JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Penerapan Model Project Based Learning Berbantuan Media Audiovisual dalam Pembelajaran Menulis Teks Esai Siswa Kelas XII SMA Negeri 5 Sungai Penuh Amelia Putri1*. Vivi Indriyani1. Amril Amir1. Abdurahman1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: Putri. Indriyani. Amir. , & Abdurahman. Penerapan Model Project Based Learning Berbantuan Media Audiovisual dalam Pembelajaran Menulis Teks Esai Siswa Kelas XII SMA Negeri 5 Sungai Penuh. (JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10. , 144Ae154. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Amelia Putri. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia. ameliap6635283@gmail. Abstract: The purpose of this study is to describe the following: first, the planning of the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model assisted by audiovisual media in teaching essay writing to grade XII students at SMAN 5 Sungai Penuh. second, the implementation process of the PjBL model assisted by audiovisual media in teaching essay writing to grade XII students at SMAN 5 Sungai Penuh. and third, the evaluation of the implementation of the PjBL model assisted by audiovisual media in teaching essay writing to grade XII students at SMAN 5 Sungai Penuh. This study utilizes three main theories to analyze and discuss the findings: first, the learning of essay writing skills. second, the PjBL model assisted by audiovisual media. and third, the implementation of the PjBL model. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The data for this study include teaching modules, the essay writing learning process, and student worksheets (LKPD). The data sources, defined as the subjects from which data are obtained, include teachers, students, and the teaching and learning process. Data collection techniques used by the researcher are observation and interviews. The results of this study are threefold: first, thorough planning plays a crucial role in the successful implementation of the PjBL model assisted by audiovisual media. second, the implementation of the PjBL model assisted by audiovisual media increases student engagement in essay writing and third, the evaluation indicates that the PjBL method assisted by audiovisual media is more engaging compared to conventional methods. Thus, it can be concluded that the Project-Based Learning model assisted by audiovisual media has been effectively implemented in essay writing instruction for grade XII students at SMAN 5 Sungai Penuh. Keywords: Implementation. Audiovisual Media. Writing Skills. Essay Text. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal-hal sebagai berikut. Pertama, mendeskripsikan perencanaan penerapan model project based learning berbantuan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks esai siswa kelas XII SMAN 5 Sungai Penuh. Kedua, mendeskripsikan pelaksanaan penerapan model project based learning berbantuan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks esai siswa kelas XII SMAN 5 Sungai Penuh. Ketiga, mendeskripsikan pengevaluasian penerapan model project based learning berbantuan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks esai siswa kelas XII SMAN 5 Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan tiga teori utama. Ketiga teori ini digunakan dalam menganalisis dan membahas hasil temuan peneliti dalam penelitian Pertama, pembelajaran keterampilan menulis teks esai. Kedua, model PjBL berbantuan media audiovisual. Ketiga, penerapan model PjBL. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah modul ajar, proses pembelajaran menulis teks esai, dan LKPD. Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data diperoleh. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, siswa. PBM (Proses Belajar Mengaja. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini ada tiga. A 2026 Published by Posgraduate University of Mataram. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 144-154 Pertama, perencanaan yang matang berperan penting dalam keberhasilan penerapan model project based learning berbantuan media audiovisual. Kedua, penerapan model project based learning berbantuan media audiovisual meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran menulis teks esai. Ketiga, pengevaluasian menunjukkan bahwa metode Project based learning berbantuan media audiovisual lebih menarik dibandingkan metode Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model project based learning berbantuan media audiovisual telah diterapkan dengan baik dalam pembelajaran menulis teks esai siswa kelas XII SMAN 5 Sungai Penuh. Kata Kunci: Penerapan. Media Audiovisual. Keterampilan Menulis, dan Teks Esai. Pendahuluan Keterampilan berbahasa merupakan kecakapan dalam memanfaatkan bahasa yang mencakup