PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. e-ISSN: 2964-4089 p-ISSN: 2964-4062 TRANSFORMING HOUSEHOLD WASTE INTO ECONOMIC OPPORTUNITIES: A COMMUNITY-BASED EMPOWERMENT PROGRAM IN RURAL VILLAGES Muhammad Indra Adi Gunawan1. Abdur Rahman2. Farida Sintha3. Ika Septianingrum4. Andi Firman5 1,2,3,4,5, Institut Al Azhar Menganti Gresik. Indonesia Email: indragun67@gmail. (Diajukan: 31 Mei 2024. Direvisi: 13 Juni 2024. Diterima: 30 September 2. ABSTRAK Pengelolaan sampah mandiri di Desa Sidomulyo. Kecamatan Mantup. Kabupaten Lamongan merupakan upaya pemerintah desa dalam menekan volume timbunan sampah yang terus meningkat. Program ini menekankan partisipasi aktif masyarakat melalui wadah bank sampah, di mana setiap rumah tangga didorong untuk memilah sampah sejak dari sumbernya. Sampah yang masih bernilai ekonomis dikumpulkan, dijual kembali kepada pengepul, dan hasil penjualannya dicatat sebagai tabungan masyarakat. Mekanisme ini tidak hanya berkontribusi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah mandiri di bank sampah Desa Sidomulyo. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat telah berjalan cukup baik, terlihat dari keterlibatan warga dalam pemilahan sampah dan pengelolaan tabungan hasil penjualan. Namun, beberapa kendala masih ditemui, terutama keterbatasan dukungan dan fasilitasi dari pihak instansi terkait. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkelanjutan serta peningkatan monitoring agar kualitas pengelolaan sampah mandiri semakin optimal dan memberi dampak sosial-ekonomi yang lebih luas. Kata kunci: Sampah. Ekonomis. Pengelolaan Sampah ABSTRACT Independent waste management in Sidomulyo Village. Mantup District. Lamongan Regency is a local government initiative to reduce the increasing volume of household waste. This program emphasizes active community participation through a waste bank, where each household is encouraged to sort waste at its Recyclable waste is collected, sold to collectors, and the proceeds are recorded as community This mechanism not only contributes to environmental cleanliness but also creates economic opportunities for residents. The purpose of this study is to analyze the community empowerment process through independent waste management at the Sidomulyo Village waste bank. The research applied a descriptive qualitative method with data collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was carried out through data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that community empowerment has been implemented quite effectively, as reflected in the residentsAo involvement in waste sorting and savings management from the sale of recyclables. However, several challenges remain, particularly the limited support and facilitation from relevant institutions. Therefore, continuous evaluation and enhanced monitoring are required to optimize independent waste management and maximize its broader socio-economic impact. Keywords: Waste. Economics. Waste Management Transforming Household Waste. (Muhammad Indra Adi Gunawan, et a. | 46 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. PENDAHULUAN Pembangunan merupakan hal yang tidak dapat dihindari seiring dengan datangnya era modernisasi. Berbagai kota besar maupun wilayah pedesaan terus melakukan Namun, banyak konsep pembangunan yang telah dilakukan terbukti belum sepenuhnya mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan. Fakta menunjukkan bahwa kualitas lingkungan justru mengalami penurunan dari tahun ke tahun, disertai permasalahan lingkungan yang semakin kompleks. Permasalahan sampah menjadi salah satu isu serius, baik di perkotaan maupun pedesaan, yang kerap menimbulkan persoalan seperti banjir dan pencemaran lingkungan. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mengembangkan konsep pembangunan berwawasan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan dipahami sebagai upaya menggali potensi masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri dengan partisipasi aktif warga. Di Desa Sidomulyo. Kecamatan Mantup. Kabupaten Lamongan, program pengabdian masyarakat berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan. Sebelum adanya perhatian khusus dari pemerintah, telah lahir inisiatif dari mahasiswa pengabdian yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Upaya tersebut kemudian diapresiasi pemerintah desa melalui program AuSampah Jadi BerkahAy, yang diwujudkan dengan pendirian bak sampah sebagai pusat pengelolaan sampah rumah tangga. Inovasi ini menjadi percontohan di Kabupaten Lamongan, di mana bak sampah induk yang dibangun di Balai Desa Sidomulyo kemudian direplikasi ke seluruh dusun. Melalui mekanisme pemilahan sampah organik dan anorganik, masyarakat tidak hanya lebih peduli terhadap bahaya sampah, khususnya plastik, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi dari penjualan sampah ke pengepul. Program pemilahan sampah telah berjalan lebih dari satu tahun dan berhasil mereduksi sampah hingga 300Ae600 kg setiap minggu, dengan pendapatan mencapai sekitar 12 juta rupiah per tahun. Keberhasilan ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga membentuk pola pembiasaan positif bagi generasi muda. Anak-anak mulai terbiasa membuang sampah pada tempatnya serta menyaksikan bagaimana sampah dapat dimanfaatkan kembali. Dengan demikian, program pengabdian masyarakat melalui pengelolaan sampah mandiri tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata serta menumbuhkan kesadaran ekologis lintas generasi. Berdasarkan realitas tersebut, penulis melakukan kajian dengan Transforming Household Waste. (Muhammad Indra Adi Gunawan, et a. | 47 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. judul: AuSampah Jadi Berkah: Program Pemberdayaan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Peluang Ekonomi Desa. METODE Penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapannya. Metode ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu memberdayakan masyarakat Desa Sidomulyo dalam pengelolaan sampah mandiri berbasis bank sampah. Proses PAR dimulai dengan identifikasi masalah melalui diskusi bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga mengenai persoalan timbunan sampah rumah tangga. Selanjutnya dilakukan perencanaan tindakan dengan merancang strategi pengelolaan sampah melalui pemilahan, tabungan hasil penjualan, serta pengelolaan bank sampah desa. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan tindakan berupa sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pengelolaan sampah oleh masyarakat. Peneliti kemudian melakukan observasi dan refleksi untuk menilai partisipasi masyarakat, efektivitas pengelolaan, serta kendala yang dihadapi. Refleksi dilaksanakan melalui forum diskusi warga untuk mengevaluasi capaian dan menyusun langkah perbaikan. Terakhir, dilakukan evaluasi dan perencanaan keberlanjutan agar program pengelolaan sampah mandiri dapat terus berjalan dan memberikan manfaat sosial, ekonomi, serta lingkungan bagi masyarakat Desa Sidomulyo. HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Pelaksanaan proses pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah mandiri bersama warga desa dengan mengusung tema AuSampah Jadi BerkahAy (Program Pemberdayaan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Peluang Ekonomi Des. Pemukiman. Dalam penelitian pengabdian ini, penciptaan iklim yang mampu mengeksplorasi kemampuan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penyediaan wadah untuk mengelola sampah, tetapi juga melalui gerakan kepedulian warga terhadap lingkungan, khususnya masalah sampah. Kepedulian ini kemudian diapresiasi oleh pemerintah desa melalui Program Pemberdayaan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Peluang Ekonomi Desa, yang mengakomodasi partisipasi warga melalui kegiatan pengelolaan sampah mandiri. Kesadaran kolektif tersebut melahirkan keberadaan bak sampah sebagai wujud cinta lingkungan. Proses pengelolaan meliputi pengumpulan, penimbangan dan pencatatan, pemilahan, hingga pengepakan sampah untuk kemudian disetorkan atau dijual kepada