SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa Vol. No. 4 Oktober 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 68-79 DOI: https://doi. org/10. 59024/simpati. Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Anak Kelas i Di SD Negeri 0117 Sibuhuan Irma Sari Daulay Sekolah Tinggi Agama Islam Barumun Raya (STAIBR) Sibuhuan Rizky Hamdan Saputra Sekolah Tinggi Agama Islam Barumun Raya (STAIBR) Sibuhuan Irma Juita Sekolah Tinggi Agama Islam Barumun Raya (STAIBR) Sibuhuan Jl. KH. Dewantara No. 66 B Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas Korespondensi penulis: nsiregar070@gmail. Abstract: The aim of this research is to find out: . The literacy skills of class i children at SD Negeri 0117 Sibuhuan. Internal and external factors cause the low literacy skills of class i students, especially in reading and writing at SD Negeri 0117 Sibuhuan. Based on the results of the research and discussion in this study, it can be concluded that: . The habituation of literacy skills in class i of SD Negeri 0117 Sibuhuan is reading books every day before learning and the teacher also guides students to read books related to the school literacy movement so that students do not feel stressed and bored in reading. Apart from that, teachers also encourage students to participate in making posters, information boards . , and literacy trees. It is hoped that this will help foster the school literacy movement, which in turn can shape students' character for the future. Internal and external factors causing the low literacy skills of class i students, especially in reading and writing at SD Negeri 0117 Sibuhuan, namely: . In the aspect of students, including students, there are problems in articulating the pronunciation of words, often pronouncing words -words that are not clear enough, and still often mispronounce words in one sentence. Apart from that, students face difficulties in understanding the meaning contained in the reading. The lack of reading habits among students is caused by a lack of awareness of the importance of reading books. Students prefer to spend their time on other activities rather than reading, both in class and in the librar Keywords: Literasy. Abilities Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui : . Pembiasaan kemampuan literasi anak kelas i di SD Negeri 0117 Sibuhuan. Faktor internal dan eksternal penyebab rendahnya kemampuan literasi siswa kelas i terutama dalam membaca dan menulis di SD Negeri 0117 Sibuhuan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: . Pembiasaan kemampuan literasi di kelas i SD Negeri 0117 Sibuhuan adalah membaca buku setiap hari sebelum pembelajaran dan guru juga menuntun siswa untuk membaca buku yang barkaitan tentang gerakan literasi sekolah agar siswa tidak merasa tertekan dan bosan dalam membaca. Selain itu, guru juga mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam pembuatan poster, papan informasi . , dan pohon literasi. Hal ini diharapkan akan membantu memupuk gerakan literasi sekolah, yang pada gilirannya dapat membentuk karakter siswa untuk masa depan. Faktor internal dan eksternal penyebab rendahnya kemampuan literasi siswa kelas i terutama dalam membaca dan menulis di SD Negeri 0117 Sibuhuan yaitu: . Dalam aspek peserta didik, termasuk siswa, terdapat masalah dalam artikulasi pengucapan kata-kata, sering kali mengucapkan kata-kata dengan kurang jelas, dan masih kerap salah dalam pengucapan kata-kata dalam satu Selain itu, siswa menghadapi kesulitan dalam memahami makna yang terkandung dalam bacaan. Minimnya kebiasaan membaca pada siswa disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya membaca Siswa lebih memilih menghabiskan waktu mereka untuk aktivitas lain daripada membaca, baik di dalam kelas maupun di perpustakaan. Kata Kunci: Literasi. Kemampuan LATAR BELAKANG Zaman modern ini standar keberhasilan ditentukan dan dipengaruhi oleh kemampuan literasi (Dewayani 2017:. Literasi secara harfiah diartikan sebagai AukeberaksaraanAy atau Received Agustus 30, 2023. Revised September 23, 2023. Accepted Oktober 13, 2023 * Irma Sari Daulay, nsiregar070@gmail. Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Anak Kelas i Di SD Negeri 0117 Sibuhuan melek aksara. Selanjutnya literasi memiliki perkembangan makna menjadi AuketerpahamanAy. Untuk bisa paham terhadap suatu hal, kemampuan Aumelek baca dan tulisAy merupakan langkah awal dan mendasar bagi pengembangan dan penguasaan melek dalam bidang lainnya (Venus 2018:. Selain itu literasi merupakan aktivitas membaca dan menulis yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. Dalam deklarasi Unesco, literasi terkait dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan, dan mengkomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai Hal itu akan menumbuh kembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah agar menjadi pembelajar sepanjang hayat (Rahayu Permasalahan dalam pendidikan sangat banyak yang dapat menimbulkan rendahnya kemampuan siswa dalam belajar, dilihat dari hal yang terkecil seperti, sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai. Hal lain yang sering dihadapi guru-guru yaitu metode yang digunakan tidak sesuai. Seperti halnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang kebanyakan siswa meremehkanya, padahal ilmu bahasa itu selalu berkembang. Pendidikan merupakan suatu faktor yang penting bagi kehidupan manusia. Tingkat kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan melalui pendidikan. Bukan hanya itu, pendidikan juga memiliki faktor yang sangat penting dalam pembangunan bangsa dan negara. Salah satu faktor pokok untuk mencapai sukses dalam segala bidang baik berupa studi, kerja, hobi, atau aktivitas apapun adalah minat. Minat yang besar akan mendorong individu untuk melakukan hal-hal yang lebih baik. Minat melahirkan perhatian dan hal ini memungkinkan seseorang melakukan sesuatu dengan tekun untuk jangka waktu yang lama. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya masyarakat yang gemar dalam literasi baca tulis. Masyarakat yang gemar membaca dan menulis memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang akan semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang (Rahim 2005:. Merujuk bunyi ayat ke satu iqra . yaitu seruan untuk membaca kepada Nabi yang berarti menjadi seruan bagi umatnya, diikuti ayat ke 4 yang mengajar manusia dengan perantara qalam . ena, tulisa. hal tersebut sangatlah jelas bahwa islam menyeru umatnya agar selalu membaca dan menulis. Islam sangat memaknai kegiatan membaca dan menulis sebagai media yang penting bagi kehidupan manusia. Melalui aktivitas membaca dan menulis maka wawasan masyarakat akan semakinbertambah luas, mudah untuk bersikap pro-aktif, tetapi kritis terhadap setiap perubahan. Nabi Muhammad SAW sangatlah menghargai seseorang yang mampu membaca dan menulis. Misalkan apabila menjumpai tawanan perang yang mampu untuk mengajarkan membaca maupun menulis terhadap kaum muslimin, maka mereka akan SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 68-79 diberikan hak kebebasan atas dirinya dengan syarat mau mengajarkan pada sahabat Rasul ataupun kaum muslimin lainnya yang masih buta huruf. Berbanding terbalik jika 14 abad kemudian tepatnya zaman di saat kita sebagai umatnya hidup, justru budaya membaca dan menulis kita sangatlah memprihatinkan dan menjadi ironi. Oleh karena itu, dengan memiliki minat dan kebiasaan membaca dan menulis selain otak berkembang juga akan memiliki sikap yang baik. Di sinilah pentingnya membaca dengan minat yang lebih besar dan kuat. Dengan membaca seseorang juga dapat berpikir rasional dan memiliki wawasan yang lebih luas serta dapat mengendalikan diri. Dalam bahasa lainkebiasaan membaca akan memperkaya diri seseorang untuk menyiapkannya menjadi manusia yang lebih berkualitas. Literasi . embaca dan menuli. perlu diterapkan dan diajarkan kepada siswa dari awal kelas karena merupakan dasar untuk tercapainya keberhasilan dalam proses belajar