ELIPS: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Volume 6. Nomor 1. Maret 2025 ISSN: 2745-827X (Onlin. ANALISIS PENGARUH MINAT BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD INPRES 5/81 WANUA WARU Aliyah Az Zahra Ibrahim1. Andi Surya Anugerah2 1Program Studi Administrasi Kesehatan. Fakultas Kesehatan. Universitas Sipatokkong Mambo 2Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Sipatokkong Mambo 1zaliyah40@gmail. com, 2uya. kodebatik@gmail ABSTRAK Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh minat belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di SD Inpres 5/81 Wanua Waru Kabupaten Bone. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Inpres5/81 Wanua Waru yang berjumlah 32 orang siswa, sedangkan pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan tes. Untuk menjelaskan karakteristik responden menggunakan analisis presentase sedangkan untuk menjelaskan deskripsi penelitian yang berkaitan dengan hipotesis dianalisis dengan menggunakan analisis. korelasi product moment, uji signifikasi korelasi, mencari persamaan garis regresi dan uji determinasi. Hasil analis data menunjukkan bahwa, minat belajar (X), berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar matematika (Y) yang ditunjukkan dengn nilai koefisien korelasii korelasi sebesar 0,5478. Sedangkan untuk uji signifikasi korelasi diperoleh bahwa ychitung yang diperoleh adalah lebih besar dari yctabel . ,588 > 0,. pada taraf signifikasi 5 %. Hasil analisis determinasi menunjukkan bahwa variabel minat belajar siswa (X) berpengaruh sebesar 30,01% terhadap variabel prestasi belajar siswa (Y), sedangkan selebihnya yaitu 69,99% adalah dipengaruhi oleh faktor internal atau faktor eksternal yang tidak diteliti pada penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa pengaruh minat belajar matematika siswa kelas V SD Inpres 5/81 Wanua Waru mempengaruhi prestasi belajar matematika. Kata Kunci : Analisis. Minat Belajar Matematika. Prestasi Belajar Matematika ABSTRACT This type of research is quantitative research. The purpose of the study was to determine how much influence interest in learning mathematics has on students' mathematics learning achievement. This research was conducted at SD Inpres 5/81 Wanua Waru. Bone Regency. The sample in this study were all fifth grade students of SD Inpres 5/81 Wanua Waru totaling 32 students, while data collection used questionnaire and test techniques. To explain the characteristics of respondents using percentage analysis while to explain the description of research related to the hypothesis was analyzed using analysis. product moment correlation, correlation significance test, finding regression line equation and determination test. The results of data analysis show that, interest in learning (X), has a significant effect on math learning achievement (Y) as indicated by the correlation coefficient value of 0. As for the correlation significance test, it is obtained that rcount obtained is greater than r-tabel . 588> 0. at the 5% significance level. The results of the determination analysis show that the student learning interest variable (X) has an effect of 30. 01% on the student learning http://journal. id/index. php/ELIPS Aliyah Az Zahrah I. Andi Surya A ELIPS: Vol. No. Maret 2025 achievement variable (Y), while the remaining 69. 99% is influenced by internal factors or external factors not examined in this study. Based on the results of the research above, it can be concluded that the effect of interest in learning mathematics of fifth grade students of SD Inpres 5/81 Wanua Waru affects math learning achievement. Keywords: Analysis. Interest in Learning Mathematics. Mathematics Learning Achievement PENDAHULUAN Belajar merupakan salah satu kebutuhan bagi setiap manusia, sebab hanya dengan belajar manusia dapat mengatasi berbagai tantangan dan rintangan yang setiap saat muncul dalam Kita mengetahui bahwa proses belajar mengajar merupakan kegiatan sosial. Dalam dunia pendidikan saat ini kita dihadapkan pada masalah yang lebih kompleks dimana sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan zaman yang akan dapat bertahan. Pada kenyataannya semua bidang keilmuan maupun sektor kehidupan kita selalu dihadapkan kepada masalah-masalah yang memerlukan matematika sebagai pemecahannya. Minat siswa terhadap pelajaran merupakan kekuatan yang akan mendorong siswa untuk Siswa yang berminat . ikapnya senan. kepada pelajaran akan tampak terdorong terus untuk tekun belajar, berbeda dengan siswa yang sikapnya hanya menerima kepada pelajaran. Mereka hanya tergerak untuk mau belajar tetapi sulit untuk bisa terus tekun karena tidak ada Minat merupakan faktor psikologis yang akan mempengaruhi belajar. Minat yang dapat menunjang belajar adalah minat kepada bahan/mata pelajaran dan kepada guru yang Apabila siswa tidak berminat kepada bahan atau mata pelajaran juga kepada gurunya, maka siswa tidak akan mau belajar. Oleh karena itu, guru harus memberi motivasi agar siswa mau belajar dan memperhatikan pelajaran. Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitannya dengan sifat-sifat siswa, baik yang bersifat kognitif seperti kecerdasan dan bakat maupun yang bersifat afektif seperti motivasi, rasa percaya diri, dan Siswa yang memiliki minat dan keingintahuan yang kurang untuk menekuni pelajaran matematika akan kesulitan dalam belajar matematika. Hal ini ditandai dengan masih rendahnya prestasi belajar matematika yang dicapai. Ada beberapa permasalahan dalam proses belajar mengajar khususnya pada pembelajaran Matematika, diungkapkan bahwa banyak siswa yang nilainya dibawah rata-rata yang menyebabkan siswa tersebut untuk remedial. Guru yang mengajarpun seringkali terganggu dengan siswa yang kurang minat belajarnya. Dari sinilah peneliti melihat bahwa kebanyakan siswa yang remedial tersebut karena kurangnya minat untuk belajar matematika. Di kelas tersebut Analisis Pengaruh Minat Belajar Matematika A terdapat sebagian siswa yang takut dengan mata pelajaran matematika, hal tersebut diungkapkan oleh siswa karena tidak bisa berhitung atau tidak suka berhitung. Mereka beranggapan bahwa mata pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit dipahami, jadi seolah-olah pelajaran matematika adalah momok yang sangat menyeramkan bagi siswa, sehingga sedikit anak yang tertarik pada pelajaran matematika dan siswa yang tidak berminat cenderung malas untuk mempelajari mata pelajaran yang tidak disukainya, ia akan pasrah pada nasib dengan nilai apa Dengan melihat nilai ulangan harian matematika siswa, dapat diketahui bahwa nilai ulangan harian rendah, khususnya pada pelajaran matematika. Diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa rendah karena minat siswa terhadap pelajaran matematika rendah. Memahami persoalan diatas yang berkaitan dengan minat dan prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika penulis tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana AuPengaruh Minat Belajar Matematika terhadap Prestasi Belajar Matematika SD Inpres 5/81 Wanua Waru Kabupaten BoneAy. METODE Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Ex-post Facto yang bersifat Disebut Ex-post Facto karena fakta yang dikumpulkan sudah ada sebelumnya, dan bersifat korelasional karena yang akan diselidiki adalah pengaruh antara variabel. Variabel merupakan istilah yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap jenis penelitian. Arikanto . 2: . mendefinisikan Auvariabel adalah gejala yang bervariasiAy. Gejala yang dimaksud adalah objek penelitian yang dijadikan label dalam suatu penelitian tersebut, baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian ini menggunakan variabel ganda, yaitu variabel bebas yaitu minat siswa dengan simbol (X) dan variabel terikat yaitu prestasi belajar matematika dengan simbol (Y). Adapun tata hubungan antar variabel penelitian digambarkan dengan skema sebagai berikut: Keterangan : X = Minat belajar matematika Y = Prestasi belajar matematika Rancangan hubungan tersebut menggambarkan bahwa pengaruh minat belajar matematika . ariabel X) terhadap prestasi belajar matematika . ariabel Y). Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Aliyah Az Zahrah I. Andi Surya A ELIPS: Vol. No. Maret 2025 kesimpulannya (Sugiyono, 2016: . Subjek populasi dalam penelitian ini adalah kelas V SD Inpres 5/81 Wanua Waru Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sugiyono, . Dalam penelitian ini, teknik sampel yang digunakan adalah sampling jenuh yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Adapun sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD Inpres 5/81 Wanua Waru yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 16 laki-laki dan 16 perempuan. Tekhnik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data yang dibahas dalam penelitian. Pengumpulan data merupakan tahap yang sangat menentukan dalam proses pelaksanaan penelitian untuk mendapatkan hasil yang baik. Pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket dan tes. Koesioner/Angket Koesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada para responden untuk dijawab. Koesioner merupakan instrumen pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari para responden (Sujarweni, 2014: . Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. Penskoran menggunakan skala Likert yang sudah dimodifikasi dengan empat alternatif jawaban. Tes Tes menurut Suryabrata adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau perintahperintah, penyelidikan mengambil kesimpulan dengan cara membandingkan standar atau tes-tes Dalam penelitian ini tes yang digunakan adalah tes prestasi belajar yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian siswa dengan memberikan soal-soal pelajaran matematika yang telah dipelajari dalam bentuk pilihan ganda. Tekhnik Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif Data kuantitatif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden yang disajikan dalam bentuk rata-rata . , interval kelas, rentangan . , nilai maksimum dan nilai minimum, serta distribusi frekuensi masing-masing sub variabel. Analisis Inferensial Statistik Inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya akan direalisasikan . untuk populasi di mana sampel diambil. Keperluan pengujian hipotesis, maka digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisis Pengaruh Minat Belajar Matematika A Normalitas Yang dimaksud dengan uji normalitas sampel adalah menguji normal atau tidaknya sebaran data yang akan dianalisis. Uji normalitas sampel dapat menggunakan rumus chi-kwadrat. Apabila telah diperoleh harga chi-kwadrat hitung selanjutnya akan dibandingkan dengan chi-kwadrat tabel. Apabila chi-kwadrat tabel maka data dinyatakan berdistribusi normal. Lineritas uji lineritas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linear. Aumaksudnya adalah apakah regresi antara X dan Y membentuk garis linear atau tidak. Kalau tidak linear maka analisis regresi tidak dapat dilanjutkanAy. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi atau hubungan antar variabel bebas . model regresi yang baik sebaiknya tidak terjadi korelasi atau hubungan antar variabel bebas. Jika variabel bebas saling berkorelasi atau berhubungan, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal, ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol. Selanjutnya untuk mengetahui adanya pengaruh positif minat belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa menggunakan analisis inferensial assosiatif yang diuji dengan korelasi product moment. Setelah itu Apakah pengaruh tersebut signifikan atau tidak maka perlu diuji signifikansinya. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap siswa kelas V SD Inpres 5/81 Wanua Waru, dengan jumlah sampel 32, maka penulis dapat mengumpulkan data melalui angket yang dikerjakan oleh siswa tersebut, yang kemudian diberikan skor masing-masing item. Berikut adalah hasil distribusi frekuensi minat belajar dan prestasi belajar siswa: Aliyah Az Zahrah I. Andi Surya A ELIPS: Vol. No. Maret 2025 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Minat Belajar Siswa Untuk menghitung mean . ata-rat. adalah sebagai berikut: Mencari Mean OcycU ycA yue= = 65,093 Kualitas variabel X (Minat Belajar Sisw. Tabel 2. Kualitas Variabel (X) Minat Belajar Siswa Dari uraian di diatas dapat diketahui bahwa variabel X . inat belajar sisw. termasuk dalam kategori cukup, yaitu berada pada interval 61-69 dengan nilai rata-rata 65,093. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan data prestasi belajar sisswa kemudian menghitung mean . ata-rat. sebagai Analisis Pengaruh Minat Belajar Matematika A Mean OcycU ycA yue= = 80,562 Kualitas variabel Y (Prestasi Belajar Matematik. Tabel 4. Kualitas Variabel (Y) Prestasi Belajar Dari uraian tabel diatas dapat diketahui bahwa prestasi belajar matematika siswa termasuk dalam kategori cukup, yaitu berada pada interval 78 Ae 83 dengan nilai rata-rata 80,52. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi satu prediktor dapat diketahui bahwa persamaan garis regresinya ycU = 55,827 0,382X, sedangkan menguji signifikansi dan persamaan regresi tersebut digunakan analisis varian untuk regresi yaitu harga Fycyceyci diperoleh sebesar 12,868 kemudian dikonsultasikan dengan harga Fycycaycayceyco pada taraf signifikan 5% yaitu 4,17 karena Fycyceyci = 12,868 >Fyc = 4,17 maka signifikan. Hasil tersebut menunjukkan berarti terdapat pengaruh minat belajar siswa kelas V SD Inpres 5/81 Wanua Waru. Koefisien determinasi yang diperoleh r 2 = 0,3001. Hal ini menunjukkan bahwa variabel (X) minat belajar siswa terdaat variabel (Y) prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika kelas V SD Inpres 5/81 Wanua Waru adalah sebesar 30,01%, adapun