PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN 8 . : HLM. PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN e-ISSN: 2621-8119 DOI: https://doi. org/10. 46774/pptk. Studi Potensi Gulma sebagai Biofarmaka pada Agroekosistem Perkebunan Karet Study of the Potential of Weeds as Biopharmaceuticals in Rubber Plantation Agroecosystems Alfredo Grace Anggito Aritonang1. Aliya Agustin2. Maiyola Pratiwi2 . Umar Harun3*) 1,2,3 Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Sriwijaya. Indralaya30662 Ogan Ilir. Sumatera Selatan Korespondensi Penulis: Phone : 628127870243, mumarharun@unsri. Diterima : 13 September 2025 Direvisi : 18 Desember 2025 Diterbitkan : 30 Desember 2025 This is an open access article under the CC BY-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses /by-sa/4. PPTK is indexed Journal and accredited as Sinta 4 Journal . ttps://sinta. id/journal s/profile/7. ABSTRACT Weeds are classified as wild plants that grow in agricultural fields, plantations, and cultivated land. The presence of weeds is usually undesirable, as they can compete with the main crop and have the ability to reproduce rapidly in various environmental settings. However, weeds have benefits, one of which is their role as medicinal plants that have historically been used by communities to alleviate illness and improve overall health. The purpose of this study was to identify weeds with potential as biopharmaceuticals in rubber plantations at PTPN I Regional i Kebun Siluwok, with coordinates 6A58'01. 91AuS 110A00'19. 86AyE . This study was conducted from June to July. The research methods used were direct field observation and literature study. Identification was carried out using the PlantNet and PictureThis The results showed that there were 25 weed species, 15 of which had potential as biopharmaceuticals, namely Christella dentata. Asystasia gangetica. Oxalis barrelieri. Ageratum conyzoides. Lantana camara. Clidemia hirta. Chromolaena odorata. Crassocephalum crepidioides. Paederia foetida. Peperomia pellucida. Mimosa pudica. Synedrella nodiflora. Urena lobata. Phyllanthus tenellus, and Mikania micrantha, with various benefits ranging from antibacterial and antiinflammatory properties to traditional medicine for certain diseases. These findings indicate that weeds not only compete with rubber plants but also serve as a valuable economic source of biopharmaceuticals for Keywords: dry land, medicinal plants, rubber plantation ecosystem, weed identification ABSTRAK Gulma diklasifikasikan sebagai tumbuhan liar yang berkembang biak di ladang pertanian, perkebunan, dan lahan budidaya. Kehadiran gulma biasanya tidak diharapkan, karena dapat menimbulkan persaingan dengan tanaman utama dan memiliki kemampuan untuk berkembang biak dengan cepat di berbagai pengaturan lingkungan. Meskipun demikian, gulma memiliki manfaat, salah satunya peran gulma sebagai tanaman obat yang secara historis telah digunakan oleh masyarakat untuk meringankan penyakit dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikas gulma yang berpotensi sebagai biofarmaka pada perkebunan karet di PTPN I Regional i Kebun Siluwok, dengan koordinat 6A58Ao01. 91AyS 110A00Ao19. 86AyT . Penelitin ini dilakukan Studi Potensi Gulma sebagai Biofarmaka pada Agroekosistem Perkebunan Karet dari bulan juni sampai juli. Metode penelitian menggunakan observasi langsung lapangan dan studi literatur. Identifkasi menggunakan aplikasi PlantNet dan PictureThis. Hasil penelitian menunjukkan ada 25 spesies gulma, di antaranya 15 spesies memiliki potensi sebagai biofarmaka, yaitu Christella dentata. Asystasia gangetica. Oxalis barrelieri. Ageratum conyzoides. Lantana camara. Clidemia hirta. Chromolaena odorata. Crassocephalum crepidioides. Paederia foetida. Peperomia pellucida. Mimosa pudica. Synedrella nodiflora. Urena lobata. Phyllanthus tenellus, dan Mikania micrantha dengan manfaat beragam mulai dari antibakteri, antiinflamasi, hingga pengobatan tradisional penyakit tertentu. Temuan ini mengindikasikan bahwa gulma tidak hanya berperan sebagai pesaing tanaman karet, tetapi juga sebagai sumber biofarmaka yang bernilai ekonomis bagi kesehatan. Kata kunci: ekosistem kebun karet, identifikasi gulma, lahan kering, tanaman obat. PENDAHULUAN Perkebunan karet (Hevea brasiliensi. merupakan salah satu komoditas penting yang berperan besar dalam perekonomian Indonesia (Perdana, 2. Indonesia termasuk produsen karet alam terbesar dunia, dengan kontribusi signifikan terhadap ekspor dan penyediaan bahan baku industri manufaktur, terutama ban, sarung tangan, dan produk lateks lainnya (Wibowo, 2. Selain itu, perkebunan karet juga memiliki peranan strategis dalam penyediaan lapangan kerja, terutama di wilayah pedesaan yang menjadi sentra Dengan keberlanjutan produktivitas karet menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional maupun kontribusi Indonesia di pasar internasional. Salah satu kendala utama dalam budidaya karet adalah keberadaan gulma yang dapat menurunkan (Grimaldi Rahmadi, 2. Gulma berperan sebagai pesaing dalam perolehan cahaya, air, dan unsur pertumbuhan bibit maupun mengurangi hasil lateks(Pamungkas et al. , 2. Dinamika komunitas gulma sangat dipengaruhi oleh umur tanaman karet, di mana jenis-jenis tertentu mendominasi pada fase tanaman belum menghasilkan, sedangkan gulma lain lebih berkembang pada fase tanaman menghasilkan (Hidayah et al. , 2. Beberapa gulma bahkan diketahui memiliki efek alelopati yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman (Shirgapure dan Ghosh. Oleh karena itu, pengendalian gulma menjadi salah satu aspek penting dalam manajemen perkebunan karet. Paradigma baru dalam penelitian gulma menunjukkan bahwa tidak semua gulma bersifat merugikan. Beberapa jenis gulma diketahui memiliki kandungan bioaktif yang bermanfaat dalam bidang farmasi, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber biofarmaka (Sharma dan Pant, 2. Misalnya. Chromolaena odorata. Ageratum conyzoides, dan Euphorbia hirta memiliki antioksidan, hingga antidiabetes (Tyas. Herrianto, and Eurika 2. Hal ini membuka peluang pemanfaatan gulma sebagai bahan dasar biofarmaka yang bernilai ekonomi Inventarisasi gulma yang berpotensi sebagai biofarmaka pada perkebunan karet menjadi penting, tidak hanya untuk mendokumentasikan keanekaragaman hayati, tetapi juga sebagai langkah awal dalam pemanfaatan sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gulma yang terdapat pada perkebunan karet serta menginventarisasi gulma yang memiliki potensi sebagai biofarmaka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu botani, farmakologi, dan PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kebun karet yang terletak di Desa Plelen. Kecamatan Gringsing. Kabupaten Batang. Provinsi Jawa tengah dan dilaksanakan dari bulan Juni sampai Juli 2025. Kebun karet dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki ekosistem gulma yang beranekaragam. Penelitian ini dibagi menjadi empat tahap yaitu survei kebun pengambilan data spesies gulma pada setiap plot, dan skrining potensi gulma. Plot pengamatan ada lima petak dengan luas masing-masing plot adalah 20m y 20m. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini akan mendeskripsikan mengenai keanekaragaman jenis gulma serta potensi gulma. Data primer melakukan pengamatan langsung kelapangan. Mengidentifikasi gulma yang didapat secara akurat dengan kamera ponsel menggunakan aplikasi PictureThis dan PlantNet. Analisis manfaat gulma pada penelitian ini berdasarkan artikel ilmiah terdahulu terkait potensi gulma. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh sebanyak 25 spesies Gulma tersebut dikelompokkan berdasarkan morfologinya, terdapat 3 . spesies gulma rumputan (Grasse. , 19 . embilan bela. spesies gulma berdaun lebar (Broadleaf Weed. , 3 . spesies gulma pakuan (Sedge. Data spesies gulma yang ditemukan ini disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Jenis Gulma yang Ditemukan di Perkebunan Karet Plot Spesies Gulma Christella dentata Pteris ensiformis Cyrtococcum patens Asystasia gangetica Centrosema pubescens Oxalis barrelieri Lantana camara Melothria pendula Clidemia hirta Ficus septica Axonopus compressus Crassocephalum crepidioides Christella dentata Ficus septica Cyrtococcum patens Melothria pendula Asystasia gangetica Paederia foetida Ageratum conyzoides Praxelis clematidea Peperomia pellucida Mimosa pudica Ficus septica Melothria pendula Cyrtococcum patens Christella dentata Chromolaena odorata Centrosema pubescens Tacca palmata Microlepia speluncae Christella dentata Peperomia pellucida Tacca palmata Chromolaena odorata Synedrella nodiflora Nama Lokal Pakis lunak Paku pedang Rumput telur ikan Rumput israel Kacang sentro Belimbing tanah Tembelakan Timun tikus Harendong Awar-awar Jukut pahit Sintrong/ Taplek Pakis lunak Awar-awar Rumput telur ikan Timun tikus Rumput israel Sembukan Bandotan Wedusan Tumpang air Putri malu Awar-awar Timun tikus Rumput telur ikan Pakis lunak Kirinyuh Kacang sentro Gadung tikus Limpleaf fern Pakis lunak Tumpang air Gadung tikus Kirinyuh Jotang kuda Klasifikasi Gulma Pakuan Pakuan Rumputan Daun lebar Daun lebar Daun lebar Daun lebar Daun lebar Daun lebar Daun lebar Rumputan Daun lebar Pakuan Daun lebar Rumputan Daun lebar Daun lebar Daun lebar Daun lebar Daun lebar Daun lebar Daun lebar Daun lebar Daun lebar Rumputan Pakuan Daun lebar Daun lebar Daun lebar Pakuan Pakuan Daun lebar Daun lebar Daun lebar Daun lebar Studi Potensi Gulma sebagai Biofarmaka pada Agroekosistem Perkebunan Karet Pteris ensiformis Cyrtococcum patens Urena lobata Ficus septica Pteris ensiformis Christella dentata Phyllanthus tenellus Axonopus compressus Melothria pendula Centotheca lappacea Microlepia speluncae Clidemia hirta Mikania micrantha Cyrtococcum patens Paku pedang Rumput telur ikan Pulutan Awar-awar Paku pedang Pakis lunak Bunga daun mascarene Jukut pahit Timun tikus Suket lorodan Limpleaf fern Harendong Sambung rambat Rumput telur ikan Christella dentata dan Cyrtococcum patens merupakan gulma pakuan yang paling sering ditemukan dan ada di seluruh plot Hal kemampuan adaptasi ekologis yang tinggi dari gulma ini. Perbanyakan generatif pada kelompok pakuan melalui spora yang terbentuk pada sporangium di bagian bawah daun (Kusumaningsih. Saputra, and Muhardi Spora tersebut sangat ringan dan mudah terbawa angin, sehingga penyebarannya relatif Namun kelembapan tinggi, sehingga pakuan/ pakis cenderung tumbuh subur di area yang teduh dan memiliki kanopi rapat, di mana sinar matahari hanya masuk secara terbatas. Kondisi kelembapan mikrohabitat yang stabil di bawah tegakan karet mendukung siklus hidup gulma pakuan lebih baik dibandingkan area terbuka Rumputan seperti Axonopus compressus dan Cyrtococcum patens memperbanyak diri secara generatif melalui biji, sekaligus vegetatif dengan stolon atau rhizome (Efendy. Yudono, and Respatie 2. Mekanisme ini mendominasi area terbuka dengan intensitas cahaya tinggi. Karakteristik morfologi daun yang sempit dan sistem akar serabut yang rumputan berkompetisi efektif terhadap tanaman utama dalam perebutan nutrisi dan Penyebarannya biasanya masif pada jalur Pakuan Rumputan Daun lebar Daun lebar Pakuan Pakuan Daun lebar Rumputan Daun lebar Rumputan Pakuan Daun lebar Daun lebar Rumputan antarbarisan tanaman karet atau area yang sering terbuka karena lalu lintas manusia maupun alat pertanian. Gulma berdaun lebar, seperti Clidemia hirta. Lantana camara, dan Chromolaena odorata, umumnya memiliki ciri pertumbuhan tegak dengan sifat herbaceus maupun berkayu, titik tumbuh yang tampak jelas, serta termasuk golongan dikotil dengan sistem perakaran tunggang. Sebagian besar jenis gulma ini bersifat semusim dan melakukan reproduksi melalui organ generatif berupa biji, sehingga digolongkan sebagai annual weed (Setiawan. Sarjiyah, and Rahmi Selain itu, gulma daun lebar biasanya memerlukan paparan sinar matahari yang lebih tinggi dibandingkan pakuan, sehingga pertumbuhan optimalnya terjadi pada area terbuka di sekitar perkebunan atau di sela-sela tanaman karet dengan tajuk yang tidak terlalu Perbedaan jenis gulma pada suatu areal perkebunan umumnya dipengaruhi oleh pengairan, serta kondisi morfologi dan karakteristik tanaman utama yang berperan dalam membentuk mikroklimat, misalnya intensitas cahaya di bawah tajuk. Selain itu, keragaman gulma juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, salah satunya adalah keberadaan cadangan biji gulma di dalam tanah (Kamaluddin. HanoAoe, and Pardosi 2022. Akasah et al. PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 Gambar 1. Gulma Jenis Rumputan (Grasse. Gambar Gulma Jenis Daun (Broadleaf Weed. Asystasia . Axonopus . Lebar Cyrtococcum . Centotheca lappacea . Clidemia hirta, . Crassocephalum crepidioides Gambar 2. Gulma Jenis Pakuan (Sedge. Christella dentata, . Pteris ensiformis, . Microlepias peluncae Tabel 2. Hasil Skrining Gulma yang Berpotensi sebagai Biofarmaka No. Nama Spesies Christella dentata Pteris ensiformis Cyrtococcum patens Asystasia gangetica Centrosema pubescens Oxalis barrelieri Lantana camara Melothria pendula Clidemia hirta Ficus septica Axonopus compressus Crassocephalum crepidioide Paederia foetida Ageratum conyzoides Praxelis clematidea Peperomia pellucida Mimosa pudica Chromolaena odorata Tacca palmata Microlepia speluncae Synedrella nodiflora Urena lobata Phyllanthus tenellus Centotheca lappacea Mikania micrantha Nama Lokal Pakis lunak Paku pedang Rumput telur ikan Rumput israel Kacang sentro Belimbing tanah Tembelakan Timun tikus Harendong Awar-awar Jukut pahit Sintrong/ Taplek Sembukan Bandotan Wedusan Tumpang air Putri malu Kirinyuh Gadung tikus Limpleaf fern Jotang kuda Pulutan Meniran Suket lorodan Sambung rambat Keterangan : (*) : Gulma berpotensi sebagai biofarmaka (-) : Gulma tidak berpotensi sebagai biofarmaka Potensi Studi Potensi Gulma sebagai Biofarmaka pada Agroekosistem Perkebunan Karet Berdasarkan hasil skrining melalui literatur jurnal didapatkan bahwa dari 25 spesies gulma, sebanyak 15 spesies memiliki potensi sebagai biofarmaka. Spesies tersebut antara lain Christella dentata. Asystasia gangetica. Oxalis barrelieri. Lantana camara. Clidemia hirta. Crassocephalum crepidioides. Paederia foetida. Peperomia pellucida. Mimosa pudica. Chromolaena odorata. Synedrella nodiflora. Urena lobata. Phyllanthus tenellus, dan Mikania micrantha. Hal ini sejalan dengan penelitian (Krisnadi. Rudy, and Rachmawati 2. bahwa beberapa gulma di perkebunan karet memiliki senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan terpenoid yang berfungsi sebagai antibakteri, antiinflamasi, dan antidiabetes. Perbedaan potensi antar spesies dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan perbedaan kandungan bioaktif pada setiap Tabel 3. Bagian gulma yang digunakan dan Sebaran gulma yang berpotensi sebagai Titik Ditemukan No. Bagian yang (Plo. Nama Spesies 1 2 3 4 Christella dentata Daun Oo Oo Oo Oo Oo Asystasia gangetica Daun dan batang Oo Oo - Daun Oxalis barrelieri Oo - - 4. Ageratum conyzoides Lantana camara Clidemia hirta Chromolaena odorata Crassocephalum crepidioides Paederia foetida Peperomia pellucida Mimosa pudica Synedrella nodiflora Urena lobata Phyllanthus tenellus Mikania micrantha Daun, akar, dan Daun dan bunga Daun Daun Daun Daun dan batang Daun, batang, dan Akar dan daun Daun Daun dan akar Daun Daun, batang, dan Daun merupakan bagian yang paling banyak dimanfaatkan dari gulma yang berpotensi sebagai biofarmaka. Hal ini sejalan dengan literatur yang menegaskan bahwa daun mengandung konsentrasi tinggi metabolit Sebaran gulma pada tiap plot memperlihatkan variasi yang erat kaitannya dengan faktor ekologi, terutama tingkat gangguan habitat dan intensitas cahaya. Misalnya. Christella dentata dan Cyrtococcum ditemukan pada semua plot pengamatan, sedangkan spesies lain seperti Oxalis barrelieri dan Chromolaena odorata hanya ditemukan pada plot tertentu. Populasi gulma pada setiap plot menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Persebaran gulma cenderung berubah-ubah seiring dengan Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo adanya pengaruh berbagai faktor lingkungan. Tingkat keragaman gulma yang ditemukan di suatu plot tidak selalu sama dengan plot Variasi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain perbedaan jenis tanah, ketinggian tempat, serta pola budidaya atau teknik kultur yang diterapkan. (Aditiya Faktor penting yang mempengaruhi dominasi spesies gulma adalah ketersediaan Semakin besar intensitas cahaya yang fotosintesis terjadi, sehingga meningkatkan pertumbuhan secar keseluruhan (Imaniasita et , 2. Arah baris tanam dan kepadatan populasi yang dibudidayakan secara signifikan mempengaruhi jumlah cahaya yang diterima tanaman di bawah tegakan pohon. Akibatnya. PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 sangat penting untuk secara akurat menentukan jarak tanam dan arah baris yang optimal untuk distribusi sinar matahari yang lebih merata (Fauzi et al. Tabel 4. Manfaat Gulma sebagai Biofarmaka Nama Spesies Nama Lokal 1 Christella dentata Pakis lunak Asystasia gangetica Rumput israel Oxalis barrelieri Belimbing tanah Ageratum conyzoides Bandotan Lantana camara Tembelakan Clidemia hirta Harendong bulu Chromolaena odorata Kirinyuh Crassocephalum crepidioide Sintrong Paederia foetida Sembukan Peperomia pellucida Tumpang air Mimosa pudica Putri malu Synedrella nodiflora Jotang kuda Urena lobata Pulutan Phyllanthus tenellus Meniran Mikania micrantha Sambung rambat Banyak manfaat dari gulma sebagai biofarmaka yang ditemukan. Misalnya. Christella dentata berkhasiat sebagai obat diabetes dan antibakteri. Asystasia gangetica antiinflamasi, dan Chromolaena odorata dikenal luas sebagai tanaman penyembuh luka. Peperomia pellucida perlu untuk dilakukan Manfaat Obat diabetes, meringankan nyeri, reumatik, muntah darah, gangguan pada kulit dan saluran kemih, pengusir serangga dan antimikroba Obat reumatik, asma,batuk kering, gangguan pencernaan dan anti bakter Antibakteri, antijamur, wasir dan Obat malaria, tumor, pendarahan rahim, kejang, luka bakar, kanker. Asma, bisul, maag, influenza, dan Antibakteri, pencuci luka bernanah, sawan, bisul dan obat luka Obat luka, obat kumur untuk mengobati saki tenggorokan,obat batuk, obat malaria,obat sakit kepala, dan obat untuk menguragi bengkak Gangguan pencernaan, sakit kepala, luka, serta penyakit seperti infeksi parasit, peradangan, diabetes, bahkan Obat diare, luka luar, diuretik, anti inflamasi,antioksidan, antibakteri, dan Abses, bisul, jerawat, radang kulit, penyakit ginjal, sakit perut, asam urat, nyeri pada rematik, sakit kepala, luka memar, dan luka baka sakit kepala, migrain, insomnia, diare, disentri, dan demam dan penyembuh luka bakar Obat penyakit inflamasi, termasuk penyakit hati, asma, rematik dan sakit obat penurun panas, rematik, luka dan sebagai antiseptik, patah tulang, dan juga sebagai anti fertilitas mengurangi gejala hepatitis, infeksi virus, dan kondisi inflamasi lainnya, serta mempercepat proses pemulihan pada pasien. Gejala flu, demam, sakit kepala, nyeri badan, nyeri otot serta radang budidaya karena manfaatnya yang banyak sebagai obat-obatan tradisional. Ellucida dapat sebagai pengobatan sakit keras seperti, penyakit ginjal, asam urat rematik dan juga sakit ringan seperti sakit kepala, demam, hipertensi luka, bisul, jerawat (Silalahi 2. Keanekaragaman manfaat ini menunjukkan bahwa gulma bukan hanya pengganggu Studi Potensi Gulma sebagai Biofarmaka pada Agroekosistem Perkebunan Karet tanaman budidaya, tetapi juga merupakan sumber baku obat tradisional Perkebunan Rakyat Desa Pageralang. Kecamatan Kemranjen. Banyumas. Ay Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian 19 . https://doi. org/10. 31941/biofarm. KESIMPULAN Gulma yang ditemukan ada 25 spesies, yang terdiri atas gulma golongan rumput, daun lebar, dan pakuan. Sebanyak 15 spesies diketahui memiliki potensi sebagai tanaman biofarmaka dengan manfaat yang beragam, mulai dari antibakteri, antiinflamasi, hingga pengobatan sakit ringan dan sakit keras. Penelitian ini menegaskan bahwa gulma tidak semata-mata dipandang sebagai tumbuhan pengganggu, melainkan juga memiliki nilai ekonomi dan kesehatan yang dapat mendukung pengembangan industri farmasi berbasis keanekaragaman hayati lokal. Grimaldi. Raditya Pratama, and Rizky Rahmadi. AuPlanta Simbiosa. Ay Jurnal Tanaman Pangan Dan Hortikultura . 19Ae28. https://doi. org/10. 25181/jplantasimbiosa. vXiX. Hidayah. Hexa. Ilham Noorhakim. Dwi Wibowo, and Rosyid Al Hakim. AuWeeds Diversity in Rubber Plant (Hevea Brasiliensi. at Perkebunan Nusantara Company. Ciamis. Indonesia. Ay Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics 1 . : 13Ae26. https://doi. org/10. 55927/ijaea. SARAN Penelitian selanjutnya perlu dilakukan lebih lanjut uji farmakologi dan klinis agar potensi gulma sebagai biofarmaka dapat teruji secara ilmiah sebelum digunakan secara luas dalam bidang kesehatan. DAFTAR PUSTAKA