Fadila Fitra Mauludiah, Nicholaus Wayong Kabelen Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho sebagai Media Informasi ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X VIDEO FEATURE PERPADUAN BUDAYA CANDI CETHO SEBAGAI MEDIA INFORMASI Fadila Fitra Mauludiah1, Nicholaus Wayong Kabelen2 1,2 Program Studi Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi & Bisnis Asia Malang Jl.Rembuksari No. 1A Mojolangu Lowokwaru, Malang , 65142, (0341)-478877 E-mail : fadilafitra04@gmail.com1, wayong@asia.ac.id2 Abstraksi Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dan peninggalan sejarah yang melimpah, salah satunya ialah Candi Cetho. Candi ini memiliki arsitektur yang mirip dengan bangunan Suku Maya di Meksiko. Arca yang terdapat di candi ini pun apabila dilihat tidak mirip dengan orang Jawa melainkan lebih mirip dengan orang Sumeria. Bahan andesit yang digunakan di Candi Cetho berbeda dengan candi Hindu di masa kerajaan Majapahit yang pada saat itu dibangun menggunakan bata merah. Solusi yang ditawarkan pada penelitian ini adalah pembuatan video feature sebagai media informasi mengenai fakta dari sinkretisme yang terdapat pada candi cetho. Candi Cetho dibangun pada masa setelah pengaruh HinduBudha sampai akhir masa penganut tersebut. Sehingga arsitektur di candi cetho masih bercampur dengan kebudayaan Hindu-Budha dan juga kebudayaan lokal masayarakat sekitar. Dari narasumber yang ditentukan juga sudah sesuai dengan penelitian ini. Berdasarkan kuisioner hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah dapat memahami informasi dari video feature ini. Maka dari itu video feature ini sudah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Kata Kunci : Video Feature, Perpaduan Budaya, Candi Cetho, Media Informasi. Abstract Indonesia has an abundance of cultural diversity and historical heritage, one of which is cetho temple. This temple has an architecture similiar to the mayan buildings in mexico. The statues in this temple are not similar to the Javanese but are more similiar to the Sumerians. The andesite material used in Cetho Temple is different from the Hindu temple is different from the Hindu temples in the Majapahit kingdom which at that time were built using red bricks. The solution offered in this research is the creation of a feature video as a medium of information about the facts of syncretism found in the cetho temple. Cetho temple was built in the period after the Hindu-Buddhist influence until the end of the adherents’ period. So that the architecture of the Cetho temple is still mixed with Hindu-Buddhist culture and also the local culture of the surrounding community. The selected sources are also in accordance with this research. Based on the questionnaire, the results of this study indicate that the public is able to understand the information from this feature video. This feature video has been well received by the public. Keywords: Feature Video, Culture,Cetho Temple, Information Media __________________________________________________________________________ 1. PENDAHULUAN Sejarah merupakan bagian dari kehidupan manusia yang menceritakan peristiwa yang telah terjadi pada masa lalu, sehingga dapat diketahui melalui peninggalannya yang masih ada hingga saat ini. Karanganyar merupakan kabupaten yang terletak di Jawa Tengah yang memiliki objek daya tarik wisata antara lain wisata alam,budaya, dan objek wisata buatan. Salah satu wisata sejarah di kabupaten Karanganyar adalah candi cetho yang terletak pada ketinggian 1497 mdpl, tepatnya berada di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Candi Cetho menyimpan nilai sejarah dan nilai kebudayaan terutama kebudayaan hindu. Candi Cetho memiliki arsitektur yang mirip dengan 72 | Volume 04, Nomor 02, Oktober 2022 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Fadila Fitra Mauludiah, Nicholaus Wayong Kabelen Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho sebagai Media Informasi ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X bangunan Suku Maya di Meksiko. Patung yang terdapat di candi ini pun apabila dilihat tidak mirip dengan orang Jawa melainkan lebih mirip dengan orang Sumeria. Keunikan arsitektur ini membuat perdebatan diantara para ahli sejarah tentang tahun dibuatnya Candi Cetho. Melihat arsitekturnya, bisa jadi Candi Cetho telah dibuat jauh sebelum masa Kerajaan