PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Efektivitas Promosi Kesehatan Tentang Kesehatan Mental Dengan Metode Role Play Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Kesadaran Gen Z Wulan Saputri Rasyid1*. Syahria Ulayya Asjad2. Alvin Sri Wijayanto3. Edhelweisa Tibet Fathatuk4. Marliana Rizky Ajeng Anggara5. Yuli Widyastuti6 S1 Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. ITS PKU Muhammadiyah Surakarta *Email: 01202206037@students. Kata Kunci: Abstrak Kesehatan mental, generasi Z, metode role play Generasi Z adalah generasi pertama yang tumbuh dengan teknologi sepenuhnya terhubung dan terdokumentasi. Banyak generasi Z yang mengalami gelaja depresi maupun stres namun tidak segera mencari Hal tersebut bisa disebabkan oleh adanya stigma-stigma negatif di masyarakat terhadap pengidap gangguan mental. Salah satu cara untuk mengajarkan siswa bagaimana menjaga kesehatan mental adalah melalui teknik role play. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan metode role play dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan mental pada Gen Z. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pra eksperimen one group pre-test and post-test desain. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Gatak. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas Vi F dan G sebanyak 50 responden, dengan teknik sampling simple random sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner pengetahuan sejumlah 20 item yang terdiri dari 13 item positif dan 7 item negatif dan kuesioner kesadaran sejumlah 30 item yang terdiri dari 15 item positif dan 15 item negatif. Hasil Penelitian: Dari hasil pretest pengetahuan menunjukkan skor rata-rata sebesar 13,20. Sedangkan hasil pre-test kesadaran menunjukkan skor rata-rata sebesar 84,12. Pada post-test pengetahuan menunjukkan skor rata-rata sebesar 19,30. Sedangkan pada post-test kesadaran menunjukkan skor rata-rata sebesar 110,02. Sehingga dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan dengan metode role play efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi Z tentang kesehatan mental. Effectiveness Of Health Promotion About Mental Health With Role Play Method On The Level Of Knowledge And Awareness Of Gen Z Keyword: Mental health, generation Z, role play method Abstract Generation Z is the first generation which grow up with technology fully connected and documented. Many generation Z experience symptoms of depression or stress but do not immediately seek help. This could be caused by the existence of negative stigmas in society towards people with mental disorders. One way to teach students how to maintain mental health is through role play techniques. The aim of this research is to analyze the effectiveness of the role play method in increasing knowledge and awareness about mental health in Gen Z. Research Method: Quantitative method with a pre-experimental one group pre-test and post-test design. The research was carried out at SMP Negeri 1 Gatak. The sample in this study was 50 students from class Vi F and G, using PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ a simple random sampling technique. The research instrument is a 20item knowledge questionnaire consisting of 13 positive items and 7 negative items and a 30-item awareness questionnaire consisting of 15 positive items and 15 negative items. Research Results: The result of the pre-test knowledge shows an average score of 13. Meanwhile, the result of the awareness pre-test shows an average score of 84. The knowledge post-test shows an average score of 19. Meanwhile, the post-test awareness shows an average score of 110. So it can be concluded that health promotion using the role play method is effective in increasing generation Z's knowledge and awareness about mental Pendahuluan Generasi Z adalah mereka yang lahir antara tahun 1995 hingga tahun 2010 (Pujiono. Generasi Z merupakan generasi pertama yang tumbuh dengan teknologi sepenuhnya terhubung dan terdokumentasi. Meski tumbuh di tengah kemajuan teknologi, generasi Z juga dihadapkan pada tantangan kesehatan mental yang semakin meningkat. Tingkat kecemasan dan stres pada generasi Z cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh American Psychological Association (APA). Generasi Z memiliki tingkat stres yang lebih tinggi daripada generasi lainnya. Dikatakan hanya ada 45% generasi Z yang memiliki kesehatan mental baik atau sangat baik. Selain itu, generasi Z juga lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, bipolar, dan ADHD (Thahir et al. , 2. Riskesdas . menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi (Adam dan Marfuah, 2. satu dari dua puluh remaja . 5%) atau 45 juta remaja Indonesia, memiliki satu gangguan mental dalam 12 bulan terakhir (Mawaddah dan Prastya, 2. Banyak generasi Z yang mengalami gelaja depresi maupun stres namun tidak segera mencari pertolongan. Hal tersebut bisa disebabkan oleh adanya stigmastigma negatif di masyarakat terhadap pengidap gangguan Banyak dari mereka yang ternyata tidak mengetahui apa itu kesehatan mental berikut gelaja serta dampak yang akan Kurangnya menunjukkan pula kurangnya kemampuan literasi kesehatan pada masyarakat, khususnya di kalangan generasi Z (Rudianto, 2. Dari hasil wawancara dengan guru bimbingan konseling dan beberapa siswa menunjukkan bahwa SMP Negeri 1 Gatak ini merupakan Sekolah Adiwiyata, akan tetapi masih terdapat bullying yang mempengaruhi kesehatan mental siswa dan sebagian dari mereka tidak menyadari dampak bullying terhadap kesehatan mental mereka. Dari hasil observasi sekolah ini ditemukan beberapa siswa yang berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Selain itu, terdapat banyak pergaulan yang berpatok kepada satu orang yang menjadi ketua geng di dalam pergaulan tersebut. Beberapa siswa merasa terkucilkan dikarenakan kurangnya pertemanan dalam lingkup sekolah. Berdasarkan hasil studi Indonesia National Adolescent Kesehatan mental Survey (I-NAMHS) tahun 2022, satu dari tiga remaja . 9%) atau sejumlah 15. 5 juta remaja Indonesia, memiliki satu masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir dan Untuk itu dibutuhkan program edukasi yang menarik salah satunya dengan PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ metode role play. Manfaat metode role play adalah dapat membantu peserta didik menjadi lebih tertarik dan terlibat, tidak hanya belajar tentang materi, tapi juga belajar untuk tindakan, dengan mengatasi masalah, mengeksplorasi alternatif, dan mencari solusi baru dan kreatif (Mardiyah dan Syukur, 2. Hal ini sejalan dengan pendapat Anggraini dan Dewi . yang menyebutkan bahwa penggunaan media audio visual . ambar dan suar. mampu meningkatkan pemahaman dan ketertarikan siswa terhadap materi yang Dengan metode role play siswa lebih mudah memahami apa yang mereka lihat dan dengarkan serta dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Gatak yang berlokasi di Jalan Pramuka No. Dusun II. Blimbing. Kecamatan Gatak. Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah. Teknik sampling dalam penelitian ini simple random Metode analisis data yang digunakan adalah Uji T berpasangan . aired T-Tes. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah promosi kesehatan dengan metode role play melalui audio visual dengan media video tentang kesehatan mental dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan kesadaran generasi Z akan pentingnya kesehatan mental. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pemberian kuesioner pengetahuan sejumlah 20 item yang terdiri dari 13 item positif dan 7 item negatif dan kuesioner kesadaran sejumlah 30 item yang terdiri dari 15 item positif dan 15 item Tujuan khusus dari riset ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Generasi Z tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. Riset ini juga bertujuan untuk menerapkan metode role play dalam konteks kesehatan mental. Selain itu, riset ini akan menganalisis efektivitas metode role play audiovisual yang menggunakan pengetahuan dan kesadaran tentang kesehatan mental pada Generasi Z. Penelitian berlangsung pada tanggal 30 Mei 2024. Dalam tahap pelaksanaan dibagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama mengumpulkan siswa kelas Vi F dan Vi G, dikarenakan minimnya tempat yang luas sehingga penelitian dilakukan dengan 2 sesi di kelas masing-masing. Tahap kedua adalah membagikan lembar persetujuan responden dan kuesioner pre-test. Tahap ketiga adalah pemaparan video role play bullying melalui LCD proyektor. Kemudian, membagikan buku panduan dan pemaparan materi tentang kesehatan mental. Tahap keempat adalah membagikan kuesioner post-test guna mengukur efektivitas promosi kesehatan tentang kesehatan mental dengan metode role play terhadap tingkat pengetahuan dan kesadaran Gen Z. Tahap terakhir sesi foto bersama responden. Manfaat riset ini adalah memudahkan Generasi Z dalam memahami gejala dan dampak dari gangguan kesehatan mental melalui metode role play audiovisual dengan menggunakan media video. Dengan demikian, diharapkan populasi gangguan mental di kalangan Generasi Z dapat diminimalisir. Selain itu, dampak kronis dari kasus gangguan mental di kalangan Generasi Z juga dapat Metode Penelitian Penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode pra eksperimen one group pre-test and post-test desain yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode role play terhadap tingkat pengetahuan dan kesadaran generasi Z. Hasil Sesuai dengan perencanaan, tahap pertama yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan siswa kemudian diberikan kuesioner pre-test. PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Tabel 1. Pre-test Kesadaran dan Pengetahuan Post Test Kesadaran Post Test Pengetahuan Minimum Maximum Mean Std. Deviation nilai tertinggi pada posttest kesadaran sebesar 116 dan skor terendahnya sebesar 106. Sedangkan pada hasil post-test pengetahuan menunjukkan skor rata-rata pada post-test pengetahuan sebesar 19,30 dengan nilai tertinggi sebesar 20 dan nilai terendahnya Hasil pre-test kesadaran menunjukkan skor rata-rata pre-test kesadaran sebesar 84,12 dengan nilai tertinggi pada pre-test kesadaran sebesar 92 dan skor terendahnya sebesar 75. Sedangkan pada hasil pre-test pengetahuan menunjukkan skor rata-rata pada pre-test pengetahuan sebesar 13,20 dengan nilai tertinggi sebesar 15 dan nilai terendahnya Kami menyusun pemberian intervensi promosi kesehatan dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan kesadaran generasi Z memaparkan video role play dan materi mengenai kesehatan mental pada hari Kamis, 30 Mei 2024 yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Promosi kesehatan ditutup dengan memberikan buku panduan yang berisi tentang penjelasan mengenai kesehatan mental, generasi Z, tanda gejala gangguan kesehatan mental, koping yang dapat digunakan untuk mereduksi gangguan kesehatan mental dan tautan video role play. Setelah itu partisipan diminta untuk mengisi kuesioner post-test untuk melihat apakah ada perubahan setelah dilakukan intervensi. Pembahasan Kesehatan komponen mendasar dari definisi kesehatan. Kesehatan mental yang baik memungkinkan orang untuk menyadari potensi mereka, mengatasi tekanan kehidupan yang normal, bekerja secara produktif, dan berkontribusi pada komunitas mereka. Oleh karena itu, adanya gangguan kesehatan mental tidak bisa kita remehkan, karena jumlah kasusnya saat (Handayani dan Amini, 2. Kurangnya informasi dan edukasi tentang kesehatan mental menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat kesadaran Gen Z terhadap kesehatan mental sehingga menimbulkan gangguan kesehatan mental seperti ansietas, depresi, harga diri rendah, isolasi sosial dan bunuh diri. Salah satu cara untuk mengajarkan mentalnya adalah melalui teknik role play. Metode role play dipilih karena role play memungkinkan individu mengeksplorasi hubungan dan komunikasi antar manusia dengan menunjukkan berbagai strategi pemecahan masalah yang melibatkan emosi, sikap, dan permasalahan dunia (Zuraida et. Berdasarkan penelitian Ningsih dan Sumiatin . , setelah dilakukan pendidikan dengan cara ceramah dan role play, remaja Menurut Susmiatin dan Sari . , penelitian sebelumnya hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan saja melalui pemaparan dan pendalaman materi. Pada beberapa penelitian sebelumnya promosi kesehatan mengenai kesehatan mental hanya dilakukan dengan menggunakan metode role play dan ceramah, sehingga hanya didapatkan peningkatan Tabel 2. Post-test Kesadaran dan Pengetahuan Post Test Kesadaran Post Test Pengetahuan Minim Maxim Mean Std. Deviatio Hasil dari post-test menunjukkan bahwa terdapat perubahan rata-rata skor pada test kesadaran maupun pengetahuan. Hasil posttest kesadaran menunjukkan skor rata-rata post-test kesadaran sebesar 110,02 dengan PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ pengetahan saja. Dengan demikian pada penelitian ini yaitu menciptakan metode role play audio visual dengan media video dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan kesehatan mental Gen Z. Dalam menentukan data berdistribusi normal atau tidak maka perlu dilakukan uji normalitas, peneliti menggunakan kolmogorov smirnov untuk uji normalitas karena sampel yang digunakan berjumlah lebih dari 50. Dari tabel uji normalitas diperoleh nilai signifikansi . ) skor pre-test kesadaran, post-test kesadaran, pre-test pengetahuan dan post-test pengetahuan lebih kecil dari 0,05, maka dari itu diperoleh keputusan terima H0 dengan kesimpulan bahwa skor pre-test kesadaran, post-test kesadaran, pre-test pengetahuan dan post-test pengetahuan tidak berdistribusi Pre Test Kesadaran Asymp Sig. -taile. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on negative ranks. Dari uraian diatas pemberian intervensi metode role play kepada gen Z untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap kesehatan mental berhasil Pengetahuan dan kesadaran gen Z terhadap pentingnya kesehatan mental meningkat secara signifikan dilihat dari hasil pre-test dan post-test tindakan yang menunjukkan peningkatan yang konsisten. Simpulan Promosi menggunakan metode role play di SMP Negeri 1 Gatak efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap kesehatan mental. Dibuktikan dengan perbedaan rata-rata yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Saat sebelum diberikan intervensi hasil pre-test pengetahuan menunjukkan skor rata-rata pada pre-test pengetahuan sebesar 13,20 dengan nilai tertinggi sebesar 15 dan nilai terendahnya sebesar Hasil pre-test kesadaran menunjukkan skor rata-rata pre-test kesadaran sebesar 84,12 dengan nilai tertinggi pada pre-test kesadaran sebesar 92 dan skor terendahnya sebesar 75. Saat setelah diberikan intervensi didapatkan hasil post-test pengetahuan menunjukkan skor rata-rata pada posttest pengetahuan sebesar 19,30 dengan nilai tertinggi sebesar 20 dan nilai terendahnya sebesar 18. Sedangkan pada post-test kesadaran menunjukkan skor rata-rata post-test kesadaran sebesar 110,02 dengan nilai tertinggi pada post-test kesadaran sebesar 116 dan skor terendahnya sebesar 106. Tabel 3. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Pre Test Kesadaran Post Test Kesadaran Pre Test Pengetahuan Post Test Pengetahuan Lilliefors Significance Correction Pada tabel uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi kesadaran sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, maka dari itu diperoleh keputusan tolak H0 dengan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara skor kesadaran pre-test dan post-test. Hal ini berarti bahwa pemberian perlakuan mampu memberikan peningkatan kesadaran. Nilai signifikansi pengetahuan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, maka dari itu diperoleh keputusan tolak H0 dengan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan ratarata yang signifikan antara skor pengetahuan pre-test dan post-test. Hal ini berarti bahwa pemberian perlakuan mampu memberikan peningkatan pengetahuan. Tabel 4. Uji Hipotesis Post Test Kesadaran Ae Pre Test Pengetahuan Post Test Pengetahuan Ae PROFESI (Profesional Isla. : Media Publikasi Penelitian. Volume 22. No 1. Website: https://journals. id/index. php/profesi/ Sehingga dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan dengan metode role play efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi Z tentang kesehatan mental. Remaja. Dedikasi SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat. : 115125. Ningsih. dan Sumiatin. Efektifitas Pendidikan Kesehatan Ceramah dan Role Play Penanganan Bullying pada Remaja dalam Meningkatkan Pengetahuan. Nursing Sciences Journal. : 22-28. Pujiono. Media Sosial Sebagai Media Pembelajaran Bagi Generasi Z. Didache: Journal of Christian Education. : 1-19. Rudianto. Pengaruh Literasi Kesehatan Terhadap Kesadaran Kesehatan Mental Generasi Z di Masa Pandemi. Jurnal Pendidikan Kesehata. : 57-72. Referensi