e-Journal Keperawatan . -K. Volume 6 Nomor 1. Mei 2018 HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO Cheryl Esther Majore Flora P. Kalalo Hendro Bidjuni Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Email : cherylmajore@gmail. Abstract: The quality of human resources is related to the ability problem, both physical ability . and non-physical ability . hich concerns the ability of work, thinking, mental, and other skill. Working fatigue in nurses results in decreased physical and mental abilities and loss of work efficiency. A nurse who has good performance is the main key in improving the quality of health services. Aimed, to determine the relationship between Work Fatigue Relationship with Performance Nurse In Installation Inpatient Care RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Method, used analytic survey method with cross sectional approach, by took all sample from population . otal sampl. that is 44 people. By the test of FisherAos Exact Test in level of significance 95% ( = 0,. Results of based on research results, it can be concluded that the fatigue of nurses in the category not tired of as much as 35 respondents . ,5%) of And nurse performance were largely included in the category of good with 40 respondents . ,9%) of respondents, with p value 0,023 < = 0,05. Summary of this study has shown there is a relationship between work fatigue with the performance of nurses at Inpatient Care Installation RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Keywords: Fatigue Work. Performance of Nurses Abstrak: Mutu sumber daya manusia yaitu menyangkut masalah kemampuan, baik kemampuan fisik . maupun kemampuan non fisik . ang menyangkut kemampuan bekerja, berpikir, mental, dan keterampilan-keterampilan lainny. Kelelahan kerja pada perawat berakibat pada penurunan kemampuan fisik dan mental serta kehilangan efisiensi kerja. Perawat yang mempunyai kinerja baik merupakan kunci utama dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian mengetahui Hubungan Kelelahan Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Instalasi Rawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan sampel keseluruhan . otal samplin. yakni 44 perawat pelaksana, dengan uji pada tingkat kemaknaan 95% ( = 0,. Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa kelelahan kerja perawat berada pada kategori tidak lelah sebanyak 35 responden . ,5%) Dan kinerja yang sebagian besar termasuk dalam kategori baik yaitu 40 responden . ,9%) responden, dengan nilai p 0,023 < = 0,05. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Kata kunci: Kelelahan Kerja. Kinerja Perawat. e-Journal Keperawatan . -K. Volume 6 Nomor 1. Mei 2018 AuPengembangan Sumber Daya ManusiaAy, yaitu menyangkut masalah kemampuan, baik kemampuan fisik . maupun kemampuan non fisik . ang menyangkut kemampuan bekerja, berpikir, mental, dan keterampilan-keterampilan Kelelahan . adalah suatu keluhan umum pada masyarakat umum dan pada populasi pekerja. Kelelahan dapat diatasi dengan beristirahat untuk menyegarkan Tetapi apabila kelelahan tidak segera diatasi dan pekerja dipaksa untuk terus bekerja, maka kelelahan akan semakin parah berakibat pada penurunan kemampuan fisik dan mental serta kehilangan efisiensi kerja (Tarwaka, 2. Kinerja atau performance merupakan fungsi dari kemampuan . , motivasi . lingkungan kerja . (Nursalam. Kunci utama dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan adalah perawat yang mempunyai kinerja baik. Namun tak jarang ditemukan keluhan yang berkaitan muaranya berasal dari perawat. Untuk itu perlu kiranya rumah sakit memfokuskan masalah kualitas pelayanan terhadap kinerja perawat (Mulyono, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Kasmarani . dalam jurnal yang berjudul AoPengaruh beban kerja fisik dan mental terhadap stress kerja pada perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD CianjurAo, menunjukkan tidak ada hubungan antara beban kerja fisik dengan stres kerja pada perawat. Dalam penelitian tersebut mengemukakan hasil bahwa beban kerja fisik yang berlebihan pada pekerja dapat menimbulkan kelelahan yang dapat berujung pada stres kerja. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kelelahan kerja adalah faktor utama penyebab stres kerja. Kurniawati . penelitian tentang AoHubungan kelelahan kerja dengan kinerja perawat di bangsal rawat inap Rumah Sakit Islam Fatimah kabupaten CilacapAo, bahwa terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan Tingkat kelelahan sebesar 63,8%, dan tergolong dalam tingkat kelelahan yang PENDAHULUAN Pelayanan keperawatan diberikan kepada pasien sebagai pengguna jasa pelayanan keperawatan yang bermutu dan Pada pasal 63 UU No. 36 tahun 2014 pelayanan keperawatan merupakan pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan dipengaruhi oleh perawat . , dan karakteristik kerja (Nursalam, 2. Data yang diperoleh Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Kemenkes RI . melaporkan total sumber daya manusia kesehatan pada tahun 2016 di Indonesia Perawat merupakan tenaga kesehatan dengan jumlah terbesar dari tenaga kesehatan yang lain yaitu 876 . %), disusul bidan 27%, dokter spesialis . %). Rasio perawat pada tahun 2016 secara nasional adalah 113,40 per 100. 000 penduduk dimana angka ini masih jauh dari target rencana tahun 2015 - 2019 yaitu 180 perawat per 100. Menurut Kemenkes . Total sumber daya manusia kesehatan di rumah sakit di Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 856 orang yang terdiri dari 322. orang tenaga kesehatan . ,32%) dan 34,68% tenaga penunjang kesehatan. Jumlah tenaga kesehatan terbanyak juga yaitu perawat sebanyak 147. 264 orang . ,65%). Strategi pembangunan dan digariskan RPJMN 2015Ae2019 Aymeningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat IndonesiaAy. Arah kebijakannya penyebaran, dan kualitas sumber daya manusia kesehatan. Dalam mencapai agenda pembangunan tersebut tenaga perawat berkontribusi dalam mewujudkan visi-misi itu, tetapi yang terjadi sekarang dan masih akan berlanjut di masa yang akan datang adalah bahwa ketersediaan tenaga perawat sedang mengalami krisis (Manalu, 2. Kualitas yang menyangkut mutu sumber daya manusia menurut Notoatmodjo . e-Journal Keperawatan . -K. Volume 6 Nomor 1. Mei 2018 Tingkat kinerja perawat di bangsal Rumah Sakit Islam Fatimah sebesar persentase 67,5%, dan tergolong dalam tingkat kinerja yang tidak baik. Hasil survei sementara di RSU Pancaran Kasih GMIM Manado, didapati jumlah perawat yang bekerja di bagian rawat inap yaitu sebanyak 135 orang termasuk kepala ruangan di 11 ruang rawat inap. Pada bulan Oktober 2017 jumlah pasien masuk sebanyak 972 dan pasien keluar baik hidup/mati sebanyak 993. Data awal yang peneliti dapat dari RSU Pancaran Kasih GMIM Manado, diketahui jumlah pasien masuk rumah sakit terbanyak ditemukan di ruangan kelas II dan kelas i pada tahun 2016 sehingga peneliti mengambil tempat penelitian di ruangan rawat inap Maria. Hana. Ester dan Lukas. Hasil wawancara secara umum terhadap 7 dari 48 perawat yang bertugas di ruang rawat inap di RSU Pancaran Kasih GMIM Manado, didapatkan bahwa 4 diantaranya mengatakan bahwa kinerja dikarenakan akibat pekerjaan yang harus menuntut untuk bekerja maksimal dengan beban kerja seperti jumlah pasien di Bukan hanya dari sisi pasien saja yang membuat perawat mengalami kelelahan fisik, emosi dan mental tetapi juga dari sisi keluarga pasien yang banyak menuntut dan rekan kerja kadang tidak Sementara itu, 3 perawat lainnya kelelahan, kinerja mereka tetap baik. Penelitian tentang hubungan kelelahan kerja dengan kinerja perawat belum pernah dilakukan sebelumnya di instalasi rawat inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Auhubungan kelelahan kerja dengan kinerja perawat di instalasi rawat inap RSU Pancaran Kasih GMIM ManadoAy Lukas. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2017 sampai 8 Januari 2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga perawat di instalasi rawat inap di ruangan Maria. Hana. Ester. Lukas RSU Pancaran Kasih GMIM Manado sebanyak 48 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik total sampling. Pada penelitian ini sampel yang diteliti adalah perawat pelaksana sebanyak 44 responden. Kriteria inklusi : Perawat yang bekerja di ruang rawat inap Maria. Hana. Ester. Lukas RSU Pancaran Kasih GMIM Manado, perawat yang bersedia menjadi responden dengan mengisi surat kesediaan menjadi Kriteria eksklusi Perawat kepala METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah survei Penelitian telah dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap Pancaran Kasih GMIM Manado di ruangan Maria. Hana. Ester dan Tabel karakteristik responden diatas menjelaskan bahwa dari 44 responden, ditemukan umur responden yang paling banyak dengan rentang umur 26-35 tahun yaitu 25 perawat . ,8%). Untuk jenis HASIL dan PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi Frekuensi berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan, dan masa kerja responden di Instalasi Rawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado Tahun Umur O25 Tahun 26-35 Tahun > 35 Tahun Total Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Pendidikan Ners Total Masa Kerja O 3 Tahun > 3 Tahun Total Data primer . iolah tahun 2. e-Journal Keperawatan . -K. Volume 6 Nomor 1. Mei 2018 kelamin, yang paling banyak dengan jenis kelamin perempuan yaitu 39 perawat . ,6%). Dan pada tabel pendidikan ditemukan responden yang paling banyak dengan pendidikan yaitu 34 perawat . , . Serta masa kerja responden yang paling banyak ada pada rentang masa kerja O 3 tahun yaitu 27 perawat . , 4%) dan sisanya 17 perawat . ,6%). Tabel 4. Tabulasi silang hubungan kelelahan kerja dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado Tahun 2018. Kinerja Perawat Baik Tabel 2. Distribusi Frekuensi berdasarkan Kelelahan kerja di Instalasi Rawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado Tahun 2018. Kelelahan kerja Lelah Tidak lelah Total Total Lelah Tidak Lelah Uji yang digunakan adalah uji FisherAos Exact Test. Hasil uji diperoleh nilai A = 0,023. Hal ini berarti bahwa nilai A lebih kecil dari (A = 0,023 < = 0,. , maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima atau terdapat hubungan yang antara kelelahan kerja dengan kinerja perawat pelaksana di Instalasi RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Tabel 3. Distribusi Frekuensi berdasarkan Kinerja Perawat di Instalasi Rawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado Tahun Kurang baik A = 0,023 Tabel diatas menjelaskan bahwa dari 44 responden, ditemukan responden kelelahan kerja terbanyak yaitu tidak lelah sebanyak 35 perawat . ,5%) dan responden kelelahan kerja lelah sebanyak 9 perawat . ,5%) Data primer . iolah tahun 2. Data primer . iolah tahun 2. Kelela Total Kinerja Perawat Baik Total Kurang PEMBAHASAN Sebagian besar perawat pelaksana rawat inap di ruangan Maria. Hana. Ester dan Lukas RSU Pancaran Kasih GMIM Manado memiliki kelelahan kerja tidak lelah yaitu sebanyak 35 perawat . ,5%) dan kelelahan kerja lelah sebanyak 9 perawat . ,5%). Sebagian besar perawat di instalasi rawat inap dalam penelitian ini yang mengalami kelelahan kerja kategori tidak Kelelahan yang terbagi atas kelelahan otot dan kelelahan umum (Tarwaka, 2. Dimana pada umumnya keluhan otot pertama terjadi pada usia kerja di atas 35 Kekuatan otot maksimal terjadi pada saat umur antara 20 - 29 tahun, selanjutnya terus terjadi penurunan sejalan dengan bertambahnya umur. Beban kerja baik fisik Data primer . iolah tahun 2. Tabel diatas menjelaskan bahwa dari 44 responden, ditemukan responden dengan kinerja perawat baik sebanyak 40 responden . ,9%) dan responden dengan kinerja perawat kurang baik sebanyak 4 orang . ,1%). e-Journal Keperawatan . -K. Volume 6 Nomor 1. Mei 2018 maupun mental harus disesuaikan dengan kemampuan atau kapasitas kerja pekerja yang bersangkutan dengan menghindarkan adanya beban berlebih maupun beban yang terlalu ringan. Apabila beban kerja melebihi kapasitas kerja, maka resiko terjadinya keluhan otot akan semakin besar (Tarwaka. Lendombela penelitiannya tentang Hubungan Stres Kerja dengan Kelelahan Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap RSU GMIM Kalooran Amurang didapati 16 responden . ,5%) mengalami kelelahan kerja dan 52 responden . ,5%) yang tidak mengalami kelelahan kerja. Peneliti berasumsi bahwa penyebab tidak mengalami kelelahan kerja yaitu responden masih berada pada usia produktif. Berdasarkan data dari responden didapati sebagian besar perawat beumur 25-30 tahun. Perawat yang didapati tidak mengalami kelelahan kerja saat dilakukan penelitian ini dapat mengatasi kelelahan saat bekerja. Berdasarkan menunjukan bahwa perawat pelaksana yang memiliki kinerja yang baik yaitu 40 responden . ,9%) dan sebanyak 4 responden . ,1%) dengan kategori kinerja yang kurang baik. Dari gambaran persentase kinerja tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar perawat rawat inap mempunyai kinerja yang baik. Akan tetapi dari sekian banyak yang memiliki kinerja yang baik, masih ada perawat dengan kinerja yang kurang baik. Kinerja merupakan perilaku yang nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja. Kebutuhan merupakan kunci suatu motivasi dan kepuasan kerja. Penilaian kinerja diperlukan karena tanpa mengukur hasil kinerja rumah sakit/keperawatan tidak dapat diketahui apakah input dan proses yang baik telah menghasilkan output yang baik pula. Kemampuan merupakan unsur utama dalam menilai Keberhasilan penyelesaian tugas meningkatkan kepuasan