sisanya 69,99% dari prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor tersebut kemungkinan dapat juga disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal siswa. Pembahasan Hasil Setelah pengujian hipotesis dilakukan maka dapat diperoleh hasilnya Hipotesis Nihil yang diajukan ditolak, sedang Hipotesis Alternatif diterima, beararti menunjukkan adanya pengaruh minat belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas siswa SD Inpres 5/81 Wanua Waru Kabupaten Bone. Dari hasil perhitungan rata-rata minat belajar siswa diketahui nilainya sebesar 65,093 terletak pada interval 61-69, hal ini berarti minat belajar siswa termasuk dalam kategori cukup. Aliyah Az Zahrah I. Andi Surya A ELIPS: Vol. No. Maret 2025 Sedangkan perhitungan rata-rata prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika kelas V nilainya sebesar 80,562 terletak pada interval 78 Ae 83 hal ini berarti prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas V termasuk dalam kategori cukup, yang ditunjukkan oleh Fycyceyci = 12,868 lebih besar dari pada nilai Fycycaycayceyco pada taraf signifikan 5 % = 4,17. Dari hasil analisis, koefisien determinasi yang diperoleh r 2 = 0,3001 termasuk dalam kategori rendah, yaitu berada pada interval 0,11-0,30. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika 30,01% dipengaruhi oleh minat belajar siswa melalui persamaan garis regresi ycU = 55,827 0,382X. Adapun sisanya 69,99% adalah faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Dengan melihat hasil analisis uji hipotesis variabel x dan variabel Y pada taraf signifikan 5%, menunjukkan bahwa minat belajar siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika kelas V di SD Inpres 5/81 Wanua Waru. Minat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi Umpamanya, seseorang siswa yang menaruh minat besar terhadap matematika akan memusatkan perhatiannya lebih banyak dari pada siswa lainnya. Kemudian, karena pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk belajar lebih giat, dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan (Syah, 2010: . Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Putri Dwi Ferra dan Nurjannah . serta Mukrimuddin . pada jenjang yang sama tentang minat belajar matematika mempengaruhi prestasi belajar siswa. Hal ini dimungkinkan karena minat merupakan unsur yang menggerakkan motivasi seseorang sehingga siswa tersebut dapat berkonsentrasi terhadap pelajaran matematika. Dengan adanya unsur minat belajar pada diri siswa, maka siswa memusatkan perhatiannya pada kegiatan tersebut. oleh karena itu, minat merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar siswa. Semakin jelas bahwa minat akan berdampak terhadap kegiatan yang dilakukan seseorang. Dalam hubungannya dengan kegiatan belajar, minat tertentu akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, hal ini dikarenakan adanya minat siswa terhadap sesuatu dalam kegiatan belajar itu sendiri. Dengan kata lain, minat belajar memberikan sumbangan besar terhadap prestasi belajar siswa. Ini juga terbukti dari penelitian mengatakan bahwa minat belajar dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Dengan demikian maka hipotesis diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara variabel (X) minat belajar terhadap variabel (Y) prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika kelas V SD Inpres 5/81 Wanua Waru. PENUTUP Kesimpulan Analisis Pengaruh Minat Belajar Matematika A Berdasarkan hasil penelitian lapangan dan analisis data yang penulis lakukan mengenai pengaruh minat belajar matematika kelas IV di SD Inpres 5/81 Wanua Waru, maka secara garis besar dapat disimpulkan bahwa hasil analisis regresi, pengaruh antara dua variabel, yaitu minat belajar matematika dan prestasi belajar mata pelajaran matematika diketahui bahwa ada pengaruh yang signifikan antara minat belajar matematika terhadap prestasi belajar peserta didik mata pelajaran matematika kelas IV SD Inpres 5/81 Wanua Waru dan terdapat pengaruh positif antara minat belajar terhadap prestasi belajar matematika SD Inpres 5/81 Wanua Waru. Saran Saran penulis ada baiknya lembaga pendidikan hendaknya kegiatan pengembangan minat belajar matematika siswa dapat memperoleh pengetahuan dan mencapai pemahaman tentang pengetahuan ilmiah yang dituntutnya di sekolah dan sebaiknya pembelajaran matematika di sekolah dasar diupayakan kepada guru dengan berbagai variasi seperti melakukan perhitungan, pengamatan dan sebagainya dengan alat peraga yang dapat menarik perhatian siswa sehingga minat belajar siswa dapat meningkat. DAFTAR PUSTAKA