Original Article Tingkat pengetahuan siswa tentang penanganan pertama cedera di Sekolah Dasar Banjarmasin Dyah Trifianingsih1*. Aulia Rachman1. Margaretha Rosa1. Diki1 1Sarjana Keperawatan. STIKES Suaka Insan Jurnal Kesehatan e-ISSN: 2502-0439 Informasi artikel Diterima : 14 Februari 2025 Revisi : 27 Maret 2025 Diterbitkan : 31 Juli 2025 Korespondensi nama penulis: Dyah Trifianingsih afiliasi: STIKES Suaka Insan email: dyahb47@gmail. Sitasi: Trifianingsih. Rachman. Rosa. Diki. Tingkat pengetahuan siswa tentang penanganan pertama cedera di Sekolah Dasar Banjarmasin. Jurnal Kesehatan. Vol 13. ABSTRAK Cedera merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di seluruh dunia dan penyebab utama kematian dan kecacatan pada anak-anak dan remaja di semua kelompok usia, yang mencakup hingga 35% dari semua kematian anak. Salah satu penyebab cedera pada anak diantaranya adalah kasus terjatuh yang dapat menimbulkan luka maupun perdarahan. Anak dapat mengalami cedera yang sengaja atau tidak sengaja saat bermain, melakukan aktivitas di sekolah. Cedera yang dialami anak bersifat ringat hingga berat. Semua kasus cedera harus mendapatkan penanganan yang tepat dan tepat untuk memaksimalkan penyembuhan dan meminimalkan komplikasi seperti infeksi dan kematian. Pengetahuan mengenai penanganan pertama dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian yang mengancam hidup sangat diperlukan. Penelitian bertujuan menilai tingkat pengetahuan penanganan pertama cedera pada siswa. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian adalah siswa kelas V SDN di Kota Banjarmasin berjumlah 63 responden diambil dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan siswa tentang penanganan pertama cedera. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 39 responden . %), kategori cukup sebanyak 19 responden . %) dan kategori baik sebanyak 5 responden . %). Pengetahuan responden dalam penanganan pertama cedera pada anak SD mayoritas berada pada kategori kurang. Pentingnya edukasi dan pemahaman terkait konsep bahaya dan penanganan cedera pada anak sekolah. Kata kunci: Cedera. Pengetahuan. Penanganan Pertama. Siswa SD ABSTRACT Injuries are a major public health problem worldwide and are a leading cause of death and disability among children and adolescents of all ages, accounting for up to 35% of all child deaths. One of the most common causes of injuries in children is falling, which can result in wounds or bleeding. Children may experience injuries either intentionally or unintentionally while playing or engaging in school activities. Children can suffer intentional or unintentional injuries while playing or doing activities at school. Injuries experienced by children can be mild to All injury cases must receive appropriate and appropriate treatment to maximize healing and minimize complications such as infection and death. Knowledge regarding first aid in dealing with various possible accidents that could threaten life are essential. This type of research uses quantitative description. The population in the study was fifth garde elementary schools students in Banjarmasin city totaling 63 respondents taken using a total sampling technique. The variable in this study was students' knowledge about first aid for Injury. Data was collected using a questionnaire and analyzed using a frequency distribution. The research results showed that 39 respondents . %) had in the poor category, 19 respondents . %) in the sufficient category and 5 respondents . %) in the good category. The importance of education and understanding regarding the concept of danger and handling injuries in school children. Keywords: Injuries. Knowledge. First Aid. Elementary School Students Pendahuluan bermain