JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 889-895 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU DI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SDN RANCAEKEK 05 KABUPATEN BANDUNG) Ayi Najmul Hidayat1. Apen Agustendra 2. Rahayu Dwi Lestari 3. Derifa Siti Muthia 4 1,2,3,4 Universitas Islam Nusantara. Indonesia Email: ayinajmul@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 13 June 2025 Final Revised: 15 July 2025 Accepted: 19 August 2025 Published: 21 September 2025 Keywords: Transformational Leadership School Principal Teacher Discipline Elementary School School Culture ABSTRAK This study aims to gain an in-depth understanding of the role of transformational leadership of school principals in improving teacher discipline in elementary schools. The background of this research is the importance of teacher discipline in creating a positive school culture and quality learning, despite the fact that some teachers remain inconsistent in complying with school rules and carrying out their duties properly. This research employed a descriptive qualitative approach conducted at SD Negeri Rancaekek 05. Bandung Regency. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation. Informants included the school principal, teachers, and educational staff, selected through purposive sampling. Results: The findings reveal that principals who adopt transformational leadership styles are able to improve teacher discipline through four key dimensions: serving as role models . dealized influenc. , inspiring motivation and vision . nspirational motivatio. , encouraging innovation . ntellectual stimulatio. , and providing individualized support . ndividualized consideratio. This leadership approach emphasizes not only adherence to rules but also the internal motivation of teachers and the creation of a supportive working environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru di sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kedisiplinan guru dalam menciptakan budaya sekolah yang positif dan pembelajaran yang berkualitas, di tengah kenyataan bahwa masih terdapat guru yang belum konsisten dalam menjalankan tugas sesuai aturan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Negeri Rancaekek 05 Kabupaten Bandung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang dipilih secara Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan gaya kepemimpinan transformasional mampu meningkatkan kedisiplinan guru melalui empat dimensi utama: menjadi teladan dalam bersikap . dealized influenc. , memberikan motivasi dan visi . nspirational motivatio. , mendorong inovasi dalam penyelesaian masalah . ntellectual stimulatio. , serta memberi perhatian personal terhadap guru . ndividualized Pendekatan ini tidak hanya menekankan aturan, tetapi juga memperkuat motivasi internal guru dan menciptakan lingkungan kerja yang suportif. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional. Kepala Sekolah. Kedisiplinan Guru. Sekolah Dasar. Budaya Sekolah. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Guru Di Sekolah (Studi Kasus di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandun. PENDAHULUAN Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi. Dalam proses pendidikan, kualitas pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang ada, terutama guru dan kepala Di antara berbagai aspek penting dalam pengelolaan sekolah, kedisiplinan guru menjadi salah satu faktor kunci dalam menciptakan iklim pembelajaran yang tertib, efektif, dan produktif (Tintory et al. , 2. Kedisiplinan guru tidak hanya berkaitan dengan kehadiran dan ketepatan waktu, tetapi juga mencakup tanggung jawab profesional dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara konsisten. Ketika guru menunjukkan sikap disiplin yang tinggi, hal ini akan berdampak positif pada pembentukan karakter siswa, iklim kerja sekolah, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan. Oleh karena itu, penguatan kedisiplinan guru perlu menjadi prioritas dalam strategi manajerial sekolah. Namun, membangun kedisiplinan tidak cukup dengan pendekatan struktural atau administratif semata. Diperlukan peran kepemimpinan yang mampu menggerakkan dan memberdayakan individu dalam organisasi. Dalam hal ini, gaya kepemimpinan transformasional menjadi salah satu alternatif strategis yang relevan untuk menjawab tantangan kedisiplinan guru secara lebih holistik dan berkelanjutan. Pendidikan dasar memegang peranan krusial dalam pembentukan karakter dan budaya disiplin siswa (Kelkay, 2. Dalam konteks ini, guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan dituntut untuk menunjukkan kedisiplinan tinggi sebagai teladan bagi peserta didik. Sayangnya, masih dijumpai fenomena kurangnya kedisiplinan guru, seperti keterlambatan hadir, ketidakteraturan dalam pelaksanaan tugas, dan pelanggaran terhadap aturan sekolah (Leaf et al. , 2. Masalah ini berpotensi mengganggu efektivitas manajemen sekolah dan mutu pembelajaran. Kepala sekolah sebagai pemimpin institusi pendidikan memiliki peran sentral dalam menumbuhkan budaya disiplin di sekolah. Kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga inspiratif dan visioner, dibutuhkan untuk membentuk karakter disiplin di kalangan guru. Kepemimpinan transformasional dipandang sebagai pendekatan yang tepat, karena menekankan pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan perhatian individual dalam menggerakkan perubahan perilaku. Pemimpin transformasional (Kemethofer et al. , 2. tidak sekadar memberi instruksi, tetapi menjadi teladan, pembimbing, dan penginspirasi perubahan yang berorientasi pada nilai dan tanggung jawab bersama (Kemethofer et al. Dalam konteks sekolah dasar, penerapan kepemimpinan transformasional menjadi semakin penting mengingat peran guru dalam membentuk fondasi karakter anak. Hasil pengamatan awal di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandung menunjukkan adanya penurunan kedisiplinan guru yang tercermin dari tingkat kehadiran, partisipasi kegiatan sekolah, hingga kepatuhan terhadap tata tertib. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan kepemimpinan yang lebih manusiawi dan memberdayakan. Sejumlah penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional efektif dalam meningkatkan motivasi dan kinerja guru. Namun, masih terbatas kajian yang secara spesifik mengaitkannya dengan kedisiplinan guru di jenjang sekolah dasar. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini penting dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana kepala sekolah sebagai pemimpin transformasional menjalankan peran dalam membina dan meningkatkan kedisiplinan guru. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah teori kepemimpinan pendidikan, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan budaya disiplin di sekolah Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Guru Di Sekolah (Studi Kasus di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandun. dasar, terutama dalam menghadapi dinamika dan tantangan pendidikan masa kini dan masa Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif strategi dan praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru di SDN Rancaekek 05. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji bagaimana keempat dimensi kepemimpinan transformasional diterapkan kepala sekolah dalam mempengaruhi perilaku disiplin guru secara berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara mendalam fenomena kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru dalam konteks kehidupan nyata, khususnya di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandung. Studi kasus sesuai untuk menjawab pertanyaan "bagaimana" dan "mengapa" suatu fenomena terjadi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan enam orang guru yang dipilih secara purposive karena dianggap mengetahui dan mengalami langsung konteks penelitian. Lokasi penelitian dilakukan secara alami . atural settin. , yakni di lingkungan sekolah tempat aktivitas kepemimpinan dan kedisiplinan guru berlangsung. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama: . wawancara mendalam semi-terstruktur kepada kepala sekolah dan guru, menggunakan pedoman wawancara yang disusun berdasarkan indikator kepemimpinan transformasional. observasi partisipatif terhadap interaksi kepemimpinan di sekolah dan kedisiplinan guru dalam kegiatan harian. studi dokumentasi terhadap dokumen-dokumen seperti Rencana Kerja Sekolah (RKS), notulen rapat, dan bukti kegiatan pembelajaran. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi sumber dan teknik, member check kepada informan, dan konfirmabilitas melalui audit trail yang dicatat selama proses Analisis data dilakukan dengan model interaktif menurut Miles. Huberman, dan Saldana, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi secara terus-menerus dan simultan (Kent et al. , 2022. Stolz et al. , 2. Proses analisis dilakukan secara induktif dari data lapangan menuju pola-pola tematik yang dikaitkan dengan teori kepemimpinan transformasional. Hasil akhir dianalisis secara naratif untuk memberikan gambaran mendalam mengenai praktik kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru di sekolah dasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilaksanakan di SDN Rancaekek 05. Kecamatan Rancaekek. Kabupaten Bandung, dengan latar belakang sosial ekonomi masyarakat yang beragam. Visi sekolah adalah mencetak peserta didik yang berakhlak mulia, cerdas, dan kreatif. Penelitian bertujuan mengkaji implementasi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan empat dimensi kepemimpinan transformasional secara aktif. Pada dimensi Idealized Influence, kepala sekolah menjadi teladan kedisiplinan. Melalui Inspirational Motivation, ia menyampaikan visi sekolah yang membangun semangat guru. Dalam Intellectual Stimulation, kepala sekolah mendorong guru berinovasi dan mengikuti pelatihan. Sedangkan pada Individualized Consideration. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Guru Di Sekolah (Studi Kasus di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandun. diberikan perhatian personal untuk mendukung perkembangan guru. Budaya kerja kolaboratif dan partisipatif juga tumbuh melalui pelibatan guru dalam pengambilan keputusan dan kepercayaan dalam pelaksanaan program. Pendekatan ini efektif meningkatkan kedisiplinan, kehadiran, serta keterlibatan aktif guru (Tharaldsen et al. Keseluruhan temuan memperlihatkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berdampak positif terhadap kedisiplinan dan profesionalisme guru. Hasil ini memperkuat teori Bass dan Avolio, serta mendukung studi sebelumnya tentang efektivitas gaya kepemimpinan transformasional dalam membentuk budaya kerja yang positif di sekolah dasar. Pembahasan Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh kepala sekolah SDN Rancaekek 05 memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja dan profesionalisme guru. Hal ini sejalan dengan teori Bass dan Avolio yang menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional mampu mengangkat potensi dan semangat kerja individu untuk mencapai hasil optimal (Ahrari et al. , 2. Dimensi Inspirational Motivation tercermin dari kemampuan kepala sekolah menyampaikan visi misi sekolah yang membangkitkan semangat kebersamaan. Guru merasa pekerjaan mereka bermakna dan berkontribusi terhadap tujuan pendidikan. Diperkuat dengan pendapat yang menekankan pentingnya komunikasi inspiratif dalam memobilisasi kinerja organisasi (Seefeldt et al. , 2. Pada dimensi Intellectual Stimulation, kepala sekolah mendorong guru untuk berinovasi, termasuk eksplorasi metode digital dan pendekatan pembelajaran Ini sesuai dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional menciptakan lingkungan kerja yang menumbuhkan inovasi guru (Shen. Individualized Consideration tampak dari perhatian kepala sekolah terhadap kesejahteraan, karier, dan tantangan personal guru. Ini mendukung temuan See et al. bahwa perhatian personal dari kepala sekolah meningkatkan komitmen dan motivasi kerja Budaya kolaboratif di sekolah menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah tidak bersifat top-down, melainkan partisipatif. Ini selaras dengan nilai kemanusiaan dan keilmuan yang menempatkan guru sebagai insan yang dihargai secara intelektual dan emosional (Hatisaru et al. , 2. Peningkatan kinerja guru terlihat pada kualitas perangkat ajar, partisipasi dalam pelatihan, dan sikap profesional yang lebih positif. Temuan ini memperkuat hasil penelitian yang menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional mendorong guru untuk aktif, bertanggung jawab, dan terbuka terhadap inovasi (Oplatka, 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan kepemimpinan transformasional secara konsisten mampu meningkatkan kinerja guru baik dalam aspek pedagogik maupun profesional, serta membentuk budaya sekolah yang sehat dan adaptif terhadap perubahan. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah di SDN Rancaekek 05 berperan signifikan dalam meningkatkan kedisiplinan dan kinerja guru. Penerapan empat dimensi utama idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration berdampak positif terhadap Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Guru Di Sekolah (Studi Kasus di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandun. profesionalisme guru dan terciptanya budaya kerja yang kolaboratif dan suportif. Kepala sekolah berhasil membangun komunikasi yang inspiratif, menjadi teladan dalam disiplin, mendorong inovasi pembelajaran, serta memberi perhatian personal yang memperkuat semangat dan tanggung jawab guru dalam menjalankan tugas. Berdasarkan temuan ini, beberapa saran dapat diajukan. Pertama, kepala sekolah perlu terus mengembangkan prinsip kepemimpinan transformasional dengan menekankan pembinaan individu dan penguatan budaya inovatif. Kedua, guru diharapkan lebih aktif membangun komitmen dan terbuka terhadap perubahan untuk mendukung kemajuan Ketiga, peneliti selanjutnya disarankan melakukan kajian lanjutan di sekolah berbeda atau dengan pendekatan kuantitatif untuk memperluas generalisasi hasil dan mendalami dampak kepemimpinan transformasional pada aspek pendidikan lainnya. REFERENSI