Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menerapkan Strategi Pembelajaran Abad 21 Melalui Workshop Edukasi Guru Di Desa Banyuresmi Fanny Nurani1. Winda Sri Rahayu2. Vina Noviana Hadiansyah3. Zulfani Jannah Hamidah4. Nur Alam Ulumuddin Zuhri5 1,2,5, Tasawuf dan Tarekat. MaAohad Aly Idrisiyyah. Tasikmalaya. Indonesia Manajemen Pendidikan Islam. STAI Idrisiyyah. Tasikmalaya. Indonesia ABSTRAK Perkembangan zaman yang semakin pesat menuntut adanya perubahan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam hal penerapan strategi pembelajaran. Di Desa Banyuresmi, masih banyak guru yang belum sepenuhnya menguasai strategi pembelajaran abad 21. Hal ini menjadi latar belakang dilakukannya pengabdian masyarakat ini. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran abad 21 sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melalui workshop edukasi guru yang mencakup materi tentang konsep pembelajaran abad 21, berbagai macam strategi pembelajaran yang dapat diterapkan, serta praktik langsung dalam merancang kegiatan pembelajaran. Peserta workshop adalah seluruh guru di Desa Banyuresmi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kompetensi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran abad 21. Hal ini terlihat dari peningkatan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran abad 21 serta kemampuan mereka dalam merancang kegiatan pembelajaran yang inovatif. Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi, guru juga memberikan respon positif terhadap pelaksanaan workshop dan menunjukkan minat yang tinggi untuk menerapkan strategi baru dalam pembelajaran di kelas. Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Banyuresmi. Kata kunci: Kompetensi Guru. Pembelajaran Abad 21. Peningkatan Kualitas Pembelajaran ABSTRACT The increasingly rapid development of the times demands changes in the world of education, including in terms of implementing learning strategies. In Banyuresmi Village, there are still many teachers who have not fully mastered 21st century learning strategies. This is the background for carrying out this community The aim of this service is to increase teacher competence in implementing 21st century learning strategies so that they can improve the quality of student learning. The method used in this service is through teacher education workshops which include material on 21st century learning concepts, various kinds of learning strategies that can be applied, as well as direct practice in designing learning activities. The workshop participants were all teachers in Banyuresmi Village. The results of this service show a significant increase in teacher competence in implementing 21st century learning strategies. This can be seen from the increase in teachers' understanding of 21st century learning concepts and their ability to design innovative learning activities. Apart from that, based on the evaluation results, teachers also responded positively to the implementation of the workshop and showed high interest in implementing new strategies in classroom learning. It is hoped that this workshop can be the first step in efforts to improve the quality of education in Banyuresmi Village. Keywords: Teacher Competency, 21st Century Learning. Improving the Quality of Learning Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Abad 21 disebut sebagai abad Pada abad 21 ini ditandai dengan berkembangnya teknologi dan informasi yang cukup pesat dalam segala aspek kehidupan, akibatnya pada abad ini mengalami perubahanperubahan yang cukup signifikan dalam Pembelajaran abad ke-21 ialah pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21 untuk menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan global, yang dimana pada abad ini kemajuan teknologi dan informasi berkembang sangat pesat dan mempengaruhi segala bidang kehidupan manusia, salah satunya dalam bidang Pendidikan (Rifa Hanifa Mardhiyah, 2. Mengajar peserta didik generasi menyesuaikan strategi, model, dan metode pengajaran dengan karakteristik generasi tersebut. Guru tidak bisa lagi mengajar dengan strategi pembelajaran yang standar dan biasa-biasa saja. Guru harus kreatif dan inovatif, memperkaya keterampilan untuk dapat menyajikan kegiatan pembelajaran yang menarik melalui