empat aspek utama, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis (Akmaliah et al. , 2. Salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting untuk dipelajari adalah kemampuan menulis (Dewi et al. , 2. Kemampuan menulis adalah kemampuan untuk mengungkapkan ide, perasaan, dan opini kepada orang lain melalui tulisan, yang didukung dengan penggunaan kosakata, struktur bahasa, dan ejaan yang tepat (Prihatin & Sari. Dalam ranah pendidikan, kegiatan menulis memperdalam pemahaman terhadap materi pelajaran. Menulis bukan sekadar sarana untuk menuangkan ide dan pengetahuan, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, serta menyusun argumen secara runtut dan logis (Qhusyaeri et al. , 2. Kemampuan berkomunikasi secara tertulis sangat penting untuk kehidupan manusia karena pengetahuan apapun tidak terlepas dari kemampuan menulis. Keterampilan kemampuan siswa dalam mengekspresikan ide, berargumentasi, dan berkomunikasi secara tertulis memiliki dampak besar pada kesuksesan akademik mereka (Wuryani, 2. Menulis merupakan aktivitas yang memiliki peran penting karena dapat merangsang kreativitas, meningkatkan perkembangan sosial, serta memperkuat keterampilan berpikir kritis siswa (Yaqien & Mataram, 2. Menulis menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan akademis siswa. Selain itu, keterampilan menulis juga dapat mempengaruhi pengembangan karir siswa di masa depan, oleh karena itu, penting untuk mengembangkan keterampilan menulis sejak dini (Daswita, 2. Menulis tidak hanya sebatas merangkai kata, tetapi juga mencakup penyampaian ide, gagasan, maupun pengetahuan dengan cara yang tepat (Prihatin & Sari, 2. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan menulis yang diajarkan bersifat kompleks, kemampuan menulis tidak hadir secara otomatis, melainkan harus ditempuh melalui praktik dan latihan yang berkelanjutan (Permanasari, 2. Tulisan yang baik ditandai oleh alur dan penggunaan bahasa yang tepat, dari segi alur, tulisan yang baik memiliki runtutan berpikir yang logis serta saling berkesinambungan dari segi isi, tulisan harus memuat informasi akurat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dari segi kebahasaan, karangan yang baik ditandai dengan ejaan yang benar, diksi yang bervariasi, kalimat yang efektif, serta paragraf yang padu (Raissa et al. , 2. Berdasarkan keterampilan menulis siswa cenderung lebih rendah dibandingkan dengan keterampilan berbahasa lainnya, hal tersebut terlihat dari hasil belajar yang diperoleh dari guru, di mana sebagian besar nilai siswa masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (Adnan et al. , 2. Temuan ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti lainnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Trismanto . , diketahui bahwa keterampilan menulis merupakan salah satu aspek berbahasa yang sulit untuk dikuasai dibandingkan dengan keterampilan berbahasa lainnya, seperti menyimak, berbicara, dan membaca, kesulitan ini disebabkan oleh kompleksnya proses menulis yang tidak hanya menuntut penguasaan kosakata dan tata bahasa yang baik, tetapi juga kemampuan mengorganisasikan ide secara sistematis serta menyampaikannya dengan jelas dan runtut. Hal ini karena keterampilam menulis menuntut penguasaan berbagai unsur kebahasaan maupun unsur di luar kebahasaan dalam menyusun karangan atau tulisan lainnya (Sukirman, 2. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam menulis karena kurangnya latihan yang terencana dan berkelanjutan, serta terbatasnya umpan balik yang diberikan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung (Rizki & Kurniawati, 2. Siswa kurang menyenangi kegiatan menulis dari semua kegiatan pembelajaran bahasa, meskipun orang yang dimaksud adalah penutur asli bahasa tersebut, keterampilan menulis lebih sulit dikuasai daripada keterampilan bahasa lainnya (Mulyadi & Wikanengsih, 2. Hal ini karena keterampilan menulis menuntut penguasaan berbagai unsur kebahasaan maupun unsur di luar Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan bahasa dalam menyusun karangan atau tulisan lainnya (Prasetyo & Suryani, 2. Berdasarkan paparan di atas, penulis memandang keterampilan menulis sebagai hal yang urgen untuk dipilih, sebab menulis merupakan salah satu kemampuan dasar yang sangat penting dalam proses Berdasarkan kajian literatur, menulis esai dipandang sebagai salah satu keterampilan berbahasa yang paling sulit dikuasai oleh siswa dibandingkan dengan penulisan jenis teks lainnya (Lubis, 2. Kesulitan tersebut muncul karena menulis esai tidak hanya menuntut kemampuan dalam menyusun kalimat yang benar secara gramatikal, tetapi juga menuntut penguasaan keterampilan berpikir kritis, kemampuan mengembangkan ide secara sistematis, serta kepekaan dalam menyusun argumen yang logis dan koheren (Hendrawan, 2. Sebagai salah satu jenis tulisan yang esensial, esai memberikan ruang bagi penulis untuk menyampaikan gagasan, pendapat, serta analisis mengenai suatu topik secara mendalam (Ramdhano. Banyak siswa masih menghadapi kesulitan dalam menulis esai, kesulitan ini umumnya disebabkan oleh rendahnya motivasi, kurangnya pemahaman terhadap struktur esai, dan keterbatasan kreativitas dalam mengembangkan ide-ide (Puspitasari, 2. Menulis esai tidak hanya sekedar mengeluarkan gagasan, tetapi juga melibatkan pengembangan keterampilan berpikir kritis, melalui proses menulis esai siswa diharapkan mampu mengembangkan ide lebih dalam, menyusun struktur tulisan secara teratur, dan menghubungkan gagasan-gagasan setiap kalimat dan paragraf saling berkaitan, sehingga menghasilkan sebuah karya tulis yang jelas (Imaniah, 2. Menulis esai memberi siswa kesempatan untuk melatih kemampuan membaca dan menulis, mengasah cara berpikir, serta mengungkapkan ide secara mendalam, dengan kegiatan ini, siswa belajar menyusun gagasan dengan rapi, memperkaya pengetahuan, dan berpikir kritis (Lestari, 2. Kemampuan menulis esai, terutama dalam menyusun bagian-bagiannya dan mengembangkan alasan, sangat penting, dengan kemampuan ini, siswa bisa menyusun ide secara tertata, mengembangkan pemikiran yang benar, serta melatih kemampuan berpikir dalam menyampaikan pendapat (Auliani & Wibowo, 2. Siswa diketahui mengalami kesulitan dalam menyusun esai yang terstruktur dan argumentatif, sehingga hal tersebut menegaskan bahwa penulisan teks esai penting dan memerlukan penerapan model pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik (Yuliana & Hanif, 2. Dalam proses pembelajaran menulis teks esai diperlukan model pembelajaran yang tepat agar dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran. Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 144-154 berdasarkan model pembelajaran yang digunakan saat ini, salah satu model yang cocok yaitu, model Project Based Learning (PjBL), (Salma et al. , 2. Model ini dipandang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, karena siswa dilatih untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan menghasilkan produk nyata melalui serangkaian tahapan yang terstruktur ( Hidayati et al. , 2. Model PjBL dikenal sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui penerapan model ini, siswa tidak hanya dituntut untuk memahami materi, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga penyusunan produk akhir berupa tulisan (Siman, 2. Model PjBL merupakan salah satu pendekatan yang mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, hal ini disebabkan oleh penerapan model yang tepat sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan tidak berlangsung secara satu arah, dalam model ini, guru tidak lagi mendominasi jalannya pembelajaran sebagaimana pada metode ceramah atau kegiatan mengerjakan soal di Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) semata (Elisabet et al. , 2. Model pembelajaran yang berfokus pada proyek terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis esai. Model PjBL tidak hanya memperkuat kemampuan teknis menulis, tetapi juga mendorong perkembangan aspek lain keterlibatan dalam menulis (Kuncoro, 2. Penerapan model PjBL dalam pembelajaran menulis terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun teks esai secara lebih tersusun dan penuh ide, melalui model ini, siswa didorong untuk aktif dalam setiap tahapan pembelajaran, mulai dari perencanaan hingga penyajian hasil akhir, sehingga proses menulis menjadi lebih signifikan (Triyani et al. , 2. Sejalan dengan hal ini, penerapan model PjBL dipandang mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis esai, model PjBL merupakan salah satu model pembelajaran yang memudahkan siswa dalam proses pemahaman dan penyerapan materi yang diberikan (Habib et al. , 2. Selain itu, model PjBL akan tercapai dengan optimal, apabila dipadukan dengan media pembelajaran, model PjBL relevan diterapkan sebagai model pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada materi menulis teks esai (Zahro & Aprilia, 2. Dengan adanya model PjBL membantu siswa dalam pembelajaran menulis teks esai, tetapi dalam proses pembelajaran juga perlu di dukung dengan media pembelajaran yang tepat, salahsatunya adalah media pembelajaran audio visual (Antika & Marini. Untuk meningkatkan efektivitas, model pembelajaran berbasis proyek dapat dipadukan dengan Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan media pembelajaran yang menarik, penggunaan media dalam proses pembelajaran seharusnya menjadi fokus utama guru sebagai fasilitator pada setiap aktivitas belajar (Tafonao, 2. Media pembelajaran memiliki beragam manfaat praktis, seperti memperjelas penyampaian pesan dan informasi untuk meningkatkan proses serta hasil belajar, menumbuhkan motivasi, dan memfasilitasi interaksi siswa dengan lingkungannya sehingga mereka dapat belajar sesuai minat dan kemampuan (Ansar & Rahmah, 2. Dalam penerapan pembelajaran berbasis proyek, salah satu media yang dapat dimanfaatkan adalah media audiovisual, media ini memiliki peran penting karena mampu membantu siswa memahami materi secara lebih konkret melalui kombinasi suara dan gambar, sehingga proses pembelajaran menjadi mudah untuk dipahami (Harahap et al. , 2. Selain itu, meningkatkan motivasi belajar siswa serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam setiap tahapan kegiatan pembelajaran (Pujiani & Wathon, 2. Media audiovisual dihasilkan dari perpaduan audio dan visual berupa slide, berdasarkan hal tersebut, media pembelajaran menulis esai, dengan demikian, siswa menjadi lebih tertarik sekaligus lebih mudah memahami materi pembelajaran (Istiqomah et al. , 2. Berdasarkan penjelasan tersebut, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian terkait dengan implementasi model PjBL berbantuan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks esai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model PjBL dengan dukungan media audiovisual dapat meningkatkan kemampuan menulis teks esai. Oleh karena itu, peneliti merasa penting untuk melakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Model Project Based Learning Berbantuan Media Audiovisual dalam Pembelajaran Menulis Teks Esai Siswa Kelas XII SMA Negeri 5 Sungai PenuhAy Metode Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kombinasi Mix method . etode campura. Pemilihan jenis penelitian ini dirtujukan untuk menggambarkan keadaan sebenarnya bagaimana penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks esai siswa kelas XII SMAN 5 Sungai Penuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Mix method . etode Penelitian ini memiliki tiga jenis data yaitu modul ajar dalam pembelajaran berbasis proyek berbantuan media audiovisual, data dari proses Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 144-154 pembelajaran menulis teks esai, dan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didi. serta hasil akhir karya tulis esai Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XII SMAN 5 Sungai Penuh. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan penerapan lembar penilaian, lembar observasi, serta pedoman wawancara. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu observasi dan wawancara. Observasi dilakukan untuk mengamati peran guru dalam melaksanakan atau menerapkan model pembelajaran PjBL berbantuan media audiovisual pada pembelajaran teks esai. Selain itu, teknik wawancara digunakan untuk membantu data hasil observasi agar tebih kompleks dan objektif. Data yang ditemukan dalam penelitian ini akan dianalisis dengan berlangsung secara bersamaan, yakni reduksi data . ata reductio. , penyajian data . ata displa. , serta penarikan kesimpulan atau verifikasi . onclusion drawing/verificatio. Hasil dan Pembahasan Perencanaan penerapan Model Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Media Audiovisual Dalam Pembelajaran Menulis Teks Esai Siswa Kelas XII SMAN 5 Sungai Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks esai siswa kelas XII SMAN 5 Sungai meliputi penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan perencanaan modul ajar. ATP disusun secara sistematis dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Indonesia Fase F, serta dirancang untuk mengarahkan peserta didik secara bertahap dalam mencapai Tujuan Pembelajaran (TP) keterampilan menulis teks esai. Setiap TP dirumuskan secara terukur dan selaras dengan kompetensi yang harus dicapai siswa, mulai dari memahami struktur dan kaidah kebahasaan teks esai hingga menghasilkan teks esai secara mandiri melalui kegiatan proyek. Berdasarkan hasil observasi, proses perencanaan dilakukan dengan menilai modul ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Modul ajar dinilai berdasarkan aspek dan indicator penilaian. Hasil penilaian akan memperlihatkan kualitas modul ajar berdasarakan beberapa indakator. Temuan dari penilaian modul ajar dapat dilihat dalam table berikut. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 144-154 Tabel 1. Penilaian modul ajar asesmen, serta kegiatan pengayaan dan remedial yang mendukung pencapaian keterampilan menulis teks esai. Komponen terakhir dalam modul ajar yaitu bagian lampiran, yang memuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), glosarium, serta bahan bacaan guru dan peserta didik. Secara umum, komponen-komponen dalam modul ajar telah tersusun dengan lengkap dan memenuhi kriteria. Namun, masih terdapat kekurangan pada bagian lampiran, yaitu belum dicantumkannya daftar pustaka. Keberadaan daftar pustaka dalam modul ajar penting karena tidak hanya menunjukkan orisinalitas karya penulis, tetapi juga memperlihatkan bahwa materi pembelajaran disusun berdasarkan dipertanggungjawabkan secara akademik. Sejalan dengan hal tersebut. Triandini et al. , . menyatakan bahwa modul ajar Kurikulum Merdeka terdiri atas tiga komponen utama, yaitu komponen informasi umum yang meliputi identitas modul, kompetensi awal, profil Pelajar Pancasila, sarana dan prasarana, target peserta didik, serta model pembelajaran, komponen inti yang mencakup tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, kegiatan pembelajaran, refleksi, asesmen, serta kegiatan pengayaan dan remedial, serta komponen lampiran yang meliputi LKPD, glosarium, bahan bacaan guru dan peserta didik, serta daftar pustaka. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model project based learning (PjBL) berbantuan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks esai siswa kelas XII SMAN 5 Sungai telah disusun secara sistematis, selaras antara CP. ATP, dan TP, serta layak dan sesuai untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. No Aspek Indikator Utama Hasil Penilaian Identitas Identitas modul tercantum Sangat baik modul Ajar lengkap. Tujuan pembelajaran Komponen Materi sesuai dengan KD/TP Sangat baik isi modul menulis teks esai. Materi Terdapat contoh dan langkah menulis esai Penilaian Rubrik esai Sangat baik dan refleksi tercantum Refleksi pembelajaran disediakan Berdasarkan tabel di atas, modul yang dikembangkan menunjukkan kualitas sangat baik pada seluruh aspek yang dinilai. Pada aspek identitas modul ajar, modul telah memuat identitas secara lengkap serta tujuan pembelajaran yang selaras dengan capaian Aspek komponen isi modul ajar juga memperoleh penilaian sangat baik karena materi yang disajikan telah sesuai dengan KD/TP menulis teks esai, bersifat aktual dan kontekstual, serta dilengkapi contoh dan langkah-langkah penulisan esai. Selanjutnya, pada aspek penilaian dan refleksi, modul ajar telah menyediakan rubrik penilaian esai yang jelas dan disertai refleksi pembelajaran. Secara keseluruhan, hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa modul ajar layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks esai siswa kelas XII SMAN 5 Sungai telah dirancang dengan baik, menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul ajar yang mengintegrasikan model PjBL berbantuan media audiovisual. ATP disusun dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Indonesia Fase F, serta dirancang secara sistematis untuk mengarahkan peserta didik mencapai Tujuan Pembelajaran (TP) menulis teks esai melalui kegiatan berbasis proyek. Perencanaan modul ajar guru telah sesuai dengan komponen penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka. Hal ini dibuktikan dengan adanya komponen informasi umum yang memuat identitas modul, kompetensi awal, profil Pelajar Pancasila, sarana dan prasarana, karakteristik peserta didik, serta model pembelajaran yang digunakan, yaitu Project Based Learning berbantuan media audiovisual. Pada bagian komponen inti, modul ajar memuat Tujuan Pembelajaran (TP) yang diturunkan dari ATP, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, langkahlangkah kegiatan pembelajaran berbasis proyek. Pelaksanaan Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Media Audiovisual Dalam Pembelajaran Menulis Teks Esai Siswa Kelas XII SMAN 5 Sungai Hasil pelaksanaan penerapan Model Project Based Learning (PjBL) pembelajaran menulis teks esai siswa kelas XI SMAN 5 Sungai telah dilaksanakan sesuai dengan tuntutan sintaks model Project Based Learning (PjBL). Pelaksanaan pembelajaran mengacu pada tahapan PjBL yang sistematis dan berorientasi pada ketercapaian Tujuan Pembelajaran (TP) yang telah dirumuskan dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Hal ini menunjukkan adanya keterpaduan antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran menulis teks esai berbasis proyek. Sejalan dengan itu. Lestari dan Yuwono . menjelaskan bahwa langkah-langkah model Project Based Learning (PjBL) meliputi: . penentuan Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 144-154 pertanyaan mendasar . tart with the essential questio. , . mendesain perencanaan proyek, . menyusun jadwal pelaksanaan proyek, . memonitor peserta didik dan kemajuan proyek, . menguji hasil proyek, serta . mengevaluasi pengalaman belajar. Keenam tahapan tersebut menjadi landasan guru dalam melaksanakan pembelajaran menulis teks esai berbantuan media Berdasarkan hasil temuan di lapangan, proses yang dilakukan dalam pembelajaran berbasis PjBL dapat dilihat pada table berikut. Tabel 2. Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis PjBL Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran PJBL Penentuan pertanyaan mendasar Mendesain perencanaan proyek Menyusun Memonitor peserta kemajuan proyek Menguji hasil proyek Mengevaluasi pengalaman belajar Temuan observasi Guru menayangkan media audio visual berupa video. Setelah video ditayangkan, guru mengajukan beberapa pertanyaan pemantik yang berkaitan dengan isi Guru menjelaskan kriteria proyek yang harus dihasilkan beurupa menulis teks esai dengan struktur yang tepat, argumen yang logis, serta penggunaan bahasa yang sesuai kaidah. Penjadwalan proyek dilakukan secara kolaboratif oleh guru dan peserta didik, meliputi kegiatan perumusan ide, penulisan draf, penyempurnaan, sampai pada hasil akhir esai. Guru memberikan arahan, umpan balik, serta bantuan apabila peserta didik mengalami kesulitan dalam penyusunan teks esai Pengujian dilakukan dengan cara siswa diminta untuk menyajikan hasil esai yang telah disusun. Evaluasi pembelajaran dilakukan oleh guru dengan menilai proses dan hasil, disertai pemberian apresiasi kepada kelompok yang bekerja optimal serta motivasi bagi peserta didik untuk terus berkembang. Berdasarkan hasil observasi, penerapan Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran menulis teks esai berlangsung secara terstruktur dan berpusat pada keaktifan peserta didik. Pembelajaran dirancang untuk mendorong pemahaman awal, kejelasan tujuan, serta pengelolaan waktu yang sistematis. Selama proses berlangsung, guru memberikan pendampingan dan penguatan agar peserta didik dapat menyelesaikan proyek dengan optimal. Pada tahap akhir, hasil pembelajaran dievaluasi melalui penilaian dan refleksi guna menilai ketercapaian tujuan serta meningkatkan motivasi peserta didik. Berikut akan dipaparkan lebih lengkat mengenai proses pembelajaran berbasis PjBl di Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start with the Essential Questio. Pada menayangkan media audiovisual berupa video atau tayangan visual yang relevan dengan topik pembelajaran menulis teks esai melalui proyektor. Peserta didik diminta untuk memperhatikan tayangan tersebut secara saksama guna membangun pemahaman awal terhadap permasalahan yang akan Materi pembelajaran difokuskan pada pengertian, struktur, dan kaidah kebahasaan teks esai sesuai dengan Tujuan Pembelajaran (TP) yang tercantum dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Setelah penayangan media audiovisual, guru mengajukan beberapa pertanyaan pemantik yang berkaitan dengan isi tayangan, seperti isu atau permasalahan yang dapat dikembangkan menjadi topik esai. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat, menjawab pertanyaan, serta menyampaikan tanggapan awal. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan mengarahkan siswa dalam menemukan gagasan utama yang akan dikembangkan menjadi teks esai. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Projec. Setelah peserta didik memahami permasalahan yang diangkat, guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok kecil yang terdiri atas 4Ae5 orang. Setiap kelompok kemudian diberikan arahan untuk merancang proyek penulisan teks esai, meliputi penentuan tema, perumusan judul, penyusunan kerangka esai, serta pembagian tugas antaranggota Pada tahap ini, guru menjelaskan kriteria proyek yang harus dihasilkan sesuai dengan TP, yaitu peserta didik mampu menulis teks esai dengan struktur yang tepat, argumen yang logis, serta Perancangan proyek ini bertujuan untuk melatih keterampilan perencanaan ide dan kerja sama kelompok dalam proses menulis. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 144-154 diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan, masukan, atau pertanyaan terhadap hasil karya yang Guru terhadap hasil proyek berdasarkan rubrik yang telah disusun, meliputi aspek isi, struktur, kebahasaan, dan kreativitas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur ketercapaian TP dalam pembelajaran menulis teks esai. Gambar 1. Pembagian Kelompok Pada Siswa Menyusun Jadwal Pelaksanaan Proyek (Create a Schedul. Guru dan peserta didik secara bersama-sama menyusun jadwal pelaksanaan proyek, mulai dari tahap pengumpulan ide, penulisan draf esai, revisi, hingga penyelesaian hasil akhir. Penyusunan jadwal ini dilakukan agar proses pembelajaran berjalan terarah dan sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan dalam modul ajar. Melalui kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan serta mampu mengelola waktu secara efektif dalam menyelesaikan proyek penulisan teks esai. Memonitor Proses dan Kemajuan Proyek (Monitor the Students and the Progress of the Projec. Pada tahap pelaksanaan proyek, guru berperan sebagai fasilitator yang memonitor dan membimbing aktivitas peserta didik, baik secara individu maupun Guru memberikan arahan, umpan balik, serta bantuan apabila peserta didik mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun argumen, atau menerapkan kaidah kebahasaan teks Monitoring ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses penulisan esai berjalan sesuai dengan ATP dan mendukung ketercapaian TP, khususnya dalam aspek berpikir kritis, kolaborasi, dan keterampilan menulis. Menguji Hasil Proyek (Assess the Outcom. Setelah proyek penulisan teks esai selesai, setiap kelompok diminta untuk menyajikan hasil esai yang telah disusun. Presentasi dilakukan di depan kelas, baik dengan membacakan ringkasan esai maupun memaparkan gagasan utama tulisan. Kelompok lain Gambar 2. Guru Memberikan Apresiasi dan Evaluasi Kepada kelompok yang Tampil dengan Baik Mengevaluasi Pengalaman Belajar (Evaluate the Experienc. Pada tahap akhir, guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran. Guru memberikan evaluasi terhadap proses dan hasil pembelajaran, mengapresiasi kelompok yang telah bekerja dengan baik, serta memotivasi peserta didik agar terus meningkatkan kemampuan menulisnya. Peserta didik juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, kendala, dan kesan selama mengikuti pembelajaran berbasis proyek. Guru menutup pembelajaran dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari, menegaskan kembali poin-poin penting dalam penulisan teks esai, serta memberikan umpan balik terhadap pemahaman peserta didik. Tahap evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta didik telah memahami materi dan mencapai Tujuan Pembelajaran yang telah Pertama, orientasi dan penyajian masalah proyek. Guru memperkenalkan permasalahan atau isu aktual yang relevan dengan kehidupan peserta didik melalui media audiovisual. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, khususnya Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan keterampilan menulis teks esai, serta memberikan pertanyaan pemantik untuk menggali pengetahuan awal peserta didik terkait isu yang ditampilkan. Tahap ini bertujuan untuk mengarahkan peserta didik agar memahami konteks proyek yang akan dikerjakan sesuai dengan Tujuan Pembelajaran (TP) dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Kedua, menyimak dan mengamati media Peserta didik menyimak tayangan audiovisual secara bersama-sama dalam kelompok. Guru memberikan instruksi agar peserta didik mengamati isi tayangan dengan fokus pada permasalahan utama, gagasan pendukung, serta sudut pandang yang dapat dijadikan bahan dalam penulisan teks esai. Kegiatan ini membantu peserta didik memperoleh informasi awal dan data yang diperlukan sebagai dasar penyusunan esai. Ketiga. Setelah menyimak tayangan audiovisual, peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memahami isu yang disajikan. Dalam diskusi tersebut, peserta didik saling bertukar pendapat, mengajukan pertanyaan, serta mencatat informasi penting yang berkaitan dengan topik esai. Diskusi kelompok ini bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif dalam merumuskan gagasan dan argumen. Keempat, perencanaan dan pengembangan proyek penulisan esai. Guru membimbing peserta didik dalam merumuskan kerangka teks esai berdasarkan hasil diskusi kelompok. Setiap anggota kelompok berperan aktif dalam menyusun gagasan utama, argumen, dan penegasan ulang yang akan dituangkan dalam teks esai. Pada tahap ini, peserta didik mulai mengembangkan proyek penulisan esai secara terstruktur dan sistematis. Kelima, penyusunan dan penyajian hasil proyek. Peserta didik menyusun teks esai berdasarkan kerangka yang telah disepakati dalam kelompok. Selanjutnya, guru menunjuk kelompok atau perwakilan peserta didik untuk mempresentasikan hasil proyek penulisan esai di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan, sehingga terjadi proses saling belajar antarpeserta didik. Keenam, evaluasi dan refleksi pembelajaran. Guru melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil pembelajaran dengan menilai ketercapaian Tujuan Pembelajaran menulis teks esai. Guru memberikan umpan balik terhadap kualitas isi, struktur, dan kebahasaan teks esai yang dihasilkan peserta didik. Selain itu, peserta didik diberi kesempatan untuk merefleksikan pengalaman belajar yang telah dilalui dan menyampaikan kesan serta kendala yang dihadapi selama pembelajaran berbasis proyek. Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 144-154 Dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran berbasis proyek, guru dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media audiovisual menciptakan lingkungan pembelajaran yang terarah, interaktif, dan kontekstual, sehingga mampu mendukung pencapaian Tujuan Pembelajaran (TP) dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), khususnya pada keterampilan menulis teks esai. Melalui kegiatan menyimak tayangan audiovisual, berdiskusi, merumuskan gagasan, dan menyusun teks esai, peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan argumentatif. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, antara lain adanya peserta didik yang kurang fokus saat menyimak media audiovisual, terutama ketika terjadi gangguan dari teman sebaya, serta keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran menulis teks Oleh karena itu, guru dan pihak sekolah perlu meningkatkan pengelolaan kelas, memilih media audiovisual yang lebih menarik dan relevan, serta memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada peserta didik. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dan mengoptimalkan pencapaian keterampilan menulis teks esai sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah Pengevaluasian Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Media Audiovisual Dalam Pembelajaran Menulis Teks Esai Siswa Kelas XII SMAN 5 Sungai Hasil pengevaluasian penerapan Model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks esai siswa kelas XII SMAN 5 Sungai telah dilaksanakan dengan prosedur yang tepat. Evaluasi dilakukanmelalui tes tertulis, observasi, dan angket yang disesuaikan dengan Tujuan Pembelajaran (TP) dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Pengevaluasian dilakukan dengan menilai hasil kerja siswa beru. penilaian teks esai. Teks esai dinilai dengan melihat 5 aspek indicator penilaian. Aspek tersebut berupa kesesuaian isi dengan topik, struktur teks esai, koherensi dan kohesi antar paragraph, ketepatan penggunaan bahasa, orisinalitas dan kreativitas. Masing masing aspek tersebut dinilai dengan memberikan skor dan Skor 5 berpredikat sangat baik, skor 4 berpredikat baik, skor 3 berpredikat cukup, skor 2 berpredikat kurang, dan skor 1 berpredikat sangat Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 144-154 Berikut gambar temuan dari evaluasi kerja siswa berupa teks esai. tujuan pembelajaran. Guru selanjutnya memberikan penilaian dan umpan balik terhadap hasil kerja peserta Dengan demikian, evaluasi pembelajaran menunjukkan bahwa penerapan Model PjBL meningkatkan keterampilan menulis teks esai peserta Kesimpulan Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Gambar 3. Penilaian teks esai siswa Berdasarkan bagan hasil observasi, kemampuan menulis esai siswa dalam proses pembelajaran berbasis PjBL secara umum berada pada kategori baik hingga sangat baik. Aspek kesesuaian isi dengan topik, koherensi dan kohesi antarparagraf, serta orisinalitas dan kreativitas memperoleh penilaian sangat baik, yang menunjukkan bahwa siswa mampu mengembangkan gagasan secara relevan, runtut, dan kreatif. Sementara itu, aspek struktur teks esai dan ketepatan penggunaan bahasa berada pada kategori baik, menandakan bahwa meskipun struktur dan kaidah kebahasaan telah diterapkan dengan cukup tepat, masih terdapat ruang untuk penyempurnaan. Secara keseluruhan, bagan tersebut menunjukkan bahwa penerapan PjBL memberikan dampak positif terhadap kualitas penulisan teks esai siswa. Selain dengan penilaian hasil esai siswa, evaluasi juga dilakukan dengan menggunakan tes tertulis. Tes tertulis dilakukan melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menulis teks esai sesuai struktur dan kaidah Observasi digunakan untuk menilai keterlibatan peserta didik, kerja sama kelompok, serta kemampuan mengembangkan gagasan selama proses pembelajaran berbasis proyek. Sementara itu, angket digunakan untuk mengetahui respons dan pemahaman peserta didik terhadap penerapan model pembelajaran. Instrumen evaluasi yang digunakan telah sesuai dengan indikator pembelajaran dan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai ketercapaian Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks esai siswa kelas XII SMAN 5 Sungai Penuh telah terlaksana dengan baik. Perencanaan pembelajaran disusun secara sistematis dengan mengacu pada keterpaduan Capaian Pembelajaran (CP). Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Tujuan Pembelajaran (TP), serta didukung oleh modul ajar yang sesuai dengan komponen Kurikulum Merdeka. Pelaksanaan pembelajaran menulis teks esai melalui Model PjBL berbantuan media audiovisual berlangsung sesuai dengan sintaks PjBL dan mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam setiap tahapan pembelajaran, mulai dari memahami isu melalui media audiovisual, berdiskusi, merancang proyek, hingga menghasilkan teks esai. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, interaktif, dan mendorong berkembangnya kemampuan berpikir kritis serta argumentatif peserta didik. Pengevaluasian menggunakan instrumen yang tepat, yaitu tes tertulis melalui LKPD, observasi, dan angket. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan Model PjBL meningkatkan keterampilan menulis teks esai peserta Dengan demikian, model pembelajaran ini layak diterapkan sebagai alternatif pembelajaran inovatif dalam pembelajaran menulis teks esai di jenjang SMA. Daftar Pustaka