sekolah. Anak-anak dapat Masalah utama dalam bidang mengalami cedera di bagian kepala. Kesehatan di Indonesia salah satunya (Saputro, . asing- masing 47,2%, 26,7% dan 19,7%) Cedera (Zagel et al. , 2. Masyarakat Kesehatan Cedera Cedera merupakan suatu kondisi menjadi penyebab utama morbiditas tungkai/kaki Cedera secara tiba-tiba, tidak terduga yang dapat mengakibatkan dampak yang aktivitas, angka kecacatan dan biaya kapan saja dan dimana saja, cedera tetap menjadi ancaman bagi anak-anak menimbulkan komplikasi berat seperti di mana saja termasuk di sekolah. Cedera dapat dialami oleh semua kelompok usia, tetapi anak usia sekolah lebih rentan mengalami cedera. Anak-anak kesadaran, atau bahkan kematian. Banyak sebagian besar waktu siang harinya di kecelakaan lalu lintas yang terjadi di sekolah, yaitu sekitar 7 jam . -50%). sekolah, yang memengaruhi korban Anak dan keluarganya baik secara fisik mengalami cedara yang tidak disengaja maupun psikologis (Damayanti, 2022. Ekaprasetia et al. , 2023. Workneh et . ,8%) atau , 2. Organisasi (WHO) 44,8% Dunia sebagai masalah kesehatan masyarakat Beberapa Menurut laporan tahunan WHO, penelitian mengidentifikasi kecelakaan Kesehatan pada tahun 2011 lebih dari 630. anak meninggal karena cedera dan sebagai penyebab utama cedera di jutaan orang menjadi cacat di seluruh sekolah, diikuti oleh aktivitas di taman dunia. Pada Secara global, cedera adalah penyebab merupakan salah satu penyebab utama kematian paling umum urutan ketiga kematian dan cacat seumur hidup pada anak-anak berusia 5Ae14 tahun . masalah utama. Lebih dari 660. Pusat Pengendalian dan Pencegahan anak usia 0Ae14 tahun meninggal akibat Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa cedera pada tahun 2012. Penyebab antara tahun 2001 dan 2019 terdapat utama kematian anak-anak . sia 1-19 sekitar 159 juta kasus cedera yang tidak disengaja di kalangan anak-anak Meskipun sebagian besar dan remaja . sia 0Ae19 tahu. di AS. cedera yang tidak disengaja ini terjadi Selama tahun-tahun tersebut, cedera di rumah dan sekolah. Cedera yang tidak disengaja seperti kecelakaan lalu penyebab utama kematian di kalangan lintas jalan, tenggelam, luka bakar, anak-anak dan remaja . sia 1Ae19 jatuh dan keracunan menjadi penyebab tahu. , yang mengakibatkan 160. sebagian besar kematian pada anak. Negara-negara berpenghasilan rendah cedera yang tidak fatal adalah jatuh dan menengah bertanggung jawab atas . %), diikuti oleh terbentur/terbentur 90% dari semua kematian cedera yang benda . ,2%) dan kelelahan . ,4%). tidak disengaja . Ae44 tahu. (Tamur et Penyebab utama cedera fatal adalah , 2. Hasil penelitian Terrani et kecelakaan lalu lintas . ,5%), diikuti , 2024 menunjukan sebanyak 23. oleh keracunan obat . ,2%) dan jatuh pasien anak diidentifikasi, yang mana . ,3%) (Jaffe et al. , 2. 264 pasien mengalami cedera di Penyebab Setiap anak-anak sekolah dasar . ,6%) dan siswa seluruh dunia dan jutaan anak dirujuk mengalami jatuh . %) dan fraktur ke rumah sakit karena cedera akibat humerus . %). Dan cedera pada anak kecelakaan yang mengakibatkan cacat sekolah menyumbang 21 % kunjungan seumur hidup. Prevalensi cedera pada di IGD terkait cedera yang tidak anak di Indonesia masih tinggi yaitu disengaja, dengan perkiraan Tingkat 9,7% kejadian tahunan sebesar 1385 secera seperti salah satunya kasus terjatuh. 