Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juni 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK KELURAHAN TAVANJUKA Mutia Mifta Rahma Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tadulako rahmamutia721@gmail. Andi Agusniatih Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tadulako andiagusniatih@gmail. Amrullah Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tadulako amrullah26bs@gmail. Durrotunisa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tadulako durrotunnisafkip@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perilaku sosial anak usia 5-6 tahun di TK Kelurahan Tavanjuka. Kota Palu. Sampel penelitian terdiri dari 25 anak yang dipilih secara purposive. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, angket, dan Hasil penelitian menunjukkan 32% orang tua menerapkan pola asuh otoriter, 24% demokratis dan 11 44% permisif. Perilaku sosial anak menunjukkan bahwa 8% berada dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 25,33% dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), 49,33% dalam kategori Mulai Berkembang (MB), dan 17,33% tergolong dalam kategori Belum Berkembang (BB). Anak dengan pola asuh otoriter memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab tinggi, tetapi kemandirian rendah. Sebaliknya, pola asuh demokratis mendukung ketiganya secara optimal, sedangkan pola asuh permisif cenderung kurang baik dalam kedisiplinan dan tanggung jawab. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara pola asuh dan perilaku sosial anak . = 0,511. p= 0,. , artinya semakin baik pola asuh yang diterapkan, semakin baik pula perilaku sosial anak. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pola asuh yang seimbang dan responsif untuk mendukung perilaku sosial anak usia dini. Kata Kunci: pola asuh, perilaku sosial, anak usia dini Abstract This study aims to examine the relationship between parenting styles and the social behavior of children aged 5-6 years at TK Kelurahan Tavanjuka. Palu City. The sample consisted of 25 children selected purposively. The research used a quantitative correlational approach with data collected through observation, questionnaires, and documentation. Results showed that 32% of parents applied an authoritarian style, 24% democratic, and 44% permissive. Regarding childrenAos social behavior, 8% were categorized as Very Well Developed (BSB), 33% as Well Developed (BSH), 49. 33% as Developing (MB), and 17. 33% as Not Yet P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juni 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Developed (BB). Children with authoritarian parenting exhibited high discipline and responsibility but low independence. In contrast, the democratic style optimally supported all three aspects, while permissive parenting was associated with lower discipline and SpearmanAos correlation analysis revealed a significant positive relationship between parenting styles and childrenAos social behavior . = 0. p = 0. , indicating that better parenting styles correspond to better social behavior in children. These findings emphasize the importance of balanced and responsive parenting to support early childhood social development. Keywords: Parenting. Social Behavior PENDAHULUAN kemampuan bersosialisasi anak sangat Masa usia dini adalah periode emas dipengaruhi kualitas interaksi awal dengan perkembangan manusia, di mana sekitar orang dewasa, terutama orangtua. Orangtua 80% otak telah berkembang dan anak tidak hanya berperan sebagai pemberi mengalami kemajuan pesat pada aspek kebutuhan fisik, tetapi menjadi teladan fisik, kognitif, emosional, dan sosial (Ersila yang perilakunya dilihat, ditiru, dan et al. , 2. Fase ini juga menjadi periode kritis karena stimulasi yang diberikan akan memperlakukan orang lain, menghadapi membentuk kepribadian dan perilaku sosial konflik, serta mengekspresikan emosi dan di masa depan (Yi & Keat, 2. keinginannya (Paley & Hajal, 2. Pada masa usia dini, anak mulai Dalam konteks ini, pola asuh menunjukkan rasa ingin tahu, meniru orangtua menjadi kunci utama dalam membentuk perilaku sosial anak. Pola asuh membangun hubungan sosial di luar adalah strategi atau gaya yang digunakan