Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 837-847 DAMPAK PROGRAM ONE REGION ONE OFFTAKER TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI (Suatu kasus pada petani padi sawah Program One Region One Offtake. IMPACT OF ONE REGION ONE OFFTAKER PROGRAM ON RICE FARMERS' INCOME (Oryza sativa L. ) IN SUKABUMI CITY (A case in a rice farmer from the One Region One Offtaker Progra. Sri Andayani*1. Euis Dasipah2. Dety Sukmawati2 Dinas Ketahanan Pangan. Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti *Email: andayani81sri@gmail. (Diterima 17-03-2022. Disetujui 01-06-2. ABSTRAK Untuk meningkatkan pendapatan petani padi di Kota Sukabumi. Dinas Ketahanan Pangan. Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi membuat terobosan baru yaitu program One Roof yang dimulai pada tahun 2020. Program ini diimplementasikan sebagai kelembagaan mitra petani, dalam program ini ditunjuk satu offtaker yang dalam hal jaminan modal pembiayaan usaha tani dan sekaligus jaminan pasar produk pertanian. Petani akan memperoleh fasilitas pinjaman pembiayaan usaha dari offtaker dengan jaminan produk yang dihasilkan dijual kepada offtaker dengan harga yang wajar. Keberadaan offtaker diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak yang umumnya merugikan petani. Selain itu, ada bantuan sapras . upuk dan pestsid. untuk meringankan kebutuhan akan sapras yang harganya semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan biaya produksi, produksi dan pendapatan petani padi sawah sebelum dan sesudah mengikuti program One Roof. Metode analisis data yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan . aired t-te. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya produksi usahatani sebelum mengikuti Program One Roof sebesar Rp 8. 302/Ha, dan setelah sebesar Rp 7. 236, ini menunjukan perbedaan yang siginifikan. Produksi padi sebelum mengikuti Program One Roof sebesar 6. 530 Kg/Ha, dan setelah 6. 542 Kg/Ha, menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan. Untuk pendapatan petani padi sawah sebelum dan sesudah mengikuti program One Roof menunjukkan perbedaan yang signifikan, sebelum Rp 762/Ha/MT, sedangkan sesudah Rp 20. 759/Ha/MT. Kata kunci: Biaya produksi, produksi, produktivitas, pendapatan, program One Roof ABSTRACT To increase the income of rice farmers in Sukabumi City, the Sukabumi City Food Security. Agriculture and Fisheries Service made a new breakthrough, namely the One Roof program which began in 2020. This program was implemented as a farmer partner institution, in this program an offtaker was appointed who in terms of guarantees financing capital for farming and at the same time guaranteeing the market for agricultural products. Farmers will obtain a business financing loan facility from the offtaker with a guarantee that the resulting product is sold to the offtaker at a reasonable price. The existence of offtakers is expected to be able to reduce farmers' dependence on middlemen who generally harm farmers. In addition, there is assistance from sapras . ertilizers and pesticide. to alleviate the need for sapras whose prices are increasing. The purpose of this study was to analyze the differences in production costs, production and income of lowland rice farmers before and after participating in the One Roof program. The data analysis method used was unpaired t-test. The results of the analysis show that the cost of farming production before participating in the One Roof Program is Rp 8,178,302/Ha, and after Rp 7. 236, this shows a significant difference. Rice production before joining the One Roof Program was 6,530 Kg/Ha, and PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI (Suatu kasus pada petani padi sawah Program One Region One Offtake. Sri Andayani. Euis Dasipah. Dety Sukmawati after 6,542 Kg/Ha, showed no significant difference. For lowland rice farmers' income before and after participating in the One Roof program, it shows a significant difference, before Rp 17,941,762/Ha/MT, while after Rp 20,408,759/Ha/MT. Keywords: Production costs, production, productivity, income. One Roof program menyebabkan pendapatan mereka belum