http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Penelitian The Relationship of Age and Body Mass Index with Histopathological Features of Breast Carcinoma at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Ajril Ihza Firdaus1. Hadi Irawiraman2. Yudanti Riastiti3 Abstrak Latar Belakang : Karsinoma payudara adalah suatu penyakit yang dimana terjadi pertumbuhan sel epitel payudara yang tidak terkendali. Karsinoma payudara menjadi jenis kanker terbanyak di dunia dan Indonesia. Karsinoma payudara disebabkan banyak faktor, salah satunya usia dan obesitas. Tujuan : Menjelaskan hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan gambaran histopatologi karsinoma payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode : Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil dari laboratorium patologi anatomi dan instalasi rekam medik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dengan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian adalah seluruh pasien karsinoma payudara terdiagnosa secara histopatologi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dari periode tahun 2020-2021 sebanyak 151 sampel. Data penelitian ini diuji dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil analisis antara usia dengan tipe histopatologi dan grading karsinoma payudara secara berurutan diperoleh p-value = 0,129 dan p-value = 0, 174, sedangkan antara IMT dengan tipe histopatologi dan grading karsinoma payudara diperoleh p-value = 0, 467 dan p-value = 0, 199 . > 0,. Kesimpulan :Tidak terdapat hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan gambaran histopatologi karsinoma Kata kunci: Karsinoma Payudara. Usia. IMT. Obesitas Abstract Background : Breast carcinoma is a disease characterized by the uncontrolled growth of breast epitel cells. Breast carcinoma is the most common cancer in the world and Indonesia. Breast cancer is caused by many factors, including age and obesity. Aim : This study aims to explain the relationship between age and body mass index with histopathological features of breast carcinoma at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda. Methods : An analytical observational study with a cross-sectional approach was applied in this study. The research sample was taken from the anatomical pathology laboratory and medical record installation at Abdul Wahab Sjahranie Hospital Samarinda with a purposive sampling method. One hundred fifty-one samples were obtained from all breast cancer patients diagnosed histopathologically at RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda from the period 2020-2021 for this study. The data in this study were tested using the Chi-Square test. Result : The results showed that the analysis between age with histopathological type and grading of breast carcinoma, respectively, obtained p-value = 0. 129 and p-value = 0. while BMI with histopathological type and grading of breast carcinoma obtained p-value = 0. 467 and p-value = 0. Conclusion : There was no relationship between age and body mass index with histopathological features of breast Keywords: Breast Carcinoma. Age. BMI, obesity Submitted : 15 September 2022 Revised: 8 October 2022 Affiliasi penulis : 1 Program Studi Kedokteran. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman 2 Laboratorium Ilmu Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman 3 Laboratorium Ilmu Radiologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Korespondensi : Ajril Ihza Firdaus ajrilihzafirdaus@gmail. com Telp: 6281257954040 PENDAHULUAN Karsinoma payudara adalah suatu penyakit yang dimana terjadi pertumbuhan sel epitel payudara yang tidak terkendali . Jenis karsinoma ini menjadi penyebab kelima mortalitas sekaligus penyebab pertama morbiditas pada wanita di seluruh dunia. Secara global pada tahun 2020, sekitar 2,3 juta wanita menderita karsinoma payudara Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted: 30 December 