Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3698 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Pengaruh Kompetensi. Integritas, dan Skeptisme Profesional Auditor terhadap Fraud Prevention dengan Kualitas Audit Sebagai Variabel Intervening: Studi pada BPKP Provinsi Sumatera Selatan Nurhaliza Kurniasyari. Sopiyan AR2. Ulfah Tika Saputri 3 Jurusan Akuntansi. Politeknik Negeri Sriwijaya nurhalizaliza086@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of auditor competence, integrity, and professional skepticism on fraud prevention, with audit quality as an intervening variable among auditors at BPKP South Sumatera Province. The research employs a quantitative associative approach using purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Partial Least Squares Ae Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the assistance of SmartPLS version 4 software. The results indicate that auditor competence, integrity, and professional skepticism have a positive effect on fraud prevention. However, audit quality as a mediating variable between competence, integrity, and professional skepticism and fraud prevention does not have a significant effect. Keywords: Competence. Integrity. Auditor's Professional Skepticism. Fraud Prevention. Audit Quality ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, integritas, dan skeptisme profesional auditor terhadap pencegahan kecurangan, dengan kualitas audit sebagai variabel intervening pada auditor di BPKP Provinsi Sumatera Selatan. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Ae Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, integritas, dan skeptisme profesional auditor berpengaruh positif terhadap fraud prevention. Selain itu, kualitas audit sebagai variabel mediasi antara kompetensi, integritas, dan skeptisme profesional auditor terhadap fraud prevention tidak memiliki pengaruh. Kata kunci: Kompetensi. Integritas. Skeptisme Profesional Auditor. Fraud Prevention. Kualitas Audit PENDAHULUAN Kecurangan atau yang dikenal dengan Fraud merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang atau pun kelompok yang secara sengaja memiliki pengaruh di dalam laporan keuangan suatu perusahaan yang mengakibatkan kerugian bagi entitas ataupun pihak lain. Fraud dapat berdampak besar terhadap keberlanjutan suatu organisasi. Fraud tidak hanya membuat kerugian secara financial, tetapi dapat memberikan dampak kepada kualitas pembangunan serta reputasi negara (Halimatusyadiah et al. , 2. Menurut data dari ACFE Association of Certified Fraud 3678 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Examiners, . , kerugian akibat fraud mencapai miliaran dolar setiap tahunnya, dengan berbagai modus seperti manipulasi laporan keuangan, penyalahgunaan aset, dan korupsi. Korupsi dalam sektor pemerintah di Indonesia tidak hanya melibatkan pejabat tinggi, tetapi juga terjadi di kalangan aparatur pada tingkat bawah. Fenomena ini telah berkembang secara sistematik dari tingkat pusat hingga tingkat pemerintah daerah, sehingga menyebabkan pola penyimpangan yang kompleks dan sulit Beberapa modus yang sering dilakukan meliputi penghilangan dokumen penting, penggelembungan anggaran, dan manipulasi laporan keuangan. Praktikpraktik tersebut menyebabkan kerugian yang signifikan bagi negara dan berdampak negatif terhadap stabilitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Berikut ini gambar 1 trend korupsi yang terjadi selama tahun 2019- 2023 yang dilansir oleh ICW (Indonesia Corruption Watc. Gambar 1. Tren Korupsi Tahun 2019-2023 Sumber: Data Diolah ICW (Indonesia Corruption Watc. Berdasarkan data tren korupsi sepanjang tahun 2019 hingga 2023, terlihat adanya peningkatan yang signifikan baik dari segi jumlah kasus maupun jumlah individu yang terlibat. Pada tahun 2019, terdapat 271 kasus korupsi dengan 580 Jumlah ini mengalami kenaikan secara bertahap setiap tahunnya, dimana pada tahun 2020 tercatat 444 kasus dengan 875 tersangka, dan meningkat lagi pada tahun 2021 menjadi 533 kasus dengan 1. 173 tersangka. Tahun 2022 mencatat 579 kasus dengan 1. 