p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 1, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business ANALISIS PENGARUH LITERASI KEUANGAN. GAYA HIDUP DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA GENERASI Z Shanti Alifah Salma1. Fadjar Harimurti2 1,2,3 Article History Received: 13-03-2025 Revision: 16-03-2025 Accepted: 16-03-2025 Published: 20-03-2025 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Slamet Riyadi Email: shantialifah0192@gmail. Abstract. Financial behavior is the ability or action taken by a person in organizing and managing finances, starting from planning, spending, deviations, bookkeeping, supervision, to accountability for the financial resources they have. This study aims to analyze the effect of financial literacy, lifestyle and locus of control on the financial behavior of generation z students of Private Universities (PTS) in Surakarta. This study uses quantitative and uses primary data in the form of questionnaires given to respondents, the population in this study was 1,361 accounting students of PTS Surakarta. The sampling technique in this study used the Probability Sampling method with simple random sampling with a sample size of 100 respondents. The data analysis techniques used in this study are descriptive analysis, instrument testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, t-test. F-test and coefficient of determination The results of this study indicate that the variables of financial literacy and lifestyle have a significant effect on financial behavior, while the variable locus of control does not affect the variable financial literacy. Keywords: Financial Literacy. Lifestyle. Locus Of Control. Financial Behavior. Abstrak. Perilaku keuangan adalah kemampuan atau tindakan yang dilakukan seseorang dalam mengatur dan mengelola keuangan, mulai dari perencanaan, pembelanjaan, penyimpangan, pembukuan, pengawasan, hingga pertanggung jawaban dari sumber daya keuangan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, gaya hidup dan locus of control terhadap perilaku keuangan mahasiswa generasi z Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surakarta. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dan menggunakan data primer berupa kuesioner yang diberikan kepada responden, populasi dalam penelitian ini sejumlah 1. 361 mahasiswa akuntansi PTS Surakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Probability Sampling dengan simple random sampling jumlah sampel 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F dan uji koefisien Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel literasi keuangan dan gaya hidup berpengaruh signifikan terhadp perilaku keuangan, sedangkan variabel locus of control tidak berpengaruh terhadap variabel literasi keuangan. Kata Kunci: Literasi Keuangan. Gaya Hidup. Locus Of Control. Perilaku Keuangan. How to Cite: Salma. Harimurti. , . Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup Dan Locus of Control Terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa Generasi Z. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 4236-4249. 54373/ifijeb. Salma. Harimurti. Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup A PENDAHULUAN Generasi Z lahir di zaman dengan akses mudah ke lembaga keuangan, dimana mereka tumbuh dengan komputer dan internet yang memudahkan mereka untuk mempelajari sektor keuangan dengan cepat dan menerapkannya dalam kehidupan. Untuk berinvestasi, generasi Z cukup mengakses segala hal yang dibutuhkan melalui gadget mereka. Faktor yang membuat generasi Z memiliki perilaku konsumtif adalah penggunaan dompet digital. Bagi mereka, dompet digital lebih sederhana dan efektif daripada uang tunai, yang menyebabkan dampak besar pada pola konsumsi mahasiswa. Dube & Leclerc . menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital mengubah cara konsumen, termasuk generasi Z, mengelola keuangan mereka melalui aplikasi keuangan dan dompet digital yang mudah diakses. Hal ini didukung oleh penelitian Smith & Duggan . yang mengungkapkan bahwa platform digital mempermudah konsumen dalam transaksi dan investasi. Perilaku keuangan merupakan fenomena umum dalam kehidupan mahasiswa. Mahasiswa sering dianggap pandai dalam pengelolaan keuangan. Pengelolaan uang sangat penting agar bisa melakukan transaksi yang berhubungan dengan uang sendiri, dan memperkirakan spekulasi keuangan. Dalam memenuhi kebutuhan hariannya, mahasiswa cenderung mengandalkan uang saku harian atau bulanan, dan ada juga yang memilih bekerja sampingan atau paruh waktu untuk mendapatkan pendapatan tambahan. Lusardi & Mitchell . menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan yang baik sangat penting bagi individu, termasuk mahasiswa, untuk merencanakan masa depan mereka. Agarwal et al. menyatakan bahwa mahasiswa dengan pengelolaan keuangan buruk cenderung kesulitan dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka, sementara Setiawan dan Purwanto . mengungkapkan bahwa pengelolaan keuangan yang buruk memengaruhi kesejahteraan mahasiswa. Perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi, yang memudahkan mereka dalam membeli barang dan jasa tanpa memperhatikan apakah itu kebutuhan atau keinginan. Banyak mahasiswa yang cenderung berpikir pendek tanpa diikuti tanggung jawab sosial. Perilaku konsumtif ini dapat mengakibatkan kegagalan dalam mengelola keuangan mereka (Alfida dan Nurul, 2. Literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku dalam pengelolaan keuangan. Pemahaman literasi keuangan membantu individu mengelola uang secara bijak. Hardiyanti . menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan. Penelitian oleh Sari et al. juga menunjukkan adanya pengaruh signifikan literasi keuangan terhadap perilaku keuangan. Salma. Harimurti. Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup A Gaya hidup merupakan pola hidup yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan pengeluaran Perkembangan teknologi memungkinkan generasi Z untuk menerapkan perilaku keuangan positif seperti investasi dan menghindari belanja impulsif. Namun, banyak juga yang mengikuti gaya hidup hedonistik yang menyebabkan mereka hidup berfoya-foya akibat rendahnya pemahaman dalam pengelolaan keuangan yang tepat (Rahmawati & Mirati, 2. Penelitian oleh Azizah . menunjukkan hubungan signifikan antara gaya hidup dan perilaku keuangan, serta penelitian Diskhamarzaweny et al. yang menyatakan bahwa gaya hidup berpengaruh terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Locus of control adalah keyakinan bahwa seseorang memiliki potensi besar dalam menentukan nasibnya sendiri. Locus of control diklasifikasikan menjadi internal dan eksternal (Cahyaningrum & Fikri, 2. Pengendalian diri adalah hal penting bagi mahasiswa generasi Z dalam pengelolaan keuangan mereka. Penelitian Susanti . menunjukkan bahwa locus of control berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, dan locus of control terhadap perilaku keuangan mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kota Surakarta. METODE Penelitian ini adalah studi kasus mengenai perilaku keuangan pada mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Kota Surakarta, yang menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda untuk menguji dan memberikan bukti empiris mengenai pemahaman literasi keuangan, gaya hidup, dan locus of control terhadap perilaku keuangan. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang disajikan dalam bentuk angka dan bersumber dari data primer, yang diperoleh langsung melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden melalui organisasi atau komunitas di kampus. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa generasi Z jurusan akuntansi di 11 PTS di Surakarta, dengan jumlah populasi sebanyak 1361 mahasiswa berdasarkan data PDDikti. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling, dan jumlah sampel yang diambil adalah 100 responden berdasarkan perhitungan rumus Cochran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang berisi skala Likert 5 poin untuk mengukur pendapat responden. Dalam analisis data, digunakan analisis deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis untuk melihat hubungan antar variabel dalam penelitian ini (Yakin et al. , 2. Salma. Harimurti. Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup A HASIL DAN DISKUSI Uji Statistik Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi terkait karakteristik masing-masing variabel yang dilihat dari mean, maximum, dan minimum. Berikut merupakan hasil uji statistik deskriptif pada mahasiswa generasi z: Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Minimum Literasi Keuangan Gaya Hidup Locus of Control Perilaku Keuangan Valid N . Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Maximum Mean Std. Deviation 45,51 4,386 42,04 3,912 35,46 3,476 21,25 2,442 Berdasarkan pada tabel tersebut, dapat dijelaskan analisis statistik deskriptif variabel dalam penelitin ini sebagai berikut: Perilaku Keuangan (Y) Berdasarkan hasil pengujian statistik tersebut diketahui bahwa nilai minimum sebesar 14, nilai maksimum sebesar 28 dan nilai mean sebesar 21,25 dengan standar deviasi sebesar 2,442. Nilai mean dan standar deviasi perilaku keuangan menunjukkan bahwa terdapat penyebaran data yang baik karena nilai rata-rata lebih besar dari standar deviasinya. Literasi Keuangan (X. Berdasarkan hasil pengujian statistik tersebut diketahui bahwa nilai minimum sebesar 38, nilai maksimum sebesar 60 dan nilai mean sebesar 45,51 dengan standar deviasi sebesar 4,386. Nilai mean dan standar deviasi literasi keuangan menunjukkan bahwa terdapat penyebaran data yang baik karena nilai rata-rata lebih besar dari standar deviasinya. Gaya Hidup (X. Berdasarkan hasil pengujian statistik tersebut diketahui bahwa nilai minimum sebesar 34, nilai maksimum sebesar 53 dan nilai mean sebesar 42,04 dengan standar deviasi sebesar 3,912. Nilai mean dan standar deviasi gaya hidup menunjukkan bahwa terdapat penyebaran data yang baik karena nilai rata-rata lebih besar dari standar deviasinya. Locus of Control (X. Salma. Harimurti. Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup A Berdasarkan hasil pengujian statistik tersebut diketahui bahwa nilai minimum sebesar 28, nilai maksimum sebesar 45 dan nilai mean sebesar 35,46 dengan standar deviasi sebesar 3,476. Nilai mean dan standar deviasi locus of control menunjukkan bahwa terdapat penyebaran data yang baik karena nilai rata-rata lebih besar dari standar deviasinya. Uji Instrumen Uji instrument merupakan uji yang digunakan untuk menguji alat ukur yang digunakan apakah valid dan reliable. Pengujian instrumen pada penelitian ini dilakukan dengan cara uji validitas dan reliabilitas. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Literasi Keuangan Pernyataan Pearson Correlation X1. 0,708** X1. 0,720** X1. 0,638** X1. 0,753** X1. 0,782** X1. 0,721** X1. 0,833** X1. 0,704** X1. 0,636** X1. 0,429** X1. 0,440** X1. 0,315** Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Sig. -taile. Kriteria 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,001 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 3. Hasil Uji Validitas Gaya Hidup Pernyataan Pearson Correlation X2. 0,436** X2. 0,506** X2. 0,397** X2. 0,687** X2. 0,393** X2. 0,826** X2. 0,858** X2. 0,719** X2. 0,640** X2. 0,761** X2. 0,777** X2. 0,786** Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Sig. -taile. Kriteria 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 4. Hasil Uji Validitas Locus of Control Pernyataan Pearson Correlation Sig. -taile. Kriteria Salma. Harimurti. Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup A X3. 0,711** X3. 0,642** X3. 0,732** X3. 0,704** X3. 0,469** X3. 0,724** X3. 0,422** X3. 0,730** X3. 0,423** X3. 0,724** Sumber: Data primer yang diolah, 2024 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 5. Hasil Uji Validitas Perilaku Keuangan Pearson Correlation 0,680** 0,672** 0,740** 0,794** 0,507** 0,563** Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Pernyataan Sig. -taile. Kriteria 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel diatas untuk seluruh variabel memiliki kriteria valid dengan sig. 0,000 < 0,05. Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha Literasi Keuangan 0,871 Gaya Hidup 0,881 Locus of Control 0,823 Perilaku Keuangan 0,723 Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Variabel N of Items Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha variabel literasi keuangan, gaya hidup, locus of control dan perilaku keuangan lebih dari 0,060. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pernyataan tersebut diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik adalah uji yang digunakan untuk mengetahui model regresi yang dapat menunjukkan hubungan yang signifikansi dan representatif. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan dengan cara uji normalitas, uji autokorelasi, uji heterokedastisitas dan uji Salma. Harimurti. Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup A Tabel 7. Hasi Uji Normalitas Unstandardized Residual Test Statistic 0,056 Asymp. Sig. -taile. 0,200 Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,200 > 0,05, dengan demikian dapat diasumsikan bahwa model regresi ini telah lolos uji normalitas atau residual berdistribusi normal. Tabel 8. Hasil Uji Multikolinearitas Mode Collinearity Statistics Tolerance Literasi Keuangan Gaya Hidup Locus of Control Sumber: Data yang diolah, 2024 VIF 2,394 3,891 4,963 0,418 0,257 0,201 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hasil uji seluruh variabel bebas lolos dari uji multikolinearitas karena nilai tolerance < 0, 10 dan nilai VIF > 10. Tabel 9. Hasi Uji Heterokedastisitas Variabel Literasi Keuangan (X. Sig. 0,433 Gaya Hidup (X. 0,386 Locus of Control (Y) 0,142 Keterangan Tidak terjadi Tidak terjadi Tidak terjadi Sumber: Data yang diolah, 2024 Berdasarkan table diatas menunjukkan bahwa variabel independen memiliki nilai p value > 0, 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas. Tabel 10. Hasil Uji Autokorelasi Unstandardized Residual Test Value 0,13550 Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs -1,206 Asymp. Sig. -taile. 0,228 Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hasil uji autokorelasi pada penelitian ini Salma. Harimurti. Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup A sebesar 0,228 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi. Analisis Regresi Linear Berganda Regresi linear berganda digunakan untuk menguji apakah variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat secara simultan maupunparsial (Sugiyono, 2011:. Tabel 11. Hasil analisis Regresi Linear Berganda Model (Constan. Literasi Keuangan Gaya Hidup Locus of Control Unstandardized Coefficients Std. Error 0,370 2,410 0,236 0,050 0,201 0,055 0,047 0,066 Standardized Coefficients Beta 0,310 0,239 0,340 Sig. 0,154 4,712 3,634 0,723 0,878 0,000 0,000 0,471 Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Berdasarkan tabel diatas, maka diperoleh model regresi sebagai berikut: Y = 0,370 0,236 X1 0,201 X2 0,047 X3 e Keterangan: Nilai konstanta sebesar 0,370, yang