Proceedings Series on Physical & Formal Sciences. Volume 5 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan ISSN: 2808-7046 Daya Simpan Benih Sorgum (Sorghum bicolor [L. ] Moenc. Varietas Kawali dengan Berbagai macam Pengemasan dan Kondisi Ruang Penyimpanan Flora Novi Shania1. Endang Pudjihartati2 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui . Pengaruh jenis kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih sorgum varietas Kawali, . Interaksi jenis kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih, . Kombinasi perlakuan yang paling baik dalam mempertahankan mutu fisik dan fisiologis benih. Penelitian ini disusun dengan rancangan penelitian faktorial dan rancangan percobaan Split Plot. Petak utama kondisi ruang simpan . ondisi ruang . o27o C. RH 72,44% ), ruang ber-AC . o-22oC. RH 81,78% ) dan dalam kulkas . o -10o C. RH 80,59% )) dan anak petak jenis kemasan . lastik PE . etebalan 100 micro. , kaleng gold tin . etebalan 0,5 m. , alumunium foil gusset . etebalan 90 micro. dan karung plastik-kontro. Penetapan kadar air menggunakan metode oven suhu 130EE, daya hantar listrik (DHL) diukur dengan EC meter, perkecambahan diuji dengan metode UKDdP pada seed germinator tipe IPB 72-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kemasan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air benih mulai 3 bulan penyimpanan, sedangkan DHL dan mutu fisiologis tidak dipengaruhi hingga akhir penyimpanan . Kondisi ruang simpan tidak memengaruhi viabilitas benih, namun berpengaruh sangat nyata terhadap DHL dan vigor benih . eserempakan tumbuh, dan indeks vigo. mulai 3 bulan Interaksi jenis kemasan dan kondisi ruang simpan hanya terjadi pada kadar air mulai 4 bulan penyimpanan. Kombinasi perlakuan yang paling mampu menjaga kadar air benih sorgum adalah dikemas menggunakan Alumunium foil pada semua kondisi ruang simpan, sedangkan apabila menggunakan kemasan plastik PE hanya diperkenankan bila benih sorgum disimpan dalam ruang ber-AC dan kulkas. DOI: 30595/pspfs. Submited: 05 Mei, 2023 Accepted: 21 Mei, 2023 Published: 04 Agustus, 2023 Keywords: Pengemasan. Tempat Penyimpanan. Mutu Fisik. Mutu Fisiologis. Benih Serealia This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Flora Novi Shania Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro. Sidorejo Lor. Kec. Sidorejo kota Salatiga. Jawa Tengah 50714 Email: floranovis12@gmail. PENDAHULUAN Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor [L. ] Moenc. merupakan salah satu tanaman pangan yang tergolong dalam serealia. Sorgum sendiri dapat dijadikan sebagai sumber pangan selain beras dan jagung karena memiliki sumber nutrisi yang sebanding dengan beras dan jagung, serta memiliki kandungan protein yang tinggi dan lemak Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 yang rendah dan dapat menjadi pengganti beras guna meningkatkan ketahanan pangan (Sennang dan Nurfaida. Pengembangan sorgum secara luas membutuhkan benih sorgum yang bermutu baik. Permasalahan yang didapat pada saat dilakukan penyimpanan benih sorgum yaitu terjadinya penurunan mutu benih dikarenakan tingginya kandungan protein dalam sorgum setelah masa penyimpanan. Selain itu, mutu benih akan menurun seiring dengan peningkatan suhu dan RH serta lamanya benih terkena suhu tinggi . e Oliveira et al. , 2. Kemunduran mutu benih yang ditunjukkan oleh penurunan viabilitas ini tidak dapat