ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 UJI DAYA HAMBAT LENDIR BEKICOT (Achatina fulic. TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi Kasih Purwati1,Sukma Sahreni2,Dhea Fajria Khasanah3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, kasihpurwati@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sukmasahreni@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dheafkhasanah27@gmail. ABSTRACT Background: Snail mucus (Achatina fulic. contains achasin protein which can inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Salmonella typhi bacteria. This study aims to determine the effect of snail mucus (Achatina fulic. on the growth of Staphylococcus aureus and Salmonella typhi bacteria. Methods:This research is an experimental research using Posttest Only Control Group Design as the research design. This research was conducted at the Microbiology Laboratory. Riau University, from December 16, 2021 to January 11, 2022. The population of this study was pure culture of Staphylococcus aureus and Salmonella typhi. The sample consisted of 30 snails which had previously been adapted for 1 month. The negative control group was only given distilled water, the positive control group was given amoxicillin, treatment group 1 was given snail slime with a concentration of 30%, treatment group 2 was given snail slime with a concentration of 60%, and treatment group 3 was given snail mucus with a concentration of 90%. The result of this research will be analyzed using statistical test. ANOVA. Results:There is an inhibition of snail mucus (Achatina fulic. against the growth of Staphylococcus aureus and Salmonella typhi bacteria. The most effective results in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus and Salmonella typhi bacteria is at a concentration of 90%. Conclusion:Based on the results of this study, it can be concluded that snail mucus (Achatina fulic. can significantly inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Salmonella typhi bacteria. Keywords: Snail mucus (Achatina fulic. Staphylococcus aureus. Salmonella typhi. ABSTRAK Latar Belakang:Lendir bekicot (Achatina fulic. mengandung protein achasin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lendir bekicot (Achatina fulic. terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian adalah Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Riau pada tanggal 16Desember 2021 sampai 11Januari 2022. Populasi di dalam penelitianadalah biakan murni bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Sampel berjumlah 30 ekor bekicot yang sebelumnya sudah diadaptasi selama 1 bulan. Kelompok kontrol negatif hanya diberi aquades, kelompok kontrol positifdiberi amoxicillin, kelompok perlakuan 1 diberi lendir bekicot dengan konsentrasi 30%, kelompok perlakuan 2 diberi lendir bekicot dengan konsentrasi 60%, dan kelompok perlakuan 3 diberi lendir bekicot dengan konsentrasi 90%. Analisis hasil menggunakan uji statistik ANOVA. Hasil:Terdapat daya hambat lendir bekicot (Achatina fulic. terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Hasil paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhipada konsentrasi 90%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lendir bekicot (Achatina fulic. dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhisecara Kata Kunci: Lendir Bekicot (Achatina fulic. ,Staphylococcus aureus. Salmonella typhi. Universitas Batam Page 1 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 PENDAHULUAN ketiga presentasi tertinggi penyebab utama Penyakit yang menjadi salah satu masalah penyakit yang menular melalui makanan baik kesehatan di seluruh dunia termasuk Indonesia pada manusia maupun hewan (Lestari et al. ialah penyakit Hal ini menjadi Indonesia termasuk negara beriklim tropis morbiditas dan mortalitas. Penyakit infeksi yang memiliki potensi alam sangat besar untuk disebabkan oleh mikroba diantaranya virus, digali berbagai manfaat flora-fauna di bidang jamur, dan bakteri (Solikhah & Maratus. Bakteri fulic. atau hewan yang dianggap menjijikkan terjadinya penyakit