ISSN: 2720-9792 Aktivitas Komunikasi Pra Prosesi Pernikahan Adat Batak Toba Sumatera Utara (Studi Etnografi Komunikasi pada Aktivitas Prosesi Marhusip Dan Martumpol Pernikahan Keponakan Laki-Laki Adat Batak Toba Sumatera Utara di Komunitas Lumban Butar-Butar Pe. Oleh: Desi Lena Sari Butar-Butar desilenna72@gmail. Dr. Aan Widodo. Kom. ,M. Kom widodo@dsn. Drs. Nasarudin Siregar. Kom anaktaborusiregar@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas komunikasi dalam Pra Prosesi Pernikahan Adat Batak Toba Sumatera Utara, mengetahui situasi komunikasi, peristiwa komunikasi dan tindak komunikasi dalam Pra Prosesi Pernikahan Adat Batak Toba serta khusunya pada prosesi Marhusip dan Prosesi Martumpol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian etnografi komunikasi, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan Hasil penelitian menunjukan dalam pra prosesi pernikahan keponakan laki-laki adat Batak Sumatera Utara terdapat banyak prosesi dan ritual yang berlangsung. Terdapat dua ritual yang terjadi pada saat prosesi marhusip yaitu Manulangi Tulang dan Tintin Marakkup, sedangkan pada prosesi Martumpol ada ritual Marhata sinamot. Dalam setiap prosesi dan ritual terdapat aktivitas komunikasi didalamnya. Aktivitas komunikasi yang terjadi antara lain pada saat keponakan laki-laki meminta restu dan pada saat Manulangi . Pamannya. Selain itu juga pada saat membicarakan mahar (Marhata Sinamo. Kata Kunci : Aktivitas Komunikasi. Studi Etnografi Komunikasi. Prosesi Marhusip. Prosesi Martumpol. ABSTRACT The study aims to know the activity of communication in the pre wedding procession of costum Batak Toba. Knowing communication situation, communication event and communication act in Pre wedding procession of Toba Batak Custom and especially on procession Marhusip and Procession Martumpol. The study with the qualitative methods research etnography of communications, data collections technique using observation, interviews and documentation. The result show in pre wedding procession nephew in north Sumatra there a lot of the procession and ceremony that took In this study, author only focus on the procession there are the procession marhusip and the procession Martumpol. There are two rituals that occured ata time when the procession marhusip, wish is the Manulangi Tulang and Tintin Marakkup, while in theprocession Martumpol there is a ritual Marhata Sinamot. In every procession and ritual, there are communication activity in it. Communication activities that occours are at the timeAos nephew asked for a blessing and when Manulangi (Fee. his uncle. In addition, at the time to talk dowry (Marhata Sinamo. The Keyword : Communication activities. Study of ethnography communication, the procession Marhusip. The Procession Martumpol. Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Aktivitas Komunikasi Pra . Desi et al. Diterima: 20 Agustus 2019. Direvisi: 1 September 2019. Diterbitkan: 30 Juli 2019 PENDAHULUAN Pernikahan adat Batak Toba merupakan salah satu kebudayaan yang memiliki keunikan yaitu berupa upacara ritual adat Batak Toba. Pernikahan Batak Toba adalah upacara pengikat janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma Melalui pernikahan, setiap orang mengharapkan bahwa pernikahan yang dijalankannya sesuai dengan keinginan dan berjalan dengan baik, sama hal nya dengan pernikahan adat Sumatera Utara. Sehingga pernikahan adat Sumatera Utara sering disebut dengan pernikahan adat Batak Toba. Pernikahan harus diresmikan secara adat berdasarkan adat Dalihan Na Tolu, yaitu Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru. Proses upacara pernikahan adat Batak Toba disebut adat