dicegah, akan tetapi proses ini dapat diperlambat dengan penyimpanan yang baik. Menurut Copeland dan McDonald . , penggunaan kemasan sangat berperan dalam usaha mempertahankan viabilitas benih selama penyimpanan. Justice dan Bass . , mengemukakan bahwa penggunaan wadah dan cara simpan benih sangat tergantung pada jenis, jumlah benih, teknik pengepakan, lama penyimpanan, suhu ruang simpan dan kelembapan ruang simpan. Untuk penyimpanan benih, efektivitas suatu kemasan ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan kadar air benih dan viabilitas benih selama penyimpanan. Widajati et. mengemukakan bahwa pada suhu rendah, respirasi berjalan lambat dibanding suhu tinggi sehingga viabilitas benih dapat dipertahankan. Penyimpanan sorgum oleh petani umumnya hanya menggunakan fasilitas sederhana seperti karung plastik. Penyimpanan secara tradisional dengan menyimpan benih dalam karung plastik menyebabkan kehilangan hasil mencapai 4% (Ratule dan Aqil, 2. Hal ini terjadi karena karung plastik tidak dapat melindungi benih yang disimpan pada suhu tinggi sehingga laju deteriorasi meningkat. Menurut Nurisma, dkk . , plastik PE merupakan bahan kemasan yang kedap udara dan air sehingga mampu menghentikan pergerakan udara . dan air antara atmosfer luar dan benih yang disimpan. Menurut Salam . , kaleng termasuk kemasan hermetis, yaitu kemasan yang tidak dapat dilalui oleh gas, udara, dan uap air atau dengan kata lain kemasan kedap udara. Sedangkan menurut RobiAoin . , alumunium foil memiliki sifat-sifat bahan kemasan seperti impermeabilitas, kekuatan, ketebalaN. Mengingat benih sorgum merupakan benih yang tidak mampu disimpan bila kadar airnya tinggi, maka plastik PE (Plastik kli. , kaleng gold tin, dan alumunium foil gusset dapat dijadikan pilihan sebagai kemasan yang potensial karena sifat kemasan yang kedap udara dan uap air, sehingga kadar air benih dapat Suhu dan kelembapan lingkungan yang baik untuk mempertahankan mutu benih sorgum yaitu pada suhu dan kelembapan udara yang rendah. Hal ini dikarenakan pada suhu rendah laju respirasi berjalan lambat yang akan mengakibatkan proses metabolisme yang terjadi akan terhambat. Penyimpanan benih pada kelembapan rendah dapat meminimalisir terjadinya peningkatan kadar air benih. Hal tersebut akan meningkatkan daya simpan Menurut penelitian Nurisma dkk . Penyimpanan benih sorgum pada kondisi ruang AC . AC) dan kulkas . AC) dapat menjaga mutu benih sorgum yang disimpan, sehingga umur simpan benih akan lebih lama dan benih mampu berkecambah dengan baik. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui: . Pengaruh jenis kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih sorgum varietas Kawali. Interaksi jenis kemasan dan kondisi ruang simpan mutu fisik dan mutu fisiologis benih sorgum. Kombinasi perlakuan jenis kemasan dan kondisi ruang simpan yang paling baik dalam mempertahankan mutu fisik dan fisiologis benih. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih. Fakultas Pertanian dan Bisnis. UKSW. Salatiga. Jawa Tengah pada bulan Juni-Oktober 2022. Pengamatan kondisi ruang simpan, meliputi suhu (Thermometer minimum-maksimu. dan kelembapan udara (Hygrometer merk huge. dilakukan setiap hari. Daya simpan benih diamati menggunakan parameter/tolok ukur mutu fisik dan mutu fisiologis. Uji perkecambahan untuk pengamatan mutu fisiologis . igor daya simpa. benih dilakukan dengan menggunakan metode Uji Kertas Digulung didirikan dibungkus plastik (UKDdP) menggunakan media kertas merang dan diletakkan pada seed germinator tipe IPB Penelitian ini disusun dengan rancangan penelitian faktorial dan rancangan percobaan Split Plot. Petak utama kondisi ruang simpan (Kondisi Ruang . o-27o C. RH 72,44% ). Ruang ber-AC . o-22oC. RH 81,78% ) dan dalam Kulkas . o -10o C. RH 80,59% )) dan anak petak jenis kemasan . lastik PE . tanding pouch- 10x17 cm dengan ketebalan 100 micro. , kaleng gold tin . aleng- tinggi 10 cm, diameter 7,5 cm dengan ketebalan 0,5 m. , alumunium foil gusset . tanding pouch- 10x 16 cm dengan ketebalan 90 micro. dan karung plastik sebagai Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Daya simpan benih diamati berdasarkan mutu fisik dan mutu fisiologis benih. Pengamatan mutu fisik dan mutu fisiologis benih dilakukan sebelum benih disimpan dan setelah disimpan selama 3 bulan dan 4 bulan. Analisis data menggunakan sidik ragam Anova, jika terdapat pengaruh maka dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey 1% dan 5%. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Parameter mutu fisik yang diamati dalam penelitian ini meliputi: Kadar air Benih sorgum termasuk serealia yang mengandung karbohidrat tinggi. Menurut ISTA . , penetapan kadar air benih sorgum dilakukan dengan menggunakan metode oven pada suhu 130C selama 4 jam. Kadar air (KA) benih dalam persen dapat dihitung dengan rumus : Kadar air (%) = yaAyceycycayc yaycycaycoOeyaAyceycycayc yaycoEaycnyc yaAyceycycayc ycaycycayco X 100 % Daya Hantar Listrik Daya hantar listrik diukur menggunakan EC meter (Walklab conductivity pro meter-HC9021-Pro-Trans Contoh benih yang digunakan berjumlah 100 butir per perlakuan . emudian ditimbang beratnya dan dicata. yang direndam dalam 100 ml akuades selama 24 jam. Daya hantar listrik (DHL) dalam persen dapat dihitung dengan rumus : ycUOeycaycoycaycuycoycu DHL (AAmhos/cm . = yaAyceycycayc yaAyceycuycnEa Keterangan : a DHL : Daya hantar listrik benih yang dicari (AAmhos/cm . a X : Daya hantar listrik air rendaman benih (AAmhos/c. a Blanko : Daya hantar listrik aquades tanpa benih (AAmhos/c. Parameter mutu fisiologis Menurut ISTA . , pengujian perkecambahan benih sorgum diamati mulai first count yaitu hari ke4 dan final count yaitu hari ke-10. Dilakukan penyemprotan menggunakan air untuk menjaga kelembapan media Parameter mutu fisiologi yang diamati dalam penelitian ini meliputi : Daya Berkecambah Data daya berkecambah benih sebagai parameter/tolok ukur vigor daya simpan diperoleh dengan mengamati dan menghitung jumlah benih berkecambah normal pada hari ke- 4 . irst coun. dan hari ke-10 HST . inal coun. terhadap benih yang dikecambahkan menggunakan metode UKDdP. Daya berkecambah benih dihitung dengan rumus: yayaA(%) = OcyaycA yaycnycycycuyciycaycu ya OcyaycA yaycnycycycuyciycaycu yaya Oc ycayceycuycnEa ycycaycuyci yccycnycycaycuycayco y100% Kecepatan Tumbuh Kecepatan tumbuh benih sebagai parameter/tolok ukur vigor daya simpan dihitung berdasarkan pengamatan setiap hari selama 10 hari . inal coun. pada benih yang tumbuh normal. Kecepatan tumbuh dihitung dengan rumus: OcycUycnOeycUycnOe1 yayaycN(%) = y100% ycNycn Keterangan: a KCT = Kecepatan tumbuh (%/etma. a Xi = Persentase kecambah normal pada etmal ke-i a Ti = Waktu pengamatan dalam . a 1 etmal = 1 hari Keserempakan Tumbuh Keserempakan tumbuh sebagai parameter/tolok ukur vigor daya simpan dihitung berdasarkan persentase kecambah normal kuat . pada hari ke-4 . irst coun. Pengamatan dilakukan dengan mengamati jumlah benih yang tumbuh menjadi kecambah normal kuat diantara hitungan pertama dan kedua. Keserempakan tumbuh dihitung dengan rumus: yaycIycN(%) = OcyaycA ycoycycayc EaycaycycnycoyceOe4 Oc ycayceycuycnEa ycycaycuyci yccycnycycaycuycayco y100% Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Indeks Vigor Benih (IV) % Pengamatan indeks vigor sebagai parameter/tolok ukur vigor daya simpan dilakukan terhadap jumlah kecambah normal pada hitungan haripertama . isrt coun. yaitu pada hari ke-4 setelah benih dikecambahkan dengan metode UKDdP. Nilai indeks vigor diperoleh dengan rumus : yaycO(%) = OcycoyceycaycaycoycaycaEa ycuycuycycoycayco ycyycayccyca Eaycnycycycuyciycaycu ycyyceycycycaycoyca Oc ycayceycuycnEa ycycaycuyci yccycnycycaycuycayco y100% Keterangan: a KN = Kecambah Normal HASIL DAN PEMBAHASAN Rekapitulasi hasil sidik ragam pengaruh jenis kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap mutu fisik benih sorgum varietas Kawali yang disimpan hingga 4 bulan . menunjukkan bahwa jenis kemasan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air benih mulai 3 bulan penyimpanan, sedangkan daya hantar listrik tidak dipengaruhi hingga akhir penyimpanan . Kondisi ruang simpan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air benih setelah 4 bulan penyimpanan, sedangkan daya hantar listrik dipengaruhi mulai penyimpanan 4 Interaksi hanya terjadi pada variable kadar air benih mulai penyimpanan hingga 4 bulan. Interaksi terjadi dikarenakan kemasan simpan dapat menjaga suhu dalam kemasan tetap konstan pada suhu rendah sehingga laju respirasi berjalan lambat dan cadangan makanan benih tetap tinggi. Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Analisis Sidik Ragam Mutu Fisik Benih Sorgum yang disimpan hingga 3 dan 4 Bulan Variabel Pengamatan KA (%) DHL (AAs/cm . Penyimpanan Bulan ke-3 Kondisi Ruang Simpan Kemasan <0. Interaksi Penyimpanan Bulan ke-4 Kondisi Ruang Simpan <0. Kemasan <0. Interaksi <0. Keterangan : tn = Tidak memiliki pengaruh nyata. **= Pengaruh sangat nyata taraf 1%, *= Pengaruh nyata taraf 5%. KA= Kadar Air. DHL= Daya Hantar Listrik Rekapitulasi hasil sidik ragam pengaruh jenis kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap mutu fisiologis benih sorgum varietas Kawali yang disimpan hingga 4 bulan . menunjukkan bahwa jenis kemasan tidak memengaruhi viabilitas benih (DB) dan vigor benih . ecepatan tumbuh (KCT), keserempakan tumbuh (KST) dan indeks vigor (IV)) hingga akhir masa simpan. Sedangkan kondisi ruang simpan berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh pada akhir penyimpanan . dan berpengaruh sangat nyata terhadap keserempakan tumbuh dan indeks vigor mulai penyimpanan hingga 3 bulan. Pada mutu fisik tidak terdapat adanya interaksi Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Analisis Sidik Ragam Mutu Fisiologis Benih Sorgum yang disimpan hingga 3 dan 4 Bulan Variabel Pengamatan DB (%) KCT KST (%) IV (%) (%/etma. Penyimpanan Bulan ke-3 Kondisi Ruang Simpan Kemasan Interaksi Penyimpanan Bulan ke-4 Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Variabel Pengamatan DB (%) Kondisi Ruang Simpan KCT (%/etma. KST (%) IV (%) Kemasan Interaksi Keterangan : tn= Tidak memiliki pengaruh nyata. **= Pengaruh sangat nyata taraf 