Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PELATIHAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS SECARA KONTEKSTUAL DENGAN PENERAPAN TPR Wariyati1. Sujarwo2. Azhary Tambusai3 Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah *Korespondensi : wariyati@umnaw. Abstrak Kompetensi merespon dalam berkomunikasi Bahasa Inggris merupakan kemampuan yang mendasar. Prinsip berkomunikasi Bahasa Inggris bersifat berimbang sesuai dengan kebutuhan individu, bahasa lisan yang terbuka, berlangsung pada suatu kurikulum serta memiliki keberagaman. Prinsip dasar dari komunikasi Berbahasa Inggris berterima meliputi 3 poin yaitu bersifat kontekstual, selaras dengan cakupan dan responsif. Pelatihan speaking English berbasis konteks melatih Guru untuk mengajarkan Bahasa Inggris bukan sekedar pengetahuan bahasa saja, namun juga meliputi kemampuan kognitif dan psikomotorik yang berimbang. Kegiatan Pengabdian ini telah menjadi solusi atas rendahnya kemampuan dasar siswa dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa asing. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam mengatasi penyelesaian masalah prioritas mitra yaitu dengan focus group discussion (FGD). Pelatihan dan Pendampingan. Simulasi Pengajaran penerapan TPR dan Bahasa Inggris Dasar berbasis kontekstual purpose. Speaking Test based on context bagi Siswa. Para Guru sangat antusias setelah mengikuti pelatihan ini dan menjadi semakin mudah dalam memodifikasi pembelajaran Bahasa Inggris bagi siswa SD secara lebih natural dan terapan. Kata kunci: Komunikasi Dasar. Kontekstual. TPR Abstract Competence in responding in English communication is a fundamental ability. The principle of English communication is that it is balanced according to individual needs, open spoken language, takes place in a curriculum and has diversity. The basic principles of acceptable English communication include 3 points, namely contextual, in line with scope and responsive. Context-based English speaking training trains teachers to teach English not just language knowledge, but also includes balanced cognitive and psychomotor skills. This service activity has become a solution to students' low basic skills in communicating using foreign languages. The implementation methods used to solve partners' priority problems are focus group discussions (FGD), training and mentoring, teaching simulations for implementing TPR and basic English based on contextual purpose, speaking tests based on context for The teachers were very enthusiastic after participating in this training and it became easier to modify English learning for elementary school students in a more natural and applied way. Keywords: Basic Communication. Contextual. TPR Submit: Mei 2024 Diterima: Mei 2024 Publish: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 8 No. Mei 2024 speaking sekaligus kemampuan untuk Speaking based on context memiliki urgensi yang sangat besar dalam mendukung proses pembelajaran Bahasa Inggris. Hal tersebut disebabkan peran penting yang dimiliki dalam menentukan kualitas pendidikan dan penguasaan Bahasa asing. Urgensi berikutnya juga disebabkan speaking kompetensi yang fundamental untuk penguasaan Bahasa asing. Kemampuan komunikasi yang tepat yang harus diajarkan dan diterapkan sejak level dasar merupakan proteksi terbaik untuk kemajuan siswa dari ketertinggalan, karena hampir di setiap aspek kehidupan membutuhkan kemampuan dalam Annisa. CTL membantu siswa untuk menghubungkan isi pembelajaran mereka dengan konteks Hal ini membantu mereka menemukan lebih banyak makna dalam menciptakan kegiatan belajar mengajar yang lebih bermakna Munir. menyatakan tentang efektifitas penerapan CTL meliputi . salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kemampuan berpikir kritis siswa perangkat pembelajaran berbasis CTL English. Faktor yang mempengaruhi ketidakmampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris adalah tidak terjadinya proses pembelajaran bahasa Inggris yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan bahasa Inggris secara maksimal di kelas. Hal ini berbeda dengan proses pembelajaran yang dilakukan dengan pembelajaran berbasis CTL dimana siswa mempunyai kesempatan untuk berbicara dan berpikir kritis untuk mendiskusikan permasalahan nyata yang dihadapi di depan teman sekelasnya untuk menjaga hasil proyek yang mereka laporkan. Selain itu, dengan adanya perangkat pembelajaran berbasis CTL juga berinteraksi bahasa Inggris siswa dengan teman sekelas maupun dengan guru juga tampak meningkat. Mengingat kemampuan berbicara bahasa asing, diperlukan sebuah usaha dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kemampuan tersebut. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan menggunakan penerapan komunikasi berbahasa Inggris berbasis konteks yang menarik bagi siswa tanpa harus mengurangi nilai esensial yang terkandung dalam materi pelajaran Prananti . Sebelum siswa SD dapat berbicara atau memiliki kemampuan berbicara, mereka harus memahami bahasa lisan yang diucapkan oleh guru agar dapat merespon instruksi dari guru. Dalam hal ini pendidikan berbahasa memiliki peranan penting dalam mewujudkannya. Pembelajaran Bahasa Inggris hendaknya memberikan kesempatan atau pengalaman kepada siswa untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai situasi berbasis konteks. Melalui cara ini siswa akan mampu Santika. Aminah. , & Sibarani, . Keterampilan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa dalam belajar bahasa Inggris. Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan produktif bahasa Inggris. Bukan suatu Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) keterampilan yang diujikan dalam ujian nasional, namun seseorang akan dikatakan sukses dalam belajar bahasa Meskipun TPR merupakan metode konvensional yang dikembangkan oleh Asher pada tahun 1960, namun para guru masih menggunakan metode tersebut di kelas. Delapan dari sepuluh guru bahasa Inggris dari tingkat dasar menggunakan TPR di kelas bahasa Inggris lainnya. Metode pengajaran TPR tidak hanya digunakan untuk siswa di bangku sekolah dasar saja, namun juga dapat digunakan di bangku sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, bahkan di bangku kuliah. Metode TPR menggunakan gerak tubuh dapat menghindari siswa dari rasa bosan di Dengan menggunakan gerak tubuh, siswa dapat mempelajari beberapa kosakata baru dan memahami Setelah memahami kalimat, siswa dapat menghasilkan kalimat tersebut dengan berbicara. Vol. 8 No. Mei 2024 materi pelajaran. Guru dengan diskusi secara aktif terkait literasi numerasi dan penerapannya dalam setiap mata pelajaran. FGD ini sebagai dasar sebelum guru-guru Metode Pelatihan Pendampingan Metode pendampingan diterapkan untuk kurikulum merdeka yang focus pada literasi numerasi. Guruguru secara aktif terlibat dalam penyusunan RPP. Modul Ajar. LKPD. Instrumen pembelajaran Bahasa Inggris, dan desain strategi TPR dengan kolaborasi Selain guru, strategi ini juga diterapkan kepada siswa dalam Contextual Siswa terlibat secara aktif mempraktikkan langsung contextual speaking dalam pelatihan dan pendampingan. Metode Simulasi Simulasi menjadi metode yang paling efektif untuk mengukur pembelajaran itu betul-betul efektif diterapkan. Guru secara pembelajaran yang telah di susun sebelumnya. Sebagian guru berperan sebagai observer didalam kelas, untuk melihat METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan yang dilakukan masalah prioritas mitra yaitu dengan focus group discussion (FGD), pelatihan, pendampingan, simulasi serta game kompetisi. Metode Focus Group Discussion (FGD) FGD melibatkan narasumber ahli yang memiliki pakar bidang perencanaan pembelajaran. Guruguru terlibat secar aktif mengkaji kurikulum, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan juga Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pembelajaran dan kesesuaian dengan rancangan yang telah Siswa juga melakukan speaking dalam pembelajarn Metode Game Kompetisi Metode Game diterapkan untuk meningkatkan motivasi bagi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Siswa secara aktif sebagai peserta kompetisi, sedangkan guru berperan sebagai juri dalam kompetisi contextual speaking Vol. 8 No. Mei 2024 KESIMPULAN Proses Pelatihan dan pengajaran Komunikasi berbahasa Inggris untuk tingkat Sekolah Dasar berjalan lancar. Pendampingan lebih lanjut baik dalam pembuatan modul ajar ataupun refleksi proses pengajaran perlu dilaksanakan. Penerapan pelafalan dan monitoring berperan penting bagi kelancaran komunikasi siswa tingkat dasar. REFERENSI