na gok . , yaitu pernikahan adat berdasarkan ketentuan adat terdahulu seperti Mangaririt. Mangalehon Tanda. Marhusip. Martumpol. Marhata Sinamot. Martonggo Raja atau Maria Raja. Manjalo PasuPasu Parbagason (Pemberkatan Nika. Ulaon Unjuk (Pesta Ada. Mangihut di Ampang. Ditaruhon Jual. Upacara pernikahan adat Batak Toba tersebut erat kaitannya dengan studi Etnografi merupakan kajian khusus yang membahas tentang kebudayaan atau sistem kepercayaan di suatu daerah. Etnografi pada dasarnya merupakan suatu bangunan pengetahuan yang meliputi teknik penelitian, teori etnografi dan berbagai macam deskripsi kebudayaan (Kuswarno, 2008:. Setiap prosesi pernikahan memiliki ritual dan aktivitas komunikasinya masingmasing, antara lain Tintin Marakkup dan Manulangi Tulang. Ritual adat merupakan sesuatu yang sakral dan mendapatkan penghormatan tertinggi dari masyarakat Batak Toba. Keserasian antarprosesi pernikahan dapat dilihat dari balutan busana, tata rias pengantin, serta upacara adat yang dilangsungkan (Hamidin, 2012:. Tintin Marakkup adalah upacara adat dimana bere . eponakan laki-lak. meminta restu kepada Tulang . audara laki-laki ibu/pama. serta orang tua perempuan memberikan sebagian sinamot (Maha. kepada Tulang . audara laki-laki ibu/pama. Keponakan wajib melakukan upacara ritual Tintin Marakkup ini, agar calon istrinya nanti menjadi anak perempuan pamannya. Sebagai bukti keseriusannya, keponakannya wajib memberikan sebagian sinamot . berupa uang dan ulos kepada paman. Pada umumnya ritual Tintin Marakkup dilaksanakan pada saat prosesi Marhusip. Prosesi Marhusip adalah prosesi yang berlangsung sebelum hari pernikahan dan diadakan di kediaman dari mempelai wanita. Pada saat Marhusip dan Pernikahan berlangsung, pihak laki-laki yang disebut keponakan meminta izin kepada pamannya untuk meminta restu agar wanita yang dinikahinya dianggap sebagai boru . nak perempua. dari paman tersebut. Selain Tintin Marakkup ada ritual lain yang berlangsung sebelum prosesi pernikahan Batak Toba antara lain Manulangi Tulang dan Marhata sinamot. Ritual Manulangi Tulang adalah ritual yang dilakukan setelah berenya . eponakan laki-lakiny. beranjak dewasa dan mau menikah . aeng marhasohotan/mangol. Orang tua membawa anak-anaknya manulangi tulang . audara laki-laki ibu/pama. dengan maksud agar tulangnya memberi restu kepada berenya . eponakan laki-lak. untuk berumah tangga . angoli/marhasohota. karena sudah dewasa . oli-dol. sehingga sudah pantas untuk membentuk rumah tangga. Sedangkan Marhata sinamot adalah perbincangan yang dilakukan pihak keluarga laki-laki dengan pihak keluarga wanita yang membahas mengenai Mahar. Undangan serta ulos yang akan diberikan pihak paranak . eluarga mempelai laki. Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Aktivitas Komunikasi Pra . Desi et al. kepada pihak parboru . eluarga mempelai wanit. Tintin Marakkup. Manulangi Tulang dan Marhata Sinamot termasuk kedalam salah satu ritual Batak Toba, dimana dalam ritual tersebut terjadi berbagai macam aktivitas komunikasi, yaitu komunikasi antara keponakan dengan Tulang . audara laki-laki ibu/pama. , calon mempelai wanita dengan Tulang . audara laki-laki ibu/pama. dari mempelai laki-laki, orang tua/wali dari mempelai laki-laki dengan orang tua/wali dari mempelai perempuan, dan orang tua/wali dari kedua mempelai dengan Tulang . audara laki-laki ibu/Ppama. untuk meminta restu dan menemukan kesepakatan bersama dengan membawa lauk . sebagai simbol tanda penghormatan terhadap Tulang . audara laki-laki ibu/pama. Hal ini menjadi menarik karena terdapat unsur komunikasi yang melatari dan menggerakan tradisi adat pernikahan Batak toba khusunya pada prosesi Mahusip