e-learning (Puspitarini, 2. Pembelajaran dikembangkan dengan berbagai model pembelajaran dan strategi yang berlandaskan dengan kegiatan yang cocok dengan karakter kompetensi dan materi pembelajaran. Sehingga dalam pendidikan, siswa tidak hanya memiliki kecakapan pengetahuan, melainkan juga menganut sikap yang mengacu pada ilmu pengetahuan seperti berfikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif (Annisa Fitrah, 2. Namun, pembelajaran abad 21 di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan seperti Desa Banyuresmi, masih menghadapi Vol. 9 No. Mei 2025 berbagai kendala. Salah satu kendala utama adalah kurangnya kompetensi inovatif dan relevan dengan kebutuhan Kesenjangan antara kemampuan guru saat ini dengan tuntutan pembelajaran abad 21 menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia Banyak guru masih bersifat teacher-centered, sehingga kurang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Padahal, perkembangan teknologi menuntut siswa untuk memiliki keterampilan tersebut agar dapat bersaing di era Selain itu, kurangnya akses terbatasnya sumber daya, dan minimnya pendampingan profesional menjadi faktor yang memperbesar kesenjangan Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa pelatihan dan workshop yang terfokus pada penguatan kompetensi guru untuk mengadopsi strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan kompetensi guru pelaksanaan workshop edukasi guru di Desa Banyuresmi. Workshop ini pemahaman yang komprehensif kepada guru di Desa Banyuresmi tentang konsep pembelajaran abad 21, serta membekali mereka dengan berbagai strategi dan model pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Dengan demikian, diharapkan guru dapat lebih efektif dalam mengembangkan potensi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) siswa dan mempersiapkan mereka untuk menjadi warga negara yang produktif dan adaftif. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan workshop ini narasumber ahli dengan sesi diskusi Materi ceramah disampaikan secara menarik dengan menggunakan presentasi, video, dan simulasi untuk mempermudah pemahaman peserta. Narasumber menyajikan materi terkait konsep pembelajaran abad 21 dan strategi penerapannya. Narasumber workshop adalah pakar pendidikan yang memiliki pengalaman luas dalam menerapkan pembelajaran abad 21. Adapun sesi diskusi dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi, bertukar pikiran, dan implementasi pembelajaran abad 21 di serta untuk menggali tantangan dan peluang yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran abad 21. Kegiatan workshop dilaksanakan di Gor Desa Banyuresmi pada tanggal 25 November 2024. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru di Desa Banyuresmi. Kecamatan Sukahening. Metode yang digunakan dalam workshop ini adalah presentasi dan Pada narasumber menjelaskan dengan detail senantiasa sambil membuka kesempatan untuk berdiskusi. Agar pelaksanaan diskusi dapat tertib dan terpantau setiap peserta yang mau bertanya, kegiatan Selanjutnya, setelah selesai paparan materi, moderator kembali meyakinkan bahwa peserta workshop telah memahami materi yang telah Vol. 9 No. Mei 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di Desa Banyuresmi pembelajaran abad 21 melalui workshop edukasi, sekaligus menjawab tantangan dalam mendidik generasi Alpha. Kegiatan ini dirancang untuk membantu guru memahami konsep pembelajaran abad 21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, serta membekali mereka dengan strategi praktis yang relevan untuk digunakan di Generasi Alpha, yang tumbuh dalam era teknologi digital, menuntut pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, personal, dan berbasis Oleh karena itu, workshop ini juga dirancang untuk mengembangkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi dan menciptakan inovasi Dengan diharapkan para guru dapat lebih siap generasi Alpha sekaligus meningkatkan Desa Banyuresmi. Sukahening. Tasikmalaya. Gambar 1. Peserta Workshop Kegiatan workshop ini diikuti oleh sebanyak 25 peserta yang merupakan guru-guru dari berbagai sekolah di Desa Banyuresmi. Partisipasi aktif para guru dalam workshop ini menunjukkan antusiasme mereka untuk meningkatkan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pembelajaran