siswa. Keberhasilan pengembangan kemampuan literasi di kelas rendah dapat mendukung proses belajar di jenjang yang lebih Oleh karena itu, program literasi perlu dikembangkan di kelas rendah. Pelaksanaan program literasi di kelas rendah atau awal diharapkan dapat menciptakan kebiasaan, menumbuhkan minat membaca dan menulis serta membantu siswa agar dapat meningkatan kemampuan literasi. Dewasa ini, permasalahan literasi merupakan salah satu masalah yang harus mendapat perhatian khusus oleh bangsa indonesia. Hal ini dikarenakan dalam beberapa dekade terakhir ini, daya saing bangsa Indonesia di tengahbangsa-bangsa lain cenderung kurang Berdasarkan kajian terhadap keterampilan literasi anak-anak di seluruh dunia yang dilaksanakan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS)diperoleh data bahwa siswa Indonesia berada pada tingkat terendah di kawasan Asia. Indonesia dengan skor 51,7, di bawah Filipina dengan skor 52,6. Thailand dengan skor 65,1. Singapura 74,0. Hongkong 75,5. Para siswa dari Indonesia hanya mampu menjawab 30 % dari soal-soal yang Hasil-hasil penelitian internasional tersebut menunjukkan bahwa kemampuan literasi bahasa siswa Indonesia yang mewakili para siswa Indonesia secara umum tergolong Tidak salah jika siswa kita digolongkan ke dalam siswa yang literat, hal ini dikarenakan siswa kita bisa membaca namun belum menjadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Pentingnya literasi bagi siswa membuat kementrian pendidikan dan kebudayaan . mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan Gerakan literasi sekolah adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen, yaitu melibatkan siswa, pendidikan dan tenaga kependidikan, serta orang tua. Upaya Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Anak Kelas i Di SD Negeri 0117 Sibuhuan yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik sebagai budaya di lingkungan sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbu. Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti memperkuat upaya pembentukan budaya literasi tersebut, yaitu pada bagian mengembangkan potensi diri peserta didik secara utuh yang berbunyi : AuSetiap siswa mempunyai potensi yang beragam. Sekolah hendaknya memfasilitasi secara optimal agar siswa bisa menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan wajib: Menggunakan 15 menit sebelum hari pembelajaran untuk membaca buku selain buku mata pelajaran . etiap har. Ay (Hasanah 2020:. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti mengenai kemampuan membaca dan menulis anak-anak, dapat diketahui bahwa pada awal proses pembelajaran di SD Negeri 0117 Sibuhuan, para guru kelas telah berupaya untuk mengembangkan kemampuan dasar literasi siswa dengan meluangkan waktu 15 menit untuk membaca. Tujuan dari tindakan ini adalah agar siswa tidak hanya sekedar bisa membaca, tetapi juga mampu menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian rutin dalam kehidupan pribadi mereka. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak hanya memiliki kemampuan membaca, tetapi juga terbiasa melibatkan membaca dalam aktivitas sehari-hari dan menghindari menjadi individu yang tidak gemar Pada saat siswa diminta untuk membaca buku 15 menit sebelum pembelajaran beberapa siswa tidak antusias dalam membaca buku, siswa hanya membolak-balik halaman Rata-rata siswa tidak mampu menggunakan waktu 15 menit untuk sungguh-sungguh membaca buku, ada yang lebih memilih mengobrol dengan temannya sehingga ketika diberikan pertanyaan terkait isi bacaan siswa tidak mengetahui isi bacaan (Anon n. Dari uraian yang telah peneliti paparkan tersebut, permasalahan pada hal ini khususnya dalam literasi membaca dan menulis disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri siswa tersebut, sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa seperti faktor lingkungan, baik dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Dengan mengetahui faktor-faktor analisis penyebab rendahnya kemampuan literasi pada siswa maka dapat