dan Martumpol. Dalam hal ini Berdasarkan latar belakang diatas, penulis akan memfokuskan penelitiannya kepada melalui pertanyaan AuBagamana Aktivitas Komunikasi Pra Prosesi Pernikahan Keponakan LakiAiLaki Adat Batak Toba Sumatera Utara Di Komunitas Lumban Butar-Butar Pea?Ay. TINJAUAN PUSTAKA Komunikasi Menurut Onong Uchjana Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran, atau perasaan oleh seseorang (Komunikato. kepada orang lain (Komunika. Pikiran bisa merupakan gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastian, keraguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati (Bungin, 2008:. Setiap komunikasi memiliki tujuan, tujuan utama komunikasi untuk membangun atau menciptakan pemahaman atau pengertian bersama. Saling memahami atau mengerti bukan berarti harus menyetujui, tetapi mungkin dengan komunikasi terjadi suatu perubahan sikap, pendapat, perilaku ataupun perubahan secara sosial. (Daryanto, 2011:148-. Sama hal nya dengan Aktifitas dalam pra prosesi pernikahan adat bataktoba, dimana terdapat proses komunikasi dengan melibatkan tujuan komunikasi. Berdasarkan kontesk pemakaiannya, komunikasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal melibatkan kode verbal yang dalam pemakainnya menggunakan bahasa. Bahasa dapat didefinisikan seperangkat kata yang telah disusun secara berstruktur sehingga menjadi himpunan kalimat yang mengandung arti (Cangara, 2012:. Komunikasi verbal adalah komunikasi menggunakan kata-kata secara lisan dengan secara sadar dilakukan oleh manusia untuk berhubungan dengan manusia lain (Fajar, 2009:. sementara Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan non verbal. Istilah non verbal digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis (Harapan, 2014: . Pesan Non verbal mencakup segala ungkapan yang tidak disadari dalam bentuk gerak, isyarat, gerak tubuh air muka, nada atau getaran suara, dan tarikan napas (Maulana, 2013: . Komunikasi Ritual dan Pernikahan Adat Batak Suatu Komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut antropolog sebagai rites of passage, mulai upacara kelahiran, khitanan, ulangtahun, pertunangan, siraman, pernikahan, dan lain-lain. Dalam acara-acara itu mereka mengucapkan kata-kata atau perilaku-perilaku tertentu yang bersifat Ritus-ritus lain, seperti berdoa . halat, sembahyang, mis. , membaca kitab suci, . Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Aktivitas Komunikasi Pra . Desi et al. naik haji, upacara bendera . ermasuk menyanyikan lagu kebangsaa. , upacara wisuda, perayaan Lebaran (Idul Fitr. atau natal, juga merupakan komunikasi ritual. Mereka yang berpartisipasi dalam bentuk komunikasi ritual tersebut menegaskan kembali komitmen mereka pada tradisi keluarga, suku, bangsa, negara, ideologi, atau agama mereka (Sambas, 2015:. Pernikahan orang Batak pada umumnya, merupakan suatu pranata yang tidak hanya mengikat seorang laki-laki dengan seorang wanita, tetapi juga mengikat dalam suatu hubungan yang tertentu, kaum kerabat dari si laki-laki . dengan kaum kerabat dari si wanita . , karena itu menurut adat Batak seorang laki-laki tidak bebas dalam hal memilih jodohnya. Pernikahan yang dianggap ideal dalam masyarakat Batak adalah pernikahan antara orang-orang rimpul . ialah antara seorang laki-laki dengan anak perempuan saudara laki-laki ibunya (Koentjaranigrat, 2007:102-. Adat adalah wujud ideal dari kebudayaan. Secara lengkap wujud itu dapat kita sebut adat tata kelakuan, karena adat berfungsi sebagai pengatur kelakuan (Koentjaraningrat, 2007:. Menurut Suparlan . , adat merupakan kebiasaan-kebiasaan sosial secara tradisi berlaku dalam sebuah masyarakat. Adat bersifat fungsional dalam