berarti jika variabel bebas nilainya nol atau dianggap konstan, maka perilaku keuangan (Y) tetap berpengaruh positif. Koefisien regresi pengaruh literasi keuangan sebesar 0,236 . , yang berarti literasi keuangan (X. berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan (Y). Koefisien regresi pengaruh gaya hidup (X. sebesar 0,201 . , yang berarti gaya hidup berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan (Y). Koefisien regresi pengaruh locus of control (X. sebesar 0,047 . , yang berarti locus of control berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan (Y). Tabel 12. Hasil Uji t Model (Constan. Literasi Keuangan Gaya Hidup Locus of Control Unstandardized Coefficients Std. Error 0,370 2,410 0,236 0,050 0,201 0,055 0,047 0,066 Standardized Coefficients Beta 0,310 0,239 0,340 Sig. 0,154 4,712 3,634 0,723 0,878 0,000 0,000 0,471 Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat hasil uji t antara variabel bebas dengan variabel terikat sebagai berikut: Salma. Harimurti. Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup A Hasil uji t pada variabel literasi keuangan sebesar 4,712 dengan p value 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 yang menyatakan bahwa literasi keuangan (X. berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan (Y). Hasil uji t pada tabel diatas variabel gaya hidup sebesar 3,634 dengan p value 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 yang menyatakan bahwa gaya hidup (X. berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan (Y). Hasil uji t pada tabel diatas variabel locus of control sebesar 0,723 dengan p value 0,471 > 0,05 maka Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 yang menyatakan bahwa locus of control (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan (Y). Tabel 13. Hasil Uji F Sum of Squares Regression Residual Total Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Model Mean Square Sig. 0,000b Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa nilai F sebesar 26. 451 dengan tingkat signifikansi 0,000b. Tingkat signifikansi kurang dari 0,05, maka literasi keuangan (X. , gaya hidup (X. dan locus of control (X. berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap perilaku keuangan (Y). Tabel 14. Hasil Uji Koefisien Determinasi (RA) Model R Square 0,673a 0. Sumber: Data primer yang diolah, 2024 Adjusted R Square 0,435 Std. Error of the Estimate 1,835 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sumbangan pengaruh variabel bebas perilaku keuangan (X. , gaya hidup (X. , locus of control (X. terhadap perilaku keuangan (Y) sebesar 43,5%, sisanya sebesar . %-43,5% = 56,5%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti seperti sikap keuangan, tingkat pendidikan dan lain sebagainya. Pembahasan Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Keuangan Hasil uji regresi menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa generasi Z. Koefisien regresi sebesar 0,236 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu unit pada literasi keuangan akan Salma. Harimurti. Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup A meningkatkan perilaku keuangan mahasiswa sebesar 0,236. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Hardiyanti . dan Sari et al. yang juga menemukan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam pembentukan perilaku keuangan yang baik. Literasi keuangan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada individu untuk mengambil keputusan yang lebih bijak dalam mengelola keuangan, seperti menghindari belanja konsumtif, menabung, dan berinvestasi. Oleh karena itu, semakin tinggi tingkat literasi keuangan mahasiswa, semakin baik pengelolaan keuangan mereka. Pengetahuan yang baik tentang produk keuangan, penganggaran, serta manajemen utang dan tabungan akan memengaruhi keputusan mereka dalam mengelola uang secara bijak, yang pada gilirannya dapat mengurangi kecenderungan untuk berperilaku konsumtif. Pengaruh Gaya Hidup terhadap Perilaku Keuangan Gaya hidup juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Koefisien regresi sebesar 0,201 menunjukkan bahwa gaya hidup berhubungan langsung dengan cara mahasiswa mengelola keuangan mereka. Mahasiswa yang memiliki gaya hidup lebih sadar dan bijak dalam mengelola pengeluaran mereka akan cenderung melakukan pengelolaan keuangan yang lebih baik. Sebaliknya, gaya hidup konsumtif, seperti mengikuti tren kekinian atau hedonisme, dapat menyebabkan perilaku pengelolaan keuangan yang buruk, seperti pemborosan dan kesulitan finansial. Temuan ini mendukung hasil penelitian Rahmawati dan Mirati . , yang mengindikasikan bahwa gaya hidup yang lebih sehat dan berorientasi pada perencanaan keuangan dapat membantu individu menghindari belanja impulsif dan memperbaiki perilaku keuangan. Gaya hidup konsumtif cenderung meningkatkan pengeluaran yang tidak terencana, yang bisa merugikan mahasiswa dalam jangka panjang jika tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik. Pengaruh Locus of Control terhadap Perilaku Keuangan Berbeda dengan literasi keuangan dan gaya hidup, locus of control tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Hasil uji t dengan nilai p sebesar 0,471 lebih besar dari 0,05, yang mengindikasikan bahwa locus of control, baik itu internal maupun eksternal, tidak berpengaruh signifikan terhadap cara mahasiswa mengelola keuangan Meskipun locus of control dapat mempengaruhi cara individu memandang tanggung jawab terhadap nasibnya, dalam konteks pengelolaan keuangan, faktor ini tampaknya tidak memberikan dampak langsung. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Ari Susanti . yang juga menemukan bahwa locus of control tidak selalu berpengaruh langsung terhadap perilaku Faktor ini mungkin berhubungan dengan faktor psikologis yang lebih mendalam Salma. Harimurti. Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup A atau bagaimana mahasiswa memandang pengaruh eksternal terhadap keputusan finansial Namun, locus of control ini tidak berpengaruh signifikan dalam konteks pengelolaan keuangan dalam penelitian ini. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel independen . iterasi keuangan, gaya hidup, dan locus of contro. berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa, dengan nilai F sebesar 26,451 dan tingkat signifikansi 0,000. Ini menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini dapat menjelaskan hubungan antara variabel independen dan dependen dengan cukup baik. Berdasarkan koefisien determinasi (RA) sebesar 0,453, dapat disimpulkan bahwa sekitar 45,3% variasi dalam perilaku keuangan mahasiswa dapat dijelaskan oleh literasi keuangan, gaya hidup, dan locus of control. Sisanya, yaitu 54,7%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti sikap keuangan, pengaruh lingkungan sosial, tingkat pendidikan orang tua, atau faktor psikologis lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ketiga faktor yang diteliti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa, ada banyak faktor lain yang turut memengaruhi, yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian lebih lanjut. Berdasarkan temuan ini, ada beberapa implikasi praktis yang dapat diambil, terutama untuk pihak kampus dan lembaga pendidikan. Peningkatan literasi keuangan perlu menjadi bagian dari kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler di perguruan tinggi untuk membantu mahasiswa mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak. Mahasiswa perlu diberikan pemahaman tentang perencanaan keuangan, manajemen risiko, dan cara investasi yang tepat. Selain itu, mengedukasi mahasiswa mengenai gaya hidup yang lebih bertanggung jawab juga penting, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap perilaku keuangan. Kampus dapat menyediakan workshop atau seminar tentang perencanaan keuangan yang melibatkan pengelolaan gaya hidup konsumtif dan pentingnya menabung serta berinvestasi. Meski locus of control tidak menunjukkan pengaruh signifikan, pengembangan sikap positif terhadap pengelolaan keuangan tetap bisa dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan yang meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya kontrol diri dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk keuangan. Program pengembangan diri yang menekankan kontrol diri dan pengelolaan stres juga bisa membantu mahasiswa dalam menghindari keputusan finansial yang impulsif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, dan locus of Salma. Harimurti. Analisis Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup A control terhadap perilaku keuangan generasi Z, dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan dan gaya hidup memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa akuntansi generasi Z di PTS Kota Surakarta. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan dan penerapan gaya hidup yang baik dapat meningkatkan kualitas perilaku keuangan mereka. Namun, locus of control tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan, yang berarti pengendalian diri tidak mempengaruhi secara langsung perilaku keuangan Adapun keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup yang hanya melibatkan mahasiswa akuntansi generasi Z di Perguruan Tinggi Swasta Kota Surakarta, serta adanya kemungkinan variabel lain yang belum dimasukkan namun berpotensi mempengaruhi perilaku keuangan. Selain itu, penggunaan metode kuesioner sebagai satu-satunya instrumen pengumpulan data juga menjadi keterbatasan, karena hasil yang diperoleh hanya berdasarkan data kuesioner. Sebagai rekomendasi, penelitian selanjutnya dapat memperluas ruang lingkupnya dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan dan perguruan tinggi, serta mempertimbangkan variabel lain seperti pengaruh media sosial atau pengaruh keluarga terhadap perilaku keuangan Selain itu, untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, penggunaan metode triangulasi dengan mengkombinasikan kuesioner, wawancara, atau observasi dapat dipertimbangkan dalam penelitian di masa depan guna mendapatkan perspektif yang lebih lengkap mengenai perilaku keuangan generasi Z. REFERENSI