kerja. Kepuasan kerja sebagai sikap umum individual terhadap pekerjaannya (Nursalam, 2. Kemampuan/keterampilan bekerja seorang perawat dapat dilihat dari tingkatan masa kerjanya dan pendidikan (Notoatmodjo. Lolongan . tentang AoFaktorFaktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada Kabupaten Tana TorajaAo dalam hasil penelitiannya didapati perawat yang memiliki kinerja cukup baik lebih banyak dibandingkan dengan perawat yang memiliki kinerja kurang yaitu 47 orang . ,5%) Hal ini bertolak belakang dengan penelitian Kurniawati . dalam jurnal AoHubungan kelelahan kerja dengan kinerja perawat di Bangsal Rawat Inap Rumah Sakit Islam Fatimah Kabupaten CilacapAo bahwa kinerja perawat sebagian besar tergolong dalam kategori tidak baik sebesar 67,5%. Peneliti menemukan usia perawat yang berkinerja baik berkisar di atas 25 tahun dimana usia tersebut merupakan usia Selain itu, hasil observasi menunjukkan masa kerja di bawah 3 tahun pada umumnya kinerja baik karena dituntut untuk memiliki kemampuan/keterampilan yang baik disertai motivasi yang tinggi dalam berusaha memberi pelayanan yang terbaik yang menimbulkan kepuasan kerja. Peneliti berasumsi bahwa setiap individu keterampilannya masing-masing. Kepuasan kerja didapat ketika mereka telah bekerja memberikan pelayanan yang terbaik merupakan salah satu faktor penting menghasilkan sebuah prestasi/kinerja. Hasil responden yang lelah dan memiliki kinerja baik berjumlah 6 perawat . ,6%), sedangkan responden dengan kelelahan kerja lelah dan memiliki kinerja kurang baik berjumlah 3 perawat . ,8%). Sementara responden yang tidak mengalami kelelahan kerja dan memiliki kinerja baik berjumlah 34 perawat . ,3%), sedangkan responden yang tidak mengalami kelelahan kerja dan memiliki kinerja kurang baik berjumlah 1 perawat . ,3%). Kinerja seseorang dinilai dari kemampuan melaksanakan tugas e-Journal Keperawatan . -K. Volume 6 Nomor 1. Mei 2018 merupakan unsur utama dalam menilai kinerja seseorang (Nursalam, 2. Ramli . dalam jurnalnya AoPengaruh konflik peran ganda, beban kerja dan kelelahan kerja . dengan kinerja perawat wanita di RSUD I LagaligoAo menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara burnout dengan kinerja perawat wanita di ruang rawat inap RSUD I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur, perawat wanita yang tidak mengalami burnout lebih berpeluang berkinerja baik dibandingkan dengan perawat wanita yang mengalami burnout dengan p = 0. 001 ( = 0,. Penelitian yang terkait dengan penelitian ini yaitu penelitian Terok, . AoHubungan Kinerja Perawat Pelaksana dengan Penerapan Proses Keperawatan di Irina C BLU RSUP Prof Dr. Kandou ManadoAo didapati perawat dengan kinerja baik dan penerapan proses keperawatan yang baik sebanyak 28 responden . %). Perawat pelaksana yang memiliki kinerja baik dan menerapkan proses keperawatan dengan benar sesuai standar dapat menjamin setiap orang yang berkunjung di rumah sakit akan merasa puas dengan pelayanan keperawatan yang diberikan. Kasmarani. Murni. Pengaruh beban kerja fisik dan mental terhadap stress kerja pada perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cianjur. Jurnal Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro. Diunduh pada tanggal SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di ruang rawat inap Sebagian besar perawat pelaksana mengalami kelelahan kerja pada kategori tidak lelah. Sebagian besar kinerja perawat pelaksana ada pada kategori kinerja perawat baik. Terdapat hubungan antara kelelahan kerja dengan kinerja perawat di di instalasi rawat inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Notoatmodjo. Soekidjo. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. Kurniawati. Dian. Hubungan kelelahan kerja dengan kinerja perawat di Bangsal Rawat Inap Rumah Sakit Islam Fatimah Kabupaten Cilacap. Jurnal Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta. Diunduh pada tanggal 28 September 2016. Lendombela. Ditya. Hubungan Stress Kerja dengan kelelahan kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSU GMIM Kalooran Amurang. Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Sam Ratulangi. Lolongan . tentang AoFaktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada Kabupaten Tana Toraja Manalu. Lister Friska. 7, 2 Jun. Menyikapi Krisis Kekurangan Perawat. Koran Sindo. Hal. Mulyono. Hadi. Faktor yang perawat di Rumah Sakit Tingkat i 0 Ambon. Jurnal Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hassanudin Makassar. Diunduh pada tanggal 1 Oktober 2017. DAFTAR PUSTAKA