masyarakat karena adat tersebut berisikan aturan-aturan yang acuannya adalah pedoman etika dan moral, nilai-nilai budaya, yang dipunyai oleh masyarakat tersebut. Karena itu, adat yang berlaku dalam sebuah masyarakat biasanya telah ada selama beberapa generasi dalam kehidupan masyarakat Etnografi Komunikasi Studi etnografi komunikasi merupakan salah satu dari sekian studi penelitian kualitatif, yang mengkhususkan pada penemuan berbagai pola komunikasi yang digunakan oleh manusia dalam suatu masyarakat tutur (Kuswarno, 2011:. Hymes dalam Engkus . mengungkapkan bahwa untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktifitas komunikasi dalam etnografi komunikasi, diperlukan pemahaman unit-unit diskrit aktivitas komunikasi tersebut adalah: . Situasi komunikatif atau terjadinya komunikasi. Peristiwa komunikatif atau keseluruhan perangkat komponen yang utuh yang dimulai dengan tujuan umum komunikasi, topik umum yang sama, dan melibatkan partisipan yang secara umum menggunakan varietas bahasa yang sama, mempertahankan tone yang sama, dan kaidah-kaidah yang sama untuk interaksi, dalam setting yang sama. Sebuah peristiwa komunikatif yang dinyatakan berakhir, ketika perubahan partisipan, adanya hening atau perubahan posisi tubuh. Tindak komunikatif, yaitu fungsi interaksi tunggal, seperti pernyataan permohonan, perintah ataupun perilaku non verbal. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini, menggunakan jenis metode penelitian etnografi komunikasi. Suwartono . 4:121-. mengemukakan penelitian etnografi yang diteliti biasanya sekelompok masyarakat dengan fokus pada kultur yang berlangsung, penelitian yang dilakukan harus berurusan dengan antropolog, budaya, etnik, ras dan sejenisnya. Agar tidak terjadi distorsi data/informasi, penelitian etnografi harus menyelupkan diri . ke dalam AuduniaAy masyarakat yang diteliti. Peneliti mampu AuberceritaAy dengan baik karena hingga taraf tertentu peneliti melayani dan turut mengalami sendiri peristiwa budaya yang peneliti pelajari. Agar penulis dapat lebih memahami mengenai suatu lingkup kehidupan sosial, maka perlu dilakukan pengamatan dan pendekatan agar penulis bisa menceritakan . Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Aktivitas Komunikasi Pra . Desi et al. mengenai apa yang berkaitan dengan penelitian yang sedang diteliti sesuai dengan narasumber memberikan informasi. Kemudian dari banyaknya informasi tersebut penulis dapat memilih mana yang dapat diceritakan dan mendukung yang berkaitan dengan Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik triangulasi yaitu dengan penggabungan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Menurut Sugiyono . menjelaskan triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Sementara Teknik Analisis Data. Menurut Creswell beberapa poin penting berkaitan dengan analisis data kualitatif, yaitu analisis data kualitatif dapat dilakukan secara simultan dengan proses pengumpulan data dan penulisan naratif memastikan bahwa proses analisis data kualitatif yang telah dilakukan berdasarkan proses reduksi data . ata reductio. dan interpretasi . mengubah data hasil reduksi ke dalam bentuk matriks. mengidentifikasikan prosedur penkodean . digunakan dalam mereduksi informasi ke dalam tema-tema atau kategori-kategori yang ada. hasil penelitian berupa data yang telah melewati prosedur reduksi telah diubah menjadi bentuk matriks yang telah diberi kode, selanjutnya disesuaikan dengan model kualitatif yang dipilih (Herdiansyah, 2014:. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi terlebih dahulu, kemudian penulis melakukan wawancara secara mendalam dengan informan sebagai bentuk pencarian data dan dokumentasi langsung pada saat dilapangan yang kemudian penulis analisis. Fokus dari analisis ini sendiri adalah komunikasi ritual yang dilakukan keponakan laki-laki kepada paman (Tulan. dalam sebuah pra prosesi pernikahan adat Batak Toba Sumatera Utara, yang kemudian dikaitkan dengan beberapa unsur dan pertanyaan dari peneliti. Pada penelitian ini penulis menjabarkan aktivitas komunikasi yang melibatkan Paman (Tulan. , keponakan laki-laki serta keluarga yang mempunyai peranan dalam beberapa prosesi dan ritual pernikahan adat Batak Toba Sumatera Utara, antara lain dalam prosesi Marhusip dan Martumpol. Prosesi marhusip dan martumpol adalah prosesi yang wajib dijalankan sebelum hari pernikahan. Aktivitas komunikasi yang meliputi situasi komuniktif, peristiwa komunikatif dan tindak komunikatif banyak ditemukan pada saat prosesi dan ritual Prosesi Marhusip adalah salah satu prosesi yang dilakukan sebelum prosesi pernikahan, dalam ritual ini keponakan laki-laki . empelai laki-lak. beserta keluarga menemui pihak mempelai wanita dan keluarga untuk membicarakan kelanjutan dari pembicaraan yang sebelumnya . angarangrangi/mangarari. Pada prosesi marhusip ini juga terjadi aktivitas komunikasi dimana dalam prosesi ini akan dibicarakan mengenai hari, tanggal, tempat dan sinamot . yang pas untuk melangsungkan upacara pernikahan. Setelah Prosesi Marhusip ada prosesi lain yang harus dilaksanakan yaitu Prosesi Martumpol, prosesi ini diadakan berbeda hari dengan prosesi Marhusip. Prosesi Martumpol dapat disebut juga dengan Pertunangan, karena dalam proses martumpol diadakan pertukaran cincin yang mengartikan bahwa kedua mempelai sudah diikat dan akan segera melangsungkan pernikahan. Aktivitas komunikasi yang digunakan keponakan laki-laki . empelai laki-lak. dan Tulang . audara laki-laki ibu/pama. pada saat prosesi marhusip dan prosesi martumpol merupakan bagian dari penelitian ini. Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Aktivitas Komunikasi Pra . Desi et al. Komunitas atau yang sering disebut Punguan dalam bahasa batak ini merupakan perkumpulan orang batak yang berada di Jabodetabek. Komunitas Lumban Butar-Butar Pea adalah salah satu komunitas yang ada di Jabodetabek, yang sudah ada kurang lebih 19 tahun yang lalu. Komunitas yang saat ini diketuai oleh B. Butar-Butar beranggotakan 20 KK (Kartu Keluarg. Hymes dalam Engkus . mengungkapkan bahwa untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktifitas komunikasi dalam etnografi komunikasi, diperlukan pemahaman unit-unit diskrit aktivitas komunikasi tersebut adalah: Situasi komunikatif atau terjadinya komunikasi. Situasi komunikasi merupakan konteks terjadinya komunikasi. Situasi yang sama bisa mempertahankan konfigurasi umum yang konsisten pada aktivitas yang sama didalam komunikasi yang terjadi, meskipun terdapat diversitas dalam interaksi yang terjadi disana. Setelah melakukan observasi partisipan dan wawancara dengan para informan dapat penulis analisis bahwa situasi komunikatif dalam pra prosesi pernikahan keponakan laki-laki adat Batak Toba Sumatera Utara khususnya pada prosesi Marhusip dan Martumpol terjadi ketika pemberitahuan bahwa mempelai laki-laki akan mendatangi rumah dari pihak mempelai wanita. Situasi komunikasi atau terjadinya komunikasi pada saat prosesi marhusip berjalan dengan hikmat, karena semua berjalan dengan sakral, dengan hadirnya keluarga inti dari mempelai laki-laki. Tulang . audara laki-laki ibu/pama. , keluarga inti dari pihak memplai wanita dan dongan sahuta . etangga sekita. Peristiwa komunikatif atau keseluruhan perangkat komponen yang utuh yang dimulai dengan tujuan umum komunikasi, topik umum yang sama, dan melibatkan