Efektifitas Pelaksanaan Pengadaan Jasa Kontruksi Berbasis E-Program Sutriyono. Tiong Iskandar. Rahayu Isnin Astuti EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENGADAAN JASA KONTRUKSI BERBASIS E-PROGRAM (STUDI KASUS: DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BLITAR) Sutriyono 1. Tiong Iskandar 1. Rahayu Isnin Astuti 2 Dosen Pascasarjana Program Studi Teknik Sipil Konsentrasi Manajemen Konstruksi ITN Malang Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Teknik Sipil Konsentrasi Manajemen Konstruksi ITN Malang ABSTRAK Bupati Blitar mengeluarkan peraturan Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pengadaan Jasa Konstruksi Pemerintah dengan melalui unit layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Di Kabupaten Blitar diwajibkan membentuk ULP (Unit Layanan Pengadaa. tentang pelaksanaan e-procurement yang mana pelaksanaan e-procurement memanfaatkan fasilitas teknologi dan komunikasi yang merupakan implementasi dari manajemen informasi proyek. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas pelaksanaan pengadaan jasa kontruksi secara elektronik di Kabupaten Blitar dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya. Metodologi analisa data yang digunakan adalah dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 70 responden dari pihak PPK. Pejabat Pengadaan/ Panitia Pengadaan/ Pokja ULP dan Penyedia Jasa yang berada di lingkup Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Blitar Berdasarkan hasil penelitian dengan Uji F / Anova secara simultan Sumber Daya Manusia (X. Sarana dan Prasarana (X. Regulasi (X. Biaya (X. Organisasi (X. , dan waktu (X. berpengaruh terhadap Efektifitas Pengadaan Jasa Kontruksi Secara Online (Y) dengan nilai Fhitung = 25. 059 > Ftabel = 2. Namun berdasarkan hasil uji t secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap Efektifitas pengadaan barang dan jasa secara online/elektronik (Y) adalah Sumber Daya Manusia (X. dengan thitung = 4,325 > dari ttabel = 1,671. Sarana dan Prasarana (X. dengan thitung = 7,105 > dari ttabel = 1,671. Regulasi (X. dengan thitung = 8,945 > dari ttabel = 1,671. Biaya (X. dengan thitung = 10,988 > dari ttabel = 1,671 dan Organisasi (X. dengan thitung = 6,680 > dari ttabel = 1,671 dan Faktor yang paling dominan adalah faktor biaya (X. dengan koefisien standardize sebesar 0,819. Kata Kunci : Efektifitas. Pengadaan Jasa Kontruksi. E-Program PENDAHULUAN Pengadaan barang dan jasa adalah kegiatan untuk memperoleh barang dan jasa oleh Kementrian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Instansi yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh barang dan jasa. Kementrian/Lembaga/Satuan Kerja Jurnal Info Manajemen Proyek Efektifitas Pelaksanaan Pengadaan Jasa Kontruksi Berbasis E-Program Sutriyono. Tiong Iskandar. Rahayu Isnin Astuti Perangkat Daerah/Instansi, yang selanjutnya disebut K/L/D/I adalah instansi/institusi yang mengunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pengguna barang dan jasa adalah Pejabat pemegang kewenangan pengguna barang dan atau jasa milik Negara/Daerah di masing-masing K/L/D/I. Pengadaan barang dan jasa merupakan upaya untuk mendapatkan atau mewujudkan barang dan jasa sesuai permintaan dengan mengunakan sistem tertentu supaya dicapai kesepakatan harga, kesepakatan waktu dan kesepakatan mutu atau kwalitas dari barang tersebut. Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 172 Tahun 2014 tentang perubahan ke tiga atas peraturan Presiden Keputusan Pemerintah telah mengeluarkan perubahan Perpres 54 Tahun 2010. Peraturan Presiden ini pun sudah mengalami perubahan empat kali tentang pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, namun perubahan yang paling banyak terdapat pada Peraturan Presiden 70 Tahun 2012 tentang Perubahan. Namun Pemerintah juga membuat keputusan perubahan ke empat atas peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan Baran dan Jasa Pemerintah yaitu Perpres Nomor 4 Tahun 2015. Perpres Nomor 4 Tahun 2015 mengatur tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, yang bertujuan untuk mengurangi bermacam-macam bentuk penyimpangan yang terjadi selama ini dan memperkecil tingkat penyimpangan. Peraturan tersebut merupakan aspek hukum dan telah di atur mengenai administrasi kontraknya. Menindaklanjuti Perpes tersebut. Pemerintah bersamaan dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerinta. yang bertugas dan bertanggung jawab membuat suatu sistem baru untuk melaksanakan pengadaan barang dan jasa pemerintah yaitu e-procurement. Adapun pihak mediator adalah LPSE . ayanan pengadaan secara elektroni. antara vendor ( penyedia barang dan jas. ,dan pihak pengguna . nstansi pemerinta. , serta sebagai pengelola system eprocurement. Berdasarkan Peraturan Presiden RI No. 4 tahun 2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, yang mewajibkan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah/Instansi untuk melaksanakan pengadaan barang dan jasa secara elektronik yang sebagian atau seluruh paket-paket pekerjaan. Pada tahun 2011 BUPATI BLITAR mengeluarkan peraturan Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah melalui unit layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kabupaten Blitar Serta diwajibkan membentuk ULP (Unit Layanan Pengadaa. tentang pelaksanaan e-procurement yang mana pelaksanaan e-procurement memanfaatkan fasilitas teknologi dan komunikasi yang merupakan implementasi dari manajemen informasi proyek. Peraturan tersebut pada dasarnya bertujuan untuk kembali ke prinsip dasar pelelangan itu sendiri yaitu efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, akuntabel, adil dan tidak diskriminatif. Proses pengadaan Barang dan Jasa juga diharapkan bebas dari praktek KKN. Oleh karena itu, e-procurement yang dilakukan oleh lembaga pemerintah adalah salah satu aplikasi yang merupakan implementasi dari lembaga tersebut dalam mengimplementasikan Good Corporate Gavernance (GCG) Jurnal Info Manajemen Proyek Efektifitas Pelaksanaan Pengadaan Jasa Kontruksi Berbasis E-Program Sutriyono. Tiong Iskandar. Rahayu Isnin Astuti Permasalahan yang terjadi apakah penerapan pengadaan barang dan jasa secara elektronik sudah sesuai dengan tujuan pembuatanya yaitu peningkatan efisiensi/efektifitas serta trasnparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Dengan studi kasus pada Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar, melalui penelitian ini selain untuk melihat efektifitas penerapan pengadaan barang dan jasa secara elektronik, bisa dilihat juga faktor pembentuk efektifitas pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur efektifitas suatu sistem, apakah sudah sesuai dengan tujuan atau belum dan factor apa yang paling berpengaruh dalam dalam mempengaruhinya. Jika hasilnya ternyata tidak sesuai, mengindikasikan bahwa penerapan sistem e-procurement ini sia-sia karena tidak sesuai dengan tujuan yang dicapai. Sehingga melalui penelitian ini dapat memberikan manfaat secara langsung bagi Instansi Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar sebagai bahan evaluasi atas penerapan pengadaan barang dan jasa secara elektronik. LANDASAN TEORI Efektifitas Pengertian efektifitas secara umum menunjukkan sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan. Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target . uantitas, kualitas, dan wakt. telah dicapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektifitasnya Efektifitas dikemukakan sebagai penyelesaian pekerjaan tepat pada waktu yang telah ditentukan. Jadi efektifitas dapat dipahami sebagai suatu tingkat ketepatan dalam menyelesaikan suatu hal tertentu sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. Dalam Penjelasan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 disebutkan bahwa Efektif, berarti Pengadaan barang dan jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesarbesarnya Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuantujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Efektifitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target . uantitas, kualitas, dan wakt. yang telah dicapai oleh manajemen, yang mana target tersebut sudah ditentukan terlebih dahulu. Efektifitas terkait dengan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang sesuai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tinjauan Umum Mengenai Peraturan Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Peraturan atau yang mengatur dan juga berkaitan dengan system pengadaan barang dan jasa dapat di jelaskan secara umum sebagai berikut : Keputusan Presiden 80 Thn 2003 Pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Pemerintah. Jurnal Info Manajemen Proyek Efektifitas Pelaksanaan Pengadaan Jasa Kontruksi Berbasis E-Program Sutriyono. Tiong Iskandar. Rahayu Isnin Astuti Peraturan Presiden 54 Thn 2010 Pengadaan barang dan jasa Pemerintah Perpres 07 Thn 2012 tentang perubahan kedua perubahan atas peraturan. Presiden No. 54 Thn 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah Peraturan Kepala LKPP Nomor 6 Tahun 2012 tentang perencanaan umum pengadaan barang dan jasa Etika Pengadaan Barang dan Jasa Melaksanakan tugas secara tertib, disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran, kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan pengadaan barang dan jasa. Bekerja secara profesional dan mandiri, serta menjaga kerahasiaan dokumen pengadaan barang dan jasa yang menurut sifatnya harus dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat terjadinya persaingan tidak sehat Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis para pihak Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan para pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan barang dan j asa Menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang dan jasa. Menghindari dan mencegah penyalah gunaan wewenang dan atau kolusi dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara. Pengertian Electronic Procurement . - procuremen. Di zaman modern pengguna internet sangat pesat dan menghasilkan sebuah model perdagangan elektronik (E-Commerc. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa e-commerce adalah system perdagangan yang menggunakan mekanisme elektronik yang ada di jaringan internet. E-commerce inilah sebagai landasan munculnya Electronic Procurement (E-procuremen. yang mengkhususkan perdagangan pada pengadaan barang/ jasa. Ini merupakan warna baru dalam dunia perdagangan, di mana kegiatan perdagangan tersebut dilakukan secara elektronik dan online. Pembeli tidak harus datang ke toko dimana dia memilih barang secara langsung, melainkan cukup melakukan browsing di depan komputer untuk melihat daftar barang dagangan secara elektronik. Jika sudah memutuskan untuk membeli, maka cukup mengisi beberapa formulir yang disediakan, kemudian mengimkannya secara online. Pembayaran bisa dilakukan secara transfer bank, kemudian tinggal menunggu barang datang. Dalam pelaksanananya. E-Commerce maupun E-Procurement menimbulkan beberapa isu menyangkut aspek hukum perdagangan dalam penggunaan system yang terbentuk secara online networking management tersebut. Beberapa permasalahan tersebut Jurnal Info Manajemen Proyek Efektifitas Pelaksanaan Pengadaan Jasa Kontruksi Berbasis E-Program Sutriyono. Tiong Iskandar. Rahayu Isnin Astuti antara lain menyangkut prinsip-prinsip yurisdiksi dalam transaksi, permasalahan kontrak dalam transaksi elektronik, masalah perlindungan konsumen, masalah pajak . , kasus-kasus pemalsuan tanda tangan, dan sebagainya Populasi Dan Sampel Yang dimaksud dengan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Yang dimaksud dengan sampel adalah kumpulan dari unit sampling yang ditarik dan merupakan sub bagian dari populasi dengan sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar mewakili dari obyek yang diteliti karena kesimpulan yang diperoleh dari analisa sampel akan berlaku juga terhadap populasi yang diteliti (Sugiyono, 2. Hipotesis Statistik Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah Kebenaran dari hipotesis itu harus dibuktikan melalui data yang Pengertian hipotesis tersebut adalah untuk hipotesis penelitian. Sedangkan secara statistik hipotesis diartikan sebagai pernyataan mengenai keadaan populasi . yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh dari sampel penelitian . Oleh karena itu dalam statistik yang diuji adalah hipotesis nol. Jadi hipotesisi nol adalah pernyataan tidak adanya perbedaan antara parameter dengan statistik . ata sampe. Lawan dari hipotesis nol adalah hipotesis alternatif, yang menyatakan adanya perbedaan antara parameter dan statistik. Hipotesis nol diberi notasi Ho, dan hipotesis alternatif diberi notasi Ha (Sugiyono, 2. Uji Validitas Pengujian validitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah kuesioner yang dibuat merupakan alat yang tepat dan cermat untuk mengukur apa yang ingin diukur, dalam hal ini apakah kuesioner sudah cukup dipahami oleh semua responden yang diindikasikan oleh kecilnya jawaban yang tidak terlalu menyimpang dengan rata-rata jawaban responden lain (Riduwan, 2. Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan cara mencoba instrument . ukup sekal. , kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Untuk menguji reliabilitas digunakan metode Alpha Cronbach (Sugiyono, 2. Metode Alpha Cronbach digunakan untuk mencari realibilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0 ( ya dan tidak ). Analisis Regresi Linier Berganda Regresi linier digunakan untuk merumuskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Rumus yang dapat digunakan sebagai berikut (Sugiyono, 2. Jurnal Info Manajemen Proyek Efektifitas Pelaksanaan Pengadaan Jasa Kontruksi Berbasis E-Program Sutriyono. Tiong Iskandar. Rahayu Isnin Astuti Untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap suatu variabel digunakan teknik analisa regresi dengan melihat angka koefisien regresi yang paling besar, uji F (ANOVA) untuk model regresi secara simultan, uji t untuk model regresi secara parsial. Nilai R2 . oefisien Determinas. Uji F (Fisher tes. Uji F dikenal Uji Analysis of variance (ANOVA), yaitu uji untuk melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel bebasnya secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya. Atau untuk menguji apakah model regresi yang kita buat baik / signifikan atau tidak baik / non signifikan. Jika model signifikan maka model bisa digunakan untuk prediksi / peramalan, sebaliknya jika non / tidak signifikan maka model regresi tidak bisa digunakan untuk peramalan. Uji F dapat dilakukan dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel, jika Fhitung > dari Ftabel, (Ho di tolak Ha diterim. maka model signifikan atau bisa dilihat dalam kolom signifikansi pada Anova (Olahan dengan SPSS. Gunakan Uji Regresi dengan Metode Enter / Full Mode. Model signifikan selama kolom signifikansi (%) lebih kecil dari alpha . esiapan berbuat salah tipe 1, yang menentukan peneliti sendiri, ilmu sosial biasanya paling besar alpha 10%, atau 5% atau 1%). Dan sebaliknya jika Fhitung < Ftabel, maka model tidak signifikan, hal ini juga ditandai nilai kolom signifikansi (%) akan lebih besar dari alpha Uji t . Uji t dikenal dengan uji parsial, yaitu untuk menguji bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri terhadap variabel terikat Uji ini dapat dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel atau dengan melihat kolom signifikansi pada masing-masing thitung, proses uji t identik dengan Uji F . ihat perhitungan SPSS pada Coefficient Regression Full Model / Ente. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian Jika ditinjau dari metodenya maka penelitian ini termasuk penelitian Penelitian Tesis ini termasuk penelitian survey yaitu penelitian yang mengunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data. Ada 3 . persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu : Sistematis, apabila penelitian dilaksanakan menurut pola tetentu, dari yang paling sederhana sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien Berencana, apabila penelitian dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah difikirkan langkah-langkah Mengikuti konsep ilmiah, apabila mulai dari awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan. Berkaitan dengan strategi ragam penelitian termasuk penelitian opini, yaitu mencari pendapat atau pandangan dari orang-orang yang berpengalaman dan sangat berperan dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Pengumpulan data Jurnal Info Manajemen Proyek Efektifitas Pelaksanaan Pengadaan Jasa Kontruksi Berbasis E-Program Sutriyono. Tiong Iskandar. Rahayu Isnin Astuti dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer, yaitu langsung berhubungan dengan responden dengan cara memberikan beberapa pertanyaan yang berupa kuesioner yang diberikan oleh peneliti. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, yang menjadi sampel adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Panitia Pengadaan/Pokja ULP dan Penyedia Jasa/Kontraktor. Data yang diperoleh merupakan data primer, yaitu suatu cara pengumpulan data yang langsung berhubungan dengan responden tanpa melalui perantara atau pihak lain, seperti dari badan statistik atau referensi data lainnya. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuisioner dan wawancara. Data pada penelitian ini merupakan data kuantitatif, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah untuk mengetahui penerapan dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi evaluasi pengadaan barang dan jasa secara elektronik apakah sudah efektif dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektifitas pengadaan barang dan jasa secara elektronik di Kabupaten Blitar Metode Pengumpulan Data Menggunakan kuisioner daftar pertanyaan telah disusun sehingga dapat memudahkan responden untuk menjawab pertanyaan yang ada. Kuisioner tersebut diantarkan langsung kepada kontraktor-kontraktor sesuai dengan data yang diperoleh dari instansi-instansi terkait, maka dari itu peneliti mengantarkan langsung kepada yang bersangkutan supaya bisa memberikan penjelasan tentang sesuatu hal yang berkaitan dengan penelitian Variabel-Variabel Penelitian Variabel Bebas (X), terdiri dari : SDM (X. SARPRAS (X. Regulasi (X. Biaya (X. Organisasi (X. Waktu (X. Variabel Terikat (Y) : Efektifitas Pengadaan Barang dan Jasa Secara Online (Y) Metode Analisis Data Analisa data adalah suatu kegiatan untuk meneliti, memeriksa, mempelajari, membandingkan data yang ada dan membuat interpretasi yang diperlukan. Selain itu, analisis data dapat digunakan untuk meng-indentifikasi ada tidaknya masalah. Kalau ada, masalah tersebut harus dirumuskan dengan jelas dan benar. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda yang memberikan gambaran dengan jelas dan benar makna dari indikator-indikator yang ada. Jurnal Info Manajemen Proyek Efektifitas Pelaksanaan Pengadaan Jasa Kontruksi Berbasis E-Program Sutriyono. Tiong Iskandar. Rahayu Isnin Astuti membandingkan dan menghubungkan antara indikator yang satu dengan indikator Analisis Faktor Konfirmatori (Confirmatory Factor Analysis Ae CFA) Analisis faktor konfirmatori atau sering disebut Confirmatory Factor Analysis (CFA) digunakan untuk menguji dimensionalitas suatu konstruk yaitu melakukan pengukuran model . easurement mode. untuk menguji validitas dan reliabilitas dari indikator Ae indikator pembentuk konstruk laten tersebut. Suatu konstruk dapat berbentuk unidimensional atau multidimen-sional. Untuk melakukan CFA terdapat perbedaan, dimana bentuk undi-mensional dapat dilakukan dengan First Order Confirmatory Factor Ana-lysis, dan bentuk multidimensional dapat dilakukan dengan Second Order Confirmatory Factor Analysi. ANALISA DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Responden dan Sampel Penelitian Dalam penelitian ini pengambilan sampel berdasarkan kriteria responden sebagai berikut : Pejabat Pembuat Komitmen adalah seseorang yang menangani kegiatan dan mempunyai tanggung jawab penuh terhdapa pelaksanaan pekerjaan. Pejabat Pengadaan/ Panitia Pengadaan/ Pokja ULP yang mempunyai pengalaman melelang secara elektronik Penyedia Jasa/Kontraktor yang mempunyai pengalaman ikut Pengadaan Barang dan Jasa Secara Online Hasil Uji Validitas Hasil uji validitas dapat dijelaskan bahwa Nilai koefisien korelasi pearson tiap variabel > 0,3 dan nilai p-value pada tiap variabel lebih kecil daripada a = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel dan indikator yang digunakan dalam kuisioner penelitian ini sudah valid Hasil Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah ukuran yang digunakan untuk menguji konsisten dan Konsistensi menjelaskan seberapa baik item mengukur suatu konsep sebagai satu kesatuan. Reliabilitas dalam penelitian ini diukur mengunakan tehnik alpha cronbachAos, yang dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing skor pertanyaan dalam setiap variabel. Koefisien alpha mengukur interkorelasi masing-masing pertanyaan dalam mengukur sebuah konsep. Koefisien alpha kurang dari 0,6 mengidentifikasikan reliabilitas yang buruk, angka sekitar 0,7 menyatakan reliabilitas dapat diterima dan angka di atas 0,8 adalah menyatakan reliabilitas yang baik. Sehingga semakin baik mendekati angka 1 adalah reliabilitas semakin baik. Jurnal Info Manajemen Proyek Efektifitas Pelaksanaan Pengadaan Jasa Kontruksi Berbasis E-Program Sutriyono. Tiong Iskandar. Rahayu Isnin Astuti Hasil Analisis Faktor Variabel Material (X. , dibentuk dengan variabel-variabel manifes yang terdiri dari : Kekurangan material (X1. Penghantaran material terlambat (X1. Terjadi perubahan material (X1. Kerusakan material dipenyimpanan (X1. , dan Sering terjadi kelangkaan material (X1. Variabel Tenaga Kerja (X. , dibentuk dengan variabel-variabel manifes yang terdiri dari : Tenaga kerja tidak memiliki keterampilan yang baik (X2. Kesulitan mencari tenaga kerja (X2. Tenaga Mandor yang kurang memadai (X2. dan Tenaga pengawas lapangan yang kurang memadai (X2. Variabel Peralatan (X. , dibentuk dengan variabel-variabel manifes yang terdiri dari : Kondisi peralatan tidak baik (X3. Peralatan tidak digunakan sesuai fungsinya (X3. Peralatan tidak sesuai spesifikasi (X3. Keterlambatan pengiriman peralatan (X3. , dan Terbatasnya jumlah peralatan (X3. Variabel Metode Pelaksanan Pekerjaan (X. , dibentuk dengan variabelvariabel manifes yang terdiri dari : Pekerjaan tidak sesuai dengan cara-cara yang ditentukan (X4. Pekerjaan tidak mengikuti spesifikasi (X4. , dan Pekerjaan tidak dilakukan dengan metode yang baik dan benar (X4. Variabel Metode Penjadwalan Pekerjaan (X. , dibentuk dengan variabelvariabel manifes yang terdiri dari : Metode penjadwalan pekerjaan tidak di terapkan dengan baik dan benar (X5. Metode penjadwalan pekerjaan tidak tersusun dengan baik (X5. , dan Pembuatan metode pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan ketentuan (X5. Variabel Keuangan (X. , dibentuk dengan variabel-variabel manifes yang terdiri dari: Keterlambatan pembayaran oleh kontraktor kepada pekerja (X6. Keterlambatan pembayaran oleh kontraktor kepada supplayer (X6. , dan Keterlambatan pembayaran oleh owner/pemilik kepada kontraktor (X6. Variabel Perubahan Desain (X. , dibentuk dengan variabel-variabel manifes yang terdiri dari : Sering terjadinya Perubahan desain oleh Owner (X7. Keterlambatan proses perubahan dari perencanaan (X7. , dan Tidak terpenuhinya perencanaan awal (X7. Variabel Pengawasan (X. , dibentuk dengan variabel-variabel manifes yang terdiri dari : Pengawasan Pekerjaan (X8. Tenaga pengawas lapangan . ihak kontrakto. (X8. Tenaga pengawas lapangan . ihak konsultan pengawa. (X8. , dan Tenaga Mandor yang kurang memadai (X8. Hasil Analisis Regresi Berganda Analisis regresi digunakan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektifitas pengadaan barang jasa secara elektronik di Kabupaten Pamekasan dan faktor dominannya. Dalam pengolahan data dengan menggunakan analisis regresi linier, dilakukan beberapa tahapan untuk mencari hubungan antara variabel independen Jurnal Info Manajemen Proyek Efektifitas Pelaksanaan Pengadaan Jasa Kontruksi Berbasis E-Program Sutriyono. Tiong Iskandar. Rahayu Isnin Astuti dan dependen. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan software SPSS didapatkan ringkasan seperti pada Tabel 1. Tabel 1 Ringkasan Hasil Analisis Regresi Variabel Konstanta SDM (X. Sarana & Prasarana (X. Regulasi (X. Biaya (X. Organisasi (X. Koefisien A 0,000 0,027 0,101 0,088 0,819 0,052 p-Value 1,331 4,325 7,105 8,945 10,988 6,680 0,188 0,003 0,000 0,000 0,000 0,002 Keterangan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : Berdasarkan Hasil Uji F / Anova secara simultan Sumber Daya Manusia (X. Sarana dan Prasarana (X. Regulasi (X. Biaya (X. Organisasi (X. , dan waktu (X. berpengaruh terhadap Efektifitas Pengadaan Jasa Kontruksi Secara Online (Y) dengan nilai Fhitung = 25. 059 > Ftabel = 2. Namun berdasarkan hasil uji t secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap Efektifitas pengadaan barang dan jasa secara online/elektronik (Y) adalah Sumber Daya Manusia (X. dengan thitung = 4,325 > dari ttabel = 1,671. Sarana dan Prasarana (X. dengan thitung = 7,105 > dari ttabel = 1,671. Regulasi (X. dengan thitung = 8,945 > dari ttabel = 1,671. Biaya (X. dengan thitung = 10,988 > dari ttabel = 1,671 dan Organisasi (X. dengan thitung = 6,680 > dari ttabel = 1,671. Faktor yang paling dominan mempengaruhi efektifitas pelaksanaan pengadaan jasa kontruksi secara elektronik di Kabupaten Blitar adalah faktor biaya (X. dengan koefisien standardize sebesar 0,819 Saran Saran untuk Pemerintah baik pusat maupun daerah guna meningkatkan Efektifitas pelaksanaan pengadaan barang dan jasa secara elektronik. Saran untuk penelitian selanjutnya, diharapkan menambah indikatorindikator variabel bebas yang mempengaruhi variabel efektifitas. itu, diharapkan penelitian ini dapat diterapkan untuk penelitian di bidang yang lain DAFTAR PUSTAKA