infeksi. Hal ini tidak karena memiliki lendir. Saat ini masyarakat terlepas dari peran bakteri patogen yang menyerang manusia. Bakteri sendiri dapat alamiah sebagai pengganti pengobatan kimia, digolongkan menjadi 2, yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Bakteri dapat tumbuhan dan hewan sebagai obat-obatan digolongkan berdasarkan hasil dari pewarnaan Dari pewarnaan gram ini pula dapat bekicot bisa menjadi salah satu alternatif terlihat bagaimana bentuk dari bakteri, seperti sebarnya pada kulit baik, tidak menyumbat Contoh bakteri gram positif yang berbentuk pori-pori kulit, juga memiliki efek antibakteri (Purnasari et al. , 2. Staphylococcus sedangkan contoh bakteri gram negatif yang berbentuk batang adalah Salmonella typhi. Diantaranya Bekicot bahan-bahan Penyembuhan (Achatina . , yang diklasifikasikan ke dalam Studi epidemiologi menunjukkan bahwa kelas gastropoda (Rahmdina, 2. Lendir infeksi akibat Staphylococcus aureus di dunia bekicot diproduksi di dinding tubuh bekicot meningkat pada dua dekade terakhir serta dan zat getah beningLendir bekicot yang mengalir dalam tubuh bekicot mempunyai Salmonella typhi menyebabkan 13,5 juta aktivitas pembasmian bakteri dan benda asing penyakit secara global pada tahun 2010. (Megawati, 2. Kandungan lendir bekicot Tingkat terdiri dari proteoglikan, glikosaminoglikan. Salmonella typhi telah tercatat di Afrika dan enzim glikoprotein, hyaluronic acid, copper Asia. Data di Asia Salmonella typhi dan peptides, ion metal, dan peptida antimikrobia Staphylococus aureus memiliki angka kejadian (Achasi. (Jacub, 2. Achasin ini bekerja infeksi yang hampir sama banyak (Intan, dengan cara menyerang atau menghambat Indonesian One Health University pembentukan bagian-bagian yang umum dari Network strain bakteri seperti, lapisan peptidoglikan dan (INDOHUN) melaporkan bahwa Salmonella membran sitoplasma. Lapisan peptidoglikan adalah lapisan pembentuk dinding sel, dimana Universitas Batam Page 2 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 dinding sel pada bakteri berperan sangat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus penting untuk menahan tekanan osmose dari dan Salmonella typhi. Protein achasin pada lendir bekicot Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mempunyai fungsi biologik penting, antara pengaruh lendir bekicot (Achatina fulic. lain sebagai reseptor pengikat protein . terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Protein achasin akan mengikat protein aureus dan Salmonella typhi. yang ada pada bakteri dan akan METODE PENELITIAN menggangu aktivitas enzim tersebut, sehingga Penelitian ini dilakukan dengan metode pada saat terjadi infeksi, bakteri yang akan eksperimental murni laboratoris AuPosttest melakukan proses replikasi akan gagal untuk Only Control Group DesignAy. Pada penelitian memisah karena dicegah oleh protein achasin, ini populasi yang digunakan adalah biakan septum tidak terbentuk dan memisah menjadi murni bakteri Staphylococcus aureus dan sel anak (Anggraeni, 2. Salmonella Pengembangan Laboratorium Mikrobiologi Fakultas pengobatan yang tidak menyebabkan efek Kedokteran samping dengan memanfaatkan bahan-bahan berjumlah 30 ekor bekicot yang sebelumnya alam perlu dilakukan. Berdasarkan penelitian sudah diadaptasi selama 1 bulan. Universitas Riau. Sampel Permadani lendir bekicot (Achatina fulic. PenelitianinidilaksanakandiLaboratorium konsentrasi 80% menunjukkan hasil yang Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas signifikan dalam menghambat aktivitas bakteri Riau pada tanggal 16 Desember 2021Ae 11 Staphylococcus aureus (Permadani, 2. Hal Januari 2022. tersebut ditandai dengan adanya zona hambat Variabel bebas dalam penelitian ini yang terbentuk pada sekeliling cawan petri. adalah lendir bekicot (Achatina fulic. dengan Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh konsentrasi 30%, 60%, dan 90% yang Misbahul Hudayaitu konsentrasi efektif lendir mempengaruhi daya hambat bakteri. Variabel bekicot (Achatina fulic. terhadap Salmonella terikat dalam penelitian ini adalah daya adalah 60% sampai