Majapahit. Bahan andesit yang digunakan di Candi Cetho berbeda dengan candi Hindu di masa kerajaan Majapahit yang pada saat itu dibangun menggunakan bata merah. Sementara itu, relief yang ada di candi di zaman Kerajaan Majapahit juga lebih kompleks dan detail, berbeda dengan relief yang ditemukan di Candi Cetho yang cenderung lebih sederhana dan sangat mudah dikenali. Sinkretisme adalah suatu proses perpaduan yang sangat beragam dari beberapa pemahaman kepercayaan. Dikarenakan kurangnya video informasi tentang perpaduan budaya pada candi cetho maka, video ini dirancang dengan konsep Video Feature yaitu berita ringan (soft news). Dengan memanfaatkan video feature bisa menjelaskan perpaduan budaya pada candi cetho. Dan untuk cara mempublikasikannya adalah mengupload di sosial media agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. 2. PEMBAHASAN Menurut Arsyad A, (2011 : 49) Video merupakan gambar dalam frame, dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar hidup. Video Feature adalah suatu bentuk dokumenter berita yang menyuguhkan suatu tema/topik tertentu, dengan mengadakan wawancara,dilengkapi dengan komentar atau narasi. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa video feature adalah salah satu jenis media audio visual yang dapat melukiskan gambar dan suara untuk menyuguhkan berita ringan dengan suatu tema/topik tertentu sehingga mudah dipahami. Feature memiliki beberapa jenis yaitu feature tokoh menarik, human interest, sejarah, perjalanan, dan ilmiah. Video Feature yang penulis buat termasuk dalam feature sejarah. 2.1. Deskripsi Produk Deskripsi produk merupakan tahapan identifikasi yang berisi tentang judul, jenis produk, tema video, format file, frame rate, resolusi dan durasi yang akan digunakan. Deskripsi produk mempermudah untuk mengetahui jenis produk sebagai berikut : Tabel 1. Deskripsi Produk Judul Perpaduan Budaya Candi Cetho Jenis Produk Tema Video Format File Frame Rate Resolusi Durasi Target Audience Video Sejarah MP4 25.000fps 1080x1920 10 menit Usia 20-30 tahun, dan semua kalangan masyarakat. 2.2 Tahapan Pembuatan Video Dalam produksi video feature candi cetho ini penulis wajib memperhatikan beberapa hal dalam proses pembuatan, seperti pra produksi(sinopsis,storyline, dan storyboard), produksi(pengambilan gambar dan editing) dan pasca produksi(publikasi dan pengujian). 2.2.1 Konsep Perancangan Video feature ini dikemas dengan jenis feature sejarah, dengan pembawaan yang tenang namun serius sehingga mudah dipahami oleh penonton. Karena dilengkapi dengan 73 | Volume 04, Nomor 02, Oktober 2022 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Fadila Fitra Mauludiah, Nicholaus Wayong Kabelen Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho sebagai Media Informasi ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X kronologi dan rekonstruksi suatu kejadian untuk membuktikan sejarah dalam bentuk bendabenda yang berwujud. Termasuk juga aspek-aspek manusia yang terkait langsung baik dahulu ataupun saat ini. Alur yang disampaikan dalam video ini secara urut menjelaskan awal mula berdirinya candi cetho, filosofi dari arca atau relif, dan sinkretisme candi cetho. Video feature ini disampaikan melalui wawancara dengan Bapak Wahyu Kristianto selaku Kapokja Cagar Budaya Jawa Tengah dan Bapak Suroso selaku Juru Pelihara dari candi cetho sebagai narasumber. Selain wawancara video ini juga menunjukan gambar-gambar yang variatif. Tujuan akhir dari tayangan video ini ialah memberikan informasi kepada masyarakat agar lebih menjaga dan melestarikan sejarah. Untuk judul video ini ialah Perpaduan Budaya Candi Cetho yang memiliki pesan yaitu bangunan sejak zaman megalitikum telah melebur kedalam arsitektur masa hindu budha. Sehingga candi cetho yang terletak pada ketinggian 1496mdpl memiliki perpaduan kultur asli nusantara dan hinduisme. 2.2.2 Sinopsis Indonesia adalah negara yang beraneka ragam dengan kekayaan sejarah dan budaya. Sejarah menggambarkan masa lalu suatu bangsa, dan itu terkait dengan apa yang sudah dicapai, kejayaan, atau kemunduran. Sejarah juga memberikan pengalaman dan masa depan yang lebih baik karena memberikan pengalaman tanpa harus merasakan langsung, bagaimana perjuangan dan penderitaan pasa saat itu. Candi cetho merupakan candi yang terletak di lereng gunung lawu. Candi ini memiliki arsitektur yang mirip dengan bangunan Suku Maya di Meksiko. Patung yang terdapat di candi ini pun apabila dilihat tidak mirip dengan orang Jawa melainkan lebih mirip dengan orang Sumeria. Bahan andesit yang digunakan di Candi Cetho berbeda dengan candi Hindu di masa kerajaan Majapahit yang pada saat itu dibangun menggunakan batu bata merah. 