396 tersangka, hingga akhirnya mencapai titik tertinggi pada tahun 2023 dengan 791 kasus dengan 1. 695 tersangka (Anandya & Ramadhana, 2. Peningkatan jumlah tersangka yang lebih tinggi dibanding jumlah kasus mengindikasikan bahwa praktik korupsi sering melibatkan lebih dari satu pelaku dalam satu kasus, sehingga mencerminkan adanya pola kerja kolektif atau jaringan terorganisisr dalam praktik korupsi di Indonesia. Hal ini juga menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi belum 3679 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. mampu memberikan efek jera yang signifikan. Salah satu kasus korupsi yang terjadi di Pemerintahan yaitu Gratifikasi proyek infrastruktur di Banyuasian yang dilakukan oleh Kabag Humas DPRD Sumsel. WAF . ihak swast. , dan APR (Kepala Dinas PUPR Banyuasi. Dengan modus Penyalahgunaan dana bantuan khusus Gubernur Sumsel tahun anggaran 2023 untuk proyek pembangunan kantor lurah, jalan RT, dan drainase di Kelurahan Keramat Raya. Kecamatan Talang Kelapa. Kabupaten Banyuasin. Terdapat komitmen fee dan pengkondisian pemenang lelang, sehingga proyek tidak selesai dan tidak sesuai spesifikasi, dengan kerugian negara sebesar Rp826 juta dari total pagu anggaran Rp3 miliar. Melihat tren peningkatan kasus korupsi, penting untuk disadari bahwa praktik kecurangan dapat dicegah melalui upaya pencegahan yang sistematis dan Pencegahan yang efektif mencakup berbagai langkah proaktif untuk mengurangi peluang terjadinya fraud . sebelum fraud . benar-benar terjadi. Menurut Purnamasari, . kemampuan auditor dalam menemukan kecurangan menunjukkan seberapa baik auditor bisa menjelaskan adanya kejanggalan dalam laporan keuangan dengan cara mengenali dan membuktikan bahwa memang terjadi kecurangan. Selain itu menurut Putranto et al, . peran auditor sebagai penjaga aset organisasi dan sebagai lini pertahanan terakhir dalam mendeteksi serta mencegah kecurangan memegang posisi yang sangat strategis dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan. Namun demikian, lemahnya efektivitas auditor internal dalam mengidentifikasi indikasi fraud secara dini masih menjadi permasalahan yang signifikan, khususnya dalam sektor Ketidaktepatan dalam mendeteksi potensi penyimpangan sejak awal mencerminkan belum optimalnya sistem pengawasan dan pencegahan kecurangan yang diterapkan. Kondisi ini pada akhirnya dapat membuka peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang dan manipulasi keuangan negara, serta menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya angka kasus korupsi. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk menganalisis hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih Peneliti menggunakan pendekatan asosiatif karena pertanyaan dalam penelitian ini bersifat menanyakan pengaruh antara 5 variabel, dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Untuk dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena sosial dijabarkan ke dalam beberapa komponen masalah, variabel, dan indikator. Setiap variabel yang ditentukan diukur dengan memberikan simbol-simbol angka yang berbeda-beda sesuai dengan kategori informasi yang berkaitan dengan variabel tersebut. 3680 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Tabel 1. Statistik Deskriptif Variabel Mean Scale min Scale Standarr 0,532 Fraud Prevention Kompetensi Auditor Integritas Auditor Skeptisme Profesional Auditor Kualitas Audit 0,618 0,578 0,807 Sumber: Data diolah . 0,679 Tabel diatas, menunjukkan bahwa variabel memiliki nilai mean di atas 4, yang menandakan bahwa responden cenderung setuju terhadap seluruh pernyataan. Variabel Kualitas Audit memiliki mean tertinggi . dengan jawaban cukup konsisten (Standar deviation = 0,. Kompetensi Auditor memiliki rentang jawaban paling luas . in = 1. 000, max = 5. dan Standar deviation sebesar . Fraud Prevention dan Integritas Auditor memiliki nilai mean sebesar . 