2024 000 diantaranya meninggal dunia . Angka peningkatan dibandingkan data pada 2018, yaitu 2 juta wanita menderita karsinoma meninggal dunia . Karsinoma payudara menjadi jenis kanker terbanyak di dunia dan Indonesia. World Health Organization (WHO) melaporkan adanya 7,8 juta wanita penderita karsinoma payudara dalam lima tahun terakhir . Berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globoca. kasus karsinoma payudara yang terjadi pada tahun 2020 dan menempati urutan kedua Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 kematian akibat kanker di Indonesia setelah kanker paru-paru dengan angka kematian 430 . Dari hasil pra-penelitian yang dilakukan peneliti, ditemukan 1. kasus karsinoma payudara pada tahun 20202021 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Karsinoma banyak faktor, namun masih belum dapat dijelaskan penyebab pastinya. Beberapa kemungkinan terjadinya karsinoma payudara meliputi usia tua, jenis kelamin wanita, riwayat keluarga, nuliparitas, usia menarke dini, obesitas, dan riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal . Seiring dengan bertambahnya usia, risiko untuk mengalami karsinoma payudara juga meningkat. Wanita dengan usia Ou40 tahun lebih banyak menderita karsinoma payudara. Namun, angka harapan hidup pasien karsinoma payudara relatif lebih rendah pada wanita usia <40, hal ini juga ditentukan berdasarkan subtipe histopatologi dan stadium kanker . Sebuah penelitian di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda menunjukkan wanita dengan usia Ou40 lebih banyak menderita karsinoma payudara . Kegemukan atau obesitas menjadi salah satu faktor risiko berbagai jenis karsinoma seperti, karsinoma esofagus, kolorektal, endometrium, dan ginjal, dan Terdapat karsinoma payudara tiap tahunnya yang berhubungan dengan obesitas . IMT atau indeks massa tubuh merupakan suatu alat ukur untuk mengklasifikasikan status gizi pada orang dewasa. Seseorang dikatakan obesitas jika memiliki IMT sebesar Ou30 kg/m2 . Pada wanita yang mengalami obesitas kelas II memiliki peningkatan risiko sebesar 52%, sedangkan pada obesitas kelas i memiliki risiko sebesar 86%. Obesitas juga dapat memengaruhi karakteristik ukuran dan grading karsinoma payudara. Hal ini disebabkan wanita yang obesitas memiliki jaringan adiposa yang lebih banyak sehingga Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman endogen yang akan mempengaruhi jaringan payudara . Pemeriksaan histopatologi menjadi gold standard untuk mendiagnosis karsinoma payudara dalam mengetahui klinikopatologi dan penentuan prognosis. Klasifikasi histopatologi menurut WHO tahun 2019 dapat dikategorikan berdasarkan asal sel tersebut, berupa epithelial, mesenchymal, fibroepithelial, tumours of nipple, malignant lymphoma dan metastatic tumours. Epithelial tumours atau karsinoma menjadi kanker yang paling banyak dijumpai pada pasien kanker payudara dengan presentase sebesar 90% Tipe Invasive Carcinoma of No Special Type. Lobular Carcinoma. Mucinous Carcinoma dan Tubular Carcinoma menjadi subtipe yang terbanyak ditemukan pada epithelial tumours . Penelitian di Eropa histopatologis terbanyak dijumpai pada karsinoma payudara adalah karsinoma duktal . -80%), karsinoma lobular . -10%), karsinoma meduler . -6%) dan karsinoma tubular . %) . Pemeriksaan grading pada kasus karsinoma invasif menjadi pemeriksaan yang Tingkatan grading histopatologi yang diperiksa akan berhubungan dengan angka harapan hidup penderita serta prognosisnya . Pengukuran grading untuk kanker payudara menggunakan standar yang dikeluarkan oleh WHO, yaitu sistem penilaian Nottingham. Skala penilaian ini mempunyai 3 klasifikasi yang berbeda dan dinilai dengan skor dari 1 hingga 3. Klasifikasi tersebut meliputi: skor 3 hingga 5 untuk grade rendah . dengan sel kanker yang berdiferensiasi baik dan gambaran sel yang tidak berkembang dengan cepat serta tidak Skor 6 hingga 7 untuk kanker yang berdifenrensiasi sedang . serta mempunyai gambaran antara grade 1 dan 3. Skor 8 hingga 9 untuk kanker dengan diferensiasi jelek . yang dimana sel dengan cepat berkembang dan lebih mudah menyebar . The US Surveillance. Epidemiology, and End Results (SEER) dalam studinya Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 menemukan bahwa gambaran histopatologi karsinoma duktal dan karsinoma lobular paling umum ditemukan pada rentang usia 50-89 tahun. Penelitian lain menemukan bahwa jenis gambaran terbanyak, yaitu karsinoma duktal invasif . -80%) lebih sering diderita pada wanita usia <40 tahun dan sisanya adalah jenis karsinoma lobular invasif dengan kasus sekitar 5-15% yang lebih banyak diderita pada usia Ou40 tahun . Adapun penelitian lain yang IMT histopatologi karsinoma payudara, seperti Prawirohardjo Ayoub menunjukkan bahwa wanita yang memiliki IMT dengan kategori overwwight dan obesitas lebih berisiko terkena karsinoma payudara dengan grading yang tinggi serta gambaran histopatologi karsinoma duktal terbanyak ditemukan pada wanita yang obesitas . Wilayah Kota Samarinda menjadi tempat penelitian ini karena tingginya kejadian kanker payudara di tempat tersebut, 037 kasus pada tahun 2020-2021 yang berdasarkan data rekam medik di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Disamping itu, penelitian mengenai faktor risiko yang berpengaruh terhadap gambaran histopatologi karsinoma payudara masih terbatas di Indonesia terutama di Kalimantan Timur sendiri. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan gambaran histopatologi karsinoma payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. METODE Penelitian ini menerapkan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel minimal dihitung menggunakan rumus perkiraan besar sampel dari Slovin dan didapatkan hasil sebanyak 91 sampel. Penelitian ini dilakukan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada bulan Februari-Juni 2022. Sampel diperoleh dengan memakai teknik nonprobability sampling yakni teknik purposive sampling. Data pada penelitian ini diambil dari laboratorium patologi anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dan instalasi rekam medik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda merupakan data sekunder. Sampel yang diteliti merupakan pasien yang terdiagnosis karsinoma payudara secara histopatologi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dari periode tahun 2020-2021 serta memenuhi kriteria sampel penelitian. Data yang akan diperolah dan diolah meliputi usia, indeks massa tubuh, tipe histopatologi dan gra,ding histopatologi. Analisis univariat dan analisis bivariat dilakukan pada semua data yang sudah menggunakan software IBM SPSS Statistics Pada analisis bivariat, uji yang digunakan merupakan uji statistik Chi-Square HASIL Pada penelitian ini tercatat sebanyak 164 berkas rekam medik. Seluruh berkas meliputi rekam medik bulan JanuariDesember tahun 2020 hingga 2021. Setelah dilakukan proses inklusi dan eksklusi sampel, dari 164 berkas rekam medik, terdapat 13 berkas rekam medik yang tidak dapat digunakan, dikarenakan tidak terdapat informasi mengenai berat badan dan tinggi badan pasien. Sehingga diperoleh total 151 sampel yang memenuhi kriteria sampel Tabel 1. Distribusi Frekuensi Sampel Berdasarkan Karakteristik Sampel Karakteristik Frekuensi Usia <40 Tahun Ou40 tahun IMT Non-obesitas (<25 kg/m. Obesitas (Ou25 kg/m. Tipe Histopatologi Invasive Carcinoma NST Invasive Lobular Carcinoma 24 Others carcinoma Grading Histopatologi Grade 1 Grade 2 Grade 3 Sumber : Olahan Data Sekunder 2020-2021 Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Seperti yang terlihat pada tabel 1, pasien dengan usia Ou40 tahun memiliki jumlah yang lebih besar dibanding usia <40 tahun, yaitu sebesar 105 orang atau 69,5%. Sebanyak 105 orang merupakan kelompok non-obesitas (IMT <25 kg/m. , sedangkan 46 orang sisanya termasuk kedalam kelompok obesitas (IMT Ou25 kg/m. Distribusi tipe histopatologi dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu Invasive Carcinoma NST. Invasive Lobular Carcinoma, dan Others carcinoma. Tipe yang paling banyak ditemukan adalah Invasive Carcinoma NST dengan jumlah 119 orang . ,8%) dan paling sedikit pada Others carcinoma dengan jumlah 8 orang . ,3%). Distribusi grading histopatologi terbagi menjadi grade 1, 2, dan 3, dengan hasil distribusi terbanyak ditemukan pada grade 2 sebanyak 82 orang . ,3%) dan paling sedikit pada grade 1 sebanyak 10 orang . ,6%). Tabel 2. Analisis Hubungan Usia dengan Tipe Histopatologi Karsinoma Payudara Usia Tipe Histopatologi <40 Tahun Ou40 Tahun n (%) . ,3%) . ,6%) . ,6%) . ,5%) n (%) . ,5%) . ,3%) Others carcinoma ,7%) Total ,5%) p-value 0,129 Keterangan: Analisis Data Menggunakan Uji Chi Square Invasive Carcinoma NST Invasive Lobular Carcinoma Tabel 2 menjelaskan bahwa pasien karsinoma payudara mayoritas terjadi pada wanita yang berusia Ou40 tahun dan memiliki subtipe Invasive Carcinoma NST sebanyak 85 orang . ,3%), diikuti Invasive Lobular Carcinoma sebanyak 13 orang . ,6%), serta Others carcinoma sebanyak 7 orang . ,6%). Hasil analisis hubungan usia dengan tipe berdasarkan uji chi-square diperoleh p-value = 0,129 . > 0,. maka tidak terdapat hubungan usia dengan tipe histopatologi karsinoma payudara. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Tabel 3. Analisis Hubungan Usia dengan Grading Histopatologi Karsinoma Payudara Usia <40 Tahun Ou40 Tahun n (%) n (%) . ,7%) . %) . ,2%) . ,1%) . ,6%) . ,5%) Total ,5%) ,5%) p-value 0,174 Keterangan: Analisis Data Menggunakan Uji Chi Square Grading Histopatologi Tabel 3 memperlihatkan pasien karsinoma payudara lebih banyak diderita pada wanita yang berusia Ou40 dengan grading sedang . sebanyak 59 orang . ,1%), diikuti grading tinggi . sebanyak 37 orang . ,5%), serta yang paling sedikit adalah grading rendah . sebanyak 9 orang . %). Hasil analisis hubungan usia dengan tipe histopatologi karsinoma payudara berdasarkan uji chisquare diperoleh p-value = 0,174 . > 0,. sehingga tidak terdapat hubungan usia dengan grading histopatologi karsinoma Tabel 4. Analisis Hubungan IMT dengan Tipe Histopatolgi Karsinoma Payudara IMT NonTipe Histopatologi Obesitas Obesitas n (%) n (%) Invasive Carcinoma NST ,5%) ,2%) Invasive Lobular Carcinoma ,3%) ,6%) Others carcinoma ,6%) ,6%) Total ,5%) ,5%) p-value 0,467 Keterangan: Analisis Data Menggunakan Uji Chi Square Tabel 4 memperlihatkan pasien karsinoma payudara dengan tipe Invasive Carcinoma NST dan Invasive Lobular Carcinoma lebih banyak ditemukan pada wanita non-obesitas, yaitu sebanyak 84 Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 orang . ,5%) dan 17 orang . ,3%). Sedangkan, tipe others carcinoma ditemukan pada wanita yang non-obesitas dan obesitas dengan jumlah yang sama, yaitu 4 orang . ,6%). Berdasrkan hasil analisis uji statistik diperoleh p-value = 0,467 . > 0,. Hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan IMT Tabel 5. Analisis Hubungan IMT dengan Grading Histopatolgi Karsinoma Payudara IMT Non-Obesitas Obesitas n (%) n (%) . ,3%) . ,3%) . ,4%) . ,9%) . ,8%) . ,3%) Total ,5%) ,5%) p-value 0,199 Keterangan: Analisis Data Menggunakan Uji Chi Square Grading Histopatologi Tabel 5 menjelaskan wanita yang non-obesitas lebih banyak menderita terbanyak ditemukan pada grading sedang . sebanyak 52 orang . ,4%), diikuti dengan grading tinggi sebanyak 45 orang . ,8%), dan grading rendah . sebanyak 8 orang . ,3%). Berdasrkan hasil analisis uji statistik diperoleh p-value = 0,199 . > 0,. Hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan IMT dengan grading histopatologi karsinoma payudara. PEMBAHASAN Hasil penelitian ini mendapatkan usia pasien yang menderita karsinoma payudara mayoritas terdapat pada kelompok usia Ou40 tahun dengan jumlah 105 . ,5%) pasien dan diikuti kelompok usia <40 tahun sebanyak 46 . ,5%) pasien. Sejalan dengan penelitian oleh Firasi & Yudhanto . yang juga mendapatkan kelompok usia terbanyak pada pasien karsinoma payudara berada pada kelompok usia Ou40 tahun . ,4%) . Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas pasien memiliki usia Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Ou40 tahun pada semua tipe karsinoma payudara terutama pada tipe Invasive Carcinoma NST yang memiliki jumlah terbanyak, yaitu 85 orang . ,3%). Dan pada kelompok usia Ou40 tahun, proporsi pasien karsinoma payudara dengan tipe Invasive Lobular Carcinoma dan Others Carcinoma juga lebih banyak, yaitu 13 orang dan 7 Selain itu, mayoritas pasien karsinoma payudara memiliki grading sedang . dengan usia Ou40 tahun, yaitu sebanyak 59 orang . ,1%). Sedangkan, pasien dengan usia <40 tahun dengan grading sedang . sebanyak 23 orang . ,2%). Kelompok usia <40 tahun dengan grading rendah . menjadi kelompok dengan proporsi terendah . ,7%). Penelitian Mardiah et al. memperlihatkan hasil yang sama, yaitu mayoritas pasien karsinoma payudara terbanyak dialami pada kelompok usia tua (Ou40 tahu. dengan grading sedang . ,9%) dan minoritas pada kelompok usia muda (<40 tahu. dengan grading rendah . ,9%) . Hasil pada analisis bivariat dengan uji chi-square didapatkan p-value sebesar 0,129 . > 0,. yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia dengan tipe histopatologi karsinoma payudara. Beberapa penelitian yang serupa, seperti penelitian yang dilakukan Rianti et al. di RSUD Al-Ihsan Bandung juga menyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara usia dengan subtipe histopatologi pada karsinoma payudara . = 0,. Penelitian di RSUP Dr. M Djamil Padang yang dilakukan oleh Rahmatya et al. juga mendapatkan kesimpulan yang sama, yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan tipe histopatologi karsinoma payudara dengan nilai p = 1,00 . Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diperoleh tidak adanya hubungan antara usia dengan grading histopatologi karsinoma payudara dengan nilai derajat kemaknaan sebesar 0,174 . > 0,. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Firasi dan Yudhanto . di RSUP dr. Kariadi Semarang yang menunjukkan bahwa tidak Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 ada hubungan antara usia dengan grading karsinoma payudara yang memiliki p-value = 0,189 . Penelitian dari Rahmatya et al. juga mendapat kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan grading karsinoma payudara dengan nilai derajat kemaknaan sebesar 0,180 . Bertambahnya usia dapat menjadi salah satu faktor risiko karsinoma payudara, karena semakin tua seorang wanita maka paparan hormon esterogen akan semakin panjang dan juga penurunan produksi hormon progesteron akibat perubahan siklus Adanya degenerasi pada sel-sel tubuh dan penurunan fungsi organ juga mempengaruhi pertumbuhan sel kanker menjadi lebih cepat. Terjadi peningkatan risiko karsinoma payudara sebesar 51% pada usia 50 tahun dan 85% pada usia 70 tahun akibat mutasi gen BRCA1 . Ae. Pada penelitian ini, usia termuda yang diperoleh adalah 21 tahun dan menderita karsinoma payudara dengan grade 3. Gambaran histopatologi pada penderita karsinoma payudara wanita usia muda dapat dipengaruhi adanya mutasi genetik BRCA1 atau BRCA2. Mutasi pada salah satu gen ini akan menghasilkan tampilan histopatologi yang berbeda pula. Secara khusus, mutasi pada gen BRCA1 yang mengekspresikan fenotipe basal secara imunohistokimia sehingga karakteristik tumor cenderung terdiferensiasi dengan buruk . dan menunjukkan tingkat mitosis yang tinggi . Menurut kemungkinan faktor risiko yang berperan pada pasien ini merupakan faktor lain seperti meningkatkan risiko menderita karsinoma Namun, faktor diatas tidak dapat dievaluasi karena keterbatasan pada penelitian ini. Mayoritas pasien karsinoma payudara terdapat pada kelompok non-obesitas, yaitu sebanyak 105 pasien . ,5%). Sedangkan, pada kelompok obesitas sebanyak 46 pasien . ,5%). Sebuah penelitian di RSUD Abdul Wahab Sjahranie yang dilakukan oleh Chatamy . juga menyatakan bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman pasien karsinoma pada kelompok nonobesitas . %) lebih banyak dibandingkan kelompok obesitas . %) . Mayoritas pasien karsinoma payudara pada penelitian ini berada pada kelompok non-obesitas dibandingkan obesitas dengan total 105 pasien . ,5%) dengan tipe histopatologi terbanyak ada pada Invasive Carcinoma NST, yaitu sebanyak 84 pasien . ,5%). Selain itu, grading sedang . lebih banyak ditemukan dibanding grading yang lain terutama pada kelompok nonobesitas, yaitu sebanyak 52 pasien . ,4%). Sedangkan, grading rendah . paling sedikit ditemukan pada pasien karsinoma payudara terutama pada kelompok obesitas, yaitu sebanyak 2 pasien . ,3%). Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji chi-square diperoleh nilai p sebesar 0,467 . > 0,. yang menunjukkan tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan tipe histopatologi karsinoma Hasil ini sejalan dengan penelitian Ayoub et al. Abdullah Teaching University Hospital Jordan yang mengatakan tidak terdaoat hubungan antara indeks massa tubuh dengan tipe histopatologi karsinoma payudara . =0,. Namun, menurut penelitian yang dilakukan Mardiah et . di RSUP Hadi Adam Malik Medan yang menunjukkan adanya hubungan antara histopatologi karsinoma payudara . =0,. Pada penelitian ini tidak didapatkan adanya hubungan antara indeks massa karsinoma payudara dengan nilai derajat kemaknaan sebesar 0,199 . > 0,. Hasil ini bertolak belakang dengan penelitian Gershuni et al. di Eisenhower Medical Center California yang menyatakan bahwa wanita dengan IMT yang tinggi atau obesitas berkemungkinan lebih tinggi untuk memiliki diferensiasi tinggi . =0,. Penelitian di RSUD dr. Moewardi Surakarta yang dilakukan Prawirohardjo et al. juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 antara indeks massa tubuh dengan derajat diferensiasi pada karsinoma payudara dengan p-value sebesar 0,045 . Adapun penelitian lain yang tidak searah dengan penelitian ini, seperti penelitian Cheraghi et al. yang postmenopause dengan IMT yang tinggi akan meningkatkan risiko kejadian kanker Dan penelitian yang dilakukan oleh Maria et al. juga menunjukkan wanita dengan IMT yang tinggi meningkatkan risiko kanker payudara . Perbedaan hasil temuan pada penelitian ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, seperti karakteristik populasi yang berbeda pada setiap penelitian dan waktu pengukuran IMT yang tidak sama, apakah diukur pada saat diagnosis atau pada saat menerima bahkan menyelesaikan pengobatan. Karena pada penelitian ini menggunakan data sekunder, sehingga bias informasi dapat terjadi. Selain itu, lebih sedikitnya sampel pasien karsinoma payudara pada penelitian ini yang mengalami obesitas dibanding yang non-obesitas Hal ini juga sejalan dengan laporan riskesdas tahun 2018 yang menyatakan bahwa di Kalimantan Timur proporsi wanita yang non-obesitas berjumlah 39% sedangkan wanita yang obesitas berjumlah 37% dari jumlah 3. 914 wanita yang terukur indeks massa tubuhnya . Normalnya pada siklus menstruasi wanita yang belum menopause, hormon estrogen diproduksi di ovarium, namun jaringan lemak juga dapat berfungsi memproduksi estrogen. Setelah menopause, ketika estrogen berhenti diproduksi oleh ovarium, jaringan lemak di tubuh menjadi penghasil hormon estrogen dengan kadar yang tinggi. Pada wanita postmenapause yang obesitas tingkat estrogen dalam tubuh lebih tinggi 50-100% dibandingkan wanita dengan kategori IMT normal. Lemak yang dikatalis oleh enzim aromatase akan diubah menjadi estrogen. Kadar estrogen yang tinggi akan meningkatkan proliferasi sel payudara yang berlebih . Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman SIMPULAN Berdasarkan uraian yang telah dijabarkan diatas menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia dan indeks massa tubuh terhadap gambaran histopatologi karsinoma payudara. DAFTAR PUSTAKA