1%, *= Pengaruh nyata taraf 5%. DB= Daya Berkecambah. KCT= Kecepatan Tumbuh. KST= Keserempakan Tumbuh. IV= Indeks Vigor Hasil analisis terhadap kadar air benih menunjukkan bahwa persentase kadar air pada benih yang dikemas dengan plastik PE yang disimpan dalam ruang ber-AC dan kulkas , serta alumunium foil yang disimpan pada ketiga kondisi ruang simpan nyata lebih rendah dibandingkan dengan benih yang dikemas dalam kaleng gold tin dan karung plastik. Nilai kadar air paling tinggi diantara kemasan lain pada 3 kondisi ruang simpan terdapat pada kemasan karung plastik. Menurut Sari dan Faisal . , kemasan Plastik PE memiliki kemampuan transmisi gas yang cukup tinggi serta kedap air dan uap air sehingga peningkatan kadar air benih pun dapat dihambat. Menurut Nugraheni . Sifat-sifat dari alumunium foil adalah hermetis, fleksibel, tidak tembus cahaya sehingga dapat digunakan untuk mengemas bahan-bahan yang berlemak dan bahan-bahan yang peka terhadap cahaya. Selain itu alumunium foil juga memiliki sifat-sifat yaitu tidak terpengaruh sinar matahari, tidak dapat terbakar, tidak bersifat menyerap bahan atau zat lain serta kedap udara dan uap air. Hal ini membuktikan bahwa plastik PE dan alumunium foil lebih baik dalam mempertahankan kadar air benih dibandingkan dengan karung plastik. Didukung dengan pendapat Salam . , bahwa karung terigu termasuk bahan pengemas benih yang kuat, tidak mudah robek, namun memiliki kelemahan bersifat porous dan tidak kedap air atau uap air dan udara. Suhu serta kelembapan udara yang rendah seperti pada kondisi ruang ber-AC dan dalam kulkas dapat mempertahankan kadar air tetap rendah. Menurut penelitian Nurisma dkk . terhadap benih sorgum yang dikemas dengan kemasan toples plastik, kain terigu, kemasan plastik dan kaleng pada kondisi suhu kamar, ruang AC dan kulkas, bahwa penyimpanan benih sorgum pada kondisi ruang AC . AC) dan kulkas . AC) dapat menjaga kadar air benih sorgum yang disimpan lebih baik dibandingkan dengan kadar air benih sorgum yang disimpan pada suhu kamar. Hal ini sejalan dengan pernyataan De Vistis, et al . bahwa, benih yang disimpan pada suhu ruang akan mengalami kemunduran yang disebabkan oleh laju respirasi yang cepat. Tabel 3. Pengaruh Interaksi Perlakuan terhadap Kadar Air Benih Setelah disimpan 3 dan 4 Bulan Kadar Air (%) Setelah disimpan 3 Bulan Kondisi Ruang Simpan Ruang Ruang AC Kulkas Plastik PE Rata-rata Kondisi Ruang Simpan Ruang Ruang AC Kulkas Plastik PE Rata-rata Kaleng Gold Tin Alumunium Foil Karung Plastik Rata-rata ( ) Kadar Air (%) Setelah disimpan 4 Bulan Alumunium Foil Karung Plastik Rata-rata Kaleng Gold Tin ( ) Hasil pengujian pengaruh kondisi ruang simpan terhadap daya hantar listrik benih menunjukkan bahwa benih yang disimpan pada kondisi ruang memiliki nilai DHL yang paling tinggi dibandingkan dengan benih yang disimpan pada ruang ber-AC dan kulkas. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurisma dkk . terhadap benih sorgum bahwa benih sorgum yang disimpan pada kondisi ruang memiliki nilai daya hantar listrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai daya hantar listrik benih yang disimpan pada kondisi ruang Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 ber-AC dan kulkas. Menurut Kuswanto . , semakin rendah suhu ruang penyimpanan, semakin rendah laju respirasi maka semakin lambat pula laju deteriorasi benih. Hal tersebut dapat membuktikan