dicari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut agar kedepannya kemampuan literasi siswa tidak rendah. Dari penelusuran penulis, ditemukan beberapa tulisan skripsi yang berkaitan dengan penelitian yang penulis lakukan, yaitu penelitian oleh Zul Hijjayati. Muhammad Makki, dan Itsna Oktaviyanti dalam jurnal ilmiah profesi pendidikan tahun 2022 dengan judul AuAnalisis Faktor Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Baca Tulis Siswa Kelas 3 di SDN Sapit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi bacatulis siswa kelas 3 di SDN Sapit dibebabkan oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 68-79 Fakor internal meliputi rendahnya kemampuan intelegensi siswa, rendahnya minat belajar siswa, dan rendahnya motivasi belajar siswa. Faktor eksternal meliputi kurangnya perhatian orang tua, pengaruh televisi dan handphone, pengaruh teman bermain, kemampuan guru, serta sarana dan prasarana yang kurang memadai. Upaya yang dapat dilakukan guru untuk mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan literasi baca-tulis siswa adalah dengan cara memberi motivasi, menerapkan kegiatan literasi baca-tulis, meningkatkan kemampuan guru, dan melakukan kolaborasi atau kerjasama dengan orang tua siswa . Penelitian tersebut mempunyai persamaan dan perbedaan dengan penelitian ini, adapun persamaanya sama-sama membahas analisis faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi, sedangkan perbedaanya terletak pada waktu dan lokasi penelitian. Penelitian oleh Husnul Fuadi. Annisa Rizki Robbia. Jamaluddin. Abdul Wahab Jufri dalam jurnal ilmiah profesi pendidikan tahun 2020 dengan judul AuAnalisis Faktor Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Sains Peserta DidikAy penelitian ini membahas tentang kemampuan literasi peserta didik di indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan cara mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, artikel-artikel, catatan-catatan, dan laporanlaporan dan sumber informasi lainnya yang berkaitan dengan rendahnya literasi sains peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk . menemukan faktorfaktor penyebab rendahnya literasi sains peserta didik. mencari informasi yang relevan dengan faktor-faktor penyebab rendahnya literasi sains peserta didik. mengkaji sejumlah teori dasar yang relevan faktor-faktor penyebab rendahnya literasi sains peserta didik. Selama hampir 20 tahun terakhir sejak dirilis oleh PISA, literasi sains Indonesia tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Skor literasi sains peserta didik berkisar antara 393 tahun 2000 sampai 396 tahun 2018. Angka ini masih jauh di bawah skor rata-rata Negara anggota OECD Ada beberapa faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi sains peserta didik Indonesia PISA Indonesia. Diantaranya : Pemilihan buku ajar. Miskonsepsi. Pembelajaran tidak kontekstual. Rendahnya kemampuan membaca, dan Lingkungan dan iklim belajar yang tidak kondusif. Persamaan penelitian terdahulu dengan yang saya teliti sekarang adalah sama-sama membahas tentang rendahnya kemampuan literasi pada peserta didik. Sedangkan perbedaannya terletak pada lokasi penelitian dan fokus penelitian, penelitian terdahulu meneliti secara luas rendahnya literasi di Indonesia, dan penelitian saya di SD Negeri 0117 Sibuhuan. Dan fokus penelitian terdahulu yaitu fokus pada rendahnya kemampuan literasi Sains, sedangkan fokus penelitian saya pada rendahnya kemampuan literasi membaca dan menulis. Penelitian oleh Kana Saputri. Fauzi. Nurhaidah jurnal ilmiah mahasiswa jurusan PGSD FKIP Universitas Syiah Kuala tahun 2017 dalam jurnalnya yang berjudul AuFaktor-Faktor Yang Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Anak Kelas i Di SD Negeri 0117 Sibuhuan Mempengaruhi Literasi Anak Kelas 1 SD Negeri 20 Banda AcehAy. Penelitian ini dilakukan di SDN 20 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai faktor yang mempengaruhi literasi anak yang di ajarkan disekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini adalah ada beberapa faktor yang mempengaruhi literasi anak diantaranya adalah latar pendidikan orang tua, usia anak, bimbingan belajar yang didapat, keluarga . ingkat kepedulian keluarg. dan gen . Diketahui sebanyak 32. 