abad 21 yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Kehadiran para peserta dari berbagai jenjang pendidikan di desa tersebut juga menjadi langkah strategis dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan di tingkat lokal. Para peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap workshop ini, yang terlihat dari penyampaian materi Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian, mencatat poin-poin penting, dan terlibat aktif dalam diskusi yang Banyak peserta yang tanggapan yang menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan mereka sebagai Antusiasme peserta semakin memahami dan mendalami strategi pembelajaran abad 21 yang dijelaskan kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Respon positif ini mencerminkan bahwa memberikan wawasan baru, tetapi juga memenuhi kebutuhan peserta untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menghadapi tantangan mendidik generasi Alpha. Dengan adanya keterlibatan aktif tersebut, workshop ini menjadi langkah awal yang signifikan pendidikan di Desa Banyuresmi. Vol. 9 No. Mei 2025 Gambar Sesi Penyampaian Materi dan Diskusi Dikarenakan aspek kehidupan saat ini tidak terlepas dari penggunaan dan pemanfaatan teknologi, informasi, dan komunikasi, yang tentunya sangatlah mudah untuk kita mengakses segala macam informasi dari berbagai platform sosial media saat ini. Namun dengan adanya kemajuan era digital ini, tentunya akan berpengaruh terhadap pola fikir, pola sikap, dan pola tindak distribusikan informasi. Kemajuan ini bisa menjadi tantangan besar bagi para pendidik namun juga bisa menjadi peluang yang besar dalam proses pembelajaran peserta didik disekolah. Pendidik menyesuaikan dengan kehadiran era bagaimana menjadi bagian dari era Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) memanfaatkan teknologi digital dan berjejaring ini secara produktif. AuDidiklah anak sesuai pada zamannya, karena mereka hidup pada zamannya bukan pada zamanmu. Ay(Ali Bin Abi Thali. Dalam Seminar menyampaikan bahwa fenomena yang terjadi pada anak saat ini terutama pada anak generasi alpha yaitu penerimaan informasi yang berlebihan, informasiinformasi yang masuk kedalam otaknya tidak sesuai dengan kebutuhan dirinya. Oleh karena itu, bukan hanya guru yang pembelajaran siswa, namun juga peran orang tua sangatlah penting dalam mendidik anak, terutama mengawasinya dalam bermain gadget. Generasi alpha ini memiliki karakteristik gitital native, independent, dan juga visual. Disini pendidik dapat menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa. Maka dari itu guru harus mempunyai kompetensi kemampuan guru dalam mengelola mengevaluasi hasil belajar, serta kemampuan pengembangan ragam potensi siswa (Notanubun, 2. Disini guru dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi serta mampu memanfaatkannya dalam kemampuan guru khususnya digital Pada pembelajaran abad 21, guru harus merubah pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru menjadi pola pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru pada abad 21 dan abad selanjutnya ditantang untuk melakukan akselerasi Vol. 9 No. Mei 2025 terhadap perkembangan informasi dan Pembelajaran di kelas dan pengelolaan kelas, pada abad ini harus disesuaikan dengan standar kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (Husain, 2. Pemateri pada workshop juga memberikan solusi kepada para guru di Desa Banyuresmi dalam menghadapi tantangan-tantangan pembelajaran di era digital ini. Yaitu seorang guru dapat dengan karakteristik siswa, dan memanfaatkan peluang yang ada. Beberapa hal yang dapat guru lakukan pengembangan karakter pada siswa, guru dapat menerapkan sikap sosial dan sekolah, seperti halnya menjenguk teman yang sedang sakit, menolong teman yang sedang mengalami bencana, sehingga menimbulkan rasa empati pada Kedua, pembelajaran visual-audithory. Guru dapat mengadopsi strategi dan teknik tertentu yang mendukung kebutuhan siswa dengan kedua gaya tersebut, seperti membuat slide presentasi dengan elemen visual yang menarik, atau menyediakan video pembelajaran atau animasi interaktif. Ketiga, fasilitasi pendekatan di mana guru menciptakan situasi belajar yang melibatkan siswa secara aktif, baik melalui aktivitas langsung, diskusi, kolaborasi, maupun penggunaan teknologi. Keempat, fokus Keterampilan/Psikomotor, pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada pengembangan kemampuan fisik, gerakan, dan tindakan praktis siswa, seperti guru memperlihatkan cara melakukan suatu tugas atau prosedur, lalu meminta siswa menirunya. Kelima, sumber belajar based IT. Penggunaan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) sumber belajar berbasis teknologi pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan fleksibel. Guru dapat memanfaatkan platform dan aplikasi digital seperti Quizizz, atau Mentimeter untuk kuis dan interaksi langsung. Pada abad ke-21 ini tentunya perlu adanya pembelajaran yang sesuai, merancang strategi pembelajaran yang Pembelajaran efektif adalah pembelajaran dimana peserta didik memperoleh keterampilan-keterampilan yang spesifik, pengetahuan dan sikap serta merupakan pembelajaran yang disenangi peserta didik (Madya, 2. Karena pada masa ini pendidik itu tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih dari itu yaitu mengkondisikan siswa untuk memiliki pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik (Kartini et al. Namun strategi yang dapat mendukung pembelajaran di abad 21 ini tidak hanya terfokus pada apa yang akan dipelajari disekolah saja, masih ada berpengaruh besar terhadap proses perkembangan dan pembelajaran pada Pemateri juga menjelaskan bahwa ada 3 peran yang sangat berpengaruh terhadap strategi pembelajaran abad 21 ini, yaitu peranan orang tua, peranan sekolah, dan peranan lingkungan. Kolaborasi erat antara orang tua, lingkungan, dan sekolah sangat penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi juga keterampilan hidup yang esensial untuk abad ke-21. Peranan orang tua sangatlah penting untuk proses pembelajaran ini, karena anak lebih menghabiskan banyak waktu di keluarga dari pada di sekolah yang hanya terpaku beberapa jam saja, orang tua juga menjadi contoh pertama bagi anak dalam bersikap dan Vol. 9 No. Mei 2025 Ini beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua dirumah dalam mendukung proses belajar anak, yaitu pengawasan dan pembatasan dalam penggunaan gadget, jangan sampai anak menerima informasi yang tidak seharusnya diketahui diusia yang seharusnya, juga mengarahkan anak kepada minat dan bakat nya. Peranan sekolah terhadap proses pembelajaran anak di abad 21 tentu harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Menurut (Sari, 2. menegaskan bahwa standar untuk sekolah abad 21 atau abad digital untuk guru dan siswa berkaitan dengan Guru mempersiapkan siswanya untuk hidup di abad digital, salah satunya mendukung anak berkarya yang positif dengan menggunakan platform digital, memberikan edukasi secara rutin mengenai penggunaan media digital, mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dengan cara sekolah menyediakan perangkat dan platform digital yang mendukung pembelajaran interaktif dan kolaboratif, dan juga memberikan pelatihan kepada guru, guru harus dilatih untuk menggunakan strategi pembelajaran yang inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis masalah. Wellaman Husen membuktikan melalui penelitiannya bahwa sekolah memiliki peran yang sangat dominan dalam tumbuh kembang anak, terutama dalam perkembangan Namun tidak hanya itu, sekolah juga megembangkan aspek lainnya seperti pembentukan sikap, kebiasaan, belajar bersama kelompok, belajar menahan diri dan lain Proses pembelajaran yang dilalui anak tentu dipengaruhi oleh faktor internal dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Faktor internal berupa motivasi, setiap anak memiliki motivasi yang berbeda-beda dalam dirinya untuk memiliki semangat dalam melakukan proses pembelajaran. Adapun Faktor eksternal salah satunya adalah peranan berpengaruh besar terhadap proses pembelajaran pada siswa, terutama pada pembentukan karakter anak. Bagaimana anak berinteraksi dalam lingkungan sosialnya, apakah mereka lebih banyak mendapatkan energi-energi positif yang akan mendoronganya menjadi lebih baik mendapatkan energi negatif (Zahroh & NaAoimah. Lingkungan masyarakat merupakan bagian dari kehidupan yang tidak bisa dipisahkan, dalam praktiknya dikehidupan kita saling memerlukan satu dengan lainnya, banyak hal yang terlibat terutama komunikasi, dalam hal ini