pengepul. Lokasi bak sampah ditempatkan di depan Balai Transforming Household Waste. (Muhammad Indra Adi Gunawan, et a. | 48 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. Desa Sidomulyo pada lahan milik warga yang disepakati bersama pemerintah desa dan Pemilihan lokasi yang strategis di tengah permukiman menjadikannya contoh awal pengelolaan sampah berbasis desa di Kabupaten Lamongan. Penguatan. Upaya penguatan dilakukan melalui sosialisasi yang dilaksanakan kepada warga, terutama sebelum peresmian bak sampah pada 28 Desember 2024. Sosialisasi mencakup penjelasan mengenai susunan pengurus, aturan bak sampah, alur penjualan ke pengepul, serta harga barang daur ulang. Penguatan kapasitas kelembagaan terlihat dari peningkatan keterampilan individu, seperti pelatihan pembuatan kerajinan dari barang daur Selain itu, penguatan sistem dilakukan melalui jejaring kerja sama dengan Bank Sampah Bina Mandiri sebagai pengepul utama yang menyalurkan hasil sampah ke perusahaan pengolah. Perlindungan. Pemerintah desa sebagai unit pemerintahan terdekat memberikan perlindungan khusus terhadap keberadaan bak sampah, dengan mendorong partisipasi masyarakat sekitar dalam memperkuat kegiatan pengelolaan sampah. Penyokongan. Dukungan diberikan oleh berbagai pihak, baik internal maupun Pemerintah desa, khususnya kepala desa, memberikan dukungan moral maupun Selain itu, kerja sama juga dijalin dengan pihak pengepul utama melalui studi banding, sehingga terwujud hubungan saling menguatkan antar-bank sampah. Pemeliharaan. Pemeliharaan dilakukan melalui pengawasan rutin dari pemerintah desa serta pelaporan kegiatan oleh pengurus bank sampah dalam forum bulanan, seperti pertemuan PKK. Transparansi ini menjaga kepercayaan nasabah sekaligus menjadi sarana evaluasi kinerja. Pengolahan. Sampah rumah tangga yang dikelola dengan baik mampu menjadi sumber ekonomi baru. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik dijual atau didaur ulang menjadi kerajinan, seperti tas dari bungkus kopi atau gantungan kunci dari tutup botol. Sementara itu, sampah kimia dipilah sesuai jenisnya agar tidak mencemari lingkungan. Dalam kegiatan pengabdian ini, disediakan unit bank sampah box sebagai media pengumpulan, yang selanjutnya dikelola masyarakat untuk dimanfaatkan maupun dijual. Program ini memberi dampak signifikan terhadap pembiasaan generasi muda. Anakanak yang terbiasa menyaksikan proses pemilahan dan pemanfaatan sampah akan terdorong untuk menjaga lingkungan sejak dini, membuang sampah pada tempatnya, serta memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Transforming Household Waste. (Muhammad Indra Adi Gunawan, et a. | 49 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. Gambar 1. Sebelum dimulainya acara sosialisasi Bak Sampah . Gambar 2. Pemilahan sampah botol plastik . Awal percobaan pembuangan botol plastik di Bak Sampah . Hasil dari pemilahan sampah plastik di Bak Sampah Gambar 3. Hasil test kemampuan dasar (%) peserta pelatihan ibu PKK yang diuji pada awal dan akhir kegiatan pengelolaan sampah. Transforming Household Waste. (Muhammad Indra Adi Gunawan, et a. | 50 PUDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. Oktober 2024. Hal. SIMPULAN Program pengabdian masyarakat melalui Bank Sampah Sampah Jadi Berkah di Desa Sidomulyo. Kecamatan Mantup. Kabupaten Lamongan menunjukkan manfaat nyata bagi warga. Kegiatan ini tidak hanya membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui tabungan hasil pengelolaan Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program, karena mereka terlibat langsung dalam memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah rumah tangga. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, program ini juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Ke depan, penguatan kelembagaan, dukungan kebijakan desa, serta pengelolaan keuangan yang baik perlu terus dikembangkan agar program dapat berjalan lebih optimal dan memberi dampak sosialekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa. DAFTAR PUSTAKA