Pengembangan Panduan Motivational Interviewing Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peserta Didik Korban Bullying PENGEMBANGAN PANDUAN MOTIVATIONAL INTERVIEWING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI PESERTA DIDIK KORBAN BULLYING Riska Dwi Kurnia Sari Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email : riska. 20058@mhs. Bambang Dibyo Wiyono Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email : bambangwiyono@unesa. Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu untuk menghasilkan panduan konseling motivational interviewing yang digunakan untuk membantu guru bimbingan konseling mengembangkan kompetensi yang dimiliki dalam menangani rendahnya motivasi berprestasi peserta didik yang menjadi korban bullying. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan yang sesuai dengan Research and Develpoment (R&D). Terdapat sepuluh tahapan dalam penelitian Research and Develpoment (R&D) yang telah disampaikan oleh Brog & Gall, namun dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap lima dikarenakan adanya keterbatasan waktu dan biaya. Lima tahapan itu diantaranya : 1. Pengumpulan informasi berupa kajian kepustakaan dan survei lapangan. Melakukan perencanaan. Mengembangkan bentuk awal Uji coba awal. Revisi produk. Berdasarkan hasil validasi ahli yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa buku panduan motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik korban bullying memenuhi kritreria baik untuk memperoleh alternatif keputusan dipakai. Kata Kunci: Panduan, motivational interviewing, motivasi berprestasi korban bullying Abstract The purpose of this research and development is to produce a motivational interviewing counseling guide that is used to help counseling teachers develop their competencies in dealing with low achievement motivation of students who are victims of bullying. This research uses development research in accordance with Research and Development (R&D). There are ten stages in Research and Development (R&D) research that has been delivered by Brog & Gall but in this study only up to stage five due to time and cost The five stages include: 1. gathering information in the form of literature review and field developing the initial form of the product. initial trial. product revision. Based on the results of expert validation conducted, it can be concluded that the motivational interviewing guidebook to increase achievement motivation of students who are victims of bullying meets good criteria for obtaining alternative decisions to use. Keywords: Guide, motivational interviewing, achievement motivation of bullying victims dikategorikan sebagai tindakan bullying. Kasus bullying banyak terjadi pada usia anak-anak dan sebagian besar terjadi di lingkup sekolah. Kasus bullying yang sering ditemui ialah kasus senioritas atau intimidasi peserta didik yang lebih senior pada adik kelasnya baik secara fisik maupun non fisik. Bullying dapat merubah aktivitas di sekolah yang awalnya tempat yang nyaman untuk belajar bersama teman, menjadi tempat yang menakutkan serta membawa cita rasa yang kurang menyenangkan dalam kehidupan sekolah (Yamin et ,2. Perilaku bullying yang terjadi di sekolah ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Perilaku bullying ini seringkali tidak disadari oleh orang yang melakukannya. Niat awalnya mungkin hanya untuk bercanda, tetapi hal ini bisa berarti lain pada orang yang diberi candaan. PENDAHULUAN Sekolah adalah lembaga pendidikan yang bersifat formal, informal, dan non formal. Sekolah bisa perkembangan kepribadian peserta didik baik dalam berpikir ataupun berperilaku dalam kesehariannya. Dalam dunia pendidikan, khususnya di sekolah peserta didik pasti diajarkan bagaimana cara berpikir dan berperilaku yang baik. Namun, faktanya di lapangan masih ditemukan peserta didik yang berperilaku tidak baik seperti berkata tidak sopan, mencemooh temannya, memukul temannya, mengancam temannya dan lain Ketika perilaku yang tidak baik tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan ancaman pada orang lain maka perilaku yang tidak baik demikian dapat Pengembangan Panduan Motivational Interviewing Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peserta Didik Korban Bullying Karena respon antara individu yang satu dengan yang lain tidak sama. Ada individu yang akan menceritakan apa yang telah dialaminya namun ada juga individu yang memilih diam serta tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan yang telah Hal ini bisa disebabkan karena adanya ancaman yang diterima, sehingga individu merasa takut akan mendapatkan bullying yang lebih parah lagi ketika ia menceritakan apa yang telah dialaminya (Tiwa, 2. Menurut sebagian orang menganggap tindakan yang tidak menyenangkan ini menjadi hal yang wajar di masyarakat (Temaluru et al. , 2. Bullying adalah kekerasan yang dilakukan seorang atau sekelompok orang yang memanfaatkan kekuasaan serta kekuatan yang ia miliki, yang membuat korban menjadi tertekan, trauma, bahkan tak berdaya (Soesanto, 2. Dalam dunia pendidikan, perilaku bullying tidak bisa diwajarkan. Karena hal ini akan berdampak langsung terhadap pola pikir serta pola perilaku peserta didik. Baik dan buruknya pola pikir serta pola perilaku peserta didik tergantung dari lingkungannya, sehingga peserta didik harus dipastikan bahwa mereka berada pada lingkungan yang baik. Dengan adanya perilaku bullying, tentunya hal ini akan berdampak pada korban bullying. Jika dibiarkan terus menerus maka korban bullying akan bertambah banyak. Korban bullying ini juga beragam. Yang dirasakan antara satu dengan yang lain juga pasti berbeda. Tidak bisa disamaratakan antara satu dengan yang lain karena tiap individu mempunyai karakter dan perasaan yang tidak sama. Sering dijumpai bahwa akibat sering di bully di sekolah kemudian akan menganggu ataupun menghambat peserta didik dalam perkembangan dirinya. Rahman . mengemukakan bullying bisa terjadi dimana dan kapan saja dengan tidak memperhatikan tempat dan waktu. Ketika pelaku bullying merasa aman atas apa yang sudah dilakukannya maka hal ini dapat terjadi secara berulang. Melihat kondisi yang demikian, sekolah yang semestinya menjadi tempat nyaman serta aman bagi peserta didik untuk belajar justru menjadi tempat yang menyeramkan karena terjadi bullying (Fariz et al. , 2. Mengenai kasus bullying yang terjadi di sekolah, dari pihak guru bimbingan konseling sudah berupaya Penanganan dilaksanakan oleh guru bimbingan konseling yakni melakukan pemanggilan kepada pelaku sekaligus korban bullying ke ruang bimbingan dan konseling. Langkah awal dilaksanakan asesmen terlebih dahulu kepada pelaku maupun korban mengenai bagaimana kejadiannya, kemudian setelah diketahui runtutan permasalahannya maka dilakukan penanganan. Penanganan dari guru bimbingan dan konseling yakni meminta kepada pelaku untuk mengakui kesalahannya kemudian mengarahkannya apa langkah yang tepat yang harus di ambil setelah melakukan tindakan bullying. Pelaku akhirnya meminta maaf kepada korban bullying dan disaat itu masalah dianggap sudah selesai. Namun, pada faktanya kejadian seperti ini terulang kembali. Sehingga dengan fenomena demikian, maka perlu ada inovasi penanganan agar hal seperti ini tidak terulang Secara tidak langsung dari tindakan bullying yang dilakukan oleh pelaku, maka akan memberikan dampak kepada korban. Salah satu dampak yang terlihat adalah adanya penurunan motivasi dalam diri siswa. Salah satu dampak yang dapat di lihat yakni adanya penurunan motivasi pada diri siswa. Dalam hal ini terutama pada aspek motivasi berprestasi. Kaitannya dengan motivasi berprestasi adalah peserta didik yang menjadi korban bullying merasa tidak percaya dengan kemampuan yang dimilikinya, baik pada kemampuan akademik maupun kemampuan non akademiknya. Jika tindakan bullying di sekolah ini tidak segera ditangani, maka hal ini akan memberikan dampak pada partisipasi serta prestasi akademik korban (Fariz et al. , 2. Dalam hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh rendahnya motivasi berprestasi pada peserta didik korban bullying. Motivasi berprestasi ialah suatu dorongan atau keinginan yang ada di dalam diri individu dalam meraih prestasi baik akademik ataupun non Ketika dorongan atau keinginan untuk meraih prestasi tidak ada dalam diri peserta didik maka berdampak pada penurunan prestasinya. Dengan adanya motivasi berprestasi dalam diri peserta didik maka akan memicu peserta didik dalam berkembang meraih apa yang diharapkannya. Semakin tinggi motivasi berprestasi peserta didik akan semakin baik pula memdapatkan prestasi baik di bidang akademik ataupun non akademiknya (Kartam et al. , 2. Guru bimbingan konseling (BK) atau konselor memiliki peranan yang penting untuk membantu memberikan solusi atau jalan keluar terhadap permasalahan yang sedang dialami oleh peserta didiknya, yang dalam hal ini yakni meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik korban bullying (Thorifah et al. , 2. Mc Clelland (Surya, 2015: . menyatakan bahwa motivasi berprestasi pada dasarnya telah ada dalam tiap orang untuk melakukan tindakan agar memperoleh hasil yang baik (Hartati et al. , 2. Salah satu teknik yang bisa digunakan untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik adalah melalui teknik motivational interviewing. Motivational diperkenalkan sebagai sarana klinis untuk meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan (Miller, & Rose 2. Pengembangan Panduan Motivational Interviewing Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peserta Didik Korban Bullying Kaufman . menjelaskan bahwa motivational interviewing bertujuan untuk mengidentifikasi dan memperkuat motivasi intrinsik konseli agar memiliki perubahan nilai yang konsisten dalam hidupnya. Selain itu motivasi dianggap sebagai aspek intrapersonal yang meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan (Indriani et al. , 2. Oleh karena itu perlu dilakukan pemberian layanan yang dalam hal ini melalui penerapan teknik motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik korban bullying. Hal ini dilakukan agar korban bullying ini tidak merasa semakin tertindas dan takut, melainkan mereka dapat membungkam dan membuktikan bahwa menjadi korban bullying bukanlah suatu alasan untuk tidak bisa Motivational interviewing dirancang untuk menghidupkan serta mengeksplorasi kesenjangan dan Konselor mencontohkan kesenjangan antara tingkah laku serta nilai-nilai konseli untuk meningkatkan motivasi agar melakukan perubahan. Konselor memberikan perhatian khusus pada pernyataan konseli untuk melakukan perubahan daripada pernyataan konseli untuk tidak melakukan perubahan (Corey, 2. Dalam hal ini motivational interviewing menggunakan setting kelompok yang mana ketika ditinjau dari segi kebermanfaatan, anggota kelompok bisa membantu dalam meningkatkan efisiensi layanan untuk konseli dengan tingkat kehadiran yang rendah (Mulawarman, akan digunakan sebagai acuan perbaikan produk. Analisis kuantitatif diperoleh melalui hasil penilaian angket yang telah disebar kepada ahli. Rumus yang digunakan untuk menghitung analisis kuantitatif pada penelitian ini menggunakan rumus dari Suharsini . bentuk metode yang digunakan berupa prosentase. Ocyes Ocyesye X 100% Keterangan P = Hasil presentase x = Jumlah skor ahli xi = Jumlah skor total Untuk menentukan kriteria kevalidan menurut Suharsini . sebagai berikut : Presentase Kriteria 76% - 100% Sangat baik atau tidak revisi 51% - 75% Baik atau tidak revisi 26% - 50% Kurang baik atau revisi 0 Ae 25% Tidak baik atau revisi HASIL Berdasarkan model pemgembangan Borg & Gall dalam Sugiyono . terdapat sepuluh tahapan, tetapi pada penelitian ini menggunakan lima tahapan, yaitu : 1. Pengumpulan informasi berupa kajian kepustakaan dan survei lapangan. Melakukan perencanaan. Mengembangkan bentuk awal produk. Uji coba awal. Revisi produk. Hal tersebut dilakukan karena ada keterbatasan waktu dan biaya sehingga tahapan yang dilakukan hanya sampai di tahap 5 yaitu revisi produk. Pengumpulan Informasi Pengumpulan informasi merupakan tahap awal yang dilakukan pada bulan September sampai November 2023 memperoleh data melalui hasil wawancara bersama guru bimbingan konseling dan beberapa peserta didik SMPN 28 Surabaya. Berdasarkan hasil pengamatan guru bimbingan dan konseling, laporan yang masuk mengenai peserta didik yang menjadi korban bullying. Dimana peserta didik yang menjadi korban bullying ini memiliki penurunan prestasinya yang dipengaruhi oleh menurunnya motivasi berprestasi dalam dirinya. Selain itu pengumpulan informasi juga diperoleh melalui hasil analisis skala motivasi berprestasi korban bullying yang dibagikan kepada peserta didik kelas Vi di SMP Negeri 28 Surabaya memperoleh 10 peserta didik yang mempunyai motivasi berprestasi rendah. Perencanaan Setelah mendapatkan permasalahan yang terjadi di SMPN 28 Surabaya, peneliti mengumpulkan informasi sebagai bahan perencanaan produk berupa METODE Penelitian pengembangan yang sesuai dengan Reseacrh & Development (R&D) merupakan sebuah proses yang digunakan untuk mengembangkan suatu produk. Jenis penelitian yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengembangkan sebuah produk yang berupa panduan motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik SMP korban bullying. Terdapat sepuluh tahapan dalam penelitian Research & Development (R&D) yang telah disampaikan oleh Borg and Gall dalam Sugiyono . , namun dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap lima dikarenakan adanya keterbatasan waktu serta biaya. Hal ini juga telah disesuaikan dengan tujuan penelitian yaitu untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik SMP korban bullying yang telah memenuhi Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatitf dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif diperoleh dari masukan yang disampaikan oleh ahli terhadap produk panduan yang Pengembangan Panduan Motivational Interviewing Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peserta Didik Korban Bullying buku panduan yang akan digunakan untuk membantu guru BK dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi melalui survei lapangan dan studi pustaka. Melalui studi pustaka, berdasarkan penelitian terdahulu motivational interviewing terbukti efektif meningkatkan motivasi beprestasi dan motivational interviewing sekarang sudah menjadi intervensi populeer yang bisa digunakan oleh guru bimbingan dan konseling meskipun penelitian yang dipublikasikan masih terbatas tentang penggunaan motivational interviewing yang fokus pada peserta didik. Perencanaan ini juga termasuk dalam menentukan kriteria subjek uji coba dan isi dari panduan yang akan dikembangkan. Di dalam panduan berisi aspek teori, media, sasaran, serta tujuan. Tujuan dari adanya pengembangan buku panduan ini adalah untuk memberikan bantuan kepada guru bimbingan konseling di sekolah dalam memberikan layanan yang tepat dan efektif kepada peserta didik. Mengembangkan Bentul Awal Produk Materi yang telah disiapkan berisi motivasi berpestasi, korban bullying dan motivational interviewing yang telah disusun dari beberapa sumber seperti jurnal penelitian dan buku. Materi motivasi mempengaruhi, dan karakteristik motivasi berprestasi. Materi korban bullying berisi pengertian, bentuk, faktor dan dampak bullying. Untuk materi motivational interviewing berisi pengertian, hakikat manusia, asumsi perilaku bermasalah, tahapan, dan teknik-teknik dalam motivational interviewing. Penyusunan rencana pelaksaanaan layanan atau RPL dilakukan dengan mengamati hasil wawancara dan observasi yang dilaksanakan di SMP Negeri 28 Surabaya. Tujuan penyusunan RPL adalah untuk dipergunakan oleh bapak/ibu guru bimbingan konseling dalam memberikan layanan konseling kelompok motivational interviewing. Tahap pertama dalam penyusunan panduan motivational interviewing yaitu dengan menyiapkan media dan desain pada perangkat yang digunakan untuk menyusun panduan motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik korban Dalam pemilihan bahasa, ukuran panduan, penggunaan warna sudah disesuaikan dengan isi dari panduan dan peserta didik kelas Vi SMP Negeri 28 Surabaya. Uji Coba Awal Setelah pembuatan panduan diselesaikan maka panduan akan dilakukan uji coba awal melalui angket Uji validasi dilakukan kepada ahli materi yang memperoleh hasil sebagai berikut Kategori Prosentase Kriteria 1 Kegunaan 2 Kelayakan 3 Ketepatan 4 Keputusan Rata-rata Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Dari hasil validasi ahli materi didapatkan prosentase sebesar 90%. Maka dapat dikatakan bahwa panduan motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi berprestasi memperoleh predikat sangat baik. Revisi Produk Adapun masukan dan tanggapan terhadap panduan motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik SMP korban bullying oleh ahli adalah panduan sudah lengkap dan layak uji coba lapangan tanpa revisi. PEMBAHASAN Buku panduan motivational interviewing merupakan sebuah produk yang dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan peserta didik di SMP Negeri 28 Surabaya. Didapatkan melalui hasil wawancara dengan guru BK dan peserta didik SMP Negeri 28 Surabaya yang dilakukan pada bulan September sampai November 2023, diketahui ada peserta didik yang menjadi korban bullying yang mengalami penurunan pada motivasi berprestasinya. Menurut Mc Clleland . yang ditulis kembali dalam Purwanto . menyatakan karakteristik motivasi berprestasi tinggi, yaitu : . Pencapaian dan umpan balik. suka tantangan pada tugas akademik untuk diselesaikan. Inovatif dan kreatif dalam belajar. tanggung jawab terhadap tugas akademik. Peneliti juga melakukan penyebaran skala motivasi berprestasi korban bullying yang disebar kepada 30 peserta didik SMP Negeri 28 Surabaya. Penyebaran skala dilaksanakan pada Mei 2023. Dari hasil penyebaran skala motivasi berprestasi korban bullying, terdapat 10 peserta didik termasuk pada kategori rendah. Selama ini upaya yang telah dilakukan oleh guru bimbingan konseling SMP Negeri 28 Surabaya untuk mengatasi masalah motivasi berprestasi belum memperoleh hasil yang maksimal, yaitu dengan melakukan pemanggilan kepada siswa kemudian dilakukan asesmen dengan bertanya apa yang membuat penurunan nilai akademiknya kemudian guru bimbingan dan konseling memberikan saran dan masukan. Hal ini terbukti kurang efektif, sehingga diperlukan layanan khusus untuk bisa meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik yang menjadi korban bullying. Berdasarkan penelitian terdahulu teknik motivational interviewing efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi. Pengembangan Panduan Motivational Interviewing Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Peserta Didik Korban Bullying Pengembangan produk berupa buku panduan motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik korban bullying berisi beberapa bagian, yaitu : . Panduan umum, yang berisi rasional, isi materi, teori, dan tujuan. Panduan pelaksanaan konseling, yang dimulai dari pra-konseling, sesi 1, sesi 2, sesi 3, sesi 4, pasca konseling yang dilengkapi dengan tahapan dan LKPD. Rencana pelaksanaan layanan (RPL). Bentuk fisik buku panduan ini berupa bahan cetak menggunakan kertas berukuran A5. Dimana ukuran tersebut merupakan ukuran yang praktis untuk yang bisa dibawa kemana saja. Nursalim . mengungkapkan bahwa seorang konselor perlu memperhatikan keahlian dalam menguasai keterampilan baik pada interpersonal, membuat dan memecahkan masalah, serta mampu memahami tentang pertumbuhan dan perkembangan Hal tersebut sesuai dengan Wiyono et al. terkait kinerja konselor dalam memberikan layanan perlu memperhatikam beberapa indikator, yaitu konselor memiliki pengetahuan terkait layanan konseling yang efektif dan melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan konseli sehingga dapat merancang dan melaksanakan layanan yang akan diberikan kepada peserta didik. referensi maupun sumber informasi untuk penelitian selanjutnyamengenai motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi berprestasi korban bullying. Dalam penelitian ini terdapat kendala dimana hanya sampai pada tahap 5 yaitu revisi produk yang disebabkan keterbatasan waktu dan biaya. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa melanjutkan sampai tahap uji lapangan untuk mengetahui efektivitas dari produk panduan motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi berprestasi korban bullying. DAFTAR PUSTAKA Corey. PSY3120 Theory and Practice of Counselling and nPsychotherapy . th Ed. https://ebookcentral. com/lib/acap/detail. action?docID=4643533. Dewi. , & Wiyono. Konseling Kelompok Teknik Bibliokonseling Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V MI Nurul Huda 2 Kota Mojokerto. Jurnal BK Unesa, 9. Elvigro. Secangkir Kopi Bully. PT. Elex Media Komputindo. https://books. id/books?id=hitIDw AAQBAJ Fariz. Darmayanti. , & Atikah. Kajian Literature : Pengaruh Bullying Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Journal of Education Research, 4. , 1702Ae1707. https://jer. php/jer/article/view/506 Hakim. Mustika. , & Yuliani. Validitas Dan Reliabilitas Angket Motivasi Berprestasi. FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling Dalam P endidika. , 4. , 263. https://doi. org/10. 22460/fokus. Hartati. Hidayat. , & Ningrum. Gambaran motivasi berprestasi siswa kelas vi mts FOKUS (Kajian Bimbingan & Konseling Dalam Pendidika. , 4. , 348Ae355. https://doi. org/10. 22460/fokus. Indriani. Wibowo. , & Mulawarman. Effectiveness of solution-focused brief counseling and motivational interviewing in improving studentsAo self-disclosure. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 7. , 81Ae88. https://doi. org/10. 17977/um001v7i22022p81-88 Kartam. Hulukati. , & Puluhulawa. Pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap motivasi berprestasi siswa sekolah menengah JAMBURA Guidance and Counseling Journal, 1. , 49Ae55. https://doi. org/10. Kartika. Darmayanti. , & Kurniawati. Fenomena Bullying di Sekolah: Apa dan Bagaimana? Pedagogia, 17. , https://doi. org/10. 17509/pdgia. Kushendar, & Fitri. Upaya Konselor Untuk PENUTUP Simpulan Dari hasil validasi ahli materi, didapatkan prosentase sebesar 90%. Mak dapat dikatakan bahwa panduan motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik korban bullying mendapatkan predikat sangat baik dan telah memenuhi kriteria Saran