Hurlock (Dengah, orangtua dalam membimbing, mendidik, dan mengarahkan anak. Menurut Baumrind . pola asuh yang umum diterapkan dengan lingkungannya, yang tampak dari kepatuhan pada norma, kepedulian, dan authoritarian, dan permissive. hubungan sehat yang meliputi berbagi. Pola asuh orangtua menciptakan bergiliran, bekerja sama, berempati, dan iklim emosional dan sosial dalam keluarga menaati aturan di lingkungan bermain yang akan memengaruhi perilaku anak maupun belajar (Khatijah et al. , 2. diluar rumah (Tarigan, 2. Menurut Perilaku sosial anak tidak muncul Fitriana secara otomatis, melainkan hasil dari proses belajar dan pengalaman interaksi. sayang dengan batasan tegas, umumnya Papalia et al. menegaskan bahwa P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juni 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Berdasarkan temuan tersebut, dapat Sedangkan pola asuh authoritarian yang disimpulkan bahwa pola asuh memiliki terlalu ketat atau permissive yang terlalu perilaku sosial anak. Namun penelitian perkembangan perilaku sosial anak. Peneliti sebelumnya umumnya belum mengkaji secara rinci jenis pola asuh dominan pada informasi mengenai pola asuh orang tua konteks lokal serta pengaruh faktor budaya terhadap perilaku sosial anak melalui dan nilai setempat. observasi dan wawancara kepada 10 anak Untuk mengatasi permasalahan ini, dan orang tua di TK Kelurahan Tavanjuka perlu dilakukan kajian secara empiris Kota Palu. Hasil wawancara menunjukkan mengenai jenis pola asuh dominan serta bahwa 70% orang tua belum memahami pengaruhnya terhadap perilaku sosial anak. dampak jangka panjang dari pola asuh yang Berdasarkan uraian di atas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui menemukan 60% anak memiliki masalah hubungan antara pola asuh orang tua perilaku sosial seperti sering terlambat, dengan perilaku sosial anak usia 5Ae6 tahun kurang tanggung jawab, dan sikap egois di TK Kelurahan Tanjuka. Kota Palu. yang menghambat adaptasi terhadap norma METODE PENELITIAN Permasalahan dengan penelitian Yuris et al. yang Jenis Penelitian Penelitian pendekatan kuantitatif korelasional untuk pemahaman orang tua tentang pola asuh mengukur hubungan antara pola asuh menghambat perkembangan perilaku sosial orang tua (X) dan perilaku sosial anak (Y) melalui analisis statistik. Pendekatan ini menemukan bahwa pola asuh yang tidak dipilih karena dapat mengidentifikasi pola sesuai kebutuhan anak memicu perilaku dan kekuatan hubungan antara kedua kurang disiplin, rendah tanggung jawab, variabel secara objektif dan terukur dan kesulitan bekerja sama. Sementara itu, (Creswell. Adapun Khairunnisa . , melalui pendekatan meta-analisis, menegaskan bahwa pola mengikuti rancangan Sugiyono . asuh mempengaruhi dukungan emosional Rukayah dan komunikasi efektif antara orang tua dan anak. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juni 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Durrotunisa. Ag. Si dengan hasil validitas Gregory sebagai berikut. Gambar 1. Desain penelitian Tabel 1. Matriks Uji Validitas Instrumen Keterangan : : Pola Asuh Orang Tua : Perilaku Sosial Anak Penilai 1 Matriks Kurang Relevan . Sangat Relevan . Kurang Relevan . Sangat Relevan . Sumber: Olah Data Peneliti . A . B . C . D . Penilai : Hubungan Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berada di TK Validasi isi = Kelurahan Tavanjuka. Kota Palu. Sampel Validasi isi = (#(#(#&' penelitian sebanyak 25 anak yang dipilih "#$#%#! Validasi isi = 1,00 menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria anak yang aktif mengikuti Berdasarkan perhitungan Gregory kegiatan di TK serta memiliki orang tua diperoleh nilai validitas 1,00 artinya atau wali yang bersedia berpartisipasi instrumen berada pada kategori validitas dalam penelitian. Pemilihan sampel ini sangat tinggi. Kemudian untuk memastikan representatif dan dapat menggambarkan dilakukan uji reliabilitas dengan hasil nilai perilaku sosial anak serta pola asuh yang Cronbach Alpha seluruh item pernyataan diterapkan oleh orang tua. Teknik Pengumpulan Data 0,70. Oleh disimpulkan bahwa instrumen penelitian untuk mengumpulkan data. menggunakan teknik. observasi untuk Teknik Analisis Data valid