PENDAHULUAN Sektor pertanian menjadi salah satu menjual hasil usahatani padinya secara pembangunan nasional untuk mencapai Kondisi petani padi saat ini Sektor memiliki ciri antara lain: lahan yang pertanian sebagai pendorong bergeraknya semakin sempit, modal yang terbatas sektor-sektor Pembangunan merupakan satu-satunya faktor produksi mampu meningkatkan akses masyarakat yang digunakan, dan mutu produksi yang tani pada faktor produksi diantaranya Selain itu posisi tawar menawar sumber modal teknologi bibit unggul yang rendah jika dibanding pedagang pupuk dan sistem distribusi sehingga atau usaha-usaha diluar sektor pertanian, sehingga berdampak pada pendapatan petani masih rendah dan membuat petani Pendayagunaan sumber daya pertanian menjadi pihak yang dirugikan (Riyadh optimal adalah sebagian besar petani pendapatan pertanian sehingga sumber Kondisi daya yang terbatas itu harus dialokasikan menimbulkan permasalahan seperti hasil seefisien mungkin (Mohamad Akbar Kurnia Putra 2. diimbangi dengan benih yang bermutu Dalam berusahatani, petani pada Selain itu, posisi tawar menawar dasarnya bertujuan untuk memperoleh yang rendah jika dibanding pedagang produksi dan sejumlah penerimaan serta atau usaha-usaha di luar sektor pertanian, sehingga berdampak pada pendapatan memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, petani yang masih rendah dan membuat sebagian besar petani belum mampu petani menjadi pihak yang dirugikan meraih pendapatan yang optimal. Seperti (Rohela, 2. halnya petani padi, salah satu faktor yang Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 837-847 Pada umumnya petani, dalam hal ini diimplementasikan sebagai kelemba- ini petani padi ketika menjual hasil gaan mitra petani, dalam program ini usahataninya tidak memiliki posisi tawar ditunjuk satu offtaker yang dalam hal yang kuat. Hal ini sangat dipengaruhi jaminan modal pembiayaan usaha tani oleh produksi yang bersifat musiman, dan sekaligus jaminan pasar produk rentan terhadap risiko alam, kemampuan fasilitas pinjaman pembiayaan usaha dari offtaker dengan jaminan produk yang karakteristik petani yang mengusahakan- dihasilkan dijual kepada offtaker dengan Usaha meningkatkan pendapatan harga yang wajar. Keberadaan offtaker diharapkan mampu mengurangi ketergan- tungan petani terhadap tengkulak yang Petani pengetahuan petani yang relatif rendah, keterbatasan modal, lahan garapan yang Adam, and Halim 2. Selain itu, ada sempit serta kurangnya keterampilan bantuan sapras . upuk dan pestisid. petani yang nantinya akan berpengaruh pada penerimaan petani (Farid et al. Dengan adanya pinjaman Untuk meningkatkan pendapatan (Maria, modal dan bantuan sapras tersebut, maka petani padi di Kota Sukabumi. Dinas Ketahanan Pangan, produktivitas dari petani. Peningkatan Perikanan Kota Pertanian Sukabumi terobosan baru yaitu program One Region One Offtaker yang disingkat One Roof penggarapnya maupun pemilik lahan yang dimulai pada tahun 2020. Program (Ashari 2. Tabel 1. Data Jumlah Offtaker dan Jumlah Petani Yang Mengikuti Program One Roof per Mei Tahun Jumlah Luas Potensi Gabah No. Nama Offtaker Kelurahan Petani Mitra Garapan per Musim (To. (Oran. (H. Maju Jaya (H. Al. Lembursitu 5,00 30,00 Cikundul 2,84 17,04 Sukakarya 6,03 36,18 Cibeureum Hilir 3,21 19,26 Paguyuban Semar Lembursitu 8,14 48,84 Jumlah 25,33 151,32 Sumber: DKP3 Kota Sukabumi Tahun 2021 PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI (Suatu kasus pada petani padi sawah Program One Region One Offtake. Sri Andayani. Euis Dasipah. Dety Sukmawati Berdasarkan Tabel 1. Jumlah petani padi sawah yang ikut program One Roof pengaruh program One Roof terhadap per bulan Mei Tahun 2021 sebanyak 47 pendapatan petani. Sedangkan jumlah petani di Kota Gambaran Sukabumi sebanyak 4. 300 orang (BPS Kota Sukabumi 2. , dan jumlah lahan sebelum adanya program One Roof garapan pertanian padi sawah sesuai Tabel terbatasnya akses pasar dan permodalan. Ha. Ini merupakan potensi yang sangat besar untuk mengembangkan program One sehingga hasil produksi masih rendah Roof di Kota Sukabumi. Untuk itu, perlu (Fatimah and Nuryaningsih 2. Gambar 1. Bagan Program One Roof Dari sebagai biaya yang tidak dipengaruhi diuraikan di atas dapat diteliti mengenai Contohnya alat-alat pertanian, produksi dan pendapatan usahatani padi upah tenaga kerja, dan sebagainya. Biaya sawah (Oryza sativa L. ) sebelum dan tidak tetap . ariable cos. biaya yang sesudah mengikuti program One Roof. dipengaruhi oleh besar-kecilnya produksi Biaya usahatani dapat diklasifikasi- komoditas pertanian. Contohnya biaya kan menjadi dua, yaitu biaya tetap . ixed cos. dan biaya tidak tetap . ariable pertanian seperti penambahan tenaga Biaya tetap . ixed cos. diartikan kerja, penambahan pupuk dan pestisida. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 837-847 dan sebagainya (Andrias. Darusman, and penelitian kuantitatif yang dilakukan Ramdan 2. untuk mengangkat fakta, variabel, atau Menurut (Bahri 2. menjelaskan fenomena yang ada pada saat penelitian bahwa produktivitas mengandung arti (Sugiyono 2. sebagai perbandingan antra hasil yang Metode yang digunakan untuk dicapai dengan keberhasilan sumber daya penentuan wilayah penelitian dengan yang digunakan. Dengan kata lain bahwa produktivitas memiliki dimensi. Dimensi Purposive, wilayah penelitian petani padi pertama adalah efektivitas mengarah di empat Kelurahan di Kota sukabumi pada pencapaian target berkaitan dengan yang mengikuti program One Roof. kulitas, kuantitas dan waktu. Yang kedua Penentuan yaitu efisiensi yang berkaitan dengan teknik sampel jenuh, karena responden upaya membandingkan input dengan pada penelitian ini hanya berjumlah 47 realisasi penggunaan atau bagaimana Sampling Metode pengumpulan data yang Produktivitas merupakan rasio output digunakan pada penelitian ini adalah data dengan input. Peningkatan produktivitas primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari petani melalui wawancara dengan petani dengan Produktivitas produksi, tetapi produktivitas merupakan . Data lain yang dibutuhkan suatu kombinasi dari efektivitas dan tentang karakteristik petani meliputi. Produktivitas dapat dinyatakan sebagai rasio antara output terhadap pengalaman bertani, kepemilikan lahan di Penerimaan perkalian antara produksi yang diperoleh (Taufik. Kurniawan, and Pusparini 2. dengan harga jual (Wulandary 2. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Ketahanan Pangan. Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi. Penyuluh METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Kota Pertanian Lapangan Dinas Ketahanan Sukabumi Provinsi Jawa Barat, metode Pangan. Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi. PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI (Suatu kasus pada petani padi sawah Program One Region One Offtake. Sri Andayani. Euis Dasipah. Dety Sukmawati Analisis yang digunakan adalah uji HASIL DAN PEMBAHASAN beda rata-rata karena untuk mengetahui Analisis Perbedaan Biaya Produksi Usahatani Padi Sawah Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program One Roof ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua sampel yang berpasangan . (Sugiyono 2. maka digunakan uji beda dua rataan yang Biaya penelitian adalah biaya tetap dan biaya terikat (Paired Sampel T Tes. dengan variabel yang dikeluarkan selama petani melakukan kegiatan usahatani dalam satu Hal berdasarkan literatur (Andrias et al. Dimana : X1ijk = Nilai rata-rata ijk sebelum X2ijk = Nilai rata-rata ijk setelah n1 = Jumlah sampel sebelum n2 = Jumlah sampel setelah Sijk = Standar deviasi ijk S2ijk = Varians ijk Ijk = . biaya produksi, . produksi, . yang menyatakan bahwa Biaya usahatani dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu biaya tetap . ixed cos. dan biaya tidak tetap . ariable cos. Biaya tetap . ixed cos. diartikan sebagai biaya yang tidak dipengaruhi oleh besarnya Uji Hipotesis : T-hitung > T-Tabel atau p-value < 0,05 maka tolak H0 terima H1 T-hitung < T-Tabel atau p-value > 0,05 maka terima H0 tolak H1 produksi komoditas pertanian. Tabel 2. Perbedaan Rata-Rata Biaya Produksi Usahatani Padi Sawah Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program One Roof di Kota Sukabumi No Jenis BiayaProduksi Sebelum One Roof (Rp/H. Benih Tenaga Kerja 3 Pupuk 4 Pestisida 5 Alat Jumlah Sesudah One Roof (Rp/H. Sumber : Pengolahan Data, 2021 Dari Tabel per Ha per musim tanam dan jumlah perbedaan rata-rata biaya produksi antara biaya produksi sesudah lebih kecil yaitu dengan rata-rata Rp 7. 236 per Ha per sesudah mengikuti program One Roof, musim tanam. Karena setelah mengikuti yakni jumlah rata-rata biaya produksi program One Roof, petani mendapatkan sebelum lebih besar yaitu Rp 8. insentif dari Pemerintah Daerah Kota Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 837-847 Sukabumi berupa bantuan pupuk NPK sawah sebelum dan sesudah mengikuti dan Urea. program One Roof secara statistik dapat Untuk dilihat pada Tabel 4. perbedaan antara biaya produksi padi Tabel 4. Perbedaan Produksi Usahatani Padi Sawah Sebelum dan Sesudah mengikuti program One Roof di Kota Sukabumi Produksi (Kg/H. Total Sebelum mengikuti OROF Setelah mengikuti OROF Sumber : Pengolahan Data. Tahun 2021 sawah sebelum dan sesudah mengikuti program One Roof secara statistik dapat dilihat pada Tabel 3. Berdasarkan hasil uji beda dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara biaya Dari Tabel 4. diketahui tidak mengikuti program One Roof . One One Roof Tabel 5. Produksi Padi Sawah Sebelum dan Sesudah mengikuti program One Roof di Kota Sukabumi Hasil Uji Paired Sampel t-test Produksi Sebelum dan Komponen Uji Sesudah Mengikuti Paired Sampel t-test Program OROF Mean Sig. -taile. program One Roof yang telah diterapkan menurunkan biaya produksi petani padi Sumber : Pengolahan Data. Tahun 2021 Berdasarkan hasil uji beda rataan Analisis Perbedaan Produksi Usahatani Padi Sawah Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program One Roof Untuk melaksanakan usahatani padi. Tabel 3. , maka dapat disimpulkan bahwa musim tanam. Ini disebabkan karena Berdasarkan hasil analisis pada dan produksi sesudah 6. 542 Kg/Ha per Sumber: Pengolahan Data, 2021 Sukabumi Roof, 530 Kg/Ha/per musim tanam Komponen Uji Biaya Produksi Sebelum Paired Sampel dan Sesudah Mengikuti t-test Program One Roof Mean Sig. -taile. sebelum dan sesudah mengikuti program Tabel 3. Biaya Produksi Padi Sawah Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program One Roof di Kota Sukabumi Hasil Uji Paired Sampel t-test Kota signifikan antara usahatani padi sawah < 0,. pada Tabel 5. dapat diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan antara produksi padi sebelum dan sesudah mengikuti perbedaan antara produksi usahatani padi program One Roof . 994 > 0,. PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI (Suatu kasus pada petani padi sawah Program One Region One Offtake. Sri Andayani. Euis Dasipah. Dety Sukmawati Berdasarkan hal tersebut maka dapat Tabel 6. Perbedaan Pendapatan Sebelum dan Sesudah mengikuti program One Roof di Kota Sukabumi Pendapatan (R. Rp /Ha Sebelum mengikuti One Roof 17. 762,2. Setelah mengikuti One Roof 759,Sumber: Pengolahan Data, 2021 disimpulkan bahwa program One Roof Kota Sukabumi tidak memberikan perbedaan yang signifikan untuk meningkatkan Dari Tabel 6 diketahui adanya produksi usahatani padi sawah. perbedaan pendapatan antara usahatani Analisis Perbedaan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program One Roof Pendapatan mengikuti program One Roof, yakni jumlah rata-rata biaya produksi sebelum antara penerimaan dan semua biaya. Hal lebih besar yaitu Rp 17. 762 per Ha ini sesuai dengan literarur (Astuti dan per musim tanam dan jumlah biaya Rahim, 2. yang menuliskan bahwa produksi sesudah lebih kecil yaitu dengan pendapatan usahatani merupakan selisih rata-rata Rp 20. 759 per Ha per antara penerimaan dan semua biaya. musim tanam. Ini di karenakan petani Analisis yang mengikuti program One Roof hasil untuk mengukur berhasil tidaknya suatu produksinya akan di beli oleh Offtaker di atas harga pasaran. (Siregar, menyebutkan bahwa Analisis pendapatan Tabel 7. Pendapatan Padi Sawah Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program One Roof di Kota Sukabumi Hasil Uji Paired Sampel t-test Komponen Uji Pendapatan Sebelum dan Paired Sampel Sesudah Mengikuti Program t-test OROF Mean Sig. -taile. Sumber : Pengolahan Data. Tahun 2021 pendapatan dan apakah komponen itu masih dapat ditingkatkatkan atau tidak. Kegiatan apabila pendapatannya memenuhi syarat cukup untuk memenuhi semua sarana Untuk Berdasarkan hasil uji beda rataan pada Tabel 7. dapat diketahui bahwa perbedaan antara pendapatan petani padi terdapat perbedaan yang signifikan antara sawah sebelum dan sesudah mengikuti pendapatan petani padi sawah sebelum program One Roof secara statistik dapat dan sesudah mengikuti program One dilihat pada Tabel 6. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 837-847 Roof . 001 < 0,. Berdasarkan hal upaya pemupukan modal, pendapatan diatas maka dapat disimpulkan bahwa bersih petani hasil kotor dari produksi program One Roof yang telah diterapkan yang dinilai dengan uang kemudian hasil kotor tersebut dikurangi dengan biaya Kota Sukabumi produksi dan biaya pemasaran. meningkatkan pendapatan petani padi KESIMPULAN DAN SARAN Pendapatan ini akan digunakan oleh Kesimpulan petani untuk memenuhi kebutuhan hidup Biaya sehari-hari. Menurut sesudah mengikuti program One Roof di pendapatan diperlukan oleh keluarga Kota Sukabumi menunjukkan perbedaan petani untuk memenuhi kebutuhan hidup yang signifikan dimana biaya produksi ini tidak tetap melainkan terus menerus. lebih tinggi sebelum mengikuti program Oleh One Roof di Kota Sukabumi yaitu dimaksimal itulah yang selalu diharapkan sebesar Rp. 302,-/Ha, sedangkan petani dari usaha tani. Ditambahkan oleh (Kundang 2. , pendapatan merupakan program One Roof di Kota Sukabumi produksi yang dinyatakan dalam bentuk lebih kecil yaitu sebesar Rp. 236,-. Ini dikarenakan adanya bantuan sarana (Ginting dikeluarkan selama kegiatan usaha tani. prasarana berupa pupuk NPK dan Urea. Peningkatan pendapatan usahatani Produksi usahatani padi sawah melalui penerapan program One Roof sebelum dan sesudah mengikuti program diharapkan akan dapat meningkatkan One taraf kehidupan petani menjadi lebih menunjukkan tidak adanya perbedaan Menurut (Martina. Praza, and Adhiana 2. , pendapatan keluarga sebelum mengikuti program One Roof di mencerminkan tingkat kekayaan besarnya Kota Sukabumi sebesar 6. 530 Kg/Ha, modal yang dimiliki petani. Pendapatan sedangkan produksi setelah mengikuti yang besar mencerminkan dana yang program One Roof di Kota Sukabumi Roof Kota Sukabumi Dimana Kg/Ha. Ini dikarenakan program One Roof bukan menyebabkan menurunnya infestasi dan PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) DI KOTA SUKABUMI (Suatu kasus pada petani padi sawah Program One Region One Offtake. Sri Andayani. Euis Dasipah. Dety Sukmawati Roof usahatani padi sawah. Kota Sukabumi peningkatan produksi dan pendapatan Pendapatan petani sebelum dan sesudah mengikuti program One Roof di Kota Sukabumi, menunjukkan perbedaan DAFTAR PUSTAKA Andrias. Ara Anggar. Yus Darusman, and Mochamad Ramdan. AuPengaruh Luas Lahan Terhadap Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah. Ay Jurnal Online Universitas Galuh 4:274Ae Ashari. Ashari. AuOptimalisasi Kebijakan Kredit Program Sektor Pertanian Di Indonesia. Ay Analisis Kebijakan Pertanian 7:21Ae42. Bahri. Samsul. Dampak Penyuluhan Pertanian Terhadap Produktivitas Padi Sawah. Vol. BPS Kota Sukabumi. Kota Sukabumi Dalam Angka Tahun Vol. Farid. Erwan Sastrawan. Sitti Aminah Hamzah Karim. Rustam Rustam. Suardi Suardi. AuPeningkatan Pendapatan Petani Kecil Melalui Program Rumah Tanam Metode Smart Farming Ay Agroland 28. :268Ae77. Fatimah, and Nuryaningsih. Buku Ajar Pertanian Perkotaan. 1st ed. edited by D. Sulistyowati and W. Ilhami. Jakarta: Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian. Ginting. Ricky Efran. AuAnalisis Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Padi Sawah (Studi Kasus : Desa Purbaganda Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungu. Ay Jurnal Agripreneur 9. :25Ae32. Kundang. Harisman. AuPola Kemitraan Antara Petani Dengan PT Indofood Fryto-Lay Makmur petani lebih tinggi sesudah mengikuti program One Roof di Kota Sukabumi yaitu sebesar Rp. 759,-/Ha/MT, pendapatan sebelum mengikuti program One Roof di Kota Sukabumi yaitu sebesar Rp. 762,-. Hal ini dikarenakan program One Roof menjamin harga beli di atas harga pasar. Saran