masyarakat keberlangsungan perkembangan bagi proses pembelajaran anak (Latifah, 2. , lingkungan masyarakat juga menanamkan nilai-nilai etika dan estetika dalam pembentukan karakter anak, untuk itu diharapkan masyarakat pembelajaran ini dengan membuka ruang publik bagi pelajar dan kegiatankegiatan positif lainnya. Melalui workshop edukasi ini, para guru di Desa Banyuresmi dikenalkan dengan beberapa teknologi informasi pembelajaran anak sebagai media digital yang dapat digunakan disekolah, seperti AI. Chat GPT. Quizizz. Google Classroom, dan lain sebagainya. Karena sebagian besar guru di Desa Banyuresmi belum mengenal AI dan media digital lainnya, dan masih terdengar asing dikalangan guru Desa Banyuresmi. Pemateri menjelaskan tentang fungsi Vol. 9 No. Mei 2025 dari setiap aplikasi diatas dan memberikan contoh penggunaannya. Setelah mengikuti workshop, guru di Desa Banyuresmi menunjukan prinsip-prinsip pembelajaran abad 21, seperti integrasi proyek (Project-Based Learnin. , dan Pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi . C). Strategi pembelajaran abad 21 sangat relevan dengan tuntutan pendidikan masa kini. Peningkatan kompetensi guru dalam strategi ini menghadapi era digital dan globalisasi, di mana keterampilan 4C sangat Selain itu, salah satu aspek pengenalan teknologi pendidikan. Guru yang sebelumnya belum akrab dengan teknologi kini mampu memanfaatkan alat-alat digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan relevan bagi siswa, juga membantu guru meningkatkan keterampilan teknis dan pedagogis, seperti penggunaan aplikasi (Google Classroom. Canva. Kahoot, dll. Workshop edukasi guru di Desa Banyuresmi telah terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran abad Dengan pendekatan interaktif dan materi yang relevan, guru tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengimplementasikan metode baru di Meski terdapat tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan kebutuhan keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya pelatihan yang berfokus pada kebutuhan lokal. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak akan sangat penting untuk memastikan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 logistik, serta kesempatan yang pengabdian masyarakat ini. Tanpa bantuan dan kerjasama dari semua pihak, kegiatan ini tidak akan berjalan Kami kerjasama ini dapat terus berlanjut dan berkelanjutan bagi dunia pendidikan, khususnya di Desa Banyuresmi. KESIMPULAN Kegiatan workshop edukasi guru Desa Banyuresmi meningkatkan kompetensi para guru pembelajaran abad 21. Melalui penyampaian materi yang interaktif dan relevan, para peserta memperoleh pemahaman mendalam tentang konsep pembelajaran abad 21, termasuk berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan menunjukkan bahwa materi yang diberikan telah memenuhi kebutuhan mereka, terutama dalam menghadapi tantangan mendidik generasi Alpha yang hidup di era digital. Workshop ini juga menjadi langkah strategis dalam kemampuan guru saat ini dengan Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga mendorong komitmen para guru untuk mengadopsi pendekatan yang lebih inovatif dan efektif dalam proses Sebagai tindak lanjut, kegiatan serupa di wilayah lain dapat dilakukan untuk memperluas dampak positif terhadap kualitas pendidikan secara lebih luas. REFERENSI Mardhiyah. Aldriani. Chitta. , & Zulfikar. Pentingnya keterampilan belajar di abad 21 sebagai tuntutan dalam pengembangan sumber daya manusia. Lectura: Jurnal Pendidikan, 12. , 29-40. Maritsa. Salsabila. Wafiq. Anindya. , & MaAoshum. Pengaruh teknologi dalam dunia pendidikan. AlMutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan, 18. , 91-100. Puspitarini. Blended learning sebagai model pembelajaran abad Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 7. , 1-6. Husain. Gaya Kerja Milenial dan Tantangan Kolaborasi di Era Disrupsi Teknologi. In Prosding Seminar Nasional (Issue Februar. Kartini. Nurohmah. Wulandari. , & Prihantini. Relevansi (PBL) keterampilan abad 21. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6. , 9092Ae Latifah. Peran Lingkungan Dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia Dini. (JAPRA) Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal (JAPRA), 101Ae112. UCAPAN TERIMA KASIH