dan reliabel sehingga siap digunakan Pengembangan Instrumen Pengumpulan mengamati perilaku sosial anak. angket Teknik analisis data dalam penelitian untuk mengetahui jenis pola asuh yang ini menggunakan analisis deskriptif yang diterapkan orang tua. dokumentasi berujuan untuk menyajikan data numerik untuk mengumpulkan catatan dan rekaman secara sistematis sehingga mudah dipahami yang mendukung pelaksaan penelitian. dan analisis inferensial yang mencakup uji Adapun instrumen penelitian telah melalui validasi ahli yakni Dr. Shofiyanti Nur Zuama. Psi. Si. dan Dr. normalitas dan uji korelasi. Uji normalitas dilakukan untuk Jika nilai signifikansi > 0,05, data P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juni 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. normal dan uji parametrik dapat digunakan. dominan diterapkan adalah pola asuh jika < 0,05, data tidak normal sehingga permisif . %), diikuti pola asuh otoriter digunakan uji nonparametrik. Adapun uji . %), dan demokratis . %). Temuan ini menunjukkan kecenderungan orang tua di kekuatan dan arah hubungan antara pola Tavanjuka asuh orang tua dan perilaku sosial anak. kebebasan tinggi kepada anak, meskipun dengan syarat apabila nilai signifikansi . sebagian tetap menerapkan aturan ketat atau kurang dari 0,05, maka terdapat hubungan secara statistik antara kedua variabel. Selanjutnya, data perilaku sosial anak berdasarkan pola asuh tersebut adalah HASIL DAN PEMBAHASAN sebagai berikut : Penelitian ini dilaksanakan di TK Anak dengan Pola Asuh Otoriter Alkhairat Tavanjuka Kota Palu selama 4 Pola asuh Otoriter dengan pola minggu, yang diawali dengan membagikan pengasuhan yang menekankan kepatuhan angket pola asuh kepada orangtua. Setelah mutlak terhadap aturan serta minimnya kesempatan anak untuk mengekspresikan diterapkan, selanjutnya peneliti melakukan Model pengasuhan ini memiliki pengamatan terhadap perilaku sosial anak implikasi langsung perkembangan sosial sesuai pola asuh yang diberikan tersebut. emosional anak, terutama pada indicator Pola asuh orang tua yang diamati adalah pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif (Baumrind, 1. Sedangkan Berdasarkan hasil pengelolan data, dapat diidentifikasi kecenderungan perilaku sosial anak yang dibesarkan dengan pola kemandirian (Hurlock, 1. Adapun hasil asuh otoriter. Untuk memberikan gambaran penelitian ini dapat disajikan sebagai yang lebih sistematis mengenai temuan tersebut, berikut disajikan table distribusi Tabel 2. Model pola asuh orangtua Pola Asuh Skor Orangtua Otoriter <40 Demokratis Permisif >48 Jumlah Sumber: Olah Data Peneliti . Persentase (%) perilaku sosial anak dengan pola asuh Hasil tabel 2 menunjukkan bahwa dari 25 orang tua, pola asuh yang paling P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juni 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Tabel 3. Perilaku Sosial Anak dengan Pola pola ini meningkatkan disiplin, komunikasi Asuh Otoriter dua arah diperlukan agar perkembangan Kategor Aspek Perkembangan Sosial Emosional yang Diamati Tanggung Kedisiplinan Kemandirian Jawab sosial anak tidak terhambat (Safira, 2. Ratarata (%) Anak dengan Pola Asuh Demokratis Pola Demokratis BSB BSH 4,16 20,83 Jumlah orang tua. Pola ini memungkinkan anak Sumber: Olah Data Peneliti . untuk mengemukakan pendapat, namun Pola asuh otoriter ditandai dengan kebebasan anak dan pengendalian dari komunikasi satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 anak dengan pola asuh otoriter mayoritas memiliki tingkat kedisiplinan dan tanggung jawab yang ti\ggi, dengan 87,5% dan 75% anak berada pada kategori mulai berkembang (MB). Namun, kemandirian anak cenderung lebih tetap diarahkan melalui aturan yang jelas. Kondisi menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung perkembangan kemandirian pada anak. Adapun hasil pengamatan perilaku sosial anak dengan pola asuh demokratis disajikan pada tabel berikut. Tabel 4. Perilaku Sosial Anak dengan Pola Asuh Demokratis kategori MB dan 25% pada kategori belum bahwa meskipun pola asuh otoriter mampu emosional anak, khususnya dalam hal rendah, dengan hanya 62,5% berada pada berkembang (BB). Hal ini mengindikasikan Kategori BSB BSH Jumlah Aspek Perkembangan Sosial Emosional yang Diamati Tanggung Kedisiplinan Kemandirian Jawab 33,33 66,66 16,66 66,66 16,66 Ratarata (%) 33,33 61,11 5,55 Sumber: Olah Data Peneliti . Orang tua dengan pola asuh otoriter menekankan keteraturan dan kepatuhan, namun hal ini dapat membatasi kesempatan kepercayaan diri. Santrock (Fadhli, 2. menyatakan bahwa anak otoriter cenderung patuh tetapi kurang percaya diri dan bersikap pasif. Oleh karena itu, meskipun Dari 6 anak dengan pola asuh demokratis, terdapat 33,33% anak dengan kedisiplinan sangat baik (BSB) dan 66,66% sesuai harapan (BSH). Untuk tanggung jawab, masing-masing 50% BB dan BSH. Kemandirian terdiri dari 16,66% BSH, 66,66% BSH, 16,66% berkembang (MB). Secara keseluruhan. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juni 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. pola asuh demokratis terbukti mendukung perilaku sosial anak, terutama dalam kecenderungan pola asuh yang di terapkan perilaku anak. Penyajian data dalam Pola bentuk tabel juga memungkinkan adanya menggabungkan kebebasan dengan batasan perbandingan antarvariabel yang lebih terukur serta memberikan dasar yang kuat Anak pengambilan keputusan, diberi kesempatan mengembangkan kontrol diri, serta dilatih (Tiemeijer, bagi analisis lanjutan. Tabel 5. Perilaku Sosial Anak dengan Pola Asuh Demokratis Hofmann, 2. Pola asuh ini dipercaya dapat mendukung perilaku sosial anak Kategori secara optimal karena anak merasa dihargai sekaligus memahami konsekuensi dari Hasil penelitian menunjukkan orang tua dengan pola ini cenderung hangat. BSB BSH Jumlah Aspek Perkembangan Sosial Emosional yang Diamati Tanggung Kedisiplinan Kemandirian Jawab 18,18 63,63 18,18 27,27 45,45 27,27 18,18 54,54 27,27 Ratarata (%) 21,21 54,54 24,24 Sumber: Olah Data Peneliti . 4 Hasil komunikatif, dan mendorong kemandirian bahwa pada aspek kedisiplinan, 63,63% Baumrind (Rodiah et al. , 2. anak dengan pola asuh permisif masuk menegaskan bahwa pola demokratis efektif kategori mulai berkembang (MB) dan membentuk tanggung jawab dan kontrol 18,18% dalam kategori belum berkembang diri anak, sementara Erviana et al. , . (BB). Pada aspek tanggung jawab, 45,45% menemukan bahwa anak dengan pola ini anak berada pada kategori MB, sementara memiliki empati dan kemandirian 27,27% termasuk kategori BB. Untuk lebih baik. Selain itu, pola asuh demokratis kemandirian, mayoritas . ,54%) berada di kategori MB, namun masih terdapat prestasi akademik anak. 27,27% anak yang tergolong BB. Anak dengan Pola Asuh Permisif Untuk mendukung pemahaman yang sebagai pribadi yang bebas dengan aturan longgar dan minim keterlibatan orang tua teoritis, hasil peneltian berikut disajikan (Sanchez, 2. Penelitian menunjukkan dalam bentuk tabel. Tabel ini berfungsi banyak orang tua memberikan kebebasan untuk merangkum data secara ringkas, berlebihan tanpa batas jelas, yang meski Pola asuh permisif memandang anak P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juni 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. pengendalian perilaku anak (Nisrofah, disesuaikan dengan karakteristik keluarga masing-masing. Tabel 7. Uji Normalitas Tests of Normality Shapiro-Wilk Statistic Anak yang diasuh secara permisif cenderung kurang disiplin. Kondisi ini berisiko membuat anak sulit membedakan benar dan salah, serta kurang terlatih mengendalikan diri. Oleh karena itu. Perilaku Lilliefors Significance Correction Sumber: Olah Data SPSS 20 Berdasarkan uji normalitas diketahui bahwa Uji Shapiro-Wilk menunjukkan kebebasan dan aturan untuk memastikan bahwa kedua variabel tidak berdistribusi perkembangan anak yang optimal. ig < 0,. , sehingga analisis Setelah Pola Asuh Sig. orangtua dan perilaku sosial anak di TK Spearman. Pemilihan Kelurahan Tavanjuka Kota Palu, kemudian memastikan bahwa hasil analisis tidak bias di lakukan analisis data dengan bantuan akibat pelanggaran asumsi normalitas aplikasi SPSS 20 for windows berikut. (Yuniarti et al. , 2. Tabel 6. Statistik Deskriprif Pola Asuh Perilaku Sosial Valid N . non-parametrik Tabel 8. Uji Korelasi Spearman Min Max Mean Std. Deviation Sumber: Olah Data SPSS 20 Tabel 6 menunjukkan rata-rata pola asuh orang tua sebesar 44,08 . ategori sedan. dan perilaku sosial anak 64,96 . ukup baik tapi belum optima. Variasi Correlations Correlation Coefficient Sig. asuh Spearman's Correlation Coefficient Sig. social **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Olah Data SPSS 20 Hasil skor yang besar disebabkan perbedaan latar Spearman belakang keluarga, pendidikan orang tua, menunjukkan adanya hubungan positif dan lingkungan sosial. Sesuai teori ekologi yang signifikan antara pola asuh orang tua (Bronfenbrenner & Morris, 2007. Fahrani, dan perilaku sosial anak . = 0,511. perkembangan anak dipengaruhi 0,. Artinya, semakin baik pola asuh oleh berbagai lingkungan, sehingga strategi Temuan menguatkan pentingnya peran orang tua P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juni 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. dalam membentuk perkembangan sosial merasa dihargai, aman, dan memiliki anak melalui pola asuh yang responsif dan contoh perilaku positif. Secara ringkas hubungan pola Hal ini selaras dengan temuan asuh orang tua terhadap perilaku sosial Nafisah et al. yang menunjukkan anak disajikan sebagai berikut. bahwa anak yang orang tuanya menerapkan Tabel 9. Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Sosial Anak Variabel Pola Asuh & Perilaku Sosial Koefisien Korelasi . Nilai Signifikansi . 0,511 0,001 Kesimpulan kemandirian lebih baik dibandingkan pola Hubungan asuh otoriter atau permisif. Raihana . menambahkan bahwa pola asuh dengan kebebasan terarah membantu anak belajar Pola berpengaruh terhadap perilaku sosial anak, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan berkembang optimal. Konsistensi orang tua Vygotsky (Komariah et al. menjelaskan bahwa perilaku sosial mematuhi norma sosial, dasar perilaku terbentuk melalui interaksi dengan orang sosial positif (Buto & Hafifuddin, 2. Temuan ini menegaskan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam fasilitator pembelajaran sosial. Dengan membentuk karakter sosial anak melalui dukungan emosional yang cukup dan pola asuh yang tepat. Oleh sebab itu, perlu arahan perilaku yang jelas dari orang tua, adanya sinergi antara sekolah dan orang tua anak lebih mudah menginternalisasi nilai sosial seperti empati, kerja sama, dan harmonis, di mana aturan diterapkan secara kedisiplinan (He, 2. konsisten, anak diberikan ruang untuk Pola asuh yang responsif dan menyampaikan pendapat, serta perilaku positif diperkuat. Program parenting di psikologis yang mendukung perkembangan sekolah bisa dijadikan wadah untuk kontrol diri dan tanggung jawab sosial Santrock (Juffer et al. , 2. keterampilan kepada orang tua mengenai menambahkan bahwa pola asuh yang pola asuh yang efektif, sehingga perilaku sosial anak dapat berkembang secara keterampilan sosial anak karena anak optimal dan berkesinambungan baik di P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juni 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. rumah maupun di lingkungan pendidikan Kepala TK, memfasilitasi guru dengan program. PENUTUP mendukung pengembangan perilaku Kesimpulan sosial anak. Penelitian Peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengetahui hubungan antara pola asuh memanfaatkan hasil penelitian ini orang tua dengan perilaku sosial anak usia sebagai acuan atau pertimbangan 5Ae6 tahun di TK Kelurahan Tavanjuka, dalam merancang penelitian yang Kota Palu. Metode yang digunakan adalah serupa maupun berbeda, baik dari segi kuantitatif korelasional dengan sampel 25 masalah, metode, teknik pengumpulan Hasil penelitian ini menunjukkan data, maupun analisisnya. pola asuh permisif paling dominan, namun pengaruh positif terbesar terhadap perilaku Uji Spearman mengonfirmasi hubungan positif signifikan antara pola asuh dan perilaku sosial anak . = 0,511. Temuan menegaskan pentingnya penerapan pola asuh yang tepat untuk mendukung perilaku sosial anak secara optimal. SARAN Anak didik, diharapkan perilaku sosial terus berkembang melalui dukungan pendidikan dan pola asuh yang konsisten dari orang tua. Guru, diharapkan secara berkelanjutan memberikan stimulasi positif terhadap perilaku sosial anak agar anak mampu beradaptasi dengan lingkungan. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 DAFTAR PUSTAKA