000 anakusia 5 hingga 18 pada usia sekolah sebab mereka adalah tahun (Zagel et al. , 2. kelompok yang beresiko rawan cedera Siswa karena sakit atau cedera. Penanganan pertama dapat didefinisikan sebagai keluarganya, kawan sebayanya dan kepada seseorang yang terluka atau Dalam kehidupan sehari- tiba-tiba sakit dengan bahan-bahan hari kondisi kegawatdaruratan tidak yang tersedia untuk menyelamatkan dapat diprediksi, berbagai hal yang bisa saja terjadi, misalnya cedera ringan mencegah penyakit atau cedera lebih hingga berat yang dapat menimpa pada lanjut, dan meningkatkan pemulihan. anak, sehingga sebaiknya mewaspadai Pengetahuan setiap hal agar keselamatan anak tetap terjaga (Alsulami et al. , 2022. Midani et , 2. prosedur terpenting yang harus diikuti jika terjadi keadaan darurat medis atau Berdasarkan Setidaknya 39% kematian pra-rumah November dicegah dengan intervensi yang lebih Puskesmas Pendidikan penanganan pertama angka kejadian perdarahan akibat luka harus bersifat universal dan untuk cedera pada anak-anak dari tahun 2021 semua kelompok usia, termasuk anak - Oktober 2023 mencapai 104 total usia sekolah. Pendidikan kesehatan kejadian, dengan jumlah luka cedera ringan 38 . ,5%) cedera berat 66 . ,5%). Pekauman Hasil Banjarmasin, kepercayaan diri dalam memberikan dilakukan pada tanggal 3 November 2023 dengan 10 siswa kelas 6 yang Pemberian dilakukan di SDN Kota Banjarmasin, didapatkan hasil wawancara bahwa 4 di dapat dimulai sejak dini, khususnya antara 10 siswa . %) mengatakan ketika menjajaki masa ekplorasi yaitu pernah mengalami luka cedera di sekolah akibat jatuh pada saat bermain siswa mengalami luka cedera karena di lapangan sekolah dan 6 di antaranya jatuh akibat bermain atau berolahraga, tidak pernah mengalami luka cedera di tersebut tanpa mau membawa ke UKS. wawancara juga didapatkan 2 di antara Metode 10 siswa . %) mampu menyebutkan Jenis penelitian yang digunakan tentang salah satu cara penanganan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan data membersihkan luka dan alat-alat yang dalam penelitian ini dilaksanakan di digunakan pada pertolongan pertama SDN Kota Banjarmasin dengan waktu seperti plester, betadine dan air steril, mereka mengatakan tahu tentang cara penanganan pertama pada luka karena Populasi dalam penelitian ini adalah pernah diajarkan kedua orang tua semua siswa kelas V SDN Telaga Biru 1 mereka, kemudian 8 di antara 10 siswa yang terdiri dari kelas A berjumlah 31 %) mengatakan, jika mengalami siswa dan kelas B berjumlah 32 siswa luka cedera hanya dibiarkan karena dengan total populasi yang berjumlah kurang tahu cara membersihkan luka 63 orang yang diambil menggunakan ataupun cara melakukan pertolongan tehnik total sampling, dimana pada pertama pada perdarahan ringan akibat teknik ini seluruh anggota populasi Berdasarkan Juni Instrumen wawancara yang dilakukan bersama digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner telah dikembangkan oleh (UKS) Usaha SDN Kesehatan Kota Sekolah Banjarmasin, petugas UKS mengatakan pernah ada salah satu siswa yang mengalami Kuesioner berjumlah 20 pernyataan, kejadian cedera akibat terpeleset dari dengan penilaian benar = 1, salah = 0 tersebut mengalami luka cedera di lutut dan 6 pernyataan unfavorable dengan dan keseleo, selanjutnya tidak ada data penilaian benar = 0, salah = 1. Hasil uji lengkap jumlah siswa yang mengalami validitas kuesioner pengetahuan anak luka cedera, dikarenakan seringnya jika sekolah tentang pertolongan pertama pada cedera terdiri dari 20 pernyataan yang menunjukkan r tabel 0,361 dan r hitung yang di dapat dalam rentang dalam setiap perkembangannya. Usia 0,372- 0,731 menunjukkan instrumen memiliki peran penting dalam proses dinyatakan valid semua, sedangkan seseorang membentuk pengetahuan reliabilitas menunjukkan 0,7 yang di dan mempengaruhi kedewasaan dan dapat sebesar 0,836 menunjukkan kemampuan berpikir seseorang. Anak- Analisa Peneliti ini telah melakukan uji etik di pertama dan mereka yang berusia 11- Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) STIKES Suaka Insan, dan telah mendapatkan sertifikat Kelaikan Etik pendidikan kesehatan dapat dilakukan Penelitian dengan No. 141 /KEPK- pada anak usia 11-20 tahun karena SI/VI/2024 anak pada kelompok usia tersebut telah tanggal 4 Juni 2024. Hasil Insiden di taman kana-kana yaitu . ,5%) (Jaffe Terdapat pertama pada cedera di kelompok usia, semakin tua responden semakin besar perkembangan anak sesuai dengan rohani anak telah semakin sempurna . ,4%), dan insiden terendah terjadi umumnya setelah mencapai usia 11 Sekolah Menengah Pertama dan Atas menjelang masa pra-pubertas pada %), diikuti insiden lebih rendah di masa peralihan dari pra- sekolah ke cedera tertinggi di sekolah dasar . ,8 usia antara 11-13 tahun merupakan anak-anak jenjang Pendidikan menunjukn bahwa berada pada usia 11 tahun. Periode maksimal (Ekaprasetia et al. , 2. menunjukkan bahwa 67% responden Optimalisasi mengalami perkembangan fungsi fisik. Berdasarkan pertolongan nilai yang ekstrem untuk cedera yang (Midani et al. , 2. laki dan 16,1 % Perempua. Mayoritas responden tidak pernah mendapatkan Responden laki-laki terjadi di bidang olahraga . ,9 % laki- sedangkan perempuan sebanyak 48%. pertolongan pertama pada cedera. Banyaknya responden berjenis kelamin Berdasarkan wawancara singkat didapatkan bahwa siswa-siswi sekolah tersebut. Hasil penelitian Jaffe informasi terkait pertolongan pertama et al. , 2021 hubungan permainan dari informasi sesama teman, orang tua dengan kejadian cedera pada anak sekolah di dapatkan bahwa anak laki- laki . ,1 %) lebih banyak mengalami cedera terkait permainan dari pada penanganan pertama. Pengetahuan perempuan . ,9%). Dimana terdapat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Variabel Kategori variable Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 11 tahun 12 tahun Total Usia Total Pengalaman Memberikan Penanganan Pernah Tidak Pernah Total Tabel 2. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden Variabel Kategori variabel Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Pembahasan pertolongan pertama pada cedera . ara Penanganan menghentikan peradaraha. perawatan atau penanganan darurat Hasil Langkah siswa-siswi SDN Banjarmasin karena belum adanya pembelajaran, mengurangi keparahan cedera dan wawasan, ataupun pengalaman terkait kerusakan jaringan selanjutnya. Cedera dengan pertolongan pertama pada anak merupakan salah satu masalah cedera berdasarkan hasil wawancara dengan petugas UKS Di sekolah. Hal ini diperkuat dengan jawaban responden Pengetahuan pertolongan pertama pada cedera tidak hanya harus dimiliki oleh orang tua dan menjawab dengan benar di beberapa Hasil telaah sistematis digunakan oleh peneliti, seperti hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan kuesioner pernyataan no 5 terkait topik responden dalam penelitian mayoritas prinsip pertolongan pertama dengan pernyataan AuJika menemukan korban pengetahuan kurang yaitu sebanyak 39 dengan luka cedera, sesegera mungkin responden . %). Kuesioner dalam penelitian terdiri dari 20 pernyataan yang telah diisi oleh siswa kelas 5 aman/memungkinkanAy. Hanya sekitar sebanyak 63 siswa dengan parameter 9,5% menjawab benar pernyataan mengenai prinsip pertolongan pertama. Selain itu parameter pengetahuan terkait tehnik pertolongan pertama dan alat bahan pertolongan pertama pada cedera. yang digunakan dalam memberikan Hanya sekitar ada 26,9% responden yang mampu menjawab dengan benar. Prinsip pertolongan pertama secara teori menyebutkan jika menemukan informasi dari media sosial maupun dari korban kecelakaan dengan luka cedera, membaca buku tentang pertolongan pertama pada cedera pertama. lingkungan terlebih dahulu agar tidak Sejalan Dengan Serikat mengungkapkan bahwa hanya Inggris Amerika menutupi luka, lepaskan perhiasan dan pertolongan pertama yang memadai memersihkan luka dengan air bersih pada kasus cedera. dan temuan studi yang mengalir atau bersihkan dengan lain yang dilakukan di Australia, hanya 22% anak yang menderita luka yang menerima pertolongan pertama yang masih ada perdarahan, segera hentikan Masalah ini dapat disebabkan perdarahan terlebih dahulu, sedangkan oleh kurangnya pengetahuan pada untuk luka bakar dengan menyiram anak tentang pertolongan pertama dengan air mengalir selama 20 menit bermanfaat untuk mendinginkan luka, dikaitkan dengan lemahnya sumber (Susanti Prahardian Putri, 2. Salah informasi dan informasi yang tidak Dalam penelitian ini terdapat 5 benar (Farzan et al. , 2. Anak pengetahuan berkategori baik. Hal ini dimana mayoritas responden dapat pertama pada cedara, temuan ini menjawab benar terkait topik tujuan menunjukkan pentingnya mendidik dan AuPertolongan menargetkan kelompok tersebut untuk pertama bertujuan untuk mengurangi mengurangi morbiditas dan mortalitas rasa sakit dan mencegah infeksiAy. Hal ini bisa terjadi pula karena beberapa mengancam jiwa salah satunya kasus dari anak ini mengatakan sudah pernah Hasil dari segala usia karena kecelakaan yang parah maupun yang ringan dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang terjadi dalam kehidupan. Anak yang pertama dapat menyelamatkan nyawa, pertama pada cedera. Dalam penelitian ini, peneliti berpendapat bahwa benar adanya pengaruh dari beberapa faktor situasi darurat (Tse et al. , 2. Pengetahuan anak sekolah tidak hanya perbedaan informasi yang didapat dan membantu mereka mengetahu cara menangani/ memberikan pertolongan pertama pada cedara, tetapi juga cara mayoritas yang berpengetahuan baik menangani krisis, karena cedera dan yaitu responden yang pernah terpapar kejadian tidak menyenangkan sering terjadi di lingkungan keluarga maupun sekolah. Pengetahaun anak sekolah pertolongan pertama pada luka cedera. tentang pertolongan pertama pada Sedangkan cedera sangatlah penting. Untuk itu kurang yaitu responden yang belum memberikan pemahaman pada anak sekolah dapat menjadi cara yang efektif memberikan pertolongan pertama. untuk mengembangkan keterampilan pertolongan pertama dan mencegah Prosedur penanganan pertama cedera serius akibat kecelakaan. mencakup pengetahuan dasar tentang Masih diberikan seseorang. Banyak program pertolongan pertama dan masyakarat masih belum mengenal terkait istilah pertolongan pertama. Hasil penelitian (Midani et al. , 2. menunjukan memiliki lebih dari separuh populasi di Penegetahuan pertama diperlukan untuk setiap orang . ,2 pengetahuan mengenai penanganan kasus cedera. Pengenalan dan kegawatdaruratan lainnya yang terhadap pertolongan pertama pada membutuhkan penanganan yang cepat cedera perlu disosialisasikan Edukasi termasuk kepada siswa-siswa sekolah pertama dapat diberikan kepada siswa di sekolah melalui pembelajaran. Ada pertolongan pertama yang cepat dan beberapa intervensi atau metodeyang Pengetahuan dasar Pertolongan digunakan dalam program pertolongan pertama pada anak usia sekolah dasar pertama yang dilaksanakan disekolah sangat diperlukan supaya anak dapat sederhana dan melakukan penanganan (Widiastuti & Adiputra, 2. dialaminya ataupun yang terjadi di KESIMPULAN mengalami kecelakaan secara tiba-tiba. Hasil penelitian dapat disimpulkan kapanpun dan dimanapun. Kesiagaan siswa-siswi penanganan pertama pada cedera di kecelakaan dan kejadian yang dapat SDN mengancam hidup sangat diperlukan berkategori AuKurangAy dengan jumlah 39 (Jamil, 2. Pemahaman Banjarmasin . %). Sehingga Pentingnya edukasi dan pemahaman Kota terkait konsep bahaya dan penanganan cedera pada anak sekolah dasar di tentang pertolongan pertama terkait Banjarmasin. cedera dapat diatasi dengan pemberian edukasi/ Pendidikan Kesehatan. Peran SARAN