ketika benih disimpan pada kondisi ruang simpan rendah, laju deteriorasi benih semakin lambat sehingga integritas membran tetap baik dan nilai DHL tetap rendah. Widajati et. menyatakan bahwa, tingginya nilai DHL menunjukkan integritas membran buruk. Tabel 4. Pengaruh Kondisi Ruang Simpan terhadap Daya Hantar Listrik Lama Penyimpanan Perlakuan Kondisi Ruang DHL (AAs/cm . Simpan Awal Ruang 3 Bulan Ruang AC Kulkas Ruang 4 Bulan Ruang AC Kulkas Berbeda dengan kondisi ruang simpan, pengaruh jenis kemasan terhadap nilai DHL benih tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Akan tetapi dibandingkan dengan kemasan yang lainnya, benih yang dikemas dengan karung plastik menunjukkan nilai DHL paling tinggi yang berarti tingkat kebocoran pada benih yang dikemas dengan karung plastik lebih tinggi dibandingkan dengan kemasan lainnya. Hal ini sejalan dengan peningkatan kadar air tertinggi terdapat pada benih yang dikemas dengan karung plastik. Nilai DHL paling rendah terdapat pada benih yang dikemas dengan kaleng gold tin. Menurut Salam . , karung terigu termasuk bahan pengemas benih yang kuat, tidak mudah robek, namun memiliki kelemahan bersifat porous dan tidak kedap air atau uap air dan udara. Menurut Salam . kaleng termasuk kemasan hermetis, yaitu kemasan yang tidak dapat dilalui oleh gas, udara, dan uap air atau dengan kata lain kemasan kedap udara. Bahan kemasan kaleng ini termasuk golongan bahan pengemas yang mempunyai kekuatan mekanik yang tinggi yang mampu menahan air, uap air, udara,jasad renik,debu, kotoran dan bersifat juga tahan terhadap perubahan atau keadaan suhu yang ekstrim panas dan dingin. Berdasarkan hal tersebut, kemasan kaleng gold tin dapat mempertahankan daya hantar listrik benih lebih baik dibandingkan dengan kemasan karung plastik. Tabel 5. Pengaruh Jenis Kemasan terhadap Daya Hantar Listrik Lama Penyimpanan Perlakuan Jenis Kemasan DHL (AAs/cm . Awal Plastik PE 3 Bulan 4 Bulan Kaleng Gold Tin Alumunium Foil Karung Plastik Plastik PE Kaleng Gold Tin Alumunium Foil Karung Plastik Hasil pengujian pengaruh kondisi ruang simpan terhadap daya berkecambah benih sorgum setelah disimpan hingga 4 bulan menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata . ihat tabel . Selain itu terjadi peningkatan nilai daya berkecambah setiap bulannya. Daya berkecambah yang awalnya hanya 62% meningkat hingga diatas 80%. Peningkatan ini diduga karena benih sorghum varietas Kawali termasuk yang mengalami dormansi pada saat masak atau dipanen. Seperti yang dinyatakan oleh Sumarno et al . Hasil penelitian ini sejalan dengan pernyataan Harnowo . terhadap benih kedelai yang menyatakan bahwa benih yang disimpan pada suhu rendah menyebabkan laju kemunduran benih rendah, sehingga umur simpan benih akan lebih lama dan benih mampu berkecambah dengan baik. Penelitian Arini & Ahadiyat . menunjukkan bahwa penyimpanan benih pada suhu rendah menjadi solusi alternative dalam menghasilkan benih dengan viabilitas benih yang baik karena mampu meningkatkan daya kecambah benih. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Berbeda dengan daya berkecambah, vigor benih terus mengalami penurunan hingga akhir masa simpan. Tabel 6 menunjukkan bahwa vigor daya simpan benih yang terdiri dari kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh dan indeks vigor benih yang disimpan dalam kulkas nyata lebih tinggi dibandingkan dengan yang disimpan dalam kondisi ruang dan ruang ber-AC, walaupun pada akhir penyimpanan vigor benih sudah sangat rendah. Tabel 6 Pengaruh Kondisi Ruang Simpan terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Sorgum Lama Penyimpanan Kondisi Ruang Simpan KCT KST(% IV(%) (%) (%/etma. Awal Ruang 3 Bulan 4 Bulan Ruang AC Kulkas Ruang Ruang AC Kulkas Keterangan : DB= Daya Berkecambah (%). KCT= Kecepatan Tumbuh (%/etma. KST= Keserempakan Tumbuh (%). IV= Indeks Vigor(%) Tabel 7 menunjukkan bahwa jenis kemasan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap vigor daya simpan dengan tolok ukur viabilitas . aya berkecamba. dan vigor benih . ecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh dan indeks vigo. Akan tetapi, nilai daya berkecambah benih paling tinggi ditunjukkan oleh benih yang dikemas dengan alumunium foil. Sedangkan vigor benih . ecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh dan indeks vigo. paling tinggi ditunjukkan oleh benih yang dikemas dengan plastik PE. Sama halnya dengan daya berkecambah pada tabel 6, seiring dengan peningkatan masa simpan daya berkecambah benih meningkat hingga mencapai nilai diatas 80%. Peningkatan ini diduga karena benih sorghum varietas Kawali termasuk yang mengalami dormansi pada saat masak atau dipanen. Seperti yang dinyatakan oleh Sumarno et al . Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Koes dan Arief . terhadap jagung hibrida F1 Bima 5 yang disimpan selama 6 bulan, bahwa nilai viabilitas benih dapat mengalami peningkatan dan penurunan dalam periode penyimpanan. Tabel 7 Pengaruh Jenis Kemasan terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Sorgum Lama Penyimpanan Jenis Kemasan DB (%) KCT (%/etma. KST(%) Awal Plastik PE 3 Bulan 4 Bulan IV(%) Kaleng Gold Tin Alumunium Foil Karung Plastik Plastik PE Kaleng Gold Tin Alumunium Foil Karung Plastik Keterangan : DB= Daya Berkecambah . KCT= Kecepatan Tumbuh. KST= Keserempakan Tumbuh (%). IV= Indeks Vigor Pada penelitian ini, penyimpanan benih sorgum lebih baik dilakukan pada suhu dan kelembapan rendah . ondisi ruang ber-AC dan kulka. karena dapat mempertahankan kadar air benih lebih lama dibandingkan dengan suhu tinggi . ondisi ruan. Hal ini dikarenakan kondisi ruang memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan ruang ber-AC dan kulkas, dimana tingginya suhu penyimpanan tersebut dapat memicu terjadinya respirasi pada benih. Penyimpanan benih harus dilakukan secara tepat, terutama kemasan simpan benih serta suhu dan kelembapan ruang simpan benih. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis kemasan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air benih mulai 3 bulan penyimpanan, sedangkan Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 DHL dan mutu fisiologis tidak dipengaruhi hingga akhir penyimpanan . Kondisi ruang simpan tidak memengaruhi viabilitas benih (DB), namun berpengaruh sangat nyata terhadap DHL dan vigor benih . eserempakan tumbuh, dan indeks vigo. mulai 3 bulan penyimpanan. Interaksi jenis kemasan dan kondisi ruang simpan hanya diamati pada kadar air benih sorgum mulai 4 bulan Kombinasi perlakuan yang paling mampu menjaga kadar air benih sorgum hingga akhir penyimpanan . adalah dikemas menggunakan Alumunium foil pada semua kondisi ruang simpan, sedangkan apabila menggunakan kemasan plastik PE hanya diperkenankan bila benih sorgum disimpan dalam ruang ber-AC dan DAFTAR PUSTAKA