14% anak yang mendapatkan nilai sangat Baik, 82. 57% anak memperoleh nilai Baik, 21. 42% anak memperoleh nilai cukup dan 85% anak mendapatkan nilai kurang. Persamaan penelitian terdahulu dengan yang saya teliti sekarang adalah sama-sama membahas tentang faktor yang mempengaruhi literasi anak, dan sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sedangkan perbedaannya terletak pada lokasi penelitian , penelitian terdahulu meneliti di SDN 20 Banda Aceh, dan penelitian saya di SD Negeri 0117 Sibuhuan. Dan penelitian terdahulu fokus pada siswa kelas I, sedangkan penelitian saya fokus pada siswa kelas i. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk meneliti secara mendalam tentang faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan literasi siswa dalam membaca dan menulis tersebut dan menyusunnya dalam sebuah penelitian yang berjudul: AuAnalisis Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Anak Kelas i Di SD Negeri SibuhuanAy. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah lapangan . ield researc. , yaitu penelitian yang langsung berhubungan dengan obyekyang diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang memandu peneliti untuk mengeksplorasi dan memotret situasi sosial secara menyeluruh, luas dan mendalam. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara sistematis dan akurat fakta dan karakteristik bidang tertentu. Sedangkan Penelitian Kualitatif menekankan analisis proses berfikir secara deduktif dan induktif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dan menggunakan logika ilmiah. ditekankan pada kedalaman berfikir formal dalam menjawab permasalahan (Hardani 2020:. Dalam penelitian ini penulis meneliti tentang Analisis Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Anak Kelas i di SD Negeri 0117 Sibuhuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 68-79 Observasi Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan disengaja melalui pengamatan dan pencatatan terhadap gejala yang diselidiki(Abdussamad 2021:. Observasi yang peneliti lakukan adalah observasi partisipasi pasif, artinya peneliti datang ke lokasi penelitian, tetapi tidak ikut terlibat dalam aktivitas . yang dilakukan oleh objek yang diamati. Observasi dilakukan dengan mencatat kejadian-kejadian yang terkait dengan analisis penyebab rendahnya literasi anak dengan pernyataan sebagai instrument observasi. Wawancara . Wawancara adalah sebuah proses interaksi komunikasi yang dilakukan oleh setidaknya dua orang, atas dasar ketersediaan dan dalam setting alamiah, di mana arah pembicaraan mengacu kepada tujuan yang telah ditetapkan dengan mengedepankan trust sebagai landasan utama dalam proses memahami(Choiri 2019:. Siswa yang akan diwawancarai yaitu siswa kelas i dengan membuat pertanyaan sebagai instrument wawancara. Dokumentasi Dokumen merupakan catatan atau karya seseorang tentang sesuatu yang sudah Dokumen tentang orang atau sekelompok orang, peristiwa, atau kejadian dalam situasi sosial yang sesuai dan terkait dengan fokus penelitian adalah sumber informasi yang sangat berguna dalam penelitian kualitatif (Choiri 2019:. Dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Dokumen adalah fakta dan data tersimpan dalam berbagai bahan yang berbentuk dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini yaitu: (Choiri 2019:. Reduksi data yang diperoleh dilapangan jumlahnya cukup banyak, kompleks dan Untuk itu data tersebut perlu segera diolah dan dianalisis melalui reduksi. Mereduksi data berarti menseleksi atau memilih hal-hal yang pokok menfokuskan pada hal-hal yang penting. Dicari tema dan polanya. Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah penelitian untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, mencari kembali bila diperlukan. Penyajian data setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan atau menyajikan data, pada penelitian ini. Setelah data direduksi langkah-langkah selanjutnya dalam proses penyajian data yang telah direduksi data diarahkan agar Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Anak Kelas i Di SD Negeri 0117 Sibuhuan terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah untuk Penarikan kesimpulan setelah dilakukan penyajian data, selanjutnya menarik Artinya, kesimpulan ini baru kesimpulan awal yang sifatnya sementara dan akan berubah dan akan berkembang setelah peneliti berada dilapangan. Apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mendukung kesimpulan awal maka kesimpulan berubah. Sebaiknya apabila kesimpulan awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat kembali ke lapangan mengumpulkan data, kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang sehingga setelah diteliti menjadi jelas. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dalam penelitian ini, dapat disarankan bahwa dalam fase pengembangan literasi di kelas i SD Negeri 0117 Sibuhuan, guru sebaiknya mengambil langkah-langkah berikut: Guru sebaiknya membuat kegiatan-kegiatan terkait literasi di kelas II SD, dengan tujuan mengenalkan siswa pada kegiatan membaca dan menulis sejak dini. Ini bertujuan untuk membiasakan siswa dengan literasi. Selain itu, guru perlu menunjukkan kreativitas lebih lanjut dalam upaya memotivasi siswa untuk membaca. Salah satunya adalah dengan mendirikan sudut baca di kelas, mengajak siswa untuk mengunjungi perpustakaan, dan mengadakan berbagai kompetisi terkait literasi di sekolah. Dalam upaya pembiasaan kemampuan literasi di kelas i, guru juga diharapkan tidak terlalu menekankan pada aspek kewajiban siswa terkait gerakan literasi sekolah. Hal ini bertujuan agar siswa tidak merasa terbebani dan tetap menjaga minat mereka terhadap membaca. Guru sebaiknya memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih bahan bacaan yang sesuai dengan minat mereka. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa akan merasa lebih senang dan tertarik untuk membaca, sesuai dengan minat pribadi mereka, tanpa merasa terpaksa atau tertekan oleh tuntutan literasi sekolah. Faktor internal dan eksternal penyebab rendahnya kemampuan literasi siswa kelas i terutama dalam membaca dan menulis di SD Negeri 0117 Sibuhuan SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 68-79 Faktor Internal Berdasarkan hasil penelitian. Kemampuan literasi membaca dan menulis menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya literasi yang berasal dari dalam diri Dalam hal kelancaran membaca dan menulis terdapat 6 siswa yang kemampuan literasinya rendah yaitu siswa kurang jelas artikulasi dalam pengucapan katanya dan siswa masih salah pengucapan kata dalam satu kalimat. Selain itu, siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami makna yang terkandung dalam bacaan. Siswa yang belum mempunyai kemampuan membaca yang baik tentunya akan terganggu dalam proses literasi membaca dan menulis sehingga dapat mengurangi minat dalam Kurangnya kebiasaan literasi juga menjadi faktor internal penyebab rendahnya kemampuan membaca dan menulis siswa kelas i. Kurangnya kebiasaan membaca siswa kelas i diketahui dari beberapa hal yaitu siswa tidak meluangkan waktu untuk membaca, siswa hanya membaca atas perintah guru, siswa jarang mengunjungi perpustakaan untuk membaca buku, dan siswa belum memiliki insiatifuntuk mencari bahan bacaan yang dibutuhkan. Kurangnya kebiasaan membaca pada siswa ini terjadi karena dalam diri siswa belum mempunyai kesadaran tentang pentingnya membaca Faktor Eksternal Berdasarkan hasil penelitian faktor eksternal penyebab rendahnya kemampuan membaca dan menulis pada siswa kelas i adalah sarana dan prasarana yang kurang mendukung, lingkungan keluarga kurang yang mendukung, dan pengaruh menonton televisi dan bermain games di handphone. Lingkungan yang ada di sekitar siswa berpengaruh terhadap