. Metode pelaksanaan program pengabdian ini menggunakan pendekatan Self Ae Directed Learning (SDL) dan partisipasi aktif dari semua pihak terkait. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program taman baca berbasis SDL berhasil meningkatkan minat baca anak-anak dan keterampilan literasi mereka. Pengelola taman baca mengalami peningkatan kapasitas dalam mengelola program literasi yang lebih efektif dan interaktif. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan, seperti keterbatasan fasilitas dan keterlibatan orang tua. Untuk keberlanjutan program, direkomendasikan adanya peningkatan koleksi buku, pelatihan berkelanjutan bagi pengelola, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan literasi Kata Kunci: Pengembangan Literasi Anak. Taman Baca Abstract Success in reading is characterized by a person's understanding gained through literacy activities. Literacy is closely related to reading and writing. The lack of early literacy development contributes to the nation's and region's very low literacy rates. This community service activity was conducted in Karang Sidemen Village. North Batukliang District. The program implemented a Self-Directed Learning (SDL) approach and the active participation of all relevant parties. The results showed that the SDL-based reading garden program successfully increased children's interest in reading and their literacy skills. Reading garden managers experienced increased capacity in managing a more effective and interactive literacy program. However, several challenges remain, such as limited facilities and parental involvement. For the program's sustainability, it is recommended to increase the book collection, provide ongoing training for managers, and increase community participation in supporting literacy activities. Keywords: Children's Literacy Development. Reading Garden Pendahuluan Di era pendidikan 4. 0, minat baca siswa khususnya siswa di level sekolah dasar perlu ditingkatkan1. Era pendidikan 4. 0 menjadi tantangan tersendiri tak terkecuali bagi pihak sekolah dasar dalam membentengi siswa dari dampak negatif derasnya penggunaan teknologi terutama dalam keseharian siswa. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tentunya hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung akan menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa2. Pendidikan 4. 0 tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, akan tetapi minat baca siswa juga perlu ditingkatkan untuk menyongsong Pendidikan 4. Derasnya arus informasi dan teknologi di era pendidikan 4. 0 ini berdampak pada semakin terbatasnya waktu yang dimiliki para siswa untuk membaca. Padahal, kemampuan literasi siswa dalam membaca tentunya dapat sangat diperlukan bagi siswa untuk tetap dapat mengikuti Oktavian. , & Aldya. Efektivitas Pembelajaran Daring Terintegrasi di Era Pendidikan 4. Didaktis: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Pengetahuan, 20 . Risdianto. Analisis Pendidikan Indonesia di Era Revolusi Industri 4. Research Gate. April (Januar. Risnita, & Sohiron. Tantangan Manajemen Pendidikan Islam. Hukum Islam dan Bahasa Melayu di Era Revolusi 4. Studi Visit Program Pascasarjana UIN STS Jambi Tahun 2019 segala perkembangan terutama yang terkait dengan dunia pendidikan Pada saat ini sesungguhnya para siswa dihadapkan pada pada persoalan bagaimana mengatasi keterbatasan waktu dan dapat membaca dalam waktu yang relatif singkat tetapi dapat memperoleh informasi yang sebanyak-banyaknya5. Bagaimana dapat melakukan kegiatan membaca secara efektif tanpa membuang-buang waktu. Selaras dengan pernyataan tersebut, terlihat bahwa kemampuan literasi membaca sangatlah dibutuhkan para siswa seiring dengan pesatnya perkembangan informasi dan teknologi di masa sekarang ini. Literasi membaca dapat menjadi sarana bagi siswa dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkan di sekolah6. Literasi merupakan kemampuan belajar untuk mengakses ilmu pengetahuan melalui membaca, literasi berarti kemampuan menggunakan keterampilan membaca dalam hal mendapatkan akses ke dunia pengetahuan, untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber, untuk mengevaluasi argument, dan mempelajari subjek terbaru7. Literasi merujuk pada kemampuan seseorang untuk memahami, memproses, dan memanfaatkan informasi yang diterimanya dalam berbagai situasi. Oleh karena itu, literasi memiliki hubungan erat dengan kehidupan siswa, baik di rumah, sekolah, maupun di masyarakat. Dengan demikian, literasi berperan penting dalam pengembangan karakter yang Yuriza. Adisyahputra. , & Sigit. Correlation between higher-order thinking skills and level of intelligence with scientific literacy on junior high school Biosfer, 11 . Rahmania. Miarsyah. , & Sartono. The Difference Scientific Literacy ability of Student having Field Independent and Field Dependent Cognitive style. BIOSFER: JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI, 8 . Faizah. Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. In Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar (Vol. Issue . Nur Ainiyah, . AuMembangun Penguatan Budaya Literasi Media Dan Informasi Dalam Dunia Pendidikan,Ay Jurnal Pendidikan Islam Indonesia 2, no. Salah satu literasi yang harus dikuasai oleh peserta didik adalah literasi baca tulis. Literasi baca dan tulis merupakan kemampuan dan pengetahuan dalam membaca, menulis, mencari, menelusuri, mengolah, serta memahami informasi. Tujuan dari literasi ini adalah untuk menganalisis, merespons, dan memanfaatkan teks tertulis demi mencapai tujuan, memperdalam pemahaman dan keterampilan, serta berpartisipasi dalam interaksi sosial1112. Pengembangan literasi baca tulis sangat penting karena keterampilan membaca merupakan dasar untuk menguasai keterampilan lainnya 13 Literasi baca tulis juga berkaitan dengan peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi, seperti analisis, sintesis, dan evaluasi. Siswa yang memiliki literasi baca tulis yang baik cenderung lebih mampu memecahkan masalah kompleks, membuat keputusan yang tepat, dan berkontribusi secara efektif dalam diskusi dan kegiatan kelompok 14. Pentingnya literasi juga tercermin dalam kurikulum pendidikan yang mengintegrasikan berbagai aspek literasi dalam pembelajaran di sekolah. Debora Purba. , & Hayati Harahap. Meningkatkan Keterampilan Literasi Baca Tulis Pada Anak Melalui Pojok Baca di SD Negeri 060884. Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi, 3 . , 544Ae549. Khomsiyatun. Pembelajaran Kreatif Berbasis Literasi Bahasa Menumbuhkan Anak Yang Cerdas Dan Kreatif. INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 23 . , 256Ae265. Wiratsiwi. Penerapan Gerakan Literasi Sekolah Di Sekolah Dasar. Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan, 10 . , 230Ae238. Kiranti. Selegi. , & Lian. Literasi Baca Tulis Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SD Negeri Bangun Harjo. BADAAoA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 5 . , 179Ae193. Wahyuni. , & Darsinah. Strategi Pengembangan Literasi Baca Tulis (Praliteras. untuk Menunjang Pengetahuan Anak. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7 . , 3604Ae3617. Maryono. Pamela. , & Budiono. Implementasi Literasi Baca Tulis dan Sains di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6 . , 491Ae498. Rahayu. Pengembangan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Melalui Gerakan Literasi Nasional. Seminar Nasional Kedua Pendidikan Berkemajuan dan Menggembirakan (The Second Progressive and Fun Education Semina. , 1 . , 693Ae688 Dengan demikian, pengembangan literasi pada siswa tidak hanya berfokus pada satu aspek saja, tetapi mencakup berbagai keterampilan yang saling terkait dan mendukung perkembangan pribadi serta profesional mereka di masa depan. Literasi yang baik akan membantu siswa menjadi individu yang kritis, kreatif, dan kompeten dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari15 Budaya literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter dan kemampuan berpikir kritis pada anak-anak. Anak-anak yang memiliki kebiasaan membaca yang baik cenderung memiliki kemampuan berbahasa yang lebih tinggi, daya ingat yang kuat, dan kemampuan berpikir analitis yang lebih baik161718. Sayangnya, minat baca anak-anak di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga, minat baca anak-anak Indonesia berada pada peringkat yang cukup rendah dibandingkan dengan negara lain di dunia1920. Tingkat literasi anak masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah yang memiliki akses terbatas terhadap bahan bacaan yang berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang berkelanjutan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi pada anak. Namun tidak semua anak di daerah mendapatkan penguatan literasi, misalnya dilingkungan Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara sangat jarang anak-anak yang meluangkan waktunya untuk membaca Yusuf. Sanusi. Razali. Maimun. Putra. , & Fajri. Tinjauan Literasi Budaya dan Kewargaan Siswa SMA Se-Kota Banda Aceh. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 8 . , 91Ae99. Kanusta. Gerakan Literasi dan Minat Baca. CV. Azka Pustaka Thahir. Manajemen Mutu Sekolah. Indonesia Emas Group Bangsawan. Mengembangkan Minat Baca. PT Pustaka Adhikara Mediatama Yoni. Pentingnya Minat Baca dalam Mendorong Kemajuan Dunia Pendidikan. Inovasi Pendidikan, 7 Mulasih. , & Hudhana. Urgensi Budaya Literasi Dan Upaya Menumbuhkan Minat Baca. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9 . , 19-23 Desa Karang Sidemen merupakan desa wista yang berada dibagian wilayahKecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagian penduduk desa Karang Sidemen bersuku sasak, dimana kecamatan Batukliang Utara ini merupakan pemekaran dari Batukliang. Desa Karang Sidemen bila dilihat dari letak geografisnya memiliki potensi alam yang cukup kaya karena terletak tidak jauh dari kaki gunung rinjani dengan hamparan hutan yang sangat luas dan mata air yang cukup melimpah. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan, diperoleh informasi bahwa Desa Karang Sidemen merupakan desa yang angka putus sekolah yang cukup tinggi. Hal ini tidak terlepas dari paradigma masyarakat yang telah melekat bahwa pendidikan yang tinggi tidak diperlukan. Anak-anak cukup melanjutkan pekerjaan orang tuanya sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Orang tua dengan tingkat pendidikan dan ekonomi yang rendah memiliki persepsi bahwa pendidikan formal bukanlah suatu hal yang penting. Pendidikan dibutuhkan sebatas untuk keperluan mendapatkan pekerjaan 21. Hal ini yang terjadi, yakni orangtua menganggap bahwa pendidikan ditempuh untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga apabila anak mereka sudah bisa membantu pekerjaan sebagai nelayan, maka pendidikan tersebut tidak lagi dianggap perlu dilanjutkan Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini berupaya untuk bisa menawarkan dan menyajikan kegiatan yang menarik dalam upaya menumbuhkan minat baca para siswa dalam meningkatkan kemampuan literasi khususnya melalui kegiatan pendampingan membaca. Melalui kegiatan pendampingan membaca ini, diharapkan para siswa akan dapat mengembangkan dan merangsang kemampuan literasi membaca mereka melalui kreativitas, imajinasi, dan juga pengetahuan Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan program taman baca yang dirancang untuk mendukung literasi anak-anak dengan menggunakan metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Pendampingan pengembangan program taman baca yang berbasis pada metode Self-Directed Learning (SDL) atau pembelajaran mandiri menjadi salah satu solusi inovatif untuk menghadapi Sari. Irfan. , & Firdaus. Pendampingan Dan Penguatan Anak Usia Sekolah Di Desa Panyampa Dengan Pembelajaran Berbasis Literasi Melalui Program Kelas Pesisir. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5 . , 34-43 tantangan ini. SDL memungkinkan anak-anak untuk belajar secara aktif, menentukan minat bacanya sendiri, dan mengembangkan kebiasaan literasi sesuai dengan kecepatan dan cara mereka sendiri22 Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan minat baca anak tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi pembelajar seumur hidup 23. Taman baca berperan sebagai pusat literasi yang dapat memberikan akses terhadap berbagai sumber bacaan dan kegiatan literasi. Taman baca ini tidak hanya menyediakan buku bacaan tetapi juga menjadi tempat di mana anak-anak bisa belajar secara interaktif, kreatif, dan Program pengembangan taman baca dengan pendekatan SDL bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menarik bagi anak-anak, sehingga mereka terdorong untuk memilih membaca dan mendiskusikan buku-buku yang sesuai dengan minat Program pengembangan taman baca di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara yang menjadi fokus utama dari kegiatan pengabdian ini, menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan fasilitas, kurangnya koleksi buku yang relevan, dan keterlibatan masyarakat yang rendah dalam mendukung program literasi. Oleh karena itu, melalui pendekatan holistik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, dan komunitas, program ini berusaha membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya literasi sejak usia dini sebagai fondasi yang kuat untuk pendidikan di masa depan Metode Penelitian Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara. Metode pelaksanaan program pengabdian ini Hariyadi. Misnawati. , & Yusrizal. Mewujudkan Kemandirian Belajar: Merdeka Belajar sebagai Kunci Sukses Mahasiswa Jarak Jauh. Badan Penerbit Stiepari Press, 1-215. Sunaengsih. Thahir. Tamam. , & Safitri. Analysis of The Management Aspect Of Primary School Quality Improvement. Educational Administration Research and Review, 2 . menggunakan pendekatan Oriented Ae Project Planning (OPP), yang berfokus pada perencanaan yang terstruktur dan pelaksanaan program untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap langkah dalam pengembangan program dilakukan dengan baik dan efektif. Metode ini dirancang untuk memberikan solusi berkelanjutan terhadap masalah literasmelalui penerapan pendekatan Self Ae Directed Learning (SDL) dan partisipasi aktif dari semua pihak terkait. SDL memungkinkan anak-anak untuk belajar secara aktif, menentukan minat bacanya sendiri, dan mengembangkan kebiasaan literasi sesuai dengan kecepatan dan cara mereka sendiri 24. Kegiatan ini berjalan dengan tahapan sebagai berikut: . Tahap sosialisasi dan identifikasi kebutuhan, . Tahap pelatihan dan pengembangan kapasitas, . Tahap pendampingan dan evaluasi program, dan terakhir adalah . Tahap keberlanjutan program. Hasil dan Pembahasan Dalam upaya merealisasikan program pendampingan pengembangan program taman baca untuk meningkatkan budaya literasi anak. Hasil program menunjukkan peningkatan minat baca pada anak-anak. Selain itu, program ini juga menciptakan ikatan sosial yang kuat di antara peserta, memotivasi mereka untuk meningkatkan minat baca. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan tahapan sebagai berikut. Tahap Sosialisasi dan Identifikasi Kebutuhan Pada tahap awal, tim pengabdian melakukan sosialisasi dan identifikasi kebutuhan dengan pihak desa melalui survei, wawancara, dan diskusi kelompok terarah . ocus group discussion. Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan literasi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Survei dan wawancara melibatkan kepala desa dan orang tua untuk memahami kondisi eksisting terkait fasilitas literasi dan partisipasi orang tua. Pendekatan ini sangat penting Labuem. Al Mansur. Masgumelar. Wijayanto, . Or. Kom. , . & Or. Implementasi dan problematika merdeka belajar. Tulungagung: Akademia Pustaka untuk memastikan bahwa program yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal25 Tahap Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas Tim pengabdian menyelenggarakan pelatihan bagi pengelola taman baca. Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kompetensi dalam menerapkan metode Self-Directed Learning (SDL) dan teknikteknik literasi yang efektif, seperti teknik mendongeng, membaca gambar, dan penggunaan teknologi untuk literasi. Pelatihan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis praktik agar pengelola memiliki keterampilan praktis dalam mengembangkan program literasi yang menarik dan interaktif2627 Tahap Pendampingan dan Evaluasi Program Pendampingan langsung yang dilakukan oleh tim pengabdian bertujuan memastikan keberlangsungan program literasi sesuai dengan Proses ini melibatkan kunjungan rutin untuk memberikan bimbingan dan dukungan kepada pengelola serta orang tua anak. Evaluasi program dilakukan secara menyeluruh melalui metode observasi, wawancara, dan pengumpulan umpan balik dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan orang tua. Langkah ini bertujuan menilai efektivitas program serta mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan untuk menjamin keberlanjutan manfaat program literasi. Berdasarkan hasil survei, program ini telah memberikan dampak positif yang signifikan. Para pengelola merasa lebih mampu dalam merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi kegiatan literasi. Fasilitas baru yang disediakan terbukti mendukung peningkatan minat baca anak-anak, sementara penambahan buku interaktif dan area Sriyono. Benardi. Putro. Nurropik. Yametis. , & Rahmajati. Peningkatan Kapasitas Bencana Banjir Desa Tanguh Bencana di Desa Sidomulyo Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan. Inovasi dan Perubahan, 4 . Jenita. Harefa. Pebriani. Hanafiah. Rukiyanto. , & Sabur. Pemanfaatan Teknologi Dalam Menunjang Pembelajaran: Pelatihan Interaktif Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4 . , 13121-13129 Mariati. Kasiyun. Nafiah. Hartatik. , & Alistiana. Pelatihan dan pendampingan pembuatan cerita bergambar berbasis digital bagi guru sekolah dasar. Indonesia Berdaya, 4 . , 1693-1700. membaca yang nyaman menjadi faktor keberhasilan program. Selain itu, keterlibatan masyarakat sebagai fasilitator dan partisipasi aktif orang tua dalam mendukung kegiatan literasi di sekolah maupun di rumah mencerminkan kolaborasi yang efektif. Namun, meskipun hasilnya sangat positif, peningkatan koleksi buku yang lebih variatif tetap direkomendasikan untuk mengoptimalkan program ini di masa Tahap Keberlanjutan Program Keberlanjutan program sangat penting untuk memastikan dampak jangka panjang pada literasi anak. Pada tahap ini, tim pengabdian bersama dengan pihak desa merancang mekanisme keberlanjutan program yang melibatkan partisipasi aktif dari orang tua dan Pembentukan kelompok kerja literasi yang terdiri dari perwakilan orang tua dan sukarelawan komunitas diharapkan dapat terus memantau dan mengembangkan kegiatan literasi. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif komunitas dan pemangku kepentingan lokal sangat penting untuk keberhasilan dan keberlanjutan program pendidikan30 Fokus utama program ini adalah menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, menyediakan fasilitas taman baca yang ramah anak, melatih pengelola dan meningkatkan keterlibatan orang tua. Dengan strategi yang efektif, kegiatan ini mampu menjawab tantangan literasi di Sava. Kusumawati. , & Hazin. Evaluasi Program Sekolah Penggerak Di Kota Kediri Menggunakan Model KIRKPATRICK. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID), 6 . , 53-66. Rajagukguk. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. , 212-228. Pengabdian Mendigitalkan Desa: Meningkatkan Keterampilan Digital Masyarakat Melalui Pelatihan Komputer dan Internet (Pada UMKM di Desa Tuktuk Siadong. Kabupaten Samosi. Mulyasa. Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar. Bumi Aksara. tengah derasnya arus digitalisasi. Pendekatan berbasis partisipasi dapat meningkatkan keberhasilan program literasi secara signifikan. Salah satu pilar keberhasilan program ini adalah penerapan metode Self-Directed Learning (SDL) yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar secara mandiri sesuai minat mereka. Implementasi SDL efektif dalam membangun kemandirian belajar dan kreativitas anak usia Dengan SDL, anak-anak memiliki kesempatan untuk menentukan cara belajar yang sesuai dengan gaya dan kecepatan mereka, sehingga proses literasi menjadi lebih bermakna dan menyenangkan. Selain itu, penambahan koleksi buku interaktif yang berkualitas juga menjadi prioritas program. Buku-buku ini mencakup berbagai tema menarik yang sesuai dengan usia dan minat anak-anak, membantu mereka mengeksplorasi pengetahuan baru31 Keberhasilan program ini juga didukung oleh partisipasi aktif orang tua dan komunitas lokal. Keterlibatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi tetapi juga memperkuat hubungan antara pendidikan di rumah dan sekolah. Selain itu, komunitas lokal berperan dalam membantu renovasi fasilitas taman baca, seperti pembuatan loker buku dan dekorasi ruangan yang menarik. Partisipasi ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Evaluasi program dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan Secara keseluruhan, kegiatan PKM di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, tantangan literasi di kalangan anak dapat diatasi secara Program ini menjadi model implementasi yang dapat direplikasi di berbagai konteks pendidikan lainnya. Dengan evaluasi dan penyesuaian strategi yang berkelanjutan, program ini diharapkan terus relevan dan adaptif terhadap kebutuhan anak-anak dan masyarakat. Kesimpulan Program pengembangan taman baca di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara dengan pendekatan Self Directed Learning (SDL) telah berhasil meningkatkan minat baca dan keterampilan literasi Thahir. Pengelolaan Kearsipan Pada SD Islam Al-Azhar 34 Makassar. Jurnal Eklektika, 2 . , 24-40. anak-anak. Melalui pelatihan intensif bagi pengelola taman baca dalam peningkatan kapasitas dalam mengelola kegiatan literasi yang lebih menarik dan efektif. Partisipasi orang tua dan masyarakat dalam mendukung kegiatan literasi menunjukkan peningkatan, meskipun masih ada tantangan dalam hal keterbatasan dana, fasilitas, dan kesadaran orang tua tentang pentingnya literasi di rumah. Untuk keberlanjutan program, disarankan agar sekolah meningkatkan koleksi buku dan fasilitas taman baca, serta mengadakan pelatihan berkelanjutan bagi pengelola, komunitas dan orang tua . Selain itu, perlu ada upaya lebih lanjut untuk melibatkan orang tua dan masyarakat melalui kegiatan literasi bersama dan lokakarya, serta membangun kemitraan dengan pihak eksternal untuk dukungan sumber daya. Evaluasi rutin dan penyesuaian program juga penting dilakukan agar program literasi ini tetap relevan dan efektif dalam jangka panjang Daftar Pustaka Bangsawan. Mengembangkan Minat Baca. PT Pustaka Adhikara Mediatama Debora Purba. , & Hayati Harahap. Meningkatkan Keterampilan Literasi Baca Tulis Pada Anak Melalui Pojok Baca di SD Negeri 060884. Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi, 3 . , 544Ae549. Faizah. Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar (Vol. Issue . Hariyadi. Misnawati. , & Yusrizal. Mewujudkan Kemandirian Belajar: Merdeka Belajar sebagai Kunci Sukses Mahasiswa Jarak Jauh. Badan Penerbit Stiepari Press, 1-215. Jenita. Harefa. Pebriani. Hanafiah. Rukiyanto. , & Sabur. Pemanfaatan Teknologi Dalam Menunjang Pembelajaran: Pelatihan Interaktif Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4 . , 13121-13129 Kanusta. Gerakan Literasi dan Minat Baca. CV. Azka Pustaka