JURNAL VOICE OF MIDWIFERY Artikel Penelitian Volume 13 Nomor 2. September 2023 Halaman 70 - 78 KOLERASI JENIS PERSALINAN TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR. STUDI RETROSPEKTIF CORRELATION OF THE TYPE OF CHILDBIRTH TO THE INCIDENCE OF NEWBORN ASPHYXIA. RETROSPECTIVE STUDY Rizqi Maulan Nisa1. Elika Puspitasari2,Andari Wuri Astuti3. 1,2,3 Universitas AoAisyiyah Yogyakarta Email : rizqimaulannisa@gmail. ABSTRACT ABSTRAK Newborn asphyxia is one of the causes of newborn death in developing countries. Several studies have mentioned risk factors associated with the incidence of asphyxia, including the factor of This study aims to determine the risk factors of labor with the incidence of newborn asphyxia at RSUD . egional public hospita. Bumiayu. The type a retrospective study with a case control study approach. The sample of this study were mothers who gave birth to babies with asphyxia and mothers who gave birth to babies without asphyxia. The sampling method was to take all the medical records of mothers who gave birth to babies with neonatal asphyxia for the case group and the control group, with a sample size of The comparison of cases to controls was 1:1. The results showed that the results of statistical calculations using the chi square test showed a pvalue of 0. C0. which indicated that there was no significant relationship between the type of delivery . pontaneous, artificia. to the incidence of newborn asphyxia at RSUD Bumiayu. The OR value of 1,754. 95% CI 0. 959 - 3. 209 indicated that a value of more than 1 was a risk factor for asphyxia cases, meaning that mothers who gave birth spontaneously had a 1,754 times greater risk of developing asphyxia in newborns compared to mothers who delivered artificially. Improving the skills of health workers through training on neonatal asphyxia management and resuscitation techniques is needed to reduce infant mortality due to newborn asphyxia. Asfiksia bayi baru lahir merupakan satu diantara penyebab kematian bayi baru lahir di negara Beberapa penelitian menyebutkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian asfiksia diantaranya yaitu faktor persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko faktor persalinan dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir di RSUD Bumiayu. Jenis penelitian studi retrospektif dengan pendekatan case control Sampel penelitian adalah ibu yang melahirkan bayi dengan asfiksia dan ibu yang melahirkan bayi tidak dengan asfiksia. Cara pengambilan sampel yaitu dengan mengambil semua data rekam medik ibu yang melahirkan bayi dengan asfiksia neonatorum untuk kelompok kasus dan kelompok kontrol, dengan besar sampel 172. Perbandingan kasus dengan kontrol 1:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis persalinan . pontan, buata. terhadap kejadian asfiksia bayi baru lahir di RSUD Bumiayu. Dengan nilai OR 1. 95%CI 0. 959 Ae 3. 209 yang artinya mencakup nilai lebih dari 1 merupakan factor resiko terjadinya kasus asfiksia yang berarti bahwa ibu yang melahirkan spontan mempunyai resiko 1. 754 kali lebih besar untuk terjadinya asfiksia bayi baru lahir dibandingkan dengan ibu yang melahirkan dengan persalinan buatan. Peningkatan keterampilan petugas kesehatan melalui pelatihan tentang manajemen asfiksia neonatorum dan teknik resusitasi agar mengurangi kematian bayi akibat asfiksia bayi baru lahir. Keyword: Type of Delivery. Asphyxia. BBL. Kata Kunci: Jenis persalinan. Asfiksia. BBL 70 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 PENDAHULUAN Termasuk didalamnya kelahiran premature. Asfiksia Bayi Baru Lahir adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia komplikasi terkait intrapartum . ahir dengan keadaan asfiksia atau kegagalan bernafa. , dan infeksi cacat lahir, hal ini yang menyebabkan sebagian besar kematian pada neonatal pada tahun 2017 (WHO, 2. Hasil Asfiksia terjadi karena hambatan pertukaran gas atau pengangkutan oksigen dari ibu ke Keadaan ini bisa terjadi pada saat kehamilan, persalinan, atau segera setelah Asfiksia dapat mempengaruhi organ vital menyebabkan infeksi kerusakan otak, atau kematian (Fajarwati et Beberapa kejadian asfiksia diantaranya yaitu faktor Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin turun ke jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana Indonesia (SDKI, Menunjukkan bahwa Angka Kematian Bayi (AKB) turun. Pada tahun 2017 Angka Kematian Bayi kelahiran hidup. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding hasil SDKI tahun 2012. Menurut Permenkes RI dalam program SDGs bahwa target sistem kesehatan nasional yaitu pada goals ke 3 menerangkan bahwa pada 2030 seluruh negara berusaha menurunkan Angka Kematian Bayi setidaknya hingga 12 per 1000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu dan Angka janin dan ketuban didorong keluar melalui jalan lahir. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa persalinan . adalah rangkaian peristiwa mulai dari kenceng-kenceng teratur Demografi yaitu sebanyak 32 per 1000 kelahiran hidup. , 2. Kesehatan Survey . anin, plasenta, ketuban, dan cairan ketuba. dari uterus ke dunia luar melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau dengan kekuatan sendiri. (Utami & Fitriahadi. Kematian Bayi di Provinsi Jawa Tengah juga menjadi acuan dalam pengukuran kesehatan di masyarakat dimana jumlah AKI di Jawa Tengah sekitar 421 kasus . ,60 per 100. KH) tahun 2018, mengalami dibandingkan jumlah kasus kematian ibu tahun 2017 yang sebanyak 475 kasus . ,05 per 000 KH). Angka Kematian Bayi di Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 sebesar 8,73 Menurut World Health Organization (WHO) neonatal . %) tersebut terjadi selama minggu pertama kehidupan, dan sekitar 1 juta bayi baru lahir meninggal dalam 24 jam pertama. kematian bayi baru lahir tahun 2017 yang sebanyak 8,90 per 1. 000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Jawa Tengah, 2. 71 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 Angka kematian ibu di Kabupaten Faktor Brebes mencapai 54 orang ( 13,3 per 1000 neonatorum antara lain faktor keadaan ibu, kelahiran hidu. Sedangkan angka kematian faktor keadaan bayi, faktor plasenta dan faktor bayi mencapai 444 bayi (AKI tidak bisa Berdasarkan hasil penelitian yang dihitung karena ibu yang melahirkan di Brebes dilakukan oleh Gilang . , angka kejadian tidak mencapai asfiksia yang disebabkan oleh penyakit ibu di 000 oran. (Dinkes Jatengprov, 2. antaranya preeklamsia dan eklamsi sebesar Asfiksia bayi baru lahir merupakan . %), anemia . %), infeksi berat . %), satu diantara penyebab kematian bayi baru sedangkan pada faktor persalinan meliputi lahir di negara berkembang. Diperkirakan 130 partus lama atau macet sebesar . ,8-4,9%), juta bayi baru lahir tiap tahunnya di seluruh persalinan dengan penyulit . eperti letak dunia, 4 juta pada usia 28 hari pertama sungsang, kembar, distosia bahu, vakum kehidupan. A bayi meninggal pada minggu ekstraksi, forse. -4%). Berdasarkan pertama dan A bayi meninggal pada usia 24 didukung oleh penelitian yang dilakukan Asfiksia termasuk dalam bayi baru lahir Mulastin . bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan spontan kemungkinan lebih besar mengalami kematian dan tidak spontan dengan kejadian asfiksia bayi atau menjadi sakit berat dalam masa (Kosim. Oleh karena itu asfiksia memerlukan Untuk mengatasi permasalahan diatas intervensi dan tindakan yang tepat untuk dengan penurunan AKI dan AKB maka, meminimalkan terjadinya kematian bayi, yaitu program yaitu Jateng Gayeng Nginceng Wong neonatorum pada bayi baru lahir yang Meteng . NG), untuk menyelamatkan ibu dan bayi dengan kegiatan pendampingan ibu hamil kelangsungan hidup bayi dan membatasi sampai masa nifas oleh semua unsur yang ada gejala sisa berupa kelainan neurologi yang dimasyarakat termasuk mahasiswa, kader, mungkin muncul, dengan kegiatan yang Pendampingan Jawa Tengah keputusan resusitasi bayi baru lahir, tindakan kondisi ibu hamil termasuk factor resiko. resusitasi, asuhan pasca resusitasi, asuhan Program 5NG dilaksanakan dalam 4 fase yaitu tindak lanjut pasca resusitasi dan pencegahan fase sebelum hamil, fase kehamilan, fase infeksi (Mulastin, 2. persalinan, dan fase nifas. Aplikasi jateng gayeng bisa melihat kondisi ibu selama hamil termasuk persiapan rumah sakit pada saat 72 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 kelahiran (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa jenis persalinan dengan kejadian asfiksia Tengah, 2. neonatorum (Jodjana & Suryawan, 2. Faktor risiko terjadinya asfiksia pada Berdasarkan janin dan faktor persalinan/kelahiran. Hal ini diketahui bahwa faktor resiko terjadinya penting, karena dengan pengenalan faktor asfiksia salah satunya karena jenis persalinan risiko tersebut maka persiapan resusitasi bayi seksio sesarea pada tahun 2016 pernah dapat dilakukan. Beberapa organ tubuh yang dilakukan penelitian di RSUD Wonosari akan mengalami disfungsi akibat asfiksia terdapat 40 bayi . ,6%) yang mengalami perinatal adalah otak, paru-paru, hati, ginjal, asfiksia karena persalinan seksio sesarea . saluran cerna dan sistem darah. Dampak (Daningrum, 2. trikuspid, nekrosis miokardium, gagal ginjal akut, nekrosis tubular akut, enterokolitis. Syndrome Inappropriate Anti Diuretic Hormone (SIADH) kerusakan hati. Koagulasi Intra-Vaskular Diseminata (KID), perdarahan dan edem paru, penyakit membran hialin HMD (Manoe & Indriani, 2. Persalinan dengan tindakan, terutama jika tindakan tidak ada tanda persalinan, tidak mendapat manfaat dari pengeluaran cairan lebih persisten. Kompresi toraks janin pada persalinan kala II mendorong cairan paru keluar dari saluran pernapasan. Oleh karena itu, pada bayi yang lahir dengan tindakan memiliki cairan yang lebih banyak dan udara lebih sedikit di dalam parunya selama 6 jam pertama setelah lahir. Hal ini yang membuat peneliti ingin mengetahui tentang hubungan Daningrum. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi retrospektif dengan pendekatan case control. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi . ackward pengumpulan data dimulai dari efek atau akibat yang telah terjadi (Notoatmodjo, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah semua jenis persalinan, baik spontanmaupun buatan . acum, forsep dan SC) pada kurun waktu Januari 2021 Ae Agustus 2022 yang ada di RSUD Bumiayu sebanyak 662 persalinan. paru dan penekanan pada toraks sehingga bayi dapat mengalami gangguan pernapasan yang Novita berat antara lain ensefalopati hipoksik-iskemik. Ida bayi baru lahir terdiri dari faktor ibu, faktor jangka panjang bayi yang mengalami asfiksia Sampel dalam penelitian ini ada 2 yaitu sampel kasus dan kontrol. Sampel kasus yaitu bayi yang mengalami asfiksia bayi baru lahir dan sampel kontrol yaitu bayi yang tidak mengalami asfiksia bayi baru lahir. Jumlah menggunakan rumus Slovin. Hasil perhitungan sampel yang akan digunakan yaitu berjumlah 86 sampel. Maka sampel pada bayi yang mengalami asfiksia bayi baru lahir sebanyak 73 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 86 sampel. Dan bayi yang tidak mengalami kelompok multipara sebanyak 91 ibu . asfiksia bayi baru lahir sebanyak 86 sampel. Maka dalam penelitian case control ini sebanyak 5 ibu . 9%). menggunakan perbandingan 1 : 1 sehingga Analisa Univariat Tabel. Distribusi frekuensi hubungan jenis Paritas Persalinan Spontan Buatan Total Asfiksia (Kasu. (Kontro. Asfiksia Tidak Asfiksia Total Frekuensi . Presentase (%) Preterm Aterm Posterm dalam kelompok kasus yang melahirkan secara Primipara Multipara Grandemultipara melahirkan dengan persalinan buatan sebanyak Karakteristik Umur Kehamilan HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden Tabel. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden penelitian Usia O 20 th 20 th Ae 35 th Ou 35 th Sumber : Data Sekunder, 2022 Sumber : Data Sekunder, 2022 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa spontan sebanyak 48 ibu . ,1%) dan yang 38 ibu . ,2%). Sedangkan dalam kelompok kontrol yang melahirkan secara spontan Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 36 ibu . ,9%) dan dan yang dari hasil penghitungan tabel karakteristik melahirkan secara buatan sebanyak 50 ibu responden berdasarkan umur ibu dan umur . ,8%). kehamilan responden dalam sampel yang diambil sebanyak 172 orang diketahui bahwa umur ibu yang paling banyak adalah kelompok umur 20 tahun - 35 tahun sebanyak 132 ibu . 7%), dan pada kelompok umur Ou 35 tahun Analisa Bivariate Tabel. Distribusi frekuensi hubungan jenis persalinan dengan kejadian asfiksia bayi baru lahir di RSUD Bumiayu sebanyak 33 ibu . 2%), sedangkan pada kelompok umur O 20 tahun sebanyak 7 ibu . 1%). Pada penelitian ini juga didapatkan umur kehamilan paling banyak pada kelompok Asfiksia (Kontro. Tidak Asfiksia 57,1 36 42,9 43,2 50 56,8 50,0 86 50,0 (Kasu. Asfiksia Spontan 48 Persalinan Buatan 38 Total Total Aterm sebanyak 113 ibu . 7%) pada Berdasarkan table diatas menunjukkan bahwa kelompok posterm sebanyak 38 ibu . hasil perhitungan statistic dengan uji Chi sedangkan pada kelompok posterm sebanyak Square di peroleh p-value 0,068 karena nilai p- 21 ibu . 2%). Pada kelompok paritas untuk kelompok primipara sebanyak 76 ibu . 2%), menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang 0,068 74 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 . C0,. signifikan antara jenis persalinan terhadap Perubahan yang terjadi pada saat kejadian asfiksia bayi baru lahir di RSUD asfiksia adalah pernapasan yang merupakan Bumiayu. Nilai OR sebesar 1. 754 dengan tanda vital pertama yang berhenti ketika bayi Confidence interval (CI) 95% mencakup nilai baru lahir kekurangan oksigen. Pada periode lebih dari 1 merupakan factor resiko terjadinya awal bayi akan mengalami napas cepat . apid kasus asfiksia yang berarti bahwa ibu yang breathin. yang disebut dengan gasping melahirkan spontan mempunyai resiko 1. Setelah periode awal ini akan diikuti kali lebih besar untuk terjadinya asfiksia bayi dengan keadaan bayi tidak bernapas yang dise- baru lahir dibandingkan dengan ibu yang but apnu primer. Pada saat ini, frekuensi melahirkan dengan persalinan buatan. jantung mulai menurun, namun tekanan darah Dalam penelitian ini didapatkan hasil masih tetap bertahan. Bila keadaan ini analisis bivariate menunjukkan Hubungan jenis persalinan dengan kejadian asfiksia bayi melakukan usaha napas megap-megap yang statistic dengan uji chi square pada penelitian disebut gasping sekunder dan kemudian ini nilai p sebesar 0,068. Karena nilai p > 0,05 masuk ke dalam apnu sekunder. Pada saat ini, frekuensi jantung semakin menurun dan terdapatnya hubungan yang signifikan antara tekanan darah semakin menurun dan bisa jenis persalinan dengan kejadian asfiksia menyebabkan kematian bila bayi tidak segera Hasil penelitian ini menunjukkan (Nurhasanah, 2. bahwa jenis persalinan dengan risiko tinggi Hasil penelitian ini sejalan dengan bukan merupakan faktor risiko terjadinya Jodjana asfiksia neonatorum. Menurut peneliti, setiap dilakukan di RSUD Wangaya mengatakan persalinan membawa risiko bagi ibu dan janin Hubungan jenis persalinan dengan kejadian berupa kesakitan bahkan kematian, baik persalinan dengan instrumen maupun non didapatkan nilai p sebesar 0,481. Karena nilai Jika ibu maupun janin berada p > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak dalam kondisi yang berisiko mengalami terdapatnya hubungan yang signifikan antara komplikasi dalam persalinan, maka untuk jenis persalinan dengan segera menyelamatkan keduanya, perlu segera dilakukan persalinan dengan tindakan yaitu persalinan dengan alat tertentu, seperti forsep, ekstraksi vakum, ataupun operasi sesar. 75 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 Cynthia kejadian asfiksia Hasil Menurut Departemen Kesehatan RI bahwa faktor lain penyebab terjadinya asfiksia . menyatakan persalinan dengan tinda- di RSUD Bumiayu dapat terjadi karena Bayi kan . ungsang, bayi kembar, distosia bahu, berat lahir rendah dan bayi berat lahir lebih seksio caesarea, ekstraksi vakum dan ekstraksi dimasukkan dalam kelompok risiko tinggi, forsep. adalah faktor predisposisi asfiksia karena menunjukan angka kematian yang lebih Asfiksia dapat terjadi selama tinggi daripada berat bayi lahir cukup. Bayi kehamilan, pada proses persalinan, atau sesaat berat lahir rendah dan bayi berat lahir lebih segera setelah lahir. Berdasarkan hasil perhitungan statistic dengan uji Chi Square di peroleh p-value kecenderungan ke arah peningkatan terjadinya 0,068 karena nilai p-value 0,068 . C0,. infeksi, asfiksia, ikterus dan hipoglikemi. Hal hubungan jenis persalinan terhadap kejadian tersebut terjadi dikarenakan ada kemungkinan asfiksia bayi baru lahir dengan nilai OR 1. Confidence interval (CI) 95% mencakup nilai penelitian bukanlah satu-satunya faktor risiko lebih dari 1 merupakan factor resiko terjadinya kasus asfiksia CI 95% yang berarti bahwa ibu Mungkin saja pada sampel penelitian terdapat yang melahirkan spontan mempunyai resiko gangguan intrauteri yang dapat menyebabkan terjadinya asfiksia, akan tetap tidak dapat asfiksia bayi baru lahir dibandingkan dengan diketahui oleh peneliti. Selain hal tersebut, ibu yang melahirkan dengan persalinan buatan pada penelitian ini terdapat beberapa faktor yang berarti menunjukkan bahwa tidak ada risiko yang tidak diamati oleh peneliti dan persalinan terhadap kejadian asfiksia bayi baru pengganggu seperti paritas, masa gestasi, kali lebih besar untuk terjadinya lahir di RSUD Bumiayu. penyakit ibu seperti anemia, riwayat obstetri jelek, proses persalinan dan kelainan letak. UCAPAN TERIMA KASIH/ Kebanyakan kejadian asfiksia ACKNOWLEDGEMENT. proses multifaktorial sehingga jarang sekali Kami mengucapkan terima kasih kepada asfiksia terjadi akibat salah satu faktor saja. Rumah Sakit Umum Daerah Bumiayu beserta Meskipun secara statistik tidak ada korelasi jajarannya yang telah memberikan izin dalam yang bermakna, namun penelitian menunjukan jenis persalinan dapat menyebabkan asfiksia. penelitian berlangsung. 76 a Jurnal Voice of Midwifery. Vol. 13 No. 2 September 2023 DAFTAR PUSTAKA