2.2.3 Storyline Pada pembuatan video feature ini penulis perlu membuat perancangan gambar apa saja yang akan diambil saat proses pengambilan gambar agar sesuai dengan urutan cerita. Tabel 2. Storyline Sequence 1 Scene 1 Keterangan Pemandangan dusun cetho 2 Wawancara pak suroso mengenai jawaban sinkretisme Drone candi cetho Title present Pemandangan dusun cetho 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 Gerbang candi cetho Wawancara pak wahyu Drone dusun cetho Wawancara pak suroso Teras candi cetho Wawancara pak wahyu Drone candi cetho Wawancara pak wahyu Teras berundak Wawancara pak wahyu Upacara kuningan Pemandangan karanganyar Wawancara pak Suroso 74 | Volume 04, Nomor 02, Oktober 2022 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Fadila Fitra Mauludiah, Nicholaus Wayong Kabelen Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho sebagai Media Informasi 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Teras berundak dari atas Upacara kuningan Gambar tingkatan teras berundak Wawancara pak suroso Gambar lingga yoni Drone lingga yoni Arca phaullus Wawancara pak suroso Arsitektur candi cetho teras 1 Gambar batu andesit Gambar gapura candi cetho Pendopo candi 6 7 8 2.2.4 Storyboard Storyboard merupakan sketsa yang disusun secara berurutan. Sketsa ini menggambarkan perubahan penting dari adegan dan aksi dalam pengambilan gambar untuk mempermudah pengambilan video feature. Tabel 3. Storyboard Sequence Scene 1 1 2 3 Story Board Action Duration Pemandangan dusun cetho 00.00-00.14 Wawancara pak suroso mengenai jawaban sinkretisme 00.14-00.21 Drone candi cetho 00.21-00.30 Title present 00.30-00.34 4 2 1 Pemandangan dusun cetho 00.34-01.08 Sound FX/ Angle Long shoot. Backsound instrument Medium shoot. Backsound instrument long shoot, Text,Backsound instrument Text. Backsound instrument Long shoot. Narasi Backsound instrument 2.2.5 Narasi Dalam pembuatan video feature ini narasi berpengaruh penting karena akan mempermudah penonton untuk memahami maksud dari video feature ini. Tabel 4. Narasi Sequence 1 2 Narasi Candi Cetho merupakan candi peninggalan Majapahit yang terletak di lereng gunung lawu pada ketinggian 1496 MDPL, tepatnya berada di Dusun Cetho, desa Gumeng, Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Cetho merupakan bagian dari pengelolaan balai pelestarian cagar budaya Jawa Tengah sehingga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional. 75 | Volume 04, Nomor 02, Oktober 2022 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Fadila Fitra Mauludiah, Nicholaus Wayong Kabelen Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho sebagai Media Informasi 3 4 ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Candi Cetho memiliki struktur berteras-teras hingga memunculkan dugaan sinkretisme kultur asli Nusantara dan Hinduisme. Diperkuat dengan bentuk arca yang mirip dengan patung priest king yang berada di mohendojaro pakistan. Perpaduan kultur asli nusantara dan hinduisme adalah salah satu bukti sejarah di Indonesia dengan keanekaragaman budaya yang patut kita jaga kelestariannya. 2.2.6 Proses Pengambilan Gambar Pada proses pengambilan gambar situasi dan kondisi di lapangan harus diperhatikan. Agar pengambilan gambar sesuai dengan apa yang direncanakan. Tabel 5. Pengambilan Gambar No 1 Foto Tanggal 19-10-2021 Penjelasan Medium shoot digunakan untuk wawancara dengan narasumber 2 10-11-2021 Medium shoot digunakan untuk wawancara dengan narasumber 3 11-11-2021 Long shoot,medium shoot,close up digunakan untuk pengambilan footage candi cetho 2.2.7 Proses Editing Proses editing merupakan penggabungan klip video yang telah dipilih untuk menjadi satu rangkaian alur cerita. Pada proses editing ini juga mengatur transisi,coloring dan audio sesuai konsep. Perangkat yang digunakan adalah Adobe Premier CC 2014. Gambar 1. Proses Editing 2.2.8 Coloring Langkah selanjutnya ialah coloring, pada tahap ini ini video yg di produksi akan menjadi lebih hidup dan warnanya sesuai dengan tema/situasi tersebut. Cara memasukkan ke dalam workspace dengan cara File-Effect. Penambahan effect transisi,dan text juga terdapat pada tahap ini. 76 | Volume 04, Nomor 02, Oktober 2022 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Fadila Fitra Mauludiah, Nicholaus Wayong Kabelen Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho sebagai Media Informasi ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Gambar 2. Proses Editing Coloring 2.2.9 Audio Langkah ketiga klip-klip video akan di sesuaikan dengan audio yang sesuai dengan konsep pra-produksi seperti audio wawancara,narasi,dan backsound. Pengaturan volume dan audio transisi dalam proses editing ini juga perlu dilakukan agar suara wawancara/narasi menjadi seimbang. Gambar 3. Proses Editing Audio 2.2.10 Rendering Proses terakhir ialah rendering video dengan format yang benar. Sehingga menjadi satu rangkaian alur cerita dan cerita lebih menarik. Gambar 4. Proses Editing Rendering 2.2.11 Publishing Video feature ini akan dipublikasikan melalui media sosial seperti Instagram dan YouTube. Sehingga informasi ini dapat tersampaikan dengan baik ke target audience. Selain 77 | Volume 04, Nomor 02, Oktober 2022 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Fadila Fitra Mauludiah, Nicholaus Wayong Kabelen Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho sebagai Media Informasi ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X itu akan mendapatkan hasil kuisioner yang maksimal, sebagai penunjang hasil penelitian ini. YouTube merupakan media sosial yang sangat efektif untuk mempublikasikan sebuah karya Video karena orang akan lebih mudah dan cepat untuk mengaksesnya menggunakan laptop atau smartphone berikut link videonya https://youtu.be/k4hDd6cb-X0 Gambar 5. Proses Publikasi YouTube 2.3 Pengujian Pengujian di lakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam penyampaian informasi yang terkandung di dalam Video iklan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan responden agar, mengetahui apakah informasi yang di sampaikan dalam video iklan tersebut tersampaikan dengan jelas atau tidak. Pengujian ini dilakukan dengan cara memberikan kuisioner kepada 30 responden. Pertanyaan kuisioner dapat dilihat pada tabel. Tabel 6. Daftar Pertanyaan No Pertanyaan 1 Apakah informasi yang terdapat pada video feature ini sudah dapat menyampaikan informasi dengan baik? 2 Apakah video feature ini dapat menjelaskan perpaduan budaya (sinkretisme) yang terdapat pada candi cetho? Apakah visual pada video feature ini menarik? Apakah backsound musik pada video feature ini sudah sesuai dengan tema? Apakah narasumber yang ditentukan sudah sesuai? 3 4 5 Untuk mendapatkan berapa persentase keberhasilan dari produk video feature yang telah dibuat, maka dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut ini : Tabel 7. Penilaian Tanggapan Responden Nilai Huruf (NH) Nilai Akor (AK) Range Nilai Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang A B C D E 5 4 3 2 1 81-100 61-80 41-60 21-40 0-20 Tabel 8. Penilaian Tanggapan Responden Nilai Skor (NS) Sangat Baik Baik Cukup 5 4 3 78 | Volume 04, Nomor 02, Oktober 2022 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Fadila Fitra Mauludiah, Nicholaus Wayong Kabelen Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho sebagai Media Informasi Kurang Sangat Kurang ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X 2 1 Tabel 9. Skor Penilaian Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Total Skor Rata-rata Nilai Huruf 1 2 Pertanyaan 3 4 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 5 140 4,43 A 4 4 4 5 5 4 5 5 5 4 3 4 4 4 4 5 5 4 5 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 5 135 4.5 A 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 5 140 4,7 A 4 3 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 147 4,1 A 5 5 5 5 4 4 5 4 4 4 5 4 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 123 4.5 A Dari 30 data responden yang berada di tabel 9 memiliki respon yang berbeda-beda. Kebanyakan mengapresiasi dan memahami isi video tersebut. Berikut adalah hasil dari dari 30 responden. 1. Apakah informasi yang terdapat pada video feature ini sudah dapat menyampaikan informasi dengan baik? a. 20 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat baik. b. 9 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini cukup baik. c. 1 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini kurang baik. d. 0 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat kurang. e. 0 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat kurang. 2. Apakah video feature ini dapat menjelaskan perpaduan budaya (sinkretisme) yang terdapat pada candi cetho? a. 18 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat baik. 79 | Volume 04, Nomor 02, Oktober 2022 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Fadila Fitra Mauludiah, Nicholaus Wayong Kabelen Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho sebagai Media Informasi ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X b. 11 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini cukup baik. c. 1 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini kurang baik. d. 0 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat kurang. e. 0 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat kurang. 3. Apakah visual pada video feature ini menarik? a. 25 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat baik. b. 5 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini cukup baik. c. 0 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini kurang baik. d. 0 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat kurang. e. 0 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat kurang. 4. Apakah backsound musik pada video feature ini sudah sesuai dengan tema? a. 16 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat baik. b. 12 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini cukup baik. c. 2 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini kurang baik. d. 0 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat kurang. e. 0 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat kurang. 5. Apakah narasumber yang ditentukan sudah sesuai? a. 22 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat baik. b. 7 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini cukup baik. c. 1 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini kurang baik. d. 0 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat kurang. e. 0 dari 30 orang menanggapi bahwa video ini sangat kurang. Tabel 10. Diagram Penilaian Berdasarkan Kuisioner secara keseluruhan menunjukkan hasil yang sangat baik. Maka dari itu Pembuatan Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho Sebagai Media Informasi ini dapat di terima kalangan Masyarakat usia 20 – 30 tahun. 3. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan bahwa candi cetho dibangun pada masa setelah pengaruh Hindu-Budha sampai akhir masa penganut tersebut. Sehingga arsitektur di candi cetho masih bercampur dengan kebudayaan Hindu-Budha dan juga kebudayaan lokal masyarakat sekitar. Video yang sudah dibuat dan di upload di YouTube sudah berjalan dengan baik dan masyarakat sudah dapat memahami informasi dari video feature ini. Video Feature ini bertujuan untuk menginformasikan perpaduan budaya yang terdapat pada candi cetho sebagai media informasi. Pembuatan video feature ini tidaklah mudah dikarenakan dengan status candi cetho yang sudah termasuk dalam cagar budaya jawa tengah dan kategori peninggalan sejarah tingkat nasional, membuat penulis setiap ingin mengambil gambar diwajibkan terlebih dahulu untuk membuat surat perizinan dan pengantar 80 | Volume 04, Nomor 02, Oktober 2022 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Fadila Fitra Mauludiah, Nicholaus Wayong Kabelen Video Feature Perpaduan Budaya Candi Cetho sebagai Media Informasi ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X dari kampus. Selain itu faktor cuaca yang tidak menentu dan medan yang cukup curam juga menjadi hambatan dalam pembuatan video feature ini. 4. Daftar Pustaka Husnie. 2019, Misteri Patung Candi Ceto Mirip dengan Orang Sumeria, Askara, Wonosobo. Primadia, Adara. 2018, Asal Mula Arsitektur Candi Cetho, Sejarah Lengkap, Karanganyar. Pratista, Himawan. 2008, Memahami Film, Homerian Pustaka, Yogyakarta. Sutrisno. 1993, Pedoman Praktis Penulisan Skenario Televisi Dan Video. Semedhi, Bambang. 2011, Sinematografi-Videografi, Ghalia Indonesia, Bogor. Supriyono, Rakhmat. 2010, Desain Komunikasi Visual –Teori dan Aplikasi, CV. Andi Offset, Yogyakarta. Santoso, Ensadi J. 2013, Bikin Video dengan Kamera DSLR, Media Kita, Jakarta. Tri, Setyanto. 2018, Pesona Candi Cetho sebagai salah satu daya tarik wisata. Yogyakarta. 81 | Volume 04, Nomor 02, Oktober 2022