Hasil semakin tinggi konsentrasi lendir bekicot (Achatina Staphylococcus Salmonella typhi. (Achatina fulic. maka zona hambat yang Alat dan Bahan Penelitian. Alat yang terbentuk semakin besar yang berarti semakin digunakan antara lain dry heat oven, autoklaf, kertas saring cakram/whatman, timbangan, bakteri (Huda, 2. aluminium foil, erlenmeyer, beaker, cotton Berdasarkan uraian di atas, maka perlu swab, funnel glass, bunsen, spoit, vial, jarum untuk dilakukan penelitian dengan ruang ose, pipet tetes, caawan petri, pinset, mistar, lingkup mengukur kemampuan lendir bekicot pH meter. Bahan yang digunakan antara lain (Achatina Universitas Batam Page 3 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 lendir bekicot (Achatina fulic. , media MHA, biarkan dingin. Kemudian diinkubasi pada biakan bakteri Staphylococcus aureus, biakan suhu 37AC selama 24 jam. Salmonella Amoxicillin. Aquades. Persiapan Sampel. Pada penelitian ini Sterilisasi Alat dan Bahan. Semua alat (Achatinafulic. sebanyak yang digunakan, terlebih dahulu disterilkan diperoleh dari perkebunan, kota Pekanbaru, melalui proses sterilisasi kering dan cara provinsi Riau. Agar komposisi bekicot tidak sterilisasi basah. Dilakukan sterilisasi ini memiliki perbedaan yang signifikan, bekicot di bertujuan untuk menghilangkan terjadinya karantina dan diberi makanan yang sama dengan habitat asli selama 1 bulan. Bekicot Hinton dibersihkandari kotoran tanah yang melekat. Agar. Menurut Snyder dan Atlas . , kemudian dicuci dengan air mengalirhingga pembuatan Media Mueller HintonAgar adalah bersih terutama pada bagian cangkang dan sebagai berikut : Ditimbang 38 gram MHA badan bekicot (Achatinafulic. Selanjutnya . engan komposisi : Beef dehydrate infusion bekicot dibiarkanberaktivitas seperti biasa 300 g. Casein hydrolysate 17,5 g. Stratch 1,5 g dan Agar 15 . dilarutkan dalam 1 liter Kemudian aquadest didalam erlenmayer. Didihkan diatas bekicot(Achatina fulic. diletakkan jarum ose hot plate sampai didapatkan larutan media menjadi berwarna kuning jernih. Ukur pH keluarnya lendir dari tubuhbekicot kemudian sampai 7,4. Masukkan ke dalam cawan petri akandidapatkan lendir dari bekicot. Pembuatan Media Mueller steril dengan ketebalan 3-4 mm. Cawan petri Sampel yang telah didapat, dipisah dalam ditutup dengan aluminium foil kemudian 3 vial . ml per via. dan disimpan pada disterilisasi dengan autoklaf selama 15 menit tempat yang tertutup danterhindar dari polusi pada suhu 121AC. udara demi menjaga kualitas kandungan zat Peremajaan Bakteri Uji (Streak Plate Metho. Panaskan jarum ose hingga memijar di atas bunsen, kemudian beri jarak dari proteinachasin pada lendir bekicot yang telah Persiapan Kertas Cakram. Kertas bunsen dan diamkan hingga dingin. Gunakan cakram yang telah disterilkan diteteskan ose yang telah dingin untuk mengambil kultur masing-masing pengenceran yang akan diuji murni bakteri . mbil sebanyak 1 Goreskan pada permukaan medium agar sebagai kontrol positif dan aquades sebagai dengan menggunakan teknik goresan kuadran. kontrol negatif. Ose Suspensi Bakteri. Dibuat medium sebaiknya tidak ditekan terlalu dalam. bakteri dengan cara biakan kuman yang telah Setiap kali menggoreskan ose untuk kuadran berumur 18-24 jam diambil beberapa sengkelit berikutnya, pijarkan ose terlebih dahulu dan dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi berisi Universitas Batam Page 4 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 5 ml NaCl 0,9 % steril sehingga kekeruhan selama 1 x 24 jam. sebanding dengan suspensi McFarland 0,5. Pengukuran Zona Hambat. Diameter Kemudian dilakukan pengenceran dengan zona hambat yang terbentuk yaitu adanya NaCl 0,9% sebanyak 100 kali sehingga ukuran daerah hambatan yang ditandai dengan terbentuknya zona atau daerah yang jernih kuman/ycoyco10 . pada media pertumbuhan bakteri di cawan Pengujian Daya Hambat. Cawan petri dibagi menjadi 5 bagian yaitu kontrol positif. HASIL DAN PEMBAHASAN kontrol negatif, konsentrasi 30%, 60%, dan Uji daya hambat lendir bekicot (Achatina Secara berturut-turut setiap cawan petri akan diletakkan kertas cakram yang telah Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi berisi kontrol positif, kontrol negatif, lendir menunjukkan adanya zona bening sekitar bekicot (Achatina fulic. konsentrasi 30%, kertas cakram yang menandakan terjadinya 60%, dan 90%. Agar diperoleh kontak yang baik, kertas cakram dapat ditekan dengan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi setelah diberi intervensi dengan lendir bekicot (Achatina fulic. berbagai konsentrasi. Setiap perhitungan diameter rata-rata zona hambat Cawan petri yang telah diberikan perlakuan setiap variasi konsentrasi menunjukkan adanya ditutup atau dibungkus dengan plastic wrap perbedaan yang dapat dilihat pada tabel 1. Berdasarkan kemudian diinkubasikan pada suhu 37AC Tabel 1. Rataan diameter zona hambat lendir bekicot (Achatina fulic. terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi Rataan Diameter Zona Hambat . Konsentrasi (%) Berdasarkan 24,52 A 0,64 45,18 A 1,20 0,00 A 0,00 0,00 A 0,00 11,62 A 0,21 11,12 A 1,04 13,08 A 0,13 18,30 A 0,54 15,94 A 0,83 20,42 A 0,92 mm, dan konsentrasi 90% sebesar 15,94 mm. Staphylococcus aureus terdapat zona hambat Menurut Greenwood et al . diameter pada seluruh konsentrasi lendir bekicot. Rata- zona hambat <10 mm tidak memiliki respon rata zona hambat pada konsentrasi 30% adalah hambatan pertumbuhan, 10-15 mm kategori 11,62 mm, konsentrasi 60% sebesar 13,08 lemah, 16-20 mm kategori sedang, dan >20 Universitas Batam Page 5 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 mm kategori kuat. Hal ini menunjukkan lendir . , copper peptides, dan ion metal. bekicot konsentrasi 30%, 60% dan 90% Protein termasuk kategori lemah dalam menghambat mempunyai fungsi biologik penting,antara lain bakteri Staphylococcus aureus. sebagai reseptor pengikat protein . Selain itu dilakukan penelitian lendir Protein achasinakan mengikat protein bekicot terhadap bakteri Salmonella typhi, dan . yang ada pada bakteri dan akan terdapat perbedaan yang signifikan di tiap menggangguaktivitas enzim tersebut, sehingga Dimana didapat rata-rata zona hambat pada konsentrasi 30% adalah 11,12 akanmelakukan proses replikasi menjadi gagal mm, konsentrasi 60% adalah 18,3 mm, dan untuk memisah karena dicegah olehprotein konsentrasi 90% adalah 20,42 mm. Menurut achasin, septum tidak terbentuk dan memisah menjadi sel anak (Damayanti, 2. Hasil termasuk kategori lemah, konsentrasi 60% penelitian ini sejalan dengan penelitian Kirana dalam kategori sedang, dan konsentrasi 90% Aling Permadani . menunjukkan bahwa termasuk kategori kuat dalam menghambat lendir bekicot dapat menghambat pertumbuhan pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Staphylococcus maksimal dalam penelitiannya yaitu 80%, sedangkan menurut Misbahul Huda . konsentrasi efektif terhadap Staphylococcus aureus adalah 90% sampai 100% dan terhadap Salmonella typhi adalah 60% sampai 100%. Gambar 1. Kelompok perlakuan dan kontrol bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella Kelompok kontrol perlakuan pada bakteri Staphylococcus perlakuan 30%, 60%, 90%, dan terhadap kelompok kontrol negatif. Hal ini dapat terjadi karena adanya absorbsi obat yang akhirnya lemah dalam menghambat pertumbuhan dan mempengaruhi daya hambat pada bakteri. pada bakteri Salmonella typhi kategori lemah Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian hingga kuat, artinya lendir bekicot (Achatina Citra Dewi et al . yang menyebutkan fulic. sudah bisa menghambat pertumbuhan bahwa kontrol positif memiliki daya hambat bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella lebih besar dibanding kelompok perlakuan, hal typhi yang ditandai adanya zona bening disekitar cakram, hal ini terjadi karena lendir bekicot memiliki kandungan proteoglikan, spektrum luas dan aktivitasnya lebih besar terhadap organisme yang sensitif. Universitas Batam Kelompok Berdasarkan hasil data yang diperoleh Page 6 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 pada bakteri Staphylococcus aureus dan terhadap perlakuan 90% dan amoxicillin Salmonella typhi setelah diberi perlakuan dan dengan selisih 2-3 kali lipat, sehingga untuk kontrol, diketahui kelompok kontrol negatif menyamai efektifitas amoxicillin diperlukan konsentrasi lendir bekicot (Achatina fulic. kelompok kontrol positif, kelompok kontrol yang lebih besar. negatif tidak memiliki efek daya hambat KESIMPULAN terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Daya Salmonella typhi. Hal tersebut terjadi karena menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kelompok kontrol negatif hanya diberi dimana pada bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 30% sebesar 11,62 mm, 60% sebesar 13,08 mm dan 90% sebesar memungkinkan bakteri tetap tumbuh dengan normal, sehingga daya hambat pada kelompok kontrol negatif tidak ada. Perbedaan yang signifikan juga terdapat pada bakteri Salmonella typhi konsentrasi Dalam penelitian yang telah dilakukan ini, 15,94 mm. 30% sebesar 11,12 mm, 60% sebesar 18,3 mm, dan 90% sebesar 20,42 mm. perbedaan rata-rata diameter zona hambat Semakin besar konsentrasi lendir bekicot yang signifikan. Semakin tinggi konsentrasi (Achatina fulic. maka semakin besar zona lendir bekicot (Achatina fulic. , maka semakin hambat yang dihasilkan. Dalam penelitian besar zona hambat yang terbentuk. Zona ini zona hambat terbesar terbentuk pada hambat yang terbentuk membuktikan adanya konsentrasi 90%sebesar 15,94 mm pada zat-zat aktif yang terdapat pada lendir bekicot bakteri Staphylococcus aureus dan 20,42 (Achatina fulic. yang berfungsi sebagai zat mm pada bakteri Salmonella typhi. Namun Namun besarnya zona hambat besarnya daya hambat yang dihasilkan yang terbentuk oleh lendir bekicot (Achatina lendir bekicot (Achatina fulic. masih fulic. belum bisa menyamai daya hambat dibawah daya kontrol positif Dalam amoxicillin sebesar 24,52 mm pada bakteri penelitian ini zona hambat terbesar lendir Staphylococcus aureus dan 45,18 mm pada bekicot (Achatina fulic. terbentuk pada bakteri Salmonella typhi. yaitu amoxicillin. konsentrasi 90% dengan rerata diameter pada (Achatina typhi secara berturut adalah 15,94 mm dan 20,42 kontrol positif Terdapat aktivitas antibakteri lendir bekicot bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella Staphylococcus dan Salmonella typhi, menghambat bakteri Staphylococcus aureus amoxicillin lebih efektif dibanding lendir dan Salmonella typhi secara berturut dengan rerata diameter 24,52 mm dan 45,18 mm. (Achatina Terdapat perbedaan ukuran yang cukup besar Universitas Batam Page 7 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 Staphylococcus aureus dan Salmonella Sebagai Obat Alternatif Bagi Manusia. NECTAR: Jurnal Pendidikan Biologi. SARAN 1. , 9-13. Ada baiknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai komponen apa saja selain achasin pada lendir bekicot (Achatina fulic. yang berperan dalam menghambat Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Dapat dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan bakteri gram positif dan gram negatif selain bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Dewi. Saleh. Awaliyah. , & Hasnawati, . Formula Emulgel Evaluasi Lendir Bekicot (Achatina fulic. Dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis penyebab Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 4. , 122-134. Greenwood. Slack. Peutherer. Peneliti lain dapat mengombinasikan jenis atau ekstrak lain untuk mendapatkan daya Barer, . Medical Microbiology. China: Elsevier. hambat yang lebih maksimal. Huda. Effect of Snail Mucus UCAPAN TERIMA KASIH Penulis terimakasihkepada dr. Kasih Purwati. Kes dan dr. Sukma Sahreni. Gizi yang telah memberikan banyak bimbingan, dorongan motivasi dan masukan pada penelitian ini. Ucapan terimakasih juga penulis ucapkan kepada dr. Sudarsono. Sp. KK dan dr. Andi Ipaljri S. Kes yangtelah memberikan masukan dalam penelitian ini. (Achatina fulic. on The Growth Of Positive Bacteria. Kesehatan Jurnal Politeknik Analis Kesehatan Tanjungkarang, 5. , 547Ae555. Intan. Uji Efektivitas Antibiofilm Katekin Gambir Terhadap (Uncaria Bakteri Penghasil Staphylococcus Biofilm. Skripsi. Universitas Andalas. DAFTAR PUSTAKA