309 dan 4. dan Skeptisme Profesional auditor yang memiliki keragaman persepsi terbesar (Standar deviation = 0,. Penilaian Model Pengukuran (Outer Mode. Convergent Validity Average Variance Extracted (AVE) Output hasil estimasi Average Variance Extracted (AVE) dapat dilihat pada variabel dikatakan valid jika memiliki nilai Average Variance Extracted (AVE) > 0,5 Tabel 2. Hasil Average Variance Extracted (AVE) Kompetensi Auditor (X. Average extracted (AVE) Integritas Auditor (X. Variabel Skeptisme Profesional Auditor (X. Fraud Prevention (Y) Kualitas Audit 3681 | Volume 7 Nomor 11 2025 Keterangan Valid Valid Valid Valid Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Sumber: Pengelolaan data dengan SmartPLS, . Nilai AVE masing-masing variabel adalah Kompetensi auditor sebesar 0,737. Integritas auditor sebesar 0,804. Skeptisme profesional auditor sebesar 0,927. Fraud prevention sebesar 0,680, dan Kualitas audit sebesar 0,746. Kelima variabel ini memiliki nilai >0,50 artinya kelima variabel tersebut dikategorikan valid. Discriminant Validity Cross loading Tabel 3. Hasil Cross loading Pernyataan FP1 FP2 FP3 FP4 FP5 FP7 FP10 KA5 KA6 KA7 IA4 IA5 IA6 IA7 IA8 IA9 SP3 SP4 SP5 SP6 SP7 SP8 KA5Z KA7Z KA8Z Sumber: Pengelolaan data dengan SmartPLS, . 3682 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Nilai cross loading untuk variabel Fraud Prevention. Kompetensi Auditor. Integritas Auditor. Skeptisme Profesional Auditor dan Kualitas Audit memiliki nilai korelasi antara indikator . dengan konstruknya . > indikator . pada konstruk . Hasil uji convegen validty dan discriminant validity menunjukkan angka yang konsisten, dengan semua indikator yang dinyatakan valid. Hal ini mengindikasikan bahwa model yang digunakan memiliki kecocokan yang baik dan mampu membedakan antara konstruk yang berbeda secara efektif. Fornnel Larcker Tabel 4. Fornnel Larcker dan Akar Kuadrat AVE Variabel Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Pengelolaan data dengan SmartPLS, . Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai akar AVE pada variabel Kompetensi audior (X. sebesar 0,859. Integritas auditor (X. sebesar 0,897. Skeptisme profesional auditor (X. sebesar 0,963. Kualitas Audit (Z) sebesar 0,864 dan Fraud prevention (Y) sebesar 0,824 yang memiliki nilai akar AVE masing-masing variabel > dibandingkan akar AVE korelasinya dengan variabel lainnya, maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel dinyatakan valid diskriminan. Composite Reability CronbachAos Alpha Tabel 5. Nilai CronbachAos Alpha Variabel CronbachAos alpha Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Pengelolaan data dengan SmartPLS, . Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai cronbachAos alpha untuk konstruk atau variabel Kompetensi auditor (X. sebesar 0,821. Integritas auditor (X. sebesar 0,951. Skeptisme profesional auditor (X. sebesar 0,984. Fraud Prevention (Y) sebesar 0,920 dan Kualitas audit (Z) sebesar 0,832. Semua nilai cronbachAos alpha tersebut berada diatas 0,70, sehingga semua variabel memiliki reliabilitas yang baik. 3683 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Composite reliability Tabel 6. Nilai Composite reliability Variabel Composite reliability Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Pengelolaan data dengan SmartPLS, . Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai composite reliability untuk konstruk atau variabel Kompetensi auditor (X. sebesar 0,880. Integritas auditor (X. sebesar 0,956. Skeptisme profesional auditor (X. sebesar 0,985. Fraud Prevention (Y) sebesar 0,924 dan Kualitas audit (Z) sebesar 0,888. Semua nilai composite reliability tersebut berada diatas 0,70, sehingga semua variabel memiliki reliabilitas yang baik. Penilaian Model Pengukuran (Inner Mode. R Square (R. Tabel 7. Nilai Uji R Square (R. R-square R-square adjusted Fraud Prevention (Y) Kualitas Audit (Z) Sumber: Pengelolaan data dengan SmartPLS, . Berdasarkan hasil analisis dengan metode bootstrapping, diperoleh nilai RSquare variabel Fraud Prevention sebesar 0,643. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan Kompetensi auditor. Integritas auditor dan Skeptisme profesional auditor dalam menjelaskan Fraud prevention adalah sebesar 64,3% . Sedangkan nilai R-Square variabel intervening Kualitas audit sebesar 0,157. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan Kompetensi auditor. Integritas auditor dan Skeptisme profesional auditor melalui Kualitas audit dalam menjelaskan Fraud prevention sebesar 15,7% . ecil atau lema. Effect Size . Tabel 8. Nilai Uji effect size . KA (X. Fraud Prevention (Y) Kompetensi Auditor (X. Integritas Auditor (X. 3684 | Volume 7 Nomor 11 2025 IA (X. SP (X. KA (Z) FP (Y) Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Skeptisme Profesional Auditor (X. Kualitas Audit (Z) Sumber: Pengelolaan data dengan SmartPLS, . Berdasarkan hasil analisis effect size . menunjukkan bahwa Kompetensi auditor memiliki pengaruh yang kuat terhadap Fraud Prevention sebesar 0,653 yang berada jauh di atas batas untuk kategori nilai effect size . Integritas auditor memiliki pengaruh moderat/sedang terhadap Fraud Prevention sebesar 0,156. Skeptisme profesional auditor memiliki pengaruh moderat/ sedang terhadap Fraud Prevention sebesar 0,094 dan Kualitas audit tidak memiliki pengaruh terhadap Fraud Prevention sebesar 0,009. Selanjutnya untuk variabel intervening Kompetensi auditor memiliki pengaruh moderat/sedang terhadap kualitas audit sebesar 0. Integritas auditor memiliki pengaruh yang lemah terhadap Kualitas audit sebesar 0,036 dan Skeptisme profesional auditor memiliki memiliki pengaruh yang lemah terhadap Kualitas audit yaitu sebesar 0,033. Goodness of Fit (GoF) Tabel 9. Nilai Uji Model Fit (GoF) Saturated model SRMR Sumber: Pengelolaan data dengan SmartPLS, . Berdasarkan hasil evaluasi model fit pada Tabel Model Fit di atas, nilai SRMR 074 menunjukkan bahwa model memiliki tingkat kesesuaian yang masih dapat diterima, karena (< 0. Nilai ini mengindikasikan bahwa perbedaan antara matriks kovarian hasil estimasi model dengan data aktual tidak terlalu besar. Secara keseluruhan, model struktural dalam penelitian ini dapat dikatakan cukup layak dan dapat digunakan untuk menguji pengaruh variabel Kompetensi Auditor. Integritas Auditor dan Skeptisme Profesional Auditor terhadap Fraud Prevention dengan Kualitas Audit Sebagai Variabel Mediasi. Uji Hipotesis Intervening . effect Tabel 10. Hasil Uji Direct Effect KompetensiAuditor -> Fraud Prevention Integritas Auditor -> Fraud Prevention 3685 | Volume 7 Nomor 11 2025 Dugaan T statistics Positf Positif P values Ket Diterima Diterima Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Skeptisme Profesional Auditor -> Fraud Positif Prevention KompetensiAuditor -> Positif Kualitas Audit Integritas Auditor -> Positif Kualitas Audit Skeptisme Profesional Positif Auditor -> Kualitas Audit Sumber: Pengelolaan data dengan SmartPLS, . Diterima Diterima Ditolak Ditolak Berdasarkan hasil pengujian menggunakan SmartPLS di atas, diketahui bahwa hasil uji hipotesis secara direct effect, tidak semua variabel memiliki pengaruh terhadap Fraud prevention (Y) dan Kualitas audit (Z). Variabel Kompetensi auditor memiliki p-values sebesar 0,000. Integritas auditor memiliki p-values sebesar 0,001, dan Skeptisme profesional auditor memiliki p-values sebesar 0,012 terhadap fraud Ketiganya memiliki nilai <0,05 yang artinya ketiga variabel independen terhadap variabel dependen memiliki pengaruh yang signifikan. Tetapi untuk variabel independen terhadap variabel intervening hanya kompetensi auditor terhadap kualitas audit yang memiliki pengaruh nilai p-values sebesar 0,000, dan untuk Integritas auditor terhadap Kualitas audit memiliki nilai p-values sebesar 0,128 dan Skeptisme profesional auditor terhadap kualitas audit memiliki nilai p-values sebesar 0,185 yang artinya kedua variabel ini memiliki nilai p-values > 0,05 yang artinya kedua variabel ini ditolak dan tidak memiliki pengaruh secara signifikan. Tabel 11. Hasil Uji Indiirect Effect Dugaan T statistics P values Kompetensi Auditor -> Kualitas Positif Audit -> Fraud Prevention Integritas Auditor-> Kualitas Positif Audit -> Fraud Prevention Skeptisme Profesional Auditor -> Kualitas Audit -> Fraud Positif Prevention Sumber: Pengelolaan data dengan SmartPLS, . Ket Ditolak Ditolak Ditolak Berdasarkan hasil pengujian menggunakan SmartPLS diketahui bahwa hasil uji hipotesis secara Indirect effect, nilai p-value menunjukkan bahwa semua variabel tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Kualitas audit sebagai varaibel Variabel Kompetensi auditor terhadap Fraud Prevention dengan dimediasi Kualitas Audit sebagai variabel intervening memiliki p-value sebesar 0. Integritas Auditor terhadap Fraud Prevention dengan dimediasi Kualitas Audit sebagai variabel intervening memiliki p-value sebesar 0. 555 dan Skeptisme profesional auditor terhadap Fraud Prevention dengan dimediasi Kualitas Audit 3686 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. sebagai variabel intervening memiliki p-value sebesar 0. 535, ketiganya memiliki nilai p-values > 0. 05, sehingga dinyatakan tidak signifikan. Ini artinya Kualitas audit tidak berperan sebagai variabel intervening dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Kompetensi Auditor terhadap Fraud Prevention pada Auditor di BPKP Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan hasil pengujian menggambarkan bahwa kompetensi auditor memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap fraud prevention. Dengan nilai tstatistik sebesar 7,197 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kompetensi auditor <0,05, dan menunjukkan arah hubungan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetensi yang dimiliki oleh auditor, maka semakin besar kemampuannya dalam mencegah terjadinya kecurangan. Hal ini sejalan dengan teori Fraud Hexagon, khususnya pada unsur capability, yang menjelaskan bahwa individu yang memiliki kemampuan atau keahlian tinggi dapat menjadi pelaku maupun pencegah fraud. Dalam konteks auditor, kompetensi berupa pengetahuan, keterampilan teknis, dan pengalaman menjadikan auditor lebih cakap dalam mengidentifikasi potensi kecurangan serta mampu menerapkan prosedur audit yang efektif. Secara teoritis. Agency Theory turut mendukung temuan ini dengan memandang auditor sebagai pihak independen yang bertugas mengurangi asimetri informasi antara principal dan agent. Auditor yang kompeten memiliki kapabilitas untuk melakukan pengawasan efektif dan memberikan assurance atas kewajaran laporan keuangan, sehingga dapat menekan kemungkinan terjadinya fraud. Hal ini juga sesuai dengan data responden yang saya miliki. Auditor yang sudah memiliki pengalaman kerja >15 tahun memiliki pengalaman kerja yang panjang dan mencerminkan tingkat kompetensi yang tinggi karena auditor yang telah lama bekerja pasti lebih memiliki pemahaman yang lebih terkait fraud prevention. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putranto et al. , . yang menunjukkan bahwa kompetensi auditor memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Fraud Prevention. Serta penelitian Widyawati et al. , . yang menyatakan bahwa kompetensi auditor memiliki pengaruh yang positf dan signifikan terhadap fraud prevention. Pengaruh Integritas Auditor terhadap Fraud Prevention pada Auditor di BPKP Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan hasil pengujian menggambarkan bahwa integritas auditor memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap fraud prevention. Dengan nilai tstatistik sebesar 3,203 dengan nilai signifikan sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk integritas auditor <0,05, dan menunjukkan arah hubungan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi integritas yang dimiliki seorang auditor maka semakin besar kemampuannya dalam mencegah terjadinya kecurangan. Seorang auditor yang memiliki integritas yang tinggi, dimana auditor menjaga kepercayaan publik, sifat jujur, kerja keras, serta kompetensi yang 3687 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. memadai, maka akan berpengaruh positif terhadap pencegahan kecurangan. Hal ini memperkuat elemen arrogance dalam Fraud Hexagon Theory, di mana individu yang merasa kebal terhadap aturan atau berkuasa cenderung melakukan Auditor dengan integritas tinggi mampu melawan potensi kecurangan melalui sikap jujur, etis, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Selain itu, teori atribusi juga