partisipan yang secara umum menggunakan varietas bahasa yang sama, mempertahankan tone yang sama, dan kaidah-kaidah yang sama untuk interaksi, dalam setting yang sama. Sebuah peristiwa komunikatif yang dinyatakan berakhir, ketika perubahan partisipan, adanya hening atau perubahan posisi tubuh. Peristiwa komunikasi antara Keponakan lakilaki . empelai laki-lak. dengan paman (Tulan. berawal dari pertemuan antara orang tua keponakan laki-laki . empelai laki-lak. yang akan membicarakan mengenai pernikahan anak laki-laki mereka. Setelah pertemuan itu dibicirakan hari dimana mereka akan datang kembali bersama keponakan laki-laki . empelai laki-lak. untuk memberitahukan secara langsung rencana pernikahan nya dengan perempuan lain, serta meminta restu atau izin atas Tindak komunikatif, yaitu fungsi interaksi tunggal, seperti pernyataan permohonan, perintah ataupun perilaku non verbal. Tindak komunikatif, yaitu fungsi interaksi tunggal, seperti pernyataan permohonan, perintah ataupun perilaku non verbal (Kuswarno, 2011:. Berdasarkan hasil observasi mengenai urutan tindakan dalam setiap peristiwa komunikasi yang terjadi pada saat ritual Marhusip dan Martumpol diawali dengan disambutnya rombongan mempelai laki-laki yang mendatangi rumah dari mempelai wanita, pemberian sipanganon na margoar, manulangi tulang setelah itu diakhiri dengan membicarakan sinamot . dan juga mengenai hari, tanggal serta tempat pelaksanaan hari H . emberkatan nikah dan pesta ada. Berikut adalah beberapa tindakan komunikasi partisipan pada saat, yakni : Tindak Komunikatif Prosesi Marhusip, antara lain: Mempelai laki-laki dan keluarga berdiri didepan teras atau didepan rumah mempelai wanita dengan membawa sipanganon na margoar . akanan yang mempunyai art. Penyambutan yang dilakukan keluarga dari mempelai wanita serta dongansahuta . eman karib/tetangga sekita. dengan menerima atau mengambil sipanganon yang telah dibawa oleh pihak mempelai laki-laki. Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi Aktivitas Komunikasi Pra . Desi et al. Tindak Komunikatif Prosesi Martumpol, antara lain: Setelah hadir digereja, mempelai laki-laki dan mempelai perempuan beserta keluarga memasuki pelataran gereja. Acara yang sudah disusun oleh gereja dimulai. Kedua mempelai, baik mempelai laki-laki dan mempelai wanita maju dengan didampingi oleh orang tua beserta Tulang . untuk menandatangi surat perjanjian kesepakatan menikah. KESIMPULAN Berdasarkan Pembahasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas komunikadi pada pra prosesi pernihakan keponakan laki-laki terjadi dalam situasi dan peristiwa sebagai berikut: Situasi komunikasi atau terjadinya komunikasi pada saat prosesi marhusip berjalan dengan hikmat, karena semua berjalan dengan sakral, dengan hadirnya keluarga inti dari mempelai laki-laki. Tulang . audara laki-laki ibu/pama. , keluarga inti dari pihak memplai wanita dan dongan sahuta . etangga sekita. Peristiwa komunikasi dalam Ritual Marhusip dimulai pada fase pemberitahuan bahwa Keponakan laki-laki . empelai laki-lak. akan mendatangi rumah dari pihak wanita. Karakteristik komunikasi ritual terlihat dalam fase kedatangan keponakan laki-laki . empelai laki-lak. beserta keluarga yang membawa sipanganon na margoar . akanan yang punya art. dan disambut oleh pihak mempelai wanita dengan menyediakan Sipanganon deke . erupa Ikan ma. , dengan komunikasi tersebut menimbulkan adanya feed back. Sedangkan pada peristiwa komunikasi dalam Ritual Martumpol dimulai pada fase hadirnya kedua mempelai bersama dengan keluarga nya masing-masing di gedung ataupun gereja untuk menyampaikan kesepakatan yang telah mereka ambil, yaitu menikah. Referensi: