FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR BARAT I Gd Satria Astawa. Ni Kd Nopi Sri Syandini. IGNM Kusuma Negara. GA Dwina Mastryagung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bali e-mail: satriaastawa. stikesbali@gmail. ABSTRAK Tujuan : Tujuan dar i penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor -faktor yang berhubungan dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Barat. Metode : Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan crosectional menggunakan tehnik pengambilan sampel non probability sampling dengan metode Convinience Sampling. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Barat, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 189 responden. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar r esponden memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang ASI eksklusif yaitu 103 . ,5%), sebagian besar responden dengan dukungan suami kurang yaitu 90 . , dan responden dengan status pekerjaan tidak bekerja yaitu 116 . ,4%). Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square menunjukkan p-value <0,05. Kesimpulan : Kesimpulan dalam penelitian ini ter dapat hubungan antar a tingkat pengetahuan ibu, dukungan suami, dan status pekerjaan ibu dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci : ASI Eksklusif. Pengetahuan Ibu. Dukungam Suami. Status Peker jaan Ibu ABSTRACT Aim: The aim of this study was to deter mine the factor s associated with the failure of exclusive breast-feeding in the working area of Public Health Center I West Denpasar. Method: This study employed cr oss-sectional approach. The technique of collecting data used was non probability sampling with convenience sampling method. The study was conducted in the working area of Public Health Centre I West Denpasar. There were 189 respondents recruited as sample and the data were obtained through questionnaires. Result: The r esult of the study showed that 103 r espondents . 5% ) had poor knowledge about exclusive breast-feeding, 90 respondents . 6%) had poor support from their husband and 116 respondents . 4%) were unemployment. The result of statistical test using chi square test showed that the p-value was <0. Conclusion: The study shows ther e is a cor r elation among the knowledge level of mothers, husband support, and occupational status of mothers toward the failure of exclusive breast-feeding. PENDAHULUAN Salah satu syarat agar terwujudnya pembangunan nasional adalah membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Pembentukan manusia yang berkualitas dapat dimulai sejak bayi dalam kandungan disertai dengan memberikan bayi Air Susu Ibu (ASI) ASI (Nilakesuma. Jurnalis, & Rusjdi, 2. ASI merupakan cairan yang terbentuk dari hasil produksi payudara ibu (Pemerintah RI. Nomor 33, 2. ASI mengandung kolostrum yang kaya akan antibodi karena mengandung protein untuk daya tahan tubuh dan dapat membunuh kuman dalam jumlah tinggi sehingga memberikan bayi ASI eksklusif dapat mengurangi risiko kematian pada bayi. Tidak hanya mengandung zat-zat makanan. ASI juga mengandung zat penyerap berupa enzim tersendiri yang tidak akan mengganggu enzim di usus bayi (Kemenkes RI. , 2. Bayi yang tidak diberikan ASI Eksklusif kemungkinan menderita obesitas dan kekurangan gizi serta lebih sering terkena penyakit infeksi 1,4 kali lebih besar dibandingkan dengan bayi yang diberikan ASI Eksklusif (Huy, 2005 dalam Aziezah & Adriani, 2. Meskipun banyak manfaat yang didapat jika memberikan bayi ASI secara eksklusif, namun di Indonesia belum sepenuhnya dilaksanakan pemberian ASI eksklusif dan upaya untuk meningkatkan perilaku menyusui juga masih kurang pada ibu yang memiliki bayi (Dinkes, 2007 dalam Setiyowati & Khilmiana, 2. Data dari Profil Kesehatan Indonesia 2016 tentang cakupan ASI Eksklusif menurut provinsi berkisar antara 32,3% (Gorontal. sampai 79,9% (Nusa Tenggara Timu. dan di provinsi Bali 48,4% (Kemenkes RI. , 2. Mengacu pada target program pada tahun 2015 sebesar 80%, maka provinsi Bali dengan cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 60% belum mencapai target (Dinkes Provinsi Bali, 2. Kabupaten atau kota dengan capaian tertinggi yaitu Kabupaten Buleleng sebesar 72,1% dan kabupaten Tabanan sebesar 68,5%. Kota Denpasar dengan capaian sebesar 43,9% merupakan kabupaten dengan capaian terendah. Sementara data yang diperoleh dari Profil Kesehatan Kota Denpasar . cakupan ASI ekslusif berdasarkan puskesmas tahun 2016 yaitu Puskesmas I Denpasar Utara dan Puskesmas II Denpasar Barat sebesar 71,6% dengan capaian tertinggi. Puskesmas I Denpasar Barat sebesar 33,8% merupakan puskesmas dengan cakupan ASI eksklusif terendah (Dinkes Kota Denpasar, 2. Adiningsih . dalam Sartono dan Utaminingrum . menyebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi yaitu kurangnya pengetahuan dan kesadaran ibu tentang pentingnya ASI kesehatan dan petugas kesehatan yang belum mendukung dengan penuh program Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu (PP-ASI), gencarnya promosi susu formula, pendidikan ibu, dan dukungan suami. Dukungan suami dapat memberikan rasa nyaman pada ibu sehingga akan mempengaruhi produksi ASI dan dapat meningkatkan semangat dan rasa nyaman ibu untuk menyusui. Dahlan, dkk. penelitiannya menyebutkan bahwa apabila status pekerjaan ibu tidak bekerja maka besar kemungkinan ibu dapat memberikan bayinya ASI eksklusif. Selain status pekerjaan ibu, tingkat pengetahuan ibu juga berpengaruh dalam pemberian ASI eksklusif (Sari. Aini, & Trisnasari, 2. Pengetahuan tinggi yang dimiliki ibu tentang pemberian ASI Eksklusif dapat memotivasi ibu dalam memberikan bayinya ASI secara eksklusif hal ini dapat mengurangi pengeluaran keluarga untuk membeli susu Ibu juga akan memiliki kesadaran untuk menggali informasi agar lebih paham tentang ASI Eksklusif (Sari, dkk. , 2. METODE PENELITIAN Model pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu yang memounyai anak usia > 6 bulan Ae 2 tahun sebanyak 716 ibu. Jumlah sampel dalam peneliyian ini sebanyak 189 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode Convinience Sampling. Alat menggunakan kuesioner tentang pemberian ASI eksklusif, pengetahuan ibu, dan dukungan suami. Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas menggunakan face validity oleh dua orang dosen expert dibidangnya. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square. HASIL Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Responden Umur 18-25 th Frekuensi Presenta-se (%) 26-30 th >30 th Pendidikan Terakhir SMP/ sedera-jat SMA/ sedera-jat Akademik/ Jumlah Anak kepada bayinya. Sedangkan dari semua responden . dengan tingkat pengetahuan baik, sebanyak 8 reponden memberikan bayinya ASI eksklusif dan 7 responden tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Barat. Didapatkan hasil dengan nilai probability . -valu. yaitu 0,000. Nilai p-value 0,000 < 0,05, dengan demikian maka Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu berhubungan dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Tabel 3. Hubungan Dukungan Suami dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif Ber66,1 Pemberian ASI Eksklusif Tidak Dukungan Suami dasarkan tabel 1. diatas dapat dijelaskan bahwa mayoritas responden yang memiliki anak usia 6 bulan Ae 2 tahun yaitu pada usia ibu 2630 sebanyak 79 responden . ,8%). Karakteristik responden berdasarkan latar pendidikan terakhir mayoritas responden berpendidikan tamat SMA/ sederajat sebanyak 91 responden . ,1%). Karakteristik responden berdasarkan jumlah anak yang dimiliki mayoritas jumlah anak sebanyak 1-2 dengan jumlah responden 125 responden . ,1%). Tabel 2. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif Pemberian ASI Eksklusif Tidak Tingkat Pengrtahuan Total Total Cukup Baik Kurang Cukup Baik sig : 0,000 Berdasarkan tabel 3. diatas, dilihat dari semua responden . dengan dukungan suami kurang tidak memberikan bayinya ASI secara eksklusif. Dari semua responden . dengan dukungan suami cukup, sebanyak 55 responden memberikan ASI ekslusif dan 29 responden tidak memberikan ASI ekslusif. Sedangkan dari semua responden . dengan dukungan suami baik, sebanyak 8 responden memberikan ASI eksklusif dan 7 reposnden tidak memberikan bayinya ASI secra ekskusif. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi hubungan dukungan suami dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Barat. Didapatkan hasil dengan nilai probability . -valu. yaitu 0,000. Nilai p -value 0,000 < 0,05, dengan demikian maka Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan suami berhubungan dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Tabel 4. Hubungan Status Pekerjaan Ibu dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif Total Kurang Total Berdasarkan tabel 2. diatas, dilihat dari semua responden . dengan tingkat pengetahuan kurang tidak memberikan bayinya ASI eksklusif. Dari semua responden . dengan tingkat pengetahuan cukup, sebanyak 63 responden memberikan bayinya ASI eksklusif dan 8 responden tidak memberikan ASI eksklusif Pemberian ASI Eksklusif Tidak Status Pekerjaan Total Bekerja Tidak bahwa pengetahuan ibu mempunyai pengaruh terhadap kegagalan pemberian ASI eksklusif. Dari 189 responden, sebanyak 56,1% responden menjawab salah pada pertanyaan yang menyebutkan bahwa bayi yang berusia 0-6 bulan diberikan ASI dan juga dapat diberikan pisang sebagai makanan tambahan. Hal ini disebabkan karena ada faktor yang menyebabkan ibu memberikan makanan tambahan sebelum bayi berusia 6 bulan contohnya norma sosial budaya. Hasil penelitian Sulistiyowati dan Siswantara . yang menyebutkan bahwa norma sosial budaya di masyarakat akan memberikan dampak terhadap pemberian ASI Didapatkan juga banyak bayi yang yang belum genap berumur 6 bulan sudah diberikan bubur, pisang, dan susu formula. Hal ini disebabkan karena masih ada anggapan jika bayi menangis karena masih merasa lapar karena hanya diberikan ASI saja. Total Berdasarkan tabel 4. diatas, dilihat dari semua responden . dengan status pekerjaan bekerja tidak memberikan ASI ekkskusif. Sedangkan dari semua responden . dengan status pekerjaan tidak bekerja, sebanyak 71 reaponden memberikan ASI ekkslusif dan 45 responden tidak memberikan bayinya ASI Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi hubungan status pekerjaan ibu dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Barat. Didapatkan hasil dengan nilai probability . -valu. yaitu 0,000. Nilai p -value 0,000 < 0,05, dengan demikian maka Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa status pekerjaan ibu berhubungan dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Hubungan Dukungan Suami dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Hasil ini dapat dilihat dari sebagian besar responden dengan dukungan suami kurang tidak memberikan bayinya ASI secara eksklusif sebanyak 91,1%. Hal ini disebabkan oleh dukungan suami dapat dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki oleh suami itu Hasil yang sama juga ditunjukkan pada penelitian yang dilakukan Ajirni . , yang menyebutkan bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi dukungan seseorang terhadap suatu tindakan. Jika suami memilki pengetahuan kurang maka akan menjadi masalah untuk bersikap, bertindak serta mengambil suatu keputusan. Selain itu pengetahuan juga dapat mempengaruhi pola pikir serta cara berpikir seseorang. Suciati. Qudriani, dan Baroroh . menyebutkan bahwa peran suami terhadap pemberian ASI eksklusif dapat dipengaruhi oleh pengetahuan suami terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pemberian ASI suami yang memiliki pengetahua baik maka memiliki peluang lebih sebanyak 9,4 kali untuk memberikan dukungan kepada istrinya dalam pemberian ASI eksklusif. Penelitian yang telah peneliti lakukan juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ramadani dan Hadi . PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Hasil ini dapat dilihat dari sebagian besar responden yaitu 103 responden yang memiliki pengetahuan kurang tidak memberikan bayinya ASI eksklusif. Penelitian yang telah peneliti lakukan juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Setiyowati dan Khilmiana . tentang pengetahuan ASI ekkslusif pada ibu bekerja dengan pemberian ASI eksklusif yang menyebutkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan mengenai ASI eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif oleh ibu kepada bayinya. Ada kecenderungan jika ibu memiliki pengetahuan yang baik maka akan memberikan ASI eksklusif dan sebaliknya ibu yang memiliki pengetahuan kurang tentang ASI maka tidak akan meberikan bayinya ASI secara eksklusif. Hal ini karena tingkat pengetahuan yang baik akan menentukan mudah atau tidaknya ibu untuk menyerap informasi. Dengan demikian terbukti tang dukungan suami dalam pemberian ASI eksklusif yang menyebutkan bahwa ada hubungan antara dukungan suami dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Ibu yang mendapat dukungan dari suaminya cenderung memberikan bayinya ASI secara eksklusif sebesar 2 kali dibanding ibu yang kurang didukung oleh suaminya. Dengan demikian terbukti bahwa dukungan suami mempunyai pengaruh terhadap kegagalan pemberian ASI eksklusif. Dengan demikian terbukti bahwa status pekerjaan ibu mempunyai pengaruh terhadap kegagalan pemberian ASI eksklusif. KESIMPULAN Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Hasil penelitian pada tingkat pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif menunjukkan sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebanyak 103 responden . ,5%). Responden dengan pengetahuan cukup sebanyak 71 responden . ,6%). Sedangkan responden dengan pengetahuan baik sebanyak 15 responden . ,9%). Hasil penelitian pada dukungan suami menunjukkan sebagian besar dukungan suami kurang sebanyak 90 responden . ,6%). Responden dengan dukungan suami cukup sebanyak 84 responden . ,4%). Sedangkan responden dengan dukungan suami baik sebanyak 15 responden . ,9%). Hasil penelitian pada status pekerjaan ibu menunjukkan sebagian besar responden memiliki status pekerjaan tidak bekerja sebanyak 118 responden . ,4%) dan responden dengan status pekerjaan bekerja sebanyak 73 responden . ,6%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, dukungan suami, dan status pekerjaan ibu dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Hubungan Status Pekerjaan Ibu dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status pekerjaan ibu dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Hasil ini dapat dilihat dari sebagian besar responden dengan status pekerjaan ibu bekerja tidak memberikan ASI ekslusif sebanyak 100% responden. Kemungkinan besar ibu yang bekerja tidak memberikan bayinya ASI eksklusif disebabkan oleh kurangnya waktu yang dimiliki ibu, oleh karena itu ibu akan memiliki kecenderungan memberikan susu formula atau memberikan bayinya makanan tambahan sebelum waktunya. Juliastuti . dalam penelitiannya tentang hubungan tingkat pengetahuan ibu, status pekerjaan ibu, dan pelaksanaan inisiasi menyusui dini dengan pemberian ASI eksklusif menyebutkan bahwa ibu yang bekerja mempunyai keterbatasan waktu atau tempat untuk menyusui bayinya secara eksklusif. Ibu -ibu diperkotaan saat ini banyak yang ikut membantu suaminya mencari nafkah, hal ini menyebabkan pemberian ASI eksklusif Tetapi jika ibu mempunyai pengetahuan yang cukup tentang, cara penyimpanan termasuk juga pemberian ASI eksklsuif maka akan meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Penelitian yang telah peneliti lakukan juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dahlan, dkk . tentang hubungan status pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif yang menyatakan ada hubungan antara status pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui. Apabila status pekerjaan ibu tidak bekerja maka kemungkinan ibu memberikan bayinya Asi eksklusif. Jika ibu bekerja maka waktu yang ibu punya untuk merawat bayinya menjadi berkurang dan hal ini memungkinkan ibu tidak memberikan bayinya ASI secara ek- DAFTAR PUSTAKA