Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan DOI: https://doi. org/10. 70285/zd47p997 Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Piutang terhadap Return On Asset pada PT. Astra Agro Lestari Tbk Periode 2013 Ae 2024 Nabila Nur Fariza1*. Krisnaldy2 Program Studi Manajemen. Universitas Pamulang1,2 nabilanurfariza27@gmail. com1*, dosen01890@unpam. Received 03/09/2. Revised 07/09/2025 | Accepted 14/09/2025 *Korespondensi Penulis ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perputaran modal kerja dan perputaran piutang terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Astra Agro Lestari Tbk selama periode 2013-2024. ROA merupakan indikator kunci yang mencerminkan efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan laba. Namun, seringkali fluktuasi laba perusahaan, terutama di sektor agrobisnis, menunjukkan perlunya kajian mendalam terhadap faktor-faktor internal yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear Populasi penelitian adalah laporan keuangan PT. Astra Agro Lestari Tbk, dan data dikumpulkan dari laporan tahunan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, perputaran modal kerja dan perputaran piutang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, yang dibuktikan dengan nilai F-hitung sebesar 8,866 yang lebih besar dari F-tabel sebesar 3,01 dengan tingkat signifikansi 0,007. Secara parsial, perputaran piutang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, sementara perputaran modal kerja tidak memiliki pengaruh signifikan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa efisiensi dalam penagihan piutang menjadi faktor yang sangat dominan dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. Meskipun modal kerja memiliki peran penting, efisiensi manajemen piutang jauh lebih krusial untuk menciptakan laba dari aset yang Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur tentang determinan profitabilitas di sektor agrobisnis dan memberikan wawasan praktis bagi manajemen perusahaan. Kata Kunci: Perputaran Modal Kerja. Perputaran Piutang. Return on Asset (ROA). Kinerja Keuangan ABSTRACT This study aims to analyze the effect of working capital turnover and accounts receivable turnover on Return on Asset (ROA) at PT. Astra Agro Lestari Tbk during the 2013-2024 period. ROA is a key indicator that reflects the company's effectiveness in utilizing its assets to generate profit. However, profit fluctuations, especially in the agribusiness sector, highlight the need for an in-depth study of the internal factors influencing them. The research method used is a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The study's population is the financial statements of PT. Astra Agro Lestari Tbk, and data was collected from the company's annual reports. The results show that, simultaneously, working capital turnover and accounts receivable turnover have a positive and significant effect on Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan ROA, as evidenced by an F-count of 8. 866, which is greater than the F-table of 3. 01 with a significance level of 0. Partially, accounts receivable turnover has a positive and significant effect on ROA, while working capital turnover has no significant effect. These findings imply that efficiency in collecting accounts receivable is a highly dominant factor in improving the company's profitability. Although working capital plays an important role, the efficiency of receivables management is far more crucial for generating profit from the assets owned. This study contributes to enriching the literature on the determinants of profitability in the agribusiness sector and provides practical insights for company management. Keywords: Working Capital Turnover. Accounts Receivable Turnover. Return on Asset (ROA). Financial Performance. PENDAHULUAN Kinerja keuangan perusahaan merupakan aspek vital yang menarik perhatian para investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya. Salah satu indikator yang paling sering digunakan untuk menilai kinerja ini adalah profitabilitas, yang diukur dengan rasio seperti Return on Asset (ROA). ROA mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari seluruh aset yang dimiliki, yang merupakan cerminan efisiensi operasional dan manajemen aset secara keseluruhan. Dalam konteks industri agrobisnis, seperti yang diwakili oleh PT. Astra Agro Lestari Tbk, kinerja keuangan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar komoditas, fluktuasi harga, dan efektivitas pengelolaan sumber daya internal. Studi oleh Anggraeni dan Pradana . menunjukkan bahwa perusahaan yang mampu mengelola asetnya secara efisien akan memiliki ROA yang lebih tinggi. Indikator Perhitungan Perputaran Modal Kerja pada PT. Astra Agro Lestari Tbk periode 2013 Ae 2024 . inyatakan dalam jutaan rupia. Penjualan Bersih Tahun Modal Kerja -Rp -Rp -Rp Sumber: Diolah dari Laporan Keuangan PT. Astra Agro Lestari Tbk periode 2013-2024 Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan Perputaran Modal Kerja -Rp5. Gambar 1. Rata-Rata Penjualan Bersih dan Modal Kerja Konsep perputaran modal kerja adalah rasio yang mengukur efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan modal kerja untuk menghasilkan penjualan. Menurut Puspitasari dan Nurhadi . , perputaran modal kerja yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan dapat menghasilkan penjualan lebih banyak dari setiap unit modal kerja yang diinvestasikan, mengindikasikan efisiensi operasional yang baik. Di sisi lain, perputaran piutang mengukur seberapa cepat perusahaan mengumpulkan piutangnya dari pelanggan (Sari dan Santoso, 2. Rasio ini merupakan indikator efisiensi manajemen piutang, di mana perputaran piutang yang cepat dapat meningkatkan likuiditas dan mengurangi risiko piutang tak tertagih, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada laba Adanya research gap atau celah penelitian yang ditemukan adalah adanya inkonsistensi hasil dari studi-studi terdahulu mengenai pengaruh perputaran modal kerja terhadap profitabilitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perputaran modal kerja yang cepat dapat meningkatkan ROA (Nurfitriana, 2. , sementara yang lain menemukan bahwa hubungan tersebut tidak selalu signifikan, terutama pada industri dengan siklus bisnis yang panjang (Nurhana Dhea Parlina dan Haryanto, 2. Kebaruan . penelitian ini terletak pada penggunaan data terkini . dan fokus pada satu perusahaan spesifik, yaitu PT. Astra Agro Lestari Tbk, yang memungkinkan analisis yang lebih mendalam dan spesifik terhadap dinamika keuangan perusahaan agrobisnis di Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut: apakah perputaran modal kerja dan perputaran piutang secara simultan dan parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap Return on Asset pada PT. Astra Agro Lestari Tbk? Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh perputaran modal kerja dan perputaran piutang terhadap Return on Asset pada PT. Astra Agro Lestari Tbk, serta memberikan kontribusi teoritis dan praktis terkait manajemen keuangan di sektor agrobisnis. METODE Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Tujuannya adalah untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antara variabel independen, yaitu Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 perputaran modal kerja dan perputaran piutang, dengan variabel dependen, yaitu Return on Asset (ROA). Populasi penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Astra Agro Lestari Tbk dari tahun 2013 Karena populasi terbatas pada satu perusahaan, maka seluruh data laporan keuangan dalam periode tersebut dijadikan sampel penelitian, yang dikenal sebagai metode sensus. Pendekatan ini memastikan kelengkapan data dan meminimalkan bias sampel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan PT. Astra Agro Lestari Tbk. Data ini diperoleh dari situs resmi perusahaan dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat secara sistematis data-data yang relevan, seperti modal kerja, piutang, penjualan, dan total aset, dari laporan laba rugi dan neraca perusahaan selama periode penelitian. Metode pengumpulan data ini dipilih karena data sekunder yang tersedia telah terverifikasi dan andal. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda. Tahap pertama adalah melakukan uji asumsi klasik, yang mencakup uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Uji ini dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi yang digunakan memenuhi syarat untuk analisis statistik yang valid. Setelah asumsi klasik terpenuhi, dilakukan pengujian hipotesis secara simultan menggunakan uji F dan secara parsial menggunakan uji Uji F bertujuan untuk melihat apakah kedua variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap ROA, sedangkan uji t bertujuan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel secara Selain itu, digunakan pula uji koefisien determinasi (R. untuk mengukur seberapa besar variasi ROA dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata ROA PT. Astra Agro Lestari Tbk selama periode penelitian memiliki fluktuasi yang signifikan. Hal ini mencerminkan dinamika kinerja perusahaan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk harga komoditas dan kondisi ekonomi Perputaran modal kerja juga menunjukkan variasi yang cukup, di mana perusahaan memiliki periode dengan perputaran yang cepat dan lambat. Sementara itu, perputaran piutang menunjukkan tren yang lebih stabil, mengindikasikan konsistensi perusahaan dalam mengelola penagihan Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi memenuhi semua kriteria yang Uji normalitas menunjukkan data terdistribusi secara normal, tidak terjadi multikolinieritas antar variabel independen, tidak terdapat masalah heteroskedastisitas, dan tidak ada autokorelasi. Dengan demikian, model regresi yang digunakan dianggap valid dan dapat diandalkan untuk analisis lebih lanjut. Hasil uji F menunjukkan bahwa perputaran modal kerja dan perputaran piutang secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Nilai F-hitung sebesar 8,866 lebih besar dari F-tabel sebesar 3,01 dengan tingkat signifikansi 0,007, yang lebih kecil dari 0,05. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi pengelolaan modal kerja dan piutang secara bersama-sama memiliki peran krusial dalam menentukan profitabilitas aset perusahaan. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan Hasil Uji-t (Parsia. Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. Perputaran Modal Kerja Beta Sig. Perputaran Piutang . Dependent Variable: ROA (%) Sumber: Output SPSS 27 . Besarnya angka Perputaran Modal Kerja ttabel . /2 . dengan ketentuan a = . ,05/. = 0,025 dan df = . -k-. -2-. = 9 yang memperoleh nilai ttabel 2,262, dari tabel 4. 12 diatas, hal ini memungkinkan untuk menilai sejauh mana tiap variabel memberikan pengaruh secara individual. Pengaruh Peputaran Modal Kerja (PMK) terhadap Return On Asset (ROA). Nilai yang tercantum pada tabel coefficients menunjukkan bahwa Thitung = 1,799 yang artinya thitung < ttabel 1,799 < 2,262 dengan nilai signifikansi 0,105 > 0,05 maka H01 diterima dan Ha1 ditolak. Mempunyai arti bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh dan tidak signifikan antara Perputaran Modal Kerja terhadap Return On Asset (ROA) pada PT. Astra Agro Lestari Tbk Periode 2013 Ae 2024. Pengaruh Perputaran Piutang (PP) terhadap Return On Aset (ROA). Dari tabel coefficients memperoleh nilai thitung = 4,177 yang artinya thitung > ttabel 4,177 > 2,262 dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05 maka H02 ditolak dan Ha2 diterima. Memiliki arti secara parsial Perputaran Piutang (PP) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada PT. Astra Agro Lestari Tbk Periode 2013-2024. Secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa perputaran modal kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Dengan nilai t-hitung sebesar 1,799 yang lebih kecil dari t-tabel sebesar 2,262 dan tingkat signifikansi 0,105 yang lebih besar dari 0,05, hipotesis parsial untuk variabel ini Meskipun modal kerja penting, perputarannya tidak menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan ROA pada perusahaan ini. Sebaliknya, perputaran piutang secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Nilai t-hitung sebesar 4,177 yang lebih besar dari t-tabel sebesar 2,262 dengan tingkat signifikansi 0,002 yang lebih kecil dari 0,05 membuktikan bahwa efisiensi penagihan piutang sangat Semakin cepat piutang dikumpulkan, semakin cepat dana tersedia untuk diinvestasikan kembali dalam operasi yang menguntungkan. Selanjutnya, uji koefisien determinasi (R. menunjukkan nilai sebesar 0,588. Ini berarti bahwa perputaran modal kerja dan perputaran piutang secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi pada ROA sebesar 58,8%. Sisa sebesar 41,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini, seperti rasio profitabilitas lainnya, manajemen biaya, dan kondisi ekonomi makro. PEMBAHASAN Temuan bahwa perputaran modal kerja secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA dapat dianalisis dari beberapa sudut pandang. Meskipun modal kerja merupakan Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 sumber daya penting, tidak signifikannya pengaruhnya bisa jadi karena perusahaan telah mencapai tingkat efisiensi yang optimal, sehingga perubahan kecil dalam perputaran tidak lagi berdampak besar pada ROA. Atau, bisa juga diinterpretasikan bahwa pada industri agrobisnis, siklus perputaran modal kerja yang lebih panjang adalah hal yang normal, sehingga rasio ini tidak selalu menjadi indikator langsung terhadap profitabilitas. Hal ini sejalan dengan temuan Nurhana Dhea Parlina dan Haryanto . yang menunjukkan variasi pengaruh modal kerja di berbagai sektor. Di sisi lain, signifikansi pengaruh perputaran piutang terhadap ROA menegaskan hipotesis bahwa efektivitas manajemen piutang merupakan kunci untuk meningkatkan profitabilitas. Ketika piutang dapat ditagih dengan cepat, kas perusahaan akan meningkat, yang memungkinkan perusahaan untuk berinvestasi kembali, melunasi utang, atau membiayai operasi tanpa harus bergantung pada Temuan ini konsisten dengan literatur yang ada yang menunjukkan bahwa manajemen piutang yang baik dapat meningkatkan likuiditas dan profitabilitas (Sari dan Santoso, 2. Solusi yang bisa diberikan dari temuan ini adalah bahwa PT. Astra Agro Lestari Tbk harus lebih fokus pada strategi yang dapat mempercepat perputaran piutang. Implementasi sistem penagihan yang lebih efisien, pemberian insentif untuk pembayaran cepat, atau peninjauan ulang kebijakan kredit bisa menjadi langkah-langkah strategis yang efektif. Dibandingkan dengan upaya untuk mempercepat perputaran modal kerja secara keseluruhan yang mungkin tidak berdampak signifikan, fokus pada piutang akan memberikan hasil yang lebih substansial. Implikasi dan kontribusi penelitian ini sangat relevan bagi manajemen perusahaan. Dengan mengetahui bahwa perputaran piutang memiliki dampak yang lebih besar, manajemen dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih tepat. Alih-alih melakukan restrukturisasi besar-besaran pada modal kerja, mereka dapat menginvestasikan waktu dan upaya dalam meningkatkan efisiensi penagihan piutang. Hal ini menunjukkan kepakaran dan kompetensi dalam memecahkan masalah keuangan perusahaan secara spesifik. Lebih jauh, hasil ini memberikan panduan praktis bagi investor dalam menganalisis perusahaan di sektor agrobisnis. Para investor disarankan untuk lebih memperhatikan rasio perputaran piutang daripada perputaran modal kerja saat mengevaluasi kinerja dan potensi profitabilitas perusahaan Hal ini berbeda dengan temuan di industri lain, yang menunjukkan pentingnya analisis sektor Secara keseluruhan, pembahasan ini menyajikan argumen kuat bahwa manajemen piutang yang efektif adalah faktor kunci dalam meningkatkan ROA pada PT. Astra Agro Lestari Tbk. Penelitian ini tidak hanya memperkaya literatur manajemen keuangan, tetapi juga memberikan implikasi strategis yang berharga bagi para praktisi dan investor. SIMPULAN Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa simpulan utama sesuai dengan tujuan penelitian. Pertama, secara simultan, perputaran modal kerja dan perputaran piutang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return on Asset (ROA) pada PT. Astra Agro Lestari Tbk. Ini menunjukkan bahwa kedua rasio aktivitas ini, jika dikelola secara bersamasama, sangat penting untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Kedua, secara parsial, perputaran modal kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA. Simpulan ini mengindikasikan bahwa perputaran modal kerja tidak menjadi faktor penentu utama dalam profitabilitas aset pada PT. Astra Agro Lestari Tbk selama periode penelitian. Hal ini mungkin mencerminkan karakteristik industri agrobisnis yang memiliki siklus perputaran aset yang Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Ketiga, perputaran piutang secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Temuan ini membuktikan bahwa efisiensi perusahaan dalam mengelola dan mengumpulkan piutang menjadi faktor yang sangat dominan dalam meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari asetnya. Keempat, penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen piutang yang efektif adalah prioritas utama untuk meningkatkan profitabilitas di sektor agrobisnis, sebagaimana terbukti pada PT. Astra Agro Lestari Tbk. Fokus pada percepatan penagihan piutang akan memberikan dampak yang lebih besar pada ROA daripada upaya untuk mempercepat perputaran modal kerja secara keseluruhan. Kelima, kontribusi penelitian ini terletak pada pemecahan inkonsistensi yang ada dalam literatur sebelumnya mengenai pengaruh perputaran modal kerja terhadap profitabilitas. Studi kasus ini memberikan bukti empiris bahwa hubungan tersebut tidak selalu signifikan dan sangat bergantung pada konteks industri dan perusahaan. Secara singkat, efisiensi penagihan piutang adalah pendorong utama ROA pada PT. Astra Agro Lestari Tbk. Manajemen harus mengalokasikan sumber daya untuk memperkuat kebijakan kredit dan sistem penagihan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan. PENGHARGAAN Terima Kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, motivasi, saran, dan masukan yang konstruktif selama proses penyusunan artikel ini. Ucapan khusus juga ditujukan kepada dosen pembimbing, responden penelitian, serta instansi terkait yang telah membantu dalam pengumpulan data dan analisis sehingga penulisan artikel ini dapat diselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA