Jurnal AUDHI Vol. No. Januari 2023. Pages 61-69 p-ISSN: 2662-2469. e-ISSN: 2774-8243 https://jurnal. id/index. php/AUDHI PENGARUH POLA ASUH AUTHORITATIVE TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK USIA 4-6 TAHUN Sri Ratna Prihatin Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Al Azhar Indonesia Kompleks Masjid Agung Al Azhar. Jl. Sisingamangaraja. Jakarta Selatan 12110 E-mail: sriratnap20@gmail. Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh Authoritative terhadap kemandirian anak usia 4-6 tahun. Metode expost facto dilakukan sebagai metode penelitian dengan populasi adalah seluruh orangtua dari empat Pos PAUD di Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya Depok yang menggunakan pola asuh Authoritative. Sampel ditentukan menggunakan teknik total sampling dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua siswa menggunakan pola asuh authotitative dimana responden selalu bertanya pada anak tentang pelajaran di sekolahnya . 08%), mendengarkan anak bercerita tentang keadaan di sekolahnya . 92%), serta memberikan semangat ketika anaknya mulai malas mengerjakan tugasnya . ,62%), dengan tingkat kemandirian berada pada kategori cukup baik, dengan indikator percaya diri . 08%), dapat menentukan pilihanya sendiri . ,31% ), dapat bertanggung jawab . ,85%), dan mudah berteman . ,77%). Sehingga kesimpulan yang dapat disampaikan adalah bahwa terdapat pengaruh pola asuh Authoritative terhadap kemandirian anak usia 4-6 tahun dengan prosentasi sebesar 45,4%. Kata Kunci: kemandirian anak usia 4-6 tahun, pola asuh Authoritative. Pos PAUD Abstract - This study aims to determine the effect of Authoritative parenting on the independence of children aged 4-6 years. The ex post facto method was carried out as a research method with a population of all parents from four PAUD posts in Mekarjaya Village. Sukmajaya District. Depok who used Authoritative parenting. The sample was determined using a total sampling technique with data collection using a questionnaire. Data analysis was performed using the normality test and simple regression. The results showed that the parents of students used authotitative parenting where respondents always asked children about lessons at school . 08%), listened to children tell stories about conditions at school . 92%), and gave encouragement when their children started to be lazy to do their assignments . , 62%), the level of independence is in the pretty good category, with indicators of self-confidence . 08%), can make their own choices . 31%), can be responsible . 85%), and make friends easily . 77%). So the conclusion that can be conveyed is that there is an influence of Authoritative parenting on the independence of children aged 4-6 years with a percentage of 45. Keywords: independence of children aged 4-6 years. Authoritative parenting. PAUD post Prihatin. Vol. No. 2, 2023, pp. Anisah . berpendapat bahwa Aukemandirian akan membawa pengaruh yang besar bagi pengalaman kehidupan selanjutnya, karena dalam kehidupan seharihari anak diharapkan mampu melaksanakan tugas sendiri sampai selesai, bertanggungjawab akan tugasnya, semangat dalam bekerja serta menghargai dan memelihara hasil karyanya sendiriAy. PENDAHULUAN endidikan anak usia dini memegang posisi yang sangat mendasar, karena pendidikan pada masa ini memberikan pengaruh yang sangat membekas pada perkembangan anak di fase-fase selanjutnya. Peran aktif orang tua terhadap perkembangan anak sangat penting, mengingat orang tua adalah pendidik utama dan pertama dalam mendidik, membimbing dan mengasuh dengan pengajaran dan pengalaman sehari-hari. Di dalam Kurikulum 2013, indikator kemandirian adalah percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, mampu menyesuaikan diri, tanggung jawab. Sementara itu. Rohita . menuliskan bahwa kemandirian anak yang dapat dicapai pada usia 4-6 tahun adalah kemampuan diri untuk memilih kegiatan sendiri dan menyesuaikan dengan situasi, menunjukkan rasa percaya diri, memahami peraturan dan disiplin, mau berbagi, menolong dan membantu teman, mentaati aturan kelas, mengatur diri sendiri dan bertanggung jawab atas perilakunya sendiri. Pola asuh orang tua adalah cara perlakuan orang tua yang diterapkan kepada anak dengan pendidikan umum melalui proses interaksi berupa perawatan, pemenuhan kebutuhan anak, perlindungan, pengajaran tingkah laku, dan Setiap orang tua memiliki pola asuh yang berbeda-beda dalam mendidik dan mengasuh anak. Menurut Baumrind dalam Desmita . ada tiga bentuk pola asuh yaitu pola asuh otoriter, pola asuh Authoritative, dan pola asuh permisif. Dari ketiga macam pola asuh tersebut bentuk pola asuh Authoritative adalah pola asuh paling baik yang dapat diterapkan oleh orang tua dalam mengasuh anak-anaknya. Syaiful . berpendapat pola asuh Authoritative adalah tipe pola asuh yang terbaik dari tipe pola asuh yang lainnya. Pola asuh Authoritative merupakan suatu bentuk pola asuh yang memperhatikan dan menghargai kebebasan anak, namun kebebasan itu tidak mutlak dan dengan bimbingan yang penuh pengertian antara orang tua dan anak. Hasil observasi, dan wawancara dengan orang tua siswa di empat Pos PAUD Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya Depok yaitu Pos PAUD Kuntum Mekar. Pos PAUD Teratai. Pos PAUD Anggrek dan Pos PAUD Seruni, terdapat orang tua yang memberi bantuan yang berlebihan pada anak dengan alasan kasihan melihat anaknya, dan anak menolak berusaha sendiri, tidak mau melakukan sesuatu sendiri, selalu ingin dibantu mengerjakan tugas apabila ditemani ibunya, menangis jika ibunya pergi sebentar, hingga pada akhirnya sang ibu memberikan nasehat pada anaknya, sehingga sulit bagi anak menyelesaikan tugasnya sendiri. Di dalam Undang-undang Sisdiknas pasal 3 tahun 2003, tujuan pendidikan di Indonesia adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga untuk membentuk watak serta peradaban bangsa Untuk mengatasi permasalahan kemandirian adalah dengan menjadikan kemandirian salah satu karakter yang harus Menurut Yamin . , kemandirian merupakan karakter utama dalam kehidupan mulai sejak usia dini. Membentuk kemandirian pada anak usia dini memerlukan proses yang Orang tua juga kadang menuruti semua permintaan anak, terlalu memberi perhatian lebih bagi anaknya yang dimanja, dan tidak memberi kesempatan anak untuk berlatih Dari permasalahan tersebut maka dapat diidentifikasikasikan bahwa orang tua siswa di Pos PAUD Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya Depok memiliki pola asuh yang berbeda-beda di antaranya, yaitu Authoritative . Authoritarian . , dan Permisif yang menyebabkan kemandirian anak berbeda-beda, di antaranya yaitu ada anak yang mandiri. Prihatin. Vol. No. 2, 2023, pp. kurang mandiri dan belum mandiri, yang berdampak pada hasil pembelajaran di kelas. Setuju (SS). Setuju (S). Ragu-ragu (RG). Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS) dengan butir pernyataan sebanyak 30 butir terdiri dari pernyataan positif dan negative. Instrumen kedua variabel tersebut diuji menggunakan SPSS 26. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan ex post Arikunto . menjelaskan penelitian ex post facto adalah penelitian tentang variabel yang kejadiannya sudah terjadi sebelum penelitian dilaksanakan. Menurut jenis datanya, penelitian ini berupa Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua siswa yang yang berjumlah 98 orang dari 4 . Pos Paud Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya Depok. Hasil dari perhitungan SPSS didapat bahwa untuk instrumen pola asuh Authoritative terdapat data yang tidak valid sebanyak 3 butir dan data yang valid 33 butir. Sedangkan instrumen kemandirian anak usia 4-6 tahun diperoleh hasil yang tidak valid 3 butir dan yang valid 27 butir. Selanjutnya, butir-butir yang valid digunakan untuk menguji reliabiltas pola asuh Authoritative dan kemandirian anak usia 4-6 tahun. Tabel 1. Uji Authoritative Jumlah sampel penelitian sebanyak 65 responden yaitu orang tua siswa menggunakan pola asuh Authoritative di empat pos PAUD (Pos PAUD Kuntum Mekar. Pos PAUD Teratai. Pos PAUD Anggrek dan Pos PAUD Serun. , yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data berupa Kuesioner/ angket, diambil dengan Instrumen Pola Asuh Authoritative dan Instrumen Kemandirian Anak usia 4-6 Tahun. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Januari Ae Juni 2022 Tahun Ajaran Reliabilitas Pola Asuh Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Hasil uji reliabilitas diperoleh nilai Alpha Croanbach sebesar 0,942 sehingga instrumen pada pola asuh Authoritative ini dinyatakan Tabel 2. Uji reliabilitas kemandirian anak Reliability Statistics Y Instrumen dalam penelitian ini ada instrumen mengenai pola asuh Authoritative dengan 4 . indikator yaitu memperhatikan, menghargai, bimbingan dan pemantauan dengan butir pernyataan sebanyak 36 butir terdiri dari pernyataan positif dan negative. Sedangkan instrumen kemandirian anak usia 46 tahun terdiri dari 4 . indikator yaitu percaya diri, dapat menentukan pilihannya, bertanggung jawab dan mudah berteman. Skala yang digunakan adalah skala likert. Cronbach's Alpha N of Items Hasil perhitungan Alpha Cronbach didapat koefisien reliabilitasnya sebesar 0,828 sehingga instrumen pada variabel kemandirian anak dinyatakan reliabel. Di dalam analisis data menggunakan uji asumsi klasik yaitu: uji normalitas dan regresi sederhana. Uji Kolmogorov Smirnov yang merupakan bagian dari uji asumsi klasik. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah nilai residual berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik nilai residual berdistribusi normal. Dasar pengambilan keputusan adalah: jika nilai Signifikansi > 0,05 Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapatan dan persepsi tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2. Kuesioner yang digunakan adalah jenis tertutup, dimana kuesioner sudah disertakan pilihan jawaban, sehingga responden hanya tinggal memilihnya. Adapun pilihan jawaban tersebut adalah Sangat Prihatin. Vol. No. 2, 2023, pp. maka nilai residual berdistribusi normal, dan jika nilai Signifikansi < 0,05 maka nilai residual tidak berdistribusi normal. kemandirian anak usia 4-6 tahun di Pos PAUD Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya Depok maka berarti Ha (Hipotesis alternati. diterima sedangkan Ho (Hipotesis alternati. Teknik analisis data juga menggunakan menunjukkan pengaruh variabel bebas (X) Pola Asuh Authoritative terhadap variabel terikat (Y) Kemandirian Anak Usia 4-6 Tahun. Adapun pengujian hipotesis menggunakan rumus sebagai berikut: HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya pengaruh pola asuh Authoritative terhadap kemandirian anak usia 4-6 tahun dan berapa persentasenya, dengan responden orang tua siswa sebanyak 65 orang yang menggunakan pola asuh Authoritative dari 4 . Pos PAUD di Kelurahan Mekarjaya. Kecamatan Sukmajaya. Depok. Ho : Pxy = O Ha : Pxy > O Jika terdapat hubungan positif antara pengaruh pola asuh Authoritative terhadap Tabel 3. skor dan persentase pola asuh Authoritative Indikator Perhatian Pernyataan Bimbingan Pemantauan Orang Tua Selalu Bertanya Pada Anak Tentang Pelajaran Di Sekolahnya 63,08 Orang tua selalu tersenyum ketika menyapa anak Orang tua selalu bertanya pada anak perasaan anak di sekolahnya 61,54 55,38 Orang tua selalu menanyakan tugas apa saja yang telah dikerjakan anak Menghargai 55,38 Orang tua selalu menanyakan tugas apa yang sulit anak kerjakan Orang Tua Mendengarkan Anak Bercerita Tentang Keadaan Di Sekolahnya Orang tua memberi pelukan ketika anak pulang sekolah 52,31 56,92 Orang tua menyiapkan makanan kesukaan anak ketika anak dapat membereskan mainannya dengan rapi Orang tua memberi pujian atas kebaikan yang telah anak lakukan hari ini Orang tua memberi reward ketika anak berhasil mengerjakan tugas sekolahnya sendiri Orang Tua Selalu Memberikan Semangat Ketika Anaknya Mulai Malas Mengerjakan Tugasnya Orang tua mengajarkan anak tugas sekolah yang anak belum bisa Orang tua tidak sempat mengajari anaknya belajar Orang tua membantu anak ketika anak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolahnya Orang tua mengajari anak untuk berbagi makanan kepada sesame Orang tua mengingatkan perilaku anak yang tidak baik dan tidak sopan Orang tua memperhatikan dari jauh kegiatan bermain yang dilakukan anak dengan temannya Orang tua membatasi anak bermain game yaitu di hari libur saja 47,69 32,31 50,77 30,77 64,62 52,31 41,54 52,31 58,46 72,31 32,31 40,00 Prihatin. Vol. No. 2, 2023, pp. Tabel 4. skor dan persentase kemandirian anak usia 4-6 tahun Indikator Pernyataan Percaya Diri Anak Dapat Menyatakan Keinginan Anak mau menyapa lebih dulu temannya Anak berani bertanya tentang apa yang dilihatnya Dapat Menentukan Pilihannya Sendiri Anak Mampu Memilih Makanan/Minuman Kesukaannya Anak mampu menentukan pakaian yang akan dipakainya Anak mampu memilih tugas sekolah yang akan dia kerjakan lebih dahulu Bertanggung Jawab Anak Membereskan Mainannya Kembali Anak meletakkan mainan pada tempatnya Anak menyimpan tas dan sepatu pada tempatnya Mudah Berteman Anak mau berbagi makanan dengan temannya Anak mudah berteman dengan siapa saja Anak mau menolong temannya yang terjatuh Dari data yang ada, kemudian dilakukan perhitungan uji normalitas menggunakan SPSS, dimana hasilnya disajikan dalam bentuk tabel Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. 63,08 47,69 61,54 52,31 40,00 36,92 53,85 52,31 43,08 50,77 41,54 44,62 Tabel 6. uji regresi linear sederhana Pengambilan keputusan dalam uji regresi linear sederhana dapat mengacu pada dua hal yaitu: membandingkan nilai signifikansi dengan nilai probablitas 0,05. Jika nilai signifikansi <0,05 artinya variabel X . ola asuh Authoritativ. berpengaruh terhadap variabel Y . emandirian anak usia 4-6 tahu. , dan jika nilai signifikansi >0,05 artinya variabel X . ola asuh Authoritativ. tidak berpengaruh terhadap variabel Y . emandirian anak usia 4-6 tahu. Berikut hasil uji regresi linear sederhana menggunakan SPSS Unstandardized Residual Normal variabel terikat . emandirian anak usia 4-6 Tabel 5. uji normalitas ANOVAa Sum of Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi 0,2 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi Selanjutnya uji regresi linear sederhana digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas . ola asuh Authoritativ. terhadap Mean Model Squares Square 1Regression Sig. Residual Total Prihatin. Vol. No. 2, 2023, pp. Dari output tersebut diketahui bahwa nilai F hitung = 52,475 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka ada pengaruh variabel X . ola asuh Authoritativ. terhadap variabel Y . emandirian anak usia 4-6 tahu. Seberapa besar pengaruh variabel X . ola asuh Authoritativ. terhadap variabel Y . emandirian anak usia 4-6 tahu. , dapat dilihat dari hasil R square berikut dengan SPSS. Jadi, koefisien dari model persamaan regresi tersebut adalah : Y= 32. 685 501 X. Dengan penjelasan sebagai berikut : a = angka konstan dari unstandardized coefficients, nilainya sebesar 32. Angka tersebut merupakan angka konstan yang mempunyai arti bahwa jika tidak ada pola asuh Authoritative (X) maka nilai konsistensi kemandirian anak usia 4-6 tahun adalah 32. b = angka koefisien regresi. Nilainya sebesar Angka ini mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% pola asuh Authoritative (X), maka kemandirian anak usia 4-6 tahun akan meningkat sebesar 0,501. Tabel 7. uji determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square Setiap nilai koefisien regresi bernilai positif ( ), maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa pola asuh Authoritative (X) berpengaruh positif terhadap kemandirian anak usia 4-6 tahun, artinya mempunyai hubungan yang searah dan Untuk itu sebelum menentukan hipotesis penelitian maka dilakukan pengujian signifikansi dan linearitas regresi. Uji Linearitas digunakan untuk melihat apakah hubungan antara dua variabel tergolong linear atau tidak. the Estimate Tabel di atas menunjukkan besarnya nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,674. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,454 yang berarti bahwa pengaruh variabel X . ola asuh Authoritativ. terhadap variabel Y . emandirian anak usia 4-6 tahu. adalah sebesar 45,4%. Berikut adalah hasil uji linearitas pada anova tabel yang perhitungannya dibantu dengan program software SPSS. Hipotesis yang akan diuji berbunyi AuTerdapat Pengaruh Pola Asuh Authoritative Terhadap Kemandirian Anak Usia 4-6 Tahun di Pos PAUD Kelurahan Mekarjaya DepokAy. Untuk menguji hipotesis tersebut maka digunakan statistik uji regresi linear sederhana. Hasil dari analisis data antara variable Pola Asuh Authoritative (X) terhadap Kemandirian Anak Usia 4-6 Tahun (Y) diperoleh model persamaan regresi sebagai berikut : Tabel 9. Uji Lineritas Anova Table Keman Anak Usia 46 Tahun * Pola Asuh Authori Persamaan Regresi Linear Sederhana Rumus: Y= a BX Untuk mengetahui nilai koefisien regresi tersebut dapat dilihat pada tabel koefisen di bawah ini, yang perhitungannya dengan SPSS. (Combi Lineari Deviati Lineari Within Groups Total Mean Square Tabel 8. Koefisien Regresi Coefficientsa Model 1 (Constan. Pola asuh Authoritative Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas dapat mengacu pada dua hal, yaitu: Jika nilai Sig. deviation from linearity > 0,05 maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas . ola asuh Authoritativ. terhadap variabel terikat . emandirian anak usia 4-6 tahu. Dan jiika nilai Sig. from linearity < 0,05 maka tidak terdapat Prihatin. Vol. No. 2, 2023, pp. hubungan yang linear antara variabel bebas . ola asuh Authoritativ. tterhadap variabel terikat . emandirian anak usia 4-6 tahu. Nilai signifikansi pada Deviation from Linearity sebesar 0,774 > taraf signifikansi 0,05 maka hubungan antara variabel bebas . ola asuh Authoritativ. terhadap variabel terikat . emandirian anak usia 4-6 tahu. adalah linear. beragam, ada yang memilik skor rendah ada pula yang memiliki skor tinggi. Berdasarkan hasil yang dilakukan peneliti menunjukkan beberapa hal yang dapat disampaikan sebagai berikut. Dari 65 responden yang merupakan orang tua siswa dengan pola asuh Authoritative dan yang anaknya bersekolah di Pos PAUD Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya Depok menunjukkan tingkat variabel pola asuh Authoritative (X) berada pada kategori tinggi dengan jumlah responden paling banyak, yaitu: . pada indikator memperhatikan, orang tua selalu bertanya pada anak tentang pelajaran di sekolahnya, tersenyum ketika anak menyapa, menanyakan perasaan anak di sekolah, menanyakan tugas yang dikerjakan di sekolah, dan menanyakan tugas yang sulit. Tingkat pola asuh Authoritative orang tua di Pos PAUD Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya Depok berada pada kategori tinggi dari hasil uji determinasi didapat nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,674. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,454 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh bebas . ola asuh Authoritativ. terhadap variabel terikat . emandirian anak usia 4-6 tahu. adalah sebesar 45,4%. Selanjutnya, . pada indikator menghargai, orang tua mendengarkan anak bercerita tentang keadaan di sekolahnya, memberi pelukan ketika anak pulang sekolah, menyiapkan makanan kesukaan anak, memberi pujian, dan memberi reward ketika berhasil mengerjakan tugas tanpa panduan, . pada indikator bimbingan, orang tua selalu memberikan semangat ketika anaknya mulai malas mengerjakan tugasnya, mengajarkan anaknya belajar, membantu ketika anak kesulitan, dan mengajari untuk berbagi. pada indikator pemantauan orang tua mengingatkan perilaku anak yang tidak baik dan tidak sopan, mengawasi anak saat bermain, dan membatasi bermain game. Data dalam penelitian ini diperkuat berdasarkan hasil analisis data menggunakan teknik regresi linear sederhana menghasilkan persamaan regresi tersebut adalah : Y= 32. 501 X. yang berarti setiap peningkatan 1 skor nilai pola asuh Authoritative (X) akan meningkatkan kemandirian anak usia 4-6 tahun (Y) sebesar 0,501 pada nilai awal 32,685. Karena nilai koefisien regresi bernilai positif ( ) atau hubungan searah, maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa pola asuh Authoritative (X) berpengaruh signifikan terhadap kemandirian anak usia 4-6 tahun (Y). Pola asuh Authoritative di Pos PAUD Kelurahan Mekarjaya dikatakan dalam kategori tinggi, artinya orang tua di Pos PAUD Kelurahan Mekarjaya Depok sudah berusaha dengan baik dalam menerapkan pola asuh Authoritative untuk melatih kemandirian anak usia 4-6 tahun. Hasil data penelitian yang menyimpulkan bahwa pola asuh Authoritative orang tua di Pos PAUD Kelurahan Mekarjaya Depok berada pada kategori tinggi didapat dari pernyataanpernyataan yang diajukan kepada orang tua melalui angket. Pernyataan-pernyataan pada angket untuk variabel pola asuh Authoritative (X) dibuat untuk melihat bagaimana pengasuhan orang tua terhadap anaknya sehingga dapat melatih kemandirian kepada anaknya, pola asuh Authoritative yang ditimbulkan dari tiap-tiap pernyataan dapat Sedangkan hasil untuk tingkat variabel kemandirian anak usia 4-6 tahun (Y) menunjukkan pada kategori sedang, dengan jumlah responden paling banyak, yaitu: . pada indikator percaya diri, anak dapat menyatakan keinginannya, mau menyapa lebih dulu, berani bertanya tentang apa yang pada indikator dapat menentukan pilihannya sendiri, anak mampu memilih makanan/minuman kesukaannya, menentukan pakaian yang akan dipakai, memilih tugas sekolah yang akan dikerjakan terlebih dulu. pada indikator bertanggung jawab, anak dapat membereskan mainannya kembali, meletakan mainan pada tempatnya, dan menyimpan tas serta sepatu ditempatnya. dan, . pada indikator mudah berteman, anak mau berbagi makanan dengan temannya. Prihatin. Vol. No. 2, 2023, pp. mudah berteman, dan mau temannya yang membutuhkan. mempengaruhi kemandirian pada anak, yang diketahui dari besaran pengaruh yang dihasilkan dari perhitungan R square yaitu 45,4%. Artinya, pengaruh pola asuh Authoritative (X) terhadap kemandirian anak usia 4-6 tahun (Y) adalah sebesar 45,4% sedangkan 54,6% kemandirian anak usia 4-6 tahun dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Menurut Wiyani . ciri-ciri kemandirian anak usia dini antara lain indikatornya yaitu anak memiliki rasa percaya diri, memiliki keberanian untuk melakukan sesuatu dan menentukan sesuatu sesuai pilihannya. Anak dapat menyatakan keinginannya ketika ditanya dan anak berani bertanya tentang apa saja yang Indikator lainnya yaitu bertanggung jawab, anak mampu menyimpan mainan, tas dan sepatu pada tempatnya, anak bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa pola asuh Authoritative kemandirian anak usia 4-6 tahun. Sehingga saran yang dapat diberikan adalah: pertama. Bagi orang tua untuk dapat menerapkan pola asuh Authoritative agar dapat menumbuhkan kemandirian pada diri anak sehingga anak mempunyai kemampuan sesuai dengan Bagi guru untuk dapat memberikan sosialisasi tentang pola asuh Authoritative kepada orang tua, sehingga orang tua mengerti dan memahami bagaimana penerapan pola asuh Authoritative, yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kemandirian pada anak. Anak yang mandiri dapat bertanggung jawab atas dirinya. Dijelaskan pengertian PAUD menurut Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 butir 14 menyebutkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak usia 0-6 tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan yang bertujuan untuk membantu perkembangan anak baik jasmani maupun rohani agar dapat memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Ketiga. Bagi Kepala Sekolah agar dapat mengadakan jadwal parenting di awal semester tahun ajaran baru kepada orangtua murid, agar orang tua murid mendapatkan ilmu tentang pola asuh Authoritative dan dapat melatih kemandirian anak. dan, keempat. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian pada aspek perkembangan atau kemampuan lain yang harus dimiliki anak dengan penerapan pola asuh Authoritative. Hal selanjutnya yang perlu ditingkatkan mengenai pola asuh Authoritative adalah tentang manfaat kemandirian anak usia dini, agar anak dapat menjadikan kemandirian sebagai ketrampilan diri, kemampuan diri dan perkembangan diri anak yang sesuai dengan tahapan usianya. PAUD dapat membuat anak lebih mandiri dengan pembiasaan yang dilakukan di sekolah, namun harus dibarengi dengan apa yang dilakukan orang tua di rumah untuk meningkatkan kemandirian anak. Salah satu manfaat anak masuk PAUD menurut Susilo . adalah anak yang mengikuti PAUD menjadi lebih mandiri, disiplin, dan mudah diarahkan untuk menyerap ilmu lebih optimal dibandingkan dengan anak yang tidak pernah mengikuti PAUD. DAFTAR PUSTAKA