STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS ASIK SNACK Badiatur Rohmah1. Laksmindra Saptyawati2 . Reza Widhar Pahlevi3 Program Studi Kewirausahaan. Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Amikom Yogyakarta email: badiaatrh@students. Keywords: Flower Bouquet. Strategy. Creativity Article Info: Submitted: 11/07/2025 Revised: 2/08/2025 Published: 9/05/2025 ABSTRACT A micro-enterprise engaged in the field of light snack culinary the study was conducted with the aim of formulating a business development strategy for Asik Snack, especially the Cireng Aci Bumbu Rujak This study was conducted with a business plan approach and using SWOT analysis to identify internal and external factors that affect the performance and potential for business development. Data were collected through observation, interviews, documentation, and distributing questionnaires to 60 customer respondents. The results of the analysis show that Asik Snack has a number of strengths such as products without preservatives, innovative flavor variants, informative packaging, and responsive service. However, this business also faces weaknesses such as limited distribution, promotions that are still organically on social media, and the absence of a physical store. Market opportunities are wide open with increasing consumer interest in traditional snacks that are packaged in a modern and hygienic way. This study concludes that SWOT analysis is an effective tool in designing a more focused and adaptive MSME business development strategy to market changes. ABSTRAK Sebuah usaha mikro yang bergerak di bidang kuliner camilan ringan, penelitian dilakukan bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan bisnis pada Asik Snack khususnya produk Cireng Aci Bumbu Rujak. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan business plan dan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja dan potensi pengembangan usaha. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada 60 responden pelanggan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Asik Snack memiliki sejumlah kekuatan seperti produk tanpa bahan pengawet, varian rasa inovatif, kemasan informatif, dan pelayanan yang responsif. Namun, bisnis ini juga menghadaopi kelemahan seperti distribusi terbatas, promosi yang masih pada media sosial secara organik, dan belum adanya toko fisik. Peluang pasar terbuka lebar dengan meningkatnya minat konsumen terhadap camilan tradisional yang dikemas secara modern dan higienis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis SWOT menjadi alat efektif dalam merancang strategi pengembangan bisnis UMKM secara lebih terarah dan adaptif terhadap perubahan pasar. PENDAHULUAN Industri kuliner di Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DIY tahun 2024, sektor makanan dan minuman termasuk dalam kategori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan lebih dari 60% UMKM di DIY bergerak di bidang ini. Perkembangan ini tidak lepas dari meningkatnya jumlah penduduk urban, mahasiswa dari luar daerah, serta arus wisatawan domestik dan mancanegara yang menjadikan Yogyakarta sebagai kota tujuan kuliner. Dinamika sosial dan demografis yang unik menjadikan Yogyakarta sebagai kota pendidikan. Yogyakarta menampung lebih dari 400. 000 mahasiswa pada tahun 2024, terdiri dari 145. mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan 265. 004 di perguruan tinggi swasta. Mayoritas dari mereka berasal dari luar daerah, menjadikan kota ini sebagai magnet bagi pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Perubahan gaya hidup generasi muda, khususnya mahasiswa, turut mempengaruhi tren konsumsi kuliner di Yogyakarta. Kuliner yang praktis, inovatif, dan mengikuti tren kekinian sangat mempengaruhi mereka. Salah satu camilan ringan yang memenuhi kriteria tersebut adalah camilan ringan berbahan dasar aci, seperti cireng . ci digoren. Camilan khas Sunda ini kini mengalami inovasi dan modifikasi rasa sehingga semakin populer di berbagai daerah termasuk Yogyakarta. Cireng yang dulunya identik dengan jajanan pasar kini hadir dalam berbagai bentuk, varian rasa, dan kemasan. Peluang besar dalam pengembangan produk camilan lokal yang dikemas secara modern dan Didukung oleh tingginya aktivitas masyarakat di media sosial, generasi milenial dan Gen Z di Yogyakarta semakin aktif mencari dan merekomendasikan produk kuliner unik melalui platform digital yang menjadikan pasar camilan ringan seperti cireng semakin potensial dan kompetitif. Hal ini sesuai dengan penelitian Kurniawan dan Ahmadi . , menunjukkan bahwa dengan pola perilaku yang berbeda diantara generasi milenial dan Gen Z media sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Generasi Gen Z menggunakan media sosial untuk mencari informasi perihal produk termasuk kuliner, sebelum melakukan pembelian. Yogyakarta menjadi lahan subur bagi tumbuhnya inovasi produk camilan yang tidak hanya enak, tetapi juga membawa nilai lokal yang kuat dalam kemasan yang modern dan praktis. Hal ini menjadi peluang strategis untuk menghadirkan Asik Snack dengan produknya Cireng Aci Bumbu Rujak sebagai bagian dari tren kuliner kekinian yang digemari masyarakat. Berdasarkan analisis survei menggunakan kuesioner yang telah diisi oleh sejumlah 60 responden pelanggan Asik Snack serta ulasan di marketplace, ditemukan permasalahan konsumen sebagai berikut: Keamanan dan kebersihan produk. Kualitas produk yang tidak sesuai ekspektasi. Keterbatasan kesediaan produk. Kemasan kurang informatif. Harga kurang kompetitif. Layanan pelanggan yang kurang optimal. Distribusi yang kurang maksimal. Asik Snack menganalisis kompetitor dan menemukan adanya keluhan konsumen yang menjadi permasalahan utama dalam industri kuliner camilan ringan saat ini. Salah satu permasalah yang sering dikeluhkan adalah keamanan dan kebersihan produk. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kepatuhan terhadap standar keamanan pangan, penggunaan kemasan yang tidak informatif, kualitas bahan baku yang tidak selalu terjaga, serta minimnya transparansi dalam proses produksi. Selain itu, terdapat keterbatasan dalam ketersediaan produk, dimana sebagian kompetitor hanya memproduksi berdasarkan sistem pre-order, sehingga konsumen harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan produk. Tidak adanya stok yang siap dibeli kapan saja menyebabkan kekecewaan bagi pelanggan yang ingin membeli secara instan. Kualitas produk yang tidak sesuai ekspektasi juga menjadi permasalahan lain yang sering Hal ini disebabkan oleh inkonsistensi dalam rasa dan tekstur, serta perbedaan antara produk yang dipromosikan dan kenyataan di lapangan, yang pada akhirnya dapat menurunkan kepercayaan dan loyalitas konsumen. Khususnya pada kompetitor Cireng Sultan Jogja, ditemukan bahwa produk frozen food mereka tidak mencantumkan informasi penting seperti label nama produk, komposisi bahan, berat bersih (Nett. , tanggal produksi dan kadaluarsa, petunjuk penyimpanan, petunjuk penyajian, kontak dan alamat produsen, nomor izin edar, dan logo halal. Ketidakterbukaan informasi ini dapat membuat konsumen merasa ragu terhadap keamanan produk. Selain itu, efisiensi dalam layanan pelanggan juga menjadi kendala bagi konsumen dan para kompetitor. Respon yang lambat atau kurang ramah dalam menangani pertanyaan dan keluhan pelanggan mengakibatkan pengalaman belanja yang kurang menyenangkan. Kurangnya perhatian dalam aspek ini dapat mengurangi tingkat kepuasan dan loyalitas konsumen. PEMBAHASAN Business Model Canvas (BMC) Model bisnis Asik Snack saat ini menggunakan menggabungkan sistem produksiharian dengan layanan pre-order untuk memenuhi permintaan konsumen secara fleksibel. Penjualan dilakukan melalui saluran online seperti media sosial serta secara offline melalui partisipasi dalam event dan bazar kuliner. Strategi ini digambarkan secara rinci dalam Business Model Canvas (BMC) Asik Snack. Business Model Canvas (BMC) adalah sebuah alat untuk menggambarkan kerangka kerja strategis yang emnunjukkan bagaimana sebuah perusahaan menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai produk. Dikembangkan oleh Alexander Osterwader dan Yves Pigneur. BMC terdiri dari sembilan blok bangunan utama yang mencakup Customer Segments (Segmen Pelangga. Value Propositions (Proposisi Nila. Channels (Salura. Customer Relationships (Hubungan dengan Pelangga. Revenue Streams (Aliran Pendapata. Key Resources (Sumber Daya Utam. Key Activities (Kegiatan Utam. Key Partners (Kemitraan Utam. , dan Cost Structure (Struktur Biay. Dengan menggunakan BMC dapat dengan mudah memvisualisasikan dan mengkomunikasikan berbagai aspek kunci dan model bisnisnya. Menurut (Muniroh & Aminah, 2. , penerapan BMC membantu perusahaan dalam merancang strategi bisnis yang tepat dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman melalui analisis SWOT, sehingga dapat meningkatkan daya saing. Selain itu, studi oleh (Setiawan, 2. menekankan bahwa BMC memudahkan perencanaan dan pengambil keputusan di perusahaan untuk melihat hubungan logis antara komponen-komponen dalam bisnisnya, sehingga dapat dihasilkan nilai bagi pelanggan dan perusahaan. Dalam konteks usaha kecil dan menengah (UKM), penelitian oleh (Khofiyah et al, 2. menunjukkan bahwa pendekatan BMC ketika dikombinasikan dengan analisis SWOT, dapat membantu UMKM dalam mengembangkan strategi bisnis yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan pasar. Dengan demikian. BMC bukan hanya sekedar alat untuk merancang model bisnis, tetapi juga sebagai sarana untuk inovasi, kolaborasi, dan adaptasi dalam menghadapi perubahan pasar yang cepat. Berikut merupakan tabel Business Model Canvas dari bisnis Asik Snack. Gambar 1. Business Model Canvas Asik Snack Business Model Canvas Asik Snack menggambarkan strategi bisnis yang terstruktur dan progresif dengan fokus pada inovasi produk, digitalisasi proses, serta perluasan pasar. Bisnis ini memanfaatkan kemitraan strategis, pemanfaatan teknologi, dan diversifikasi saluran distribusi untuk meningkatkan daya saing. Dengan menawarkan produk camilan yang segar, unik, dan higienis, serta membidik segmen pasar yang luas, bisnis ini memiliki potensi besar untuk berkembang secara nasional bahkan internasional. Investasi pada SDM, peralatan produksi, dan sistem digital menjadi langkah penting dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang dan memperkuat posisi merek di pasar. Strategi Pengelolaan Bisnis Bauran pemasaran atau Marketing Mix merupakan salah satu strategi pemasaran yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara luas, memperkenalkan produk barang dan jasa, serta merangsang konsumen untuk melakukan pembelian dan menciptakan preferensi pribadi terhadap citra suatu produk. Oleh karena itu, bauran pemasaran dianggap sebagai salah satu elemen strategis yang paling potensial dalam meningkatkan daya saing suatu bisnis. Dalam upaya mengembangkan dan memperluas pasar. Asik Snack menerapkan strategi pemasaran 4P yang terdiri dari Produk (Produc. Harga (Pric. Promosi (Promotio. , dan Tempat (Plac. Strategi ini dipilih karena dinilai lebih relevan dan efisien untuk bisnis berbasik produk fisik seperti makanan ringan. Berbeda dengan strategi 7P yang lebih kompleks dan umumnya diterapkan pada bisnis jasa, 4P memberikan pendekatan yang sederhana namun tepat sasaran, khususnya bagi UMKM seperti Asik Snack yang memiliki sumber daya terbatas. Fokus pada empat elemen inti ini memudahkan dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif, seperti menghadirkan produk yang segar dan variatif, harga yang kompetitif, promosi aktif di sosial media, serta distribusi yang mencakup penjualan online dan event kuliner. Dengan strategi ini. Asik Snack mampu membangun daya saing yang kuat dan menjangkau lebih banyak pelanggan, sekaligus menonjol dibanding kompetitor yang sebagian besar terbatas pada sistem pre-order dan promosi pasif. Berikut adalah rincian strategi pemasaran Asik Snack berdasarkan konsep 4P : Tabel 1. Strategi Pemasaran Asik Snack No. Strategi Keterangan Product (Produ. Menawarkan produk berupa cireng aci bumbu rujak bahan-bahan Selain itu, dari sisi varian saji, cireng aci bumbu rujak Asik Snack memiliki dua varian produk berupa varian siap santap dan varian frozen food serta 4 varian rasa. Price (Harg. Asik Snack menetapkan harga yang kompetitif, yaitu Rp 10. 000 untuk isi 5 pcs dan Rp 20. 