kemampuan literasi membaca dan menulis siswa, salah satunya lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah di SD Negeri 0117 Sibuhuan kurang mendukung kemampuan literasi membaca dan menulis siswa, hal ini diketahui dari budaya membaca di lingkungan sekolah yang masih rendah, program literasi yang belum berjalan maksimal, kurangnya slogan membaca di lingkungan sekolah, mading sekolah yang jarang diperbarui, dan sekolah yang tidak memiliki tempat khusus selain di perpustakaan. Hal tersebut disebabkan karena kemampuan membaca belum menjadi fokus utama sekolah untuk ditumbuhkan dalam diri siswa sehingga dari pihak sekolah belum bersungguh-sungguh dalam aspek menumbuhkan kemampuan literasi siswa. Faktor eksternal penyebab rendahnya kemampuan literasi siswa juga bisa dari lingkungan keluarga yang kurang mendukung. Hal ini diketahui dari budaya membaca Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Anak Kelas i Di SD Negeri 0117 Sibuhuan di lingkungan keluarga yang masih rendah dan orang tua yang jarang membelikan buku serta mengajak anak ke toko buku. Hal tersebut disebabkan oleh latar belakang ekonomi keluarga siswa yang termasuk dalam ekonomi menengah ke bawah. Kesibukan orang tua siswa dalam bekerja membuat orang tua siswa tidak memiliki waktu untuk membaca dan tidak sempat mengajak anak untuk pergi ke toko buku. Selain itu, latar belakang pendidikan orang tua yang kurang tinggi membuat orang tua siswa belum memiliki kesadaran tentang pentingnya kegiatan membaca dan menulis. Faktor eksternal penyebab rendahnya kemampuan literasi siswa yang terakhir adalah pengaruh menonton televisi dan bermain games di handphone. Siswa cenderung menyukai hiburan yang ditawarkan oleh televisi dan handphone. Intensitas siswa dalam menonton televisi sekitar 2-7 jam per harinya dan biasanya dilakukan pada malam hari. Intensitas menonton televisi yang cukup sering tentu akan menyita waktu untuk belajar dan membaca buku. Perkembangan teknologi khususnya handphone juga menarik kemampuan literasi siswa. Siswa rata-rata sudah memiliki handphone, waktu yang digunakan untuk bermain handphone cukup lama yaitu sekitar 3-4 jam. Kesukaan siswa pada bermain handphone khususnya untuk games akan mengalihkan kemampuan bahkan minat siswa dari belajar. kemajuan dibidang teknologi, seperti komputer atau video game, disatu sisi mendatangkan banyak manfaat tetapi disisi lain berdampak buruk bagi perkembangan anak. Hal yang perlu diwaspadai adalah waktu untuk berlama-lama bermain games karena hal ini akan menjauhkan anak dari aktivitas literasi membaca dan menulis. SIMPULAN Dari penjelasan dan pembahasan yang telah penulis paparkan dapat ditarik kesimpulan Pembiasaan kemampuan literasi di kelas i SD Negeri 0117 Sibuhuan adalah membaca buku setiap hari sebelum pembelajaran dan guru juga menuntun siswa untuk membaca buku yang barkaitan tentang gerakan literasi sekolah agar siswa tidak merasa tertekan dan bosan dalam membaca. Selain itu, guru juga mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam pembuatan poster, papan informasi . , dan pohon literasi. Hal ini diharapkan akan membantu memupuk gerakan literasi sekolah, yang pada gilirannya dapat membentuk karakter siswa untuk masa depan. Faktor internal dan eksternal penyebab rendahnya kemampuan literasi siswa kelas i terutama dalam membaca dan menulis di SD Negeri 0117 Sibuhuan yaitu: SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 68-79 Dalam aspek peserta didik, termasuk siswa, terdapat masalah dalam artikulasi pengucapan kata-kata, sering kali mengucapkan kata-kata dengan kurang jelas, dan masih kerap salah dalam pengucapan kata-kata dalam satu kalimat. Selain itu, siswa menghadapi kesulitan dalam memahami makna yang terkandung dalam Minimnya kebiasaan membaca pada siswa disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya membaca buku. Siswa lebih memilih menghabiskan waktu mereka untuk aktivitas lain daripada membaca, baik di dalam kelas maupun di Sarana dan prasarana yang tidak memadai juga mempengaruhi budaya membaca di lingkungan sekolah. Program literasi belum berjalan dengan baik, kurangnya penggunaan slogan-slogan yang mendorong membaca di lingkungan sekolah, papan informasi . sekolah jarang diperbarui, dan tidak ada tempat khusus selain perpustakaan untuk kegiatan membaca. Di lingkungan keluarga, dukungan terhadap kemampuan membaca dan menulis siswa juga kurang. Hal ini bisa dipengaruhi oleh intensitas menonton televisi dan penggunaan ponsel untuk bermain game. Siswa lebih tertarik pada hiburan yang disediakan televisi dan ponsel daripada membaca buku. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis laksanakan dapat dikemukakan kesimpulan bahwa penerapan strategi reading guide dalam meningkatkan kemampuan pemahamanisi teks wacana pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SD Negeri 0119 Banjar Raja Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas yaitu pada pra siklus hanya 2 siswa atau 9,52% yang memiliki kategori Ausangat baikAy 4 siswa atau 19,05%. AubaikAy, 8 siswa atau 38,10%. AucukupAy, 6 siswa atau 28,57%. AukurangAy, 1 siswa atau 4,76% Ausangat kurangAy, sedangkan kemampuan siswa dalam pemahamanisi teks wacana siklus I sudah mulai meningkat yaitu 4 siswa atau 19,05% yang memiliki kategori Ausangat baikAy 6 siswa atau 28,57%. AubaikAy, 10 siswa atau 47,62%. AucukupAy, 1 siswa atau 4,76%. AukurangAy, tidak ada siswa Ausangat kurangAy, dan kemampuan siswa dalam pemahamanisi teks wacana siklus II sudah meningkat yaitu 11 siswa atau 52,38%, yang memiliki kategori Ausangat baikAy 9 siswa atau 42,86%, kategori AubaikAy, 1 siswa kategori AucukupAy, tidak ada siswa kategori Au KurangAy, tidak ada siswa kategori Ausangat kurangAy. Maka dapat disimpulkan dengan strategi reading guide dapat meningkatkan kemampuan pemahamanisi teks wacana pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SD Negeri 0119 Banjar Raja Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas. Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Anak Kelas i Di SD Negeri 0117 Sibuhuan DAFTAR REFERENSI Abdussamad. Zuchri. Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: syakir Media Press. Anon. Observasi Awal Di SD Negeri 0113 Sibuhuan. Senin, 23 Januari 2023. Choiri. Umar Sidiq dan Moh. Miftachul. Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan. Ponorogo: Natak Karya. Dewayani. Sofie. Menghidupkan Literasi Di Ruang Kelas. Yogyakarta: Kanisius. Hardani, dkk. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Mataram: Pustaka Ilmu Group Yogyakarta. Hasanah. Uswatun. Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Di Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Penelitian Kebijakan. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kern. Richard. Literacy & Language Teaching. Oxford: Oxford University Press. Khoiron. Adhi Kusmastuti dan Ahmad Mustamil. Metode Penelitian Kualitatif. Semarang: LPSP. Labudasari. Erna. AuMembanguan Karakter Siswa Sekolah Dasar Melalui Gerakan Literasi Sekolah. Ay Seminar Nasional Pendidikan Dasar. Moleong. Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Mubarok. Husni. AuKontribusi Usaid Prioritas Dalam Menumbuhkembangkan Budaya Literasi Di Sekolah Sd/Mi d i Kabupaten Langkat. Ay Analytica Islamica. Mursyid. Moh. Membumikan Gerakan Literasi Di Sekolah. Yogyakarta: Lembaga Ladang Kata. Rahayu. Triwati. AuPenumbuhan Budi Pekerti Melalui Gerakan Literasi Sekolah. Ay Https://Publikasiilmiah. Ums. Ac. Id/Xmlui/Bitstream/Handle/116 17. Rahim. Farida. Pengajaran Membaca Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara. RI. Departemen Agama. Al- QurAoan Dan Terjemahnya. Garut: Jumanatul Ali. Shihab. Quraish. Tafsir Al-Mishbah: Pesan. Kesan. Dan Keserasian Al-QurAan Vol. Jakarta: Lentera Hati. Venus. Nur Berlian. Evaluasi Implementasi Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan. Badan Penelitian dan Pengembangan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaa. SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023