menjelaskan bahwa perilaku seseorang, termasuk keputusan untuk bertindak jujur atau curang, dipengaruhi oleh faktor internal seperti nilai, sikap, dan Integritas sebagai refleksi dari karakter internal auditor sangat penting dalam menciptakan lingkungan audit yang bebas dari toleransi terhadap fraud. Hal ini juga sesuai dengan data responden yang saya miliki. Auditor yang memiliki jabatan Audito Muda dan Auditor Madya mendominan dalam penelitian saya yang memang biasanya terlibat langsung dalam pengumpulan bukti audit dan analisis data. Posisi ini menuntut kompetensi tinggi, sikap skeptis profesional, dan integritas yang kuat, sehingga mereka berperan besar dalam mendukung kualitas audit yang baik. Hal ini mendukung temuan Rifai & Mardijuwono, . , yang menyatakan bahwa integritas auditor secara signifikan memengaruhi pencegahan fraud, dan semakin tinggi jabatan atau pengalaman, semakin besar tanggung jawab yang diemban. Hal ini sejalan dengan penelitian Wulandari & Nuryanto, . menyatakan bahwa integritas auditor memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap fraud prevention. Serta penelitian yang dilakukan oleh Rifai & Mardijuwono, . yang menyatakan bahwa integritas auditor memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap fraud prevention. Pengaruh Skeptisme Profesional Auditor terhadap Fraud Prevention pada Auditor di BPKP Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan hasil pengujian menggambarkan bahwa skeptisme profesional auditor memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap fraud prevention. Dengan nilai tstatistik sebesar 2,513 dengan nilai signifikan sebesar 0,012. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk skeptisme profesional auditor <0,05, dan menunjukkan arah hubungan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi skeptisme profesional yang dimiliki seorang auditor maka semakin besar kemampuannya dalam mencegah terjadinya kecurangan. Sikap ini mencerminkan kewaspadaan dan pemikiran kritis terhadap kemungkinan adanya kesalahan penyajian informasi, baik karena kesalahan maupun kecurangan. Dalam Teori Fraud Hexagon, skeptisme auditor dapat memutus elemen rationalization dan collusion yang sering menjadi landasan terjadinya fraud. Auditor yang skeptis tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi akan melakukan evaluasi dan konfirmasi mendalam atas bukti audit yang ada. Ini selaras dengan teori agency, yang mengharuskan auditor bersikap independen dan kritis terhadap informasi yang disampaikan manajemen sebagai agent. Hal ini juga sesuai dengan data responden yang ada. Auditor dengan lama kerja >15, cenderung lebih waspada, teliti, dan memiliki kemampuan profesional skeptis yang lebih matang, sehingga lebih efektif dalam mencegah kecurangan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ratih & Sisdyani, . menyatakan bahwa skeptisme profesional auditor 3688 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap fraud prevention. Kualitas Audit memediasi pengaruh Kompetensi Auditor terhadap Fraud Prevention pada Auditor di BPKP Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan hasil pengujian menggambarkan bahwa kualitas audit tidak memiliki peran atau pengaruh terhadap kompetensi auditor terhadap fraud Dengan nilai tstatistik sebesar 0,770 dan nilai signifikan sebesar 0,441. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kualitas audit sebagai variabel mediasi >0,05. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh intervening pada variabel kualitas audit pada hubungan tidak langsung variabel kompetensi auditor dengan fraud prevention. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun auditor memiliki kompetensi hal tersebut belum cukup kuat meningkatkan kualitas audit yang secara signifikan berkontribusi dalam fraud prevention. Terdapat faktor eksternal lain seperti sistem audit internal, tekanan waktu, dan penggunaan teknologi yang lebih menentukan kualitas audit secara keseluruhan. Dalam Teori Fraud Hexagon, meskipun elemen capability menjelaskan pentingnya kemampuan individu, jika sistem audit secara institusional tidak mendukung atau tidak memberikan ruang bagi kompetensi untuk diterapkan secara maksimal, maka kemampuan tersebut tidak menghasilkan dampak nyata terhadap fraud prevention. Pernyataan standar umum kompetensi auditor menyatakan bahwa auditor menyatakan bahwa seorang auditor harus mempunyai pendidikan, pengetahuan, keahlian dan keterampilan, pengalaman, serta kemampuan lain yang diperlukan untuk melaksanakan tugas seorang auditor (AAIPI,2. Sejalan dengan hasil pengujian langsung kompetensi terhadap fraud prevention yang memiliki pengaruh positif dan signifikan. Serta kompetensi auditor memiliki pengaruh langsung teradap kualitas audit. Namun secara bersama-sama kualitas audit tidak memiliki pengaruh dalam fraud prevention sebagai variabel interevening, yang artinya meskipun tidak adanya kualitas audit fraud prevention dapat dicegah dengan kompetensi yang baik yang dimiliki oleh seorang auditor tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh A. Putra et al. , . menyatakan bahwa kualitas audit tidak memediasi hubungan antara kompetensi auditor terhadap fraud Kualitas Audit memediasi pengaruh Integritas Auditor terhadap Fraud Prevention pada Auditor di BPKP Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan hasil pengujian menggambarkan bahwa kualitas audit tidak memiliki peran atau pengaruh terhadap integritas auditor terhadap fraud prevention. Dengan nilai tstatistik sebesar 0,591 dengan nilai signifikan sebesar 0,555. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kualitas audit sebagai variabel mediasi >0,05. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh intervening pada variabel kualitas audit pada hubungan tidak langsung variabel integritas auditor dengan fraud prevention. Artinya, meskipun auditor memiliki integritas tinggi, hal tersebut tidak serta merta menghasilkan audit berkualitas. Integritas sebagai nilai pribadi tidak selalu tercermin langsung dalam produk audit atau laporan audit. Dalam praktiknya, auditor yang memiliki integritas tetap bisa 3689 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. terhambat oleh keterbatasan prosedur audit, tekanan dari perusahaan, atau budaya Sehingga, integritas tersebut tidak cukup kuat untuk menghasilkan audit berkualitas yang berdampak signifikan terhadap fraud prevention. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maulana et al. , . yang menyatakan bahwa integritas tidak selalu mempunyai pengaruh terhadap kualitas audit. Karena nilai-nilai yang ada dalam integritas auditor adalah suatu sikap yang terdapat dari diri seorang auditor. Kualitas Audit memediasi pengaruh Skeptisme Profesional Auditor terhadap Fraud Prevention pada Auditor di BPKP Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan hasil pengujian menggambarkan bahwa kualitas audit tidak memiliki peran atau pengaruh terhadap skeptisme profesional auditor terhadap Fraud prevention. Dengan nilai tstatistik sebesar 0,620 dengan nilai signifikan sebesar 0,535. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kualitas audit sebagai variabel mediasi >0,05. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh intervening variabel kualitas audit pada hubungan tidak langsung variabel skeptisme profesional auditor dengan fraud prevention Meskipun auditor bersikap skeptisme, sikap tersebut tidak secara otomatis meningkatkan kualitas audit yang efektif dalam mencegah farud. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tidak tersusunnya prosedur pemeriksaan yang mampu menangkap kejanggalan meskipun auditor bersikap skeptis, atau adanya tekanan dari pihak perusahaan yang membatasi ruang skeptisme auditor. Dalam Teori Fraud Hexagon, skeptisme sangat penting dalam menanggapi elemen rationalization dan collusion. Namun dalam kenyataan, skeptisme tanpa dukungan struktur audit yang memadai tidak cukup kuat untuk mempengaruhi hasil audit secara signifikan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan A. Putra et al. , . menyatakan bahwa kualitas audit tidak memediasi hubungan antara skeptisme profesional auditor terhada fraud prevention. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh Kompetensi Auditor. Integritas Auditor, dan Skeptisme Profesional Auditor terhadap Fraud Prevention dengan Kualitas Audit sebagai Variabel Intervening (Studi pada BPKP Provinsi Sumatera Selata. , maka dapat disimpulkan bahwa: Hasil pengujian hipotesis menggunakan SmartPLS Versi 4 menunjukkan bahwa Kompetensi Auditor memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Fraud Prevention. Dengan nilai tstatistik sebesar 7,133 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk Kompetensi Auditor < 0,05, dan menunjukkan arah hubungan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetensi yang dimiliki oleh auditor, maka semakin besar kemampuannya dalam mencegah terjadinya Hasil pengujian hipotesis menggunakan SmartPLS Versi 4 menunjukkan 3690 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. bahwa Integritas Auditor memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Fraud Prevention. Dengan nilai tstatistik sebesar 3,009 dengan nilai signifikan sebesar 0,002. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk integritas auditor < 0,05, dan menunjukkan arah hubungan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi integritas yang dimiliki seorang auditor maka semakin besar kemampuannya dalam mencegah terjadinya Hasil pengujian hipotesis menggunakan SmartPLS Versi 4 menunjukkan bahwa Skeptisme Profesional Auditor memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Fraud Prevention. Dengan nilai tstatistik sebesar 2,041 dengan nilai signifikan sebesar 0,041. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk skeptisme profesional auditor < 0,05, dan menunjukkan arah hubungan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi skeptisme profesional yang dimiliki seorang auditor maka semakin besar kemampuannya dalam mencegah terjadinya kecurangan. Hasil pengujian hipotesis menggunakan SmartPLS Versi 4 menunjukkan bahwa kualitas audit tidak memiliki peran atau pengaruh terhadap kompetensi auditor terhadap Fraud prevention. Artinya kualitas audit tidak dapat menjadi mediasi antara kompetensi auditor terhadap fraud prevetion. Dengan nilai tstatistik sebesar 1,304 dengan nilai signifikan sebesar 0,192. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kualitas audit sebagai variabel mediasi > 0,05. Artinya, meskipun auditor memiliki kompetensi tinggi, hal tersebut tidak serta merta menghasilkan audit berkualitas tinggi yang efektif dalam mencegah fraud. Hasil pengujian hipotesis menggunakan SmartPLS Versi 4 menunjukkan bahwa kualitas audit tidak memiliki peran atau pengaruh terhadap integritas auditor terhadap Fraud prevention. Artinya kualitas audit tidak dapat menjadi mediasi antara integritas auditor terhadap fraud prevention. Dengan nilai tstatistik sebesar 0,761 dengan nilai signifikan sebesar 0,447. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kualitas audit sebagai variabel mediasi > 0,05. Artinya, meskipun auditor memiliki integritas tinggi, hal tersebut tidak serta merta menghasilkan audit berkualitas. Integritas sebagai nilai pribadi tidak selalu tercermin langsung dalam produk audit atau laporan Hasil pengujian hipotesis menggunakan SmartPLS Versi 4 menunjukkan bahwa kualitas audit tidak memiliki peran atau pengaruh terhadap skeptisme profesional auditor terhadap Fraud prevention. Artinya kualitas audit tidak dapat menjadi mediasi antara skeptisme profesional auditor terhadap fraud Dengan nilai tstatistik sebesar 0,567 dengan nilai signifikan sebesar 0,192. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk kualitas audit sebagai variabel mediasi > 0,05. Meskipun auditor bersikap skeptisme, sikap tersebut tidak secara otomatis meningkatkan kualitas audit yang efektif dalam mencegah fraud. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tidak tersusunnya prosedur pemeriksaan yang mampu menangkap 3691 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3678 Ae 3697 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. kejanggalan meskipun auditor bersikap skeptis, atau adanya tekanan dari pihak perusahaan. Saran