000 untuk isi 10 Penetapan harga ini disesuaikan dengan daya beli target pasar, khususnya mahasiswa dan masyarakat Selain mencerminkan kualitas produk yang higienis, tanpa bahan pengawet, dan dikemas secara informatif. Strategi efisiensi produksi tetap menjaga mutu, sehingga pelanggan mendapatkan produk berkualitas dengan harga bersahabat. Promotion (Promos. Asik Snack memanfaatkan media sosial seperti Whatsapp. Instagram, dan Facebook Marketplace sebagai saluran promosi utama. Promosi dilakukan secara organik melalui word of mount dan keikutsertaan dalam event atau bazar kuliner. Untuk Asik Snack merencanakan penggunaan iklan digital berbayar. Place (Tempa. Penjualan produk dilakukan secara online melalui media social seperti Whatsapp. Instagram, dan Facebook Marketplace. Distribusi difokuskan di area Sleman. Yogyakarta dengan layanan pengantaran Selain itu. Asik Snack aktif mengikuti event dan bazar kuliner untuk memperluas jangkauan pasar menggandeng reseller dan masuk platform e- commerce Analisis Matrix SWOT Asik Snack memiliki potensi pengembangan bisnis yang kuat melalui strategi berbasis analisis SWOT. Asik Snack mampu memanfaatkan kekuatannya seperti produksi harian tanpa bahan pengawet, varian rasa yang inovatif, pelayanan pelanggan yang responsif, serta kemasan yang informatif. Kekuatan ini menjadi modal penting untuk memanfaatkan peluang seperti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk lokal. Disisi lain, beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki antara lain distribusi yang belum maksimal, harga yang masih bersaing ketat, belum adanya toko fisik, dan promosi yang masih terbatas pada saluran organik. Melalui strategi SWOT. Asik Snack harus memperkuat jangkauan distribusi dengan menggandeng reseller, meningkatkan promosi melalui iklan digital, dan mulai mempertimbangkan pengembangan kemasan yang lebih inovatif dan ramah lingkungan. Secara keseluruhan, strategi SWOT memberikan kerangka kerja yang efektif untuk merancang pengembangan bisnsi Asik Snack agar mampu tumbuh secara berkelanjutan. Berikut uraian analisis SWOT Asik Snack: Tabel 2. Analisis Matrix SWOT Asik Snack Analisis Internal dan Eksternal Strength (Kekuata. Weakness (Kelemaha. Produksi harian tanpa Distribusi yang kurang kesegaran dan kualitas Harga yang kompetitif dengan kompetitor. Belum memiliki toko Varian rasa inovatif . dengan bumbu fisik permanen. Bergantung promosi organik tanpa rujak khas. Kemasan iklan berbayar. Distribusi Layanan responsif, ramah, dan Opportunities (Peluan. Strategi S-O : Strategi W-O : Permintaan tinggi terhadap Mengoptimalkan Memperluas jangkauan camilan tradisional dengan distribusi harian produk distribusi melalui kerja sama dengan platform pengiriman atau reseller sadar akan makanan sehat tanpa bahan pengawet. makanan sehat. untuk menjawab permintaan yang tinggi. Mengoptimalkan Mengembangkan varian promosi digital berbayar rasa baru sesuai tren . klan media sosia. untuk meningkatkan visibilitas produk inovatif dan sehat. Memulai penjualan di Memanfaatkan platform e-commerce sebagai alternatif dari belum adanya toko fisik. dan meningkatkan repeat yang menyukai produk sehat dan praktis. Threats (Ancama. Strategi S-T : Strategi W-T : Persaingan ketat di industri kuliner camilan ringan. Mempertahankan kualitas Mengembangkan strategi harian sebagai nilai jual . enggabungkan utama dalam menghadapi promosi organik persaingan ketat. Menekankan dan layanan pelanggan unggul untuk meningkatkan daya saing Menonjolkan kehadiran pasar. Meningkatkan bersaing secara bumbu rujak dan varian rasa yang tidak dimiliki Mengevaluasi lokasi strategis toko fisik di masa depan diferensiasi utama. eksistensi brand. KESIMPULAN Business Model Canvas Asik Snack menggambarkan strategi bisnis yang terstruktur dan progresif dengan fokus pada inovasi produk, digitalisasi proses, serta perluasan pasar. Bisnis ini memanfaatkan kemitraan strategis, pemanfaatan teknologi, dan diversifikasi saluran distribusi untuk meningkatkan daya saing. penerapan BMC membantu perusahaan dalam merancang strategi bisnis yang tepat dengan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman melalui analisis SWOT, sehingga dapat meningkatkan daya saing. Asik Snack memiliki potensi pengembangan bisnis yang kuat melalui strategi berbasis analisis SWOT. Asik Snack mampu memanfaatkan kekuatannya seperti produksi harian tanpa bahan pengawet, varian rasa yang inovatif, pelayanan pelanggan yang responsif, serta kemasan yang informatif DAFTAR PUSTAKA